Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN PARAMATER DIELEKTRIK MINYAK BEKAS TRANSFORMATOR SEBELUM DAN SESUDAH PURIFIKASI DENGAN METODE BOILING, REGENERASI DA FILTERING Reifeldi, Haikal Alfaro; Winardi, Bambang; Syakur, Abdul
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.822 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.2.175-183

Abstract

Parameter penting dari dielektrik cair yaitu tegangan tembus, kandungan air, tan δ, resistivitas dan warna. Pada PT. PLN, banyak transformator distribusi 20 kV yang tidak digunakan kembali karena mengalami kerusakan yang disebabkan kualitas minyak isolasi transformator yang buruk dan mengakibatkan kegagalan isolasi. Untuk itu penulis melakukan perbaikan parameter dielektrik terhadap tiga sampel minyak bekas transformator dengan cara mendidihkan, regenerasi dan penyaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tan δ dari sampel 1 menurun dari 0,0256 menjadi 0,00393, sampel 2 menurun dari 0,0205 menjadi 0,00823, sampel 3 menurun dari 0,061 menjadi 0,04115. Resistivitas sampel 1 mengalami peningkatan yaitu dari 17,2 GΩm menjadi 152,6 GΩm, sampel 2 dari 19,8 GΩm menjadi 52 GΩm, sampel 3 dari 4 GΩm menjadi 13,1 GΩm. Nilai tegangan tembus dari sampel 1 meningkat dari 18,4 kV menjadi 28,1 kV, sampel 2 meningkat dari 17,8 kV menjadi 25,8 kV, sampel 3 meningkat dari 15,1 kV menjadi 22,2 kV. Nilai kandungan air sampel 1 menurun dari 38,29 ppm menjadi 32,295 ppm, sampel 2 menurun dari 66,5 ppm menjadi 44,11 ppm, sampel 3 menurun dari 190,85 ppm menjadi 117,32 ppm. Sampel yang layak digunakan kembali sebagai minyak isolasi trafo berdasarkan IEC 60422 adalah sampel 1 dan sampel 2.
DIPO PV COOLER, PENGGUNAAN SISTEM PENDINGIN TEMPERATUR HEATSINK FAN PADA PANEL SEL SURYA (PHOTOVOLTAIC) SEBAGAI PENIINGKATAN KERJA ENERGI LISTRIK BARU TERBARUKAN Warsito, Adhi; Adriono, Erwin; Nugroho, M. Yudi; Oding, Oding; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.769 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.499-503

Abstract

Abstrak Panel surya merupakan salah satu sumber energy terbarukan. Panel surya merubah sinar matahari menjadi energy listrik. Namun kendala utama dari panel surya sendiri adalah energy yang dihasilkan tidak berkelanjutan. Panel surya sendiri memiliki suhu maksimum Body yang mana berpengaruh pada keluaran panel surya. Maka pada penelitian kali ini akan dibuat pendingin panel surya dengan menggunakan heatsink fan. Suhu maksimum Body pada panel surya berjenis SHARP ND 120T1D adalah 45 oC. Sehingga jika suhu melebihi dari 45 oC akan menurunkan keluaran dari panel surya sendiri. Pada penelitian ini didapatkan suhu rata-rata body panel surya di kampus teknik elektro, tembalang pada pukul 9 pagi hingga 3 sore adalah 50.14oC dan keluaran rata-rata dari panel tersebut adalah 18.80 Volt. Sedangkan pada suhu rata-rata panel surya dengan penggunaan heatsink adalah 36oC dan keluaran rata-rata panel tersebut adalah 19.11 volt. Dengan demikian maka dengan menggunakan pendingin heatsink penurunan rata-rata suhu sebesar 28.20 % dan kenaikan keluaran dapat ditingkatkan sebesar 1.64 % dari efisiensi  panel surya ini yang hanya 12,1%. Kata Kunci :Efisiensi, Panel Surya, Pendingin, Suhu Body  Abstract Solar cells are one source of renewable energy. Solar cells transform sunlight into electrical energy. But the main obstacle of the solar cells themselves are not sustainable energy generated. The solar cell itself has a maximum body temperature which affect the output of solar panels. So in the present study will be made using the solar cell cooling fan heatsink. Body Maximum temperature on the solar cell Sharp ND 120T1D manifold is 45 oC. So if the temperature exceeds 45 ° C will reduce the output of the solar cells themselves. In this study obtained an average body temperature of the solar cells on the campus of electrical engineering, Tembalang at 9 am to 3 pm is 50.14oC and the average output of the panels is 18.80 volts. While the average temperature of the solar cell with the use heatsink is 36oC and the average output volt panel is 19,11. Thus, by using a heatsink cooler temperatures average reduction of 28.20% and an increase in output can be increased by 1.64% of the efficiency of the solar panel is only 12.1%. Keywords: Efficiency, Solar cells, Cooling, Body Temperature
PERANCANGAN MODUL PRONY BRAKE UNTUK PENENTUAN KARAKTERISTIK MEKANIK (TORSI TERHADAP KECEPATAN) DAN EFISIENSI MOTOR INDUKSI 3 FASA Yahya, Muhammad; Sukmadi, Tejo; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1125.906 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.4.417-424

Abstract

Karakteristik motor induksi 3 fasa dipengaruhi oleh pembebanannya. Dua parameter yang penting diketahui adalah nilai torsi dan efisiensi motor induksi ketika dibebani. Namun, pembebanan motor yang signifikan untuk mengetahui karakteristik tersebut belum dimanfaatkan. Dengan penelitian ini, diharapkan nilai torsi dan efisiensi karena pengaruh pembebanan ini bisa didapatkan. Salah satu cara untuk mengetahui unjuk kerja motor induksi 3 fasa yaitu dengan menggunakan prony brake. Prony brake merupakan salah satu dynamometer jenis penyerapan karena kerjanya bergantung torsi tarikan yang mengubah energi mekanik menjadi panas akibat gesekan antara beban pulley dan tali kawat. Pembebanan prony brake mampu menghasilkan torsi lawan dan pembebanan yang cukup signifikan. Dari hasil penelitian didapatkan pembebanan prony brake mampu memberikan pembebanan sebesar 191,02 W (25,47 % beban penuh) hingga 656,07 W (87,49% beban penuh). Nilai torsi keluaran dan efisiensi terkecil sebesar 0,9893 Nm yang terjadi ketika pembebanannya 25,47%. Lalu torsi keluaran terbesarnya adalah 5,5051 Nm ketika pembebanan 87,48 %. Sedangkan efisiensi terbesarnya adalah 74,21 % ketika pembebanan 80 %. Rugi-rugi daya maksimal dalam penelitian ini didapatkan ketika pembebanan 87,48% sebesar 287,59 W dengan komposisi rugi-rugi daya inti 80,58W, rugi-rugi karena angin dan gesek 22,7 W, rugi-rugi tembaga stator 139,63 W, dan rugi-rugi tembaga rotor 44,68 W.
ANALISIS PENGARUH KONDISI TAMPERING AKIBAT KESALAHAN PENGAWATAN DALAM INSTALASI LISTRIK MILIK PELANGGAN TERHADAP PENGUKURAN DAYA PADA KWH METER PRABAYAR DIGITAL PELANGGAN PT PLN Mustafa, Fandy; Karnoto, Karnoto; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.688 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.2.486-493

Abstract

KWh meter prabayar digital merupakan solusi dari PT. PLN untuk monitoring dan meminimalisir keterlambatan pembayaran listrik. Sistem kerja kWh meter prabayar adalah pengukuran daya dengan menggunakan sensor arus pada kawat fasa dan netral. Pengambilan nilai arus kWh meter berdasarkan nilai terbesar dari perbandingan antara nilai arus yang melalui sensor arus pada kawat fasa dan netral. Pada penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis pengaruh kondisi kelainan (tampering) akibat kesalahan pengawatan dalam instalasi listrik terhadap pengukuran daya pada kWh meter prabayar digital. Penelitian dilakukan dengan cara melakukan perbandingan pengukuran daya dalam kondisi normal dan kondisi tampering pada 3 buah sampel kWh meter dengan pengukuran 3 variasi kondisi beban. Hasil penelitian menunjukan pada pelanggan No Meter 32123124797 pada variasi beban 0 watt terjadi kerugian sebesar 57,62 watt, pada variasi beban 17 watt terjadi kerugian sebesar 23,7  watt, dan pada variasi beban 51 watt tidak terjadi kerugian. Pada kWh meter pelanggan no meter 86003032546 pada beban 0 watt terjadi kerugian sebesar 13,08 watt, pada variasi beban 14 watt dan beban 42 watt tidak terjadi. Pada kWh meter pelanggan no meter 14260248886 pada variasi beban 0 watt terjadi kerugian sebesar 1,35 watt, pada variasi beban 9 watt dan beban 36 watt tidak terjadi kerugian. 
PROYEKSI KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK APJ PEKALONGAN TAHUN 2014-2018 DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE LEAP Kartika, Meigy Restanaswari; Karnoto, Karnoto; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.161 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.1.89-96

Abstract

Abstrak Ketersediaan energi listrik merupakan aspek yang sangat penting dan bahkan menjadi suatu parameter untuk mendukung keberhasilan pembangunan suatu daerah. Ketersediaan energi listrik yang memadai dan tepat sasaran akan memacu perkembangan pembangunan daerah seperti sektor industri, komersial, pelayanan publik dan bahkan kualitas hidup masyarakat dengan semakin banyaknya warga yang menikmati energi listrik. Dalam pembuatan perencanaan proyeksi tugas akhir ini penulis menggunakan Software LEAP (Long-range Energy Alternative Planning system) versi 2011.0.0.45. Dalam pembuatan perencanaan di APJ Pekalongan tahun 2014-2018 penulis menggunakan dua skenario perencanaan yaitu model DKL 3.2 merupakan suatu model yang disusun oleh dinas kebutuhan listrik dengan menggabungkan beberapa metode seperti ekonometri, kecenderungan dan analitis dengan pendekatan sektoral dan skenario BAU (Base As Usual) merupakan skenario dimana kecenderungan pola pemakaian energi listrik masih sama di tahun dasar. Dari hasil perencanaan menggunakan software LEAP, proyeksi rata-rata total pertumbuhan jumlah pelanggan, konsumsi energi listrik, daya tersambung APJ Pekalongan dengan menggunakan skenario BAU yaitu 7,37%, 16,37%, dan 9,94% per tahun. Untuk skenario DKL 3.2 antara lain 5,41%, 8,18%, dan 5,19%. Dengan pertumbuhan jumlah kebutuhan tenaga listrik per tahun yang semakin meningkat, maka total besarnya investasi yang dilakukan untuk penambahan jaringan JTM, JTR dan trafo distribusi hingga tahun 2018 sebesar Rp. 400.836.868.435,00. Kata Kunci : Penyediaan energi listrik, Proyeksi, Software LEAP, Investasi, APJ Pekalongan Abstract Availability of electrical energy is a very important aspect and even become a parameter to support the successful development of a region. The availability of sufficient and well-used electrical energy will accelerate regional development such as industrial, commercial, public services and also the quality of life indicatedly the increasing number of people who make use electricity. In this find assigment, the projection planning was carried out by using Software LEAP (Long-range Energy Alternative Planning system) 2011.0.0.45 version. Planning in APJ Pekalongan for years 2014-2018, two scenarios, were employed, i.e DKL 3.2 as a model drawn up by the department of electricity needs by combining several methods such as econometric, trends and sectoral approaches and analysis with BAU (Base As Usual) scenario as a scenario where the trend  of electrical energy consumption pattern is still the same in the base year. LEAP software gave results that the average projection of the total growth in the number of customers, electric energy consumption, power connected APJ Pekalongan using Scenario BAU were 7,37%, 16,37%, and 9,94% per year. DKL 3.2 scenario provided the same items by the followy results 5,41%, 8,18%, and 5,19%. As the growing amount of electricity demand per year increases, the total amount of investments made for the addition of JTM network , JTR and distribution transformers up to 2018 was predicted to be Rp. 400.836.868.435,00. Keywords : Supply of Electrical Energy, Forecast, Software LEAP, Investment, APJ Pekalongan
PENENTUAN TARGET INDEKS KEANDALAN, DROP TEGANGAN, DAN RUGI DAYA PADA FEEDER SRL07 GI SRONDOL MENGGUNAKAN ETAP 7.5.0 Aziz, Thariq Fathony; Juningtyastuti, Juningtyastuti; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.709 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.709-715

Abstract

Abstrak Feeder SRL06 GI Srondol Semarang yang menyuplai sebagian kawasan Tembalang termasuk kampus Universitas Diponegoro dan Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Semarang memiliki tingkat keandalan yang kurang baik dengan indeks SAIFI 20 kali/tahun dan SAIDI sebesar 14,12 jam/tahun. Angka ini tidak sesuai dengan tingkat mutu pelayanan yang ditetapkan dalam Standar PLN (SPLN) 59 : 1985. Oleh karena itu PT. PLN (Persero) Semarang Selatan menambah sebuah feeder baru yang menyuplai khusus wilayah kampus Universitas Diponegoro termasuk Rumah Sakit Nasional Diponegoro, Perumahan Bukit Diponegoro, dan Jurang Belimbing  yang diberi nama feeder SRL07. Penelitian ini membahas target indeks SAIFI dan SAIDI feeder SRL07 tersebut dengan simulasi ETAP 7.5.0 berdasarkan laju kegagalan komponen yang terdapat pada jaringan. Simulasi drop tegangan dan rugi daya memastikan nilainya telah memenuhi standar regulasi tegangan desain Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 kV yang terdapat pada SPLN 72 : 1987 dengan hasil simulasi menunjukkan nilai SAIFI sebesar 2,1727 kali/pelanggan.tahun dan SAIDI 6,5016 jam/pelanggan.tahun. Sedangkan tegangan pada ujung saluran SRL07 sebesar 19,648 kV atau mengalami drop tegangan sebesar 1,76% dari tegangan nominal dengan rugi daya pada saluran sebesar 0,034 MW. Kata kunci: SAIFI, SAIDI, drop tegangan, rugi daya.  Abstract SRL06 feeder from Srondol Substation supplies a half of Tembalang region including Diponegoro University and National Diponegoro Hospital has a poor reliability levels with SAIFI indices 20 faults/year and SAIDI of 14,12 hours/year. This performance doesn’t fulfill with the level of quality service according to PLN standard (SPLN) No. 59 : 1985. Therefore, PT. PLN (Persero) Semarang Selatan adds a specific feeder that supplies area of Diponegoro University, National Diponegoro Hospital, Bukit Diponegoro, and Jurang Belimbing regency and this feeder is named SRL07. This final assignment discusses the SAIFI and SAIDI indices of SRL07 feeder using ETAP 7.5.0 simulation based on the failure rate of the components contained in the network. The voltage drop and power loss simulation make sure it value have met the standard of Medium Voltage Network (JTM) 20 kV design according to SPLN 72 : 1987 with the simulation results of SRL07 feeder show SAIFI value 2,1727 faults/customer.year and SAIDI 6,5016 hours/customer.year while the voltage at the end of the line SRL07 is 19,648 kV or experiencing a voltage drop of 1,76% from the nominal voltage with total power loss of 0,034 MW.Keyword: SAIFI, SAIDI, voltage drop, power loss.
ANALISIS KAPASITAS DAN BIAYA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) KOMUNAL DESA KALIWUNGU KABUPATEN BANJARNEGARA Ariani, Wisna Dwi; Karnoto, Karnoto; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.023 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.2.157-165

Abstract

Abstrak Energi listrik mengambil peran yang sangat penting bagi penunjang kehidupan manusia. Namun, keberadaan bahan bakar fosil yang digunakan pada kebanyakan pembangkit listrik semakin lama semakin menipis dan menghasilkan emisi karbondioksida. Hal itu menjadi faktor utama perkembangan energi baru terbarukan. Sel surya merupakan salah satu energi baru terbarukan yang memiliki potensial besar untuk digunakan di Indonesia.Desa Kaliwungu menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal sebagai sumber energi listrik. Pada tugas akhir ini menggunakan data beban di Desa Kaliwungu untuk menentukan kapasitas sistem PLTS (photovoltaic array, baterai, charge controller, dan inverter), potensi pengurangan emisi  karbondioksida, perhitungan biaya dan analisis ekonomi. Analisis ekonomi digunakan untuk  mengevaluasi keberlangsungan pengoperasian PLTS. Analisis  menggunakan beberapa metode, yaitu NPW (Net Present Worth), ACF (Annual Cash Flow analysis), B-CR (Benefit–Cost Ratio analysis), FW (Future Worth analysis), dan PP (Payback Period). Perhitungan menggunakan software MATLAB 2008a. Hasil penelitian menunjukkan untuk memenuhi beban harian sebesar 8,922 kWh dapat disuplai dari sistem PLTS dengan kapasitas photovoltaic array sebesar 2,85 kWp, baterai sebesar 464,678 Ah, charge controller sebesar 60 A, dan inverter sebesar 3500 W. Untuk potensi pengurangan emisi karbondioksida sebesar 3,640 ton CO2. Nilai NPW sebesar Rp -266.351.000,00, ACF sebesar Rp -23.894.600,00, FW sebesar Rp 714.063.000,00, B-CR sebesar 0,38505, dan PP selama 29 tahun. Kata kunci :  PLTS, emisi karbondioksida, net present worth, annual cash flow analysis, benefit-cost ratio analysis, future worth, payback period. Abstract Electricity takes an important role for supporting human activities. However, the existence of fossil fuel used on most power plants is increasing out andproducedcarbon dioxideemissions . That issue became a factor the development of renewable energy. Solar cell or photovoltaic became one of the renewable energy which has great potential to be applied in Indonesia.Kaliwungu used communal photovoltaic system source of electrical energy. The final assignment used load data in Kaliwungu to determined the capacity solar systems (photovoltaic array, battery, charge controller, and inverter), the potential reduction of carbon dioxide emissions, cost, and economic analysis. Economic analysis is used to evaluated the continuity of the photovoltaic system. Analysis used several methods NPW (Net Present Worth), ACF (Annual Cash Flow analysis), B-CR (Benefit-Cost Ratio analysis), FW (Future Worth analysis), and PP (Payback Period). Calculated used software MATLAB 2008a.The result shows to supply the daily load at 8,922 kWh can be supplied from the photovoltaic system with a capacity up to 2,85 kWp, battery at 464,678 Ah, charge controller up to 60 A, and the inverters at 3500 W. For the potential carbon dioxide emissions reduction up to 3,640 ton CO2. The value Rp -266.351.000,00 for NPW, Rp -23.894.600,00 for ACF, Rp 714.063.000,00 for FW, B-CR was 0.3850, and 29 years for PP. Keywords :          photovoltaic system, carbondioxide emission, net present worth, annual cash flow analysis, benefit-cost ratio analysis, future worth, payback period.
PROYEKSI KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK APJ PEKALONGAN TAHUN 2014-2018 DENGAN METODE LOGIKA FUZZY Albab, Muhammad Hasnan; Winardi, Bambang; Karnoto, Karnoto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.301 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.619-624

Abstract

AbstrakEnergi listrik memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, energi listrik banyak digunakan di berbagai sektor, baik sektor industri, rumah tanggga, komersial, sektor pelayanan umum dan lainnya. Agar tercapai penyesuaian antara pembangkitan dan permintaan daya, maka pihak penyedia listrik harus mengetahui beban atau permintaan daya listrik untuk beberapa waktu ke depan dengan melakukan peramalan beban listrik. Pada penelitian ini, untuk penyediaan energi listrik di APJ Pekalongan, diperlukan suatu perkiraan / peramalan kebutuhan energi listrik. Metoda peramalan yang digunakan adalah metode logika fuzzy. Peramalan yang dilakukan bersifat jangka panjang, yaitu sampai tahun 2018. Karakteristik peramalan biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, jumlah pelanggan listrik, data PDRB (Product Domestic Regional Bruto) dan lain sebagainya. Sehingga, metoda logika fuzzy ini menggunakan data historis / aktual yang diakumulasikan dalam beberapa periode waktu, yaitu dari tahun 2008 sampai 2013.  Dari   hasil   peramalan   menggunakan   metode Logika fuzzy,   menunjukkan bahwa kebutuhan energi listrik di APJ Pekalongan pada tahun 2018 sebesar 1.320.000 MWh. Nilai ini tidak jauh berbeda dengan peramalan yang dilakukan oleh software LEAP yaitu sebesar 1.351.262 MWh. Nilai kesalahan antara hasil peramalan logika fuzzy dengan software LEAP  sebesar 2,313%. Kata kunci : logika fuzzy, peramalan kebutuhan energi listrik.  Abstract Electrical energy has a very important role in human life, electrical energy is widely used in various sectors, such as industrial sectors, households, commercial, and other public service sectors. In order to achieve the adjustment between the power generation and the demand, the provider must know the load or the demand of electric power for some times to predict the power consumption. In this study, focus on the electric energy supply in APJ Pekalongan. In this case required an estimate / forecast of electricity demands. Forecasting method that was used was fuzzy logic method. Forecasting was done long-term, i.e. until 2018. These characteristics are usually influenced by several factors, such as the number of electricity customers, the data of GRDP (Gross Regional Domestic Product) and others. Thus, this fuzzy logic method used historical data that was accumulated in some period of time, i.e. from 2008 to 2013. The results of forecasting using fuzzy logic is showing that the electrical energy demand in in 2018 up to 1,320,000 MWh. The forecast made by LEAP software that is equal to 1,351,262 MWh. Value error between the fuzzy logic forecasting with LEAP software is 2.313%. Keywords: fuzzy logic, forecasting electricity demand.
PERANCANGAN DC KONVERTER ARUS SEARAH TIPE BUCK PADA MODE OPERASI CCM DAN DCM Setiawan, Juli; Facta, Mochammad; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.886 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.572-581

Abstract

Abstrak Pada elektronika daya, tegangan DC bisa dihasilkan pada nilai yang berbeda dari sebuah sumber dengan sebuah tegangan masukan DC tertentu. Metode paling umum untuk menghasilkan tegangan DC bervariasi dari sebuah sumber DC dengan menggunakan sebuah DC Chopper sebagai konverter. Diantara beberapa topologi DC Chopper, buck konverter adalah sirkuit umum yang dipilih untuk dibuat karena mempunyai efisiensi tinggi, rangkaiannya sederhana, dan rippel tegangan keluaran rendah bagaimanapun juga penelitian tentang karakteristik seperti pada saat arus continuous atau tidak, hubungan antara variabel duty cycle terhadap mode operasi dan respon tegangan keluaran dengan variasi beban jarang ditemukan secara detail pada referensi sebelumnya. Dalam tugas akhir ini akan dilakulan pembuatan dan analisis tentang perancangan DC Chopper buck dengan membandingkan CCM dan DCM yang menggunakan beban resistif dan induktif, beban resistif yang digunakan berupa resistor 100 Ω dan lampu pijar 100 watt. Untuk beban induktif yang digunakan berupa motor dc. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan saat duty cycle 10 % - 40 % dc chopper menggunakan transistor sebagai switch bekerja pada mode DCM, dan pada duty cycle 50 % - 80 % dengan menggunakan L 1,8  mH beralih pada mode CCM. Efisiensi paling baik yang dihasilkan sebesar 90,82 % pada beban induktif sedangkan untuk beban resistif sebesar 83,12 %. Kata kunci : DC Chopper, Buck Converter, CCM, DCM       Abstract In power electronics, DC voltage can be generated in different value from a certain DC source with a specified dc input voltage. The most common method to provide varied DC voltage from a DC source is by the use of DC Chopper as converter. Among many of topologies in DC Chopper, buck converter is the common circuit that is preferred to be made because it has high efficiency, its simplicity, and has a low rippel voltage. However the of its characteristic such as, when the current is continuous or not, the relationship of variable duty cycle to operation mode and the respond of output voltage variable load are rarely found in detail in previous reference. In this final assignment, DC Chopper buck is designed and made then analysed by compared DCM and CCM mode which using resistive and inductive load. Resistive load was set up from 100 Ω resistor and 100 Watt incandescent lamp. Inductive load using DC magnet permanent motor. Based on experimental results it can be found that DC chopper using transistor as switch turn into DCM mode on duty cycle of 10% - 40% and turn into CCM mode on duty cycle of 50% - 80% when L is 1,8 mH. The best efficiency is found at 90,82% in inductive load at 83,12% in resistive load. Keyword : DC Chopper, Buck Converter, CCM, DCM.
PERANCANGAN KONVERTER ARUS SEARAH BUCK PADA THERMOELECTRIC GENERATOR Siwi, Yordan Raka; Facta, Mochammad; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1049.739 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.4.996-1001

Abstract

Energi fosil adalah energi yang paling banyak digunakan, namun ketersediaan bahan bakar fosil semakin menipis. Energi terbarukan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pemenuhan energi. Termoelektrik adalah salah satu energi terbarukan yang bekerja dengan mengubah panas menjadi energi listrik. Pemanfaatan Termoelektrik biasanya dihubungkan langsung dengan beban tanpa konverter pada tegangan rendah sehingga tegangan keluaran tidak bisa dikontrol. Digunakan buck converter untuk menurunkan tegangan DC. Tegangan keluaran termoelktrik tergantung pada perbedaan suhu diantara permukaan modul dan beban yang disuplai termoelektrik. Pada Tugas Akhir ini dirancang buck converter tanpa mengunakan umpan balik tegangan. IC TL494 digunakan sebagai pengatur tegangan keluaran buck converter dengan mengatur lebar pita duty cycle sehingga tegangan keluaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan . Pada Tugas Akhir ini, dilakukan pengujian konverter yaitu tanpa umpan balik tegangan dengan variasi duty cycle dan beban. Pengujian konverter tanpa umpan balik tegangan pada variasi beban 15,32Ω, 52Ω, 100Ω menghasilkan penurunan tegangan sebesar 3,39V, 6,49V,dan 7,57V pada nilai duty cycle 10% - 87%. Efisiensi tertinggi buck converter pada beban 15,32Ω, 52Ω, dan 100Ω secara berturut-turut sebesar 81,2%, 88,5%, dan 82,8%.
Co-Authors Aat Ruchiat Nugraha Abdul Syakur Adevia Arva Puspa, Adevia Arva Adhi Warsito Aditya Teguh Prabowo Agung Nugroho Agung Nugroho Agung Warsito Ajub Ajulian Zahra Macrina Ajub Ajulian ZM Ajub Ajulian ZM Ajub Ajulian ZM Ajub Ajulian ZM Al Manshur, Rif'an Andang Purnomo Putro, Andang Purnomo Anhar Ashari AP Hendra Pradana Arga Mahardika Arifan Nurdani, Imam Aris Triwiyatno Arnes Yuli Vandika Arsanto, Fariz Hasbi Assyidiq, Muhammad Alfin Bayu Primastha, Bayu Bekti, Rizky Catur Cahya, Galuh Indra Cahyo Wicaksono Catur Widiatmoko D, Abraham Bayu Danang Widyanarko, Danang Demas Dwiyan Wahyanto, Demas Dwiyan Denis Denis Denis Denis Dinda Hapsari Kusumastuti, Dinda Hapsari Dito Anurogo, Dito Eko Handoyo Enda Wista Sinuraya Erlin Dolphina Erwin Adriono Faisal Oktavian Suryaadmaja, Faisal Oktavian Faiz Muqorrir Kaaffah Fajar Sihombing, Fajar Fatima Suatrat Gumelar, Yulianto Agung Guspan Hidi Susilo Hafiizh, Naufal Hamirul Hamirul Hermawan Hermawan Heru Winarno Hidayat, Fian I Ketut Suada Ikha Nurjanah, Ikha Imam Arifan Nurdani Imam Santoso IMAM SANTOSO Ismi Dina Solikha Iwan Setiawan Jaka Windarta Jayabadi, Dennis Satria Wahyu johar pradityo, johar Joko Windarto Joni Joni Judijanto, Loso Juli Setiawan, Juli Juningtyastuti Juningtyastuti Karnoto Karnoto . Krisna Zain Murtafi' Kurnanda Rizky Aditama, Kurnanda Rizky Kurniawan Fitrianto Laksono, Tegar Ubo M. Yudi Nugroho Makarim, Alam Afif Mardikawati, Budi Marlia Susanti, Marlia Masaji, Masaji Mashduuqi, Ali Meigy Restanaswari Kartika, Meigy Restanaswari Milzam Andali Lababan, Milzam Andali Mochammad Facta Mohammad Magna Mensani Muhamad, Agung Tryono Muhammad Alvin Ridho, Muhammad Alvin Muhammad Azhar Irwansyah Muhammad Fadly Yudhistira Taufik Muhammad Fayyadl Muhammad Hasnan Albab, Muhammad Hasnan Muhammad Rizal Arfianto Muhammad Rizki Kurniawan, Muhammad Rizki Muhammad Yahya Mustafa, Fandy Nizam, Zain Nugroho, Agung Oding Oding P, Nanang Bagus Pradipika, Charisma Lingga Prasetyo Kristiono Nugroho Prawira, Andre Barry Prayogo, Wisnu Purwanto, Aji Putra, Adhitya Indrajaya Ragil Adi Nugroho Reifeldi, Haikal Alfaro Ricky Salpanio Rita Rahmawati Rizal Fahmi Saefuddin Rizky Pranata Budiono, Rizky Pranata Rocha, Thiago Santoso, Imam Saputro, Jonatan Martino Windi Sigit Wisnu Habsoro Sinaga, Frans May Daniel Singgih Mustiko Aji Siwi, Yordan Raka Soelistianto, Farida Arinie Sophia Rahmi Sudjadi Sudjadi Sudjadi Suroso, Segal Mancini Susatyo Handoko Syamsiar, Syamsiar Tedjo Sukmadi Tedjo Sukmadi Tejo Sukmadi Thariq Fathony Aziz, Thariq Fathony Tri Ujianto, Tri Trias Andromeda Weraman, Pius Wicaksena, Abimanyu Guntur Wijaya, Rifqi Wijaya, Yogi Anastra Danu Windarta, Jaka Wisna Dwi Ariani Wisnu Aji Nugrahadi, Wisnu Aji Yosua Alvin Adi Soetrisno Yulianto, Agam Zwingli Hilkia Batubara