Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

HUBUNGAN PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA KEPANITERAAN KLINIK PROFESI DOKTER FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS ANDALAS Erika, Niken Ayu Putri; Yaunin, Yaslinda; Isrona, Laila; Yulistini, Yulistini; Ashal, Taufik; Almurdi, Almurdi
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 5 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Mei 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i5.1215

Abstract

The COVID-19 pandemic has affected the clinical learning environment of medical students, who are required to have knowledge, attitudes, and take actions to control COVID-19 infection. The pandemic can be one of the stressors for students undergoing clinical clerkships. Incorrect knowledge, attitudes, and actions can result in infection transmission and cause an increase in stress. The aim of this study was to determine the relationship between knowledge, attitudes, and preventive actions of COVID-19 with the level of stress among medical students undergoing clinical clerkships at the Faculty of Medicine, Andalas University. This study was an analytical research with a cross-sectional approach. The research sample consisted of 246 individuals obtained using cluster random sampling techniques. The research data were in the form of primary data obtained through filling out questionnaires regarding knowledge, attitudes, and preventive actions of COVID-19, and DASS-42. Data analysis used the Spearman rank test with statistical significance determined if p-value < 0.05. Bivariate analysis showed a significant relationship between knowledge, attitudes, and actions with the level of stress with the value of knowledge (p = 0.008, r = -0.168), attitudes (p = 0.045, r = -0.128), and actions (p = 0.011, r = -0.162). The conclusion of this study is that there is a significant relationship, a negative relationship pattern, and a very weak strength of the relationship between knowledge, attitudes, and preventive actions of COVID-19 with the level of stress among medical students undergoing clinical clerkships at the Faculty of Medicine, Andalas University
ANALISIS PENULISAN RESEP UNTUK PASIEN PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL PADA PUSKESMAS DI KOTA PADANG Sadewa, Arendhika Sesa; Julizar, Jullizar; Usman, Elly; Ilmiawati, Cimi; Nurhayati, Nurhayati; Isrona, Laila
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/empiris.v2i4.1939

Abstract

Prescription contain information about medication that used to treat the diagnosis and prevent complications from patient. A doctor should refer to the principles of rational therapy and National Formularies (FORNAS) in accordance with Government Regulation No. 12 of 2013. A correct prescription will minimize the occurrence of medication errors that could endanger the patient's life. From some studies, there are still many prescriptions that doesn’t pass the standards. This study aimed to analyze the quality of the doctor’s prescription writing for National Health Insurance (JKN) patients at health centers in Padang city. This observational study was performed in the three health centers in September 2023. Sampling was done by proportional stratified random technique, where we obtained 378 prescriptions. Prescriptions were analyzed for accuracy and completeness according to the WHO’s Guide to Good Prescribing. Prescription analysis showed that prescriptio were mostly complete (74%), superscriptio were all complete (100%), inscriptio were mostly complete (67%), signatura were mainly complete (99%), subscriptio were partially complete (58%), pro were nearly complete (96%) and 88% of prescription confirmed with the FORNAS.  It is concluded that improvements are needed in prescription writing and using drugs that are registered on FORNAS.
Gambaran Persepsi Tenaga Kesehatan Terhadap Kolaborasi Interprofesi dalam Penanganan Pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Universitas Andalas Hadyan Imal Fathoni; Isrona, Laila; Yusrawati; Hardisman; Yulistini; Eka Kurniawan
Majalah Kedokteran Andalas Vol. 48 No. 4 (2025): MKA October 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v48.i4.p445-456.2025

Abstract

Latar belakang: Kolaborasi interprofesi meningkatkan kualitas perawatan diabetes melitus, tetapi persepsi antarprofesi bervariasi dan belum dievaluasi secara komprehensif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persepsi tenaga kesehatan terhadap implementasi kolaborasi interprofesi dalam penanganan pasien DM di Rumah Sakit Universitas Andalas (RS UNAND); Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional dan teknik total sampling dengan jumlah 100 tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan pasien DM di RS UNAND. Instrumen yang digunakan adalah Collaborative Practice Assessment Tools (CPAT); Hasil: Hasil penelitian dikategorikan menjadi tiga yaitu tingkat persepsi tinggi, sedang, dan rendah. Pada penelitian ini didapatkan hasil tingkat persepsi seluruh tenaga kesehatan dikategorikan tinggi (100%); Kesimpulan: Kesimpulan penelitian yaitu secara umum, seluruh tenaga kesehatan memiliki tingkat persepsi tinggi terhadap kolaborasi interprofesi dalam penanganan pasien DM di RS UNAND. Sebagian besar tenaga kesehatan memiliki tingkat persepsi sedang dan rendah pada komponen persepsi pembuatan keputusan dan manajemen konflik.
Tingkat Persepsi Tenaga Kesehatan terhadap Implementasi  IPC pada Layanan ANC di Puskesmas Air Tawar dan Lapai Dwita , Beauty Deannisa Yondra; Isrona, Laila; Yusrawati; Syah, Nur Afrainin; Alioes, Yustini
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.915

Abstract

Pendahuluan: Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia hingga kini masih cukup tinggi dan belum mencapai target global maupun nasional. Strategi utama untuk menurunkan AKI adalah Antenatal Care (ANC). Perlu adanya kolaborasi antar tenaga kesehatan yang terlibat pada layanan ANC untuk meningkatkan pelayanan kepada ibu hamil. Objektif: Mengetahui tingkat persepsi tenaga kesehatan terhadap implementasi Interprofessional Collaboration (IPC) pada layanan ANC di Puskesmas Air Tawar dan Puskesmas Lapai. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan cross sectional dengan kuesioner Collaborative Practice Assessment Tool (CPAT). Sampel penelitian adalah 42 tenaga kesehatan yang ditentukan dengan metode total sampling. Hasil: 41 tenaga kesehatan memiliki persepsi yang tinggi terhadap IPC dengan komponen hubungan antar anggota, hubungan tim dengan masyarakat, koordinasi dan pembagian peran, kepemimpinan, dan komponen misi, tujuan, dan sasaran memiliki persentase tertinggi (97,6%) sedangkan komponen pembuatan keputusan dan manajemen konflik memiliki persepsi yang sedang (71,4%). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara seluruh komponen CPAT dengan usia, profesi, dan lama kerja responden (p > 0,05). Pembahasan: Persepsi tinggi di sebagian besar domain menandakan budaya kolaboratif; skor sedang pada pengambilan keputusan–konflik menunjukkan perlunya pelatihan, SOP bersama, dan mekanisme resolusi terstandar. Simpulan: Tenaga kesehatan memiliki tingkat persepsi yang tinggi terhadap IPC pada layanan ANC, tetapi masih terdapat persepsi sedang pada satu komponen persepsi. Tidak terdapat pengaruh antara usia, profesi, dan lama kerja dengan persepsi tenaga kesehatan dalam implementasi IPC pada layanan ANC.
Pelatihan capacity building sebagai upaya optimalisasi mutu di APIKES IRIS Padang Laila Isrona; Westi Permata Wati; Rahma Tsania Zhuhra; Yulistini Yulistini; Mustafa Noer; Nur Afrainin Syah
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v5i12025p115-127

Abstract

Transformasi digital saat ini membuat jurusan rekam medis berperan penting dalam mengembangkan dan mengimplementasikan rekam medis dalam bentuk elektronik. APIKES IRIS merupakan satu dari dua institusi yang ada di Sumatera Barat yang memiliki program studi rekam medis namun masih memiliki kendala terkait akreditasi yang belum sesuai harapan. Departemen Pendidikan Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Andalas melakukan pengabdian masyarakat di APIKES IRIS Padang dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan kepercayaan diri staf pengajar melalui pelatihan capacity building. Kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama para dosen dan pimpinan APIKES IRIS Padang untuk mengetahui permasalahan yang sedang terjadi di intitusi dan mencari solusi terhadap masalah tersebut. Hasil dari FGD didapatkan permasalahan utama terkait sumber daya manusia. Tim pengabdian masyarakat menyepakati diadakannya pelatihan capacity building dengan pendekatan kuliah interaktif dan Small Group Discussion. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan para peserta yang dibuktikan dengan peningkatan nilai posttest dibanding nilai pretest. Selain itu, peserta semakin percaya diri dalam mempraktekkan mengajar secara interaktif dalam sesi praktek microteaching. Peserta juga merasa puas dengan kegiatan ini berdasarkan hasil evaluasi dari peserta pelatihan. Oleh karena itu, pelatihan capacity building dapat meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan diri peserta melalui kegiatan kuliah interaktif, Small Group Discussion, dan praktek microteaching.
Enhancing Ante Natal Care (ANC) Quality Through Interprofessional Collaboration (IPC) Among Health Workers Miftahul Fikrah; Laila Isrona; Amirah Zatil Izzah
International Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 4 (2024): Desember : International Journal of Medicine and Health (IJMH)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijmh.v3i4.4353

Abstract

The increased of Maternal Mortality Rate (MMR) can be lowered through by various efforts, one of them with quality Antenatal Care (ANC). Quality of ANC services can be given by several health workers who work together in giving services to patients through the Interprofessional Collaboration (IPC). IPC or interprofessional collaboration can improve health service quality. The purpose of this study is to find out an overview of the level of perception of health workers about IPC on ANC services in Lubuk Buaya Health Center. This study is descriptive research using crosssectional design. The study sample is 30 health workers who are determined by the total sampling method. Data collection use the Collaborative Practice Assessment Tools (CPAT) questionnaire. The results of the study can be found that all health workers (100%) have a high perception of IPC in ANC services with components of connection among members, coordination and division of roles, and missions, goals, and objectives have the highest percentage (100%) and decision-making and conflict management components have the lowest percentage (10%). All health professions consist of GPs, midwives, nurses, dentists, pharmacists, nutritionists, and ATLM have a high perception (100%) of IPC on ANC services. The dentist professions have a high perception of all eight components, meanwhile other professions have a high perception of the seven components of perception and have a moderate perception in one component of perception, that is the components of decision making and conflict management. In general, health workers have a high perception of IPC in ANC services, but there are still a moderate perception in one components of perception so efforts are needed to improve IPC competence in that component.
Pengaruh Pemberian Kortikosteroid Terhadap Proses Penyem-buhan Luka pada Mencit (Mus Musculus) Muhamad Febry; Aswiyanti Asri; Laila Isrona
Majalah Patologi Indonesia Volume 26 No. 1, Januari 2017
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Proses penyembuhan luka terjadi melalui beberapa tahapan dan dipengaruhi berbagai faktor lokal dan sistemik seperti benda asing, nutrisi, konsumsi obat-obatan. Kortikosteroid banyak digunakan secara bebas oleh masyarakat untuk berbagai tujuan. Penggunaan kortikosteroid dapat mempengaruhi proses penyembuhan luka, dengan cara menurunkan proses pembentukan fibroblas, menurunkan jumlah gerakan dan fungsi leukosit, mengurangi pergerakan polimorfonuklear (PMN) keluar dari kompartemen vaskular, dan mengurangi jumlah sirkulasi limfosit, monosit, dan eosinofil, terutama dengan meningkatkan gerakan sel radang keluar dari sirkulasi. Tujuan penelitian ini untuk melihat perbedaan proses penyembuhan luka secara histopatologi pada mencit (Mus musculus) yang diberi kortikosteroid dengan jangka pemberian yang berbeda. Metode Penelitian ini adalah penelitian ekserimental dengan desain post test only controlled group yang menggunakan 18 ekor mencit putih (Mus musculus) yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok kontrol, perlakuan 1 dan perlakuan 2. Kelompok perlakuan 1 diberikan kortikosteroid dalam bentuk preparat deksametason dengan dosis 16 mg/kg/bb selama 10 hari, sedangkan kelompok perlakuan 2 diberikan deksametason dosis yang sama, selama 30 hari. Pada hari terakhir pemberian deksametason, semua kelompok, termasuk kontrol dilakukan luka insisi di punggung sepanjang 2 cm. Setelah hari ke-9 pembuatan luka, mencit diterminasi untuk diambil jaringan luka, dan dilakukan pemeriksaan histopatologik untuk menilai pembentukan jaringan granulasi dengan menghitung jumlah pembuluh darah baru, fibroblast dan sel radang menggunakan mikroskop cahaya pembesaran 400 kali pada 3 lapangan pandang. Hasil Neovaskularisasi yang terbentuk pada kelompok kontrol lebih sedikit dibandingkan kelompok perlakukan, sebaliknya jumlah fibroblast lebih banyak ditemukan pada kelompok kontrol. Jumlah netrofil pada kempok kontrol lebih sedikit dibandingkan kelompok perlakuan dan sebaliknya jumlah limfosit lebih banyak ditemukan pada kelompok kontrol dibanding perlakuan. Setelah dilakukan uji statistik menggunakan uji One Way ANOVA didapatkan perbedaan bermakna antar kelompok pada jumlah neovaskuler, fibroblas, neutrofil, limfosit, berturut-turut 0,007; 0,025; 0,009;
Efektivitas Kombinasi Psikoedukasi dan Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Kecemasan Remaja Putri di Sekolah Menengah Atas Nurjanah Nurjanah; Aladin Aladin; Yantri Maputra; Hudila Rifa Karmia; Rozi Sastra Purna; Laila Isrona
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59313

Abstract

Kecemasan merupakan masalah kesehatan mental yang umum terjadi pada remaja dan dipengaruhi oleh faktor biologis, psikologis, serta sosial. Remaja putri lebih rentan mengalami kecemasan dibandingkan remaja putra karena fluktuasi hormon reproduksi dan kecenderungan melakukan ruminasi dalam menghadapi masalah. Kecemasan yang berlangsung lama dapat menyebabkan penurunan prestasi akademik, isolasi sosial, depresi, serta gangguan kesehatan reproduksi. Upaya promotif dan preventif diperlukan untuk membantu remaja mengelolan kecemasan, salah satunya melalui psikoedukasi dan relaksasi otot progresif. Penelitian ini bertjuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi psikoedukasi dan relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan remaja putri. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest with control group. Sampel dipilij menggunakan teknik simple random sampling dan terdiri 100 remaja putri kelas XII SMA Negeri 10 Padang yang dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing sebanyak 50 orang. Hasil penelitian menunjukkan rerata kecemasan kelompok intervensi menurun dari 11,30±3,77 menjadi 5,84±3,99, sedangkan kelompok kontrol berubah dari 13,02±5,38 menjadi 12,50±5,03. Analisis General Linear Model (GLM) Repeated Measures menunjukkan pengaruh bermakna antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi (p<0,05). Disimpulkan bahwa psikoedukasi dan relaksasi otot progresif efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada remaja putri.
Perception of Health Profession Students Towards Interprofessional Education at Hospital Bella Alvina Lim; Yevri Zulfiqar; Laila Isrona
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.3801

Abstract

Interprofessional Education (IPE) is a curriculum approach where students from various health profession backgrounds collaborate in one place to learn and get to know each other, as well as appreciate the role of each health profession to achieve collaboration and teamwork for the advancement of health services Objective: To determine the perception of health profession students towards interprofessional education at Unand Hospital Methods: This study is a descriptive research with a cross-sectional research design. The research was conducted at Unand Hospital with a total sample of 51 people consisting of 8 students of the Doctor Profession, 19 students of the Midwife Profession, 16 students of the Nursing Profession, and 8 students of the Pharmacist Profession. The research sample was determined using the proportionate stratified random sampling technique. This study uses an Interdisciplinary Education Perception Scale (IEPS) questionnaire. Results: A total of 40 students (78.4%) had a good perception of IPE with the highest percentage of competency and autonomy perception components (82.4%) and the perception component of understanding of other professions had the lowest percentage (62.7%). Nursing Profession students have the highest percentage of perception (87.5%), while Pharmacist Profession students have the lowest percentage of perception (62.5%). First-year students (83.3%) have a higher percentage of perception than second-year students (75.8%). Conclusion: The perception of health profession students towards IPE at Unand Hospital is mostly in the good category, however, the understanding of other professions is still lacking, so this needs to be considered and improved.