Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI ROBLOX UNTUK MENGEMBANGKAN LITERASI DIGITAL ISLAMI PADA SISWA KELAS II SDIT Imtitsal, Afaf; Wahyuningsih, Retno
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i4.7864

Abstract

ABSTRACT The background of this research stems from the increasing use of game-based learning in elementary schools, although it is still unknown how students assess its benefits and its impact on their digital literacy skills. This study aims to determine students’ perceptions of the use of the Roblox platform in developing digital literacy at SDIT Al Ihsan Colomadu in 2025. This study employs a descriptive quantitative approach. Data were collected through closed-ended questionnaires distributed to all fifth-grade students and through classroom observations conducted while the teacher implemented Roblox-based learning. The sampling technique used was total sampling, considering the relatively small student population. The data were analyzed using descriptive statistics to describe the frequency, percentage, mean, and standard deviation of students’ perceptions. The results indicate that most students have positive perceptions of using Roblox as a fun and interactive learning tool that helps them understand digital literacy concepts, especially in collaboration, communication, and online safety. The implications of this study suggest that Roblox can serve as an alternative medium to strengthen digital literacy competencies at the elementary school level through contextual and experience-based learning. ABSTRAK Latar belakang penelitian ini berangkat dari meningkatnya penggunaan game-based learning di sekolah dasar, namun belum diketahui bagaimana siswa menilai manfaat serta dampaknya terhadap kemampuan literasi digital mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pemanfaatan platform Roblox dalam mengembangkan literasi digital di SDIT Al Ihsan Colomadu pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui angket tertutup yang dibagikan kepada seluruh siswa kelas V dan observasi kelas ketika guru mempraktikkan pembelajaran berbasis Roblox. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling, mengingat jumlah populasi siswa yang relatif kecil. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan frekuensi, persentase, rata-rata, dan simpangan baku persepsi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan Roblox sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan membantu mereka memahami konsep literasi digital, terutama dalam kerja sama, komunikasi, dan keamanan online. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa Roblox dapat dijadikan media alternatif untuk memperkuat kompetensi literasi digital di tingkat sekolah dasar melalui pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman.
Pemakaian Softlens dalam Praktik Berhias Masyarakat Muslim Kontemporer dan Relevansinya dengan Maqāṣid al-Syarī‘ah Hidayah, Istiqomah Nur; Wahyuningsih, Retno
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5036

Abstract

Perkembangan praktik berhias dalam masyarakat Muslim kontemporer turut melibatkan penggunaan softlens yang tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu penglihatan, tetapi juga sebagai elemen estetika untuk menunjang penampilan. Fenomena ini memunculkan kebutuhan akan kajian hukum Islam yang menilai kebolehan serta batasan penggunaannya dengan mempertimbangkan prinsip kemaslahatan dan potensi mudarat terhadap kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hukum pemakaian softlens sebagai bagian dari praktik berhias dalam perspektif Islam serta menentukan batasan penggunaannya sesuai prinsip syariat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan atau library research. Data diperoleh dari sumber-sumber hukum Islam yang meliputi Al-Qur’an, hadis, kaidah-kaidah fikih, serta literatur fikih klasik dan kontemporer yang relevan dengan pembahasan berhias. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis guna memperoleh gambaran yang sistematis mengenai kedudukan hukum pemakaian softlens. Hasil utama penelitian menunjukkan bahwa pemakaian softlens dalam praktik berhias pada dasarnya berstatus mubah, selama tidak mengandung unsur perubahan ciptaan Allah, tidak menggunakan bahan yang diharamkan, serta tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan mata. Penggunaan softlens dianjurkan bagi individu yang memiliki gangguan penglihatan tertentu dan mengalami kesulitan menggunakan kacamata dalam aktivitas sehari-hari. Adapun penggunaan softlens untuk tujuan estetika semata perlu dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan keamanan, kesehatan mata, serta cara pemakaian dan perawatan yang benar. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan kajian hukum Islam terhadap praktik berhias modern serta sebagai rujukan normatif dan edukatif bagi masyarakat agar lebih bijak, selektif, dan bertanggung jawab dalam menggunakan softlens. Penelitian ini juga memberikan dasar pertimbangan akademik bagi pengembangan fikih kontemporer yang responsif terhadap perubahan sosial umat Muslim kini.
Perbedaan Akhlak di Tinjau dari Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Siswa Wahid, Abdul; Wahyuningsih, Retno
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 4 No. 1 (2021): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v4i1.2011

Abstract

This study aims to determine; Moral differences between high and low emotional intelligence; Moral differences between high and low spiritual intelligence; and Moral differences in terms of the interaction between emotional intelligence and spiritual intelligence in students at State Junior High Schools in Sidoharjo District for the 2020/2021 academic year. The research method used is comparative quantitative using t-test analysis and two-way ANOVA in public junior high schools throughout the Sidoharjo district from October to December 2020. The population in this study was the entire class of class VIII SMP Negeri in Sidoharjo district, as many as 507 students. The sample is some students, as many as 221 students. The results showed: 1) there were moral differences between students who had high and low emotional intelligence, because a significance value of 0.000 <0.05 was obtained. 2) there is a difference in morals between students who have high and low spiritual intelligence because a significance value of 0.000 <0.05 is obtained. 3) there are differences in morals in terms of the interaction of emotional intelligence and spiritual intelligence, the results of the hypothesis show sig. 0.001 < 0.05. In conclusion, there is an interaction between high emotional intelligence and low spiritual intelligence, high spiritual intelligence and low emotional intelligence on morals. Key words: Akhlak, emotional intelligence, spiritual intelligence
The Pattern of Community Service on Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Lecturers Munadi, Muhammad; Junanto, Subar; Wahyuningsih, Retno
Jurnal Penelitian Vol 13, No 1 (2019): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v13i1.5521

Abstract

Abstract The objectives of this research are to see the pattern of Faculty of Tarbiyah and Teacher Training lecturers in doing community service, the urgency of the lecturers to choose the pattern of community service as done so far, and the obstacle of community service. This research employed qualitative field method. The subjects of this research were the lecturers of Faculty of Tarbiyah and Teacher Training of IAIN Surakarta. Meanwhile, the research informants were the officials in Faculty of Tarbiyah and Teacher Training environment whose leading sector was community services and the community around the lecturers who did community services. Research data was gathered through interview methods, observation and documentation. Data triangulation was done to validate the data. Data obtained from these methods were analyzed interactively. Patterns that can be used in doing community service in Faculty of Tarbiyah and Teacher Training and IAIN Surakarta is the pattern of Czuba, which is divided into 5 areas of community services. They are: engage contacts with individuals, groups and organizations thus can benefit the expertise of the university, contribute to the spiritual growth of the society, offering teaching services and research services, expertise exchange, providing access to facilities and / or programs, as well as special services related to the charter, vision, mission, goals and objectives of the university.Keywords: Community service; Academically Based Community Services (ABCS) pattern;  non Academically Based Community Services (non ABCS) Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pola pengabdian para dosen FITK di lingkungan masyarakatnya, urgensi para dosen memilih pola pengabdian seperti yang dilakukan selama ini, dan kendala pengabdian pada masyarakat. Metode penelitian ini menggunakan metode kualititatif lapangan. Subjek penelitian ini adalah dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Surakarta. Sedangkan informan penelitian adalah pejabat di lingkungan FITK yang leading sectornya adalah pengabdian masyarakat dan warga masyarakat sekitar dosen tersebut melakukan pengabdian.Data penelitian akan dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi. Data yang diperoleh dari beberapa metode tersebut akan dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pola yang dipakai dalam pengabdian masyarakat di FITK dan IAIN Surakarta dengan pola Czuba, yang membagi menjadi 5 bidang pengabdian masyarakat yaitu:  Terlibat kontak dengan individu, kelompok dan organisasi sehingga bisa berbagi manfaat dan dan  keahlian yang dimiliki universitas, berkontribusi terhadap pertumbuhan rohani masyarakat, penawaran layanan fungsi pengajaran, dan penelitian, pertukaran keahlian, penyediaan akses ke fasilitas dan/atau program, serta layanan khusus yang berkaitan dengan piagam, visi, misi, tujuan dan sasaran universitas.Kata Kunci: Pengabdian kepada masyarakat; pengabdian masyarakat berbasis akademik; pengabdian masyarakat berbasis non akademik.
Sensory Characteristics and Protein, Iron, and Zinc Contents of Tuna Sprinkle Powder Combined with Tempeh and Moringa Leaves for Stunting Prevention Darni, Joyeti; Wahyuningsih, Retno; Suranadi, Luh; Kurniasari, Yulinda
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2026.5.2.569-576

Abstract

Stunting remains a chronic nutritional problem and a major public health concern in Indonesia. It not only impairs physical growth but also affects cognitive development and overall child health. Adequate protein intake is one of the nutritional strategies to help prevent stunting. Sprinkle powder formulated from tuna flour, tempeh flour, and moringa leaf flour is a high-protein food product that can be conveniently added to meals, beverages, or complementary foods. This study aimed to evaluate the sensory characteristics and determine the protein, iron (Fe), and zinc (Zn) contents of the sprinkle powder. This experimental study employed a completely randomized design (CRD) with four formulations: F1 (80% tuna flour, 15% tempeh flour, and 5% moringa leaf flour), F2 (70%, 20%, and 10%), F3 (60%, 25%, and 15%), and F4 (50%, 30%, and 20%). Sensory evaluation was conducted by 25 semi-trained panelists, and the data were analyzed using the Kruskal–Wallis test followed by the Mann–Whitney test. Significant differences were observed in color, taste, and overall acceptability among the formulations. Formula F1 was identified as the best formulation because it achieved the highest sensory scores and was the most preferred in terms of color, aroma, taste, and texture. Nutrient analysis of the selected formulation showed protein, iron (Fe), and zinc (Zn) contents of 42.7%, 10.17 ppm, and 5.18 ppm, respectively. Although the sprinkle powder demonstrated good sensory acceptability, it did not meet the requirements of SNI 01-7111.1-2005 for instant complementary foods because its protein content exceeded the maximum allowable level, whereas its iron (Fe) and zinc (Zn) contents were below the minimum required levels.