Claim Missing Document
Check
Articles

UJI KEAMANAN KOMUNIKASI VOIP MENGGUNAKAN SISTEM KEAMANAN SRTP-TLS PADA JARINGAN NIRKABEL Tri Febriana Handayani; Pande Ketut Sudiarta; I Made Oka Widyantara
Jurnal SPEKTRUM Vol 5 No 1 (2018): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.795 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2018.v05.i01.p02

Abstract

VoIP is a technology used to communicate voice remotely and directly using data communication lines with TCP / IP protocol. But basically, VoIP communication does not guarantee data security when doing communication. A very important security system is added in VoIP communications to maintain the confidentiality of communication, so that communication can not be recorded and played back. To build a security when communicating VoIP, then in this study added an SRTP-TLS security system. The study was conducted on wireless networks by comparing the security of data communications when using the SRTP-TLS security system and without using a security system.Keywords: Wireless, Security System, VoIP
REDUKSI PEAK TO AVERAGE POWER RATIO (PAPR) PADA DFT-OFDM MENGGUNAKAN TEKNIK CLIPPING FILTERING IBGD. Dhyaksa; NMAED. Wirastuti; IMO. Widyantara
Jurnal SPEKTRUM Vol 1 No 1 (2014): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1368.488 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2014.v01.01.p01

Abstract

Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) memecah data serialberkecepatan tinggi menjadi data paralel dengan kecepatan yang lebih rendah, kemudian data-datatersebut dibawa oleh subcarrier yang saling orthogonal. Kelemahan OFDM yaitu tingginyaperbandingan daya puncak terhadap daya rata-rata atau biasa disebut Peak to Average Power Ratio(PAPR). Tujuan penelitian ini adalah mereduksi nilai PAPR yang tinggi. Penelitian dilakukan padaDFT-OFDM tanpa maupun dengan menggunakan teknik clipping filtering. Clipping yang digunakanadalah classical clipping dan deep clipping. Clipping filtering bekerja dengan memotong keluaran dariIDFT yang dianggap melebihi threshold. Dari simulasi yang dilakukan, nilai PAPR saat CCDF = 10-3adalah 10,6 dB. Saat dilakukan proses classical clipping PAPR bernilai 4,1 dB sedangkan saatmengalami proses deep clipping sebesar 4,7 dB.
Analisis Kinerja Rate-Distortion Codec Wyner-Ziv Video Coding Berbasis Discrete Wavelet Transform I Wayan Shandyasa; I Made Oka Widyantara
PROSIDING CSGTEIS 2013 CSGTEIS 2013
Publisher : PROSIDING CSGTEIS 2013

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Pengkodean video Wyner-Ziv (WZVC) merupakan salah satu paradigma baru dalam pengkodean video, dimana korelasi temporal sumber di eksploitasi disisi decoder. Encoder video hanya mengirimkan informasi seminimal mungkin, dan selanjutnya decoder video akan membuat skema pembangkitan side information (SI) menggunakan frame-frame sebelumnya yang sudah didekodekan. Pembangkitan SI di decoder adalah persoalan utama untuk menghasilkan kinerja rate-distortion (RD) yang mendekati kinerja RD pengkodean video konvensional seperti MPEG dan H,264. Paper ini akan mereview penerapan teknik discrete wavelet transform (DWT) pada codec WZVC. Dengan sifat hirarki berlapis, DWT dapat membuat eksploitasi spatial dari orde redah sampai orde tinggi. Dengan kemapuan ini, codec WZVC dapat menerapkan DWT untuk mengkeploitasi hirarki lapisan orde tinggi untuk pembangitan SI di decoder. Implementasi DWT pada codec DWT dapat diklasifisikan menjadi (i) penerapan langsung DWT sebagai teknik transformasi dan (ii) menggunakan hirarti lapisan orde rendah sebagai auxiliary information (AI) untuk menningkatkan akurasi pembangkitan SI di decoder. Studi literatur menunjukan bahwa imlementasi DWT pada codec WZVC mampu menghasilkan kinerja RD yang lebih baik dibandingkan dengan H.264 pada pengkodean Intra.Hal ini memungkinkan encoder video dapat dirancang berkompleksitas rendah.Kata kunci—WZVC; DWT; Rate-Distortion; Side Information; Auxiliary Information;
Evaluasi Kinerja Rate-Distortion Dengan Penerapan Teknik Pembangkitan Side Information Pada Codec Wyner-Ziv Video Coding Anak Agung Ayu Putri Ardyanti; I Made Oka Widyantara; Linawati .
PROSIDING CSGTEIS 2013 CSGTEIS 2013
Publisher : PROSIDING CSGTEIS 2013

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Wyner-Ziv Video Coding (WZVC) adalah paradigma baru dalam pengkodean video, dimana, ekploitasi korelasi temporal video dilakukan sepenuhnya di dekoder. Sasarannya adalah menurunkan kompleksitas enkoder, dengan menggeser teknik estimasi dan kompensasi gerak ke sisi dekoder. Skema umum WZVC adalah mendekodekan frame dari enkoder, dengan membangkitkan side information (SI) di dekoder. Semakin akurat frame SI yang yang dihasilkan untuk sebuah frame yang dikirimkan oleh enkoder, maka kinerja rate-distortion (RD) codec WZVC akan semakin baik. Saat ini telah dikembangkan dua codec WZVC dengan metode pembangkitan SI berbeda yaitu codec DISCOVER dan codec WZVC-EM. Codec DISCOVER menerapkan metode bidirectional motion-compensated frame interpolation (B-MCFI), dimana sebuah frame SI diperoleh dengan estimasi dan kompensasi gerak dua frame referensi yang tersedia di dekoder. Sedangkan codec WZVC-EM menerapkan metode pembelajan medan gerak secara iteratif berbasis pada algoritma Expectation-Maxization (EM). Metode ini akan memperbaharui medan gerak secara iteratif untuk meningkatkan akurasi soft SI. Paper ini akan mengevaluasi kinerja RD kedua codec tersebut pada struktur group of picture (GOP) berbeda. Sasarannya adalah untuk memperoleh kerangka kerja codec WZVC yang efisien untuk dikembangkan lebih lanjut. Hasil evaluasi menunjukan bahwa kinerja RD codec WZVC-EM lebih baik untuk ukuran GOP lebih besar dari dua.Kata Kunci—Side Information, Wyner-Ziv Video Coding, Codec DISCOVER, Codec WZVC-EM, Estimasi dan kompensasi gerak.
Implementasi Embedded Linux pada Jaringan Sensor Nirkabel Platform Imote2 Fajar Purnama; I Made Oka Widyantara; Nyoman Putra Sastra
PROSIDING CSGTEIS 2013 CSGTEIS 2013
Publisher : PROSIDING CSGTEIS 2013

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Sebelumnya JSN menggunakan sistem operasi Intel Platform X, SOS, dan TinyOS. Kini Platform X dan SOS tidak dikembangkan lagi, sehingga banyak peneliti menggunakan TinyOS. Pada akhir pengguna TinyOS pada platform Imote2 menemukan banyak keterbatasan seperti penerapan pada routing yang complex. Oleh karena itu komunitas Embedded Linux pengembangkan embedded Linux untuk platform Imote2. Pada makalah ini dibahas secara rinci tahap untuk mengembed Linux pada target yaitu perangkat JSN radio sensorboard platform Imote2. Host merupakan Linux operating system. Pengembedan meliputi 3 komponen utama yaitu bootloader, Linux kernel, dan filesystem. Embed dilakukan dengan proses flashing pada JTAG interface menggunakan software OpenOCD. Setelah proses embed, konfigurasi pada target melalui koneksi serial. Konfigurasi meliputi pengaktifkan alamat IP, SSHD, dan radio secara otomatis. Terakhir dibandingkan performansi target yang menggunakan IEEE 802.11 WLAN dan IEEE 802.15.4 ZigBee sebagai media transmisi. Hasilnya penggunaan IEEE 802.11 WLAN lebih boros terhadap memory dan daya listrik.Kata Kunci—JSN, Imote2, Embedded Linux, ZigBee, WLAN, JTAG, OpenOCD.
Penerapan Teknik Fast Motion Estimation Pada Algoritma Frame Rate Up-Conversion Video Ni Putu Widya Yuniari; I Made Oka Widyantara
PROSIDING CSGTEIS 2013 CSGTEIS 2013
Publisher : PROSIDING CSGTEIS 2013

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Video surveillance merupakan salah satu aplikasi yang sering dimanfaatkan pada sistem keamanan yakni dengan menempatkan satu atau beberapa kamera untuk memantau suatu ruangan kemudian ditransmisikan ke dekoder. Pada jaringan yang memiliki keterbatasan bandwidth transmisi, untuk tetap memperoleh video dengan resolusi tinggi terdapat suatu mekanisme yakni pada sisi enkoder harus menurunkan frame rate dengan mengirimkan sebagian dari urutan video asli. Sedangkan di dekoder harus mengupgrade kembali frame rate tersebut dengan suatu teknik yang dinamakan Frame Rate Up-Conversion (FRUC). FRUC merupakan suatu teknik menyisipkan sebuah frame yang baru (intermediate) ke dalam suatu urutan video asli untuk meningkatkan frame rate. Salah satu teknik FRUC adalah Motion Compensation Interpolation (MCI). Teknik ini menyandarkan pada suatu proses yang disebut Motion Estimation (ME). Proses ME untuk algoritma MCI pada FRUC yakni memprediksikan posisi frame berupa Motion Vector (MV) yang sekarang berdasarkan pada frame referensi. MV yang telah diperoleh disimpan di dekoder sebagai informasi yang digunakan untuk penyisipan frame intermediate. Terdapat suatu metode untuk mempercepat proses ME dengan mengurangi jumlah blok kandidat yang disebut Fast Search. Salah satu metode Fast Search adalah Three Step Search {TSS). Dengan mengadopsi pengkodean video berbasis blok, pada paper ini mengajukan penerapan teknik Fast Search TSS untuk ME pada algoritma FRUC. Sasarannya adalah menurunkan kompleksitas di enkoder dengan mengurangi jumlah kandidat blok pencarian dan untuk memberikan informasi MV frame intermediate yang akan disisipkan pada dekoder sehingga mampu meningkatkan frame rate.Kata kunci: Motion Compensation Interpolation, Motion Estimation , Fast Search , Three Step Search.
Verifikasi Telapak Tangan dengan Multimodal Biometrik Fermat’s Spiral Agus Anwar Eka Wahyudi; I Made Oka Widyantara; Komang Oka Saputra
Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 3 No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.939 KB) | DOI: 10.29207/resti.v3i3.1173

Abstract

The use of biometrics in various issues of data security, transactions, privacy has been widely used. Regarding security, surely the level of accuracy in one's self-recognition must be accurate. The palmprint is one of biometrics which has various unique characteristics. These characteristics include geometrical features such as length, width, and area of the palmprint, characteristics of main lines such as heart lines, headlines, and lifelines, tangled or weak lines, delta dot characteristics, and minus characteristics. Main lines and tangled lines, which are often referred to as line features, have several advantages over other biometric features, such as they can be obtained from low-resolution images, are difficult to duplicate, and are stable because they have experienced slight changes over a long period of time. This research introduces the method of Fermat's Spirals in the extraction of the features of the palmprint which are represented in the time series curve. Testing uses 450 palm images sourced from 50 people, each person taken 9 palmprint images where 5 images as a test image and 4 images as a reference image. The test is carried out based on the threshold value determined from the simulation results based on matching test images with reference images on the ROC graph. Based on the test results it can be concluded that the system shows high performance at a threshold value of 0.036 to get an FNMR value of 2.80%, FMR of 0.88% with an accuracy of 96.31% where the number of reference images to the test image affects the level of accuracy.
COVIMOS: A Coastal Video Monitoring System I Made Oka Widyantara; I Made Dwi Asana Putra; Ida Bagus Putu Adnyana
Journal of Electrical, Electronics and Informatics Vol 1 No 1 (2017): JEEI (February 2017)
Publisher : Institute for Research and Community Services Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEEI.2017.v01.i01.p01

Abstract

This paper intends to explain the development of Coastal Video Monitoring System (CoViMoS) with the main characteristics including low-cost and easy implementation. CoViMoS characteristics have been realized using the device IP camera for video image acquisition, and development of software applications with the main features including detection of shoreline and it changes are automatically. This capability was based on segmentation and classification techniques based on data mining. Detection of shoreline is done by segmenting a video image of the beach, to get a cluster of objects, namely land, sea and sky, using Self Organizing Map (SOM) algorithms. The mechanism of classification is done using K-Nearest Neighbor (K-NN) algorithms to provide the class labels to objects that have been generated on the segmentation process. Furthermore, the classification of land used as a reference object in the detection of costline. Implementation CoViMoS system for monitoring systems in Cucukan Beach, Gianyar regency, have shown that the developed system is able to detect the shoreline and its changes automatically.
Trafic Signs Detection Based On Saliency Map Using Canny Edge Putri Alit Widyastuti Santiary; I Made Oka Widyantara; Rukmi Sari Hartati
Journal of Electrical, Electronics and Informatics Vol 2 No 1 (2018): JEEI (February 2018)
Publisher : Institute for Research and Community Services Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEEI.2018.v02.i01.p01

Abstract

This paper proposed Canny edge detection to detected saliency map on traffic sign. The edge detection functions by identifying the bounds from an object on an image. The edge of an image is an area that has a strong intensity of light.The pixel intensity of an image changes from low to high values or otherwise. Detecting the edge of an image significantly will decrease the amount of data and filters insignificant information by not deleting necessary structure from the image. The image used for this paper is a digital capture of a traffic sign with a background. The result of this study shows that Canny edge detection creates saliency map from the traffic sign and separates the road sign from the background. The image result tested by calculating the saliency distance between a tested image and trained image using normalized Euclidean distance. The value ofnormalized Euclidean distance is set between 0 to 2. The testing process is done by calculating the nearest distance between the tested vector features and trained vector features. From the examination as a whole, it can be concluded that road sign detection using saliency map model can be built by Canny edge detection. From the whole system examination, it resulted a accuracy value of 0,65. This value shows that the data was correctly classified by 65%. The precision value has an outcome of 0,64, shows that the exact result of the classification is 64%. The recall value has an outcome of 0,94. This value shows that the success rate of recognizing a data from the whole data is 94%.
IDENTIFIKASI AKTIVITAS ILLEGAL TRANSSHIPMENT BERBASIS KEPADATAN POINT LINTASAN PADA DATA AIS I Gede Sudiantara; I Made Oka Widyantara; Dewa Made Wiharta
Jurnal RESISTOR (Rekayasa Sistem Komputer) Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal RESISTOR Edisi April 2022
Publisher : Prahasta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/jurnalresistor.v5i1.1048

Abstract

Illegal transshipment merupakan aktivitas pemindahan atau pertukaran kargo, persediaan kapal, personel, atau hasil tangkapan ikan antara dua kapal di laut jika tidak dilaporkan kepada otoritas pelayaran di pelabuhan. Dalam konteks IUU (Illegal, Unreported, Unregulated) Fishing, aktivitas illegal transshipment perlu diawasi untuk mengamankan devisa negara dari sektor perikanan laut dan mengamankan daerah tangkapan ikan untuk keberlangsungan mata pencarian nelayan tradisional. Dengan memanfaatkan cakupan dari teknologi pada Automatic Identification System (AIS) memungkinkan untuk melakukan pengawasan terhadap kegiatan illegal transshipment yang terjadi di laut. Pada penelitian ini, kami mengembangkan sebuah kerangka kerja yang mengekstrak pengetahuan dari data AIS untuk medapatkan aktivitas kapal yang terindikasi melakukan kegiatan illegal transshipment. Memanfaatkan teknik klasterisasi berbasis kepadatan mampu mengelompokkan titik lintasan kapal yang memiliki pola menyerupai aktivitas illegal transshipment. Berdasarkan pengujian dengan metode Silhouette Coefficient, kualitas klaster yang dihasilkan pada kerangka kerja yang dibangun memiliki hasil yang cukup kuat. Selain itu, pengujian skor Silhouette pada klasterisasi tanpa tahapan pada kerangka kerja juga dilakukan untuk membandingkan kualitas klaster. Dari hasil perbandingan tersebut, diketahui bahwa proses pada kerangka kerja yang dibangun mampu meningkatkan kualitas klaster dari DBSCAN.
Co-Authors A. T. A Prawira Kusuma A.A. Made Agung Istri Iswari Aditya Dwipayana Aditya Widhiatama, Ngakan Putu Agus Anwar Eka Wahyudi Anak Agung Ayu Putri Ardyanti Anang Kusnadi Andi Nur Rachman Aniek Laksmidewi Arda Narendra, I Gusti Lanang Asana, I Made Dwi Putra Atmaja, Ketut Jaya Ayuni Harianti Bagus D. Cahyono Cecep Muhamad Sidik Ramdani Christanto Nadeak, Yobel Cokis Ratih Kumbara David Clemens Sumampouw Derry Suia Pathentantama Desak Ayu Sista Dewi Dessy Hariyanti, NK Dewa Ayu Indah Cahya Dewi Dewa Made Sri Arsa, Dewa Made Dewa Made Wiharta Edo Halim Saputra Fajar Purnama Feliks Sinaga Gamantyo Hendrantoro Gede Manuaba, Ida Bagus Gede Sukadarmika Haris Chandra Agustina I Dewa Gede Hardi Rastama I G. A. K. Diafari Djuni Hartawan I G.A.K. Warmayana I Gede Iwan Sudipa I Gede Sudiantara I Gede Sudiantara I Gusti Agus Adek Putra Ardiwinata I Gusti Ayu Garnita Darma Putri I Gusti Nyoman Dharmayana I Gusti Rai Agung Sugiartha I Kadek Adi Wiguna Sanjaya I Kadek Noppi Adi Jaya I Komang Adi Bayu Adnyana I Made Aditya Virgiawan I Made Arsa Suyadnya I Made Bayu Dibawan I Made Dhanan Pradipta I Made Dwi Putra Asana I Made Rai Putera Yasa I Made Sukarsa I Made Yudi Candra Putra I Nyoman Gede Arya Astawa I Nyoman Gunantara I Nyoman Suada I Putu Agus Eka Pratama I Putu Ardana I Putu Gd Sukenada Andisana I Putu Noven Hartawan I Wayan Kayun Wardana I Wayan Shandyasa I Wayan Shandyasa I.A Laksmi IBGD. Dhyaksa Ida Bagus A. Swamardika Ida Bagus Gede Manuaba Ida Bagus Putu Adnyana Ida Bagus Putu Adnyana Indra Dwi Cahya Setyawan Janice Jessica Indrayani Jayantari, Made Widya Juliawan Pawana, I Wayan Adi Kadek Dwi Mahardika Adnyana Kadek Surya Adi Saputra Kamarudin, Nur Diyana Ketut Bagus Bayu Sanjaya Komang Ery Rusdiana Komang Gede Widi Adnyana Komang Kompyang Agus Subrata Komang Oka Saputra Komang Tri Wahyuni . L Linawati L.D. Purnamasari Linawati Linawati Linawati Linawati linawati linawati Linawati Linawati Lintin, Yosep Tara M Acarya Mordekhai Karang M Zatiar Erwan Kalam M. Azman Maricar made andyka Made Arya Putra Kusuma Made Sudarma Made Sudarma Merliana, Ni Putu Eka Muhammad Audy Bazly N Utami Wedanti N. M. A. E. Dewi Wirastuti N.M.A.E.D Wirastuti Ngurah Indra ER Ni Komang Ayu Suandaniasih Ni Made Ary Esta Dewi Wirastuti Ni Putu Widya Yuniari NMAED Wirastuti Nyoman Pramaita Nyoman Pramaita Nyoman Putra Sastra Oka, I Dewa Gede Ari P. A. Satya Prabhawa Pawana P., I Gusti Ngurah Agung Pawana, I Wayan Adi Juliawan Prabawa, I Nyoman Angga Pradnyana, I Made Prahasta Napolado Damanik Putra, Putu Bagus Adidyana Anugrah Putri Alit Widyastuti Santiary Putu Agus Pradnyana Jaya Putu Arya Mertasana Putu Krisna Adi, I Gusti Ngurah Putu Prima Winangun Putu Sintia Susiani Pande R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Rahmi Nur Shofa Rukmi Sari Hartati Sandhiyasa, I Made Subrata Santi Ika Murpratiwi Saputra, Komang Oka Setyohadi, Djoko Budiyanto Sri Andriati Asri, Sri Andriati Susila, Anak Agung Ngurah Hary Tri Febriana Handayani W. Setiawan Widiadnyana, Putu Widyadi Setiawan Widyanto, I Putu Wikananda, I Gusti Ngurah Satya Wirawan Wirawan