Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Hubungan self-esteem dengan tingkatan stres pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2020-2022 Putra, Rizki Cahaya; Irawaty, Enny
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 1 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i1.31072

Abstract

Mahasiswa kedokteran dapat mengalami stres yang tinggi dalam menempuh pendidikannya. Kondisi tersebut bila tidak diatasi dengan baik akan berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Stres yang terjadi berkaitan dengan self-esteem, yang merupakan keyakinan terhadap dirinya sendiri dalam menghadapi tantangan dan mengatasi tekanan dalam hidup. Studi ini bertujuan menganalisis hubungan self-esteem terhadap tingkatan stres mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Studi analitik ini menggunakan desain potong lintang dan dilakukan di bulan Mei hingga Desember 2022. Sebanyak 305 mahasiswa angkatan 2020-2022 mengisi kuesioner Rosenberg self-esteem scale dan Perceived stress scale 10 dalam bahasa Indonesia. Mayoritas responden memiliki self- esteem sedang (72,4%) dan stres tingkat sedang (70.5%). Uji chi-square menunjukkan self-esteem memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan tingkatan stres (p-value <0,001). Responden dengan self-esteem rendah cenderung mengalami stres berat dibandingkan self-esteem sedang dan tinggi.
EDUKASI PENTINGNYA CUCI TANGAN DIKALANGAN SISWA SEKOLAH DASAR ATISA DIPAMKARA Lontoh, Susy Olivia; Novendy, Novendy; Irawaty, Enny; Putra, Muhammad Dzakwan Dwi; Razaan, Muhammad Naufal
Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jpbidkes.v2i2.73

Abstract

Anak usia sekolah merupakan usia yang rawan terhadap berbagai penyakit. Kebiasaan anak-anak mengkonsumsi jajanan secara bebas dan tidak melakukan cuci tangan sebelum makan menyebabkan berbagai kuman penyebab penyakit mudah masuk ke dalam tubuh. Kebiasan cuci tangan perlu diterapkan di sekolah Atisa Dimpkara Karawaci. Tujuan kegiatan edukasi kesehatan adalah meningkatkan pengetahuan pentingnya melakukan cuci tangan pada anak sekolah dasar Atisa Dipamkara. Penyuluhan kesehatan serta workshop (pelatihan) cuci tangan secara kelompok dan perorangan merupakan metode pelaksanaan kegiatan edukasi. Sasaran kegiatan ini siswa sekolah dasar Atisa Dipamkara. Kegiatan edukasi kesehatan dilakukan pada hari Rabu, tanggal 13 Maret 2024 pukul 7.30-13.00 pada kegiatan ini dilakukan pretest dan posttest untuk menilai tingkat pengetahuan siswa terkait materi pentingnya cuci tangan. Kegiatan edukasi terkait pentingnya cuci tangan dilakukan pada tanggal 13 April 2024 telah berlangsung dengan baik dan terjadi peningkatan pengetahuan peserta edukasi kesehatan sebesar 12,44%.
Pengetahuan Mahasiswa Kedokteran tentang Penyakit yang Berkaitan dengan Pemanasan Global dan Perubahan Iklim Novendy, Novendy; Irawaty, Enny; Selvilla, Paulina; Butar Butar, Ananda Josua Triagus Pahala; Mosso, Justhina Ensly
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 1 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i1.29870

Abstract

Data Intergovermental Panel of Climate Change tahun 2018 menunjukkan pemanasan global yang terjadi sejak revolusi industri telah meningkatkan suhu bumi hingga 1oC, dan akan mencapai 1,5oC pada tahun 2030-2052. Salah satu ancaman dari pemanasan global dan perubahan iklim adalah masalah kesehatan pada masyarakat. Berbagai penyakit seperti infeksi saluran pernafasan, kanker, penyakit jantung, gangguan tumbuh kembang anak, gangguan mental, demam berdarah, malaria, penyakit Covid-19 dapat dipengaruhi oleh adanya perubahan iklim. Mahasiswa kedokteran sebagai generasi muda menjadi salah satu penentu keberhasilan mencegah kenaikan suhu bumi maka memerlukan pengetahuan yang cukup mengenai persoalan yang dihadapi. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terkait hal tersebut pada kalangan mahasiswa kedokteran sebagai generasi muda yang berkontribusi besar dalam penanganan pemanasan global dan perubahan iklim terhadap dampak masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan. Penelitian ini menggunakan studi potong lintang dengan menggunakan teknik purposive nonrandom sampling. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang terstruktur. Total sebanyak 376 responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan <30% responden tidak mengetahui bahwa pemanasan global dan perubahan iklim memliki dampak terhadap penyakit jantung, kanker, gangguan mental, gangguan tumbuh kembang pada anak serta penyakit Covid-19. Maka perlu meningkatkan pengetahuan responden terkait pemanasan global dan perubahan iklim sehingga dapat meningkatkan kesadaran untuk ikut berperan dalam menanggulangi pemanasan global dan perubahan iklim yang berdampak terhadap masalah kesehatan pada masyarakat Indonesia.
A Descriptive Study about Students’ Symptoms and Knowledge of Computer Vision Syndrome Irawaty, Enny; Rasyid, Meriana; Tirtasari, Silviana; Novendy, Novendy; Lontoh, Susy Olivia
Muhammadiyah Medical Journal Vol 2, No 2 (2021): Muhammadiyah Medical Journal (MMJ)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.701 KB) | DOI: 10.24853/mmj.2.2.41-48

Abstract

Background: The COVID-19 pandemic has had many impacts on various aspects of life, one of which is education. The education system has changed from face-to-face to online learning methods. Online learning methods make students more likely to use digital media such as computers, laptops or mobile phones. The use of digital media that occurs continuously and without being balanced with sufficient knowledge can certainly have impacts on eye health. One form of eye health problems that often arise due to the use of digital media is computer vision syndrome (CVS). Purposes: Therefore, it is necessary to conduct a study to see the picture of students' knowledge about this disorder. Methods: The method used in this research is cross-sectional descriptive. Result: The mean age of the respondents was 19.91±1.648 years. A total of 82.7% of respondents complained of having more than 5 symptoms and as many as 98.5% had CVS. 90.6% of respondents complained about fatigue eyes, followed by 80.5% complained about eye strain symptoms and 80.5% complained about headaches, 42.9% of respondents have a lack of knowledge about CVS and only 15.4% of respondents have a good level of knowledge about CVS. Conclusion: It can be concluded that respondents’ lack of knowledge about CVS is the cause of the high prevalence of CVS in students, so they don’t know how to prevent this CVS. Therefore, it is necessary to take actions to increase students' knowledge about this disorder, so that it doesn’t cause negative impacts on eye health in the future.
Edukasi Pentingnya Skrining Pencegahan Obesitas Dikalangan Tenaga Pengajar KB-TK Atisa Dipamkara Susy Olivia Lontoh; Novendy Novendy; Enny Irawaty; Muhammad Dzakwan Dwi Putra; Muhammad Naufal Razaan
Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/cakrawala.v4i1.3728

Abstract

Monitoring nutritional status and waist circumference is an important step in detecting potential obesity and preventing cardiometabolic complications. Educational programs about the importance of monitoring nutritional status and waist circumference are crucial for the community, especially among young adults at high risk. The FK UNTAR community service team conducted a screening program for measuring nutritional status and waist circumference. This activity aims to educate and raise awareness about the importance of monitoring nutritional status and waist circumference as an early detection method for obesity prevention. The community service activity related to nutritional status checks and waist circumference measurements was held on October 9, 2024 and attended by 23 instructors from Atisa Dipamkara. The process began with measuring weight, height, and calculating the Body Mass Index (BMI), which is the main indicator in assessing nutritional status. Most participants were an average age of 37.96 years, with the majority falling within the normal or higher nutritional status category. 69.6% of respondents were at risk of abdominal obesity, which increases the risk of metabolic diseases. The average BMI of the participants was 25.47 kg/m², indicating a tendency toward obesity. The follow-up plan for this activity includes education on healthy eating patterns, physical activity, stress management, and regular check-ups every 3-6 months to monitor health.
Penggunaan strategi coping stress pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara Komara, Nia Silva; Irawaty, Enny
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 2 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i2.33358

Abstract

Stres merupakan keadaan fisik dan psikologis yang terjadi ketika tekanan masalah tidak seimbang dengan kemampuan seseorang untuk bereaksi. Stres dapat dialami oleh setiap individu termasuk mahasiswa kedokteran dalam proses pendidikannya. Mahasiswa perlu melakukan strategi coping stress dalam upaya menangani stres sehingga tidak akan berdampak buruk bagi individu itu sendiri. Coping stress terbagi ke dalam dua jenis, yaitu problem-focused coping dan emotion-focused coping. Tujuan dari studi ini ialah untuk mengetahui penggunaan strategi coping stress pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara. Stusi ini menggunakan desain cross-sectional dan dilakukan pada 165 mahasiswa kedokteran Untar yang menyetujui untuk mengikuti studi ini. KuesionerBrief COPE digunakan untuk menilai penggunaan strategi coping stress pada mahasiswa. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan problem-focused coping dilaporkan oleh 87,9% mahasiswa, sedangkan emotion-focused coping dilaporkan oleh 80,6% mahasiswa. Kedua jenis coping stress memiliki persentase penggunaan yang hampir sama, namun mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara lebih banyak yang memilih untuk langsung menghadapi masalah yang dihadapi.
Skrining Gula Darah Puasa pada Guru dan Staf Sekolah Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak Irawaty, Enny; Novendy, Novendy; Patricia, Dianisa; Maharani, Faadilah Indira
JPKU: Jurnal Pengabdian Kesehatan Unigal Vol 2, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpkmu.v2i1.17634

Abstract

The 2023 Indonesian Health Survey shows a prevalence of diabetes mellitus based on blood sugar level examinations among the population aged ≥ 15 years of 11.7%, which is higher than the prevalence based on doctor diagnoses of 2.2%. Most people feel there is no need to undergo blood sugar level tests, even though blood sugar screening is an effective initial step in preventing diabetes mellitus. The busyness of teaching often prevents teachers and school staff from routinely checking their blood sugar levels. Therefore, fasting blood sugar screening activities were conducted with the aim of early detection of the onset of diabetes mellitus. The examination showed an average fasting blood sugar level of 76.22±5.88 mg/dL with a range between 67 and 89 mg/dL. These results concluded that the participants had normal fasting blood sugar levels. Screening activities like this need to be conducted regularly so that blood sugar levels can always be monitored.
Evaluasi implementasi team-based learning dilihat dari perspektif jenis kelamin mahasiswa Patricia, Dianisa; Irawaty, Enny
Tarumanagara Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2025): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v7i1.34098

Abstract

Team-based learning (TBL) merupakan metode pembelajaran aktif yang menekankan kolaborasi tim yang dapat diterapkan pada lingkungan kelas berskala besar. Penerapan TBL mencerminkan pembelajaran yang berorientasi pada mahasiswa. Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara (FK Untar) mulai mengimplementasikan metode ini pada awal semester genap tahun akademik 2022/2023. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi TBL pada blok sistem muskuloskeletal dari perspektif mahasiswa laki-laki dan perempuan. Desain studi ini bersifat cross-sectional dengan teknik pengambilan data convenience sampling. Evaluasi implementasi TBL dinilai dengan menggunakan kuesioner, yang dikembangkan Inuwa, meliputi aspek motivasi, kerja tim, tujuan pembelajaran, penerapan pengetahuan, dan fasilitas. Sebanyak 147 mahasiswa yang menjalani blok sistem muskuloskeletal bersedia menjadi responden. Rerata total skor evaluasi pada mahasiswa laki-laki sebesar 4,6 (0,5) sedangkan pada perempuan sebesar 4,5 (0,5). Hasil t-test independent menunjukkan p-value >0,05, yang berarti tidak terdapat perbedaan perspektif yang signifikan antara mahasiswa laki-laki dan perempuan dalam mengevaluasi pelaksanaan TBL. Mahasiswa laki-laki maupun perempuan memiliki perspektif yang hampir sama terkait implementasi TBL secara keseluruhan.
Edukasi Etika Batuk sebagai Kegiatan Pengabdian Masyarakat di TK Stella Maris: Membangun Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Sejak Dini Lontoh, susy olivia; Novendy; Irawaty, Enny
Solusi Bersama : Jurnal Pengabdian dan Kesejahteraan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): Solusi Bersama : Jurnal Pengabdian dan Kesejahteraan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/solusibersama.v2i3.1908

Abstract

The application of proper cough etiquette is an essential part of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) and serves as a preventive measure in reducing the transmission of respiratory infectious diseases from an early age. Health education for young children is crucial, as this stage represents the formative period where foundational habits are developed, potentially influencing long-term individual and environmental health. This community service activity was conducted on May 9, 2025, at Stella Maris Kindergarten in Tangerang City, involving 29 Nursery group children. The main objective of the program was to enhance the knowledge and skills of early childhood students in practicing correct cough etiquette and to instill healthy behaviors that they can apply in their daily lives at home and school. The implementation of the activity followed the POAC approach (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) in a structured manner. Activities included storytelling (using engaging illustrations), screening of age-appropriate educational videos, practical simulations of cough etiquette, and fun, interactive games. These methods were designed to encourage active participation and ensure that children could understand and retain the health messages through enjoyable learning experiences. The results showed a notable improvement in the children's understanding and active involvement in practicing healthy coughing techniques, such as covering their mouths with a tissue or the inside of their elbows when coughing. Visual education combined with hands-on practice proved to be highly effective in conveying health messages to young children. The teachers responded positively to the program, emphasizing that the approach used was appropriate and should be widely implemented in other early childhood education institutions. They recognized it as a valuable promotive effort and a long-term health investment for children, laying the groundwork for healthier habits and environments in the future.
Gambaran Preferensi Media Belajar Mahasiswa Kedokteran Universitas Tarumanagara Pratama, Alvin Putra; Irawaty, Enny
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/mpp.v16i2.12565

Abstract

Learning medium are mediums used to convey various learning materials to improve knowledge. One example of a learning medium is books. With the advancement of technology, various books are now available in digital form. The availability of books and learning materials in digital format allows students, especially college students, to use either print format or digital format based on their preferences. This study aim to determine the format preferences of medical students of Tarumanagara University when studying. Descriptive study was conducted on 445 medical students from class of 2018-2020 of Tarumanagara University using the format preference questionnaire that had been modified. Sample were taken using total sampling. The results showed that student’s print format preference during studying were 53,26% while digital format preference were 46,74%. The ease of reading repeatedly with longer duration was the most reason stated by students with print format preferences (43,46%) while the convenience of being able to be read anywhere was the reason stated by students with digital format preference (72,17%). Student’s preference of print and digital format based on language and length of the reading material were questioned as well. The students shows a large preference for print format if the texts are in Bahasa Indonesia (67,42%), while students shows a preference for digital format if the text are presented in foreign language (70,11%). If text’s length are ≥7 page and 7 page, the students prefer to use print format. This study also shows that students have their own techniques/strategies when reading digitally. Underlining/highlighting is the technique mostly used by students (69,66%).From this study, it can be concluded that the majority of Tarumanagara University’s medical students prefers print format rather than digital format for studing purposes, hence Tarumanagara University should provide reading materials in hardcopy to support students academic activites.