Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH JENIS PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA SISTEM DOUBLE ROW DI LAHAN GAMBUT Hendri, Adrianus; Warganda, Warganda; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60548

Abstract

Tanaman jagung manis merupakan salah satu komoditas hortikultura yang telah banyak dibudidayakan. Satu diantara faktor pembatas pertumbuhan tanaman jagung manis adalah kesuburan tanah. Masalah utama dalam pemanfaatan lahan gambut adalah terbatasnya kemampuan kimia dan biologis tanah. Perlu dilakukan upaya pemanfaatan dan pengelolaan untuk memperbaiki kesehatan tanah, khususnya gambut diantaranya dengan menggunakan pupuk hayati (biofertilizer). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis pupuk hayati yang dapat memberikan pertumbuhan dan hasil yang terbaik pada tanaman jagung manis dengan sistem tanam double row di lahan gambut. Penelitian dilaksanakan di Lahan Pertanian Patok 28 Desa Rasau Jaya II, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 9 Juli "“ 17 September 2022. Penelitian menggunakan metode eksperimen pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan yang diulang sebanyak 6 kali. Perlakuan yang dimaksud yaitu: A = Pupuk Hayati Bioboost, B = Pupuk Hayati Biokonversi, C = Pupuk Hayati PGPR dan D = Pupuk Hayati Tricoderma. Variabel pengamatan terdiri dari yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang daun, luas daun, berat segar tanaman, berat kering tanaman, volume akar, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah baris per petak dan berat tongkol per petak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jenis pupuk hayati Bioboost, Biokonversi, Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Tricoderma harzianum dapat digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis.Kata Kunci : Double Row, Jagung Manis, Lahan Gambut, Pupuk Hayati
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH PADA MEDIA SERBUK GERGAJI Ngaing, Rhalmundus Sain; Warganda, Warganda; Listiawati, Agustina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i2.61327

Abstract

Media tumbuh merupakan salah satu aspek penting yang menentukan tingkat keberhasilan budidaya jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) perlu dilakukan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang kurang selama masa pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan frekuensi pemberian POC terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih pada media serbuk gergaji. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan dari tanggal 14 Februari "“ 16 Juni 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 6 taraf konsentrasi dengan 4 ulangan. Masing-masing ulangan terdiri dari 3 sampel. Jadi total keseluruhan yang diperoleh 72 baglog. Perlakuan p1 (Frekuensi pemberian POC setiap 1 hari), p2 (Frekuensi pemberian POC setiap 2 hari), p3 (Frekuensi pemberian POC setiap 3 hari), p4 (Frekuensi pemberian POC setiap 4 hari), p5 (Frekuensi pemberian POC setiap 5 hari), dan p6 (Frekuensi pemberian POC setiap 6 hari). Variabel penelitian meliputi umur panen (hari), berat segar jamur tiram (g), diameter tudung buah jamur tiram (cm), dan jumlah tubuh buah jamur tiram (buah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang paling efisien untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih pada media serbuk gergaji adalah frekuensi pemberian POC setiap 2 hari di variabel berat segar jamur tiram dengan rerata nilai 361,82 g
PENGARUH ARANG SEKAM SEBAGAI CAMPURAN MEDIA TANAM DAN PEMBERIAN GA3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH ALUVIAL Aurelia, Zakia; Warganda, Warganda; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.61460

Abstract

Usaha pengembangan Kubis Bunga untuk memenuhi kebutuhan pangan di tanah aluvial mengalami kendala yaitu sifat tanah dan waktu pembungaan yang cukup lama. Upaya dalam menunjang keberhasilan dalam budidaya kubis bunga pada tanah aluvial dapat didorong dengan memperbaiki sifat fisik tanah dengan menambahkan campuran bahan organik tanah yaitu arang sekam dan melakukan penambahan hormon GA3 untuk menunjang pembungaan pada krop kubis bunga. Dosis Arang Sekam dan Konsentrasi GA3 yang optimum akan memberikan dampak pada pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan interkasi arang sekam dan GA3 yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Spit Plot Design) dengan RAL yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu Arang sekam (a) sebagai petak utama yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua yaitu GA3 (b) sebagai anak petak yang teriri dari 3 taraf perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Jumlah keseluruhan tanaman terdapat 108 petak percobaan. Perlakuan tersebut terdiri dari a1b1 = arang sekam 15% + GA3 50 mg/l, a1b2= arang sekam 15% + GA3 100 mg/l, a1b3 = arang sekam 15% + GA3 150 mg/l, a2b1= arang sekam 25% + GA3 50 mg/l, a2b2 = arang sekam 25% + GA3 100 mg/l, a2b3 = arang sekam 25% + GA3 150 mg/l, a3b1= arang sekam 35% + GA3 50 mg/l, a3b2 = arang sekam 35% + GA3 100 mg/l, a3b3 = arang sekam 35% + GA3 50 mg/l. Variabel pengamatan meliputi : Luas daun (cm2 ), volume akar (cm3 ), berat kering tanaman (g), umur berbunga (hari), diameter bunga (cm2 ), dan bobot krop (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pada berbagai dosis arang sekam dan konsentrasi GA3 relatif sama terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga pada tanah aluvial. Interaksi efektif yang direkomendasikan adalah dosis arang sekam 15 % + konsentrasi GA3 50 mg/l. Kata Kunci : Arang Sekam, GA3, Kubis Bunga, Tanah Aluvial.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK TERHADAP PEMBERIAN BOKASI LIMBAH JAMUR TIRAM DAN NPK PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Jaky, Jaky; Susana, Rini; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.64743

Abstract

Lobak (Raphanus sativus L.) merupakan tanaman semusim berupa perdu berakar tunggang. Umbi lobak dapat dikomsumsi sebagai sayuran, dapat juga dimanfaatkan sebagai obat-obatan, dan digunakan sebagai bahan kosmetik. Pemanfaatan tanah Podsolik Merah Kuning sebagai media tumbuh memiliki kendala seperti struktur tanah jelek, pH rendah, ketersediaan unsur hara sedikit dan kandungan bahan organik rendah. Upaya untuk mengatasi sifat tanah Podsolik Merah Kuning dapat dilakukan dengan pemberian bahan pembenah tanah seperti penggunaan bokasi limbah jamur tiram dan NPK. Penggunaan bokasi limbah jamur tiram sangat dibutuhkan untuk memperbaiki sifat fisik tanah Podsolik Merah Kuning. NPK sangat dibutuhkan untuk memperbaiki sifat kimia tanah Podsolik Merah Kuning. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mencari interaksi bokasi limbah jamur tiram dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah Podsolik Merah Kuning. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak dari tanggal 22 Mei - 6 September 2022. Penelitian ini menggunakan perlakuan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama bokasi limbah jamur tiram (B) sebanyak 3 taraf perlakuan yaitu b1 = 20 ton/ha, b2 = 30 ton/ha, b3 = 40 ton/ha dan faktor kedua NPK (N) sebanyak 4 taraf perlakuan yaitu n1 = 200 kg/ha, n2 = 150 kg/ha, n3 = 100 kg/ha, n4 = 50 kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun, berat segar tanaman, berat segar umbi, diameter umbi, panjang umbi, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tunggal pemberian dosis bokasi limbah jamur tiram 40 ton/ha merupakan dosis yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah Podsolik Merah Kuning. Faktor tunggal pemberian NPK 150 kg/ha merupakan dosis yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah Podsolik Merah Kuning
PENGARUH PEMBERIAN LUMPUR PADAT KELAPA SAWIT DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI EDAMAME PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Saetri, Nevi; Warganda, Warganda; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.64813

Abstract

Pengembangan budidaya tanaman kedelai edamame di tanah podsolik merah kuning sering dihadapkan pada kendala sifat fisik dan kimia tanah yang kurang baik. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan penambahan bahan organik berupa lumpur padat kelapa sawit dan pupuk NPK yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi pemberian lumpur padat kelapa sawit dan pupuk NPK serta mengetahui dosis lumpur padat kelapa sawit dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Manggis, Kelurahan Roban, Kota Singkawang Tengah, Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung selama 3 bulan mulai dari tanggal 01 Agustus sampai 05 November 2022. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial sebagai rancangan dasar yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu lumpur padat kelapa sawit (S) yang tediri dari 3 taraf perlakuan: s1=15 ton/ha, s2=30 ton/ha, s3= 45 ton/ha dan faktor kedua yaitu pupuk NPK (N) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan: n1= 150 kg/ha, n2= 300 kg/ha, n3= 450 kg/ha. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapat 9 kombinasi. Variabel yang diamati dalam penelitian ini berupa: tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman, berat polong per tanaman, berat polong per petak, umur berbunga, dan umur panen. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh interaksi lumpur padat kelapa sawit dan pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame di tanah podsolik merah kuning. Pengaruh lumpur padat kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 5 MST, jumlah polong pertanaman, berat polong pertanaman dan berat polong per petak. Pengaruh pupuk NPK 16:16:16 berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame di tanah podsolik merah kuning. Pemberian lumpur padat kelapa sawit dengan dosis 30 ton/ha dan pupuk NPK 16:16:16 dengan dosis 150 kg/ha merupakan dosis yang efisien untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah podsolik merah kuning.
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT Oktaviani, Oktaviani; Warganda, Warganda; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.69851

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan untuk konsumsi nasional, sebagai sumber penghasilan petani, maupun potensi sebagai penghasil devisa untuk Negara. Tanaman bawang merah merupakan komoditas sayuran karena mengandung gizi yang tinggi, bahan baku untuk obat-obatan, sebagai pelengkap bumbu masak, memiliki banyak kandungan vitamin dan berperan sebagai aktivator enzim di dalam tubuh. Tanah gambut memiliki kendala terutama berkaitan dengan kesuburan tanah rendah, kadar air tinggi, kematangan gambut dan berat isi rendah. Kendala kimia tanah gambut berupa kejenuhan basa rendah, kapasitas tukar kation tinggi dan tanah yang bereaksi masam disebabkan kandungan asam organik yang tinggi.Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mencari dosis interaksi amelioran dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Penelitiandilakukanselama2bulan,dimulai sejak 05 Maret 2023 sampai dengan 29 April 2023. Penelitian ini menggunakanmetodeRancanganAcakLengkap(RAL)Faktorialyangterdiridari2faktorperlakuan.Faktorbeberapa jenis amelioran3taraf,danfaktorpupukNPK3taraf.Perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap satu unit percobaan terdapat 4 sampel, sehinggadiperoleh sebanyak 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah:faktor pertamaa1= 560 kg/ha + 12 ton/ha amelioran setara dengan 16 g/polybag dan 334 g/polybag, a2= 700 kg/ha + 15 ton/ha amelioran setara dengan 20 g/polybag dan 423 g/polybag, a3= 805 kg/ha + 17 amelioran setaradengan 23 g/polybag dan 490 g/polybag, faktor kedua p1= 200 kg/ha pupuk NPK setara dengan 5g/polybag, p2= 400 kg/ha pupuk NPK setara dengan 11 g/polybag, p3= 600 kg/hapupukNPKsetaradengan16g/polybag.Variabelpengamatanmeliputitinggitanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, berat segar umbi per rumpun, dan berat kering angin umbi per rumpun. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan,didapatkankesimpulanbahwatidak terjadi interaksi antara amelioran dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut. Perlakuan amelioran dan pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan untuk konsumsi nasional, sebagai sumber penghasilan petani, maupun potensi sebagai penghasil devisa untuk Negara. Tanaman bawang merah merupakan komoditas sayuran karena mengandung gizi yang tinggi, bahan baku untuk obat-obatan, sebagai pelengkap bumbu masak, memiliki banyak kandungan vitamin dan berperan sebagai aktivator enzim di dalam tubuh. Tanah gambut memiliki kendala terutama berkaitan dengan kesuburan tanah rendah, kadar air tinggi, kematangan gambut dan berat isi rendah. Kendala kimia tanah gambut berupa kejenuhan basa rendah, kapasitas tukar kation tinggi dan tanah yang bereaksi masam disebabkan kandungan asam organik yang tinggi.Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mencari dosis interaksi amelioran dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Penelitiandilakukanselama2bulan,dimulai sejak 05 Maret 2023 sampai dengan 29 April 2023. Penelitian ini menggunakanmetodeRancanganAcakLengkap(RAL)Faktorialyangterdiridari2faktorperlakuan.Faktorbeberapa jenis amelioran3taraf,danfaktorpupukNPK3taraf.Perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap satu unit percobaan terdapat 4 sampel, sehinggadiperoleh sebanyak 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah:faktor pertamaa1= 560 kg/ha + 12 ton/ha amelioran setara dengan 16 g/polybag dan 334 g/polybag, a2= 700 kg/ha + 15 ton/ha amelioran setara dengan 20 g/polybag dan 423 g/polybag, a3= 805 kg/ha + 17 amelioran setaradengan 23 g/polybag dan 490 g/polybag, faktor kedua p1= 200 kg/ha pupuk NPK setara dengan 5g/polybag, p2= 400 kg/ha pupuk NPK setara dengan 11 g/polybag, p3= 600 kg/hapupukNPKsetaradengan16g/polybag.Variabelpengamatanmeliputitinggitanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, berat segar umbi per rumpun, dan berat kering angin umbi per rumpun. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan,didapatkankesimpulanbahwatidak terjadi interaksi antara amelioran dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut. Perlakuan amelioran dan pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Kata Kunci: Amelioran, Pupuk NPK, Tanah Gambut, Bawang Merah.
Pengaruh Pupuk Hayati dan Pupuk KCl terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah Pada Tanah Podsolik Merah Kuning Nazhmy, Fazlin; Warganda, Warganda; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.70452

Abstract

Bawang merah (Allium Ascalonicum L.) adalah jenis tanaman sayuran yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Tanah Podsolik Merah Kuning memiliki beberapa permasalahan. Pupuk yang dapat digunakan yaitu Pupuk Hayati (bioboost) dan Pupuk KCl. Pupuk hayati adalah larutan konsentrat yang mengandung sel-sel beberapa jenis mikroorganisme hidup. Pupuk KCl adalah pupuk kimia yang mengandung unsur hara kalium 60% yang diperlukan tanaman bawang merah setelah unsur nitrogen dalam proses metabolisme tanaman Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi pemberian pupuk hayati dan pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah Podsolik Merah Kuning Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini dalam bentuk Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari Petak Utama dan Anak Petak. Faktor pertama yaitu pupuk hayati (P) sebagai petak utama yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu p1 = 5 cc/L, p2 = 10 cc/L, p3 = 15 cc/L dan faktor kedua yaitu pupuk KCl (K) sebagai anak petak yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu k1 = 150 kg/ha, k2 = 200 kg/ha, dan k3 = 250 kg/ha. Setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Sehingga jumlah keseluruhan terdapat 144 tanaman Bawang Merah. Variabel pengamatan meliputi: tinggi tanaman 8 MST (cm), jumlah daun 8 MST (helai), jumlah anakan (batang), jumlah umbi perumpun (umbi), berat segar umbi (g), dan berat kering angin umbi (g). Adapun variabel penunjang, yakni suhu ( °C), kelembaban udara (%), dan curah hujan (mm). Berdasarkan hasil penelitian bawang merah pada tanah Podsolik Merah Kuning menunjukan bahwa pemberian Pupuk Hayati 10 cc/liter + Pupuk KCl 150 kg/hektar dan 200 kg/hektar merupakan dosis yang efektif terhadap jumlah umbi perumpun, dan berat basah umbi.
Co-Authors Abdias Kristoforus Agus tian Agustina Listiawati Alito, Alito Anika Dini, Novrianti Anjasmara, Anjasmara Apriani, Resti Arianta, Sahrul Qori Arigunawan, Arja Ashari, Asri Mulya Asnawati Asnawati Assayuti, Jalaluddin Astina Astina, Astina Aurelia, Zakia AYU LESTARI Darussalam Darussalam, Darussalam Dhayan, Sarah Dian Novita Sari, Dian Novita Dini Anggorowati Dwi Zulfita Eddy Santoso Elly Mustamir etriadi, etriadi Fenandra, Adara Fitriady, Teddy Akbar Fristiwa, Yudika Gunawan, Elfedius Andre Gustami Gustami, Gustami Hadi, Irfan Setia Hariyanti, Agus Hendri, Adrianus Hermanus, Hermanus Ismail, Aji Sarif Jaky, Jaky JEPRI, FRANSISKUS Kafaso, Yosef Kristina Kristina lestawati, Lestawati LITASARI, AYU Maulidi Maulidi Muhammad Huda Mustawa Mulyadi Safwan Muzanni, Muzanni Nabilah, Arinda Putri Naumi, Umi Nazhmy, Fazlin Ngaing, Rhalmundus Sain Nurjani NYANGKO, ALDIANUS Oktala, Frestin Rif'at Yoga Oktaviani oktaviani Pangestu, Abdur Rahman pranita, rizky ananda Prastica, Dessy Pratama, Yoshafat Andika Purwaningsih - Putu Dupa Bandem Rahmadi, Nopiandito Fredi Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani Revo, Oktavianus REZA FAHLEVI Rini Susana RIZMA AZIMA, RIZMA Saetri, Nevi Safriani, Diah Sari, Rinda Setia Budi Siagian, Sufriadi Pairo Siti Hadijah SRIDEVI, GITA Suluk, Afif Surachman Surachman Tanti Hidayah, Nikmatun Tatang Abdurrahman, Tatang Tri Rahayuni Urai Suci Yulies Vitri Indrawati Vebiola, Febriyati Wahyudi, Erwin WASI'AN, WASI'AN Wati, Agustina Listia Yana Yana, Yana Yeti Rohayeti Yulise Vitri Indrawati, Urai Suci