Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KETIDAKSEIMBANGAN TEGANGAN DAN KENAIKAN SUHU PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA AKIBAT GANGGUAN SINGLE-PHASING Makarim, Alam Afif; Sukmadi, Tejo; Winardi, Bambang
Transmisi Vol 18, No 4 Oktober (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1290.693 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.4.145-151

Abstract

Pada motor induksi 3 fase, akibat kurang perawatan dan lingkungan yang buruk, dapat menyebabkan salah satu fase statornya menjadi rusak dan tidak berfungsi. Hal ini menimbulkan gangguan single-phasing yang menyebabkan ketidakseimbangan tegangan dan kenaikan suhu pada motor. Tulisan ini menganalisis ketidakseimbangan tegangan dan kenaikan suhu yang terjadi pada motor induksi 3 fase ketika terjadi gangguan single-phasing dalam kondisi beban nol dan berbeban dengan menggunakan pembebanan prony brake. Oleh karena itu perlu dianalisa pengaruh gangguan single-phasing terhadap ketidakseimbangan tegangan dan kenaikan suhu dari kondisi normalnya. Dari hasil penelitian didapatkan akibat terjadinya single-phasing menimbulkan ketidaksetimbangan tegangan sebesar 3,64% pada kondisi beban nol hingga 6,30% pada kondisi beban penuh. Nilai daya keluaran pada kondisi single-phasing lebih besar dibandingkan dengan kondisi normalnya pada variasi yang sama, dimana daya keluaran saat single-phasing bernilai 36,46 W hingga 573,62 W, sedangkan pada kondisi normal bernilai 34,06 W hingga 417,04 W. Efisiensi saat single-phasing bernilai 21% hingga 70%, sedangkan pada kondisi normal bernilai 30% hingga 76%. Kenaikan suhu pada motor ketika kondisi beban nol sebesar 35,40oC, dan pada kondisi berbeban sebesar 57,74oC  (83,819% beban penuh) dengan suhu pada kondisi normalnya bernilai 28oC.
PRAKIRAAN KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK TAHUN 2006 – 2015 PADA PT. PLN (PERSERO) UNIT PELAYANAN JARINGAN (UPJ) DI WILAYAH KOTA SEMARANG DENGAN METODE GABUNGAN Fitrianto, Kurniawan; Nugroho, Agung; Winardi, Bambang
Transmisi Vol 9, No 1 (2007): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.476 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.9.1.52-56

Abstract

Pembangunan pusat-pusat tenaga listrik serta jaringan transmisi dan distribusinya meminta investasi yang besar dan waktu yang lama dibandingkan dengan pembangunan industri lainnya. Di pihak lain perlu diusahakan agar dapat memenuhi kebutuhan energi listrik tepat pada waktunya, dengan kata lain pembangunan bidang kelistrikan harus dapat mengimbangi kebutuhan energi listrik yang terus-menerus naik setiap tahunnya. Karenanya untuk membangkitkan dan menyalurkan energy listrik secara ekonomis maka harus dibuat prakiraan jauh sebelum kebutuhan energi listrik itu sendiri terjadi. Prakiraan kebutuhan energi listrik pada P.T. PLN (Persero) Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) di Wilayah Kota Semarang ini menggunakan metode gabungan yaitu suatu metode yang disusun dengan menggabungkan beberapa model seperti ekonometri, kecenderungan, dan analitis dengan pendekatan sektoral yaitu suatu pendekatan dengan mengelompokan pelanggan menjadi 4 sektor (rumah tangga, bisnis, umum, dan industri). Prakiraan ini didasarkan pada pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan penduduk, dan pertumbuhan rumah tangga daerah setempat. Data-data yang digunakan adalah pertumbuhan selama lima tahun sebelumnya. Hasilnya adalah berupa prakiraan konsumsi energi (MWh), daya tersambung (KVA), jumlah pelanggan, kebutuhan energi total yang harus diproduksi (MWh), dan beban puncak (MW). Keywords: Prakiraan, Kebutuhan Energi Listrik, Metode Gabungan, UPJ, Kota Semarang
EVALUASI DAN OPTIMASI SISTEM OFF GRID PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA HYBRID (PLTH) BAYU BARU, BANTUL, D.I. YOGYAKARTA pradityo, johar; Winardi, Bambang; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.857 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.557-564

Abstract

Abstrak Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH) Bayu Baru adalah pembangkit listrik yang terdiri dari PLTS dengan panel surya dan PLTB dengan turbin angin. PLTH Bayu Baru secara rutin harus dievaluasi karena komponen-komponen PLTH Bayu Baru yang rentan terhadap kerusakan dikarenakan hampir semua komponen pembangkitan berada di lapangan. Evaluasi ini bertujuan agar kontinyuitas penyaluran energi listrik tetap terjaga.  Kinerja  PLTH Bayu Baru dapat diukur melalui kinerja tiap komponen pembangkitannya. Kinerja panel surya dan turbin angin PLTH Bayu Baru dapat diukur melalui daya keluaran dari komponen tersebut. Simulasi software HOMER dapat menghitung tingkat ekonomis dari PLTH Bayu  Baru dan dapat mengoptimasi desain sistem pembangkit hybrid berdasarkan nilai NPC terendah. Hasil simulasi dengan software HOMER, keseluruhan sistem PLTH Bayu Baru dengan project life time 25 tahun membutuhkan NPC sebesar $ 583.569, dan COE sebesar $ 1,198/kWh. Komponen pembangkit yang paling ekonomis pada PLTH Bayu Baru adalah turbin angin berkapasitas 5kW dan 2,5kW didasarkan pada nilai LCOE $ 0,190 dan $ 0,171/kWh . Kata kunci : Evaluasi, Optimasi, Hybrid, NPC, COE   Abstract Bayu Baru Hybrid Power Plant is a power station consisting of solar power plant with solar panels and wind power plant. Bayu Baru Hybrid Power Plant has to be evaluated regularly becasuse the components is vulnerable to damage due to almost of generating components are located on the field . This evaluation aims for continuity of electrical energy distribution.  Hybrid power plant Performance can be measured by performance of generating components. The performance of solar panels and wind turbines PLTH Bayu Baru can be measured by the output power of the components. HOMER simulation software can calculate the economics of PLTH Bayu Baru and optimize the design of hybrid power systems based on the value of the lowest NPC.. The result of simulation with HOMER software, the entire systems of Bayu Baru Hybrid Power Plant with the project life time of 25 years requaires the NPC for $ 583.569 and COE of $ 1,198/kWh. The most economical plant components on PLTH New Bayu is a wind turbine with a capacity of 5kW and 2,5k, it is based on LCOE value of $ 0.190 and $ 0.171 / kWh. Keywords : Evaluation, Optimation, Hybrid, NPC, COE
ANALISA KEBERADAAN GARDU INDUK BALAPULANG TERHADAP DISTRIBUSI 20 KV DI WILAYAH KERJA UPJ BALAPULANG PT. PLN (PERSERO) JATENG DIY Wicaksono, Cahyo; Nugroho, Agung; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1085.705 KB) | DOI: 10.14710/transient.1.4.200-208

Abstract

Abstrak Gardu induk sebagai komponen sistem tenaga listrik memegang peranan penting pada kontinyuitas suplai tenaga listrik kepada konsumen yang terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Apabila beban listrik yang ditanggung oleh gardu induk lebih besar dari kapasitas gardu induk, maka gardu induk akan mengalami overload yang berakibat suplai listrik ke konsumen terhenti. Kondisi ini tentunya harus diantisipasi sedini mungkin oleh PT. PLN (Persero) Distribusi Jateng DIY UPJ Balapulang selaku penyedia energi listrik. Dalam tugas akhir ini, penulis melakukan analisa keberadaan Gardu Induk Balapulang terhadap distribusi 20 KV di UPJ balapulang dengan parameter losses dan drop tegangan menggunakan software ETAP 7.0.0. Feeder-feeder lama yang berada di UPJ Balapulang secara bertahap di ambil sebagian bebannya oleh GI Balapulang. Pengembangan gardu induk ini juga berdasarkan proyeksi kebutuhan energi listrik UPJ Balapulang dengan menggunakan metode peramalan beban DKL 3.2. Hasil proyeksi kebutuhan energi listrik didapatkan rata- rata kebutuhan energi listrik di UPJ Balapulang meningkat 1MVA tiap tahunnya. Pengaruh adanya GI balapulang membuat feeder lama terkurangi beban kerjanya dengan nilai losses dan drop tegangan yang memenuhi kriteria. Dari hasil simulasi dengan menggunakan perangkat lunak ETAP 7.0.0 didapatkan bahwa nilai drop tegangan dan losses feeder-feeder GI Balapulang cenderung mengalami peningkatan tiap tahunnya. Peningkatan terjadi dikarenakan adanya pertumbuhan beban tiap tahunnya dan juga pengalihan beban dari feeder-feeder lama. Kata kunci : Gardu Induk Balapulang, energi listrik, DKL 3.2, ETAP 7.0.0 Abstract Substation as a component of power system plays an important role in the continuity of the supply of electricity to consumers continues to increase each year. If the electrical load is borne by the substation is greater than the capacity of the substation, the substation will experience overload resulting in interrupted power supply to consumers. This condition must be anticipated as early as possible by PT. PLN (Persero) Java Distribution DIY UPJ Balapulang as the provider of electric energy. In this thesis, the author analyzes the existence Balapulang Substation 20 KV distribution with parameters in UPJ balapulang losses and drop voltage using ETAP software 7.0.0. Feeder old in UPJ Balapulang gradually taken part load by GI Balapulang. The development of the substation is also based on the projected electricity needs UPJ Balapulang load forecasting using DKL 3.2. The projected need for electric energy obtained the average electricity needs at UPJ Balapulang 1MVA increased each year. Effect of the GI balapulang make long feeder reduced workload with the value of losses and drop voltage criteria. From the results of simulation using ETAP software 7.0.0 it was found that the value of the voltage drop and feeder-feeder losses Balapulang GI tends to increase every year. The increase occurred due to load growth each year and also transfer the load from the old feeder. Keywords: Balapulang substation, electrical energy, DKL 3.2, ETAP 7.0.0
PROYEKSI KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK RAYON KOTA CIREBON TAHUN 2015 – 2020 DENGAN METODE DKL 3.2 DAN BASE AS USSUAL (BAU) MENGGUNAKAN SOFTWARE LEAP VERSI 2015.0.19.0 Gumelar, Yulianto Agung; Winardi, Bambang; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (950.203 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.4.482-490

Abstract

Dalam proses perencanaan pengembangan sistem tenaga listrik di wilayah Kota Cirebon diperlukan adanya suatu proyeksi kebutuhan energi listrik di masa yang akan datang. Hasil proyeksi yang didapatkan bisa dijadikan bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan untuk merumuskan tindakan yang akan diambil untuk masa-masa mendatang. Hal ini bertujuan demi tercapainya optimalisasi dalam proses penyediaan energi listrik di wilayah Kota Cirebon. Dalam pembuatan perencanaan proyeksi kebutuhan energi listrik di Rayon Kota Cirebon tahun 2015-2020 penulis menggunakan 2 metode perencanaan yaitu DKL 3.2 merupakan suatu model yang disusun oleh dinas kebutuhan listrik dengan menggabungkan beberapa metode seperti ekonometri, kecenderungan dan analitis dengan pendekatan sektoral, dan metode BAU (Base As Usual) merupakan metode dimana kecenderungan pola pemakaian energi listrik masih sama di tahun dasar. Hasil proyeksi di Rayon Kota Cirebondengan menggunakan metode DKL 3.2 menunjukkan bahwa kebutuhan energi listrik mengalami kenaikan rata-rata setiap tahunnya sebesar 5,06% dan untuk metode BAU mengalami kenaikan rata-rata setiap tahunnya sebesar 4,86%.
PENGARUH PELIMPAHAN BEBAN FEEDER SRL-01 KE SRL-06 GARDU INDUK SRONDOL TERHADAP KEANDALAN DAN JATUH TEGANGAN Widyanarko, Danang; Winardi, Bambang; Karnoto, Karnoto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.797 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.524-531

Abstract

Abstrak Dalam sistem penyaluran tenaga listrik, beberapa permasalahan yang perlu diperhatikan adalah keandalan dan kualitas tegangan / jatuh tegangan. Permasalahan tersebut terletak pada penyulang SRL-01 dan SRL-06 Gardu Induk Srondol. Pada penyulang SRL-01 GI Srondol, pada tahun 2014 pembebanannya mencapai lebih dari 80%. Sedangkan pada penyulang SRL-06, nilai indeks keandalan yang terhitung pada tahun 2014 lebih dari standar maksimal yang ditetapkan pada SPLN. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengurangi pembebanan pada penyulang SRL-01 dan juga meningkatkan keandalan pada penyulang SRL-06. Karena pada SRL-06 mencakup obyek yang vital yaitu kampus Universitas Diponegoro  dan Rumah Sakit Nasional Diponegoro. Penelitian ini dilakukan dengan merekonfigurasi jaringan distribusi khususnya pada penyulang SRL-01 dan SRL-06 GI Srondol. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pada penyulang SRL-01 arus pembebanan mencapai 48,6%, sedangkan keandalan pada penyulang SRL-01 dan SRL-06 setelah rekonfigurasi yaitu dengan SAIFI 3,05 kali/tahun dan SAIDI 9,84 jam/tahun untuk penyulang SRL-01 serta SAIFI 2,6061 kali/tahun dan SAIDI 8,39 jam/tahun untuk penyulang SRL-06 . Hasil yang diperoleh sudah memenuhi dengan Standar PLN yaitu SPLN no 59 tahun 1985 tentang keandalan sistem distribusi 20 kV. Kata kunci : jatuh tegangan, keandalan, pembebanan penyulang, rekonfigurasi  Abstract In the electric power distribution system, several issues need to be considered is the reliability and quality of the voltage / voltage drop. The problem lies in the feeder-01 SRL and SRL-06 Srondol substation. In the feeder SRL-01 GI Srondol, in 2014 the assignment reaches more than 80%. While the feeder SRL-06, the value of reliability index in 2014 counted more than the maximum standards set forth in SPLN. Thus this study aims to reduce the loading on feeder SRL-01 and also improve the reliability of the feeder SRL-06. Because the SRL-06 includes objects that are vital campus of the University of Diponegoro (Diponegoro University) and the National Hospital Diponegoro (RSND). This research was conducted by reconfiguring the distribution network, especially in the feeder SRL-01 and SRL-06 Srondol substation. The results obtained are the feeder SRL-01 load current reaches 48,6 %, while the reliability of the feeder SRL-01 and SRL-06 after the reconfiguration is to SAIFI 3.05 times / year and SAIDI 9.84 hours / year for feeder SRL- 01 and SAIFI 2.6061 times / year and SAIDI of 8.39 hours / year for feeder SRL-06. The results obtained already meet the standards SPLN No. 59 1985 concerning the reliability of distribution systems 20 kV. Keywords: voltage drop, reliability, loading feeder, reconfiguration
PERANCANGAN MULTILEVEL BOOST CONVERTER TIGA TINGKAT UNTUK APLIKASI SEL SURYA Arsanto, Fariz Hasbi; Handoko, Susatyo; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.507 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.3.345-350

Abstract

Sel surya merupakan salah satu sumber energi terbarukan dengan cara mengubah energi  matahari menjadi energi listrik. Tegangan keluaran sel surya berada pada level rendah, sehingga perlu dinaikkan untuk keperluan pemakaian yang lebih luas. Konverter DC-DC merupakan salah satu rangkaian elektronika daya yang dapat digunakan sebagai regulator tegangan. Pada penelitian ini dilakukan eksperimen pengaruh duty cycle, pembebanan dan suplai DC terhadap tegangan keluaran multilevel boost converter. Tegangan masukan multilevel boost converter dapat berasal dari sel surya atau tegangan DC hasil penyearahan. Pengujian tegangan keluaran multilevel boost converter dengan suplai DC hasil penyearahan dilakukan dengan cara mengatur duty cycle pada rangkaian kontrol PWM. Untuk mengetahui efisiensi multilevel boost converter dilakukan dengan memvariasikan beban resistif, yaitu 100Ω, 200Ω dan 300Ω. Pengujian tegangan keluaran multilevel boost converter dengan sel surya dilakukan pada duty cycle 20%. Berdasarkan hasil pengujian multilevel boost converter dengan suplai DC hasil penyearahan pada beban 100Ω didapatkan tegangan tertinggi 43,16V (gain=4,9) dan efisiensi tertinggi 75,91%. Pada beban 200Ω didapatkan tegangan tertinggi 59,6V (gain=6,85) dan efisiensi tertinggi 90,94%. Pada beban 300Ω didapatkan tegangan tertinggi 74,7V (gain=7,86 ) dan efisiensi teringgi 90,60%. Pada pengujian tegangan keluaran dengan sel surya pada duty cycle 20% didapatkan tegangan tertinggi 57,88V.
ANALISIS KONSUMSI DAYA PADA GERBONG KERETA API PENUMPANG KELAS EKSEKUTIF, BISNIS, DAN EKONOMI (DI DEPO GERBONG KERETA API INDONESIA) Arfianto, Muhammad Rizal; Sukmadi, Tedjo; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.937 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.2.362-369

Abstract

Abstrak Kereta api merupakan alat transportasi massal yang umumnya terdiri dari lokomotif, rangkaian gerbong penumpang, dan gerbong pembangkit. PT.KAI memiliki kode penamaan di setiap gerbongnya, yaitu: K1 untuk gerbong penumpang kelas eksekutif, K2 untuk gerbong penumpang kelas bisnis, K3 untuk gerbong penumpang kelas ekonomi. Kelistrikan didalam gerbong penumpang disuplay oleh gerbong pembangkit dengan kode penamaan, yaitu: KM untuk kelas eksekutif, KMP2 untuk kelas bisnis, dan KMP3 untuk kelas ekonomi. Penelitian dilakukan pada kereta rute Semarang-Jakarta, yaitu: KA Argo Muria kelas eksekutif, KA Fajar dan Senja Utama kelas bisnis, dan KA Tawang Jaya kelas ekonomi untuk mengetahui beban maksimum gerbong penumpang, beban puncak maksimum, beban rata-rata harian, dan faktor kapasitas pemakaian genset kereta pembangkit. Beban maksimum terhitung K1 Argo Muria adalah 141,37kW, K2 Fajar dan Senja Utama adalah 20,74kW, dan K3 Tawang Jaya adalah 9,7kW. Setelah dilakukan pengukuran, didapatkan beban maksimum terukur untuk K1 91,135kW, K2 7,71kW, dan K3 5,9kW. Beban rata-rata harian kelas eksekutif 54,49kW, kelas bisnis 3,96kW, dan kelas ekonomi 4,76kW. Kapasitas dan persentase konsumsi daya maksimum kereta terhadap gerbong pembangkit untuk KM 500kVA sebesar 29,8%, KMP2 150kVA sebesar 7,34%, dan KMP3 50kVA sebesar 18,75%. Kata kunci : konsumsi daya, faktor kapasitas, mesin diesel,   gerbong penumpang, kapasitas   generator, faktor daya  Abstract The train is a mass transportation that in general consists of locomotives, of passenger cars, and plant car. PT.KAI naming a specified code for each car, i.e: K1 for executive, K2 for business, and K3 for economy class passenger car. Electricity is supplied by plant car with code KM for the executive, KMP2 for business, and KMP3 for economy class. The research was carried out in the train route Semarang-Jakarta, the executive for KA Argo Muria, the business for KA Fajar or Senja Utama, and the economy for KA Tawang Jaya the research was aimed to determine the maximum load of the passenger cars, the maximum peak load, average daily load, and capacity factor level of in the use of generator power trains. The maximum load calculated KA Argo Muria is 144.6 kW, for K2 Fajar or Senja Utama is 20.74 kW, and for K3 Tawang Jaya is 9.7 kW. After the measurement’s were accomplished, the maximum load were obtained for K1 is 91,135kW, 7.71 kW for K2, and 5.9 kW for K3. The average daily load of the executive class is 54.49kW, the business class is 3,96kW, and the economy class is 4.76kW. Capacity and percentage of maximum power consumption of the utilities on the KM 500kVA is 29.8%, KMP2 150kVA is 7.34%, and KMP3 50kVA is 18.75%. Keywords :          power consumption, capacity factor, diesel engines, passenger cars, the capacity of the generator, the power factor
EVALUASI KOORDINASI SETTING RELAY PROTEKSI OCR PADA JARINGAN TEGANGAN MENENGAH 20 kV PT APAC INTI CORPORA SEMARANG DENGAN ETAP 12.6.0 Suryaadmaja, Faisal Oktavian; Handoko, Susatyo; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.53 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.3.279-286

Abstract

Pada sistem kelistrikan industri, tingkat keandalan jaringan merupakan faktor utama yang harus diperhatikan karena akan berefek secara langsung terhadap kelangsungan produksi. Sistem proteksi merupakan faktor penting yang mempengaruhi tingkat keandalan jaringan tersebut. Penelitian ini menggunakan program bantu ETAP 12.6.0 yang bertujuan untuk memastikan koordinasi sistem proteksi jaringan tegangan menengah PT Apac Inti Corpora telah memenuhi standar persyaratan sistem proteksi. Pada kondisi existing di jaringan tegangan menengah 20 kV PT Apac Inti Corpora, terdapat kesalahan pada koordinasi relay arus lebih. Terdapat relay arus lebih dengan time grading kurang dari 0,2 detik dan lebih dari 0,5 detik. Terdapat pula kurva koordinasi yang saling tumpang tindih. Setelah dilakukan penyetelan ulang, koordinasi relay arus lebih sudah bekerja sebagaimana mestinya. Relay bekerja dimulai dari titik terdekat gangguan diikuti relay back up nya. Pada koordinasi proteksi hasil resetting sudah tidak ditemukan lagi kurva yang saling tumpang tindih. Time grading sudah sesuai dengan standar IEEE 242-1986. Sehingga hasilnya adalah peningkatan keandalan pada jaringan tegangan menengah 20 kV PT Apac Inti Corpora Semarang.
ANALISIS POTENSI DAN UNJUK KERJA PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) DI DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS DIPONEGORO MENGGUNAKAN SOFTWARE PVSYST 6.43 Ridho, Muhammad Alvin; Winardi, Bambang; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.902 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.4.883-890

Abstract

Indonesia merupakan negara yang secara geografis terletak tepat berada di garis khatulistiwa dan memberikan beragam keuntungan serta potensi besar dalam hal pemanfaatan energi matahari. Hal ini dikarenakan besarnya radiasi matahari bergantung pada letak garis lintang, kondisi atmosfer, dan posisi matahari terhadap garis khatulistiwa. Indonesia mempunyai tingkat radiasi rata-rata yang relatif tinggi yaitu sebesar 4,80 kWh/m2/hari. Hal ini adalah merupakan sebuah keuntungan besar bagi Indonesia dalam hal pemanfaatan dan pembangkitan energi matahari menjadi energi listrik (PLTS). Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro, sebagai salah satu jurusan dan program studi terbaik di Indonesia memiliki sebuah sarana parkir sepeda motor yang belum teroptimalkan dengan baik. Dengan tingkat radiasi matahari yang cukup tinggi tiap harinya, departemen yang terletak di Tembalang, Semarang, Jawa Tengah ini dapat memanfaatkan sarana parkir sepeda motornya menjadi sebuah siteplan PLTS yang cukup besar. Melalui software PVSyst 6.43, potensi dan kinerja dari perencanaan PLTS di Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro ini diperkirakan memiliki potensi 272,8 MWh tiap tahunnya. Dengan sistem PLTS yang terhubung jaringan (OnGrid), PLTS ini memiliki rasio penghematan energi listrik guna penggunaan sendiri dan penjualan kembali menuju jala-jala PLN (Grid) yang cukup besar pula, yaitu 197,67 MWh dan 75,11 MWh tiap tahunnya.
Co-Authors Aat Ruchiat Nugraha Abdul Syakur Adevia Arva Puspa, Adevia Arva Adhi Warsito Aditya Teguh Prabowo Agung Nugroho Agung Nugroho Agung Warsito Ajub Ajulian Zahra Macrina Ajub Ajulian ZM Ajub Ajulian ZM Ajub Ajulian ZM Ajub Ajulian ZM Al Manshur, Rif'an Andang Purnomo Putro, Andang Purnomo Anhar Ashari AP Hendra Pradana Arga Mahardika Arifan Nurdani, Imam Aris Triwiyatno Arnes Yuli Vandika Arsanto, Fariz Hasbi Assyidiq, Muhammad Alfin Bayu Primastha, Bayu Bekti, Rizky Catur Cahya, Galuh Indra Cahyo Wicaksono Catur Widiatmoko D, Abraham Bayu Danang Widyanarko, Danang Demas Dwiyan Wahyanto, Demas Dwiyan Denis Denis Denis Denis Dinda Hapsari Kusumastuti, Dinda Hapsari Dito Anurogo, Dito Eko Handoyo Enda Wista Sinuraya Erlin Dolphina Erwin Adriono Faisal Oktavian Suryaadmaja, Faisal Oktavian Faiz Muqorrir Kaaffah Fajar Sihombing, Fajar Fatima Suatrat Gumelar, Yulianto Agung Guspan Hidi Susilo Hafiizh, Naufal Hamirul Hamirul Hermawan Hermawan Heru Winarno Hidayat, Fian I Ketut Suada Ikha Nurjanah, Ikha Imam Arifan Nurdani IMAM SANTOSO Imam Santoso Ismi Dina Solikha Iwan Setiawan Jaka Windarta Jayabadi, Dennis Satria Wahyu johar pradityo, johar Joko Windarto Joni Joni Judijanto, Loso Juli Setiawan, Juli Juningtyastuti Juningtyastuti Karnoto Karnoto . Krisna Zain Murtafi' Kurnanda Rizky Aditama, Kurnanda Rizky Kurniawan Fitrianto Laksono, Tegar Ubo M. Yudi Nugroho Makarim, Alam Afif Mardikawati, Budi Marlia Susanti, Marlia Masaji, Masaji Mashduuqi, Ali Meigy Restanaswari Kartika, Meigy Restanaswari Milzam Andali Lababan, Milzam Andali Mochammad Facta Mohammad Magna Mensani Muhamad, Agung Tryono Muhammad Alvin Ridho, Muhammad Alvin Muhammad Azhar Irwansyah Muhammad Fadly Yudhistira Taufik Muhammad Fayyadl Muhammad Hasnan Albab, Muhammad Hasnan Muhammad Rizal Arfianto Muhammad Rizki Kurniawan, Muhammad Rizki Muhammad Yahya Mustafa, Fandy Nizam, Zain Nugroho, Agung Oding Oding P, Nanang Bagus Pradipika, Charisma Lingga Prasetyo Kristiono Nugroho Prawira, Andre Barry Prayogo, Wisnu Purwanto, Aji Putra, Adhitya Indrajaya Ragil Adi Nugroho Reifeldi, Haikal Alfaro Ricky Salpanio Rita Rahmawati Rizal Fahmi Saefuddin Rizky Pranata Budiono, Rizky Pranata Rocha, Thiago Santoso, Imam Saputro, Jonatan Martino Windi Sigit Wisnu Habsoro Sinaga, Frans May Daniel Singgih Mustiko Aji Siwi, Yordan Raka Soelistianto, Farida Arinie Sophia Rahmi Sudjadi Sudjadi Sudjadi Suroso, Segal Mancini Susatyo Handoko Syamsiar, Syamsiar Tedjo Sukmadi Tedjo Sukmadi Tejo Sukmadi Thariq Fathony Aziz, Thariq Fathony Tri Ujianto, Tri Trias Andromeda Weraman, Pius Wicaksena, Abimanyu Guntur Wijaya, Rifqi Wijaya, Yogi Anastra Danu Windarta, Jaka Wisna Dwi Ariani Wisnu Aji Nugrahadi, Wisnu Aji Yosua Alvin Adi Soetrisno Yulianto, Agam Zwingli Hilkia Batubara