Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PUPUK N P DAN K TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS SECARA TUMPANGSARI DENGAN KACANG TANAH DI LAHAN GAMBUT YANA, YANA; MAULIDI, MAULIDI; WARGANDA, WARGANDA
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.22387

Abstract

ABSTRAKJagung manis merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak dikonsumsi karena memiliki rasa yang lebih manis dari jagung biasa dan umur produksinya lebih singkat. Permasalahan dalam budidaya jagung manis adalah beralihnya fungsi lahan dan kesuburan tanah yang rendah. Penggunaan pupuk N, P dan K dapat mengatasi kesuburan tanah yang rendah dan optimalisasi lahan dengan pola tumpangsari dapat menjadi solusi untuk budidaya jagung manis. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis pupuk N, P dan K yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis secara tumpangsari dengan kacang tanah pada lahan gambut. Penelitian dimulai dari Maret sampai Mei 2017. Penelitian dilaksanakan di Desa Bintang Mas II Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan, 4 ulangan dan setiap ulangan terdapat 8 sampel tanaman. Perlakuan yang di maksud sebagai berikut : p1 = 1,7 g Urea, 0,96 g SP-36, 0,55 g KCl/ tanaman (25% dari dosis anjuran ), p2 = 3,4 g Urea, 1,92 g SP-36, 1,11 g KCl/ tanaman (50% dari dosis anjuran), p3 = 5,1 g Urea, 2,88 g SP-36, 1,66 g KCl/ tanaman (75% dari dosis anjuran), p4 = 6,8 g Urea, 3,84 g SP-36, 2,22 g KCl/ tanaman (100% dari dosis anjuran), p5 = 8,5 g Urea, 4,80 g SP-36, 2,77 g KCl/ tanaman (125% dari dosis anjuran). Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman volume akar, berat kering, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol dan diameter tongkol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk N, P dan K berpengaruh nyata terhadap volume akar, berat kering tanaman, tinggi tanaman, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot dan diameter tongkol, tetapi berpengaruh tidak nyata pada variabel panjang tongkol. Pemberian pupuk N, P dan K sebesar 25% dari dosis anjuran setara dengan 1,7 g Urea, 0,96 g SP-36, 0,55 g KCl/ tanaman merupakan dosis yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis secara tumpangsari dengan kacang tanah di lahan gambut.Kata kunci: jagung manis, n, p dan k, gambut, tumpangsari
PENGARUH KOMPOS DAUN BAMBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SEMANGKA PADA TANAH ALUVIAL Alito, Alito; warganda, warganda; safwan, mulyadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.22798

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos daun bambu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman semangka pada tanah aluvial. Penelitian berlangsung dari tanggal 2 Maret sampai 4 Mei 2017, penelitian dilaksanakan di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode yang digunakan adalah pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5%. Perlakuan terdiri dari 6 taraf yaitu (a0 = kontrol, a1 = 900 g/petak, a2 = 1.800 g/petak , a3 = 2.700 g/ petak, a4 = 3.600 g/petak dan, a5 = 4.500 g/petak) dan perlakuan ini diulang sebanyak 4 kali. Variabel pengamatan meliputi : volume akar (cm3), berat kering (g), klorofil daun (spad unit), berat buah pertanaman (g), jumlah buah pertanaman, dan panjang buah pertanaman (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos daun bambu mempengaruhi pertumbuhan tanaman semangka pada tanah aluvial. Dosis kompos daun bambu yang optimal adalah 2.700 g/petak atau setara 33 ton/ha. Kata kunci : Kompos Daun Bambu, Tanaman Semangka
Pengaruh Pemupukan NPK Lengkap Terhadap Pertumbuhan Bibit Nenas Asal Mahkota pada Tanah Aluvial LESTARI, AYU; ASNAWATI, ASNAWATI; WARGANDA, WARGANDA
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.041 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.26209

Abstract

Pengaruh Pemupukan NPK Lengkap Terhadap Pertumbuhan Bibit Nenas Asal Mahkota pada Tanah Aluvial Ayu Lestari1), Asnawati2), Warganda2) 1Agriculture; Faculty University of Tanjungpura2Agriculture; Faculty University of Tanjungpura3Agriculture; Faculty University of TanjungpuraEmail: ayulestari.agroteknologi@yahoo.com ABSTRAK Daerah Kalimantan Barat mempunyai tanah yang potensial untuk dikembangkan sebagai areal pertanaman nenas, salah satunya adalah tanah aluvial. Pemberian pupuk NPK lengkap pada tanah aluvial diharapkan dapat memperbaiki sifat kimia tanah. Penggunaan tanah aluvial sebagai media tumbuh dihadapkan pada berapa kendala dalam hal kesuburan tanah yaitu rendahnya kandungan unsur hara, sehingga pertumbuhan tanaman nenas tidak dapat tumbuh dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk NPK lengkap yang terbaik untuk pertumbuhan sumber bibit nenas asal mahkota pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak dimulai pada tanggal 15 Juli sampai 15 Oktober 2017 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan 5 ulangan. Perlakuan yang di maksud : p0( tanpa perlakuan NPK lengkap), p1= 5 g NPK lengkap / tanaman setara dengan 277,78 kg/ha, p2= 10 g NPK lengkap/ tanaman setara dengan 555,51 kg/ha, p3= 15 g NPK lengkap/ tanaman setara dengan 833,33 kg/ha, p4= 20 g NPK lengkap/ tanaman setara dengan 1111, 11 kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi: Pertambahan jumlah daun, luas daun, jumlah klorofil daun, volume akar dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK lengkap mampu memperbaiki pertumbuhan bibit nenas asal mahkota pada tanah aluvial. Pemberian pupuk NPK lengkap dengan dosis 5 gram/tanaman merupakan dosis yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman pada luas daun. Kata kunci : Aluvial, Nenas , NPK.
INVENTARISASI JENIS TUMBUHAN DURIAN PADA HUTAN KECAMATAN SEKADAU HILIR KABUPATEN SEKADAU Kafaso, Yosef; Rahmidiyani, Rahmidiyani; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.28134

Abstract

INVENTARISASI JENIS TUMBUHAN DURIAN PADA HUTAN KECAMATAN SEKADAU HILIR KABUPATEN SEKADAUYosef Kafaso1, Rahmidiyani2, Warganda3 1Budidaya; Universitas Tanjungpura2Budidaya; Universitas Tanjungpura3Budidaya; Universitas Tanjungpurae-mail: *1yosefkafaso94@gmail.com ABSTRACTThe aim of this research was to know the variety of Durio plant in Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau. This research was conducted in Seguri forest located at Desa Peniti, Entada forest in Desa Gonis Tekam and Munggu Betung forest in Desa Semabi for three months, started from December 2017 until March 2018, using survey method by exploring all of the Tembawang Seguri forest areas and Tembawang Entada forest. The sampling was done by purposive sampling. The criteria of the mature plants and plant that has been fruitful several times. Based on the result of the research in the field, there are six types of Durian, the six types of Durian are Durio zibethinus, Durio kutejensis, Durio oxleysnus, Durio lanceolatus, Durio lowianus and Durio excelcus. The type of Durio zibethinus Murr was the most widely plant found in Entada,Seguri and Munggu Betung forest. Durio lanceolatus only found in Entada forest. Durio lowianus was found in the Entada and Munggu Betung forest and Durio exelcus was found in Seguri and Munggu Betung forest. Generally, the place of Durian plant not really different in each species, based on the vegetation, the condition of environment. The difference was only in the height of the place and habitat, and even it was still in a condition that the durian plant wants to grow. There were no specific species found of Durian in the others location because the trees was cut down by the villagers because of the unpleasant taste of the fruit, the conversion of land functions such as agriculture, house building infrastructure and others, and lack of public awareness of biodiversity conservation. Keywords: Durian, Durian"™s habitat, Kabupaten Sekadau.
THE EFFECT OF DRY SLUDGE PRODUCTS FROM CLEAN WATER TREATMENT ON GROWTH AND YIELD OF RADISH ON PEAT SOIL Sari, Dian Novita; Warganda, Warganda; Astina, Astina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.28230

Abstract

Peat soil has a very low pH so it is unsuitable to be used as a planting medium. Efforts to increase the pH of peat soils can be through the provision of dry sludge resulting from clean water treatment. This study shows to determine the effect of dry sludge clean water treatment on the growth and yield of radish on peat soil, knowing the best dose of dry sludge for the growth and yield of radish on peat soil and to determine the Pb content in white radish plants. This research was carried out in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. This study used a Completely Randomized Design (CRD), which consisted of 5 treatments and 4 replications, each treatment consisting of 3 samples, so that there were 60 plants. The treatment in question is: p1 = 15% dry sludge equivalent to 1,2 kg/polybag, p2 = 30% dry sludge equivalent to 2,4 kg/polybag, p3 = 45% dry sludge equivalent to 3,6 kg/polybag, p4 = 60% dry sludge equivalent to 4.8 kg/polybag, p5 = 60% dry sludge equivalent to 6 kg/polybag. Variables observed were the number of leaves, the wet weight of the upper part of the plant, the dry weight of the upper part of the plant, the wet weight of tubers, the dry weight of tubers, the length of tubers, the diameter of tubers, the content of Pb at the top and radish tuber. The result of this study indicate that the dose of dry sludge resulting from clean water treatment can increase the wet weight of white radish tuber. This study did not get the best dose of dry sludge for growth and yield of white radish, but a 45% dose was an effective dose to produce growth dan yield of better white radish. Pb content in the upper part of the plant is below the maximum threshold, while the Pb content in white radish tuber is above the maximum threshold allowed according to SNI 7378-2009. Keywords: dry sludge from the treatment of clean water, radish, peat soil
EFFECT OF PLANT GROWTH REGULATOR CONCENTRATION AGAINST THE GROWTH OF CROWN SHOOT OF THE PINEAPPLE ON PEAT LAND Gustami, Gustami; Warganda, Warganda; Listiawati, Agustina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.28558

Abstract

ABSTARACTEfforts to multiply pineapple plants to date have not been many that use buds that come from the crown (Crown), seeds that come from this crown can produce more than one bud. the crown require hormones for optimal growth, one of which is by using superior plant hormones that play a role in stimulating the growth of pineapple seeds from the crown. The aim of this study was to find the best concentration of ZPT for the growth of pineapple seedlings from the crown on peat land. This research was carried out in a farm owned by a farmer, Jl. Parit Haji Mukhsin 2, with a study period of 3 months starting from 15 2018 January to 15 April 2018. The design used in this study was a Randomized Block Design (RBD) with 6 levels of ghost hormone treatment and each treatment there were 4 replications, each replication there were 3 samples. The treatment in question is h0 = without giving superior plant hormones, h1 = superior plant hormone concentration 3 ml / l, h2 = 5 ml / l superior plant hormone concentration, h3 = 7 ml / l superior plant hormone concentration, h4 = plant hormone concentration 9 ml / l superiority, and h5 = 11 ml / l superior plant hormone concentration. The variables observed in this study were height increase in plants, increase in the number of leaves, chlorophyll leaves, dry leaves and leaf area. The administration of superior plant hormones 11 ml / l can to increase the growth of the variable number of leaves and dry weight of the plant.Keywords:Black Plant Hormone, Peat Land, Pineapple
EFFECT OF RETENTION TIME OF PALM OIL MILL EFFLUENT ON GROWTH AND YIELD OF BABY CUCUMBER ON PEAT SOIL Dhayan, Sarah; warganda, Warganda; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 3 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i3.33625

Abstract

This study aims to find the best Palm Oil Mill Effluent (POME) retention time for baby cucumber"™s growth and yield on peat soil. The study is conducted on Sungai Selamat Street, Siantan Hilir, East Pontianak District, Pontianak City. The study period began from February 16th, 2019 until May 11th, 2019. The design used in this study is a field experiment method with a Randomized Block Design pattern consisting of 6 treatments, namely: m0 (without incubation of POME), m1 (2 weeks incubation of POME), m2 (3 weeks incubation of POME), m3 (4 weeks incubation of POME), m4 (5 weeks incubation of POME), and m5 (6 weeks incubation of POME), each treatment is repeated 4 times and each plot consists of 3 observation sample plants and 1 destructive observation sample plant. The results showed that the retention time of POME on peat soil could increase yields on baby cucumber plants, especially on variable number of fruits yielded of each plant, fruit"™s diameter, fruit"™s weight each plant, and the weight of each fruit. The retention time of POME for 5-6 weeks can increase the number of fruits, fruit"™s diameter, fruit"™s weight each plant, and the weight of each fruit. Keywords: baby cucumber, retention time, peat soil, POME.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT BUAH NAGA ASAL STEK tian, agus; Hadijah, Siti; warganda, warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 3 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i3.33682

Abstract

Pertumbuhan bibit stek buah naga diperlukan media yang baik karena media merupakan faktor utama perkembangan akar stek. Penelitian ini bertujuan mencari komposisi media tanam yang paling baik untuk pertumbuhan Bibit Buah Naga. Penelitian ini dilaksanakan dilahan yang berada di Jl. Ampera Kelurahan Sui Jawi Pontianak Kota, Kota Pontianak. Mulai dari 10 September 2018 sampai dengan 10 November 2018. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap menggunakan 8 macam komposisi media tanam dengan 4 kali ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 3 tanaman sampel sehingga tanaman seluruhnya berjumlah 96 tanaman Perlakuan komposisi media yang digunakan adalah perbandingan volume sebagai berikut p1= Tanah Alluvial : Pasir : pupuk kandang (1:1:1), p2= Tanah Alluvial : Pasir : pupuk kandang (1:1:2), p3= Tanah Alluvial : Pasir : pupuk kandang (1:2:1), p4= Tanah Alluvial : Pasir : pupuk kandang (1:2:2), p5= Tanah Alluvial : Pasir : pupuk kandang (2:1:1), p6= Tanah Alluvial : Pasir : pupuk kandang (2:1:2), p7= Tanah Alluvial : Pasir : pupuk kandang (2:2:1), p8= Tanah Alluvial : Pasir : pupuk kandang (2:2:2). Variabel yang diamati dalam penelitian ini panjnag tunas (cm), jumlah tunas (helai), volume akar (cm3), jumlah akar (helai). Hasil penelitian menunjukkan pengaruh komposisi media tanam memberikan pengaruh yang sama baiknya. Kata Kunci : Buah Naga, Komposisi Media Tanam
Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Pemberian Paclobutrazol terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat pada Tanah Aluvial Prastica, Dessy; Wasi'an, Wasi'an; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42411

Abstract

Tanaman tomat merupakan tanaman komoditas hortikultura penting untuk sayur-sayuran dan buah segar. Salah satu permasalahan tanaman tomat adalah tanaman tomat varietas Servo memiliki karakteristik tinggi tanaman yang bisa mencapai 92,00 "“ 145,85 cm serta memiliki batang yang sukulen, sehingga mudah rebah jika sudah memasuki fase generatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi dan waktu pemberian paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lahan yang terletak di Jalan Sepakat 2, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat pada bulan Februari sampai dengan Mei 2020. Penelitian ini menggunakan faktorial pola rancangan acak lengkap (RAL), dimana faktor pertama konsentrasi paclobutrazol yang terdiri dari 3 taraf yaitu 100 ppm, 150 ppm dan 200 ppm. Faktor kedua yaitu waktu pemberian paclobutrazol yang terdiri dari 3 taraf yaitu 3 kali sehari, 4 kali sehari dan 5 hari sekali. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah buah, panjang buah, diameter buah, berat buah per buah, berat buah per tanaman, volume akar, berat kering tajuk dan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara konsentrasi dan waktu pemberian paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada tanah aluvial. Pemberian paclobutrazol pada penelitian ini untuk pemendekkan tinggi tanaman berhasil, akan tetapi konsentrasi pemberian paclobutrazol harus diturunkan menjadi dibawah 100 ppm agar pertumbuhannya tidak terlalu kerdil dan mampu menghasilkan buah yang banyak.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU TERHADAP PEMBERIAN ABU JANJANG KELAPA SAWIT DAN FOSFOR PADA TANAH ALUVIAL JEPRI, FRANSISKUS; Warganda, Warganda; Santoso, Eddy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.43895

Abstract

Kacang hijau merupakan salah satu tanaman leguminosae yang cukup penting di Indonesia. Salah satu kendala yang membatasi produktivitas maksimal tanaman kacang hijau adalah derajat keasaman tanah aluvial yang rendah dan kekurangan akan unsur hara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara abu janjang sawit dan fosfor terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Praktek Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat pada bulan November 2019 sampai dengan Februari 2020. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial pola rancangan petak terbagi (Splitplot), dimana faktor pertama abu janjang sawit yang terdiri dari 3 taraf yaitu 256 g/petak, 384 g/petak, 512 g/petak. Faktor kedua yaitu fosfor yang terdiri dari 3 taraf yaitu 8,5 g/petak, 15 g/petak, 21 g/petak. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong pertanaman, berat kering biji pertanaman, berat kering biji perpetak dan berat kering 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara abu janjang sawit dan fosfor terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Pemberian abu janjang sawit dengan dosis 256 g/petak dan pemberian fosfor 8,5g/petak menunjukan rerata tertinggi jumlah polong pertanaman, berat kering biji pertanaman dan berat kering biji perpetak.
Co-Authors Abdias Kristoforus Agus tian Agustina Listiawati Alito, Alito Anika Dini, Novrianti Anjasmara, Anjasmara Apriani, Resti Arianta, Sahrul Qori Arigunawan, Arja Ashari, Asri Mulya Asnawati Asnawati Assayuti, Jalaluddin Astina Astina, Astina Aurelia, Zakia AYU LESTARI Darussalam Darussalam, Darussalam Dhayan, Sarah Dian Novita Sari, Dian Novita Dini Anggorowati Dwi Zulfita Eddy Santoso Elly Mustamir etriadi, etriadi Fenandra, Adara Fitriady, Teddy Akbar Fristiwa, Yudika Gunawan, Elfedius Andre Gustami Gustami, Gustami Hadi, Irfan Setia Hariyanti, Agus Hendri, Adrianus Hermanus, Hermanus Ismail, Aji Sarif Jaky, Jaky JEPRI, FRANSISKUS Kafaso, Yosef Kristina Kristina lestawati, Lestawati LITASARI, AYU Maulidi Maulidi Muhammad Huda Mustawa Mulyadi Safwan Muzanni, Muzanni Nabilah, Arinda Putri Naumi, Umi Nazhmy, Fazlin Ngaing, Rhalmundus Sain Nurjani NYANGKO, ALDIANUS Oktala, Frestin Rif'at Yoga Oktaviani oktaviani Pangestu, Abdur Rahman pranita, rizky ananda Prastica, Dessy Pratama, Yoshafat Andika Purwaningsih - Putu Dupa Bandem Rahmadi, Nopiandito Fredi Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani Revo, Oktavianus REZA FAHLEVI Rini Susana RIZMA AZIMA, RIZMA Saetri, Nevi Safriani, Diah Sari, Rinda Setia Budi Siagian, Sufriadi Pairo Siti Hadijah SRIDEVI, GITA Suluk, Afif Surachman Surachman Tanti Hidayah, Nikmatun Tatang Abdurrahman, Tatang Tri Rahayuni Urai Suci Yulies Vitri Indrawati Vebiola, Febriyati Wahyudi, Erwin WASI'AN, WASI'AN Wati, Agustina Listia Yana Yana, Yana Yeti Rohayeti Yulise Vitri Indrawati, Urai Suci