Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Penggunaan Media Kantong Bilangan Cacah untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Siswa Kelas 4 SDN 39 Cakranegara Darmataksiah; Darmiany; Siti Rahmatillah
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 2 (2025): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i2.788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media kantong bilangan cacah dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika, khususnya di kelas 4 SDN 39 Cakranegara. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, dengan setiap siklus mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media kantong bilangan cacah mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan, yang terlihat dari peningkatan rata-rata nilai evaluasi siswa dari siklus pertama ke siklus kedua.Dalam siklus pertama, rata-rata nilai siswa adalah 60 dengan persentase ketuntasan 65%. Namun, setelah penerapan media ini dalam siklus kedua, rata-rata nilai meningkat menjadi 80 dengan persentase ketuntasan mencapai 90%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa media kantong bilangan tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif, tetapi juga membantu siswa memahami konsep bilangan cacah dengan lebih baik. Dengan demikian, media ini terbukti efektif sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Analisis Keterampilan Menulis Karangan Narasi Siswa Kelas V SDN 25 Ampenan Kota Mataram Tahun Ajaran 2024/2025 Khotimah, Khusnul; Darmiany; Husniati
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i3.1252

Abstract

Keterampilan menulis Karangan Narasi adalah proses untuk meninjau kemampuan seseorang dalam menuangkan ide, gagasan, dan perasaan dalam bentuk tulisan yang menyajikan serangkaian peristiwa secara kronologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisi keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas V SDN 25 Ampenan kota Mataram. Penelitian ini dilakukan di SDN 25 Ampenan Kota Mataram menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Data yang diperoleh dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian mengenai keterampilan Menulis karangan narasi siswa di SDN 25 Ampenan menunjukkan Hasil penilaian penulisan karangan narasi menunjukkan pencapaian signifikan terdapat 4 orang siswa mencapai kategori sangat  baik dengan presentase 18,2, sebanyak 10 (45,4%) siswa berada pada kategori baik, sebanyak 5 (22,7%) siswa berada pada kategori cuku dan 3 (13,6%) masuk dalam kategori kurang. Beberapa faktor yang mendukung pengembangan keterampilan menulis narasi siswa antara lain minat membaca yang cukup tinggi, dukungan guru dalam proses pembelajaran, dan tersedianya berbagai sumber bacaan. Sementara itu, faktor penghambat utama adalah keterbatasan waktu latihan menulis, kurangnya variasi dalam metode pembelajaran, dan minimnya feedback yang konstruktif.
Pengaruh Model Make A Match Berbantuan Media Strip Story Terhadap Pemahaman Konsep IPA Kelas IV SDN 37 Cakranegara Liana, Idar; Darmiany; Syazali, Muhammad
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Make A Match berbantuan media Strip Story terhadap pemahaman konsep IPA peserta didik kelas IV di SDN 37 Cakranegara. Hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa pemahaman konsep IPA peserta didik masih tergolong rendah karena proses pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan kurang melibatkan keaktifan peserta didik. Kondisi berdampak pada rendahnya minat dan berpartipasi peserta didik dalam memahami konsep-konsep IPA secara mendalam. Pemahaman konsep IPA peserta didik kelas IV di SDN 37 Cakranegara rendah, maka dibutuhkan media yang dapat mempermudah peserta didik dalam memahami konsep IPA, khususnya pada materi bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi experimental tipe nonequivalent control group design. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji independen sampel t-test dan uji prasyarat yang harus dipenuhi yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil uji independen sampel t-test diperoleh nilai sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,007 < 0,05 yang artinya Ha diterima dan H0 ditolak dan nilai effect size yang diperoleh sebesar 0,904. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media pembelajaran IPA berbantuan strip story terhadap pemahaman konsep IPA peserta didik di kelas IV SDN 37 Cakranegara dengan nilai effect size yang diperoleh sebesar 0,904.
HUBUNGAN PENERAPAN ATURAN KELAS DENGAN PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA KELAS TINGGI SDN GUGUS IV KECAMATAN SANDUBAYA Fitri Dwi Lestari; Darmiany; Ilham Handika
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 Nomor2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i2.27499

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya karakter disiplin pada siswa sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan antara penerapan aturan kelas dengan pembentukan karakter disiplin siswa kelas tinggi SDN Gugus IV Kecamatan Sandubaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 147 siswa yang tersebar di SDN 12 Cakranegara, SDN 40 Cakranegara, dan SDN 42 Cakranegara. Sampel pada penelitian ini diambil menggunakan rumus slovin dengan presisi 10%, yakni 60 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen utama berupa angket tertutup dan observasi terstruktur serta wawancara sebagai instrumen pendukung hasil observasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment pada taraf signifikansi 5% atau 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara penerapan aturan kelas dengan pembentukan karakter disiplin siswa kelas tinggi SDN gugus IV kecamatan sandubaya. Hasil uji hipotesis, diketahui bahwa nilai koefisien korelasi atau rhitung sebesar 0,628 dan rtabel untuk N=60 dan taraf signifikansi 0,05 yaitu 0,254, 0,628 > 0,254, kemudian jika dilihat dari nilai signifikansi yaitu 0,000, 0,000 < 0,05. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Kemudian dilihat dari nilai rhitung atau pearson correlation sebesar 0,628 dimana tingkat hubungan antara variabel aturan kelas dan variabel karakter disiplin termasuk dalam kategorisasi tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik aturan kelas diterapkan, maka semakin baik pula karakter disiplin siswa yang terbentuk.
Services for Enhancing Elementary School Teachers’ Competence in Conducting Developmental Research Oriented toward the Quality of Learning Karta, I Wayan; Darmiany; Witono, Hari; Quranita, Wiwin
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 5 No. 1 (2026): JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v5i1.5152

Abstract

The results of observations on elementary school teachers’ ability to plan and implement developmental research indicate that these competencies remain very low, particularly in terms of conceptual mastery and the preparation of developmental research plans. This condition is further supported by previous studies reporting that continuing professional development activities are still very weak in the area of scientific research. The objective of this community service program (PKM) was to improve elementary school teachers’ mastery of developmental research concepts and their skills in preparing developmental research plans in the city of Mataram. The methods applied included: (1) case-based learning to instil concepts and theories of developmental research; (2) workshop methods to enhance scientific attitudes; and (3) project-based activities to develop skills in preparing developmental research plans. The target participants consisted of 20 teachers representing elementary schools in the city of Mataram. The outcomes of the PKM activities were evaluated using observation techniques, including observations of improvements in conceptual and theoretical mastery and assessments of the proposal products of developmental research. The results of the PKM showed: (1) an increase in the average percentage of knowledge mastery from 64.65% before the PKM activities to 81.55% after the activities; (2) an improvement in scientific attitudes from an average of 65.90% before the workshop to 82.95% after the workshop; and (3) an increase in skills in preparing developmental research plans from an average of 65.85% before the project-based proposal development activities to 82.20% after the activities. It can be concluded that the PKM activities were effective in improving knowledge, scientific attitudes, and skills in preparing developmental research proposals oriented toward the quality of learning among elementary school teachers in the city of Mataram. It is expected that the participants will implement and disseminate the outcomes of this PKM to teachers in their respective schools.
The Effects of the Jigsaw Type Cooperative Learning Model and Self-Efficacy on Elementary School Students’ Scientific Literacy Skills Afifah, Adyati Nur; Darmiany; Ida Ermiana
The Future of Education Journal Vol 4 No 9 (2025): #2
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i9.1207

Abstract

Science education at the elementary school level plays a crucial role in establishing students’ foundations for critical thinking and problem-solving skills, particularly in the context of 21st-century learning. This study aimed to examine the effects of the Jigsaw-type Cooperative Learning model and self-efficacy on elementary school students’ scientific literacy skills. A quantitative approach was employed using a pre-experimental one-group pretest–posttest design. The population consisted of all fourth-grade students at SDN 26 Mataram, with a purposive sampling technique applied. Research instruments included a self-efficacy questionnaire and a scientific literacy test. Data were analyzed using the Kolmogorov–Smirnov and Shapiro–Wilk normality tests, as well as a paired-sample t-test. The results revealed a significant increase in scientific literacy scores by 15.25 points following the implementation of the Jigsaw learning model. This improvement was accompanied by enhanced student self-efficacy, which fostered active engagement and responsibility in the learning process. The study concludes that the Jigsaw-type Cooperative Learning model is effective in improving both scientific literacy and self-efficacy among elementary school students, offering an active learning alternative aligned with the demands of modern curricula.
The Effects of Learning Interest and the Use of Animated Video Media on Fourth Grade Elementary School Students’ Science Learning Outcomes Ilaturizki, Mahni; Darmiany; Ida Ermiana
The Future of Education Journal Vol 4 No 9 (2025): #2
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i9.1213

Abstract

This study was motivated by the low learning interest and science learning outcomes of fourth-grade elementary school students in ecosystem and food web topics, which were attributed to the use of traditional teaching methods that were less engaging. The study aimed to analyze the effects of learning interest and the use of animated video media on students’ science learning outcomes. This research employed a quantitative approach with an ex post facto correlational design. The population consisted of all fourth-grade students at SDN 26 Mataram (29 students), who were selected as the sample through total sampling. The research instruments included Likert-scale questionnaires to measure learning interest and the use of animated video media, as well as a posttest to assess learning outcomes. Data were analyzed using Pearson’s product–moment correlation, multiple regression analysis, t-tests, and F-tests. The results indicated that 60% of students had a high level of learning interest, with an average learning outcome score of 82, and a significant relationship was found between learning interest and learning outcomes (p < 0.05). The study concludes that animated video media are effective in simultaneously enhancing students’ learning interest and science learning outcomes.
PEMANFAATAN SMART TV SEBAGAI MEDIA INTERAKTIF UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA: kualitatif fenomenologis Putri Januarti, Yunita; Ermiana, Ida; Darmiany
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.38329

Abstract

This study aims to analyze the use of Smart TV as an interactive medium in developing communication skills of elementary school students and identify its supporting and inhibiting factors. The research uses a qualitative method with a phenomenological approach involving interviews, participatory observation, and documentation. The informants consist of students, teachers, and school principals who are directly involved in Smart TV-based learning. The results of the study show that Smart TV makes a positive contribution to increasing student motivation, focus, and communication stimulus through the presentation of multimodal materials such as educational videos, Wordwall applications, Liveworksheets, and internet browsers. This media helps students be more courageous in responding, acquiring new vocabulary, and engaging in classroom interactions. However, its effectiveness is still hampered by limited facilities (two units for the entire school), inconsistent frequency of use, affective barriers such as lack of confidence, and linguistic barriers due to the dominance of the use of the Sasak language in daily conversations. The practice of translanguaging carried out by teachers helps clarify the meaning of the material but needs to be directed to strengthen Indonesian-based academic communication skills. This study concludes that Smart TV has great potential to improve students' communication skills if managed systematically and supported by the right pedagogical strategy.
PERAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DALAM MENGEMBANGKAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5–6 TAHUN DI TK RESTU AMANDA Titin Astuti; Ida Ermiana; Darmiany
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.39810

Abstract

This study explores the role of Project-Based Learning (PjBL) in developing social-emotional skills in children aged 5–6 years at TK Restu Amanda. Using a qualitative case study approach, data were collected through participatory observation, semi-structured interviews with teachers, and documentation of project activities. The research focused on a project titled “My Mini Garden at School,” which engaged children in collaborative planning, planting, nurturing, and reflecting on their plants. Findings indicate that PjBL enhances children’s self-confidence, collaboration, emotional regulation, and social communication. Children actively participated in group discussions, shared responsibilities, managed frustration, and expressed pride in their accomplishments. The teacher acted as a facilitator, providing scaffolding and promoting meaningful interactions within the zone of proximal development. These results suggest that PjBL is an effective pedagogical approach for fostering social-emotional learning (SEL) in early childhood education, particularly when adapted to local contexts and combined with authentic, hands-on experiences. The study contributes both theoretically and practically by demonstrating the integration of constructivist and socio-cultural learning principles in early childhood settings.
EFIKASI DIRI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DITINJAU DARI HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DI SDN 8 SOKONG Devioni, Ni Putu Eka Satvika; Ermiana, Ida; Darmiany
Renjana Pendidikan Dasar Vol 6 No 1 (2026): Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam praktik pembelajaran, matematika masih sering dipersepsikan sebagai mata pelajaran yang sulit dan menakutkan, sehingga berdampak pada rendahnya keterlibatan dan kepercayaan diri peserta didik dalam belajar. Namun kondisi tersebut memperoleh respon yang beragam dari peserta didik. Perbedaan respon tersebut dipengaruhi oleh tingkat efikasi diri yang dimilikinya. Penelitian ini betujuan untuk menganalisis perbedaan efikasi diri peserta didik dalam pembelajaran matematika, yang ditinjau dari hasil belajarnya. Penelitian dilakukan degan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif dan desain ex-post facto. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjin tahun ajaran 2025/2026 dengan melibatkan seluruh peserta didik kelas V SDN 8 Sokong yang berjumlah 45 orang. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran angket efikasi diri dan dokumentasi nilai Ujian Tengah Semester (UTS) pada mata pelajaran matematika. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan independent samples t-test dan analisis desktriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada efikasi diri peserta didik dengan hasil belajar tinggi dan rendah. Peserta didik dengan hasil belajar tinggi memiliki efikasi diri yang lebih tinggi dibandingkan peserta didik dengan hasil belajar rendah, baik secara keseluruhan maupun pada masing-masing dimensinya yaitu magnitude, strength, dan generality. Oleh karena itu, guru disarankan untuk merancang pembelajaran dengan memperhatikan upaya-upaya penguatan efikasi diri peserta didik selama pembelajaran matematika, salah satunya melalui pemberian pengalaman keberhasilan (mastery experience) yang bermakna.