Yoga Windhu Wardhana
Department Of Pharmaceutics And Pharmaceutical Technology, Faculty Of Pharmacy, Universitas Padjadjaran, Hegarmanah Road, Jatinangor, West Java, Indonesia, 45363. Study Center On The Development Of Pharmaceutical Preparations, Faculty Of Pharmacy, Un

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Farmaka

AKTIVITAS ANTIBAKTERI HERBAL TERHADAP SHIGELLOSIS (Shigella dysenteriae) SHEILA FRIZQIA JELITA; Yoga Windhu Wardhana; Anis Yohana Chaerunisaa
Farmaka Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.736 KB) | DOI: 10.24198/jf.v18i1.22028

Abstract

ABSTRAKObat tradisional dengan bahan dasar tanaman telah digunakan sejak lama secara turun temurun di berbagai negara di dunia. Berbagai penelitian telah menunjukkan aktivitas dan mekanisme kerja tanaman-tanaman tertentu dalam melawan patogen yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia Shigellosis merupakan salah satu jenis infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Shigella dysenteriae dan berlokasi di usus. Kasus resistensi terhadap antibiotik juga telah terjadi pada S. dysenteriae, sulfonamid merupakan salah satu dari antibiotik tersebut. Oleh karena itu, pengembangan dan penelitian terkait pengobatan alternatif dengan bahan dasar tanaman sebagai penghambat pertumbuhan bakteri S. dysenteriae dapat menjadi suatu solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri dari tanaman terhadap S. dysenteriae sebanding dengan antibiotik konvensional, bahkan secara sinergis dapat meningkatkan aktivitas antibiotik konvensional. Maka, penelitian terkait penggunaan bahan alam sebagai antibakteri diharapkan dapat mewujudkan pengobatan yang lebih efektif, efisien, dan aman dalam dunia farmasi.ABSTRACTTraditional medicines with plant based ingredients have been used for a long time for generations in various countries in the world. Numerous studies have shown the activity and mechanism of action of certain plants against pathogens that can cause infection in humans. Shigellosis is one type of acute infection caused by the bacterium Shigella dysenteriae and is located in the intestine. Cases of antibiotic resistance have also occurred in S. dysenteriae, sulfonamide is one of the antibiotics. Therefore, the development and research related to alternative medicine with plant based ingredients as inhibitors of S. dysenteriae's growth can be a solution to solve this problem. In addition, several studies have shown that the antibacterial activity of plants against S. dysenteriae is comparable to conventional antibiotics, even synergistically increase conventional antibiotic activity. Hence, researches related to the use of natural ingredients as an antibacterial agent is expected to be able to objectify a more effective, efficient and safe treatment in the pharmaceutical world.
Peran Senyawa Flavonoid dan Glikosida Jantung dalam Aktivitas Kardiotonik RAHADIANTI KHOFII SUWANDITYA; Sri Adi Sumiwi; Yoga Windhu Wardhana
Farmaka Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.109 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i1.22117

Abstract

Kardiotonik merupakan kemampuan untuk meningkatkan efisiensi dan kontraksi otot jantung, yang mengarah pada peningkatan aliran darah ke seluruh jaringan di tubuh. Aktivitas kardiotonik dapat berasal dari tanaman dengan senyawa metabolit sekunder. Salah satu metabolit sekunder yang terkenal adalah glikosida jantung. Metabolit sekunder ini sejak dahulu dipakai untuk pengobatan gagal jantung dan aritmia jantung. Disamping jenis glikosida, metabolit lain seperti flavonoid juga dapat berperan dalam aktivitas kardiotonik dengan aktivitas antioksidannya. Melalui tinjauan pustaka ini diharapkan dapat memberikan gambaran terkait peran flavonoid dan glikosida jantung dalam aktivitas kardiotonik.Kata Kunci: Kardiotonik, glikosida jantung, flavonoid
REVIEW JURNAL: Parameter Standarisasi Tanaman Herbal untuk Pengobatan HAMMAM HAFIDZURAHMAN SYAHIDAN; YOGA WINDHU WARDHANA
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.344 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22094

Abstract

Penggunaan tanaman herbal sebagai bahan baku pengobatan baik secara klinis maupun empiris sering di gunakan di masyarakat luas, namun seringkali di temukan belum terstandarisasi sehingga belum terjamin kemananan khasiat dan kualitasnya.  Simplisia herbal yang digunakan untuk pengobatan membutuhkan standarisasi untuk menjamin kualitas, keamanan dan khasiat farmakologi obat tersebut. Parameter standarisasi yang yang di butuhkan dalam membuat obat herbal yang terstandarisasi meliputi standarisasi organoleptik, fisika, kimia, mikroskopik dan biologi. Penelusuran pustaka diharapkan mampu memberikan gambaran penting bagaimanaparameter yang dibutuhkan dalam standarisasi herbal dari berbagai macam tanaman. 
REVIEW ARTIKEL: KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER TANAMAN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI TERAPI DIABETES Rachmah, Sinta Aulia; Wardhana, Yoga Windhu
Farmaka Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v20i2.34335

Abstract

Diabetes merupakan penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi tinggi di seluruh dunia. Indonesia termasuk salah satu negara dengan prevalensi tinggi, yaitu 8,5% pada tahun 2018. Terdapat beberapa cara untuk menanggulangi diabetes, salah satunya penggunaan obat herbal tanaman bunga telang atau Clitoria ternatea. Adapun artikel ini ditujukan untuk mengumpulkan informasi mengenai senyawa metabolit sekunder yang berkontribusi dalam aktivitas antidiabetes Clitoria ternatea. Senyawa fenolik, flavonoid, dan antosianin bertanggung jawab sebagai agen antidiabetes pada bunga telang.Kata Kunci: diabetes, bunga telang, Clitoria ternatea, metabolit sekunder
Pengukuran Nilai Pertukaran Udara pada Sistem Air Handling Unit untuk Pemeriksaan Pra-kualifikasi di Industri Farmasi Azzahra, Salwa Putri; Wardhana, Yoga Windhu
Farmaka Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i2.53550

Abstract

Dalam menjamin proses produksinya telah sesuai dengan persyaratan pada pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), maka industri farmasi perlu melakukan kualifikasi terhadap sarana penunjang seperti sistem tata udara agar tercapainya ruang bersih. Sebelum kualifikasi dilakukan perlu mempelajari kelayakan sistem melalui pra-kualifikasi. Hasil dari pra-kualifikasi berupa nilai pertukaran udara Air Handling Unit (AHU) untuk memastikan bahwa seluruh AHU beroperasi dengan baik. Metode pra-kualifikasi dilakukan dengan mengukur kecepatan udara pada seluruh Supply Air Grill di gedung produksi sebanyak 2 siklus menggunakan alat anemometer yang sudah terkalibrasi dan data diolah menjadi nilai pertukaran udara. Hasil pemeriksaan dari salah satu industry farmasi menunjukkan bahwa hampir seluruh ruang produksi kelas E memenuhi spesifikasi, kecuali pada 7 ruangan yang tidak memenuhi spesifikasi pertukaran udara yaitu ruang AL3, ALS5, ALS11, ALS12, ALS17, S8, dan S9 dengan nilai pertukaran udara berada pada nilai <6 kali/jam. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaksesuaian pertukaran udara diantaranya pemilihan filter yang digunakan, pengaturan damper, tekanan ruangan, prosedur pengujian yang kurang tepat dan kondisi alat ukur. Agar ketujuh ruangan memenuhi persyaratan diperlukan perbaikan terlebih dahulu pada sistem AHU, sehingga rentang spesifikasi pertukaran udara sesuai persyaratan CPOB.
PENGUJIAN KEMAMPUAN PRODUK TABIR SURYA MEMPERTAHANKAN KELEMBAPAN KULIT PADA WANITA Salsabila, Esa Balqis; Wardhana, Yoga Windhu
Farmaka Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i1.53655

Abstract

Kulit yang lembap dan sehat adalah kunci untuk penampilan yang segar dan awet muda. Sayangnya, sinar matahari bisa mengeringkan kulit dan membuatnya tampak kusam. Tabir surya merupakan produk penting untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari. tetapi beberapa tabir surya dapat menyebabkan kulit menjadi kering. Studi ini bertujuan untuk menilai kemampuan salah satu produk tabir surya dalam mempertahankan kadar kelembapan kulit pada subjek wanita. Studi ini melibatkan 21 subjek wanita berusia 21-33 tahun dengan jenis kulit normal. Kelompok uji terdiri dari kelompok kontrol dan kelompok sampel pada masing-masing subjek. Subjek diukur kadar kelembaban kulit secara triplo sebelum dan setelah aplikasi produk tabir surya dengan periode pengamatan meliputi t0 (sebelum aplikasi), t15m (setelah 15 menit), t2j (setelah 2 jam), t3j(Setelah 3 jam) dan t5j (setelah 5 jam) menggunakan corneometer CM 825. Kadar kelembapan kulit pada kelompok kontrol pada t15m, t2j, t3j, dan t5j berturut-turut mengalami penurunan dibandingkan t0 yaitu 6,2%, 0,4%, 1,1%, dan 1,1%. Hasil uji ANOVA menunjukan p>0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan kadar kelembapan yang signifikan. Kadar kelembapan kulit pada kelompok sampel mengalami peningkatan dengan dibandingkan t0 yaitu pada t15m, t2j, t3j, dan t5j berturut-turut meningkat sebesar 77,14%, 60,75%,58%, 48%. Hasil uji ANOVA menunjukkan nilai p<0,05 yang berarti terdapat perbedaan kadar kelembapan kulit yang signifikan pada kulit yang diberi tabir surya. Kadar kelembapan mulai menurun setelah 2 jam namun penurunan yang terjadi tidak signifikan dibandingkan dengan t15m (p=0.948). Dapat disimpulkan bahwa tabir surya tersebut mampu mempertahankan kelembapan kulit hingga 5 jam.Kata kunci: kulit, tabir surya, kelembapan, kadar.