Claim Missing Document
Check
Articles

Penentuan Daerah Rawan Kecelakaan Lalu Lintas di Kota Surabaya Vrischa Natalia Arung; Hera Widyastuti
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1485.881 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i1.5328

Abstract

Kota Surabaya sebagai Ibukota Provinsi Jawa Timur menjadi pusat kegiatan pemerintahan, selain itu juga sebagai salah satu kota perdagangan, industri, serta pendidikan. Keadaan ini menyebabkan kegiatan masyarakat di Kota Surabaya cukup tinggi, sehingga menimbulkan kegiatan transportasi yang berdampak pada meningkatnya angka pertumbuhan lalu lintas. Salah satu dampak dari pertumbuhan lalu lintas adalah masalah kecelakaan lalu lintas. Selama tahun 2016 tercatat 1.126 kejadian kecelakaan lalu lintas di Kota Surabaya, sedangkan pada tahun 2017 tercatat 1.349 kejadian kecelakaan yang mengakibatkan 174 orang meninggal dunia. Pada penelitian ini digunakan metode Z-Score untuk menentukan daerah rawan kecelakaan (black site), sehingga diperoleh 3 (tiga) ruas jalan yang ditetapkan sebagai black site di Kota Surabaya, yaitu Jalan Ahmad Yani, Jalan Mastrip, dan Jalan Ir.Soekarno.
Studi Penentuan Nilai Ekivalensi Mobil Penumpang (EMP) Pada Sepeda Motor Untuk Ruas Jalan 4/2D di Sidoarjo Syafira Khayam; Hera Widyastuti
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 19, No 3 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.634 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v19i3.9241

Abstract

Dalam menentukan kapasitas terdapat beberapa parameter yang dijadikan acuan, yaitu seperti Ekivalen Mobil Penumpang (EMP), hambatan samping, geometrik jalan, dan ukuran kota. Berdasarkan hasil Analisa kinerja ruas jalan yang dihitung menggunakan MKJI 1997 dirasa belum mewakili karakteristik lalu lintas yang ada saat ini. Perbandingan kinerja ruas jalan pada saat menggunakan EMP MKJI dan EMP time headway  memiliki hasil yang signifikan, yaitu EMP time headway cenderung lebih besar dari EMP MKJI. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan volume kendaraan, karakteristik lalu lintas, geometrik jalan pada ruas jalan saat ini. Perbandingan kinerja jalan terbesar berada pada jam puncak sore pada ruas Jl. Majapahit arah Sidoarjo – Porong yaitu mencapai selisih derajat kejenuhan sebesar 0,646. Pada Jl. Jenggolo perbandingan terbesar berada pada jam puncak sore arah Sidoarjo – Surabaya yaitu mencapai selisih 0,939. Pada Jl. Pahlawan perbandingan terbesar berada pada jam puncak sore arah Sidoarjo – Krian yaitu mencapai selisih 0,144.
Analisis Probabilitas Pemilihan Moda Pesawat Terbang dan Kapal Laut pada Rute Fakfak – Sorong dengan Metode Revealed Preference Ratna Septa Sari Tuhepaly; Hera Widyastuti
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.265 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v17i1.4694

Abstract

Kabupaten Fakfak merupakan daerah kepulauan. Sarana angkutan laut dan angkutan udara menjadi alat transportasi antar kabupaten. Rute Fakfak–Sorong menjadi rute paling padat. Kota Sorong bukan hanya menjadi kota tujuan, tetapi juga menjadi penghubung ke kota lainnya. Oleh karena itu dalam penelitian ini perlu dilakukan analisis deskriptif untuk mengetahui karakteristik sosio-ekonomi penumpang dalam memilih moda pesawat terbang dan kapal laut pada rute Fakfak–Sorong. Selain itu dilakukan analisis regresi logistik biner dengan menggunakan teknik revealed preference untuk mendapatkan besaran nilai probabilitas penumpang dalam pemilihan moda pesawat terbang dan kapal laut. Hasil probabilitas pemilihan moda pesawat terbang terbesar ada pada variabel pendapatan diatas Rp. 5.000.000,- yaitu 61.75%, sedangkan hasil probabilitas pemilihan moda kapal laut terbesar ada pada variabel variabel pendapatan dibawah Rp. 1.500.000,- yaitu 83.36%.
Pengaruh Parameter Track Quality Indeks (Tqi) Terhadap Perilaku Bantalan Beton Wawarisa Alnu Fistcar; Hera Widyastuti; Data Iranata; Catur Arif Prastyanto
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5637.5 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i1.6274

Abstract

Perhitungan kualitas geometri jalan rel dapat diperoleh dengan menggunakan rumus standar perkeretaapian Indonesia. Hasil perhitungan untuk KA.Galunggung tahun 2018 memperoleh nilai maksimum sebesar 37,44. Sedangkan untuk KA.EM-120 pada tahun 2019 memperoleh nilai maksimum sebesar 40,75. Dari hasil perhitungan kedua kualitas geometri tersebut memiliki perbedaan nilai yang selanjutnya dijadikan tolak ukur untuk pengukuran yang dilakukan secara manual. Nilai geometri aktual selanjutnya di modelkan dengan progam bantu ABAQUS. Dimensi serta propeti material sesuai dengan keadaan yang ada di lokasi penelitian, dimensi bantalan beton tipe N-67 = 2000 x 250 x 215 mm, properti material (Fc’) = 54 Mpa dengan kuat tarik wire prestressed = 1400 Mpa, tipe rel 54 dan material balas yang digunakan sesuai dengan PM.60 tahun 2012. Beban aksial dengan kombinasi  7% Pd, 23% Pd, 40%, serta lateral displacement 0,1 Pd dan 0,2 Pd. Hasil dari analisa adalah tegangan tarik, tegangan tekan serta perpindahan pada struktur atas jalan rel. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh letak geometri jalan rel terhadap perilaku struktural bantalan beton. Hasil korelasi FEA pada kondisi normal dan perhitungan manual mempunyai perbedaan 4,055 % maka korelasi input material sudah baik. Hasil dari variasi letak geometri menunjukan perbedaan perilaku struktural pada bantalan beton, wire prestressed serta Rel. Pada nilai penyimpangan geometri terbesar (TQI > 40). Hasil tegangan tarik beton 2,878 Mpa, tengangan tekan beton 8,192 Mpa serta perpindahan terbesar 0.00124 mm, sedangkan tegangan tarik rel type 54 adalah 366,814 Mpa. Dari hasil tersebut maka sampai batas penyimpangan geometri yang dipakai di Indonesia, struktur atas jalan rel masih dapat menumpu beban yang bekerja secara optimal.
Studi Kepuasan Pengguna Jasa Angkutan Petikemas Terhadap Pelayanan Kereta Api dan Kapal Logistik (Studi Kasus: Koridor Surabaya-Jakarta) Rahayu Pradita; Hera Widyastuti
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.435 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i2.7394

Abstract

The freight train becomes an alternative mode of freight transport, especially containers. The container train can transport large loads in one way so it is more efficient. The trip can be reached by train faster due to the unconstrained congestion. The total number of carrier train users from Surabaya to be the most famous performance of the container train itself. This research aims to determine the performance and satisfaction of the service users, knowing the characteristics of the service users delivery goods, the mode selection factor between the ship and the container train, and recommend improvement of service advice on shipping goods with containers. Data collection In this study used a survey method with a questionnaire based on revealed preference with analysis with binary logistic regression, Customer Satisfaction Index (CSI). The results of the analysis showed that the factors influencing the delivery mode of goods between containers and marine vessels are the origin of goods and the purpose of goods. The results of customer satisfaction analysis of Kalimas Station and container Terminal of Surabaya are 0.794 and 0.8.
Analisa Lokasi dan Perancangan Fasilitas Sisi Udara Bandar Udara Bali Utara Ida Bagus Barawakya; Wahyu Herijanto; Catur Arif Prastyanto; Hera Widyastuti; Ervina Ahyudanari
Jurnal Transportasi: Sistem, Material, dan Infrastruktur Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.615 KB) | DOI: 10.12962/j26226847.v2i1.5027

Abstract

Jumlah pergerakan Bandara Ngurah Rai meningkat 6,1 persen antara tahun 2016-2017. Berdasarkan RTRW Provinsi Bali akan dibangun Bandara Bali Utara di daerah Kubutambahan, Buleleng. Oleh karena itu, perlu adanya evaluasi apakah lokasi pembangunan Bandara Bali Utara sesuai dengan Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan dan juga merencanakan fasilitas sisi udara pada Bandara Bali Utara. Pengumpulan data angin dari tahun 2014 hingga 2018 didapat dari Iowa State University Enviromental Messonet. Dari analisa data didapat bahwa arah runway adalah 90O. Pada perencanaan fasilitas sisi udara dilakukan pengumpulan data pergerakan penumpang dan pesawat dari tahun 2012 hingga 2016 pada Bandara Ngurah Rai yang didapat dari PT. Angkasa Pura 2 dan Kementerian Perhubungan Udara, kemudian dilakukan regresi untuk mendapatkan data pergerakan pada 20 tahun rencana. Dari data historis tersebut dikalikan dengan presentase demand pergerakan penumpang dan pesawat di Bandara Bali Utara yang didapat dari perbandingan tingkat pertumbuhan penghunian hotel di Bali Utara. Presentase yang didapat yakni sebesar 43,3% sehingga pergerakan penumpang pada 20 tahun rencana sebesar 18.035.382 penumpang dan pergerakan pesawat 100.194 pergerakan. Pesawat rencana yang digunakan adalah Airbus A330-200, karena pesawat ini merupakan pesawat terbesar yang beroperasi di Bandara Ngurah Rai. Dari perhitungan didapatkan pergerakan pesawat saat jam sibuk ditahun 2038 sebesar 18 pergerakan per jam. Dan presentase pesawat yang beroperasi saat jam sibuk adalah kelas B:10%, kelas C:32%, kelas D:58%. Pada perencanaan ini didapatkan panjang runway adalah 3700 m dengan lebar runway 66 m. Dimensi lebar taxiway 25 m dan lebar bahu tiap sisinya sebesar 10 m. Letak exit taxiway sepanjang 3100 m dihitung dari kedua ujung runway dengan sudut 90O, dan luas apron sebesar 106.300 m2. Pada perencanaan tebal perkerasan menggunakan aplikasi FAARFIELD. Didapatkan bahwa tebal perkerasan lentur sebesar 0,5 m – 2,5 m dan tebal perkerasan kaku sebesar 0,8 m – 1 m.
Probability Analysis of Passenger Bus Inside and Outside Oebobo Terminals Based on Social Economic Characteristics and Accessibility by Using Revealed Preference Method Gaspar Yanuarius Kanio Tuames; Hera Widyastuti
Jurnal Transportasi: Sistem, Material, dan Infrastruktur Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.887 KB) | DOI: 10.12962/j26226847.v2i2.5385

Abstract

This study will find out the characteristics of bus passengers inside the Oebobo terminal and outside the terminal (Oesapa T-junction) as well as the probability of choosing a bus ride location based on socio-economic characteristics and accessibility. This study begins with the collection of primary data obtained from the results of filling out questionnaires by respondents using revealed preference technique. Primary data is then processed using logistic regression analysis to obtain probability values. From the analysis, it can be seen that bus passengers prefer the location to ride outside the terminal (Oesapa T-junction) which is 77.65%. The probability of passengers who choose a ride location is influenced by the variable fare to the bus ride location and bus waiting time. For the rate of <Rp.5000 the probability value is 76.25% and the tariff > Rp.20000 the probability value of 92.39% chooses at the Oesapa T-junction. The greater the tariff towards the hitching location, the higher the potential for bus passengers to choose the location to stay at the Oesapa T-junction. Whereas based on the bus waiting time variable the faster waiting time for the bus, the higher the potential for bus passengers to choose the location to stay at the Oesapa T-junction with a probability value for waiting time <30 minutes 97.09% choosing the location to stay at Oesapa T-junction and for waiting time >120 minutes the probability value of 91.49% chooses the location to take a ride at Oebobo Terminal.
Kualitas Indeks Track Geometri Sebagai Indikator Penilaian Kualitas Track Melalui Metode Yang Berbeda (Studi Kasus: Cirebon-Cikampek) Dyni Indar Karunianingrum; Hera Widyastuti
Jurnal Transportasi: Sistem, Material, dan Infrastruktur Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.566 KB) | DOI: 10.12962/j26226847.v2i1.5386

Abstract

Untuk mengatasi pergerakan pertumbuhan lalu lintas jaringan kereta api di Indonesia, khususnya di Jalur Cirebon-Cikampek dimana rute tersebut merupakan rute tersibuk di utara Pulau Jawa, hal itu dapat mempengaruhi kondisi geometri lintasan. Beberapa parameter geometri yang berpengaruh diantaranya adalah angkatan, listringan, lebar spur, dan pertinggian. Perlu adamya suatu pemeliharaan untuk mengukur suatu kondisi dan kualitas lintasan dengan menggunakan kereta ukur EM-120. Dibutuhkan pemeliharaan untuk mengukur kondisi dan kualitas lintasan menggunakan kereta ukur EM-120. Hasil kereta ukur menunjukkan nilai standar deviasi dari setiap parameter sehingga hasil kualitas segmen secara keseluruhan disebut Indeks Kualitas Track (TQI). Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis Indeks Kualitas Track berdasarkan Standar Kereta Api Indonesia, Polandia Koefisien J-Sintetis dan Perkeretaapian India. Untuk mengetahui perbedaan hasil analisa indeks kualitas lintasan, digunakan metode tabulasi silang dan regresi linier berganda. Hasil yang didapatkan dari tabulasi silang yaitu selisih perbedaan pengukuran secara statistik sedangkan regresi linier berganda untuk mengetahui seberapa besar parameter yang mempengaruhi nilai kualitas lintasan.
Transport Demand and Traffic Engineering Scheme in The Street Space Reallocation Plan For The Future Tram Track Wahju Herijanto; Hera Widyastuti; Anak Agung Gde Kartika; Budi Rahardjo; Catur Arif Prastyanto; Istiar Istiar
Jurnal Transportasi: Sistem, Material, dan Infrastruktur Vol 1, No 1 (2018): Special Issue
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1380.123 KB) | DOI: 10.12962/j26226847.v1i1.3789

Abstract

Surabaya has the plan to reactivate tram in several arterial streets which will cause car lane reduction. This research aims to enhance the traffic performance of several arterial streets in Surabaya after the reduction of street width due to street space reallocation for the future tram track. The modal split analysis in a natural car and train or pulled scheme is compared to several vehicle restriction methods or push scheme which using data from car and motorcycle rider. From comprehensive computation, it is concluded that the insertion of tram track in the road space directly without any transport demand management will impact street performance to a more severe condition of traffic jam intersection. Therefore this research advising city government to apply restriction scheme to car and motorcycle by using high occupancy vehicle only scheme or prepaid area licensing scheme.
Analisis Kebutuhan Ruang Parkir (Off Street Parking) di Kawasan Pasar Pucang Surabaya Zaldy Purwa; Hera Widyastuti; Cahya Buana
Jurnal Transportasi: Sistem, Material, dan Infrastruktur Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.522 KB) | DOI: 10.12962/j26226847.v2i2.5706

Abstract

Kota Surabaya adalah Ibukota Provinsi Jawa Timur, Indonesia yang merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Dengan jumlah penduduk yang hampir 3 juta jiwa (Sumber: Badan Pusat Statistik). Sebagai kota metropolitan, Surabaya menjadi pusat kegiatan perekonomian di daerah Jawa Timur dan sekitarnya. Salah satu kegiatan perekonomian di Surabaya berada di kawasan pasar Pucang Surabaya. . Wilayah Pasar Pucang yang berpotensi menjadi salah satu pasar yang diminati sebagian besar masyarakat Surabaya tidak diimbangi dengan fasilitas parkir kendaraan (off street parking) yang memadai. Masyarakat yang ingin datang ke kawasan Pasar Pucang khususnya yang menggunakan mobil harus memarkirkan kendaraannya di badan jalan sehingga lebar efektif jalan menjadi berkurang dan dapat mengakibatkan kepadatan arus lalu lintas. Untuk itu dibutuhkan perencanaan ulang gedung parkir agar dapat menampung volume kendaraan yang parkir di badan jalan. Data yang dibutuhkan untuk perencanaan ini adalah data primer yaitu dengan melakukan pencatatan pelat nomor kendaraan yang parkir dan juga survei volume arus lalu lintas (counting). Dari analisa ini, dapat diperoleh volume kendaraan dan juga karakteristik pengguna parkir. Tahap perencanaan, perencanaan beberapa layout rencana ruang parkir termasuk sirkulasi kendaraan dan tata cara untuk parkir. Dari hasil analisis, didapatkan volume puncak arus lalu lintas di Jalan Pucang Anom sebesar 1088 skr/jam dengan tingkat derajat kejenuhan sebesar 0,99. Sementara untuk analisis karakteristik parkir didapatkan volume total kendaraan mobil sebesar 301 mobil dengan akumulasi parkir maksimal sebesar 41 mobil sementara untuk motor sebesar 412 motor dengan akumulasi parkir maksimal sebesar 80 motor.
Co-Authors Agustina, Yanida Ahyudanari, Ervina Aldila Riana Prabawati, Aldila Riana Alfian Ravi Roshan Andini, Ratna Andre Jonathan Sihombing Anggrainy Septianingrum Arinda Leliana Arinda Leliana Arinda Pramudita Arisma Havino Wantana Asep Fahza Baharini, Intan Novelia Bahasuan, Zahir Rusdi Benediktus Wisnumurti Biaggi Rafii Kusumanto Budi Rahardjo Budi Rahardjo Budi Raharjo Cahya Buana Catur Arif P., Catur Catur Arif Prastyanto, Catur Arif Catur Arif, Catur Data Iranata Dea Adlina Tiara Wibowo Devina Octavianti Dimas Puji Santosa Dio Hananda Ziantono Dwiana Novianti Tufail Dyni Indar Karunianingrum Eriza Islakhul Ulmi Ermitha Faradisa Qori&#039;atanadya Farida Rahmawati Fathoni, Syahrul Felicia Megah Putri Fardyaz Firmansyah Maulana Azhali Fistcar, Wawarisa Alnu Gaspar Yanuar Kanio Tuames Gaspar Yanuarius Kanio Tuames Gde Kartika, Anak Agung Heni Prasetyo Ida Bagus Barawakya Ikhwan, Maylana Indrasurya B Mochtar Indrasurya B. Mochtar Iranata, Data Istiar Istiar Istiar Istiar Istiar Istiar Istiar, Istiar Joko Purwanto Khairunnisa, Shaafiyah Zahroo Krisna Adi Chandra Kusmarini, Esti Peni Leila Adriana Leliana, Arinda Lina Hasyyati Lubis, Reysha Rizki Amanda M. Jufry, M. Makruf, Martin Maulidya, Fairuz Sasqia Ma`ruf Tsaghani Purnomo Mochamad Syaiful Arif Mochammad Choirul Rizal Mochtar, Indrasurya B Mochtar, Indrasurya B. Mohamad Bagus Ansori Muhammad Fatoni Nurdiansyah Muhammad Hadid Muhammad Hadid, Muhammad Muhtadi, Adhi Nur Fajar Aprilia Sari Nur Fajar Aprilia Sari Nur Indah Mukhoyyaroh Nur Iqlima, Anita Rahma Nur Jae Priyatna Palamba, Widsri Lai Lai Prastyanto, Catur Arif Putri, Isria Miharti Maherni Rafida Rahmah Rahayu Pradita Rahmad Handika Ratna Septa Sari Tuhepaly Risdianto, Dwi Ristiyanto, Hartono Guntur Rizki Amaliah Sari, Putu Tantri Kumala Sebayang, Deci Rianta Br Soimun, Ahmad Syafira Khayam Umboro Lasminto Ummatus Sholikhah, Ummatus Ummatus Solikhah, Ummatus Utami, Adita Vrischa Natalia Arung Wahju Herijanto Wahyu Herijanto Wahyu Satyaning Budhi Wika Wulandari Yanida Agustina Yecky Nuranditasari Yohanes Eric Delano Zaldy Purwa