Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Peningkatan Tekanan Darah pada Pekerja yang Terpapar Kebisingan Fety 'Izza Luthfiyah; Noeroel Widajati
Journal of Health Science and Prevention Vol. 3 No. 1 (2019): JHSP Vol 3 No 1 - 2019
Publisher : State Islamic University of Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.465 KB) | DOI: 10.29080/jhsp.v3i1.140

Abstract

Kebisingan merupakan stressor yang tidak diinginkan yang dapat menimbulkan tegangan emosi. Stressor tersebut memicu produksi hormon dan mengakibatkan tekanan darah meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan intensitas kebisingan dengan tekanan darah pada tenaga kerja di Unit Circular Loom PT X. Metode penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 24 tenaga kerja yang ditentukan secara simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji spearman correlation test. Hasil pengukuran didapatkan bahwa responden memiliki umur yang produktif, sebagian besar terkategori IMT gemuk, dan terkategori masa kerja yang lama. Intensitas kebisingan di Unit Circular Loom PT X sebesar 103,2 dBA pada area mesin dan 93,1 dBA pada area non mesin. Tekanan darah tenaga kerja signifikan berbeda antara sebelum bekerja dengan setelah bekerja dengan. Terdapat hubungan antara intensitas kebisingan dengan tekanan darah tenaga kerja. Kekuatan hubungan antara intensitas kebisingan dengan tekanan darah adalah sedang dan arah hubungannya searah.
Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Tenaga Kerja Unit Pengerolan Besi Izza Amalia; Noeroel Widajati
Journal of Health Science and Prevention Vol. 3 No. 1 (2019): JHSP Vol 3 No 1 - 2019
Publisher : State Islamic University of Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.736 KB) | DOI: 10.29080/jhsp.v3i1.147

Abstract

Kelelahan kerja adalah suatu kondisi tubuh sedang mengalami penurunan secara fisik atau psikis. Kelelahan kerja dapat mengakibatkan terjadinya penurunan kinerja dan memicu terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik individu, beban kerja fisik dan iklim kerja dengan kelelahan kerja. Metode penelitian ini adalah penelitian analitik yang bersifat observasional. Populasi penelitian ini yaitu seluruh tenaga kerja shift pagi unit pengerolan besi PT X. Sampel penelitian ini sejumlah 40 tenaga kerja, dengan menggunakan teknik sampling simple random sampling. Teknik analisa data menggunakan uji spearman. Hasil menunjukkan variabel yang berhubungan signifikan dengan kelelahan pekerja pengerolan besi di PT X secara berturut-turut adalah beban kerja (P=0,001), iklim kerja (P=0,002), usia pekerja (P=0,003) dan masa kerja (P=0,008).
GAMBARAN IKLIM KERJA DAN TINGKAT DEHIDRASI PEKERJA SHIFT PAGI DI BAGIAN INJECTION MOULDING 1 PT.X SIDOARJO Anda Desi Puspita; Noeroel Widajati
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 1 No. 1 (2017): Oktober
Publisher : Sekolah Ilmu Kesehatan Dan Ilmu Alam (SIKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v1i1.20452

Abstract

Lingkungan kerja di bagian Injection Moulding 1 PT.X Sidoarjo memiliki iklim kerja yang panas. Iklim kerja yang panas tersebut berasal dari panas yang dihasilkan oleh mesin produksi yang jumlahnya banyak. Iklim kerja yang panas menyebabkan pekerja terasa panas, banyak mengeluarkan keringat dan dapat mengakibatkan terjadinya dehidrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari iklim kerja dan tingkat dehidrasi pada pekerja shift pagi bagian Injection Moulding 1 PT.X Sidoarjo. Penelitian ini termasuk penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Alat yang digunakan untuk mengukur iklim kerja yaitu heatstress monitor Questemp 36 dan tingkat dehidrasi menggunakan pemeriksaan berat jenis urin. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu total populasi sebanyak 31 pekerja yang telah memenuhi kriteria inklusi yaitu dalam kondisi sehat, tidak mempunyai penyakit ginjal dan diabetes mellitus, dan tidak sedang haid atau diare. Data yang diperoleh diolah secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan iklim kerja bagian Injection Moulding 1 tertingggi sebesar 29.50C (melebihi NAB) dan 24 pekerja mengalami pre dehidrasi. Terdapat hubungan yang lemah antara iklim kerja dengan tingkat dehidrasi (koefisien 0,204). Saran kepada perusahaan untuk menambahkan garam elektrolit pada air minum pekerja dan meningkatkan fasilitas untuk mengakses air minum serta menganjurkan pekerja mengkonsumsi air minum secara teratur dan memberikan edukasi kepada pekerja tentang kebutuhan cairan tubuh untuk lingkungan kerja panas.
Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja pada Driver Fitri Yatulaini; Noeroel Widajati
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 4 (2021): Oktober 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i4.1591

Abstract

Setiap pekerjaan memiliki potensi bahaya yang tersendiri salah satunya akan berdampak terhadap kejadian kecelakaan akibat kerja. Secara umum kecelakaan akibat kerja disebabkan oleh 2 yaitu unsafe action dan unsafe condition. PT. Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) merupakan suatu perusaahaan yang operasinya tidak terlepas dari seorang driver. Penerapan Safety driving merupakan salah satu program yang dibuat oleh perusahaan untuk mencegah terjadinya kecelakaan namun tahun 2020 masih ditemukan kecelakaan akibat kerja pada driver. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisa lebih lanjut mengenai apa saja faktor penyebab terjadinya kecelakaan akibat kerja pada driver di PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT). Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif dengan menggunakan data primer yang didapatkan dari hasil wawancara dan observasi serta data sekunder yang berasal dari hasil laporan perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan faktor penyebab kecelakaan akibat kerja pada driver pada tahun 2020 disebabkan oleh unsafe action dengan faktor pendukung lain dari kondisi lapangan yang kurang jelas seperti marka yang pudar serta faktor individu yaitu kurangnya pengetahuan.
The Influence of Safety Communications and Safety Promotion Policies on Safety Performance among Nurses in The Emergency Department at a Tertiary Hospital in Surabaya, Indonesia Ratih Berliana; Noeroel Widajati; Nurhayati Saridewi; Endang Dwiyanti
Folia Medica Indonesiana Vol. 58 No. 4 (2022): December
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.679 KB) | DOI: 10.20473/fmi.v58i4.35246

Abstract

Highlights: To reduce the occurrence of work-related accidents, the application of occupational safety and health principles in work activities is necessary. This research analyzed the safety communications and safety promotion policies on the safety performance among nurses. Safety communications have influence on safety performance, while safety promotion policies have no influence on safety performance.   Abstract: The application of the occupational safety and health principles in work activities is expected to reduce the occurrence of work-related accidents. This research was conducted in the Emergency Department of a tertiary hospital of Dr. Soetomo General Academic Hospital, Surabaya, Indonesia, in 2019 and aimed to determine the influence of safety communications and safety promotion policies on the safety performance among nurses. This research was a quantitative research with a cross-sectional design study. The population in this study were 208 emergency room nurses at Dr. Soetomo General Academic Hospital with a total sample of 68 people using a simple random sampling technique. The results showed that the correlation between safety communications variable with safety performance had a p-value of 0.035 (<0.05) and the correlation between safety promotion policies variable with safety performance had a p-value of 0.319 (>0.05), indicating that there was    an influence of safety communications on safety performance, while there was no influence of safety promotion policies on safety performance among nurses in the Emergency Department of Dr. Soetomo General Academic Hospital, Surabaya, Indonesia.
ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL PADA PEKERJA UNIT AVIATION SECURITY BANDARA INTERNASIONAL YOGYAKARTA Arifah Sarrol Wari; Noeroel Widajati
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 7, No 1 (2022): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v7i1.7933

Abstract

Adanya penurunan jumlah sumber daya manusia pada unit aviation security PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta, memungkinkan adanya peningkatan beban kerja, utamanya beban kerja mental, sebab pada saat bertugas pekerja unit aviation security membutuhkan ketelitian dan konsentrasi yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat beban kerja mental pada pekerja unit aviation security PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Yogyakarta. Penelitian ini termasuk dalam penelitian penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sasaran penelitian ini adalah pekerja unit aviation security PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Yogyakarta yang berjumlah 204. Dari populasi tersebut dilakukan teknik pengambilan sampel dengan metode simple random sampling dengan metode sloving, sehingga didapatkan jumlah responden sebanyak 68 pekerja unit aviation security PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Yogyakarta. Adapun teknik dan prosedur pengumpulan data adalah dengan menggunakan kuesioner NASA-TLX dan kuesioner karakteristik individu terkait usia, jenis kelamin, status pernikahan, dan status pendidikan. Teknik analisis data deskriptif digunakan untuk mengetahui gambaran data yang dikumpulkan. Berdasakan hasil analisis diketahui sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki dan mayoritas dari responden berusia 26-35 tahun. Responden yang mengisi kuesioner sebagian besar sudah menikah dan status pendidikan di tingkat SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden masuk dalam kelompok tinggi yakni sejumlah 34 responden. Hal menunjukkan beban kerja mental yang didapatkan oleh sebagian besar pekerja adalah beban kerja mental dengan kategori tinggi sehingga perlu dilakukan tindakan pengendalian untuk menghindari dampak negatif dari tingginya beban kerja mental. Kata Kunci: Aviation Security; Bandara; Beban Kerja Mental; NASA-TLX 
Hubungan Karakteristik Individu dan Stres Kerja dengan Burnout pada Pekerja Aviation Security : The Relationship of Individual Characteristics and Work Stress with Burnout on Aviation Security Employees Arifah Sarrol Wari; Noeroel Widajati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2022 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i9.2588

Abstract

Latar belakang: Burnout ialah kelelahan secara emosional dan sinisme yang umumnya dirasakan oleh pekerja yang bertatap langsung dengan pelanggan. Burnout dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah stres kerja. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dengan burnout pada aviation security di PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatid dan merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pekerja aviation security di PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta sebanyak 251 pekerja. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling dengan rumus slovin, didapatkan sampel sebanyak 72 orang. Variabel yang diteliti adalah stres kerja dan burnout. Analisis data menggunakan teknik analisis korelasi spearman. Hasil: Mayoritas responden (43,1%) memiliki stres kerja dengan kategori sedang. Mayoritas responden (84,7%) memiliki burnout dengan kategori sedang. Terdapat hubungan antara stres kerja dengan burnout (p value = 0,006) Kesimpulan: Terdapat hubungan searah yang cukup signifikan antara stres kerja dengan burnout pada pekerja aviation security di PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta. Semakin tinggi stres kerja maka semakin tinggi pula risiko burnout pada responden.
Respirable Dust Levels, Years of Service, and Pulmonary Physiological Disorders in Marble Home Industry Workers Siti Arum Alia; Noeroel Widajati; Tri Martiana; Firda Qurba Sari; Abdul Rohim Tualeka
Folia Medica Indonesiana Vol. 58 No. 2 (2022): June
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.881 KB) | DOI: 10.20473/fmi.v58i2.27435

Abstract

Highlights: The strength of the relationship between respiratory dust levels and pulmonary function disorders could not be obtained. The weakness level of correlation between years of service and pulmonary function disorders.   Abstract: Environmental dust in the workplace exposes the workers as they are breathing. The dust is inhaled into the respiratory tract and causes occupational diseases in the form of pulmonary function disorders. Workers in the marble industry are also prone to dust exposure. This study aimed to analyze the correlation between years of service, respiratory dust levels, and pulmonary function disorders in marble home industry workers in Tulungagung Regency, Indonesia. This study was a descriptive observational study with data from a cross-sectional technique. The population was 18 workers taken as respondents. The independent variables in this study were years of service and the level of respirable dust, while the dependent variable was the pulmonary function disorders experienced by the workers. The data were analyzed using the Correlation Contingency test. There was a close correlation between years of service and pulmonary function disorders by 0.196, indicating that the relationship between those variables was weak. The strength of the relationship between respiratory dust levels and pulmonary function disorders could not be obtained because the constant results met the threshold value. The correlation between years of service and pulmonary function disorders was weak, and the relationship between respiratory dust level and pulmonary function disorders could not be obtained.
Hubungan Pengetahuan, Persepsi, dan Punishment dengan Safety Behavior pada Pekerja Outsourcing Bagian Packer Muhammad Dzaki; Noeroel Widajati; Wahdah Dhiyaul Akrimah
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i3.1096

Abstract

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Pabrik Gresik merupakan salah satu perusahaan manufaktur pembuatan semen dan turunannya yang juga memiliki setiap potensi bahaya keselamatan terhadap setiap aktivitas pekerjaan. Banyaknya risiko bahaya kecelakaan kerja yang mungkin terjadi selama proses pembuatan semen dapat diminimalkan dengan melakukan safety behavior ketika bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor antecedent (pengetahuan dan persepsi) dan consequences (punishment) serta kuat hubungannya dengan safety behavior pada pekerja outsourcing bagian packer di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Pabrik Gresik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Metode pengambilan data dilakukan dengan observasi dan pengisian kuesioner yang sudah dilakukan uji validitas dan realibilitas sebelumnya. Pengambilan sampel menggunakan teknik total populasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan kategori sedang antara persepsi dengan safety behavior (C=0,415). Hubungan kategori lemah antara pengetahuan (C=0,389), dan punishment (C=0,381) dengan safety behavior. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan faktor consequences (punishment) memiliki hubungan yang lebih kuat dengan safety behavior daripada variabel lainnya. Perusahaan diharapkan dapat melakukan safety inspection secara rutin terutama untuk pengecekan kelayakan APD, menyediakan aplikasi pelaporan perilaku tidak aman untuk melibatkan pekerja dalam pengawasan safety behavior, serta memberikan reward pada pekerja yang melaporkan dan penghargaan pada pekerja yang konsisten melakukan safety behavior selama bekerja.
Correlation between Individual Characteristics, Work Monotony, and Mental Workload with Work Stress Ainayya Rizky Savitri; Noeroel Widajati
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol. 12 No. 2 (2023): The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijosh.v12i2.2023.201-209

Abstract

Introduction: Work stress is the inability of a worker to face job demands, leading to discomfort while working. Work stress can be caused by many factors, among them work monotony, excessive workload, and individual characteristics. This study's aim was to analyze the strength of the relationship among individual characteristics, work monotony, and mental workload with work stress on the crane operators of Jamrud Terminal. Methods: This study used cross-sectional design. The population in this study was all crane operators in Jamrud Terminal as many as 28 people. Total sampling was applied as sampling technique. The independent variables in this study include individual characteristics (age and tenure), work monotony obtained from the questionnaire, mental workload which was appraised using NASA-TLX questionnaire, while the dependent variable was work stress assessed with DASS 42 questionnaire. Coefficient contingency and Spearman correlation test were applied to analyze collected data. Results: This study revealed 13 operators (46.4%) felt normal work stress and the other operators (53.6%) felt work stress ranging from light until very heavy. Contingency coefficient correlation test resulted in weak relationship among age and work stress and strong relationship among work monotony and work stress. Spearman correlation test revealed weak relationship among tenure and work stress and moderate relationship among mental workload and work stress. Conclusion: There were relationships among work monotony and mental workload with work stress on crane operators. The company is advised to give work music, variation on work, and arrange proper break time for crane operator.
Co-Authors Abdul Rohim Tualek Abdul Rohim Tualeka Abdul Rohim Tulaeka Aderilla, Savira Adinda Novia Ardhani Afina, Yoriza Mirsa Afiyah, R. Khairiyatul Ahsan Ahsan Ainayya Rizky Savitri Aisy Rahmania Aisyah Afnani Amaliya, Gita Rizki Ameiliawati, Rika Anda Desi Puspita Andi Aziz Efendi Aracelly Putri Pribadi Aracelly Putri Pribadi Ardhani, Adinda Novia Arifah Sarrol Wari Arifah Sarrol Wari Ashr, Roiyan Mumtaz Fathul Ayu Nurjanah Brilliandy, Earlene Aurellia Putri Dani Nasirul Haqi Datuh Inayah Dibyaguna Suryanto Dessy Arna, Yessy Devi Devi, Devi Didik Dwi Winarno Dimi, Neni Haqnanda Eka Cahya Febriyanto Endang Dwiyanti Erka Dewi Armaeni Ernawati, Meirina Eskartya Harjono, Afrian Evi Maulani Rizki Fara Lizenda Permatasari Febrina Dewi Safitri Fety 'Izza Luthfiyah Firda Qurba Sari Firman Suryadi Rahman Fitri Yatulaini Gaby Octavin Gultom Galuh Sistha Prabarukmi Guan , Ng Yee Guan, Ng Yee Handayani, Vitria Wuri Hayyu Fathil Hasanah Huda, Nuh Imaduddin, Ahmad Indriati Paskarini Irsyad Yudisianto Irvan Prayogo Irvan Prayogo, Irvan Iskandar Iskandar IZZA AMALIA Jalaludin, Juliana Jonny K. Fajar Juliana Jalaludin Kenia Bella Christy Khanza Furtina, Nabilah Khaulah Syahidah Kurniawan, Faradila Aulia Lailatul Badriyah Litza Prihanto, Ratna M. Bagus Qomaruddin Marvita Mas Amaliyah Miftahul Jannah Muhammad Dzaki Mulyono Mulyono Nala Astari Pramesti Nareswari, Ismara Nisrina Tiara Sani Nisrina Tiara Sani Nugraha, Adellian Nurhayati Saridewi Nurhayati Saridewi Nurvida, Nugrahani Marta Oktavia, Nurul Dewi Pramesti, Devita Aprilia Pramesti, Nala Astari Rahmat Faisal Ratih Berliana Reko Triyono Rizkiawati, Nur Laili Rizkiawati, Nur Laili Saikhunuddin Saliza Mohd Elias Salsa Daffania Mawaddah Sani, Nisrina Tiara Savitri, Ainayya Rizky Septi Dewi Yuliani Septyani Prihatiningsih Shafira Nurul Ramadhani Shafira W, Chintya Sherina Safitri Sri Anjani Sinta, Lydia Elsa Siti Arum Alia Siti Khairiah Siti Rokhati Sofiana, Nur Suherdin Suherdin Tri Ayu Rahma Lestari Tri Martiana Tri Martiana Tri Martiana Wahdah Dhiyaul Akrimah Y. Denny A. Wahyudiono Yatulaini, Fitri Yustinus Denny Ardyanto Yustinus Denny Ardyanto Wahyudiono Zulkifli Zulkifli