Claim Missing Document
Check
Articles

Potensi Teh Rambut Jagung Ketan (Zea mays L.) dan Daun Salam (Syzygium polyanthum) sebagai Antihipertensi Darni, Joyeti; Damayanti, Amilia Yuni; Wahyuningsih, Retno; Sofiyatin, Reni
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2024.8.1.15300

Abstract

The purpose of this study was to analyze the tea’s effect on the blood pressure. Research is a type of experimental research, with a randomized pre-post test with control design. Antioxidant activity was determined using the DPPH method, while saponin levels were quantified using gravimetric analysis. Blood pressure measurements in rats were obtained via tail-cuff plethysmography. A total of 28 male Sprague dawley rats were used, randomly allocated into four groups: a negative control group without extract (K-), a positive control group treated with furosemide 3.6 mg/kg (K+), and intervention groups receiving different doses of tea extract, specifically 300 mg/kg body weight (X1) and 500 mg/kg body weight (X2). The findings revealed that the IC50 value for antioxidant activity of corn silk tea was 65.526 ppm, with a saponin content of 8.461%. Meanwhile, bay leaf tea exhibited stronger antioxidant properties, with an IC50 of 40.351 ppm and a saponin content of 7.408%. The X2 group demonstrated the most significant reduction in blood pressure, averaging 98.9 mmHg. In conclusion, corn silk tea possesses strong antioxidant properties, whereas bay leaf tea has very strong antioxidant activity. The combination of bay leaf and corn silk tea was effective in decreasing blood pressure in rats. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh teh terhadap tekanan darah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen randomized pre-post test with control design. Penentuan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, kadar saponin menggunakan analisis gravimetri kuantitatif, pengukuran tekanan darah pada tikus menggunakan metode tail-cuff plethysmo-graphy. Penelitian menggunakan 28 tikus putih jantan Sprague dawley, dibagi 4 kelompok yaitu tanpa pemberian ekstrak (K-), dengan obat furosemid 3,6 mg/kg (K+), intervensi teh saraja dengan dosis ekstrak 300 mg/kgBB (X1); dosis 500 mg/kg BB (X2). Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan teh rambut jagung IC50 sebesar 65,526 ppm sedangkan kadar saponin pada teh rambut jagung ketan sebesar 8,461%. Aktivitas antioksidan teh daun salam IC50 sebesar 40,351 ppm, sedangkan kadar saponin pada teh daun salam sebesar 7,408%. Rerata tekanan darah pada kelompok X2 menunjukkan selisih penurunan tekanan darah paling banyak yaitu 98,9 mmHg. Kesimpulannya, aktivitas antioksidan teh rambut jagung berada pada kelompok kuat, dan antioksidan pada teh daun salam termasuk golongan yang sangat kuat. Pemberian teh daun salam kombinasi rambut jagung dapat menurunkan tekanan darah pada tikus.
Literature Review : The Effect Of Ginger (Zingiber Officinale Var. Amarum) And Honey On Blood Pressure Reduction Luthfiyah, Fifi; Anggraeni, Mita; Wahyuningsih, Retno
Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i5.2206

Abstract

The prevalence of hypertension in NTB at 2018 was 27.8%, this figure was higher than 2013, which was 24.3%. Hypertension management can be done pharmacologically and non pharmacologically. Non pharmacological therapy can be done by consuming honey and ginger. Honey and ginger contain chemical components that can help lower blood pressure. To conduct a literature study on the effect of ginger (Zingiber officinale var. Amarum) and honey on reducing blood pressure. The literature search in this literature review was carried out using five databases with low to high quality, namely Scopus, ProQuest, Pubmed, Garuda Garba, and Google Schoolar. The keywords used are "ginger and blood pressure", "ginger and diastoleic pressure", "ginger and pulse pressure", "ginger and systolic pressure", "ginger officinale and blood pressure", "ginger officinale and diastoleic pressure", " ginger officinale and pulse pressure "," ginger officinale and systolic pressure "," honey and blood pressure "," honey and diastoleic pressure "," honey and systolic pressure ". From 10 journals that have been reviewed, all states that honey and ginger can reduce blood pressure. Honey was able to lower blood pressure with an average decrease in systolic blood pressure by 5.6 mmHg - 30.00 mmHg and a decrease in the average diastolic blood pressure by 7.3 mmHg - 13.00 mmHg, while ginger was able to lower blood pressure by an average -The decrease in systole was 4.73 mmHg - 7.7 mmHg and the decrease in diastolic blood pressure was 5.7 mmHg - 7.27 mmHg. The average dose of honey given is 30 grams - 70 grams, while the average dose of ginger is 4 grams. Form 10 journals have been reviewed, all journals stated that honey and ginger can lower blood pressure and based on all these journals it is known that honey has a greater effect on reducing blood pressure than ginger.
Pengaruh Penggunaan Media Ape Papan Pintar dan Pohon Angka Terhadap Kemampuan Berhitung Permulaan Anak Kelompok Usia 4-5 Tahun Putri, Laela Fadhilah Purnomo; Wahyuningsih, Retno
ABNA : Journal of Islamic Early Childhood Education Vol. 5 No. 2 (2024): ABNA : Journal of Islamic Early Childhood Education
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/abna.v5i2.9049

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya kemampuan berhitung permulaan pada anak, yang terlihat saat proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berhitung permulaan anak kelompok A dengan menggunakan media permainan papan pintar dan pohon angka. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen yang dilaksanakan di TK Perwa ida Boyolali pada bulan Januari-Maret 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak Kelompok A dengan mengambil sampel 81 dengan menggunakan teknik sampling yaitu teknik cluster random sampling. Pengumpulan data yang digunakan yaitu tes berupa unjuk kerja yang dilakukan oleh anak sedangkan dalam menganalisis data menggunakan analisis unit, uji prasyarat yang terdiri dari uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hpotesis menggunakan indpendent sampel t tes. Hasil penelitian diperoleh dengan nilai t hitung sebesar 4,290 dengan nilai sign fikan 5% adalah 0,00 sehingga t hitung (4,290) > nilai t tabel (1.990). Hasil ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan kemampuan berhitung permulaan anak kelompok A dengan menggunakan media alat permainan edukatif papan pintar dan pohon angka.
Pemberian Serbuk “Banasoy” Pisang Ambon (Musa Paradisiaca Var. Sapientum Linnaeus) Dan Kacang Kedelai (Glyciline Max) Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Gerung Darni, Joyeti; Hidayatunnisa, Baiq Rizki; Wahyuningsih, Retno; Sri Sulendri, Ni Ketut
JURNAL RISET GIZI Vol 11, No 2 (2023): November (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i2.9896

Abstract

Jumlah penderita hipertensi yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. Salah satu cara mengatasi hipertensi adalah mengkonsumsi pangan fungsional yaitu serbuk banasoy yang kaya akan kalium dan magnesium sebagai pengontrol tekanan darah. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian Serbuk “Banasoy” Pisang Ambon (Musa paradisiaca var. sapientum linnaeus) dan Kacang Kedelai (Glyciline max) terhadap Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Gerung. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment Non Equivalent Control Group Designs, dengan rancangan penelitian Pretest-Posttest with control group design. Jumlah sampel penelitian 20 orang yang diperoleh dari rumus Lameshow dan dipilih secara Purposive sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan dosis 30 g bubuk banasoy selama 7 hari.Hasil Penelitian : Terdapat Penurunan tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok intervensi yaitu rata-rata 161±11,97 mmHg menjadi 147,00±11,60 mmHg dengan selisih 14,00 mmHg dan penurunan tekanan darah diastolik dengan rata-rata  sebelum 103,00±10,59 mmHg menjadi 92,00±10,33 mmHg dengan selisih 11,00 mmHg. Kesimpulan : Tidak ada pengaruh pemberian serbuk banasoy terhadap tekanan darah pasien hipertensi.
Pemberian Serbuk “Banasoy” Pisang Ambon (Musa Paradisiaca Var. Sapientum Linnaeus) Dan Kacang Kedelai (Glyciline Max) Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Gerung Darni, Joyeti; Hidayatunnisa, Baiq Rizki; Wahyuningsih, Retno; Sri Sulendri, Ni Ketut
JURNAL RISET GIZI Vol 11, No 2 (2023): November (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i2.9896

Abstract

Jumlah penderita hipertensi yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. Salah satu cara mengatasi hipertensi adalah mengkonsumsi pangan fungsional yaitu serbuk banasoy yang kaya akan kalium dan magnesium sebagai pengontrol tekanan darah. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian Serbuk “Banasoy” Pisang Ambon (Musa paradisiaca var. sapientum linnaeus) dan Kacang Kedelai (Glyciline max) terhadap Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Gerung. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment Non Equivalent Control Group Designs, dengan rancangan penelitian Pretest-Posttest with control group design. Jumlah sampel penelitian 20 orang yang diperoleh dari rumus Lameshow dan dipilih secara Purposive sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan dosis 30 g bubuk banasoy selama 7 hari.Hasil Penelitian : Terdapat Penurunan tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok intervensi yaitu rata-rata 161±11,97 mmHg menjadi 147,00±11,60 mmHg dengan selisih 14,00 mmHg dan penurunan tekanan darah diastolik dengan rata-rata  sebelum 103,00±10,59 mmHg menjadi 92,00±10,33 mmHg dengan selisih 11,00 mmHg. Kesimpulan : Tidak ada pengaruh pemberian serbuk banasoy terhadap tekanan darah pasien hipertensi.
INTERNALISASI NILAI-NILAI NASIONALISME DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Junanto, Subar; Wahid, Abdul; Wahyuningsih, Retno
Tunas Siliwangi Vol 6 No 2 (2020): VOL 6 NO 2, OKTOBER 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v6i2p%p.2044

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah rasa nasionalisme sudah mulai luntur seiring dengan perkembangan jaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui internalisasi nilai-nilai nasionalisme dalam pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di PAUD Insan Kamil Dharma Wanita Persatuan IAIN Surakarta dari bulan Desember 2019 sampai dengan April 2020. Subyek penelitian adalah guru dan siswa kelas B. Informan yaitu kepala sekolah dan siswa kelas A. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh menggunakan triangulasi, sumber, dan metode. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa internalisasi yang dijalankan melalui tiga tahapan yaitu transformasi nilai, transaksi nilai dan transinternalisasi melalui metode ceramah, pembiasaan dan pengulangan yang dilakukan oleh guru dalam menyampaikan materi. Rasa cinta tanah air atau nasionalisme diinternalisasikan pada aspek pengembangan nilai agama dan moral adalah nilai tolong menolong, kerjasama, saling menghargai dan toleransi.Kata Kunci: Internalisasi, Nilai Nasionalisme, Pembelajaran PAUD
Perancangan Aplikasi Pengarsipan Data Berbasis Web pada DPMPTSP Kota Jambi Rahmadani, Putri; Putri, Nadila Eka; Wahyuningsih, Retno; Ardianti, Linda; Handayani, Andi Wirda; Sepriano, Sepriano
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.1378

Abstract

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Jambi merupakan instansi pemerintah yang memiliki tugas dalam pengelolaan investasi dan pelayanan perizinan secara terpadu. Dalam pelaksanaannya, pengarsipan dokumen di DPMPTSP masih dilakukan secara manual, sehingga sering menimbulkan permasalahan seperti kehilangan dokumen, pencarian arsip yang memakan waktu, dan kurangnya efisiensi dalam proses penyimpanan data. Penelitian ini bertujuan untuk merancang aplikasi arsip berbasis website yang dapat membantu digitalisasi proses pengarsipan dan meningkatkan efisiensi pengelolaan dokumen. Metodologi yang digunakan dalam perancangan sistem ini adalah metode Waterfall, yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi arsip berbasis web yang dapat digunakan oleh pegawai DPMPTSP untuk mengelola dokumen secara terstruktur, cepat, dan aman. Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan pengelolaan arsip di DPMPTSP Kota Jambi menjadi lebih efektif, efisien, serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan berbasis digital.
COOK HEALTHY MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIAPKAN MENU SEIMBANG REMAJA PUTRI SEBAGAI UPAYA MENCEGAH ANEMIA Laraeni, Yuli; Sulendri, Ni Ketut Sri; Wahyuningsih, Retno
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1321

Abstract

Berdasarkan survei kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun 2005, menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada ibu hamil 50,9%, ibu nifas 45,1%, remaja puteri  usia 10-14 tahun 57,1%, wanita usia subur (WUS) usia 17-45 tahun sebesar 39,5% (Supriyono. 2010) Remaja puteri memiliki risiko sepuluh kali lebih besar menderita anemia dibandingkan dengan remaja putera. Hal ini dikarenakan remaja  puteri mengalami menstruasi setiap bulannya, sedang dalam masa  pertumbuhan sehingga membutuhkan asupan zat besi yang lebih banyak. Remaja  puteri biasanya  sangat memperhatikan bentuk tubuh, sehingga banyak yang membatasi konsumsi makanan dan banyak pantangan terhadap makanan. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabmas ini  Remaja puteri di Dusun Bengkel Selatan 1  Desa Bengkel Kecamatan Labuapi mengatasi anemia  dengan pemanfaatan makanan tinggi protein dan Fe berbasis pangan lokal dengan pendampingan cara penggolahan makanan (cook healthy) adalah salah satu cara mengolah bahan makanan yang tinggi protein dan Fe dengan cara yang benar dan tidak menghilangan zat gizi yang terdapat dalam bahan makanan sehingga makanan yang terolah bermanfaat untuk peningkatan protein dan Fe dalam tubuh, sebanyak 15 remaja puteri. Metode yang diterapkan dalam pendampingan ini dengan melakukan  praktek pengolahan bahan makanan tinggi protein hewani dan Fe untuk diterapkan di rumahnya selama sebulan seminggu 1 kali. Pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi untuk melihat dampak pendampingan cook healthy terhadap remaja puteri dalam mengolah makanan tinggi protein hewani dan Fe melalui lomba. Terjadi peningkatan pengetahuan melalui pendampingan cook healthy pada remaja putri. The household health research (SKRT) 2005 reports that the anemia prevalence on pregnant women is at 50.9%, on postpartum mothers is at 45.1%, on female teenagers around 10-14 years old is 57,1%, on mature age women around 17-45 years old is 39,55% anemia was found (Supriyono. 2010).  Female teenagers suffering anemia possibilities are ten times greater risk compared to male teenagers risk of suffering anemia. This phenomenon happens because female teenagers are in a growing progress as well as experiencing menstruation monthly. Thus monthly. Thus monthly. Thus, they require more iron intake to support the growth of their body. For the sake of fulfilling their “body goal”,  the female teenagers often restrict on consuming some foods and committed some eating “taboo”. By seeing these phenomena, the research is aimed at preventing the anemia by means of high protein traditional based foods. The “cook healthy” is one of the high protein and Fe cooking technique without no decreasing on nutrition containing in particular foods. This cooking technique was believed to have significant effects on anemia suffering by 15 female teenagers. The cooking techniques were given once a week in one month along with home practices. by the end of the program,  an evaluation was carried out to see the impact of “cook healthy” assistance on female teenagers’ skills in processing high animal protein and Fe foods. The result shows that there was a significant effects of “cook healthy” on female teenagers skill processing high animal protein and Fe foods with p = 0,006 (p<0,05).  
Edukasi Sadari untuk Deteksi Dini dan Isi Piringku sebagai Upaya Pencegahan Kanker Darni, Joyeti; Luthfia, Erien; Wahyuningsih, Retno; Sofiyatin, Reni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22509

Abstract

ABSTRAK Salah satu jenis kanker yang paling ditakuti perempuan dunia adalah kanker payudara. Penderita kanker payudara dapat lebih cepat mengetahui serangan kanker pada payudara dengan memeriksa sendiri secara teratur setiap bulan yang dikenal dengan praktik SADARI, selain itu Isi Piringku dengan pencegahan kanker terletak pada asupan gizi seimbang yang terkandung dalam panduan tersebut, terutama peningkatan konsumsi sayuran dan buah-buahan yang kaya serat dan antioksidan. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kader posyandu tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan isi piringku sebagai upaya pencegahan kanker. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari empat tahap yaitu persiapan, pengorganisasian, edukasi, evaluasi (pre dan post test). Penyampaian edukasi dilakukan dengan metode ceramah dengan media leafleat dan praktik langsung tentang SADARI dan isi piringku. Rata-rata nilai pretest yaitu 58,6 setelah edukasi meningkat menjadi 86. Nilai p pada paired sample t-test menunjukkan p = 0,001, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kader posyandu sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan lancar dan mendapat antusias yang baik dari kader posyandu dan adanya peningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan isi piringku sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media leaflet dan praktik. Kata Kunci: Edukasi, Isi Piringku, Kanker, SADARI  ABSTRACT One of the most feared types of cancer in women in the world is breast cancer. Breast cancer sufferers can detect breast cancer more quickly by regularly checking themselves every month, known as the practice of BSE. In addition, Isi Piringku with cancer prevention lies in a balanced nutritional intake contained in the guide, especially increasing the consumption of vegetables and fruits that are rich in fiber and antioxidants. To increase the knowledge and understanding of Posyandu cadres about breast self-examination (BSE) and Isi Piringku as an effort to prevent cancer. This community service activity consists of four stages, namely preparation, organization, education, evaluation (pre and post test). The delivery of education is carried out using the lecture method with leaflet media and direct practice about BSE and Isi Piringku. The average pretest score is 58.6 after education increased to 86. The p-value in the paired sample t-test shows p = 0.001, which means there is a significant difference between the level of knowledge of Posyandu cadres before and after being given education. Community service activities ran smoothly and received good enthusiasm from Posyandu cadres and there was an increase in Posyandu cadres' knowledge about breast self-examination (SADARI) and the contents of my plate before and after being given education using leaflet media and practice. Keywords: Education, My Plate, Cancer, BSE
Pengaruh Motivasi Kerja dan Perilaku Kewarganegaraan Organisasi terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Negeri Se-Kecamatan Karangtengah Kabupaten Wonogiri A, Annisa Dhimar; Wahyuningsih, Retno
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja guru merupakan salah satu faktor dalam penentu keberhasilan proses pendidikan, namun persoalan pendidikan di Indonesia saat ini adalah masih rendahnya kinerja guru. Faktor yang mempengaruhi kinerja guru diantaranya adalah motivasi dan perilaku kewarganegaraan organisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui 1) Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru, 2) Pengaruh perilaku kewarganegaraan organisasi terhadap kinerja guru 3) Pengaruh motivasi kerja dan perilaku kewarganegaraan organisasi terhadap kinerja guru SD Negeri Se Kecamatan Karangtengah Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode regresi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru ditunjukkan dengan persamaan regresi Y = 77,973 + 0,52.X1, 2) Terdapat pengaruh perilaku kewarganegaraan organisasi terhadap kinerja guru dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Pengaruh perilaku kewarganegaraan organisasi terhadap kinerja guru ditunjukkan dengan persamaan regresi Y = 65,963 + 0,332.X2, 3) Terdapat pengaruh motivasi kerja dan perilaku kewarganegaraan organisasi terhadap kinerja guru dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 dan 0,04 < 0,05. Pengaruh motivasi kerja dan perilaku kewarganegaraan organisasi terhadap kinerja guru ditunjukkan dengan persamaan regresi regresi Y = 60,051 + 0,390.X1 + 0,227.X2.