Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEROMPESAN DAUN ENTRES DAN PEMBERIAN Benzyl Amino Purin (BAP) TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK LANGSAT Hadi, Irfan Setia; Listiawati, Agustina; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49327

Abstract

PENGARUH DOSIS KOMPOS TKKS DAN NPK PLUS TERHADAP PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DI PRE NURSERY PADA TANAH PMK Pratama, Yoshafat Andika; Listiawati, Agustina; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57761

Abstract

Pembibitan awal atau pre nursery merupakan tahap awal pada budidaya kelapa sawit. Tanah PMK merupakan salah satu media tanam yang banyak diusahakan pada pembibitan pre nursery karena ketersediaanya yang luas terutama di Kalimantan Barat. Pengunaan tanah PMK sebagai media tanam memiliki permasalahan pada sifat fisik dan kimia tanahnya sehingga diperlukan penambahan kompos TKKS dan NPK plus. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan interaksi kompos tandan kosong kelapa sawit dan pupuk NPK plus yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery pada tanah PMK.Penelitian yang dilakukan menggunakan metode eksperimen lapangan dengan percobaan Faktorial Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas 2 faktor yaitu kompos tkks (K) dan NPK plus (N) dengan 3 taraf pemupukan kompos tkks serta 3 taraf pemupukan NPK plus sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan yaitu kompos TKKS 20 ton + NPK plus 60 kg, kompos TKKS 20 ton + NPK plus 120 kg, kompos TKKS 20 ton + NPK plus 180 kg, kompos TKKS 30 ton + NPK plus 60 kg, kompos TKKS 30 ton + NPK plus 120 kg, kompos TKKS 30 ton + NPK plus 180 kg, kompos TKKS 40 ton + NPK plus 60 kg, kompos TKKS 40 ton + NPK plus 120 kg, kompos TKKS 40 ton + NPK plus 180 kg.Variabel yang diamati pada penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah pelepah daun, diameter bonggol, volume akar, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi kompos TKKS 30 ton + NPK plus 120 kg memberikan pertumbuhan terbaik terhadap bibit kelapa sawit di pre nursery.
PENGARUH BOKASHI KULIT PISANG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI BESAR PADA TANAH ALUVIAL Safriani, Diah; Asnawati, Asnawati; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57801

Abstract

Cabai besar merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat sebagai bahan masakan, serta untuk keperluan industri makanan, namun saat ini produktivitas cabai besar di Kalimantan Barat masih tergolong rendah. Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi cabai besar yaitu dengan pemberian bokashi kulit pisang dan pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis interaksi bokashi kulit pisang dan pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman cabai besar di tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di jalan Budi Utomo, Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini berlangsung pada tanggal 27 November 2021 sampai 25 Maret 2022. Penelitian ini menggunakan faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu dosis bokashi kulit pisang (B) yang terdiri dari 3 taraf (b1=5 ton/ha, b2=10 ton/ ha, dan b3=15 ton/ha) dan faktor kedua yaitu pupuk NPK (K) yang terdiri dari 3 taraf (k1=200 kg/ha, k2=250 kg/ha, dan k3=300 kg/ha). Kombinasi kedua faktor didapatkan 9 perlakuan dan diulang 3 kali sampel perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 108 unit percobaan. Variabel pengamatan yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm),volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), umur berbunga (hari), jumlah buah pertanaman (buah), berat perbuah (g) dan berat buah pertanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi kulit pisang dan pupuk NPK tidak menunjukkan interaksi dalam mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar pada tanah alluvial. Bokashi kulit pisang pada dosis 10 ton/ha cukup efesien dalam meningkatkan jumlah buah pertanaman dan berat buah pertanaman. Kata Kunci: Aluvial, Bokashi Sekam Padi, Cabai Besar, Pupuk NPK.
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT PADA TANAH ALUVIAL Naumi, Umi; Warganda, Warganda; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57832

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan tanaman hortikultura yang sangat diminati di kalangan masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari interaksi dari pemberian pupuk hayati dan pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil cabai rawit yang terbaik pada tanah aluvial, untuk mencari konsentrasi pupuk hayati yang memberikan pertumbuhan dan hasil cabai rawit yang terbaik pada tanah aluvial, dan untuk mencari dosis pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil cabai rawit yang terbaik pada tanah aluvial.Penelitian ini dilaksanakan di lahan yang berlokasi di Gang Sospol, Bansir Darat, Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada tanggal 6 Januari "“ 31 Maret 2022. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola factorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk hayati yang terdiri dari 3 taraf yaitu h1 = pupuk hayati sebanyak 1%, h2 = pupuk hayati sebanyak 2% dan h3 = pupuk hayati sebanyak 3%, sedangkan faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK (16:16:16) yang terdiri dari 3 taraf yaitu n1 = 225 kg/ ha, n2 = 150 kg/ha and n3 = 75 kg/ ha. Sehingga jumlah total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang 3 kali sampel perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 108 unit percobaan. Variabel yang diamati dalam penelitian meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, berat buah pertanaman, jumlah buah pertanaman dan berat perbuah. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pupuk hayati dan pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit. Pemberian pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, volume akar berat kering tanaman dan jumlah buah, Pemberian pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah aluvial. Pemberian pupuk hayati sebanyak 1% dapat meningkatkan meningkatkan volume akar, berat kering tanaman dan tinggi tanaman cabai rawit. Pada konsentrasi 2% berpengaruh nyata pada variabel jumlah buah per tanaman.Kata Kunci : Cabai Rawit,Pupuk Hayati, Pupuk NPK dan Tanah Aluvial
PENGARUH BOKASHI PAKIS DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI BESAR PADA TANAH ALUVIAL Oktala, Frestin Rif'at Yoga; Budi, Setia; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58190

Abstract

Cabai besar (Capsicum annum L.) adalah salah satu komoditas yang dikenal sebagai penyedap rasa dan pelengkap menu masakan khas Indonesia sehingga banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Penggunaan tanah aluvial memiliki kendala yaitu tekstur yang pejal dan tergolong liat atau liat berpasir serta miskin kandungan bahan organik, mikroorganisme dan unsur hara, sehingga diperlukan penambahan bokashi pakis dan pupuk NPK. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi pemberian bokashi pakis dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil cabai besar pada tanah aluvial serta untuk mendapatkan dosis terbaik dari bokashi pakis dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil cabai besar pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan percobaan Faktorial Rancangan Acak Kelompok (RAK Faktorial) yang terdiri atas 3 taraf pemupukan bokashi pakis dan 3 taraf pemupukan NPK sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan yaitu b1p1 (bokashi pakis 10 ton/ha dan NPK 150 kg/ha), b1p2 (bokashi pakis 10 ton/ha dan NPK 200 kg/ha), b1p3 (bokashi pakis 10 ton/ha dan NPK 250 kg/ha), b2p1 (bokashi pakis 15 ton/ha dan NPK 150 kg/ha), b2p2 (bokashi pakis 15 ton/ha dan NPK 200 kg/ha), b2p3 (bokashi pakis 15 ton/ha dan NPK 250 kg/ha), b3p1 (bokashi pakis 20 ton/ha dan NPK 150 kg/ha), b3p2 (bokashi pakis 20 ton/ha dan NPK 200 kg/ha), dan b3p3 (bokashi pakis 20 ton/ha dan NPK 250 kg/ha). Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, jumlah buah per petak, berat buah per buah, berat buah per tanaman, dan berat buah per petak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi bokashi pakis 10 ton/ha dan pupuk NPK 200 kg/ha memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan dan hasil cabai besar pada tanah aluvial.Kata Kunci : Bokashi Pakis, Cabai Besar, Pupuk NPK, Tanah Aluvial
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI EDAMAME PADA PEMBERIAN BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK P DI TANAH GAMBUT Vebiola, Febriyati; Warganda, Warganda; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58210

Abstract

Tanaman edamame (Glycine max (L.) Merill) merupakan tanaman multiguna yang memiliki peluang cukup besar untuk dikembangkan di Indonesia. Optimalisasi lahan gambut untuk areal produksi kedelai edamame dapat dilakukan dengan penambahan biochar yang memiliki sifat khelat yang dapat mengikat asam "“ asam organik yang bersifat racun bagi tanaman dan dapat meningkatkan ketersedian P. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh interaksi biochar sekam padi dan pupuk P dan mengetahui berapa dosis biochar sekam padi dan pupuk P yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai edamame di tanah gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan RAL yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu biochar sekam padi (b) sebagai petak utama yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua yaitu pupuk P (p) sebagai anak petak yang terdiri dari 3 taraf perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Jumlah keseluruhan tanaman terdapat 108 petak percobaan. Perlakuan tersebut terdiri dari b1p1 = biochar sekam padi 80 g/polybag + pupuk P 0,8 g/polybag, b1p2 = biochar sekam padi 80 g/polybag + pupuk P 1,2 g/polybag, b1p3 = biochar sekam padi 80 g/polybag + pupuk P 1,6 g/polybag, b2p1 = biochar sekam padi 120 g/polybag + pupuk P 0,8 g/polybag, b2p2 = biochar sekam padi 120 g/polybag + pupuk P 1,2 g/polybag, b2p3 = biochar sekam padi 120 g/polybag + pupuk P 1,6 g/polybag, b3p1 = biochar sekam padi 160 g/polybag + pupuk P 0,8 g/polybag, b3p2= biochar sekam padi 160 g/polybag + pupuk P 1,2 g/polybag, b3p3 = biochar sekam padi 160 g/polybag + pupuk P 1,6 g/polybag. Variabel pengamatan meliputi : tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah polong per tanaman (buah), berat polong per tanaman (g), dan berat polong isi per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar sekam padi 20 ton/ha dan pupuk P 150 kg/ha dapat meningkatkan jumlah polong yaitu 24,44 buah/tanaman, berat polong yaitu 75,61 g/tanaman, dan berat polong isi 67,58 g/tanaman.Kata kunci : Biochar, Gambut, Kedelai Edamame, Pupuk P.
PENGARUH BERBAGAI KOMPOS LIMBAH KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA TANAH OVERBURDEN Fahlevi, Reza; Listiawati, Agustina; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58323

Abstract

ABSTRAK Tanah bekas tambang (overburden) merupakan tanah yang telah terdegradasiakibat kegiatan pertambangan. Tanah overburden memiliki permasalahan yangkompleks terutama pada sifat fisik. Perbaikan sifat fisik tanah dapat dilakukandengan pemberian bahan organik. Penambahan bahan organik mampu meningkatkankemampuan tanah untuk mengikat air dan hara sehingga dapat mengatasipermasalahan pada sifat fisik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jeniskompos limbah kelapa sawit yang tebaik untuk pertubuhan lobak putih padaoverburden. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Sungai Mayam Desa SungaiMayam Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat.Penelitan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4perlakuan dan 6 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 5 sampel tanamansehingga terdapat 120 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah A= KomposTandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS), B= Kompos Wet Decenter Solid (WDS), C=Kompos Kernel Kelapa Sawit (KKS) dan D= Kompos Pelepah Kelapa Sawit (PKS)masing- masing perlakuan diberikan sebanyak 2500 gram/polybag. Variabel yangdiamati pada peneltian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), beratsegar umbi (gram), diameter umbi (cm), panjang umbi (cm) dan berat kering bagianatas tanaman (gram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai jeniskompos limbah kelapa sawit berpengaruh nyata pada variabel tinggi tanaman, jumlahdaun, berat segar umbi, panjang umbi dan berat kering bagian atas tanamansedangkan pada variabel diameter umbi berbeda tidak nyata. Pemberian kompos WetDecenter Solid memberikan hasil terbaik terhadap variabel pengamatan tinggitanaman, jumlah daun, panjang umbi, berat segar umbi dan berat kering bagian atastanaman.Kata Kunci : kompos limbah kelapa sawit, lobak, tanah bekas tambang (overburden)
PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG PULUT (Zea mays ceratina) PADA LAHAN GAMBUT Muzanni, Muzanni; Warganda, Warganda; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.59508

Abstract

Jagung merupakan salah satu jenis tanaman serealia yang sangat penting di dunia dan banyak dibudidayakan di Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat. Produktivitas jagung di Kalimantan Barat tahun 2018 hanya mencapai 3,76 ton/ha, lebih rendah dari produktivitas tahun sebelumnya yang mencapai 3,98 ton/ha. Upaya peningkatan produktivitas jagung dapat dilakukan dengan usaha intensifikasi meliputi perbaikan kualitas tanah/lahan dengan pupuk kandang ayam serta pemupukan NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi pupuk kandang ayam dan NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil jagung pulut pada lahan gambut. Penelitian ini dilaksanakan di jl. Parit Demang gg. Nurhidayat Pontianak (22 September "“ 10 Desember 2021). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan sembilan taraf perlakuan kombinasi pupuk kandang ayam dan NPK. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali, setiap ulangan terdiri dari enam tanaman sampel. Kombinasi pupuk kandang ayam (ton/ha) dan NPK (kg/ha) yang diberikan yaitu a1p1 = 10 ton/ha Pukan ayam + 150 kg/ha NPK; a1p2 = 10 ton/ha pukan ayam + 200 kg/ha NPK; a1p3 = 10 ton/ha pukan ayam + 250 kg/ha NPK; a2p1 = 15 ton/ha pukan ayam + 150 kg/ha NPK; a2p2 = 15 ton/ha pukan ayam + 200 kg/ha NPK; a2p3 = 15 ton/ha pukan ayam + 250 kg/ha NPK; a3p1 = 20 ton/ha pukan ayam + 150 kg/ha NPK ; a3p2 = 20 ton/ha pukan ayam + 200 kg/ha NPK ; a3p3 = 20 ton/ha pukan ayam + 250 kg/ha NPK. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, luas daun, diameter batang, volume akar, berat kering tanaman, berat tongkol berklobot, berat tongkol tanpa klobot, berat tongkol tanpa klobot per petak, berat tongkol tanpa klobot per petak, panjang tongkol, diameter tongkol, dan berat 100 biji per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam 15 ton/ha dan NPK 200 kg/ha merupakan dosis yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung pulut pada lahan gambut. Kata kunci : gambut, jagung pulut, NPK, pupuk kandang ayam
PENGARUH SISTEM TANAM DOUBLE ROW DENGAN MODIFIKASI JARAK ANTAR BARIS DAN DALAM BARIS TANAMAN JAGUNG MANIS PADA LAHAN GAMBUT DI DESA RASAU JAYA II Revo, Oktavianus; Maulidi, Maulidi; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60316

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata L.) merupakan tanaman yang mengandung karbohidrat lebih banyak sehingga menjadi salah satu komoditi terpenting kedua setelah padi, baik sebagai sumber pangan maupun pakan. Jarak antar baris dan dalam baris yang terlalu sempit akan membuat populasi tanaman meningkat sehingga serapan hara lebih tinggi yang mengakibatkan kompetisi unsur hara, air, sinar matahari, dan ruang tumbuh, selain itu proses fotosintesis tanaman juga terganggu dengan tajuk tanaman lainnya. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan jarak antar baris dan dalam baris yang terbaik pada modifikasi sistem tanam double row tanaman jagung manis pada lahan gambut di Desa Rasau Jaya II. Penelitian dilakukan di lahan milik bapak Sugianto yang berada di patok 28 Desa Rasau Jaya II, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian berlangsung dari tanggal 09 Juli 2022 - 17 September 2022. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 taraf perlakuan yaitu j1 =(15+15)cm x 80 cm, j2 =(20+20)cm x 80 cm, j3 =(25+25)cm x 80 cm, j4 =(30+30)cm x 80 cm, j5 =(35+35)cm x 80 cm, setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Variabel pengamatan terdiri dari volume akar, diameter batang, jumlah daun, bobot jagung tanpa kelobot, dan panjang tongkol. Hasil penelitian modifikasi jarak antar baris dan dalam baris pada sistem tanam double row berpengaruh nyata terhadap volume akar, diameter batang, berat jagung tanpa kelobot, dan panjang tongkol, namun tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah dau. Jarak tanam (20 + 20)cm x 80 cm menunjukkan hasil terbaik dibandingkan modifikasi jarak tanam lainnya. Jarak tanam yang rapat menghasilkan produksi pertanaman sedikit, karena populasi tinggi, walaupun sedikit hasil produksinya lebih tinggi dibandingkan jarak tanam lebar. Jarak tanam lebar menghasilkan produksi pertanaman banyak dan kualitas yang bagus karena jumlah populasinya sedikit maka hasil produksi pertanaman lebih rendah dibandingkan jarak tanam rapat.Kata Kunci: Double Row, Jagung Manis, Jarak Tanam, Kompetisi Tanaman, Lahan Gambut
THE EFFECT OF CHICKEN MANURE AS ORGANIC MATTER AND NPK FERTILIZER ON GROWTH AND YIELD OF CABBAGE IN ALLUVIAL SOIL Tanti Hidayah, Nikmatun; Warganda, Warganda; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60539

Abstract

Cabbage Flowers are flower buds in large numbers forming thick and dense circles. Utilization of alluvial soil as a growing medium is faced with low soil fertility, acidic soil pH, low levels of organic matter availability, and lack of nutrient content. The limited carrying capacity of the alluvial soil needs to be overcome by adding organic matter and nutrients needed to improve soil fertility as a growing medium for cauliflower plants. This study aims to determine the interaction of chicken manure as organic matter and NPK on the growth and yield of flower cabbage on alluvial soil. This research was conducted at Jalan Daya Nasional, Tanjungpura University Lecturer Complex, Pontianak from 27 December "“ 28 March 2022. This research is a field experiment with a factorial pattern of Completely Randomized Design (CRD) consisting of 2 factors. The first factor consisted of chicken manure (K) which consisted of 3 treatment levels and the second factor was NPK fertilizer (N) with 3 treatment levels. Each treatment combination was repeated 3 times and each experimental unit contained 4 sample plants, so there were 108 plants. The first factor is chicken manure which consists of 3 levels, namely: 108 ton/ha, 243 ton/ha and 378 ton/ha. The second factor is NPK fertilizer which consists of 3 levels, namely: 300 kg/ha, 450 kg/ha and 600 kg/ha. Observation variables include: number of leaves, root volume, dry weight of the top of the plant, fresh weight of flowers and flower diameter. The results showed that there was an interaction between chicken manure and NPK fertilizer on the variable number of leaves 4 WAP. The dose of 243 ton/ha and pupuk NPK 600 kg/ha fertilizer is an efficient dose to increase the growth of flower cabbage on alluvial soil. Keywords : Alluvial, Cabbage Flowers, NPK, Chicken Manure
Co-Authors Abdias Kristoforus Agus tian Agustina Listiawati Alito, Alito Anika Dini, Novrianti Anjasmara, Anjasmara Apriani, Resti Arianta, Sahrul Qori Arigunawan, Arja Ashari, Asri Mulya Asnawati Asnawati Assayuti, Jalaluddin Astina Astina, Astina Aurelia, Zakia AYU LESTARI Darussalam Darussalam, Darussalam Dhayan, Sarah Dian Novita Sari, Dian Novita Dini Anggorowati Dwi Zulfita Eddy Santoso Elly Mustamir etriadi, etriadi Fenandra, Adara Fitriady, Teddy Akbar Fristiwa, Yudika Gunawan, Elfedius Andre Gustami Gustami, Gustami Hadi, Irfan Setia Hariyanti, Agus Hendri, Adrianus Hermanus, Hermanus Ismail, Aji Sarif Jaky, Jaky JEPRI, FRANSISKUS Kafaso, Yosef Kristina Kristina lestawati, Lestawati LITASARI, AYU Maulidi Maulidi Muhammad Huda Mustawa Mulyadi Safwan Muzanni, Muzanni Nabilah, Arinda Putri Naumi, Umi Nazhmy, Fazlin Ngaing, Rhalmundus Sain Nurjani NYANGKO, ALDIANUS Oktala, Frestin Rif'at Yoga Oktaviani oktaviani Pangestu, Abdur Rahman pranita, rizky ananda Prastica, Dessy Pratama, Yoshafat Andika Purwaningsih - Putu Dupa Bandem Rahmadi, Nopiandito Fredi Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani Revo, Oktavianus REZA FAHLEVI Rini Susana RIZMA AZIMA, RIZMA Saetri, Nevi Safriani, Diah Sari, Rinda Setia Budi Siagian, Sufriadi Pairo Siti Hadijah SRIDEVI, GITA Suluk, Afif Surachman Surachman Tanti Hidayah, Nikmatun Tatang Abdurrahman, Tatang Tri Rahayuni Urai Suci Yulies Vitri Indrawati Vebiola, Febriyati Wahyudi, Erwin WASI'AN, WASI'AN Wati, Agustina Listia Yana Yana, Yana Yeti Rohayeti Yulise Vitri Indrawati, Urai Suci