p-Index From 2021 - 2026
7.479
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Advances in Applied Sciences MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Journal of Tropical Forest Management ASEAN Journal of Systems Engineering Majalah Forum Teknik UGM Jurnal Penelitian Saintek Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan BIOTROPIA - The Southeast Asian Journal of Tropical Biology TAMBANG Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik JURNAL TEKNIK SIPIL ITP ISSN 2354-8452 Majalah Geografi Indonesia Jurnal Ketahanan Nasional Journal of Degraded and Mining Lands Management Jurnal Wilayah dan Lingkungan Eksplorium : Buletin Pusat Pengembangan Bahan Galian Nuklir Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) JPSE (Journal of Physical Science and Engineering) Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Journal of the Civil Engineering Forum Jurnal Geomine Indonesian Journal of Chemistry PROMINE Conference SENATIK STT Adisutjipto Yogyakarta Civil and Environmental Science Journal (CIVENSE) Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi Journal of Appropriate Technology for Community Services Respati Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Multidisciplinary Applied Natural Science Journal of Applied Geology Journal of the Civil Engineering Forum Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Techno Indonesian Journal of Physics (IJP) International Journal of Disaster Management JAGE BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu ALTRON Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Dinamika Teknik Sipil: Majalah Ilmiah Teknik Sipil Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Eksplorium : Buletin Pusat Pengembangan Bahan Galian Nuklir
Claim Missing Document
Check
Articles

Improving Landslide Susceptibility Using Groundwater Parameter in Samigaluh and Kalibawang Subdistricts Susatio, Raja; Sartohadi, Junun; Samodra, Guruh; Setiawan, Muhammad Anggri; Wilopo, Wahyu
Journal of Applied Geology Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Geological Engineering Department Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jag.106054

Abstract

Landslide susceptibility map is crucial in disaster risk management and it can be used for regional development plans. Landslide susceptibility map can be made by analyzing parameters that are assumed to affect landslides such as gradient slopes, geology, soil, and climate. Selection of landslide controlling parameters influences the accuracy of landslide susceptibility map. This study evaluates the effect of parameter that’s rarely used which is groundwater. The study area of this research was Kalibawang and Samigaluh Subdistricts, Kulonprogo, Special Region of Yogyakarta, Indonesia. Frequency ratio was used for the method along other parameters which is slope gradient, lithology, lineament density, land use, soil thickness. The result shows that groundwater parameter increase the accuracy by 22,29%. This study suggest that groundwater should be highly considered in landslide susceptibility mapping. In the other hand, groundwater depth mapping remains a challenge because most remote sensing method only detect shallow groundwater. Further research is necessary to develop better method for groundwater mapping using remote sensing or other indirect method.
Kerentanan Air Tanah Terhadap Intrusi Air Laut Dengan Menggunakan Metode GALDIT di Sekitar Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan Fuady Ahmad Lathif, Iqbal Fuady Ahmad; Wilopo, Wahyu; Handini, Esti
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v6i1.53687

Abstract

Kota Makassar yang berkembang pesat banyak menghadapi tantangan pemenuhan kebutuhan air bersih, terutama dari air tanah yang secara kualitas lebih baik. Di wilayah pesisir, pemanfaatan air tanah yang berlebihan dapat memicu intrusi air laut, yang menyebabkan penurunan kualitas air tanah di beberapa daerah di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode GALDIT yang dimodifikasi dengan menambahkan parameter kepadatan penduduk untuk menilai kerentanan air tanah terhadap intrusi air laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pesisir Makassar memiliki dua tipe akuifer, yaitu akuifer bebas pada bagian atas yang tersusun dari pasir dan pasir lempungan, serta akuifer semi tertekan di bagian bawah yang tersusun dari batupasir, batupasir lempungan, dan batupasir tufan. Aliran air tanah bergerak dari daerah tinggian di tenggara menuju barat laut, dengan daerah pembuangan di laut Selat Makassar. Terdapat tiga zona kerentanan air tanah: tinggi, sedang, dan rendah. Zona kerentanan tinggi ditemukan di Kecamatan Mariso, Wajo, dan Tallo, yang dipengaruhi oleh genangan air laut akibat reklamasi pantai dan interaksi suplai air sungai dengan air tanah di daerah muara. Analisis menunjukkan bahwa kepadatan penduduk adalah parameter paling signifikan dalam menentukan kerentanan, diikuti oleh muka air tanah, jarak dari garis pantai, konduktivitas hidraulika, tebal akuifer, tipe akuifer, dan dampak status intrusi.
Evaluation of groundwater quality in Palu-Sigi Biromaru post-liquefaction, Central Sulawesi, Indonesia Afandi, Moh Fahri; Wilopo, Wahyu; Pranantya, Pulung Arya
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 12 No. 5 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2025.125.9041

Abstract

The liquefaction phenomenon on September 28, 2018, in Palu, particularly in Petobo and Jono Oge, caused severe damage and disrupted the shallow aquifer system. This study compared groundwater quality in the non-liquefaction area and the liquefaction area before and after the 2018 earthquake in South Palu and Sigi Biromaru, Central Sulawesi, Indonesia. The data were collected through field and laboratory analyses in 2025 and secondary data in 2018, before the earthquake, from previous researchers. The parameters of groundwater, including physicochemical properties, major ions, stable isotopes (?¹?O-?²H), and E. coli. The results show that non-liquefaction areas remained stable, characterized by Ca-HCO? facies and isotopes close to LMWL, which reflect local meteoric recharge. In contrast, post-liquefaction areas exhibited significant increases in Na?, Cl?, SO?²?, and NO?? along with high content of E. coli bacteria, resulting from a combination of geological processes and anthropogenic activities. Liquefaction also causes land degradation due to the loss of the soil's humus layer, as well as soil pollution from the remains of building materials that collapse during the liquefaction process. These findings confirm that liquefaction accelerates ion mobilization, increases the biological vulnerability of aquifers, and reduces soil quality.
GIS for Landslide Risk Assessment, Study Case Pengasih and Sentolo District, Kulon Progo, Indonesia Arrisaldi, Thema; Pratiknyo, Puji; Wilopo, Wahyu
International Journal of Disaster Management Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : TDMRC, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/ijdm.v6i1.30595

Abstract

Landslide is a natural phenomenon that often occurs as a disaster in Kulon Progo Region. This research is located in Pengasih and Sentolo District, Kulon Progo. The aim of the study is landslide risk mapping in the research area. The landslide risk map has 3 parameters, such as potential landslide condition, vulnerable situations, and community capacity to cope with the landslide disaster. Potential landslide obtained from Geographic Information System (GIS )overlay analysis using Analytical Hierarchy Process (AHP) consists of 4 sub-parameters: slope gradient (55.49%), geological condition (25.16%), stream density (9.67%), land use (9.67%). The vulnerability was obtained from 3 sub-parameters, such as economic vulnerability (33.33%), infrastructure vulnerability (33.34%), and population density (33.33%). The community capacity in the research area was obtained from The activity of the Region Disaster Management Authority (BPBD) of Kulon Progo to strengthen community awareness to cope with landslide disasters, such as socialization about landslides and simulation during an emergency landslide. The input in overlay analysis used GIS for the parameters are all sub-parameters from each parameter. Landslide risk map obtained from overlay analysis using GIS based on landslide potential map, vulnerability map, and capacity map. The result is that Pengasih and Sentolo Districts have low to moderate landslide risk conditions. Several landslides occur in each landslide risk zone.
Kajian Geologi Lingkungan Untuk Pengembangan Kawasan di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul Budianta, Wawan; Hendrayana, Heru; Putra, Doni Prakasa Eka; Wilopo, Wahyu; Indrawan, I Gde Budi; Setiawan, Hendy
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 13, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.13.1.33-48

Abstract

Aspek geologi lingkungan memegang peran penting dalam perencanaan wilayah. Penelitian ini mengevaluasi beragam parameter geologi, terutama terkait airtanah dan sifat permukaan, untuk memperkuat pengembangan wilayah Desa Bejiharjo di Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Parameter yang diteliti meliputi kedalaman muka air tanah dan Total Dissolved Soil (TDS), yang diperoleh dari sumur gali dan hanameter, serta karakteristik tanah dan batuan yang didapatkan melalui pemetaan. Temuan penelitian memaparkan tiga zona kedalaman muka air tanah (dangkal <6 m, dalam 6-20 m, sangat dalam >20 m), dua zona TDS (excellent <300 mg/L, good 300-600 mg/L), serta dua zona satuan permukaan (zona tanah dan batuan). Zonasi pengembangan kawasan ditentukan melalui pembobotan setiap parameter dan pengklasifikasian skor yang membaginya menjadi zona sangat mampu, mampu, dan kurang mampu. Zona yang dianggap cocok untuk pengembangan adalah zona mampu dan sangat mampu yang menunjukkan variasi karakteristik lahan dengan kedalaman muka air tanah antara <6 m hingga >20 m, permukaan yang terdiri dari campuran tanah-batuan, dan nilai TDS antara <300 hingga 600 mg/L. Sebaliknya, zona kurang mampu diisi dengan kedalaman air tanah dari 6 m hingga >20 m, permukaan yang merupakan tanah residu, dan nilai TDS antara <300 hingga 600 mg/L. Dominasi tanah residu menjadi faktor utama yang mengkategorikan zona ini sebagai zona kurang mampu karena tanah residu memiliki kualitas pondasi yang kurang dibandingkan dengan batuan.
PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN NIRA AREN MENJADI GULA SEMUT UNTUK MENINGKATKAN NILAI EKONOMI KELOMPOK TANI TANI SARI, NGARGOSARI, LOANO, PURWOREJO Muflih, Ghufron Zaida; Barokah, Umi; Fatmawati, Nurlaila; Zuhdi, Rasyid; Fathan, Teuku Faisal; Wilopo, Wahyu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38858

Abstract

Gula menjadi salah satu bahan makanan yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari yang dihasilkan dari produk pertanian, salah satunya adalah nira aren. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengoptimalkan potensi nira aren menjadi gula semut guna meningkatkan ekonomi masyarakat. Lokasi pengabdian berada di Desa Ngargosari, Kecamatan Loano, Kabupaten Kebumen. Mitra yang dijadikan objek pengabdian ini yaitu kelompok tani Tani Sari yang sudah memproduksi gula merah. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah praktek langsung dengan mendatangkan narasumber profesional yang menguasai bidang pembuatan gula semut. Proses produksi gula semut dimulai dari menyiapkan nira aren kemudian dilakukan penyaringan menggunakan kain penyaring guna membuang kotoran-kotoran, nira kelapa yang sudah bersih selanjutnya dimasukkan ke mesin kristalisasi dilanjutkan dengan penyaringan menggunakan ayakan yang sudah disiapkan. Gula semut selanjutnya dikeringkan menggunakan mesin oven dengan suhu pengeringan 45oC-50oC selama 1,5-2,0 jam. Terakhir dilakukan pengemasan gula semut dengan menggunakan plastik dan mesin sealer.
Perancangan Energi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro di Kawasan Perkebunan Teh PT. Pagilaran Batang, Jawa Tengah Aspriadi, Feri; Sulaiman, Muhammad; Wilopo, Wahyu
Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi
Publisher : Pusat Teknologi Instrumentasi dan Otomasi (PTIO) - Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/joki.2019.11.1.4

Abstract

Listrik merupakan suatu yang sangat sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat moderen di era saat ini, hampir semua aktifitas manusia memanfaatkan energi listrik. Berdasarkan data yang dimiliki kementerian ESDM, dari potensi nasional. total keseluruhan potensi tenaga air yang dimiliki bangsa Indonesia sebesar 75.000 MW dan yang termanfaatkan saat ini hanya 10.1% atau sebesar 7,572 MW. Di kawasan perkebunan teh PT. Pagilaran kondisi existing transportasi pengangkut daun teh menggunakanan mobil truk, di proses pelayuan, dan proses pengeringan terdapat mesin-mesin yang mengkonsumsi bahan bakar fosil. Dimana hal tesebut tidak ramah lingkungan atau tidak green energy.Oleh sebab itu, diperlukan adanya kajian tentang energi alternatif untuk mensubstitusikan energi bahan fosil ke renewable energy dan untuk memenuhi pemenuhan kebutuhan konsumsi energi listrik. Dari permasalahan tersebut, melakukan kajian mengenai analisis konsumsi energi listrik exsisting, proyeksi demand energi listrik dan potensi pemanfaatan PLTMh.Hasil analisis didapat konsumsi energi existing di kawasan perkebunan teh pagilaran sebesar 3,4 GWh, konsumsi energi yang akan datang di kawasan perkebunan teh PT. Pagilaran sebesar 4,7 GWh dan potensi yang akan dimanfaatkan sebesar 4,25GW. Potensi energi listrik PLTMh dimanfaatkan diantaranya 15% proses pelayuan, 54% menyuplai kawasan afdeling pagilaran, 9% kawasan afdeling andongsili, 4% kawasan afdeling landak dan 18% kereta gantung pengangkut daun teh. 
Studi Potensi Pengembangan PLTMH di Kawasan Perkebunan Teh PT. PAGILARAN Kabupaten Batang Pujo Widiyantoro, Wahid; Wilopo, Wahyu; Sulaiman, Muhammad
Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi
Publisher : Pusat Teknologi Instrumentasi dan Otomasi (PTIO) - Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/joki.2019.11.1.6

Abstract

Mendukung master plan di wilayah perkebunan teh PT. Pagilaran dan adanya sumber energi yang bersih atau green energy di wilayah pabrik PT. Pagilaran, sehingga diperlukan pengembangan pembangunan energi terbarukan. Penelitian ini mengkaji tentang potensi pengembangan pembangunan pembangkit listrik tenaga air baik dari sisi teknis dan juga sisi ekonomis. Beberapa hal yang dibahas dalam penelitian ini meliputi potensi debit air, penentuan intake, penentuan ketinggian, potensi daya yang dibangkitkan dan nilai investasi. Dari hasil analisis potensi debit adalah 2 "“ 3 m3/dt. Dari debit tersebut akan di tampung ke embung Bismo yang memiliki luas 9356 m2 dan kedalaman 3 meter. Kemudian yang dimanfaatkan untuk PLTMH debit air sebesar 1,1 m3/dt. Ketinggian dari intake penstock adalah 93,87 meter yang menghasilkan potensi daya sebesar 607,15 kW dengan efisiensi keseluruhan 60%. Nilai investasi yang dibutuhkan pembangunan PLTMH di wilayah perkebunan teh Pagilaran dengan sumber daya air dari embung Bismo sebesar Rp  17.622.303.363,72,-. Net Present Value pada proyek PLTMH ini sebesar Rp 16.990.874.247,23,- dengan umur efektifitas pembangkit 20 tahun. BEP yang dicapai pada pembanguna PLTMH ini selama 5,96 tahun dengan suku bunga 6%. Berdasarkan nilai parameter evaluasi proyek di dapatkan nilai NPV dan IRR lebih besar dari 0 (nol), BCR>1 dan BEP di bawah umur ekonomis proyek.
Characteristics of Nitrate Pollution in Shallow Groundwater on the South Slope of Mount Merapi, Yogyakarta, Indonesia Adi, Restu Dwi Cahyo; Wilopo, Wahyu; Setiawan, Hendy
EKSPLORIUM Vol. 44 No. 1 (2023): MAY 2023
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/eksplorium.2023.6876

Abstract

Groundwater is the primary clean water source for most Indonesian society. The increasing use of groundwater is inevitable due to the rapid development in Indonesia, particularly in Yogyakarta. Shallow aquifers are vulnerable to contamination due to anthropogenic influences. Therefore, this research aims to determine shallow groundwater's physicochemical and chemical characteristics on the southern slope of Mount Merapi, specifically focusing on nitrate and chloride concentrations in groundwater. This research collected monthly data from eighteen dug wells or springs and rainfall data in the study area during the rainy and dry seasons from August 2022 to January 2023. The analyzing sample used argentometry to determine chloride concentration and ultraviolet spectrophotometric to determine nitrate concentration in Yogyakarta Environmental Health and Disease Control Technical Center (BBTKLPP) laboratory. The physicochemical parameters were tested directly in the field using Hanna instruments. The results indicate that a significant portion of shallow groundwater has high nitrate concentrations, corresponding to the growing settlements in the research area. Furthermore, according to the comparison graph between nitrate and chloride, the nitrate source was indicated as anthropogenic. Fecal matter from sanitation practices using septic tanks will likely influence the nitrate increase.
Enhancing Soil Liquefaction Prediction: Overcoming Data Challenges in SPT-Based Machine Learning with Imputation Technique Fadliansyah, Fandi; Faris, Fikri; Wilopo, Wahyu; Ardiansyah
Journal of the Civil Engineering Forum Vol. 12 No. 1 (January 2026)
Publisher : Department of Civil and Environmental Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcef.21347

Abstract

In addition to the adverse effects of earthquakes, the loss of soil-bearing capacity during liquefaction can exacerbate damage to buildings. Liquefaction phenomena involve many parameters, making it more complex to evaluate. Machine learning has been studied to deal with liquefaction complexity in recent decades. However, incomplete liquefaction data can result in missing information, complicating model development across various datasets. Therefore, this study aims to assess the capability of machine learning models to predict liquefaction by implementing the missing value imputation technique. Seismicity, soil properties, and soil condition parameters were utilized to develop models. Random Forest (RF), k-Nearest Neighbor (k-NN), and eXtreme Gradient Boosting (XGBoost) were trained by applying feature selection and parameter optimization based on standard penetration test (SPT) data. The confusion matrix was used to assess the performance of the model based on the performance matrix of Overall Accuracy (OA), Precision (Prec), Recall (Rec), F1-Score (F1), and Area Under the Curve (AUC). In addition, the preprocessing stage included data normalization and outlier treatment to enhance the reliability of model predictions, ensuring consistent learning behavior across different variable scales. The results show that the RF achieved the highest performance (OA = 90.71%), which is comparable to findings from other previous studies. The AUC results indicate that the models deliver excellent classification performance. These findings suggest that the integration of imputation and preprocessing techniques can significantly improve data-driven approaches in geotechnical earthquake engineering. In conclusion, the missing imputation is quite effective in the predictive model. Finally, this study offers a new perspective on developing machine learning models using a more user-friendly software and applying imputation techniques to handle missing data.
Co-Authors Abd Karim, Amirul Aiman Adelide Asriati Sekar Rianda Adhi Susanto Adi, Restu Dwi Cahyo Adriansyah, Yan Afandi, Moh Fahri Afrizal Abdi Musyafiq Agung Setianto Agus Aktawan Agus Budhie Wijatna Agus Prasetya Agus Prasetya Ahmad Agus Setiawan Ahmad Agus Setiawan Ahmad Taufiq Ahmad Tawfiequrrahman Yuliansyah Ainul Fatayaatis Salaamah Aisyah Shahirah Juhari Alessandro Pagliaroli AM Lelie Novia W Amalina, Anisa Nur Amirul Aiman Abd Karim Andriyanto Andriyanto Anh Bui, Tuan Ansori, Tirangga Aprilia, Faridha Ardiansyah Arief Budiman Arif Kusumawanto Arrisaldi, Thema Aspriadi, Feri Atikah Zahidah Atmaja, Ammar Dwi Avantio Pramaditya Bayu, Himawan Tri Boreborey, Ty Boulom, Johnny Bramono Dwi Kusumo Budi Nur Cahyo Daris, Pieter Jhon Joshua Deepak Chamlagain Defi Rizkasari Denizar Rahman Dianto Isnawan Didit Hadi Barianto Dimas Hastama Nugraha, Dimas Hastama Doni Prakasa Eka Putra Dwi Kusumo, Bramono Dwiana Muflihah Yulianti Dwikorita Karnawati Dwikorita Karnawati Egy Erzagian Ekasara, Adam Raka Emanuel G. Manek Endah Retnaningrum Endah Retnaningrum Endah Retnaningrum Endah Retnaningrum Endah Retnaningrum Endah Retnaningrum Endah Retnaningrum Esti Handini Fachry Abda El Rahman Fadliansyah, Fandi Fahriza Fawwas Asrory Fajrianto, Rizq Farma Dyva Ferardi Fathan, Teuku Faisal Fatmawati, Nurlaila Feikal Aprieza Ferardi, Farma Dyva Ferian Anggara Fikri Faris Fikri Faris, Fikri Firginawan Surya Wanda Fuady Ahmad Lathif, Iqbal Fuady Ahmad Galeh Nur Indriatno Putra Pratama Giuseppe Lanzo H Setiawan Harry Leo Kharisma Haryono, Septiawan Nur Hendy Setiawan Heng, Salpisey Hermawan, Much. Taufik Tri Heru Hendrayana Hirajim, Tsuyoshi Hirajima, Tsuyoshi I Gde Budi Indrawan I Wayan Warmada Inderawan, Gde Budi Irvani Irvani Irvani, Irvani Irvani, Irvani Irwan Setyaji Johnny Boulom Joko Waluyo Junji Kiyono Junji Kiyono Junun Sartohadi K D Setyawan Keiko Sasaki Kezia Kartika Windya Kezia Kartika Windya Khan, Kamran Kirbani Sri Brotopuspito Kirbani Sri Brotopuspito Kirbani Sri Brotopuspito Kiyono, Junji Kusumaningrum, Serafica Btari Christiyani Laowattanabandit, Pipat Lathif, Iqbal Fuady Ahmad Luthfi Effendi Luthfi Effendi Makealoun, Somyot Manixone Thepgnothy Maris Setyo Nugroho Mohammad Kholid Ridwan Mohammad Pramono Hadi Muflih, Ghufron Zaida Muhammad Hidayat Furqon Muhammad Sulaiman Muhammad Zulfikrie Myat Thu Naing Nadia Sekarlangit Nugroho, Sunu Ardhi Nurul Huda Phyu Phyu Thin Puji Pratiknyo Puji Pratiknyo Pujo Widiyantoro, Wahid Pulung Arya Pranantya, Pulung Arya Purnamaningsih, Nur Aini Pyi Soe Thein Pyi Soe Thein Qurrahman, Alfian Hardi R Risanti R. Andy Erwin Wijaya Rahman, Denizar Rama Tri Saksono Ramesh Adhikari Razi, Muhammad Haikal Restu Dwi Cahyo Adi Restu Tandirerung Retnaningrum, Endah Retnaningrum, Endah Ridwan Budi Prasetyo Rilo Restu Surya Atmaja Ronggo Sadono Salaamah, Ainul Fatayaatis Salahuddin Husein Salpisey Heng Samodra, Guruh Santie, Putri Anjary Widya Sasaki, Keiko Satoru Kawasaki Sekar Rianda, Adelide Asriati Septiawan Nur Haryono Setiawan, Ahamd Agus Setiawan, Muhammad Anggri Shinta Dwi Novianti Slamet Widodo Somyot Makealoun Soutsadachan Chandalsouk Sri Anggoro Prahastono Srijono ., Srijono Srijono Srijono Srijono Srijono Srijono Srijono, Srijono Su Dar mono Subagyo Pramumijoyo Subagyo Pramumijoyo Subagyo Pramumijoyo, Subagyo Subur Priyono Sudarno, Ignatius Sunarko Sunarko Sunarko Sunarko Surya Damar Sasongko Putro Susatio, Raja Taufiq Muhammad Wijayanto Teuku Faisal Fathani Teuku Faisal Fathani Teuku Faisal Fathani Teuku Faisal Fathani Teuku Faisal Fathani Teuku Faisal Fathani Teuku Faisal Fathani Teuku Faisal Fathani Teuku Faisal Fathani Thein, Pyi Soe Thema Arrisaldi, S.T., M.Eng. Thepgnothy, Manixone Tsuyoshi Hirajim Tsuyoshi Hirajima Tsuyoshi Hirajima Tuan Anh Bui Ty Boreborey umi barokah Vienti Hadsari Warmada, Wayan Wawan Budianta Wijayanto, Taufiq Muhammad Wisnu Rachmad Prihadi Yan Adriansyah Yuli Fajarwati Yulianti, Dwiana Muflihah Zuhdi, Rasyid Zulaikha Budi Astuti Zulkifli Zulkifli