Claim Missing Document
Check
Articles

Prediksi Tingkat Pelayanan Jalan Rel Akibat Pembangunan Double Track Budhi, Wahyu Satyaning; Widyastuti, Hera
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.901 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i2.7034

Abstract

Perkembangan perkeretaapian di Indonesia menunjukkan terdapat adanya waktu keterlambatan. Salah satu upaya pemerintah untuk membuat layanan kereta api menjadi lebih baik yaitu dengan pembangunan double track seperti pada segmen jalan rel Surabaya – Madiun. Dengan adanya pembangunan infrastruktur baru ini, maka akan berpengaruh terhadap tingkat pelayanan pada segmen tersebut. Sehingga, perlu dilakukan analisa tingkat pelayanan baik kodisi eksisting maupun sesudah pembangunan. Guna mengetahui besar pengaruh pembangunan double track dalam peningkatan pelayanan perkeretaapian serta untuk menilai kinerja jalan rel akibat adanya antrian atau kemacetan. Analisa dilakukan pada asumsi kondisi full single track, 50% double track dan kondisi full double track. Tahapan analisa dimulai dari analisa headway, analisa kapasitas lintas, dan analisa level of service. Dengan adanya pembangunan double track, tingkat pelayanan mengalami perbaikan. Pada kondisi full double track menunjukkan bahwa terdapat 8 petak jalan memiliki LoS A, 11 petak jalan memiliki LoS B, dan 2 petak jalan memiliki LoS C. Secara keseluruhan dengan adanya pembangunan double track, segmen tersebut beroperasi di bawah kapasitas dan arus lalu lintas KA rendah hingga sedang untuk mengakomodasi perawatan dan pemulihan dari insiden
Model Panjang Antrian Kendaraan pada Perlintasan Sebidang Tanpa Palang Pintu (Studi Kasus: Perlintasan Sebidang Jl. Gayung Kebonsari Surabaya) Utami, Adita; Widyastuti, Hera
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.821 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v17i1.4693

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi di Indonesia mempengaruhi peningkatan volume kendaraan, terutama di kota Surabaya. Peningkatan volume kendaraan, menyebabkan kemacetan di beberapa titik di Surabaya. Salah satu faktor kemacetan di perlintasan kereta api adalah durasi waktu penutupan saat kereta melewati persimpangan. Durasi penutupan perlintasan yang tidak pasti menyebabkan pengguna jalan menjadi tidak disiplin dengan menerobos perlintasan yang berakibat pada meningkatnya tingkat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di persimpangan sebidang tidak berpalang pintu. Sehingga perlu dibuat dua model hubungan antar variable. Model pertama yaitu hubungan antara lama waktu penutupan perlintasan dengan jumlah rangkaian kereta dan kecepatan kereta, dan model kedua yaitu hubungan antara lama waktu penutupan perlintasan dengan panjang antrian kendaraan. Digunakan metode regresi berganda (multiple regression) untuk membuat model tersebut. Hasil yang didapatkan yaitu model hubungan antar variable yang dianalisis, yang nantinya dapat digunakan sebagi rekomendasi terhadap pembangunan early warning
ANALYSIS THE NUMBER OF DEMAND AND EXPECTATIONS OF TOURISTS TOWARDS KLATEN TOURISM BUSS (CASE STUDY AT UMBUL PONGGOK) Nur Jae Priyatna; Hera Widyastuti
Journal of Tourism Destination and Attraction Vol 9 No 2 (2021): Journal of Tourism Destination and Attraction
Publisher : Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/tourism.v9i2.1744

Abstract

Tourists who go to Umbul Ponggok choose to use private or rent vehicles, just because tourism transportation is not yet available. This condition opens opportunities for the need for tourism transportation, especially those that go to the Umbul Ponggok tourist attraction and later to other tourism objects that might be integrated. This research was conducted to analyze the demand for tourism transportation which is expected to be an alternative for tourism infrastructure in Umbul Ponggok in particular and other tourism in Klaten City in general. The data collection method is done by giving questionnaires to Umbul Ponggok tourists which is also the primary data. In addition, the existing tourists are assumed to be potential users of the tourism bus later. Secondary data used are data on visitors to Umbul Ponggok from the Office of Culture, Tourism, Youth and Sports (Disbudparpora) Klaten. The results obtained from the binary logistic regression model probability analysis show the number of tourism bus transportation demand based on the survey results as much as 78% (78 respondents out of 100 tourists) expect and welcome tourism transportation. This condition is also influenced by the independent variable of the Umbul Tourism Performance Level of 95.58%. Next is the expectations of tourists, the most important thing according to Umbul Ponggok visitors is the speed of the officers in serving the swimming equipment rental with an average expectation value of 4.19.
Analisis Perpindahan Moda dari Taksi dan Mobil Pribadi ke Bus Damri di Bandar Udara Juanda Surabaya Devina Octavianti; Hera Widyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.065 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1352

Abstract

Pesatnya pertumbuhan penumpang di Bandar Udara Juanda yang terjadi pada setiap tahunnya, menyebabkan meningkatnya jumlah pengguna taksi dan mobil pribadi. Semakin bertambah pengguna taksi dan mobil pribadi tersebut, maka semakin padat kendaraan yang memenuhi ruas jalan akses ke dan dari Bandar Udara Juanda Surabaya. Dalam tugas akhir ini dilakukan analisa untuk mengetahui jumlah penumpang yang bersedia untuk berpindah moda dari taksi dan mobil pribadi ke bus Damri di Bandar Udara Juanda Surabaya. Data primer diperoleh dari hasil survey kuisioner penumpang taksi dan mobil pribadi dengan teknik stated preference. Metode yang digunakan untuk menganalisa data adalah metode logit biner. Dari hasil analisa, terlihat bahwa penumpang dengan penghasilan Rp. 2 juta – Rp. 5 juta dan berasal tujuan dari kota luar Surabaya lebih dominan menggunakan mobil pribadi daripada taksi. Probabilitas perpindahan moda dari taksi ke bus Damri adalah 22%  untuk bus dengan tarif Rp. 20.000 dan waktu tempuh 35 menit. Sedangkan probabilitas perpindahan moda dari mobil pribadi ke bus Damri adalah 66% untuk bus dengan tarif Rp. 15.000 dan waktu tempuh 35 menit.
Studi Kelayakan Pembangunan Fly Over Jalan Akses Pelabuhan Teluk Lamong Ditinjau Dari Segi Lalu Lintas Dan Ekonomi Jalan Raya Lina Hasyyati; Hera Widyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.486 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8937

Abstract

- Pelabuhan Teluk Lamong adalah proyek PT. Pelindo III sebagai sarana penunjang Pelabuhan Tanjung Perak yang terletak sekitar 2 km dari pantai Teluk Lamong. Pelabuhan ini berfungsi sebagai pelabuhan barang yang nantinya akan disinggahi oleh kapal – kapal besar dengan kapasitas maksimum 35.000 DWT. Dengan kapasitas sebesar itu tentu akan membuat Pelabuhan Teluk Lamong mempunyai lalu lintas keluar masuk truk ekspedisi yang tinggi sehingga dapat membuat kemacetan di jalan sekitarnya. Tugas Akhir ini akan menganalisis kelayakan dari pembangunan fly over di Jalan Akses Pelabuhan Teluk Lamong yang ditinjau dari segi lalu lintas dan ekonomi jalan raya. Analisis yang akan dihitung antara lain analisis tingkat kinerja jalan berupa Derajat Kejenuhan (DS), analisis perhitungan penghematan nilai waktu dan Biaya Operasional Kendaraan (BOK), analisis Benefit Cost Ratio (BCR) dan analisis Net Present Value (NPV). Dalam Tugas Akhir ini pada kondisi eksisting tahun 2014 nilai DS = 0,633 < 1 untuk arah Surabaya – Gresik dan DS = 0,991 arah sebaliknya, maka kinerja jalan sudah hampir tidak berfungsi dengan baik. Jika dilihat dari hasil perhitungan KAJI maka dapat disimpulkan bahwa pembangunan fly over Jalan Akses Pelabuhan Teluk Lamong layak dari segi lalu lintas, karena dengan adanya fly over nilai DS berkurang yaitu pada tahun 2034 untuk arah keluar pelabuhan DS = 0,267 dan arah sebaliknya DS = 0,371. Adapun analisis kelayakan fly over secara ekonomi akan ditentukan berdasarkan nilai rasio benefit dan cost. Benefit yang dihitung adalah penghematan BOK dan nilai waktu, nilai BOK dihitung berdasarkan metode Jasa Marga. Didapat nilai BCR = 2,87 > 1 dan NPV = Rp 1.402.399.817.323 > 0 hal ini menunjukkan proyek memenuhi syarat kelayakan secara ekonomi.
Analisis Probabilitas Perpindahan Moda Dari Bus Ke Kereta Api Siliwangi Jurusan Sukabumi-Cianjur Menggunakan Analisis Regresi Logit Biner Muhammad Fatoni Nurdiansyah; Hera Widyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.603 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.9011

Abstract

Pemerintah mulai mengaktifkan kembali jalur kereta api jurusan Sukabumi – Cianjur, pengaktifan KA Siliwangi diharapkan mampu memaksimalkan pengangkutan dan pelayanan terhadap penumpang dan barang serta memberikan alternatif pilihan moda kepada warga Sukabumi dan Cianjur. Sehingga dengan menggunakan KA Siliwangi diharapkan bisa menghindari masalah yang dialami oleh pengguna akses jalan raya, seperti kemacetan yang disebabkan oleh perbaikan jalan dan aktifitas industri yang sering dialami oleh pengguna kendaraan pribadi dan kendaraan umum di jalan Sukabumi-Cianjur. Teknik Stated Preference digunakan untuk mendapatkan data primer dengan penyebaran kuisioner kepada penumpang bus jurusan Sukabumi –Cianjur. Data yang diperoleh dari penyebaran kuisioner kemudian dianalisa. Hal yang dianalisa yaitu karakteristik penumpang bus serta kesediaan penumpang bus untuk beralih menggunakan moda kereta api. Untuk menganalisa probabilitas digunakan logit biner untuk memudahkan proses analisa. Dengan analisa regresi logistik biner diharapkan probabilitas perpindahan moda dapat diketahui. Dari hasil regresi didapatkan dari analisa regresi logistik biner didapatkan penumpang 61,92% dari 239 responden yang bersedia pindah dari bus ke KA Siliwangi tujuan Sukabumi-Cianjur, dengan 53 orang responden (39,3%) yang menginginkan tarif sebesar Rp 20.000 dan 135 orang responden (56,5%) waktu tempuh yang diharapkan selama 60 menit menggunakan KA Siliwangi
Analisis Kelayakan Ekonomi dan Finansial Pembangunan Jalan Tol Pandaan - Malang Nur Fajar Aprilia Sari; Hera Widyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.523 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41495

Abstract

Pembangunan Jalan Tol Pandaan – Malang memerlukan pertimbangan ekonomi dan finansial untuk menghindari adanya penanaman modal yang terlalu besar. Analisis kelayakan ini sangat penting bagi masyarakat pengguna jalan, pemerintah, dan investor. Pertimbangan ekonomi dibutuhkan untuk mengetahui manfaat dari adanya Jalan Tol Pandaan - Malang terhadap masyarakat sekitar, sedangkan pertimbangan finansial dibutuhkan sebagai acuan dalam investasi agar jalan tol ini merupakan perencanaan yang efisien. Oleh karena itu perlu dilaksanakan analisis kelayakan dari adanya Jalan Tol Pandaan – Malang agar mengetahui apakah jalan tol ini layak untuk dibangun. Pada studi ini, akan dianalisis kelayakan Jalan Tol Pandaan – Malang dengan merekapitulasi data-data volume kendaraan di jalan eksisting, yaitu jalan dari Kecamatan Pandaan sampai Kota Malang dengan pembagian ruas tertentu yang nantinya akan memberikan pengaruh terhadap jalan tol rencana. Data-data ini berupa data sekunder dari survey traffic counting, yang didapatkan dari Laboratorium Perhubungan Departemen Teknik Sipil ITS. Kemudian menghitung derajat kejenuhan dari jalan eksisting sebelum dibangun Jalan Tol Pandaan – Malang untuk mengetahui kinerja lalu lintas jalan tersebut. Setelah itu dilakukan perhitungan untuk mengetahui presentase perpindahan kendaraan dari jalan eksisting ke Jalan Tol Pandaan – Malang dengan analisis trip assignment menggunakan 3 metode, yaitu Metode Smock, Metode Davidson, dan Metode JICA I. Namun akhirnya menggunakan Metode Smock dikarenakan banyak pertimbangan. Dari analisis trip assignment, maka didapatkan volume kendaraan yang akan melewati jalan tol rencana sehingga dapat menghitung derajat kejenuhan dari jalan tol rencana. Dari hasil analisis, didapatkan untuk kelayakan ekonomi BCR sebesar 2,796 > 1 dan nilai NPV sebesar Rp. 15.531.872.832.729 > 0. Untuk kelayakan finansial didapatkan nilai BCR sebesar 2,938 > 1, nilai NPV sebesar Rp. 16.760.098.491.986 > 0 dan nilai IRR sebesar 11,926% > 4,86% (MARR). Serta waktu Payback Period selama 17 tahun 6 bulan 22 hari. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan pembangunan Jalan Tol Pandaan – Malang dikatakan layak dari segi ekonomi dan finansial
Analisis Daerah Rawan Kecelakaan Lalu Lintas pada Ruas Jalan Tol Surabaya-Gempol. Asep Fahza; Hera Widyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.371 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42123

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan indikator utama tingkat keselamatan jalan raya. Di negara maju masalah keselamatan jalan merupakan masalah yang sangat diperhatikan guna mereduksi kuantitas kecelakaan yang terjadi. Hal ini menjadi indikator terhadap pentingnya  memahami karakteristik kecelakaan. Jumlah korban yang cukup besar akan memberikan dampak ekonomi (kerugian material) dan sosial yang tidak sedikit. Tujuan tugas akhir ini adalah menghitung besarnya angka kecelakaan pada ruas jalan tol Surabaya-Gempol, menghitung nilai ekonomi akibat kecelakaan berdasarkan tingkat keparahan korban menggunakan metode The Gross Output (Human Capital). Menganalisis  daerah rawan kecelakaan (Balck Site) dengan metode Z-Score dan Cummulative Summary (Cusum), membuat titik daerah rawan kecelakaan pada ruas jalan yang sering terjadi kecelakaan. Dari hasil  analisis  menunjukkan bahwa ruas jalan yang memiliki Accident Rate tertinggi untuk  korban meninggal dunia dunia di jalan tol Surbaya-Gempol adalah pada tahun 2016, untuk luka berat pada tahun 2016, untuk korban luka ringan adalah pada tahun 2014. Uji Hipotesis One Way-ANNOVA membuktikan bahwa bulan dan harinya terjadinya kecelakaan lalu lintas memberikan hasil yang sama identik,tidak berpengaruh terhadap kejadian kecelakaan, sedangakn jam terjadi, jenis kelamin dan cuaca kejadian kecelakaan memberikan hasil sebaliknya yaitu berbeda nyata atau berpengaruh pada terjadnya kecelakaan.  Dari hasil perhitungan menggunakan metode The Gross Output (Human Capital) didapat nilai ekonomi akibat kecelakaan lalu-lintas yang melibatkan korban meninggal dunia (tahun 2012-2016) sebesar Rp. 14.931.019.884,70, sedangkan korban luka berat (tahun 2012-2016) sebesar Rp. 2.711.662.398,14, dan korban luka ringan (tahun 2012-2016) sebesar Rp. 1.338.232.607,76 . Dengan metode Z-Score diperoleh daerah rawan kecelakaan pada ruas jalan tol Waru-Sidoarjo pada STA 24-25. Lokasi Black spot terletak di STA 18-19 dan STA 22-24.
Perencanaan Gerbang Tol pada Jalan Tol Serpong-Cinere Ruas JORR 2 Jakarta Anggrainy Septianingrum; Hera Widyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.648 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.47734

Abstract

Jalan tol merupakan bagian dari suatu sistem jaringan jalan nasional yang dikhususkan untuk kendaraan minimal 2 gandar (truk, mobil, bis, dll) dan sebelum para pengguna memasuki jalan tol tersebut terdapat gerbang tol dimana pengguna harus membayar sesuai golongan dan tarif yang berlaku. Dalam perhitungan ini, metode disiplin antrian yang digunakan yaitu metode First In First Out dan sistem struktur yang digunakan yaitu Single Channel-Single Phase. Perhitungan perencanaan gerbang tol ini nantinya akan merencanakan gerbang tol otomatis dan On Board Unit. Dari hasil perhitungan perencanaan gerbang tol Serpong-Cinere ini didapatkan 5 gerbang tol, yaitu gerbang tol Jakarta (Ramp 3 dan Ramp 4), gerbang tol Serpong (Ramp 1 dan Ramp 2) dan gerbang tol RE Martadinata. Pada perhitungan di tahun 2019, gerbang tol Jakarta arah masuk dan arah keluar  terdapat 3 gardu tol dimana masing-masing 1 gardu tol (GTO, GTO khusus dan On Board Unit). Untuk  gerbang tol Serpong arah masuk dan arah keluar terdapat 3 gardu tol dimana masing-masing 1 gardu tol (GTO, GTO khusus dan On Board Unit). Untuk gerbang tol RE Martadinata terdapat 6 gardu tol dengan masing-masing 3 gardu tol keluar dan 3 gardu tol masuk. Kemudian untuk tahun 2024, dan 2029 adanya pertambahan jumlah gardu tol dari perhitungan tahun 2019.
Evaluasi Tingkat Pelayanan Gerbang Tol Kapuk pada Ruas Tol Prof Dr. Sedyatmo, Jakarta Utara Wika Wulandari; Hera Widyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.429 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48097

Abstract

Jalan tol merupakan jalan bebas hambatan bagi kendaraan bersumbu dua atau lebih yang penggunanya wajib membayar tarif tol dan bertujuan untuk mempersingkat jarak dan waktu tempuh. Pada suatu sistem jaringan jalan tol masih didapati aksessibilitas yang belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol karena masih ditemui kemacetan. Kemacetan tersebut sering terjadi di pintu gerbang tol dimana merupakan akses masuk dan keluar jalan tol. Studi kasus penelitian masalah ini dilakukan pada gerbang tol Kapuk yang yang berada pada ruas Jalan Tol Prof Dr. Sedyatmo. Pada pada gerbang tol ini sering terjadi antrian yang panjang terutama pada jam-jam sibuk. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah waktu pelayanan gerbang tol, panjang antrian kendaraan, volume lalu lintas dan peta jalan tol. Metode forecasting juga digunakan untuk mendapatkan lalu lintas hingga beberapa tahun kedepan. Parameter yang digunakan dalam analisa kapasitas gerbang tol ini adalah panjang antrian dan waktu pelayanan. Hasil evaluasi dan perencanaan ulang gerbang tol Kapuk ini adalah panjang antrian dan jumlah gate yang dibutuhkan untuk menampung volume kendaraan yang ada. Untuk tahun 2019 jumlah gate untuk GTO adalah 16 dengan panjang antrian 8 emp, OBU adalah 1 dengan panjang antrian 0 emp, Multigate yang semula hanya ada 3 gardu dievaluasi menjadi 5 gardu multigate dengan panjang antrian 2 emp untuk 4 gardu tol multigate dan 1 emp untuk satu gardu multigate. Tahun 2024 jumlah gate untuk GTO adalah 10 gate dengan panjang antrian 2 emp, OBU adalah 7 dengan panjang antrian 4 emp, untuk gardu tol multigate direncanakan masih berjumlah 5 gate dengan panjang antrian 7 emp. Dan hasil analisis tahun 2029 jumlah gate untuk GTO adalah 7 gate dengan panjang antrian 4 emp, OBU adalah 8 gate dengan panjang antrian 2 emp, dan gardu tol multigate direncanakan menjadi 7 gate dengan panjang antrian 5 emp.Jalan tol merupakan jalan bebas hambatan bagi kendaraan bersumbu dua atau lebih yang penggunanya wajib membayar tarif tol dan bertujuan untuk mempersingkat jarak dan waktu tempuh. Pada suatu sistem jaringan jalan tol masih didapati aksessibilitas yang belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol karena masih ditemui kemacetan. Kemacetan tersebut sering terjadi di pintu gerbang tol dimana merupakan akses masuk dan keluar jalan tol. Studi kasus penelitian masalah ini dilakukan pada gerbang tol Kapuk yang yang berada pada ruas Jalan Tol Prof Dr. Sedyatmo. Pada pada gerbang tol ini sering terjadi antrian yang panjang terutama pada jam-jam sibuk. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah waktu pelayanan gerbang tol, panjang antrian kendaraan, volume lalu lintas dan peta jalan tol. Metode forecasting juga digunakan untuk mendapatkan lalu lintas hingga beberapa tahun kedepan. Parameter yang digunakan dalam analisa kapasitas gerbang tol ini adalah panjang antrian dan waktu pelayanan. Hasil evaluasi dan perencanaan ulang gerbang tol Kapuk ini adalah panjang antrian dan jumlah gate yang dibutuhkan untuk menampung volume kendaraan yang ada. Untuk tahun 2019 jumlah gate untuk GTO adalah 16 dengan panjang antrian 8 emp, OBU adalah 1 dengan panjang antrian 0 emp, Multigate yang semula hanya ada 3 gardu dievaluasi menjadi 5 gardu multigate dengan panjang antrian 2 emp untuk 4 gardu tol multigate dan 1 emp untuk satu gardu multigate. Tahun 2024 jumlah gate untuk GTO adalah 10 gate dengan panjang antrian 2 emp, OBU adalah 7 dengan panjang antrian 4 emp, untuk gardu tol multigate direncanakan masih berjumlah 5 gate dengan panjang antrian 7 emp. Dan hasil analisis tahun 2029 jumlah gate untuk GTO adalah 7 gate dengan panjang antrian 4 emp, OBU adalah 8 gate dengan panjang antrian 2 emp, dan gardu tol multigate direncanakan menjadi 7 gate dengan panjang antrian 5 emp.
Co-Authors Agustina, Yanida Ahyudanari, Ervina Aldila Riana Prabawati, Aldila Riana Alfian Ravi Roshan Andini, Ratna Andre Jonathan Sihombing Anggrainy Septianingrum Arinda Leliana Arinda Leliana Arinda Pramudita Arisma Havino Wantana Asep Fahza Baharini, Intan Novelia Bahasuan, Zahir Rusdi Benediktus Wisnumurti Biaggi Rafii Kusumanto Budi Rahardjo Budi Rahardjo Budi Raharjo Cahya Buana Catur Arif P., Catur Catur Arif Prastyanto, Catur Arif Catur Arif, Catur Data Iranata Dea Adlina Tiara Wibowo Devina Octavianti Dimas Puji Santosa Dio Hananda Ziantono Dwiana Novianti Tufail Dyni Indar Karunianingrum Eriza Islakhul Ulmi Ermitha Faradisa Qori&#039;atanadya Farida Rahmawati Fathoni, Syahrul Felicia Megah Putri Fardyaz Firmansyah Maulana Azhali Fistcar, Wawarisa Alnu Gaspar Yanuar Kanio Tuames Gaspar Yanuarius Kanio Tuames Gde Kartika, Anak Agung Heni Prasetyo Ida Bagus Barawakya Ikhwan, Maylana Indrasurya B Mochtar Indrasurya B. Mochtar Iranata, Data Istiar Istiar Istiar Istiar Istiar Istiar Istiar, Istiar Joko Purwanto Khairunnisa, Shaafiyah Zahroo Krisna Adi Chandra Kusmarini, Esti Peni Leila Adriana Leliana, Arinda Lina Hasyyati Lubis, Reysha Rizki Amanda M. Jufry, M. Makruf, Martin Maulidya, Fairuz Sasqia Ma`ruf Tsaghani Purnomo Mochamad Syaiful Arif Mochammad Choirul Rizal Mochtar, Indrasurya B Mochtar, Indrasurya B. Mohamad Bagus Ansori Muhammad Fatoni Nurdiansyah Muhammad Hadid Muhammad Hadid, Muhammad Muhtadi, Adhi Nur Fajar Aprilia Sari Nur Fajar Aprilia Sari Nur Indah Mukhoyyaroh Nur Iqlima, Anita Rahma Nur Jae Priyatna Palamba, Widsri Lai Lai Prastyanto, Catur Arif Putri, Isria Miharti Maherni Rafida Rahmah Rahayu Pradita Rahmad Handika Ratna Septa Sari Tuhepaly Risdianto, Dwi Ristiyanto, Hartono Guntur Rizki Amaliah Sari, Putu Tantri Kumala Sebayang, Deci Rianta Br Soimun, Ahmad Syafira Khayam Umboro Lasminto Ummatus Sholikhah, Ummatus Ummatus Solikhah, Ummatus Utami, Adita Vrischa Natalia Arung Wahju Herijanto Wahyu Herijanto Wahyu Satyaning Budhi Wika Wulandari Yanida Agustina Yecky Nuranditasari Yohanes Eric Delano Zaldy Purwa