Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Karakter Morfometrik Ikan Tongkol (Auxis sp) Yang Didaratkan Di Pantai Tianyar, Karangasem Abdi Jana Guna; Ni Luh Watiniasih; Ni Luh Putu Ria Puspitha
Journal of Marine and Aquatic Sciences Vol 7 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jmas.2021.v07.i02.p01

Abstract

Mackerel tuna is favored by many people, with high consumer need at the market, can have an impact not selectively the size of tuna catch. The problem of the size of tuna catch can be known by morphometric research. The research about morphometric mackerel tuna was done at Tianyar Beach, Karangasem, there are two types of mackerel tuna it called is bullet tuna (Auxis rochei) and frigate tuna (Auxis thazard). The difference between bullet tuna and frigate tuna is body shape, body marked, body color. Morphometric characters of bullet tuna and frigate tuna as total length (TL), standard length (PS), fork length (PC), head length (PK), head height (TK), predorsal length (PPD), prepectoral length (PPP), eye diameter (DM), operculum length (PO), maxillary length (PRA), lower jaw length (PRB), height (TB), length of the lower caudal fin (PSEB), length of the upper caudal fin (PSEA) an increase during 30 trips (February - April), the increase in morphometric size of bullet tuna and frigate tuna from Februari until April related by animal growth and evolve. Fork length frequency distribution bullet tuna has a range between 216 – 278 mm, and fork length frequency distribution of frigate tuna has a range between 230 – 299 mm. Length - weight relationship of bullet tuna is W = 0,00002 and frigate tuna is W = 0,00006 , they have the similarity about length growth faster more than weight (allometrik negative). Composition of bullet tuna is 508 and 46 individual of frigate tuna in Tianyar Beach, Karangasem during 30 trip.
Struktur Komunitas Plankton di Pantai Samuh, Nusa Dua, Bali Dewa Adi Putra; Ni Luh Watiniasih; Ayu Putu Wiweka Krisna Dewi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2022.v09.i02.p09

Abstract

Plankton merupakan organisme yang hidupnya melayang-layang di perairan yang pergerakannya dipengaruhi oleh arus. Keberadaan plankton di suatu perairan dapat digunakan sebagai bioindikator karena memiliki tingkat kepekaan tinggi dan juga dipengaruhi oleh perubahan kondisi perairan. Perubahan-perubahan kondisi perairan dapat diakibatkan oleh adanya aktivitas masyarakat. Salah satu pantai yang banyak memiliki aktivitas masyakarat yaitu Pantai Samuh. Penelitian ini dilakukan pada bulan September-Oktober 2021 di Pantai Samuh. Terdapat 3 stasiun pengamatan yaitu stasiun I diperuntukkan sebagai pendaratan kapal, stasiun II umumnya digunakan sebagai tempat rekreasi dan aktifitas masyarakat berwisata, stasiun III diperuntukkan sebagai kawasan perhotelan. Metode yang digunakan mentode deskriptif kuantitatif. Penentuan stasiun dilakukan dengan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil pengamatan fitoplankton yang didapatkan di Pantai Samuh sebanyak 4 kelas yakni Bacillariophceae (13 genus), Zygnemophyceae (1 genus), Cyanophyceae (2 genus) dan Dinophyceae (1 genus). Zooplankton yang di temukan di Pantai Samuh sebanyak 4 kelas yaitu Hexanauplia (1 genus), Branchiopoda (1 genus), Crustacea (1 genus) dan Monogonta (1 Genus). Nilai kelimpahan rata-rata fitoplankton yaitu sebesar 347 dan nilai kelimpahan rata-rata zooplankton yaitu sebesar 25, nilai indeks keanekaragaman rata-rata fitoplankton sebesar 1,56 dan nilai indeks keanekaragaman rata-rata zooplankton sebesar 0,79, nilai keseragaman rata-rata fitoplankton yaitu sebesar 0,72dan nilai keseragaman rata-rata zooplankton yaitu sebesar 0,96, nilai dominansi rata-rata fitoplankton yaitu sebesar 0,31 dan nilai dominansi rata-rata zooplankton yaitu sebesar 0,51.
Distribusi Spasial Klorofil-A di Perairan Teluk Benoa Bali I Putu Gede Bayu Ade Wianta; Ni Luh Watiniasih; Ni Luh Putu Ria Puspitha
Journal of Marine and Aquatic Sciences Vol 7 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jmas.2021.v07.i02.p09

Abstract

Benoa Bay is an estuary that gets input of waste and nutrients from six rivers and inderectly influenced water productivity in Benoa Bay. The nutrients flow from the river to domestic, industrial, and agricultural activities into Benoa Bay. The amount of nutrient inputs accumulated in Benoa Bay this could affect the chlorophyll-a consentrations. The purpose of this study was to determine the spatial distribution and influence nitrate and phosphate on chlorophyll-a concentration. Water surface sampling carried out on February 2019. The method used was purposive sampling and chlorophyll-a concentration was analysed using spectrophotometer Shimadzu UV-2600, based on the maximum absorption of four wavelengths (quadrichroic). The results showed that the chlorophyll-a concentration ranged from 0.22 - 8.53 g/m3 with an average of 5.58 g/m3. Nitrate concentration ranged from 0,004 - 0,180 mg/L with an average 0,107 mg/L. Phosphate concentration ranged from 0,005 - 0,229 mg/L with an average 0,101 mg/L. Spatial distributions of chlorophyll-a concentration in Benoa Bay higher in the estuary area compare to sea area. The different concentration of chlorophyll-a in Benoa Bay were affected by physical and biological processes. The result of statistic regression of the nitrate and phosphate influence on chlorophyll-a concentration in Benoa Bay was 39,2% (R² = 0.392) for nitrate, meanwile 20,5% (R² = 0.205) for phosphate.
Struktur komunitas gastropoda pada sistem irigasi tradisional (Subak) Sembung, Denpasar Utara Ni Luh Wayan Hanny Prabandari; Ni Luh Watiniasih; Alfi Hermawati Waskita Sari
Jurnal Biologi Udayana Vol 26 No 2 (2022): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2022.v26.i02.p05

Abstract

Sawah merupakan salah ekosistem lahan basah buatan. Kawasan Subak Sembung merupakan salah satu areal persawahan sekaligus areal ekowisata di Kota Denpasar. Keberadaan gastropoda cukup banyak ditemui pada kawasan persawahan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas gastropoda di kawasan Subak Sembung serta mengetahui faktor abiotik habitat gastropoda di kawasan Subak Sembung. Pengambilan data dilakukan di tiga stasiun pada bulan Desember 2021 hingga Januari 2022 dengan metode transek. Garis transek dibentangkan secara horizontal paralel dengan aliran irigasi. Lima kuadran berukuran 1x1 m2 diletakkan berselang-seling sepanjang garis transek dan data jumlah individu dan spesies diambil dari masing-masing kuadran. Secara keseluruhan, sebanyak 7 spesies ditemukan, dengan indeks keanekaragaman sedang dengan rentang nilai 1,34-1,40. Indeks keseragaman ketiga stasiun didapatkan > 0,6, dengan indeks dominansi mendekati 0 atau spesies tersebar merata dan tidak ada dominansi. Parameter abiotik berupa suhu dengan nilai 26,7oC-27,4oC, pH dengan nilai 7,5-8, C organik 2,52%-3,03%, substrat berlumpur pada seluruh stasiun, nitrat 0,35mg/L-0,45mg/L, fosfat 0,35mg/L-0,39mg/L.
Analisis Kualitas Air Di Sungai Telagawaja Kabupaten Karangasem, Bali Juan Aldo Jaya Pradipta Sitepu; Ni Luh Watiniasih; Ayu Putu Wiweka Krisna Dewi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i01.p16

Abstract

Sungai Telagawaja adalah salah satu sungai alami dengan panorama alam dan persawahan yang menarik, sehingga beberapa bagian lahan mulai beralih fungsi menjadi kawasan penunjang pariwisata maupun pemukiman. Akibat dari alih fungsi lahan ini menyebabkan penurunan kualitas air dari Sungai Telagawaja. Penurunan kualitas air ini menyebabkan menurunya daya guna, hasil guna, produktivitas, daya dukung dan daya tampung dari Sungai Telagawaja. Selain dari alih fungi lahan, kegiatan pertanian yang menggunkan pupuk pada lahan pertanian secara berlebihan, serta pemeliharaan hewan ternak disekitar sungai yang membuang limbah kotorannya langsung tanpa pengolahan limbah, memperburuk kondisi air Sungai Telagawaja. Sehingga diperlukan kajian mengenai kondisi Sungai Telagawaja terkini. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Febuari 2021. Lokasi pengambilan data bertempat di perairan Sungai Telagawaja dengan 3 tiitk pengambilan sampel. Paramater yang diamati meliputi suhu, TSS, TDS, ph, DO, COD, BOD, dan fecal coli. Hasil parameter yang didapat dianalisis dengan metode STORET untuk baku mutu kelas 1 untuk peruntukan air minum berdasarkan Peraturan Peraturan Gubernur Bali Nomor 16 Tahun 2016 Tentang Standar Baku Mutu Lingkungan (Baku Mutu Kualitas Air Berdasarkan Kelas). Hasil yang didapatkan di ketiga titik pengambilan sampel Sungai Telagawaja termasuk pada kondisi buruk. Nilai untuk masing bagian sungai yaitu pada bagian hulu Sungai Telagawaja dengan skor -40, pada bagian tengah Sungai Telagawaja dengan skor -38, dan pada bagian hilir Sungai Telagawaja dengan skor -40. Ketiga skor yang didapat melebih nilai skor 31 yang artinya kondisi air di Sungai Telagawaja dalam kondisi buruk atau dalam kondisi tercemar berat.
Identification of Growth Hormone Gene of Bali Cattle with Qualitative Superior in Bali Province Ni Ketut Suwiti; I Wayan Suardana; Ni Luh Watiniasih; I Nengah Kerta Besung; Chandra Yowani
Journal of Veterinary and Animal Sciences Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Institute for Research and Community Service, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JVAS.2017.v01.i01.p09

Abstract

A research has conducted, in order to identify the genetic markers of Bali cattle that can be used as an indicator of their qualitative superior. The genetic marker identified was the growth hormone gen. As many as 50 whole blood samples which were collected from 50 individual cattle which were certificated as good breed or had qualitative superior, were used in this study. The DNA fragments were identified by using Polymerase Chain Reaction-Restriction Fragment Length Polymorphism (PCR-RFLP) method with primers, GH5 (5’-CCC ACG GGC AAG AAT GAG GC-3’ and GH6 (5’TGA GGA ACT GCA GGG GCC CA-3), respectively. Furthermore, the PCR products were restricted with MspI endonucleic restriction enzyme, before electrophoresis in 2% agarose The result showed that the growth hormone gene of bali cattle with qualitative superior has polymorphism which characterized by the formation of two fragments i.e. 230 and 329 bp that categorized as: allele +/+ and allele -/-.
Enrichment provision for sumatran tiger (Panthera tigris sumatrae) and bengal tiger (Panthera tigris tigris) in Bali Zoo, Gianyar Luh Putu Eswaryanti Kusuma Yuni; Putu Laksmi Candra Dewi; Ni Luh Watiniasih
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i02.p07

Abstract

Harimau Panthera tigris memiliki peran ekologis yang signifikan pada ekosistemnya, namun populasinya di alam mengalami penurunan yang sangat tajam akibat degradasi/hilangnya habitat, perburuan terhadap harimau dan hewan mangsanya, perdagangan satwa illegal, dan konflik manusia-harimau. Kesemua sub spesies harimau P. tigris dikategorikan sebagai spesies yang terancam punah (endangered) dalam daftar merah IUCN dan masuk dalam CITES Appendix 1. Salah satu upaya yang dilakukan untuk konservasi jenis hewan terancam punah adalah dengan mengkaitkan upaya konservasi eksitu dengan konservasi insitu. Pemberian enrichment dapat meningkatkan kompleksitas lingkungan penangkaran dan selanjutnya meningkatkan kesejahteraan hewan dengan merangsang terjadinya perilaku aktif dan mencegah timbulnya perilaku stereotip yang sering muncul pada jenis-jenis harimau yang dipelihara di dalam kandang di kebun binatang. Bali Zoo merupakan lembaga konservasi eksitu yang berperan didalam upaya konservasi harimau di luar habitat alaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis enrichment yang diberikan kepada harimau sumatra dan harimau benggala di Bali Zoo. Penelitian ini dilakukan pada bulan Pebruari-Maret 2021 dengan menggunakan metode observasi secara langsung. Penelitian ini mencatat bahwa telah diberikan berbagai jenis enrichment yang meliputi food enrichment, sensory enrichment, physical enrichment, cognitive enrichment, dan social enrichment terhadap harimau sumatra dan harimau benggala di Bali Zoo. Hal ini telah dapat mengurangi kadar stress pada hewan tersebut. Lebih lanjut, meskipun penyediaan berbagai jenis enrichment telah dilakukan dengan baik di Bali Zoo, disarankan untuk membuat lebih banyak variasi sebagai antisipasi untuk menghindari timbulnya rasa bosan pada hewan.
Penempelan Teritip (Arthropoda) pada Beberapa Jenis Mangrove di Kawasan TAHURA Ngurah Rai Bali Juniartini, Nyoman Sweet; Watiniasih, Ni Luh; Astiti, Ni Putu Adriani; Wiradana, Putu Angga
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 24 No 1 (2024)
Publisher : Environmental Research Center (PPLH) of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/blje.2024.v24.i01.p01

Abstract

Mangrove ecosystems are able to support biological and ecological life cycles and provide welfare for coastal communities. Pest outbreaks that attack seedlings to mangrove trees often cause ecological losses throughout the TAHURA Ngurah Rai Bali area. The ecological interactions of barnacle pest species in mangrove ecosystems are very complex and highly detailed studies. There is empirical evidence that the attachment of barnacles is strongly associated with allelochemical compounds produced by mangroves. This study aims to inventory the attachment of barnacles (arthropods) to several types of mangroves in the TAHURA Ngurah Rai area of Bali. This study used a purposive sampling method to pay for the location of the observations. Quadrant transects were used to organize the classification of the mangrove plots, barnacle densities being calculated for each transect. The density of barnacles was calculated on the number of barnacles attached to the mangrove plants, then recorded the types of plants attached, types of barnacles, types of planting and the number of individuals for each mangrove classification. The study showed that barnacles planted most of the mangrove seedlings at all stations, while the classification of tree plots only had barnacles attached at station 3. The number of attachments of Amphibalanus sp. the highest was found at station 3 of the R. mucronata tiller classification of 881 individuals, while no attachment of barnacles was found at all stations for S. alba mangroves. Overall, the attachment of barnacles was higher in R. mucronata tillers and had the potential to reduce their growth productivity in the field. Efforts to control barnacles really need to be done to increase the success of planting mangroves in TAHURA Ngurah Rai, Bali.
BIOMASSA DAN SIMPANAN KARBON PADA EKOSISTEM PADANG LAMUN DI WILAYAH NUSA LEMBONGAN Dwikasari, Ida Ayu Indira; Arthana, I Wayan; Watiniasih, Ni Luh
ECOTROPHIC : Jurnal Ilmu Lingkungan (Journal of Environmental Science) Vol 18 No 1 (2024)
Publisher : Master Program of Environmental Science, Postgraduate Program of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJES.2024.v18.i01.p05

Abstract

The Seagrass ecosystem is one of the important ecosystems in the ocean in mitigating global warming. This research aims to examine the potential for storing carbon stocks in seagrass biomass. The purposive sampling method was used at three location points. At each location, there are 9 quadrants for a total of 27 quadrants. The types of seagrass found were Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Enhalus acoroides, Halodule uninervis, Halophila ovalis, Halodule pinifolia with moderate diversity and moderate community stability. Seagrass conditions are relatively protected between the coast and coral reefs with the highest average density of 225 ind/m2. The type of seagrass with the highest density is Thalassia hemprichii. The types of substrates are sand, coral rubble, and sandy mud. The carbon stock in the Lembongan Beach area has an area of ??89.46 hectares of seagrass beds. Around 56.32% or 3,21 tons of carbon were stored as the bottom carbon stock of the substrate and 43.67% or 2,49 tons of carbon were stored as the top carbon stock of the substrate. Keywords: Thalassia Hemprichii, Seagrass, Substate, Global Warming
POPULASI DAN RASIO POTENSI PEMIJAHAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus Pelamis (Linnaeus, 1758)) DI PERAIRAN SELATAN BALI Pramurdya, Yesika Nanda; Watiniasih, Ni Luh; Ginantra, I Ketut
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 18, No 4 (2022): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.18.4.195-204

Abstract

Penurunan hasil tangkapan ikan cakalang di wilayah Selatan Bali diduga merupakan mekanisme terjadinya tangkap lebih. Tujuan dari penelitian ini adalah mengestimasi populasi dan stok ikan cakalang menggunakan metode rasio potensi pemijahan, dalam menunjang keberlanjutan sumberdaya ikan cakalang di wilayah Selatan Bali. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Desember 2021. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan di UPTD TPI Kedonganan. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling. Struktur panjang cagak ikan cakalang berkisar antara 24.1 – 27.1 cm FL sampai 55.1 – 58.1 cm FL dengan pola pertumbuhan bersifat allometrik positif. Persamaan laju pertumbuhan adalah Lt = 59.7 (1 - ). Nilai F sebesar 1.14; nilai M sebesar 0.488; nilai Z sebesar 1.628 dan nilai E sebesar 0.7 (E >0.5) per tahun yang mengindikasikan bahwa telah terjadi tangkap lebih. Tingkat Kematangan Gonad (TKG) dan klasifikasi perkembangan gonad didominasi oleh ikan yang sudah matang gonad dengan nilai Lm ikan cakalang betina adalah 41.28 cm FL dan Lm ikan cakalang jantan adalah 41.29 cm FL. Stok ikan cakalang berada dalam kondisi overexploited yang ditunjukkan dari nilai SPR sebesar 19% (SPR <20%). Decreasing catches of skipjack in Southern Bali waters is thought to be a mechanism for overfishing. The aim of this study is to  estimate population and stock of skipjack tuna using spawning potential ratio method, in order to maintain the sustainability of this species in the southern region of Bali. This research was carried out from June to December 2021. Data collection was carried out through field observations at UPTD TPI Kedonganan. A stratified random sampling method was used as the chosen sampling technique in this study. The fork length (FL) structure of skipjack tuna ranges from 24.1-27.1 cm FL to 55.1-58.1 cm FL with a positive allometric growth pattern. The growth rate equation is Lt = 59.7 (1 - ). The F value is 1.14; M value = 0.488; Z value = 1.628; and E value = 0.7 (E > 0.5) per year, respectively. This indicates that overfishing has occurred in the area. Gonad Maturity Level (TKG) and gonad development classification were dominated by mature fish with the Lm value of female and male skipjack tuna being 41.28 cmFL and 41.29 cmFL. The results of another analysis showed that skipjack tuna stock was in an overexploited condition as indicated by the SPR value of 19% (SPR <20%).
Co-Authors Abdi Jana Guna Agnevia, Rizkita Dimar Agung Mahayoni Aksari Akbar Akbar Aksari, Agung Mahayoni Alfi Hermawati Waskita Sari Anak Agung Gde Raka Dalem Anak Agung Sagung Alit Sukmaningsih Ari Isnen Sobari Arie Setiadi Moerwanto Arliza Cynthia Razali Ayu Putu Wiweka Krisna Dewi Ayu Saka Laksmita W Ayu Wulan Trisna Aziz, Alifya Ibnu Beny Mustofa Chandra Yowani Dahlia Sandewi Deny Suhermawan Yusup Dewa Adi Putra Dewa Ayu Angga Pebriani Dhira Alfiah R. Pettalolo Dwikasari, Ida Ayu Indira ENIEK KRISWIYANTI Eyang Sriyani Toineno Fathur Rochman Felicia Augustine Florentina Gultom FX. Sudaryanto Husnayaen Husnayaen I Gede Hendrawan I Gusti Agung Ayu Suartini I Gusti Ayu Putu Intan Udayani I Gusti Ngurah Kade Mahardika I K. Putra Juliantara I Kadek Teguh Indra Dewantara I Ketut Ginantra I Ketut Junitha I KETUT MUKSIN I Komang Andika Putra I Made Gatot Wija Damara I Made Kardena I Made Merdana I Nengah Nuyana I Nyoman Suarsana I Nyoman Suartha I Putu Candra Noviarta I Putu Gede Bayu Ade Wianta I PUTU NARKA EKA PRATAMA I W BUDIARSA SUYASA I Wayan Arthana I Wayan Arthana I Wayan Kasa I Wayan Suardana I. G. A. PRADANA PUTRA Ida Bagus Made Suaskara Iwan Harjono Utama Juan Aldo Jaya Pradipta Sitepu Julian Tambunan Juniartini, Nyoman Sweet Kadek Bayu Prabha Mahesswara Kadek Wiwik Widaswari Kartika, I Wayan Darya Komang Gede Wahyu Saputra Kompyang Bagus Suyoga LUH Puru ESWARYANTI KUSUMA YUNI M Windhu Made Ayu Pratiwi MADE PHARMAWATI Mahendra Duwi Astutik Mufadilatur Rohmah Mutiara Yuliana Dewi Ni Gusti Made Yuliari Ni Kadek Febri Yanti Ni Ketut Suwiti Ni Luh Putu Ria Puspitha ni luh wayan hanny prabandari Ni Made Ernawati, Ni Made Ni Made Sekarmini Ni Made Suartini Ni Pande Putu Suji Dian Antari Ni Putu Adriani Astiti Ni Putu Dian Pertiwi Ni Putu Kiki Mahayuni Ni Putu Putri Wijayanti Ni Putu Sintha Maharani Ni Putu Sri Ayuni Ni Wayan Sudatri Niko Susanto Putra Odjastira Vidyastari Pramurdya, Yesika Nanda Putu Ade Hinduari Putra Putu Angga Wiradana Putu Ayu Parwati Putu Ayu Wiwin Vitrayanthi Putu Frissa Anasthasya Widhiandari Putu Laksmi Candra Dewi Resti Ayu NengTias Retno Kawuri Reza Yunita Sari Romlah Setiawati Roni Adi Samba Sari, Alfi Herawati Waskita Suprabadevi Ayumayasari Saraswati Suprabadevi Ayumayasari Saraswati WIDIASTUTI - Widiastuti Widiastuti Yesi Breanita Yulia Kartika