Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Gerbang Tol (Studi Kasus: Gerbang Tol Sei Rampah dan Gerbang Tol Tebing Tinggi Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi) Rahmad Handika; Hera Widyastuti; Cahya Buana
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.693 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48313

Abstract

Jalan tol merupakan fasilitas transportasi yang dibangun dengan tujuan untuk memperlancar lalu lintas daerah dan meningkatkan mobilitas orang dan barang demi pertumbuhan wisata dan pertumbuhan ekonomi daerah. Jalan tol itu sendiri memiliki gerbang tol yang merupakan tempat proses pelayanan transaksi tol terjadi. Namun, Salah satu permasalahan yang sering terjadi di jalan tol adalah kemacetan kendaraan khususnya di gerbang tol. Pada studi ini metodologi yang digunakan sebagai disiplin antrian adalah First In First Out dan Single Channel-Single Server sebagai struktur antrian pada perencanaan gerbang tol ini serta mempertimbangkan Gerbang Tol Otomatis (GTO). Studi ini mengevaluasi jumlah gerbang tol yang optimum dalam segi panjang antrian dan tingkat pelayanan untuk tahun 2019, 2024, dan 2029. Hasil dari evaluasi studi ini adalah panjang antrian terpanjang yang terjadi pada Gerbang Tol Sei Rampah masuk adalah 20 m; Gerbang Tol Sei Rampah keluar sepanjang 25 m; Gerbang Tol Tebing Tinggi masuk sepanjang 20 m; Gerbang Tol Tebing Tinggi keluar sepanjang 15 m. Jumlah gardu yang perlu dibuka pada saat ini yaitu untuk gerbang tol Sei Rampah masuk = 3 gardu; untuk gerbang tol Sei Rampah keluar = 3 gardu; untuk gerbang tol Tebing Tinggi masuk = 4 gardu; untuk gerbang tol Tebing Tinggi keluar = 3 gardu. Jumlah gardu yang perlu dibuka pada tahun 2024 yaitu untuk gerbang tol Sei Rampah masuk = 3 gardu; untuk gerbang tol Sei Rampah keluar = 3 gardu; untuk gerbang tol Tebing Tinggi masuk = 5 gardu; untuk gerbang tol Tebing Tinggi keluar = 4 gardu. Jumlah gardu yang perlu dibuka pada tahun 2029 yaitu untuk gerbang tol Sei Rampah masuk = 4 gardu; untuk gerbang tol Sei Rampah keluar = 4 gardu; untuk gerbang tol Tebing Tinggi masuk = 5 gardu; untuk gerbang tol Tebing Tinggi keluar = 4 gardu.
Perencanaan Geometrik dan Perkerasan Jalan Tol kertosono-Kediri (Kertosono STA 0+000 sampai Kediri STA 21+300 Heni Prasetyo; Hera Widyastuti; Anak Agung Gde Kartika
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51140

Abstract

Dengan terus meningkatnya perekonomian di wilayah Jawa Timur terutama di wilayah Kertosono dan Kediri, maka mobilitas atau pergerakan barang dan jasa antara kedua wilayah ini pun semakin meningkat. Oleh karena itu diperlukan adanya jalur alternatif yang menghubungkan Kertosono-Kediri dan dipilih jalan tol sebagai jalur alternatif. Pembangunan jalan tol merupakan solusi karena dapat mengalihkan kepadatan lalu lintas yang terjadi di Simpang Tiga Mengkreng, Kertosono sehingga dapat menimbulkan kelancaran arus lalu lintas dan efisiensi. Trase yang digunakan pada Jalan Tol Kertosono-Kediri mengacu pada studi terdahulu dengan judul “Perencanaan Trase Pembangunan Jalan Tol Kertosono-Kediri Ditinjau dari Kelayakan Ekonomi dan Finansial” oleh Dea Adlina Tiara Wibowo yang dibimbing oleh Ir. Hera Widyastuti, MT, Ph.D. Dari hasil perancangan jalan tol ini didapatkan jumlah lengkung sebanyak 11 dan lengkung vertikal sebanyak 15. Tebal lapisan perkerasan kaku didapatkan 285 mm pada badan jalan dan 265 mm pada bahu jalan dengan lapisan tambahan pada keduanya yaitu lapisan beton kurus (LMC) 100 mm, lapisan drainase 150 mm dan lapisan stabilisasi semen 300 mm.Total anggaran biaya material untuk pembangunan Jalan Tol ini sebesar Rp 428.076.783.131.
Studi Kelayakan Lalu Lintas dan Ekonomi Pembangunan Underpass Kentungan, Yogyakarta Ermitha Faradisa Qori'atanadya; Hera Widyastuti; Anak Agung Gde Kartika
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55662

Abstract

Persimpangan lazim ditemui di daerah perkotaan. Tidak sedikit persimpangan menimbulkan permasalah seperti kemacetan akibat tundaan yang terjadi, salah satunya di Simpang Kentungan Kota Yogyakarta. Untuk mengurangi kemacetan dan mengurai volume kendaraan maka perlu dilakukan rencana pembangunan underpass di Simpang Kentungan. Penelitian ini berupa analisis kelayakan lalu lintas dan ekonomi pembangunan underpass Kentungan, Yogyakarta. Kelayakan lalu lintas dinilai dengan membandingkan kinerja jalan saat sebelum adanya underpass dengan setelah adanya underpass. Kelayakan Ekonomi dinilai berdasarkan analisis Benefit Cost Ratio (BCR) dan Net Present Value (NPV).Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan, didapatkan Dj pada tahun 2020 (without project) yaitu 0,959 dari arah Timur dan 1,028 dari arah Barat. Derajat jenuh akan menurun pada jalan eksisting setelah beroperasinya underpass pada tahun 2020 dimana Dj menjadi 0,54 dari arah Timur dan 0,625 dari arah Barat. Berdasarkan hasil analisis kelayakan dari segi ekonomi akan didapatkan nilai Benefit Cost Ratio (BCR) = 2,112 > 1, Net Present Value (NPV) = Rp 348.867.160.752 > 0, Sesuai persyaratan untuk analisis kelayakan ekonomi, rencana pembangunan Underpass Kentungan Yogyakarta dikatakan layak.
Analisis Kelayakan dari Segi Ekonomi pada Rencana Pembangunan Flyover Lenteng Agung–Iisip, Jakarta Selatan Biaggi Rafii Kusumanto; Hera Widyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55659

Abstract

Kemacetan pada ruas Jalan Lenteng Agung Raya, Jakarta Selatan merupakan hal yang cukup sering terjadi, seperti saat pagi hari ketika masyarakat mulai berangkat menuju tempat aktivitasnya masing-masing dan juga saat sore hari ketika mereka kembali dari aktivitasnya. Penyebab kemacetan lainnya adalah adanya perlintasan rel kereta api yang sebidang dengan jalan, sehingga ketika kereta api sedang melintas maka otomatis kendaraan akan terhenti untuk mengantre dan menunggu kereta api selesai melintas. Dengan begitu maka pemerintah merencanakan pembangunan infrastruktur dengan harapan bisa mengurangi permasalahan kemacetan tersebut yaitu berupa flyover. Dengan adanya flyover diharapkan dapat mengurangi kemacetan tersebut. Dalam studi ini, akan dianalisis studi kelayakan dari rencana pembangunan flyover ini dari segi ekonominya dengan usia rencana 30 tahun berdasarkan data sekunder. Data tersebut nantinya akan diolah dan kemudian dilakukan analisis. Kelayakan lalu lintas dianalisis dengan membandingkan kinerja lalu lintas eksisting yaitu sebelum pembangunan dan nantinya sesudah dibangun flyover. Kinerja lalu lintas dianalisis dengan mengacu sesuai dengan. Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI), lalu kelayakan ekonominya akan dianalisis dari hasil perhitungan BCR (Benefit Cost Ratio) dan NPV (Net Present Value). Dan metode yang digunakan untuk analisis biaya operasional kendaraan (BOK) adalah Metode Jasa Marga, Ndlea, dan Metode Clarkson H. Oglesby & R. Gary Hicks. Berdasarkan perhitungan dan hasil analisis yang dilakukan, saat sebelum dibangun flyover didapatkan derajat kejenuhan arah Depok – Pasar Minggu, Pasar Minggu- Depok, Depok- Depok, dan Pasar Minggu - Pasar Minggu berurutan adalah 1,15, 1,07, 0,26, dan 0,38. Sedangkan setelah dibangun flyover menurun menjadi 0,96, 0,81, 0,25, dan 0,36. Untuk kelayakan dari segi ekonomi didapatkan nilai BCR sebesar 3,763 > 1 juga nilai NPV sebesar Rp969,848,224,093 > 0 sehingga pembangunan flyover ini dapat dikatakan layak secara ekonomi.
Analisis Kelayakan Jalan Tol Semarang-Demak dari Aspek Ekonomi dan Finansial Rafida Rahmah; Hera Widyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57431

Abstract

Semarang dan Demak merupakan dua wilayah yang terletak di provinsi Jawa Tengah, yang saat ini dihubungkan dengan jalur Pantai Utara. Jalan Tol Semarang-Demak direncanakan untuk mengatasi kemacetan dan banjir rob yang sering terjadi di jalur tersebut. Agar perencanaan Jalan Tol Semarang-Demak efisien dan layak investasi, perlu dilakukan analisis kelayakan Jalan Tol Semarang-Demak dari segi ekonomi dan finansial. Data yang digunakan untuk menganalisis kelayakan Jalan Tol Semarang-Demak adalah data geometri jalan eksisting yang diperoleh dari program bantu google earth dan Direktorat Jenderal Bina Marga, data geometri rencana jalan tol yang diperoleh dari PT. PP Semarang-Demak, dan data lalu lintas di jalan eksisting yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Bina Marga. Data tersebut digunakan untuk menganalisis kinerja jalan sebelum maupun setelah adanya jalan tol, menganalisis penghematan Biaya Operasi Kendaraan (BOK) dan nilai waktu, menganalisis trip assignment (pemilihan rute) untuk mengetahui persentase perjalanan yang berpindah dari jalan eksisting ke jalan tol, dan menganalisis kelayakan Jalan Tol Semarang-Demak dari aspek ekonomi dan finansial. Dalam studi ini, digunakan metode Smock, Davidson, JICA 1, dan kurva diversi untuk menganalisis trip assignment, namun pada akhirnya digunakan hasil dari metode Davidson. Untuk menganalisis kelayakan dari aspek ekonomi, digunakan parameter Benefit Cost Ratio (BCR), Net Present Value (NPV), dan Internal Rate of Return (IRR), sedangkan dari aspek finansial digunakan parameter Benefit Cost Ratio (BCR), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Dari hasil analisis kelayakan ekonomi diperoleh nilai BCR 1,003 (BCR>1), NPV Rp19.805.562.282 (NPV>0), dan IRR 5,331% (IRR>Suku bunga). Kemudian dari analisis kelayakan finansial, diperoleh nilai BCR 1,301 (BCR>1), NPV Rp1.727.104.175.998 (NPV>0), IRR 6,896% (IRR>suku bunga), dan PP pada tahun ke-28 bulan ke-3 (sebelum masa konsesi berakhir) terhitung sejak tahun 2021. Sehingga disimpulkan bahwa Jalan Tol Semarang-Demak layak dari aspek ekonomi dan finansial.
Analisis Kinerja Operasional Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jogja Trayek 8 Krisna Adi Chandra; Hera Widyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.58046

Abstract

Penerapan angkutan massal berbasis jalan raya di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami perkembangan yang cukup signifikan pada tahun 2017. Pemerintah provinsi menambah trayek Trans Jogja jika semula hanya 8 trayek kini telah bertambah menjadi 17 trayek. Trayek 8 merupakan salah satu trayek baru yang mulai beroperasi pada tahun 2017 dan merupakan salah satu trayek terpanjang karena menghubungkan penumpang dari Terminal Jombor menuju dalam Kota Yogyakarta dan dilanjutkan menuju jalan Ringroad Selatan. Trayek yang cukup baru tersebut diperlukan evaluasi untuk mengetahui bagaimana kinerja dalam melayani masyarakat umum dan dapat menjadi rujukan bagi Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan PT. Anindya Mitra Internasional (AMI) sebagai salah satu pengelola untuk meningkatkan kinerja operasional Bus Trans Jogja khususnya trayek 8. Kinerja operasinal bus Trans Jogja trayek 8 yang akan ditinjau melalui analisis waktu tempuh, analisis selisih kedatangan antar armada bus, analisis ruang dalam bus yang mencakup kenyamanan tempat duduk penumpang dan ruang berdiri untuk penumpang, analisis Load Factor bus, dan tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan bus Trans Jogja. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan didapatkan waktu tempuh rata-rata pada hari kerja adalah 1 jam 55 ment dan pada hari libur selama 1 jam 53 menit. Waktu tunggu (headway) pada hari kerja adalah 31 menit dan pada hari libur 31 menit. Angka kenyamanan untuk tempat duduk penumpang 0,27 m2/seats dan tempat berdiri penumpang 0,3 m2/space dengan kapasitas angkut 1 bus sebanyak 40 penumpang. Faktor muat rata-rata pada bus trans jogja trayek 8 pada homor bus 92, 93, 94, 108, 108 secara berurutan sebesar 32%, 27%, 24%, 29%, 34%. Dari hasil pengukuran Kualitas pelayanan terhadap kepuasan penumpang disimpulkan bahwa Bus Trans Jogja Trayek 8 belum memenuhi kriteria sebagai BRT dikarenakan Trans Jogja tidak memiliki jadwal yang pasti dan tidak memiliki jalur khusus.
Analisa Kecelakaan Lalu Lintas di Ruas Jalan Tol Cipularang, Purwakarta Andre Jonathan Sihombing; Hera Widyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57996

Abstract

Semakin bertambahnya jumlah pemakai kendaraan bermotor di Indonesia meningkatkan juga angka kecelakaan di Indonesia. Salah satu jalan tol yang marak dengan kecelakaan lalu lintas adalah Jalan Tol Cipularang di Purwakarta. Selama dekade ini angka kecelakaan di Jalan Tol Cipularang selalu berada di tingkat yang tinggi, oleh karena itu diperlukan analisa di jalan tol tersebut untuk mengurangi angka kecelakaannya.Analisis kecelakaan Jalan Tol Cipularang pada studi ini dianalisis dengan menghitung besarnya angka kecelakaan, menghitung accident rate, menggambarkan peta Collision Diagram dan Blackspot menggunakan data kecelakaan di ruas Jalan Tol Cipularang, Purwakarta dari tahun 2015 – 2019, dan menghitung besaran nilai ekonomi akibat kecelakaan tersebut. Hasil analisis menunjukan bahwa accident rate di ruas jalan tol Cipularang berdasarkan klasifikasi kecelakaan fatal sebesar 3,672/100 JPKP, klasifikasi kecelakaan berat sebesar 8,379/100 JPKP, dan klasifikasi kecelakaan ringan sebesar 10,890/100 JPKP. Uji hipotesis dengan One Way-ANNOVA dari program IBM SPSS 25, membuktikan bahwa bulan dan hari terjadinya kecelakaan memberikan hasil yang sama identik, tidak berpengaruh terhadap kejadian kecelakaan, sedangkan jam terjadi kecelakaan, jenis kelamin pelaku, dan kondisi cuaca saat terjadinya kecelakaan memberikan hasil berbeda nyata atau berpengaruh terhadap kejadian kecelakaan. Melalui analisis blackspot ditemukan bahwa di ruas jalan tol Cipularang, Purwakarta terdapat 13 titik Black Spot dan ruas jalan yang memiliki angka kecelakaan tertinggi di ruas jalan tol Cipularang, Purwakarta adalah ruas Jatiluhur-Batas Wilayah Kepolisian Purwakarta dengan STA 24-STA 25 sebagai ruas jalan yang memilki nilai Cusum tertinggi. Melalui metode The Gross Output (Human Capital) diperoleh besaran biaya kecelakaan selama tahun 2015-209 untuk seluruh klasifikasi kecelakaan sebesar Rp. 37.392.457.988.
Perencanaan Gerbang Tol Sigli - Banda Aceh Benediktus Wisnumurti; Hera Widyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.58184

Abstract

Jalan tol merupakan jalan yang bebas hambatan, dikarenakan pengguna jalan semakin hari semakin meningkat maka dari itu pembangunan jalan tol bisa menjadi salah satu solusi dari kemacetan yang terjadi di jalan eksisting. Metode yang digunakan dalam perencanaan gerbang tol Sigli – Banda Aceh adalah antrian berlajur-tunggal dengan disiplin antrian First In First Out. Hasil dari perencanaan gerbang tol Sigli – Banda Aceh pada tahun 2021 gerbang tol Padang Tiji untuk arah masuk dan keluar terdapat 1 GTO, 1 GTO Khusus, dan 1 OBU. Gerbang tol Seulimeum untuk arah masuk dan keluar terdapat 2 GTO, 1 GTO Khusus, dan 1 OBU. Gerbang tol Jantho untuk arah masuk dan keluar terdapat 2 GTO, 1 GTO Khusus, dan 1 OBU. Gerbang tol Indrapuri untuk arah masuk dan keluar terdapat 1 GTO, 1 GTO Khusus, dan 1 OBU. Gerbang tol Blang Bintang untuk arah masuk dan keluar terdapat 1 GTO, 1 GTO Khusus, dan 1 OBU. Gerbang tol Kuta Baro untuk arah masuk dan keluar terdapat 1 GTO, 1 GTO Khusus, dan 1 OBU. Gerbang tol Baitussalam untuk arah masuk dan keluar terdapat 1 GTO, 1 GTO Khusus, dan 1 OBU. Pada tahun 2031 terdapat peningkatan jumlah gardu tol sesuai dengan pertumbuhan volume kendaran.
Perencanaan Gerbang Tol Kertosono - Kediri Yohanes Eric Delano; Hera Widyastuti; Anak Agung Gde Kartika
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.60247

Abstract

Penambahan volume kendaraan merupakan sumber utama dari masalah kemacetan di Indonesia. Salah satu cara yang paling efektif dalam mengatasi permasalahan ini yaitu dengan membangun jalan tol. Jalan tol adalah suatu jalan bebas hambatan yang dikhususkan untuk kendaraan roda 4 (empat) atau lebih dimana pengguna jalan tersebut dikenakan kewajiban membayar tarif (toll) sesuai dengan jarak yang ditempuh dan golongan kendaraan yang ia kendarai. Namun dalam suatu sistem jaringan jalan tol sering terjadi kemacetan dan antrian panjang dimana salah satunya disebabkan oleh perencanaan gerbang tol yang kurang optimum. Perencanaan gerbang tol ini menggunakan metode Multi Channel Single Phase sebagai struktur dasar proses antrian dan menggunakan disiplin antrian First In First Out (FIFO). Untuk perencanaan gerbang tol menggunakan gardu tol dengan sistem gerbang tol otomatis (GTO), on board unit (OBU), dan multi lane free flow (MLFF). Perencanaan gerbang tol Kertosono - Kediri ini merencanakan gerbang tol untuk tahun 2021 dan 2026. Perencanaan ini diharapkan dapat menentukan jumlah gerbang tol yang optimum dari segi tingkat pelayanan dan panjang antrian. Hasil yang didapat adalah sebagai berikut. Pada perencanaan gerbang tol Kertosono tahun 2021, terdapat 1 unit GTO khusus golongan I, 1 unit GTO campuran, dan 1 unit gardu tol OBU untuk arah masuk maupun keluar. Pada perencanaan gerbang tol Papar tahun 2021, terdapat 1 unit GTO khusus golongan I, 2 unit GTO campuran, dan 1 unit gardu tol OBU untuk arah masuk maupun keluar. Pada perencanaan gerbang tol Kediri tahun 2021, terdapat 1 unit GTO khusus golongan I, 1 unit GTO campuran, dan 1 unit gardu tol OBU untuk arah masuk maupun keluar. Pada tahun 2026, ada penambahan jumlah gardu tol pada masing masing gerbang tol akibat dari pertumbuhan jumlah kendaraan dari perencanaan sebelumnya pada tahun 2021.
MODELING OF QUEUE LENGTH AT RAILWAY LEVEL CROSSING CLOSE TO A SIGNALIZED INTERSECTION (CASE STUDY: JAGIR WONOKROMO SURABAYA RAILWAY LEVEL CROSSING) Nur Fajar Aprilia Sari; Hera Widyastuti
Journal of Civil Engineering Vol 36, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j20861206.v36i1.8725

Abstract

In Indonesia, there are still many level crossings, namely between railways and highways. This will cause congestion, in the form of queue length of vehicles that stop due to the gate closing at the railway level crossing. In addition, level railway crossing located near a signalized intersection can also affect the performance of signalized intersections. This is due to the queue length of vehicle that can interfere with intersection. Based on the problem, it is necessary to build two models. The first model is between the gate closing time at level crossing with the length and speed of the train using multiple regression method. The second model is between the gate closing time at level crossing and the queue length of vehicles using a simple regression method. The result of first model shows that the gate closing time at level crossing has a positive relationship with the length of train and a negative relationship with the speed of train. The relationship among these three variabels is y = -2.083  + 0.637   + 249.930. Y is described as the gate closing time at level crossing, while x1 is the speed of train and x2 is the length of train. While the result of second model regarding the relationship between the gate closing time at level crossing with the queue length of vehicles has a positive effect in each direction. The relationship between two variabels is y = 1.2329x + 84.725 for East Jagir Wonokromo Street from east to west direction and y = 0.5176x + 24.44 for East Jagir Wonokromo Street from west to east direction. Y is described as the gate closing time at level crossing and xis described as the queue length of vehicles.
Co-Authors Agustina, Yanida Ahyudanari, Ervina Aldila Riana Prabawati, Aldila Riana Alfian Ravi Roshan Andini, Ratna Andre Jonathan Sihombing Anggrainy Septianingrum Arinda Leliana Arinda Leliana Arinda Pramudita Arisma Havino Wantana Asep Fahza Baharini, Intan Novelia Bahasuan, Zahir Rusdi Benediktus Wisnumurti Biaggi Rafii Kusumanto Budi Rahardjo Budi Rahardjo Budi Raharjo Cahya Buana Catur Arif P., Catur Catur Arif Prastyanto, Catur Arif Catur Arif, Catur Data Iranata Dea Adlina Tiara Wibowo Devina Octavianti Dimas Puji Santosa Dio Hananda Ziantono Dwiana Novianti Tufail Dyni Indar Karunianingrum Eriza Islakhul Ulmi Ermitha Faradisa Qori'atanadya Farida Rahmawati Fathoni, Syahrul Felicia Megah Putri Fardyaz Firmansyah Maulana Azhali Fistcar, Wawarisa Alnu Gaspar Yanuar Kanio Tuames Gaspar Yanuarius Kanio Tuames Gde Kartika, Anak Agung Heni Prasetyo Ida Bagus Barawakya Ikhwan, Maylana Indrasurya B Mochtar Indrasurya B. Mochtar Iranata, Data Istiar Istiar Istiar Istiar Istiar Istiar Istiar, Istiar Joko Purwanto Khairunnisa, Shaafiyah Zahroo Krisna Adi Chandra Kusmarini, Esti Peni Leila Adriana Leliana, Arinda Lina Hasyyati Lubis, Reysha Rizki Amanda M. Jufry, M. Makruf, Martin Maulidya, Fairuz Sasqia Ma`ruf Tsaghani Purnomo Mochamad Syaiful Arif Mochammad Choirul Rizal Mochtar, Indrasurya B Mochtar, Indrasurya B. Mohamad Bagus Ansori Muhammad Fatoni Nurdiansyah Muhammad Hadid Muhammad Hadid, Muhammad Muhtadi, Adhi Nur Fajar Aprilia Sari Nur Fajar Aprilia Sari Nur Indah Mukhoyyaroh Nur Iqlima, Anita Rahma Nur Jae Priyatna Palamba, Widsri Lai Lai Prastyanto, Catur Arif Putri, Isria Miharti Maherni Rafida Rahmah Rahayu Pradita Rahmad Handika Ratna Septa Sari Tuhepaly Risdianto, Dwi Ristiyanto, Hartono Guntur Rizki Amaliah Sari, Putu Tantri Kumala Sebayang, Deci Rianta Br Soimun, Ahmad Syafira Khayam Umboro Lasminto Ummatus Sholikhah, Ummatus Ummatus Solikhah, Ummatus Utami, Adita Vrischa Natalia Arung Wahju Herijanto Wahyu Herijanto Wahyu Satyaning Budhi Wika Wulandari Yanida Agustina Yecky Nuranditasari Yohanes Eric Delano Zaldy Purwa