Claim Missing Document
Check
Articles

KEKAYAAN SPESIES BURUNG DI WILAYAH DESA BUAHAN, KECAMATAN KINTAMANI, KABUPATEN BANGLI DAN DI HUTAN HUJAN DATARAN TINGGI SEKITARNYA I Kadek Teguh Indra Dewantara; Ni Luh Watiniasih; I Nengah Nuyana
Jurnal Biologi Udayana Vol 19 No 1 (2015): JURNAL BIOLOGI
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1171.284 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kekayaan spesies burung di Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Desa buahan adalah desan dengan habitat permukiman penduduk dan habitat hutan hujan dataran tinggi. Penelitian dilakukan dari bulan November 2013 hingga Januari 2014. Pengamatan dilakukan pada dua periode waktu, pagi hari pukul 06.00-08.00 WITA dan sore hari pukul 15.00-17.00 WITA. Penelitian dilakukan dengan metode jelajah yaitu dengan mencatat 10 jenis burung teramati tanpa mencatat populasinya pada satu lokasi pada satuan waktu tertentu. Jalur pengamatan pada kedua habitat tersebut masing-masing berjarak ±2 km. Dua puluh delapan jenis burung  ditemukan pada kedua habitat tersebut, dimana pada hutan hujan ditemukan dua kali lipat lebih banyak spesies burung (24 spesies) dibandingkan dengan pemukiman penduduk (12 spesies). Penelitian ini juga menemukan 3 spesies yang merupakan jenis burung migran dan 6 spesies burung yang dilindungi.
TOKSISITY OF DETERGENT AND ARTIFICIAL TEXTIL COLOR TO WATER STRIDER (Gerris marginatus) I K. Putra Juliantara; Ni Luh Watiniasih; I Wayan Kasa
Jurnal Biologi Udayana Vol 19 No 1 (2015): JURNAL BIOLOGI
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.128 KB)

Abstract

Kualitas perairan tawar dapat dipengaruhi oleh masuknya polutan, misalnya detergen dan pewarna kain sintetis, sehingga berpengaruh terhadap kelangsungan hidup organisme air seperti serangga akuatik (anggang-anggang). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui toksisitas detergen dan pewarna kain sintetis terhadap angganganggang.Penelitian ini terdiri dari dua faktor, yaitu detergen dan pewarna kain sintetis. Faktor detergen terdiri dari empat konsentrasi yaitu konsentrasi 0, 3, 6 dan 9 ppm, demikian juga dengan pewarna kain sintetis terdiri dari empat konsentrasi yaitu konsentrasi 0, 15, 30 dan 45 ppm. Penelitian ini menggunakan rancangan perlakuan faktorial 4x4 dan rancangan percobaan RAK (Rancangan Acak Kelompok). Hasil penelitian menunjukkan bahwa detergen berpengaruh negatif terhadap daya tahan hidup anggang-anggang dalam waktu 24 jam (P<0,05), demikian juga pengaruh pewarna kain sistesis (P<0,05). Akan tetapi, tidak ada pengaruhinteraksi dari detergen dan pewarna kain sintetis terhadap kematian anggang-anggang (P>0,05). Selain itu, ukuran tubuh memberikan pengaruh yang nyata terhadap waktu kematian anggang-anggang (P<0,05). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa detergen dan pewarna kain sintetis meningkatkan jumlah kematian anggang-anggang dalam 24 jam, namun tidak ada efek interaksi antar kedua perlakuan.
THE EFFECT OF DIFFERENT ALTITUDE TO THE POLLEN TYPES THAT TRIGONA COLLECTED I PUTU NARKA EKA PRATAMA; NI LUH WATINIASIH; I KETUT GINANTRA
Jurnal Biologi Udayana Vol 22 No 1 (2018): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.911 KB) | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2018.v22.i01.p06

Abstract

Trigona is a stingless bee, which has been found in tropical and sub-tropical regions. Fifty species have been indentified in South East Asian region, but few studies have been conducted in Indonesia. Plant species commonly differ in different altitudes, due to the climatic effect, therefore will affect the availability of food source for Trigona. This study aimed to investigate the effect of different altitudes to the pollen types collected and used by Trigona as food resources and the distance of their foraging. Samples of Trigona were collected from 3 locations: Location I was in Mawang and Taro Villages at Gianyar Regency, Location II was in Tua Village at Tabanan Regency and Location III was in Ngis Village at Karangasem Regency. The altitudes of those three locations were 750.87 m, 493.007 m and 147.15 m above sea levels respectively. Pollen samples were processed using the acetolysis methods in the Plant Structure and Development Laboratory, Department of Biology, Udayana University and pollen identification was referred to the book of “Pollen Morphology and Plant Taxonomy” (Erdtman, 1972). The results showed that in some cases, the type pollen collected by Trigona differ in different altitude. Pollen of Allamanda cathartica L was collected by the bee at Gianyar and Karangasem Regencies. Pollen of Capsicum frutescens L. and Euphorbia milii were collected by the bee at Tabanan and Karangasem Regency, while pollen Neomarica longifolia was found in bees in all three locations. The average distances of foraging of this Trigona bee was 147.15 m at Gianyar, 162.21 m at Tabanan and 53.61 m at Karangasem.
OPTIMASI AMPLIFIKASI DNA MENGGUNAKAN METODE PCR (Polymerase Chain Reaction) PADA IKAN KARANG ANGGOTA FAMILI Pseudochromidae (DOTTYBACK) UNTUK IDENTIFIKASI SPESIES SECARA MOLEKULAR Ni Putu Dian Pertiwi; i G.N.K Mahardika; Ni Luh Watiniasih
Jurnal Biologi Udayana Vol 19 No 2 (2015): JURNAL BIOLOGI
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.886 KB)

Abstract

Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan salah satu metode yang digunakan dalam identifikasi suatu organisme. Identifikasi secara molekular menggunakan metode berbasis PCR perlu dilakukan pada ikan karang Famili Pseudochromidae karena ikan ini mempunyai variasi morfologi warna yang sangat tinggi dan menyulitkan identifikasi morfologi. Metode amplifikasi DNA untuk seluruh spesies ikan anggota famili ini belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimal untuk amplifikasi DNA menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) pada 25 spesies ikan karang anggota famili Pseudochromidae, yang sebelumnya telah diidentifikasi secara morfologi.Amplifikasi dilakukan pada tiga loki DNA mitokondria, yaitu 16S rRNA, control region dan cytochrome oxidase I (COI). Hasil penelitian menunjukkan kondisi optimum amplifikasi tidak berhubungan dengan perbedaan spesies. Modifikasi amplifikasi dapat dilakukan dengan penambahan volume template DNA dan BSA 1X serta penggantiantemperatur annealing; sedangkan pergantian reagen tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Penggunaan primer depan CRK untuk amplifikasi lokus control region juga memberikan hasil yang lebih baik.
PERILAKU HARIAN BURUNG JALAK BALI (Leucopsar rothschildi) PERIODE BREEDING PADA RELUNG YANG BERBEDA DI BALI BIRD PARK, GIANYAR, BALI I Komang Andika Putra; Ni Luh Watiniasih; I Nengah Nuyana
Jurnal Biologi Udayana Vol 18 No 1 (2014): Jurnal Biologi
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.617 KB)

Abstract

Penelitian mengenai perilaku harian burung jalak bali (Leucopsar rothschildi) periode pada relung yang berbeda telah dilakukan di Bali Bird Park, Gianyar, Bali.  Penelitian dilakukan dari 20 November – 28 Desember 2012.  Penelitian pendahuluan dilakukan untuk membiasakan burung yang digunakan sebagai obyek penelitian terhadap peneliti (habituasi).  Data dikoleksi dengan metode Ad libitum dan Instantaneous Scan Sampling.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bertengger dan preening lebih banyak dilakukan oleh burung di relung I (berturut turut: 43% dan 19%) dibandingkan dengan burung di relung II (berturut-turut: 28% dan 17%). Sebaliknya perilaku bergerak (37%) dan agonistik (6%) lebih banyak dilakukan oleh burung di relung II dibandingkan dengan burung di relung I yaitu 24% untuk bergerak dan 0,4% agonistik. Perilaku ingestif dan reproduksi hampir sama dikedua relung, demikian jga dengan perilaku defikasi.
PENGARUH FLUKTUASI AIR TANAH TERHADAP KANDUNGAN BAHAN KIMIA SKUNDER DAN DIVERSITAS INSEK PADA TANAMAN MELALEUCA ERICIFOLIA SM. Ni Luh Watiniasih
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 10 No 1 (2010)
Publisher : Environmental Research Center (PPLH) of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fluctuation of water regimes where plant grows has been known to affect the plant chemical, nutrition compositions and plant chemical defenses, which can affect the vulnerability of plants to insect herbivores. This research aimed to compare the concentration of plant nutrition and chemical defenses of Melaleuca ercifolia grows on different water regimes, subsequently to insect herbivore attacks. The leaf total nitrogen was higher in plants growing in water fluctuated areas, therefore the insect herbivores compared to plants growing in prolong-flooded condition. Insect herbivores prefer to consume plants that are more nutritious and less affected by the plant growing conditions.
Kerapatan Lamun (Seagrass) dan Kelimpahan Makrozoobenthos di Perairan Pantai Mengiat Nusa Dua, Bali Mahendra Duwi Astutik; Ni Luh Watiniasih; I Wayan Darya Kartika
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 21 No 2 (2021)
Publisher : Environmental Research Center (PPLH) of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/blje.2021.v21.i02.p01

Abstract

Pantai Mengiat Nusa Dua, Bali merupakan salah satu pantai yang memiliki ekosistem padang lamun dengan keanekaragaman makrozoobenthos yang melimpah. Padang lamun (Seagrass) merupakan tumbuhan tingkat tinggi dan berbunga (Angiospermae) yang hidup terendam pada dasar perairan laut dangkal. Salah satu kelompok biota laut yang sering dijumpai pada kawasan padang lamun adalah jenis makrozoobenthos. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Maret 2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kerapatan ekosistem lamun, kelimpahan makrozoobenthos serta hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan makrozoobenthos di Perairan Pantai Mengiat Nusa Dua, Bali. Sampel lamun dan makrozoobenthos diambil menggunakan transek kuadrat berukuran 0,5 x 0,5 m dengan 30 titik pada 3 stasiun dengan jarak 20 m antar titik. Spesies lamun yang ditemukan di Pantai Mengiat membentuk vegetasi campuran dengan 7 spesies lamun dengan kerapatan jenis tertinggi ditemukan pada Cymodocea rotundata. Makrozoobenthos yang ditemukan pada penelitian ini meliputi 1 spesies dari Kelas Bivalvia dan 14 spesies dari Kelas Gastropoda. Hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan makrozoobenthos menunjukkan hubungan yang kuat dengan nilai korelasi -0,765 dan menunjukkan arah negatif (-), dimana semakin tinggi nilai kerapatan lamun maka kelimpahan makrozoobenthos akan semakin rendah.
THE MORPHOMETRY AND SEX RATIO OF Gerris marginatus Say (HETEROPTERA: GERRIDAE) IN TROPICAL AREA Ni Luh Watiniasih
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 15 No 2 (2015)
Publisher : Environmental Research Center (PPLH) of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerris marginatus is one fresh water insect distributed from temperate to tropicalareas. It can be found in almost every freshwater biotope, making them excellent objects forecological and biogeographic studies.  Most recent studies found that this water insect wasone good candidate for examining the effect of fresh water pollution.  This species showsmorphometric differences between male and female, but there has no studies examining thismorphometric differences particularly in tropical areas.  This study aimed to determine andinvestigate the morphometric differences between male and female and their sex ratio of G.marginatus in one of freshwater body in Bali.   Samples were collected from Jangu River atKarangasem Regency on February 2014.  Samples were preserved in 70 % awaiting foridentification and further studies. Identification was performed at Animal TaxonomyLaboratory, Biology Department. The results show that there were morphometric differencesbetween male and female of G. marginatus in tropical area.  Males were significantly largerof many variable measured compared to females. However, they also exhibit sex ratio biastoward females.
KUALITAS LINGKUNGAN PERAIRAN PANTAI DI SEKITAR LOKASI TAMBAK PERIKANAN KECAMATAN GEROKGAK KABUPATEN BULELENG BALI Beny Mustofa; I Wayan Arthana; Ni Luh Watiniasih
ECOTROPHIC : Jurnal Ilmu Lingkungan (Journal of Environmental Science) Vol 14 No 2 (2020)
Publisher : Master Program of Environmental Science, Postgraduate Program of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJES.2020.v14.i02.p02

Abstract

The purpose of this study was to determine the quality of waters, community structure of phytoplankton and zooplankton around the fishponds waters of Gerokgak Subdistrict. This research was conducted for 2 months, from May to June 2019. There were three sampling locations, namely in Gerokgak, Patas and Sumberkima Villages. The research method used was field research using quantitative analysis of phytoplankton biological indice. The waters condition around the Gerokgak Subdistrict waters was rather polluted, except for the around Sumberkima Village waters. The quality of the waters of Sumberkima Village was better than that of Gerokgak Village and Patas Village waters. Plankton abundance in the waters of Sumberkima Village was slightly low. The highest abundance of plankton in the waters of Patas Village and the lowest in Gerokgak Village waters. The dominant type of plankton was Cyanophyceae (blue-green algae). Keywords: water quality; plankton; species; abundance.
Profil genetika DNA mikrosatelit kromosom-Y masyarakat laki-laki soroh Kayuan Pasek Catur Sanak Bali Mula I Ketut Junitha; Ni Luh Watiniasih; Ni Luh Putu Ria Puspitha
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol 7 No 1 (2017): RELASI ETNISITAS DI BALI
Publisher : Pusat Kajian Bali Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.535 KB) | DOI: 10.24843/JKB.2017.v07.i01.p04

Abstract

This research is conducted to find out the genetic profiles of Kayuan clan which is belong to Pasek Catur Sanak Bali Mula, indigenous Balinese people. The DNA profiles is identified by using Microsatellite DNA of Y chromosome. Genes or DNA in Y chromosome are descended from father to son (patrilinealism). Four loci of microsatellite DNA from Y chromosome are used, including DYS19, DYS390, DYS393 and DYS395 to amplified DNA samples from 67 males probands.  The probands are people of Kayuan clan from Siakin, Songan, Blandingan and Kutuh villages, Kintamani sub district and others are originally from Jehem village, Tembuku sub district, Bangli regency. The research found 12 allele varieties from all the analyzed loci, which resulted in low genetic diversity (0.33 + 0.001). There are 4 combinations alleles of 4 loci that created12  various haplotypes, the greatest one is haplotype 1 (0.39), followed by haplotype 2 (0.16), haplotype 7 (0,12) and the smallest one is haplotype 6 (0,10). On the other hand, eight other alleles found on the smaller frequencies. Two similar allele combinations were also found on DNA profiles of Celagi clan, which is also belong to the similar family, Pasek Catur Sanak Bali Mula. The two allele are haplotype 6 and 5 found in both, Pasek Kayuan and Pasek Celagi. The haplotype 6 as dominant allele of Celagi clan by adoption, haplotype 5 however, the frequency was the lowest. This allele only detected in one member of each clan due to mutation.
Co-Authors Abdi Jana Guna Agung Mahayoni Aksari Akbar Akbar Aksari, Agung Mahayoni Alfi Hermawati Waskita Sari Anak Agung Gde Raka Dalem Ari Isnen Sobari Arie Setiadi Moerwanto Arliza Cynthia Razali Ayu Putu Wiweka Krisna Dewi Ayu Saka Laksmita W Ayu Wulan Trisna Aziz, Alifya Ibnu Beny Mustofa Chandra Yowani Dahlia Sandewi Deny Suhermawan Yusup Dewa Adi Putra Dewa Ayu Angga Pebriani Dhira Alfiah R. Pettalolo Dwikasari, Ida Ayu Indira ENIEK KRISWIYANTI Eyang Sriyani Toineno Fathur Rochman Felicia Augustine Florentina Gultom FX. Sudaryanto Husnayaen Husnayaen I Gede Hendrawan I Gusti Agung Ayu Suartini I Gusti Ayu Putu Intan Udayani I Gusti Ngurah Kade Mahardika I K. Putra Juliantara I Kadek Teguh Indra Dewantara I Ketut Ginantra I Ketut Junitha I KETUT MUKSIN I Komang Andika Putra I Made Gatot Wija Damara I Made Kardena I Made Merdana I Nengah Nuyana I Nyoman Suarsana I Nyoman Suartha I Putu Candra Noviarta I Putu Gede Bayu Ade Wianta I PUTU NARKA EKA PRATAMA I W BUDIARSA SUYASA I Wayan Arthana I Wayan Arthana I Wayan Kasa I Wayan Suardana I. G. A. PRADANA PUTRA Ida Bagus Made Suaskara Iwan Harjono Utama Juan Aldo Jaya Pradipta Sitepu Julian Tambunan Juniartini, Nyoman Sweet Kadek Bayu Prabha Mahesswara Kadek Wiwik Widaswari Kartika, I Wayan Darya Komang Gede Wahyu Saputra Kompyang Bagus Suyoga LUH Puru ESWARYANTI KUSUMA YUNI M Windhu Made Ayu Pratiwi MADE PHARMAWATI Mahendra Duwi Astutik Mufadilatur Rohmah Ni Gusti Made Yuliari Ni Kadek Febri Yanti Ni Ketut Suwiti Ni Luh Putu Ria Puspitha ni luh wayan hanny prabandari Ni Made Ernawati, Ni Made Ni Made Sekarmini Ni Made Suartini Ni Pande Putu Suji Dian Antari Ni Putu Adriani Astiti Ni Putu Dian Pertiwi Ni Putu Kiki Mahayuni Ni Putu Putri Wijayanti Ni Putu Sintha Maharani Ni Putu Sri Ayuni Ni Wayan Sudatri Niko Susanto Putra Odjastira Vidyastari Pramurdya, Yesika Nanda Putu Ade Hinduari Putra Putu Angga Wiradana Putu Ayu Parwati Putu Ayu Wiwin Vitrayanthi Putu Frissa Anasthasya Widhiandari Putu Laksmi Candra Dewi Resti Ayu NengTias Retno Kawuri Reza Yunita Sari Romlah Setiawati Roni Adi Samba Suprabadevi Ayumayasari Saraswati Suprabadevi Ayumayasari Saraswati WIDIASTUTI - Widiastuti Widiastuti Yesi Breanita Yulia Kartika