Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search
Journal : SPASIAL

ANALISIS MORFOLOGI PERMUKIMAN DI KAWASAN PESISIR KECAMATAN TUMPAAN Simaela, David Heryyanto; Tilaar, Sonny; Warouw, Fela
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan morfologi di sebabkan karena pekembangan perumahan dan permukiman sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan intensitas pembangunan yang semakin meningkat. Perkembangan perumahan dan permukiman mempunyai fisik terbesar dalam pertumbuhan kota. Berdasarkan RTRW Kab.Minahasa Selatan 2014-2034 luas wilayah kecamatan Tumpaan 7.853 ha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan permukiman dan proses perubahan hunian di kawasan pesisir kecamatan Tumpaan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan metode distribusi frekuensi kumulatif dan metode analisis diakronik dengan pendekatan spasial. Teknik analisis yang di gunakan dalam pertumbuhan permukiman berupa peta perubahan permukiman tahun 2005-2010-2017 dari software Arcgis 10.3 untuk menggambarkan morfologi permukiman pesisir kecamatan tumpaan ke arah daratan atau sejajar dengan garis pantai dan menentukan proses perubahan hunian berupa peta time series pola hunian (ha), Aksesibilitas (Km), Kepadatan Bangunan (bangunan/ha). Dari hasil analisis yang dilakukan pertumbuhan permukiman pesisir kecamatan Tumpaan tergolong dalam klasifikasi neighborhood serta membentuk morfologi arah daratan dan morfologi selari. Proses perubahan hunian berdasarkan pola hunian tertinggi di desa Tumpaan Dua sebesar 58,66 ha. Berdasarkan Aksesibilitas tertinggi di desa Matani sebesar 14 Km. Berdasarkan Kepadatan Bangunan tertinggi di desa Matani Satu sebesar 137 bangunan/ha.Kata Kunci : Morfologi, Permukiman, Pesisir.
PENGARUH PEMBANGUNAN JALAN TRANS SULAWESI TERHADAP PEMANFAATAN LAHAN DI KECAMATAN BELANG Pajow, Vanesa Mariani; Warouw, Fela; Rompas, Leidy M.
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Belang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Minahasa Tenggara yang termasuk dalam kawasan strategis dari sudut pandang ekonomi dan juga termasuk dalam jaringan jalan kolektor primer K1 yaitu jalan Trans Sulawesi jalur timur berdasarkan  RTRW Kabupaten Minahasa Tenggara Tahun 2013-2033. Dengan adanya Jalan Trans Sulawesi di Kecamatan Belang mengakibatkan meningkatnya aktivitas lalu lintas dan masyarakat sekitar sehingga tentunya akan terjadi perubahan pemanfaatan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk 1. Menganalisis Perubahan Pemanfaatan Lahan secara spasial pada Jalan Trans Sulawesi Jalur Timur di Kecamatan Belang. 2. Menganalisis Pengaruh Jalan Trans Sulawesi Jalur Timur terhadap Harga Lahan  di Kecamatan Belang. Penelitian ini menggunakan metode analisis spasial menggunakan GIS (Geography Information System) dan metode analisis kuantitatif dengan menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian yang diperoleh terdapat 3 jenis pemanfaatan lahan yang mengalami perubahan yaitu lahan Permukiman, Sawah dan Pertanian Pangan Lahan Kering. Persentase untuk lahan permukiman mengalami kenaikan 1% dari 1% di tahun 2009 menjadi 2 % di tahun 2019,  persentase lahan sawah mengalami kenaikan 1% dari 3% di tahun 2009 menjadi 4% di tahun 2019 dan untuk lahan Pertanian Pangan Lahan Kering persentasenya mengalami penurunan 2% dari  96% di tahun 2009 menjadi 94 % di tahun 2019. Berdasarkan hasil analisis Regresi Linear Sederhana yang telah dilakukan menggunakan SPSS versi 20 maka didapatkan hasil yaitu, Jarak (X) berpengaruh negative terhadap Harga Lahan (Y) dengan total pengaruhnya adalah 49,3 %. Pengaruh negative ini bermakna bahwa semakin jauh Jarak dari Jalan Trans Sulawesi maka berpengaruh terhadap Harga Lahan yang semakin murah.Kata Kunci: Pemanfaatan Lahan, Jalan Trans Sulawesi Jalur Timur, Harga Lahan
IDENTIFIKASI IDENTIFIKASI KAWASAN RAWAN BANJIR DI AMURANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN Duwila, Nurul Mentari; Tilaar, Sonny; Warouw, Fela
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Amurang berada di pesisir dan memiliki kondisi wilayah berbukit dengan kelerengan bervariasi antara 0-45%. Wilayah Amurang juga termasuk salah satu wilayah yang berkembang dengan jumlah penduduk yang setiap harinya meningkat serta memiliki berbagai macam kegiatan perkotaan yang menyebabkan kebutuhan akan ruang meningkat. Sebagai dampak dari perkembangan wilayah yang cukup pesat ini, terjadilah perubahan kondisi lahan. Di dalam RTRW Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2014-2034 kawasan rawan banjir di wilayah Kabupaten Minsahasa Selatan yang dimaksud adalah banjir yang dapat terjadi selama atau setelah hujan lebat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat kerawanan banjir dan memetakan kawasan rawan banjir di Amurang Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian Ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis spasial dengan bantuan alat analisis GIS (Geography Information system) dan analisis scoring. Dalam menganalisis tingkat kerewanan banjir di Amurang Kabupaten Minahasa Selatan menyajikan hasil overlay dimana tingkat kerawanan tinggi paling banyak tersebar di Kecamatan Amurang Barat seluas 134,71 Ha meliputi 6 Desa yaitu Rumoong Bawah, Elusan, Kapitu, Pondos, Teep dan Tewasen. Disusul Kecamatan Amurang seluas 126,96 Ha meliputi 6 Desa Yaitu Buyongon, Bitung, Lewet, Ranoyapo, Uwuran Satu, Uwuran Dua dan yang paling sedikit adalah Kecamatan Amurang Timur seluas 94,21 Ha meliputi 4 desa yaitu Kota Menara, Lopana, Pondang, Ranomea. Kata Kunci : Banjir, Tingkat Kerawanan, Amurang
ANALISIS RESIKO BENCANA LONGSOR DI KOTA BITUNG Reppi, Eygen Imanuel; Warouw, Fela; Sembel, Amanda
SPASIAL Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Risiko bencana adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana pada suatu kawasan dan kurun waktu tertentu yang dapat berupa kematian, luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, dan gangguan kegiatan masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Kota Bitung untuk mengetahui tingkat kerawanan. Kerentanan Kapasitas dan Resiko Bencana berdasarkan Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana No.02 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Metode yang di gunakan adalah metode analisis deskriptif dan overlay, dimana untuk mendapat resiko bencana perlu melakukan penggabungan pada berbagai peta dasar yaitu kemiringan lereng, jenis tanah, curah hujan dan penggunaan lahan untuk mendapatkan tingkat kerawanan serta tingkat kerentanan yang di dapat dari kerentanan social, ekonomi, fisik dan lingkungan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Kota Bitung masuk kedalam kategori resiko bencana sedang, dimana seluruh wilayah permukiman yang ada di Kota Bitung masih masuk kategori layak untuk pembangunan.Kata Kunci: Kerawanan Bencana, Resiko Bencana, Kota Bitung
Co-Authors , Sangkertadi A.A. Ketut Agung Cahyawan W Al Asy Ary, Muhammad Farid Alhabsyi, Usman Alvin J. Tinangon Amanda Sembel Amra, Putri H. Andy A.M. Malik, Andy A.M. Anggreny Purukan Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Arnold Yan, Arnold Berutu, Yunus C. Bleskadit, Myron L. Cindy R. S. Wahongan, Cindy R. S. Claudia T. Dariwu Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Daun, Almer Aziz Mukmin Pratama Devy S. Sahambangun Diniati, Wiwid Duwila, Nurul Mentari Dwight M Rondonuwu, Dwight M Dwight M. Rondonuwu Dwight Mooddy Rondonuwu, Dwight Mooddy Eldija , Fadillah Esli D Takumansang Esli D. Takumansang Esli Takumansang, Esli Eunike L. Tombokan Ewin A. Montol, Ewin A. Faizah Mastutie Folasimo, Desriyati H. Gabriela, Sonya A. Gay, Faris Sasma Gladys M. F. Pinontoan, Gladys M. F. Hendriek H Karongkong Hendriek Karongkong, Hendriek Herry Kapugu Ingerid L Moniaga, Ingerid L Ingerid Moniaga Janis, Ira Wilhelmina Jefrey I. Kindangen Jessie Oley Johanes D. Lahunduitang Johannes Van Rate Joseph Rengkung Judy O. Waani Julianus A. R. Sondakh Karongkong, Hendriek Hanie Kawulusan, Melly Kumurur, Veronika A Lakat, Ricky S.M Laming, Magdalena Y. Landimuru, Elza Y. Lautetu, Lisa Meidiyanti Leidy M. Rompas Lempoy, Elroi Lempoy, Josia O. Linda Tondobala Londa, Kyrei K Maisandrya, Riska Malik, Andy A. M. Mandang, Pretty Marietha Kidung Kristiani, Marietha Kidung Mayor, Jerylin Melisa Margareth, Melisa Mentari Ngodu, Mentari Michael M Rengkung, Michael M Mokodompis, Sonia R. Narsi, Wiwi Octavianus Hendrik Alexander Rogi Oktaviani, Awaliyah Oroh, Alfiando Paendong, Marcelino Pajow, Vanesa Mariani Papia Franklin, Papia Paputungan, Nining G. Peggy Egam Pelealu, Rodrygo H Pemani, Ingrith Pesik, Febryani Ribka Pierre H Gosal, Pierre H Pierre H. Gosal Pormes, Lona Prantiono, Femando Rachmadyanti, Resza Rachmat Prijadi Raintung, Vira N. Raymond Ch Tarore, Raymond Ch Rengkung, Samuel Triberto Reny Syafriny Reppi, Eygen Imanuel Richard Pontoan Rieneke L.E. Sela Rizky Yuliansar Yasin, Rizky Yuliansar Rondonuwu, Dwight Moody Salilo, Michael Sangkoy, Farly R. Sela, Rieneke L.E Sembel, Amanda S Sengkey, Sephia Silangen, Johanis K Simaela, David Heryyanto Simatupang, David Solang, Steven Solon, Thania Hanna Sondakh, Muhammad W. E. Sonny Tilaar Soselisa, Megaelvi Stenly Y. Taaluru, Stenly Y. Surijadi Supardjo Suryono MT Sutarno, Ukhti Bayyinah Tangkau, Gryzella L. Tiwang, Juve Tonapa, Patria Rante Torar, Viyana Naomi Veren Tri R Warang, Tri R Tuwonaung, Janet Blandina Veronica A Kumurur, Veronica A Veronica A. Kumurur Veronica Kumurur Verry Lahamendu, Verry Vicky H. Makarau Waani, Judy Windy Mononimbar Winsensius S.P. Raco Wirawan, Rivaldo Restu Wuisang , Cynthia Yasinta, Afiifa Ayudiah Yogini Adriana Wulur Yohanes Y. Mantiri Yura, Mikha A