Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Peningkatan Nutrisi Sisa Makanan dan Limbah Organik Dapur Pesantren di Kabupaten Tanah Laut Hidayat, Ryan; Khusairi, Ahmad; Zakhiya, Malika; Maulana, Fajri; Fajri, Fadhli; Febrina, Bunga Putri; Sandri, Dwi; Susalam, Malikil Kudus
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 26 No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.26.3.128-137.2024

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kandungan nutrisi sisa makanan dan limbah organik dapur pesantren di Kabupaten Tanah Laut sebagai pakan lokal ternak unggas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Faktor I yaitu jenis mikrorganisme (Bacillus amyloliquefaciens, Neurospora crassa dan Saccharomyces cerevisiae) dan Faktor II yaitu lama fermentasi (lama fermentasi 5, 7 dan 9 hari). Peubah yang diamati adalah kandungan bahan kering (%), protein kasar (%BK), lemak kasar (%BK), serat kasar (%BK) dan total abu (%BK). Hasil penelitian ini menunjukan tidak terjadi interaksi antara jenis mikroorganisme dengan lama fermentasi, namun masing-masing faktor yaitu jenis mikroorganisme (Faktor I) berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan lemak kasar dan serat kasar dan lama fermentasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan lemak kasar dan serat kasar. Dari penelitian ini dapat disimpulkan fermentasi sisa makanan dan limbah dapur organik fermentasi dengan Saccharomyces cerevisiae dengan lama 7 hari diperoleh kandungan nutrisi bahan kering 92,46%, kandungan protein kasar 20,17% BK, kandungan lemak kasar 16,76% BK, serat kasar 5,90% BK dan total abu 7,44 %BK.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN GELINGGANG (Cassia Alata L.) TERHADAP BAKTERI PATOGEN SALURAN PENCERNAAN UNGGAS Fajri, Fadhli; Maulana, Fajri; Febrina, Bunga Putri; Sandri, Dwi; Jannah, Noor; Rafly, Muhammad
AGRIBIOS Vol 22 No 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i2.5474

Abstract

Tanaman gelinggang (Cassia alata L.) merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan dari Kalimantan Selatan. Daun gelinggang (Cassia alata L.) mengandung senyawa fitokimia yaitu fenolik, flavonoid, saponin dan tannin yang dapat bersifat sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis pelarut terbaik dalam ekstraksi daun gelinggang ditinjau dari aktivitas antibakteri terhadap bakteri patogen dalam saluran pencernaan seperti Escherichia coli, Salmonella sp dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen, dan rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah : A = Tanpa AGP Sintetis dan Ekstrak Daun Gelinggang (Kontrol Negatif), B = AGP Sintetis (Kontrol Positif), C = Ekstrak Daun Gelinggang dengan Pelarut Air, D = Ekstrak Daun Gelinggang dengan Pelarut Etanol dan E = Ekstrak Daun Gelinggang dengan Pelarut Metanol. Hasil dari penelitian ini adalah ekstrak daun gelinggang dengan pelarut aquades, etanol dan methanol mampu menghambat bakteri patogen saluran pencernaan unggas (Escherichia coli, Salmonella sp, Staphilococcus aureus). Kemampuan zona hambat ekstrak daun gelinggang dengan pelarut aquades, etanol dan metanol terhadap bakteri patogen saluran pencernaan unggas (Escherichia coli, Salmonella sp, Staphilococcus aureus) sama atau tidak berpengaruh nyata dengan kemampuan zona hambat AGP sintetis (kontrol positif), namun memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata dengan perlakuan tanpa AGP sintetis dan ekstrak daun gelinggang (Kontrol Negatif).
PENINGKATAN KUALITAS NUTRISI SISA MAKANAN HOTEL DAN RESTORAN DI BANJARMASIN SEBAGAI PAKAN LOKAL TERNAK UNGGAS Febrina, Bunga Putri; Maulana, Fajri; Fajri, Fadhli; Sandri, Dwi; Andini, Elliani Cahya; Cahayati, Khaida Putri
AGRIBIOS Vol 22 No 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i2.5450

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kandungan nutrisi sisa makanan hotel dan restoran di Banjarmasin sebagai pakan ternak unggas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor A (Jenis Mikroorganisme) yaitu A1= Bacillus amyloliquefaciens, A2= Neurospora crassa, A3 = Saccharomyces cerevisiae dan Faktor B (Lama Fermentasi) yaitu B1= Lama fermentasi 5 hari, B2 = Lama fermentasi 7 hari dan B3 = Lama fermentasi 9 hari. Peubah yang diamati adalah kandungan energi metabolisme (kkal/kg), protein kasar (%), lemak kasar (%) dan serat kasar (%). Hasil penelitian ini antara jenis mikroorganisme dengan lama fermentasi menunjukan interaksi antara sangat nayata (P<0,01) terhadap kandungan energi metabolisme, namun tidak terjadi interaksi terhadap kandungan protein kasar, lemak kasar dan serat kasar. Dari penelitian ini dapat disimpulkan fermentasi sisa makanan restoran dan hotel di bajarmasin dengan Bacillus amyloliquefaciens pada lama fermentasi 7 hari diperoleh kandungan energi metabolisme 3.484,23 kkal/kg, protein kasar 21,41%, lemak kasar 7,69% dan serat kasar 5,90%. Kata kunci: hotel, nutrisi, peningkatan, restoran, sisa makanan,
Physical Quality Test Of Rice Bran From Different Milling In Tanah Laut District Maulana, Fajri; Fajri, Fadhli; Febrina, Bunga Putri; Sandri, Dwi
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol. 12 No. 3 (2024)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v12i3.p210-219

Abstract

This research aims to determine the physical quality of rice bran from different mills in Tanah Laut Regency. Data were collected in this research by means of observation and interviews at five different mills in Tanah Laut, namely Panyipatan, Bumi Makmur, Takisung, Kurau and Pelaihari Districts. Data collection was continued with analysis of the physical quality of the bran in the laboratory. Data was processed manually and analyzed descriptively. The parameters measured for the physical quality of rice bran are water content, pile density, pile compaction density, pile angle and specific gravity. The results of this research show that the physical quality of rice bran from different mills in Tanah Laut Regency has good criteria in terms of water content, namely: 11.18 – 13.31%; stack density 300.00 - 430.00 gram/cm3;  pile compaction density 395.04 - 693.45 gram/cm33; stack angle 32.09 - 53.85° and specific gravity 0.219 - 0.143 gram/cm3.
PEMANFAATAN PELEPAH SAWIT UNTUK PAKAN FERMENTASI KAMBING, MODEL PERTANIAN SIRKULAR DI TANAH LAUT Febrina, Bunga Putri; Maulana, Fajri; Yardani, Jesi; Agasi, Satri Yusasra; Fajri, Fadhli; Cahayati, Khaida Putri; Andini, Elliani Cahya; Khoiriyah, Siti Nur
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 10 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i10.3026

Abstract

Oil palm plantation waste, including fronds, fibres, and palm kernel meal, remains an underutilised local resource among livestock farmers in the Tanah Laut region. Despite its potential as an economical and sustainable alternative feed, its adoption has been limited. This community service initiative, conducted in collaboration with ASPERKAM Tanah Laut, aims to promote a circular agriculture model by utilising oil palm waste as feed for goats. The primary objective is to enhance farmers’ capacity to process oil palm waste into nutritious livestock feed while strengthening community-based sustainable agricultural practices. The implementation methods included field surveys, technical training on feed formulation, and feeding trials with goats. A participatory approach was employed to ensure active farmer involvement throughout each phase of the activity. The results indicate that oil palm waste can be processed into feed with adequate nutritional content and is well accepted by livestock. Feed cost efficiency improved by up to 30% compared to commercial feed. Farmers demonstrated increased knowledge and skills in feed formulation, along with heightened environmental awareness through organic waste reduction. This initiative also reinforced synergy between academia and local communities in developing grassroots innovations. In conclusion, the utilisation of oil palm waste as goat feed has proven to be effective and holds significant potential to support inclusive and sustainable circular agriculture.