Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE SCAFFOLDING DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL Wati, Fatma
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 5 No 1 (2020): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v5i1.1354

Abstract

Secara faktual ada banyak polemik, perbedaan, dan pertentangan gagasan atas fakta sejarah yang memungkinkan bangsa Indonesia sampai ke gerbang kemerdekaan. Oleh karena itu, pembelajaran sejarah di sekolah dapat menjadi instrumen intelektual yang sangat strategis. Betapapun demikian, pada level praksis tantangan yang paling rumit saat ini dan ke depannya adalah apakah kita mampu memperbaiki segala persoalan yang terjadi selama ini dalam pembelajaran sejarah. Berpijak pada pertanyaan hipotetis itulah, maka guru sejarah juga harus mampu “meracik” pelajaran sejarah menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Misalnya mengadaptasi materi sejarah lokal ke dalam pembelajaran sejarah di sekolah agar mampu mendorong peserta didik dekat dengan kenyataan dan tidak melupakan sejarah lokal. Membangun pemahaman siswa tentang sejarah lokal melalui metode Scaffolding dapat mengembangkan wawasan sejarah lokal yang dimilikinya secara optimal. Sejarah lokal dapat berfungsi sebagai salah satu sumber sejarah nasional yang perlu dieksplorasi secara saintifik. Analoginya, sejarah lokal dapat menjadi mata air sumur yang tak kunjung kering di musim kemarau yang mempresentasikan nilai-nilai kebijaksanaan bagi perwujudan cita-cita bangsa. Sejarah lokal dapat memperkaya materi pelajaran sejarah dan menumbuhkan minat siswa dalam belajar sejarah. Tulisan ini mencoba menguraikan bagaimana implementasi dari metode Scaffolding dalam pembelajaran sejarah lokal di sekolah.
RITUAL KAI AWU DALAM TATA BERLADANG TRADISIONAL DI LANDOKURA DESA KURULIMBU SELATAN KECAMATAN NDONA TIMUR - KABUPATEN ENDE Ina, Imelda; Geba, Thomas; Wati, Fatma
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7 No 1 (2022): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v7i1.2030

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk dan apa makna ritual Kai Awu dalam tataberladang tradisional di Lanadokura Desa Kurulimbu Selatan Kecamatan Ndona Timur Kabupaten Ende. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan mengungkapkan makna ritual Kai Awu dalam tata berladang tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui: observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk analisis data penelitigunakan model interaktifmelaluitahapan: pengumpulan data, reduksi data, display data, danverifikasi. /kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di LandokuraDesaKurulimbu sangat yakin dan percaya kepada wujud tertinggi (Du,a Lulu Wula Ngga,e Ghale Wena Tana) dan leluhur yang akan memberi hasil berlimpah dan dijauhkan dari segala bencana dan malapetaka. Ritual Kai Awu bermakna solidaritas yakni dapat menciptakan rasa persaudaraan dan kekeluargaan dalam kehidupan bermasyarakat.
RITUAL ADAT KA NGGUA SEBAGAI WUJUD PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DI KAMPUNG REDA DESA WOROPAPA KECAMATAN ENDE KABUPATEN ENDE Ga'a, Stelaris Ocan; Sulaiman, Hasti; Wati, Fatma
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 9 No 1 (2024): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v9i1.4370

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Sistem Pelestarian Ritual Adat Ka Nggua Di Kampung Reda Desa Woropapa Kecematan Ende Kabupaten Ende? Tujuan dari penelitian ini adalah: Mengetahui Bagaimana Sistem Pelestarian Ritual Adat Ka Nggua Di Kampung Reda Desa Woropapa Kecamatan Ende Kabupaten Ende. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat kampung Reda Desa Woropapa dengan informan tokoh adat dan tokoh masyarakat. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu: 1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian data. 4) penarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ritual adat Ka Nggua merupakan upacara adat yang dilakukan oleh ketua adat dan masyarakat kampung Reda pada bulan Februari. Tujuan dari ritual adat Ka Nggua itu sendiri adalah untuk tetap menghargai warisan dari nenek moyang, merupakan ritual yang sangat sakral secara umum sebagai pewarisan budaya yang harus dijaga masyarakat setempat dan merupakan suatu tradisi yang masih bertahan di tengah –tengah kemajuan jaman seperti sekarang ini, ritual ini dilakukan setahun sekali yaitu pada bulan Februari. Dari hasil penelitian Ka Nggua terdapat tiga tahap dalam ritual Ka Nggua dan berdasarkan hasil wawancara dengan ketiga informan peneliti menyimpulkan bahwa dalam tahap ritual adat ka nggua yang harus disediakan adalah bahan-bahan makanan seperti Jagung, Padi, Daun Kacang Panjang, Siri, Pinang, dan Kapur dan menurut ketiga informan juga mengatakan sesudah selesai upacara adat ka nggua dilarang untuk memasuki kebun dan dilarang untuk melihat hasil panen karena kalau ke kebun akan mengakibatkan hasil panennya mati.
Tinjauan Hukum tentang Ahli Waris Perempuan menurut Hukum Waris Adat Bali dalam Perspektif Kesetaraan Gender: (Suatu Studi di Desa Kondoano, Kec. Mowila) Khayati, Sri; Andriani, Ni Putu; Wati, Fatma
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 2: Agustus (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i2.542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami Faktor-faktor yang menyebabkan anak perempuan tidak menjadi ahli waris orang tua dalam hukum waris adat Bali dan untuk mengetahui dan memahami upaya-upaya yang dilakukan agar kedudukan perempuan menurut hukum waris adat Bali memperoleh kesetaraan gender. Penelitian dilakukan di Desa Kondoano Kecamatan Mowila dan penelitian ini menggunakan data kualitatif mengingat data yang terkumpul bersifat deskritif analisi yaitu menjelaskan permasalahan dengan segi teoritis sebagai dasar pemikiran, kemudian meningkat pada hal-hal yang menjelaskan pada kenyataan yang diperoleh dilapangan. Selajutnya dilakukan segi pembuktian dari segi yuridis, apakah tori tersebut benar dalam kenyataan dan akhirnya ditarik suatu kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa suku Bali sangat berkaitan dengan sistem kekerabatan yang dianut oleh masyarakat adat yang bersangkutan. Sistem kekerabatan yang berlaku pada masyarakat Bali adalah sistem Patrilineal, konsekuensinya perempuan suku Bali bukanlah ahli waris utama, yang menjadi utama adalah keturunan laki-laki karena dianggap dapat mengurus dan tanggung jawab atas sebagian besar kewajiban (swadharma) dari orangtuanya. Hal ini menyebabkan rasa ketidakadilan terhadap kaum perempuan Bali. Sehingga pada masyarakat Bali sering terjadi sengketa harta waris dari orangtuanya maupun harta peninggalan dari almarhum suaminya sehingga perempuan Bali sama sekali tidak diperhitungkan dalam penerimaan harta warisan. Pada kenyataannya masih banyak pada masyarakat Bali yang membedakan kedudukan perempuan dalam perkara waris, kedudukan anak perempuan Bali dalam hal mewaris hanya mempunyai hak menikmati harta guna kaya orangtuanya selama ia belum kawin, apabila ia kawin, maka hak menikmati menjadi gugur.
Seni dan Sains: Mengenal Sistem Jaringan dan Organ Tubuh Manusia Melalui Batik Histologi wati, Fatma; Rahayu, Indriati Dwi; Cahayani, Wike Astrid
Acintya Vol. 13 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/acy.v13i2.3961

Abstract

Batik modern dan kontemporer lebih bebas dalam menata atau mengkomposisikan motif atau ornament, berinovasi secara lebih bebas menjadi pilihan dalam berkreasi. Kebebasan berekspresi tidak hanya terletak pada motif atau ornament saja, konsep yang diangkat juga menjadi sebuah kebebasan berekpresi. Batik Histologi merupakan batik dengan ide dasar dari jaringan organ tubuh manusia. Histologi adalah studi tentang jaringan tubuh manusia. Penelitian ini akan mengkaji batik Histologi dari segi estetika visual Monroe Curtis Beardsley dimana dia membagi tiga bagian dalam melihat sebuah keindahan pada karya seni. Ketiga bagian tersebut adalah unity,  complexity  dan  intensity. Metodologi penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif. Penelitian ini akan menjabarkan bagaimana transformasi jaringan organ tubuh manusia distilasi menjadi motif batik.
Pengaruh Model Discovery Learning Dengan Pendekatan STEM Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 3 Lubuk Basung Stefvannof, Diego; Oktavia, Rani; Lestari, Tuti; Prima Sari, Monica; Wati, Fatma
Journal of Comprehensive Science Vol. 3 No. 9 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v3i9.842

Abstract

Student learning outcomes are often unsatisfactory due to learning methods that still dominantly use lectures and do not actively involve students. This method tends for making learner passive at studying. For improving this situation and make learning more effective, it so urgent for overhaul the teaching oncoming. One way is for integrate learning models that involve STEM components. The focus through the following discussion the aim is to find out “the effect of the Discovery Learning learning model with a STEM approach on the learning outcomes of grade VIII students at SMPN 3 Lubuk Basung”.This research used a quasi-experimental design by Non-Equivalent Control Group Design. This research population consisted of VIII grade students at SMPN 3 Lubuk Basung for the 2024/2025 academic year. The sample method used was purposive sampling, where one VIII grade was selected being experimental group also the other VIII class being control group. The instruments using this study included multiple choice experiment of 20 questions also a student response questionnaire. Data analysing has been implemented with “normality test, homogeneity test, and non-parametric test, namely Mann-Whitney test”. The survey of learner proves that most of them give positive responses to application of the Discovery Learning model by STEM approach through a ratio 45% of learner agreeing (S) and 52% strongly agreeing (SS). The hypothesis experimental results show significant figures with large 0.000 <0.05, meaning that the application of this model significantly improved student learning outcomes compared to the Discovery Learning model that did not integrate STEM. The N-Gain testing at experimental group reached 0.8594 which is included at high classification. The teaching use with the STEM-based Discovery Learning model was recorded at 97%. This finding shows thats the using Discovery Learning combined by STEM approach found positively and significant effect at learner understanding of introduction to cell material.
Pengembangan Sistem E-Commerce Berbasis OpenCart Sebagai Media Promosi Digital untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Makanan dan Kue Kering di Kec.Lubuk Basung Salshavira, Najwabilla; Annas, Firdaus; Wati, Fatma
JOVISHE : Journal of Visionary Sharia Economy Vol. 3 No. 1 (2024): Edition June 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57255/jovishe.v3i1.463

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in the Indonesian economy, including in Lubuk Basung Subdistrict. One potential sector is the food and pastry business. Despite the huge opportunities, their marketing is often constrained by market access and means of promotion. Digital technology should be able to overcome these obstacles, but many MSME players still need assistance in digital marketing strategies, especially horeca marketing. The lack of access to online platforms makes it difficult for local products to compete. In fact, food and pastries from this region have uniqueness and high quality to be marketed more widely. This research aims to develop a website-based promotion system with e-commerce using OpenCart to increase MSME sales. The research method used is Research and Development (R&D) with the define-design-develop-disseminate model. This system has the main features of a product catalogue and web signaling, which facilitate promotion and marketing. The results showed that the implementation of OpenCart was able to improve the competitiveness of MSMEs by expanding market access and reducing marketing costs. With this system, MSMEs in Lubuk Basung can utilise digital technology more effectively. The implications of this study show that the use of OpenCart-based e-commerce not only increases sales, but also strengthens the position of MSMEs in digital competition. This system is expected to be a strategic solution for MSMEs in Lubuk Basung to face marketing challenges in the modern era
Development of 3D Web-Based Science Learning Media Assisted by Qr Codes on Solar System Material Anwary, Faradisha Rauva; Oktavia, Rani; Wati, Fatma; Putri, Rahmah Evita; Azzahra, Firda
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 1 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i1.2752

Abstract

One of the technological innovations that can be used is WEB 3D-based learning media, which combines visual elements and text in a more real way. The following research intends to develop a WEB-Based 3D Learning Media equipped with a QR Code as a support for Solar System materials for grade VII junior high school students. This media is designed to be valid, practical, and effective in improving student understanding. The research method used is Research and Development (R&D) with a 4-D development model approach, which includes four main stages: define, design, develop, and disseminate. The research instruments include validation questionnaires, practicality questionnaires, and effectiveness questionnaires. The data obtained were analyzed using the Likert scale and the Guttman scale to assess the level of validity, practicality, and effectiveness of the developed learning media. The results of the 3D media validity test obtained a very valid category with an average score of 85%. The results of the practical test on the use of 3D media from teachers and students are in the very practical category with a teacher response questionnaire score of 93% and student responses of 94%. The effectiveness of the use of 3D media on students' learning interests is very effective with a student response questionnaire score of 91%. Thus, the following research has produced a WEB-based 3D science learning media on Solar System material for grade VII junior high school that is valid, practical, effective and ready to be disseminated.
DEVELOPMENT OF PROBLEM-BASED LEARNING MODULE FOR SCIENCE LEARNING IN JUNIOR HIGH SCHOOL qothrunnadaa, nabila; Yurnetti, Yurnetti; Muttaqiin, Arief; Wati, Fatma
Universe Vol 6 No 2 (2025): Journal of Science Education Teaching and Learning
Publisher : Department of Science Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/universe.v6i2.628

Abstract

E-Modul adalah bahan belajar yang disusun secara sistematis menggunakan kalimat yang mudah dimengerti oleh peserta didik sesuai dengan tingkat pemahaman dan usianya sehingga peserta didik bisa belajar secara mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan E-Modul IPA Terpadu Model Problem Based Learning pada Materi Klasifikasi Makhluk Hidup yang valid dan praktis untuk digunakan oleh siswa kelas VII SMP. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D). Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4-D. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu (1) Pendefinisian (Define), (2) Perancangan (Desain), (3) Pengembangan (Develop) dan (4) Penyebaran (Disseminate). Pada penelitian ini peneliti hanya melakukan tiga tahapan yaitu tahap define, desain, dan develop. E-modul divalidasi oleh tiga orang validator yang merupakan dosen jurusan Pendidikan IPA FMIPA UNP. Lembar instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah angket validasi dan praktikalitas. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, telah dihasilkan e-modul IPA Terpadu model Problem Based Learning pada materi klasifikasi makhluk hidup di kelas VII SMP yang valid dan praktis. Hasil uji validitas memperoleh nilai 95% dengan kategori sangat valid. Hasil uji praktikalitas oleh guru memperoleh nilai 96% dengan kategori sangat praktis, dan hasil uji praktikalitas oleh peserta didik memperoleh nilai 90% dengan kategori sangat praktis.
Pengaruh Pembelajaran Berdiferensiasi Proses Dalam Model Guided Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar di SMP Negeri 2 Lubuk Basung Afriani, Nola; Lestari, Tuti; Azzhara, Firda; Wati, Fatma
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1408

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berdiferensiasi proses dalam model guided discovery learning terhadap hasil belajar di SMP Negeri 2 Lubuk Basung. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode quasi eksperimen melalui rancangan non-equivalent control group design. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan instrumen tes berupa soal pilihan ganda dan instrumen non-tes berupa lembar keterlaksanaan pembelalajaran. Analisis instrumen tes menggunakan uji statistik berupa uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis, dan n-gain sementara instrumen non-tes dianalisis dengan menghitung rerata nilai keterlaksanaan sebagai indikator pelaksanaan proses pembelajaran. Berdasarkan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran berdiferensiasi proses dalam model guided discovery learning diperoleh rerata presentase keterlaksanaan sebesar 94,4%. Berdasarkan uji hipotesis n-gain diperoleh nilai thitung ? ttabel yaitu 2,26 ? 2,00 sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi proses dalam model guided discovery learning berpengaruh signifikan dan dapat meningkatkan hasil belajar dibandingkan dengan metode konvensional di SMP Negeri 2 Lubuk Basung.