Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Penguatan Karakter Generasi Digital Berbasis Pendidikan Profetik dan Market Place Activity di SMPN 1 Buay Bahuga Nur Muhammad Gasmi; Rima Kasturi; Subhi Nur Ishaki; Yuberti Yuberti; Abd. Rahman Hamid; Baharudin Baharudin
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.397

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak besar terhadap pembentukan karakter generasi muda dalam dunia Pendidikan. Di tengah tantangan era informasi dan budaya instan, pendidikan agama Islam (PAI) dituntut untuk tidak hanya menyampaikan pengetahuan agama, tetapi juga membentuk karakter yang religius dan beradab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalasis strategi pembelajaran PAI dalam membentuk karakter generasi digital di SMPN 1 Buay Bahuga. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu mulai tanggal 1 Februari 2025 hingga 30 April 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru PAI, kepala sekolah, dan peserta didik dari kelas VII, VIII, dan IX. Teknik analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran PAI yang diterapkan memadukan pendekatan pendidikan profetik Nabi dan Rasul dengan metode Market Place Activity. Pendidikan profetik ditanamkan melalui integrasi nilai-nilai seperti shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah ke dalam materi pembelajaran, serta pembiasaan kegiatan religius di sekolah. Sementara itu, metode Market Place Activity mendorong siswa untuk aktif, kolaboratif, dan reflektif dalam memahami serta menerapkan nilai-nilai Islam secara kontekstual. Kedua pendekatan ini terbukti meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, sikap sopan santun, dan kesadaran etika digital peserta didik. Novelty penelitian ini terletak pada integrasi simultan antara pendekatan nilai profetik dengan metode pembelajaran aktif berbasis Market Place Activity dalam konteks pendidikan karakter di era digital. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman konseptual siswa, tetapi juga membentuk perilaku positif dalam kehidupan nyata, termasuk dalam penggunaan teknologi secara etis dan bertanggung jawab. Penelitian selanjutnya disarankan mencakup satuan pendidikan lain dan mengembangkan instrumen evaluasi terukur guna memantau dampak pembelajaran PAI terhadap pembentukan karakter siswa secara berkelanjutan.
Qiro’ati Ramah Lingkungan: Integrasi Nilai Hijau dalam Pembelajaran Al-Qur’an di RQBA 17 Lampung Shelvia Loviana; Shella Oktaviana; Zu'ama Anggun Larasati; Yuberti Yuberti; Abd. Rahman Hamid; Baharudin Baharudin
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.400

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini berangkat dari belum optimalnya integrasi nilai-nilai pendidikan lingkungan dalam pembelajaran Al-Qur’an, khususnya pada metode Qiro’ati yang selama ini lebih difokuskan pada aspek teknis bacaan. Padahal, Al-Qur’an mengandung banyak pesan ekologis yang penting untuk ditanamkan sejak dini kepada peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana metode Qiro’ati dengan Qira’ah Imam Hafs dapat digunakan sebagai media dalam mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan ke dalam pembelajaran Al-Qur’an secara efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi di Rumah Qur’an Bunda Aisyah 17 Lampung. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yaitu reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai lingkungan melalui metode Qiro’ati berhasil meningkatkan kesadaran ekologis, kedisiplinan, dan tanggung jawab siswa. Pemilihan ayat bertema lingkungan dan pembiasaan perilaku cinta alam memperluas makna pembelajaran Al-Qur’an dari sekadar teknis baca-tulis menjadi etis dan spiritual. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan kurikulum Al-Qur’an berbasis nilai dan spiritualitas ekologis, serta kontribusi teoretis dalam membangun jembatan antara ilmu tajwid, pendidikan karakter, dan ekopedagogi Islam. Sebagai tindak lanjut, disarankan agar model integrasi nilai lingkungan ini dapat diadopsi secara lebih luas oleh lembaga pendidikan Islam lainnya, serta dikembangkan dalam bentuk kurikulum tematik yang terstruktur dan berkelanjutan.
Internalisasi Nilai-Nilai Akhlak Islami Pada Remaja Muslim di Era Budaya Fear of Missing Out (FOMO) Syifa Adilla Zahra; Siti Khotimah; Riki Adi Pratama; Yuberti Yuberti; Abd Rahman Hamid; Baharudin Baharudin
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.747

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi digital dalam beberapa dekade terakhir telah merombak tatanan komunikasi, akses informasi, serta interaksi sosial kalangan muda. Integrasi internet dan gawai pintar menjadikan dunia maya sebagai elemen vital dalam keseharian remaja. Hal ini memicu fenomena Fear of Missing Out (FOMO), yakni kecemasan akibat takut tertinggal dari tren atau interaksi digital yang dianggap penting. Bagi remaja Muslim, dampak FOMO melampaui aspek psikologis semata, melainkan berpotensi mengancam pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai akhlak Islami. Arus informasi yang deras serta budaya pamer di media sosial dapat menggeser orientasi nilai, memicu kompetisi berlebihan, dan melemahkan kendali diri. Namun, riset yang secara spesifik menghubungkan FOMO dengan pembentukan akhlak Islami pada remaja Muslim masih minim. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman dan implementasi nilai Islam di tengah dominasi budaya FOMO, serta menelaah keselarasan antara tujuan pendidikan Islam dengan realitas digital. Menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif dan analisis isi terhadap literatur klasik dan kontemporer, hasil kajian menunjukkan bahwa FOMO berpotensi mengikis nilai keikhlasan, qana’ah, kerendahan hati, serta pengendalian diri. Implikasi dari temuan ini mengarah pada perlunya strategi pendidikan akhlak Islami yang adaptif melalui integrasi konsep tazkiyatun nafs, literasi digital berbasis nilai Islam, serta keteladanan di lingkungan keluarga dan pendidikan.  
Tabayyun di Era Digital: Integrasi Moralitas Islam dan Falsifikasi Popper Dalam Menghadapi Hoaks Mahardika Muhammad; Muhammad Akmansyah; Abd Rahman Hamid; Idrus Ruslan; Muslimin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.634

Abstract

Abstrak. Hoaks digital menjadi problem serius dalam masyarakat kontemporer karena tidak hanya menyebarkan informasi palsu, tetapi juga membentuk klaim pengetahuan yang tampak benar tanpa dasar epistemik yang memadai. Urgensi masalah ini terlihat di Indonesia, di mana verifikasi hoaks sepanjang 2025 menunjukkan penyebaran yang konsisten melalui berbagai platform media sosial. Penelitian ini bertujuan merumuskan kritik epistemik-etis Islam terhadap hoaks digital melalui integrasi teori falsifikasi Karl Popper dan moralitas Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif kepustakaan dengan pendekatan filosofis-konseptual. Sumber data meliputi karya Karl Popper, literatur mutakhir mengenai misinformasi dan disinformasi, serta sumber-sumber Islam yang membahas tabayyun , sidq, amanah, dan larangan dusta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hoaks merupakan klaim pseudo-epistemik yang gagal memenuhi syarat pengetahuan karena tidak didukung verifikasi yang memadai dan tidak terbuka terhadap koreksi. Teori falsifikasi Popper berfungsi sebagai instrumen kritik epistemologis dengan menguji suatu klaim melalui kemungkinan salah dan keterbukaannya terhadap bantahan. Namun, pendekatan ini belum sepenuhnya menjawab dimensi tanggung jawab moral dalam penyebaran informasi. Moralitas Islam melengkapi kritik tersebut melalui prinsip verifikasi, kejujuran, amanah, dan kemaslahatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanggulangan hoaks digital memerlukan integrasi antara pengujian rasional terhadap klaim dan tanggung jawab etis subjek informasi. Kerangka ini berkontribusi pada pengembangan etika informasi Islam dalam merespons tantangan hoaks di era digital. Kata kunci: hoaks digital; falsifikasi; moralitas Islam; tabayyun ; etika informasi Islam.
Masjid Kasunyatan Dan Makam Maulana Yusuf Sebagai Wisata Religi Asfiana Adyani Nastiti; Fatimah Nabiela Nakhla; Herlian Susanto; Faris Sauqi Syahid; Torik Useng; Abd Rahman Hamid; Agus Mahfudin Setiawan
FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 9 No 02 (2025): Fihros: Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63915/fihros.v9i02.183

Abstract

This article discusses two important historical sites in the Banten region, namely the Kasunyatan Mosque and the Tomb of Maulana Yusuf, which have high spiritual, cultural, and historical value. The Kasunyatan Mosque, built in the 16th century by Kyai Dukuh, became a symbol of Islamic preaching as well as a center of religious education during the Banten Sultanate. The mosque's distinctive architecture and layout, rich in philosophical values, reflect a blend of Islamic traditions and local culture. Meanwhile, the Maulana Yusuf Mausoleum stands as a testament to the significant role of the second sultan of the Banten Sultanate in conquering Pajajaran and expanding Islamic influence. The mausoleum's proximity to his spiritual mentor symbolizes the harmony between political power and religious authority during that era. Today, both sites have developed into popular religious tourism destinations, especially during major Islamic holidays. Through historical research methods, this article demonstrates that the Kasunyatan Mosque and Maulana Yusuf's Tomb not only hold religious significance but also possess profound historical, social, and cultural value, and have the potential to be developed as religious tourism sites rooted in local culture.
Negara Islam ala Indonesia: Pemikiran Perti di Konstituante, 1956-1959 Sandy Kurniawan; Abd. Rahman Hamid; Uswatun Hasanah
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 9 No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v9i3.31749

Abstract

This article intends to discuss the thoughts of Persatuan Tarbiyah Islamiyah regarding the foundation of the Islamic state of Indonesia in the Constituent Assembly during 1956–1959, using a historical research method consisting of four stages: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The sources used include Constituent Assembly archival documents obtained from the National Archives of the Republic of Indonesia, the National Library of the Republic of Indonesia, and the official website of the People’s Consultative Assembly of the Republic of Indonesia (MPR RI). The research results show that debates in the Constituent Assembly were dominated by ideological struggles among three main groups: supporters of the Islamic state foundation, Pancasila, and socio-economic foundations. In the forum, Persatuan Tarbiyah Islamiyah voiced ideas about an Islamic state foundation based on the Ahlussunnah Wal Jama’ah doctrine, with the implementation of Sharia and worship following the Imam Shafi’i school of thought. The concept of the Islamic state proposed by PERTI is not identical to the Islamic state model of Saudi Arabia. PERTI proposed a concept of the Islamic state that guarantees the welfare of society and upholds the values of tolerance in accordance with the characteristics of Indonesia as a multicultural nation.
MENANAMKAN ETIKA DIGITAL PADA GEN Z MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 ADILUWIH PRINGSEWU Umi Afifah; Zjulpi Andriansah; Amin Nuroni; Yuberti; Abd. Rahman Hamid; Baharudin
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 3 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Maret 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v3i2.670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali strategi dan nilai-nilai etika digital yang ditanamkan kepada Generasi Z melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 2 Adiluwih Pringsewu. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memainkan peran penting dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam seperti kejujuran (shidiq), tanggung jawab (amanah), dan sopan santun (qaulun karim) ke dalam konteks digital. Strategi yang digunakan mencakup integrasi nilai akhlak dalam kurikulum, pemanfaatan media digital, keteladanan, pembiasaan, serta kolaborasi dengan orang tua. Meskipun terdapat tantangan seperti rendahnya literasi digital siswa dan keterbatasan kontrol di luar sekolah, pendekatan kontekstual dan kolaboratif terbukti efektif dalam membentuk karakter digital siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya peran PAI dalam membekali Gen Z dengan kesadaran etis di era digital.
DINAMIKA PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEMBENTUK SISWA BERAKHLAKUL KARIMAH DI SMPN 1 BUAY BAHUGA LAMPUNG Nanda Inka Fitri; Naila Selvi Aulia; Yuberti Yuberti; Rikky Triolin Saputra; Abd Rahman Hamid; Baharudin Baharudin
Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/ilmuna.v7i2.2139

Abstract

This article aims to explore the dynamics of character education implementation in shaping students with noble character (akhlakul karimah) at SMP Negeri 1 Buay Bahuga, Lampung using a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis, and were then thematically analyzed. The findings reveal that character education is implemented through habituation, teacher exemplification, and the reinforcement of religious culture in daily activities such as Quran recitation, congregational prayers, and religious extracurricular programs. The core values developed include religiosity, discipline, responsibility, empathy, tolerance, honesty, and integrity. The successful internalization of these values is strongly influenced by the synergy between teachers, the school, and the surrounding community. The implications of these findings highlight the importance of a collaborative and contextual approach in creating an effective character education ecosystem. The novelty of this research lies in its examination of how values of akhlakul karimah are not only taught but also brought to life through real practices, school culture, and socially embedded interactions within the local school context