Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pemetaan Potensi Desa di Gampong Pasie Mesjid Menuju Gampong Syari’at Sukri; Muflihatul Fauza; Ramli; Muhammad Iqbal; Asnidar; Nelva Sofia; Emarlina; Satra Ika Dinata
MEUSEURAYA - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol.2 No.1 (Juni 2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.98 KB) | DOI: 10.47498/meuseuraya.v2i1.1751

Abstract

Gampong Pasie Mesjid, Meureubo District, West Aceh Regency which is the target village for the lecturers and students of STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. Keuik Rustam as the head of the gampong wants this gampong to have progress in the economic field and become an Islamic village based on Islamic shari'ah in accordance with the vision of the West Aceh District Government. For this reason, community service activities are carried out in the form of mapping village potential and religious potential. This activity then produced several findings related to economic development that could be implemented based on local resources and strategies for strengthening religion through early childhood education, women's recitation and Friday sermons.
Sosialisasi Moderasi Beragama Bagi Mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Inayatillah, Inayatillah; Efendi, Sumardi; Jamal, Anton; Ramli, Ramli
MEUSEURAYA - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (Desember 2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/meuseuraya.v3i2.3492

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan moderasi beragama kepada mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh sebagai upaya meningkatkan pemahaman tentang pentingnya sikap moderat dalam beragama di tengah keberagaman sosial dan budaya. Moderasi beragama merupakan konsep penting dalam menjaga keseimbangan antara keyakinan pribadi dan toleransi terhadap perbedaan, serta mencegah munculnya sikap ekstremisme dan radikalisme. Kegiatan ini dilaksanakan melalui ceramah, diskusi interaktif, studi kasus, dan lokakarya yang melibatkan dosen serta tokoh masyarakat setempat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman mahasiswa tentang konsep moderasi beragama, di mana sekitar 85% peserta melaporkan pemahaman yang lebih baik setelah mengikuti sosialisasi. Mahasiswa juga menunjukkan perubahan sikap yang lebih terbuka dan toleran terhadap perbedaan keyakinan, serta mampu mengidentifikasi potensi konflik yang dapat timbul dari sikap intoleran. Kolaborasi dengan tokoh masyarakat memperkuat relevansi materi yang disampaikan, sehingga mahasiswa dapat lebih memahami penerapan moderasi beragama dalam konteks lokal Aceh. Kesimpulannya, sosialisasi ini berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman mahasiswa mengenai moderasi beragama, serta mendorong mereka untuk menjadi agen perubahan yang mempromosikan sikap toleran dan inklusif dalam kehidupan bermasyarakat. Program ini diharapkan dapat menjadi kegiatan berkelanjutan untuk mendukung perdamaian sosial.
Pola Pengasuhan Anak di Yayasan Panti Asuhan Ummul Yatama Serambi Mekkah Wahida, Nur; Paisal, Jon; Ramli, Ramli
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2024): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v1i2.90

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami pola pengasuhan anak yang diterapkan di Yayasan Panti Asuhan Ummul Yatama Serambi Mekkah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, yang memungkinkan peneliti untuk menggali informasi mendalam mengenai praktik pengasuhan anak di panti asuhan tersebut. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengasuh, anak asuh, dan staf yayasan, serta melalui observasi partisipatif dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengasuhan di Yayasan Panti Asuhan Ummul Yatama Serambi Mekkah didasarkan pada prinsip-prinsip kasih sayang, disiplin, dan pendidikan agama. Pengasuh berperan sebagai pengganti orang tua yang memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak, sekaligus menegakkan disiplin melalui aturan-aturan yang jelas dan konsisten. Pendidikan agama menjadi fokus utama dalam pola pengasuhan, dengan harapan anak-anak dapat tumbuh menjadi individu yang berakhlak mulia dan memiliki nilai-nilai keagamaan yang kuat.  Selain itu, yayasan ini juga menyediakan berbagai program dan kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi anak-anak, baik dalam bidang akademik, keterampilan hidup, maupun sosial. Dukungan dari masyarakat dan donatur juga memainkan peran penting dalam keberlanjutan dan efektivitas pola pengasuhan yang diterapkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola pengasuhan yang diterapkan di Yayasan Panti Asuhan Ummul Yatama Serambi Mekkah efektif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan anak-anak secara holistik. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh yayasan, termasuk keterbatasan sumber daya dan kebutuhan akan pelatihan yang berkelanjutan bagi para pengasuh untuk meningkatkan kualitas pengasuhan.
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Masjid dan Gereja Studi Kasus Aceh Barat dan Tana Toraja Hendismi, Hendismi; Al Fairusy, Muhajir; Ramli, Ramli
Tadabbur: Jurnal Peradaban Islam Vol. 6 No. 2 (2024): Tadabbur: Jurnal Peradaban Islam
Publisher : Master's degree Department of Islamic Education Postgraduate Program of Universitas Islam Negeri (State Islamic University) Ar-Raniry, Banda Aceh in cooperation with Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/tadabbur.v6i2.706

Abstract

This study aims to explore the role of mosques and churches in community empowerment in Aceh and Tana Toraja. Focus of this research is to understand how the empowerment programs initiated by Baitil Abrar Mosque in Aceh and Toraja Church Jemaat Padakka in Tana Toraja can enhance the social and economic welfare of the local community. This research employs a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. Data analysis was conducted thematically to identify the main patterns emerging from the field data. The research findings indicate that the empowerment programs initiated by Baitil Abrar Mosque and Toraja Church Jemaat Padakka have successfully improved the social and economic welfare of the community. These programs include education, skills training, economic development, and the empowerment of women and children. An increase in income and economic independence of the local community is one of the positive impacts of these programs. Additionally, there is an improvement in the quality of education and skills, as well as awareness of gender equality and children's rights. This study suggests that cooperation among various parties should be strengthened and that empowerment programs should continue to be developed with a participatory and sustainable approach.
“Sheikh Abdurrauf Kang Abangsa Syekh Hamzah Fansuri”: Examining the Relationship Between Two Ramli, Ramli
Journal of Islamic History and Manuscript Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Islamic History and Manuscript
Publisher : Institute of Research and Community Service UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jihm.v3i1.10696

Abstract

The phrase "Sheikh Abdurrauf is in the same tribe as Hamzah Fansuri" in the Cirebon tripe manuscript sparked debate among researchers regarding the relationship between Sheikh Abdurrauf and Hamzah Fansuri. This debate became interesting because a collective memory was found among the people of Singkil Aceh, who believed that there was a nephew-uncle and student-teacher relationship between them. Collective memory is strengthened by two sites, which are the graves of Sheikh Ali Al Fanshuri (father of Sheikh Abdurrauf) and his younger brother, Sheikh Hamzah Fansuri, in two areas in Singkil. Through critical analysis of literature and in-depth exploration of collective memory and sites, the author concludes that the two of them had a familial relationship as nephew and uncle, and they even had a student and teacher relationship at the beginning of Sheikh Abdurrauf's education
Strategi Meningkatkan Citra Positif Pada Pondok Pesantren Serambi Mekkah Melalui Publikasi Media Sosial Baisan, Putra; Al-Fairusy, Muhajir; Taran, Jovial Pally; Ramli, Ramli
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v2i1.224

Abstract

Pada era digital yang berkembang pesat, perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk teknologi, komunikasi, dan transportasi, semakin memengaruhi cara institusi berinteraksi dengan masyarakat. Pondok pesantren, sebagai lembaga yang berperan dalam pemberdayaan komunitas, memiliki tanggung jawab dalam membangun citra positifnya. Penelitian ini menganalisis strategi peningkatan citra Pondok Pesantren Serambi Mekkah melalui publikasi media sosial, dengan studi kasus di Desa Blang Beurandang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum adanya publikasi media sosial, citra pesantren cukup baik namun belum optimal. Setelah upaya publikasi dilakukan, citra positifnya meningkat secara signifikan, menjadikannya lebih dikenal dan diterima oleh masyarakat luas.
The Discourse of Sheikh Amran Waly Al Khalidi on Sufistic Epistemology and Qur'anic Interpretation Ramli, Ramli; Handoyo, Budi; Efendi, Sumardi; Fajeri, Fajeri; Ferdikaandin, Dede
JURNAL AT-TURAS Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/at-turas.v12i1.9896

Abstract

Sheikh Amran Waly is a prominent scholar in Aceh with a congregation spread across Southeast Asia, yet his teachings are often rejected by Acehnese scholars. One of the most controversial ideas is his interpretation of Dhamir Huwa in Surah Al-Ikhlas, which he associates with Muhammad as Insan Kamil. This study aims to conduct an epistemological and interpretative analysis of this understanding using a qualitative-descriptive approach. Data were collected through interviews, observations and documentation. The findings reveal that Sheikh Amran Waly's interpretation of Dhamir Huwa is derived from the teachings of Sheikh Abdul Karim Al-Jili and Ibn Arabi. This study also concludes that Sheikh Amran Waly's understanding of Dhamir Huwa is built on a valid epistemological and interpretative framework rooted in the thoughts of previous scholars. The contribution of this research lies in elucidating the continuity and adaptation of Wujudiyah thought in Aceh, particularly through Sheikh Amran Waly's synthesis of ishari and ibari dimensions, thereby providing a nuanced perspective on contemporary Wujudiyah discourse.
Konsumerisme dan Meningkatnya Timbunan Sampah Di Provinsi Aceh Ditinjau Dari Fiqh Al-Bi’ah Pohan, Zulfikar Riza Haris; Ramli, Ramli; Anwar; Meriza, Iin; Angkat , Ismail
AL-UKHWAH - JURNAL PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM Vol. 2 No. 2 (2023): Al Ukhwah: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/jau.v2i2.2332

Abstract

Sampah di Provinsi Aceh setiap tahun meningkat, di Kota Banda Aceh saja pada tahun 2023 terdapat 240 ton sampah per hari. Namun, peningkatan sampah tersebut juga terjadi pada Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh. Hal ini terkait dengan dua hal, minimnya regulasi penanganan sampah dan semakin tingginya watak konsumerisme di Aceh. Program JAKSTRADA di Aceh melalui Dinas KLHK pada tahun 208 telah membentuk PermenLHK, namun demikian hal tersebut belum menemukan hasil yang ideal. Pasalnya, penanganan sampah bukan hanya ada pada dinas terkait atau regulasi, melainkan dari kebudayaan masyarakat itu sendiri. Untuk menerapkan sistem kebersihan, di dalam khazanah Islam terdapat fiqh al-Bi’ah (fiqh lingkungan) yang menerapkan kebersihan yang bersumber dari kesadaran untuk meminimalisir sifat konsumtif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sampah dalam perspektif yang lebih mendalam pada sifat dan budaya masyarakat dalam mempersepsikan sampah. Sebagai penelitian yang mencoba mencari akar suprastruktural dari permasalahan sampah tersebut, penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, data-data yang didapatkan dari berbagai temuan media dan analisa mengenai fenomena terkait. Penelitian ini diharapkan menjadi salah-satu sumber rujukan untuk meminimalisir timbunan sampah di Aceh dengan cara pembacaan pada sifat konsumerisme di Aceh.
EPISTEMOLOGI TASAWUF; DARI CONTEXT OF DISCOVERY KE CONTEXT OF JUSTIFICATION: EPISTEMOLOGI TASAWUF DARI CONTEXT OF DISCOVERY KE CONTEXT OF JUSTIFICATION Ramli, Ramli
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 12 No.1 ( Juni 2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v12i1.474

Abstract

Dari keseluruhan model ilmu keislaman, tasawuf adalah yang paling luas jangkauan epistemologi dan sekaligus yang paling kontroversi. Keluasan tersebut karena tasawuf mencakup aspek jahir dan aspek batin kehidupan manusia. Bahwa tasawuf juga mengidentifikasi jenis keilmuan yang tidak didapat dari olah fikir atau proses transfer, tetapi melalui olah batin (tazkiat nafs), riyadhah dan mujahadah. Dengan metode diskursus-analisis atas literatur-literatur kesufian, disini ditelaah, model-model epistemologi yang terdapat dalam tasawuf. Hasilnya bahwa tasawuf memiliki keragaman epistemologi, baik dari aspek discovery (jalan suluk), discourse (kontemplatif-filosofis) hingga justification (analisis-filosofis-teologis). Kesemua model epistemologi ini merupakan kesatuan utuh yang membuat tasawuf semakin diminati oleh orang-orang dari berbagai latar dan orientasi.
KONTRIBUSI STUDI KAWASAN BAGI PARADIGMA KEILMUAN ACEHNOLOGI: KONTRIBUSI STUDI KAWASAN BAGI PARADIGMA KEILMUAN ACEHNOLOGI Ramli, Ramli
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 13, No. 1, ( Juni 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v13i1.683

Abstract

Acehnologi sebagai salah satu paradigma pemikiran yang dikembangkan oleh Kamaruzzaman Bustamam Ahmad tidaklah bergerak dari ruang kosong. Acehnologi yang diperkenalkan memiliki pergumulan dan pengaruh yang kompleks dari semua sisi. Salah satu yang paling berpengaruh bagi paradigma berfikir Acehnologi adalah studi kawasan, khususnya Asia Tenggara. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad sebagai penggagas Acehnologi, yang sempat berkelana di kawasan Asia Tenggara menemukan signifikansi tersebut. Menurutnya, Acehnologi tidak dapat difahami sekedar memahami geografi Aceh dari Sabang ke Singkil. Acehnologi juga bukan berarti pengejawantahan hegemoni satu suku saja. Acehnologi adalah paradigma kosmopolitan yang paling sedikit mewarnai dan diwarnai oleh kawasan Asia Tenggara. Artikel ini kemudian mengulas hubungan saling mewarnai tersebut. Disini ditemukan pertama, bahwa peran Aceh tidak dapat dinafikan bagi sejarah Asia Tenggara, khususnya sejarah islamisasi di kawasan tersebut. Kedua, bahwa kawasan Asia Tenggara memiliki andil bagi perkembangan dan pergolakan sosial-politik di Aceh. Bahkan eksistensi Gerakan Aceh Merdeka dalam sejarah Aceh kontemporer memiliki kaitan dengan jaringan perlawanan di Asia Tenggara.