Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Hubungan persepsi mahasiswa terkait lingkungan pembelajaran dengan hasil belajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Febri Angreani Wilyo; Enny Irawaty
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i1.13724

Abstract

Lingkungan pembelajaran merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi hasil belajar. Persepsi mahasiswa terkait lingkungan pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar sehingga diperoleh hasil belajar yang baik. Tujuan studi ini adalah mengetahui persepsi mahasiswa terkait lingkungan pembelajaran dan hubungannya dengan hasil belajar. Studi ini dilakukan pada 165 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2017 semester 4 dengan menggunakan desain cross sectional. Data persepsi terkait lingkungan pembelajaran diperoleh dari kuesioner Dundee Ready Educational Environment Measure (DREEM). Sebanyak 155 (93,9%) mahasiswa mempersepsikan lingkungan pembelajaran lebih banyak hal positif daripada negatif, diikuti 8 (4,8%) mahasiswa mempersepsikan sangat memuaskan dan 2 (1,2%) mahasiswa mempersepsikannya terdapat masalah. Hasil belajar dengan nilai IPK sangat memuaskan diperoleh sebanyak 128 (77,6%) mahasiswa diikuti 34 (20,6%) mahasiswa memperoleh nilai IPK dengan pujian dan 3 (1,8%) mahasiswa dengan nilai IPK memuaskan. Mayoritas responden memiliki persepsi positif terkait semua aspek persepsi lingkungan pembelajaran yang meliputi persepsi terhadap proses pembelajaran, persepsi terhadap dosen, persepsi terhadap atmosfer akademik, persepsi terhadap kehidupan sosial dan persepsi terhadap kemampuan akademik. Pada studi ini tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara persepsi mahasiswa terkait lingkungan pembelajaran dengan hasil belajar (p >0,05).  
Hubungan gaya belajar Honey & Mumford dengan hasil belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Cindy Marcellina; Enny Irawaty
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.18471

Abstract

Gaya belajar merupakan metode yang digunakan individu dalam memperoleh informasi dan pengetahuan. Mahasiswa dengan gaya belajar yang tepat akan lebih mudah menyerap informasi dengan cepat. Mereka juga lebih mampu berkonsentrasi dalam proses belajar sehingga materi pelajaran dapat dipahami dengan baik dan akhirnya diperoleh hasil belajar yang maksimal. Studi ini dilakukan untuk mengetahui hubungan gaya belajar dengan hasil belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Studi ini bersifat analitik observasional dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel pada studi ini dilakukan dengan teknik total sampling. Studi dilakukan pada bulan April 2019 pada 145 mahasiswa FK UNTAR dengan mengisi kuesioner yang berisi pertanyaan mengenai nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan kuesioner gaya belajar Honey & Mumford. Dari 145 responden didapatkan gaya belajar yang dominan adalah reflector (98 orang; 67,6%), di ikuti dengan pragmatist (23 orang; 15,9%), activist (14 orang; 9,6%), theorist (10 orang; 6,9%). Rerata nilai IPK didapatkan sebesar 3,21. Hasil belajar pada berbagai gaya belajar didapatkan rerata nilai IPK yang hampir sama dan pada uji statistik one way ANOVA menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara gaya belajar dan hasil belajar dengan nilai p = 0.651. 
Indeks prestasi akademik ditinjau dari jalur penerimaan mahasiswa baru, status dan akreditasi sekolah sebelumnya Michelle Chintya; Enny Irawaty
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.20812

Abstract

Fakultas kedokteran berkewajiban untuk memastikan mahasiswa yang diterima berpotensi sukses dalam menyelesaikan pendidikan kedokterannya sehingga proses dan kriteria seleksi masuk menjadi krusial. Salah satu kriteria seleksi mahasiswa dapat dilihat dari prestasi belajar di Sekolah Menengah Atas (SMA). Status sekolah negeri atau swasta dan peringkatnya yang ditentukan oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BANS/M) memengaruhi proses belajar yang akhirnya berdampak pada prestasi belajar di SMA. Jalur penerimaan seleksi masuk juga dapat menjadi faktor yang menentukan kesuksesan mahasiswa dalam pendidikannya. Studi ini dilakukan untuk mencari hubungan antara status dan akreditasi sekolah serta jalur penerimaan mahasiswa baru dengan capaian mahasiswa kedokteran yang dilihat dari indeks prestasi. Study bersifat analitik potong lintang terhadap 106 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2020 dengan mengisi kuesioner. Hasil studi didapatkan 58 (54,7%) responden berasal dari SMA swasta dan 48 (45,3%) responden dari SMA negeri. Responden yang berasal dari SMA berakreditasi A didapatkan sebanyak 102 (96,2%) responden, SMA berakreditasi B sebanyak 2 (1,9%) responden, serta SMA berakreditasi C dan tidak terakreditasi masing-masing sebanyak 1 (0,9%) responden. Responden yang diterima melalui Jalur Penelusuran Prestasi (JPP) sebanyak 68 (64,2%) responden dan yang diterima melalui Ujian Saringan Masuk (USM) sebanyak 38 (35,8%) responden. Rerata indeks prestasi responden sebesar 3,21 (0,48). Hasil analisis menunjukkan status dan akreditasi sekolah serta jalur penerimaan mahasiswa tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan indeks prestasi (p value > 0,05). Indeks prestasi akademik pada studi ini mungkin dipengaruhi oleh banyak faktor lain. Meskipun demikian, seleksi masuk fakultas kedokteran tetap harus dilakukan dengan proses dan kriteria yang ketat.
HUBUNGAN EMPATI DENGAN HASIL UJIAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI DOKTER-PASIEN DAN BREAKING BAD NEWS Evelin Maharani Widjaja; Enny Irawaty
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v6i2.12716

Abstract

Empathy is the ability to understand someone else’s experiences, emotions, and feelings. Empathy is one of the professional qualities in patient-centered health services. Empathy in medical education is closely related to the student's mastery of clinical competence. The student’s empathy measurement becomes crucial in acquiring feedback regarding empathy learning at the preclinical education stage. It encourages the study of the relationship between empathy and doctor-patient communication and breaking bad news (BBN) skill examination results. This study used a cross-sectional design on Faculty of Medicine students of Universitas Tarumanagara. Empathy was assessed using The Toronto Empathy Questionnaire while the results of the doctor-patient communication and BBN skills examinations were collected from the respondents via Google Form. In this study, the number of respondents was as many as 124 students with the majority of them being female (71.8%). A total of 78.2% of respondents possessed high empathy. A total of 94.4% of respondents passed the doctor-patient communication skills examination and 98.4% of respondents passed the BBN skills examination. Respondents who passed both of the examinations were 92.7%. Empathy and the results of the two clinical skills examinations were analyzed using Fisher's exact test which led to the discovery of a p-value >0.05. In this study, it can be concluded that there is no significant relationship between empathy and the results of the doctor-patient communication and BBN skills examinations on Faculty of Medicine students of Universitas Tarumanagara. Keywords: empathy, clinical skills, medical students Abstrak Empati merupakan kemampuan untuk memahami pengalaman, emosi, dan perasaan orang lain. Empati termasuk salah satu kualitas profesionalisme dalam pelayanan kesehatan yang berpusat pada pasien. Empati pada tahap pendidikan kedokteran berkaitan erat dengan penguasaan mahasiswa terhadap suatu kompetensi klinis. Pengukuran tingkat empati mahasiswa menjadi hal yang penting sebagai umpan balik terhadap pembelajaran empati pada tahap pendidikan pre-klinik. Hal ini mendorong untuk dilakukannya penelitian mengenai hubungan empati dengan hasil ujian keterampilan komunikasi dokter-pasien dan breaking bad news (BBN). Penelitian ini menggunakan desain cross sectional terhadap mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Empati dinilai dengan menggunakan The Toronto Empathy Questionnaire serta hasil ujian keterampilan komunikasi dokter-pasien dan BBN ditanyakan ke responden melalui Google Form. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 124 mahasiswa dengan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (71,8%). Sebanyak 78,2% responden memiliki empati tinggi. Sebanyak 94,4% responden lulus ujian keterampilan komunikasi dokter-pasien dan 98,4% responden lulus dalam ujian keterampilan BBN. Responden yang lulus pada kedua ujian keterampilan tersebut sebesar 92,7%. Empati dan hasil ujian kedua keterampilan klinis dianalisis dengan menggunakan uji Fisher’s exact dan didapatkan p value >0,05. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara empati dengan hasil ujian keterampilan komunikasi dokter-pasien dan BBN pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara.  
Asthenopia pada Mahasiswa Universitas Tarumanagara dan Hubungannya dengan Lama Waktu Penggunaan Laptop Minerva Cessilia Nafileita Jauhary; Meriana Rasyid; Enny Irawaty
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i4.1178

Abstract

Pandemi COVID-19 menyebabkan peningkatan penggunaan perangkat elektronik karena banyaknya aktivitas berpindah menjadi online. Peningkatan penggunaan komputer (desktop), tablet, dan laptop atau penggunaan perangkat elektronik lainnya, seperti smartphone, atau e-book reader telah meningkatkan kejadian asthenopia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kejadian mata lelah atau asthenopia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara, serta membandingkan angka kejadian tersebut pada mahasiswa di kedua fakultas tersebut sekaligus melihat hubungan antara lamanya penggunaan laptop dengan kejadian asthenopia. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Responden penelitian ini berjumlah 347 responden yang merupakan gabungan dari mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara Angkatan 2019-2021 yang sudah melakukan pembelajaran daring minimal 5 bulan. Teknik analisis data dengan Chi-Square. Prevalensi asthenopia pada Fakultas Kedokteran sebesar 86,26% dan Fakultas Teknik sebesar 82,35% dengan total keseluruhan pada kedua fakultas sebesar 85.30%. Tidak terdapat perbedaan tingkat kejadian asthenopia antara mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara. Selama pembelajaran daring, 98.10% mahasiswa Fakultas Kedokteran dan 92.94% Fakultas Teknik menghabiskan waktu >2 jam untuk belajar dengan menggunakan laptop. Selain itu, hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar gejala dengan waktu menatap layar laptop. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.122 yang artinya tidak ada hubungan antara lama waktu menatap layar laptop dengan gejala asthenopia.
Pengetahuan, sikap dan perilaku ibu hamil mengenai kurang energi kronis Novendy; Enny Irawaty; Hapsari Mustika Cahyani; Cindy Paramitha Sunardi; Randy William
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.22784

Abstract

Kasus kurang energi kronis pada ibu hamil di Puskesmas Kronjo tahun 2021 terdapat sebanyak 2,8%, meningkat menjadi 4,5% kasus pada bulan Agustus 2022. Hasil mini survei yang telah dilakukan di Puskesmas menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat mengenai penyakit kurang energi kronis masih kurang. Selain itu studi terkait pengetahuan, sikap dan perilaku mengenai kurang energi kronis pada ibu hamil di Puskesmas Kronjo belum dilakukan sehingga studi ini sangat perlu dilakukan sebagai data awal gambaran masyarakat mengenai penyakit ini. Studi ini menggunakan desain potong lintang. Teknik sampling untuk mengambil 157 responden yang digunakan ialah purposive non-random sampling. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang berisi seputar pengetahuan, sikap dan perilaku ibu hamil mengenai penyakit kurang energi kronis. Data kemudian disajikan dalam bentuk data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan hampir setengah yaitu sebesar 47,8% pengetahuan responden masih kurang mengenai penyakit kurang energi. Namun, sebesar 85,4% responden memiliki sikap yang baik serta 78,3% reponden memiliki perilaku yang baik mengenai penyakit kurang energi kronis. Edukasi kepada ibu hamil mengenai penyakit kurang energi kronis tetap harus dilakukan sebagai upaya mencegah timbulnya kurang energi kronis pada ibu hamil dan ibu dapat melahirkan bayi yang sehat.
Gambaran Efektivitas Tutor Problem-Based Learning (Pbl) Online Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Patricia Monique Yolande; Enny Irawaty
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.106 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i5.11913

Abstract

Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) mendorong pembelajaran mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara (FK UNTAR) diselenggarakan secara jarak jauh (online). Hal ini berdampak pada seluruh kegiatan pembelajaran seperti perkuliahan, diskusi problem-based learning (PBL), dan pembelajaran keterampilan klinis dasar yang seharusnya dilakukan secara tatap muka, menjadi online. Kegiatan diskusi PBL di FK UNTAR yang diselenggarakan secara online tentu berbeda dengan diskusi PBL secara tatap muka. Berbagai faktor dapat memengaruhi keberhasilan PBL, antara lain kasus pemicu yang diberikan, proses tutorial kelompok, dan peran tutor. Peran tutor sangat penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif untuk mahasiswa, salah satunya dengan menstimulasi proses pembelajaran yang aktif, mandiri, kontekstual, dan kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran efektivitas tutor PBL online FK UNTAR menstimulasi mahasiswa dalam pembelajaran aktif, mandiri, kontekstual, dan kolaboratif, serta perilaku intrapersonal sebagai seorang tutor. Subjek penelitian ini adalah 480 mahasiswa FK UNTAR angakatan 2019, 2022, dan 2021 yang mengikuti kegiatan tutorial PBL blok yang sedang dijalani secara penuh (semua langkah seven jumps). Metode pengumpulan data dilakukan secara daring dengan penyebaran kuesioner menggunakan Google form. Hasil analisis menyatakan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa tutor PBL online menstimulasi mahasiswa dalam pembelajaran aktif (51,2%-56,0% responden), pembelajaran mandiri (52,3%-53,5% responden), pembelajaran kontekstual (55,4%-56,3% responden), pembelajaran kolaboratif (46,5%-48,3% responden), serta perilaku intrapersonal tutor (46,7%-54,2% responden).
FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA WANITA USIA PRODUKTIF Novendy Novendy; Susy Olivia Lontoh; Chong Jen Hsu; Enny Irawaty
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v2i1.20199

Abstract

Data Riset Kesehatan Dasar 2018, hipertensi merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi tinggi yaitu sebesar 34,11% di Indonesia. Data Puskesmas Kecamatan Kronjo, hipertensi menempati urutan ketiga dari sepuluh penyakit terbanyak dan urutan pertama untuk kasus penyakit tidak menular selama kurun waktu Mei sampai Agustus 2016. Wanita usia produktif (20-44 tahun) yang terkena hipertensi di Kecamatan Kronjo berjumlah 315 kasus (81,81%) dari total 385 kasus dalam kurun waktu tersebut. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi terjadi penyakit hipertensi. Namun faktor risiko yang mungkin berpengaruh akan kejadian hipertensi pada kelompok wanita usia produktif masih belum diketahui dengan jelas. Maka dengan itu dilakukan penelitian sebagai studi awal mengenai faktor risiko wanita usia produktif akan kejadian hipertensi di Puskesmas Kronjo. Penelitian ini menggunakan studi potong lintang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang sudah tersusun secara terstruktur. Metode sampling yang dilakukan adalah judgemental nonrandom sampling. Hasil penelitian didapatkan faktor risiko yang secara signifikan berpengaruh terhadap kejadian hipertensi adalah riwayat hipertensi pada keluarga (p value = 0.024), konsumsi tinggi garam (p value = 0.029), sering mengonsumsi makanan cepat saji (p value = 0.008), jarang mengonsumsi buah (p value = 0.001), dan status gizi dari seseorang (p value = 0.034). Dengan adanya faktor risiko tersebut, maka menjadi hal yang harus diperhatikan terutama pada wanita usia produktif agar tidak terjadi hipertensi dikemudian hari.
ZOOM EXHAUSTION AND FATIGUE PADA MASA PEMBELAJARAN HYBRID DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Muhammad Iqram; Enny Irawaty
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.18387

Abstract

Pandemi Covid-19 mendorong pemerintah Indonesia menetapkan proses pembelajaran dilakukan secara daring. Sejak Maret 2020, pembelajaran secara daring menjadi pilihan utama untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Saat kasus Covid-19 mengalami penurunan, maka pembelajaran daring silih berganti dengan luring (hybrid). Pembelajaranecara daring ternyata menyebabkan kelelahan yang disebut dengan Zoom exhaustion and fatigue (ZEF), yang meliputi kelelahan umum, visual, sosial, motivasi, dan emosional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui skor ZEF saat pembelajaran hybrid pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang menggunakan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan mengisi kuesioner ZEF scale melalui Google Form, selama periode Maret-April 2023 di saat pandemi Covid-19 sudah terkendali dan pembelajaran hybrid di Universitas Tarumanagara diberlakukan.  Sampel penelitian ini berjumlah 138 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Hasil penelitian ini didapatkan rerata skor ZEF scale sebesar 2,52 (0,7), dengan kategori kelelahan umum didapatkan rerata skor tertinggi dibandingkan kategori lainnya yaitu sebesar 2,97 (0,8). Kategori kelelahan motivasi dan emosional didapatkan rerata skor terendah yaitu sebesar 2,35 (0,9). Perempuan memiliki rerata skor ZEF scale yang lebih tinggi daripada laki-laki, dengan rerata sebesar 2,59 (0,7) berbanding 2,37 (0,7). Angkatan 2020 didapatkan rerata skor ZEF scale tertinggi dibandingkan angkatan lainnya, dengan rerata sebesar 2,60 (0,8). Mahasiswa kedokteran mengalami Zoom exhaustion and fatigue tingkat sedang pada masa pembelajaran hybrid di Universitas Tarumanagara. Pandemi Covid-19 mendorong pemerintah Indonesia menetapkan proses pembelajaran dilakukan secara daring. Sejak Maret 2020, pembelajaran secara daring menjadi pilihan utama untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Saat kasus Covid-19 mengalami penurunan, maka pembelajaran daring silih berganti dengan luring (hybrid). Pembelajaranecara daring ternyata menyebabkan kelelahan yang disebut dengan Zoom exhaustion and fatigue (ZEF), yang meliputi kelelahan umum, visual, sosial, motivasi, dan emosional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui skor ZEF saat pembelajaran hybrid pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang menggunakan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan mengisi kuesioner ZEF scale melalui Google Form, selama periode Maret-April 2023 di saat pandemi Covid-19 sudah terkendali dan pembelajaran hybrid di Universitas Tarumanagara diberlakukan.  Sampel penelitian ini berjumlah 138 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Hasil penelitian ini didapatkan rerata skor ZEF scale sebesar 2,52 (0,7), dengan kategori kelelahan umum didapatkan rerata skor tertinggi dibandingkan kategori lainnya yaitu sebesar 2,97 (0,8). Kategori kelelahan motivasi dan emosional didapatkan rerata skor terendah yaitu sebesar 2,35 (0,9). Perempuan memiliki rerata skor ZEF scale yang lebih tinggi daripada laki-laki, dengan rerata sebesar 2,59 (0,7) berbanding 2,37 (0,7). Angkatan 2020 didapatkan rerata skor ZEF scale tertinggi dibandingkan angkatan lainnya, dengan rerata sebesar 2,60 (0,8). Mahasiswa kedokteran mengalami Zoom exhaustion and fatigue tingkat sedang pada masa pembelajaran hybrid di Universitas Tarumanagara.
Gambaran pengetahuan, sikap dan perilaku mengenai penyakit hipertensi pada komunitas wilayah kerja Puskesmas Sindang Jaya Irawaty, Enny; Novendy; Shantika; Tabitha, Ribka; Saputra, William Wijaya Herlin
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i2.26711

Abstract

Dinas Kesehatan Provinsi Banten mencatat bahwa Kabupaten Tangerang pada tahun 2019 menjadi salah satu tempat dengan jumlah kasus hipertensi tertinggi yaitu sebanyak 622.060 kasus. Puskesmas Sindang Jaya yang merupakan bagian dari Kabupaten Tangerang juga mengalami peningkatan kasus hipertensi dalam satu tahun terakhir. Peningkatan terjadi sebesar 61% kasus dari awal tahun 2021 hingga Desember 2021. Pengetahuan, sikap, dan perilaku seseorang terhadap hipertensi memiliki peranan yang sangat penting dalam mencegah risiko hipertensi. Pengetahuan, sikap, dan perilaku pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sindang Jaya masih belum diketahui dengan pasti, sehingga diperlukan kajian mengenai hal ini, yang nantinya dapat membantu Puskesmas dalam melakukan upaya pencegahan timbulnya penyakit hipertensi. Desain yang digunakan dalam studi ini ialah studi potong lintang dengan teknik sampling purposive non-random sampling. Sebanyak 137 responden berpartisipasi dalam studi ini. Hampir 60% responden tidak mengetahui faktor risiko dari penyakit hipertensi dan 67,9% responden tidak mengetahui cara mencegah penyakit hipertensi. Sebanyak 42,3% responden yakin tidak akan terkena hipertensi dan hanya 5,1% responden menganggap hipertensi ialah penyakit yang serius. Lebih dari setengah responden akan melakukan pemeriksaan rutin, olahraga rutin, mengonsumsi makanan sehat untuk mencegah timbulnya penyakit hipertensi. Hasil studi menunjukkan bahwa pengetahun dan sikap responden masih kurang terhadap penyakit hipertensi, namun dari segi perilaku, responden sudah melakukan upaya dalam mencegah timbulnya penyakit hipertensi.