Claim Missing Document
Check
Articles

DESAIN DAN IMPLEMENTASI SECOND ORDER GENERALIZED INTEGRATOR-PHASE LOCKED LOOP (SOGI-PLL) UNTUK TEGANGAN SATU FASA MENGGUNAKAN DSPIC30F4011 DENGAN KONTROL PROPORTIONAL INTEGRAL Purwanto, Aji; Setiawan, Iwan; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1254.486 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.3.729-736

Abstract

Grid Side Converter (GSC) is a power converter device that have important role in electrical energy conversion systems especially in the utilization of renewable energy sources in order to be connected to the grid. Based on the grid connection requirements, the GSC should be able to operate even if the grid is experiencing interference. Based on the problem, the GSC control system technically should have ability to detect grid disturbances quickly by using Phase Locked Loop (PLL) method that can provide grid voltage information. Compared with other PLL algorithms, the Second Order Generalized Integrator-Phase Locked Loop (SOGI-PLL) has adaptive-filtering characteristics in adjusting phase information. The SOGI-PLL method in this final project will be implemented for single phase system using dsPIC30F4011 microcontroller with PI controller. PI controller is expected to make the system has a fast response to the changes that occur, because the purpose of the PLL’s own needs is to get the results of grid voltage information such as magnitude, frequency, and phase in realtime. As the results, the SOGI-PLL algorithm through the use of ZMPT101B sensor shows the magnitude, frequency, and phase information is suitable with the grid voltage. The result of phase estimation have also been implemented in the inverter product development project, so that the output voltage inverter is in phase with the grid voltage.
PERENCANAAN SETTING RELAY ARUS LEBIH (OCR) DAN RELAY ARUS LEBIH BERARAH (DOCR) PADA JARINGAN TEGANGAN MENENGAH 20 KV FEEDER A – L1 PS 2, TERMINAL 1 BANDARA SOEKARNO-HATTA Hafiizh, Naufal; Hermawan, Hermawan; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.858 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.166-173

Abstract

Sistem proteksi pada jaringan tegangan menengah 20 kV feeder A - L1 PS 2 terminal 1 bandara Soekarno-Hatta awalnya menggunakan dua relay diferensial yang tersambung dengan pilot wire pada tiap salurannya. Namun, ada rencana untuk pergantian panel pada busbar utama terminal 1 dimana panel tersebut sudah terdapat relay arus lebih (OCR) sehingga relay diferensial di awal saluran tergantikan oleh relay OCR dan relay diferensial di akhir saluran tidak bisa berpasangan dengan relay OCR pada dua saluran tersebut. Untuk mengatasi hal ini, relay diferensial yang satunya diganti dengan relay arus lebih berarah (DOCR). Pada penelitian ini, dilakukan perencanaan setting relay OCR dan DOCR. Perencanaan tersebut dilakukan dengan perhitungan secara manual, kemudian hasil perhitungan tersebut disimulasikan pada ETAP 12.6.0 untuk memeriksa setting yang benar. Apabila belum benar, maka akan dilakukan setting ulang. Setting relay OCR dan DOCR yang akan digunakan pada jaringan tegangan menengah 20 kV feeder A – L1 PS 2, terminal 1 bandara Soekarno-Hatta, didapat pickup = 0,4 dan Time Multiple Setting (TMS) = 0,15 untuk Relay1 (OCR), pickup = 0,4 dan TMS = 0,05 untuk Relay2 (DOCR), pickup = 0,4 dan TMS = 0,15 untuk Relay3 (OCR), serta pickup = 0,4 dan TMS = 0,05 untuk Relay4 (DOCR).
OPTIMISASI PENEMPATAN RECLOSER PADA SISTEM DISTRIBUSI JARINGAN RADIAL PENYULANG PDP-03 MENGGUNAKAN ANT COLONY OPTIMIZATION (ACO) D, Abraham Bayu; Handoko, Susatyo; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.615 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.2.223-227

Abstract

Semakin meningkatnya kebutuhan tenaga listrik menuntut sistem distribusi tenaga listrik mempunyai tingkat keandalan yang baik. Untuk meningkatkan keandalan sistem tenaga listrik, PT. PLN Area Semarang banyak menggunakan penutup balik otomatis (recloser) pada jaringan listriknya. Saat ini, penentuan posisi recloser sangat penting dalam keandalan sistem tenaga listrik. Indeks keandalan yang umum digunakan pada sistem distribusi adalah SAIFI dan SAIDI. Nilai SAIFI dan SAIDI dapat dihitung berdasarkan waktu pemadaman dan tingkat kegagalan yang terjadi dalam satu tahun. Keandalan dapat disimpulkan lebih baik jika nilai SAIFI dan SAIDI lebih kecil. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan penempatan lokasi recloser yang optimal pada jaringan tenaga listrik di penyulang PDP 03 GI Pudak Payung. Metode yang digunakan untuk penempatan lokasi recloser adalah Ant Colony Optimization (ACO) dengan menggunakan bantuan Software Matlab R2014a. Dari hasil simulasi dapat disimpulkan bahwa nilai keandalan sebelum dan setelah penempatan recloser berubah. SAIFI dan SAIDI sebelum penempatan recloser 1,0172 kali/tahun dan 2,5435 jam/tahun. Lokasi penempatan yang optimal untuk 1 recloser berada pada lokasi 4 dengan nilai SAIFI dan SAIDI adalah 0,3361 kali/tahun dan 1,0456 jam/tahun. Sedangkan untuk 2 recloser berada pada lokasi 2 dan 7 dengan nilai SAIFI dan SAIDI adalah 0,26755 kali/tahun dan 0,86069 jam/tahun.
OPTIMISASI PENJADWALAN EKONOMIS PADA UNIT PEMBANGKIT PLTG DI PLTGU PT INDONESIA POWER TAMBAK LOROK MENGGUNAKAN METODE IMPROVED WHALE OPTIMIZATION ALGORITHM Wijaya, Yogi Anastra Danu; Winardi, Bambang; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1224.622 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.3.285-291

Abstract

Biaya pembangkitan energi listrik terbesar ada pada biaya bahan bakar. Setiap unit generator mempunyai karakteristik biaya pembangkitan tersendiri. Diperlukan adanya penjadwalan operasi pembangkit, untuk mendapatkan pengoperasian pembangkit yang optimal. Improved Whale Optimization Algorithm (IWOA) diusulkan sebagai metode penjadwalan ekonomis pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok. Hasil simulasi identik dengan metode Lagrange Mulptiplier, ACOR dan FPA, sedangkan dalam keadaan operasional dan metode diskret tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Perbandingan biaya operasi optimisasi metode IWOA operasi diskret lebih hemat dibandingkan dengan biaya operasi pembebanan PLTGU Tambak Lorok dengan rata – rata penghematan sebesar 332,3862 $/Jam, selisih biaya terbesar pada pembebanan 420 MW dengan selisih biaya 2324,5551 $/Jam dan selisih biaya terkecil pada pembebanan 180 MW dengan selisih biaya 74,3064 $/Jam. Perbandingan biaya operasi optimisasi metode IWOA operasi diskret lebih hemat dibandingkan dengan biaya operasi pembebanan PLTGU Tambak Lorok dengan rata – rata penghematan sebesar 322,9620 $/Jam, selisih biaya terbesar pada pembebanan 420 MW dengan selisih biaya 2324,5551 $/Jam dan selisih biaya terkecil pada pembebanan 180 MW dengan selisih biaya 34,3756$/Jam.
ANALISIS PERBANDINGAN HASIL OPERASI CCM DAN DCM DC CHOPPER TIPE BUCK BOOST BERBASIS TRANSISTOR Lababan, Milzam Andali; Facta, Mochammad; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.267 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.582-588

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi saat ini, aplikasi yang membutuhkan sumber catu daya DC sangat banyak. Konverter buck boost berfungsi mengubah masukan tegangan DC tetap menjadi lebih besar ataupun lebih kecil sesuai dengan kebutuhan beban. Penerapan aplikasi buck boost konverter telah banyak digunakan, namun pada laporan tugas akhir ini hanya akan dibahas mengenai beda kedua mode kerja rangkaian DC chopper tipe buck boost yaitu CCM, dimana arus pada konverter tidak pernah mencapai nilai nol, dan DCM, dimana arus pada konverter mencapai nilai nol, pengaruhnya pada variasi beban yang diberikan, dan perbandingan efisiensi pada kedua mode kerja tersebut. Switch elektronik yang digunakan berupa transistor SC2555. Berdasarkan hasil pengukuran dan pengujian, dengan menggunakan induktor sebesar 0,2 mH, maka rangkaian akan bekerja secara DCM sedangkan dengan induktor 10,5 mH rangkaian akan bekerja secara CCM.. Pada mode DCM beban resistif didapat nilai efisiensi terbaik sebesar 71 % dan pada mode CCM sebesar 72 %, keduanya dalam duty cycle 50 %. Efisiensi pada beban induktif mode DCM terbaik bernilai 89 % dan pada mode CCM bernilai 99 %, keduanya pada duty cycle 10 %. Dari hasil percobaan yang dilakukan juga terlihat bahwa pada mode DCM drop tegangan akan lebih cepat terjadi dibanding pada mode CCM. Kata kunci : Buck boost converter, CCM, DCM  Abstract Recent technological developments, require a DC power supply for so many aplications. Buck boost converter is a device that can convert fixed DC voltage input to larger or smaller output according to load requirements. Buck boost converter has been made for various aplications, however in this final project, only discusses about the different of two operating mode in buck boost DC chopper which are CCM where the current that flow through the converter never reach zero, and DCM where the current that flow through the converter reach the zero point, and also discusses the influences to the various loads, and efficiency comparison in those two operating modes. Electronic switch that used in buck boost converter is transistor SC2555.Based on results of experimental works, the converter worked on discontinous conduction mode with 0,2 mH inductor and on continous conduction mode with 10,5 mH inductor. The CCM mode has better efficiency than the DCM mode. The best efficiency when the device was operated in CCM mode is 72 % while the DCM mode only 71 % when the device was connected to a resistive load. Whereas, when the device was connected to inductive load, the efficiency in CCM mode could reach 99 % and at DCM mode only 89%. Keywords : Buck boost converter, CCM, DCM
IDENTIFIKASI KELAS ISOLASI MOTOR TRAKSI PADA LOKOMOTIF DIESEL ELEKTRIK BERDASARKAN AKUISISI DATA SUHU Mensani, Mohammad Magna; Sukmadi, Tedjo; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.886 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.2.344-352

Abstract

Abstrak Panas dan suhu adalah dua hal yang berbeda. Panas adalah energi total dari gerak molekular di dalam zat, energy panas bergantung pada kecepatan partikel, jumlah partikel (ukuran atau massa), dan jenis partikel di dalam sebuah benda. Sedangkan suhu adalah ukuran energi rata-rata dari gerak molekular di dalam zat. Banyak kasus yang terjadi pada lokomotif diesel elektrik milik PT. Kereta Api Indonesia yaitu mengalami kerusakan pada motor traksi yang disebabkan oleh banyak faktor. Penggunaan LM35 sebagai sensor suhu pada objek, untuk perjalanan Semarang-Surabaya (PP) dengan hasil pengukuran berupa akuisisi data suhu pada ke-enam motor traksi lokomotif  CC 201 04 01. Dipakai metode resistansi untuk menghitung kenaikan temperatur dan penentuan kelas isolasi motor traksi, diperoleh kenaikan suhu tertinggi 45,37 0C pada nilai resistansi 0,007661Ω yang bersesuaian dengan kelas isolasi A dan validasi hasil  pengukuran alat dilakukan terhadap sensor thermobimetal milik PT. Kereta Api Indonesia. Dalam pengukuran secara kontinyu dalam perjalanan dinas Semarang-Surabaya-Semarang, terdapat selisih kesalahan dalam pengukuran  suhu pada alat. Kesalahan tersebut kemungkinan disebabkan oleh kemampuan sensor LM35 yang masih kurang sensitif mengukur suhu objek dengan berbagai gangguan seperti adanya guncangan dan getaran saat lokomotif berjalan. Kata Kunci : Motor Traksi,Sensor LM35,Lokomotif CC 201  Abstract Heat and Temperature are different objects. Heat is a total energy from a molecule movement inside a substance, so heat depends on the velocity of a particle, the number of particle (size and mass), and the particle type of an object. Meanwhile temperature is an average size of the molecule movement inside a substance, so it is possible to be defined as the degree of object in hot or cold condition. PT. KeretaApi Indonesia face many cases of the malfunction of the electric diesel locomotive problem due to the broken traction that are caused by many factors. The usage LM35 as the temperature sensor for an object, in the use gives theduring the trip gives result in the form of acquisition temperature data for all six traction motors of electric diesel locomotive CC 201 04 01. The method resistance is use to count in rising temperature and to classifying the insulation of motor traction level gives the temperature rising data at 46,1290C on 0,00768233Ω resistance value that fit with the a classified insolation and the validation from PT. KeretaApi Indonesia’s thermo bimetal device. In a continuous measurement during the trip Semarang-Surabaya and vice-versa, there is an error difference in measurement the temperature on device. The error difference when could be causally the ability of the LM35 censor which is less sensitive to measure the object when it faces many obstacles such as the tremor and vibration during the trip. Key words: Traction Motor, LM35 censor, Locomotive CC 201.
PERANCANGAN PENGATUR SUPLAI DAYA LISTRIK PADA SISTEM HIBRID PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DENGAN JALA-JALA LISTRIK PLN Cahya, Galuh Indra; Karnoto, Karnoto; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1125.601 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.2.566-574

Abstract

Meningkatnya konsumsi energi listrik berbanding terbalik dengan ketersediaan bahan bakar yang semakin menipis. Energi matahari yang tidak bersinar dengan maksimal pada musim hujan akan mempengaruhi daya keluaran dari PLTS. Selama ini ketika PLTS tidak dapat mensuplai beban penuh, maka akan langsung dialihkan ke PLN. Pada penelitian ini dirancang sebuah alat yang bertujuan untuk memaksimalkan pemakaian daya keluaran PLTS, saat tidak bisa mensuplai beban penuh menggunakan mikrokontroler ATmega 16. Hasil dari pengujian, untuk mendapatkan tegangan sesuai standar PLN, pada 1 beban membutuhkan minimal irradiasi 600 Watt/m² dengan tegangan 217,69 VAC, 2 beban minimal irradiasi 800 Watt/m² dengan tegangan  217,48 VAC, dan beban 3 minimal irradiasi 1000 Watt/m² dengan tegangan  217,27 VAC. PLN akan mensuplai ketiga beban ketika panel surya menerima irradiasi 100 – 500 Watt/m². Saat panel surya menerima irradiasi 600-700  Watt/m² beban 1 disuplai dari  PLTS, sedangkan  beban 2 dan beban 3 disuplai dari PLN. Ketika panel surya menerima irradiasi 800-900 Watt/m² beban 1 dan beban 2 disuplai dari PLTS, sedangkan beban 3 disuplai dari PLN. Pada saat irradiasi 1000 Watt/m² ketiga beban disuplai penuh oleh PLTS.
SETTING DAN KOORDINASI DOCR (DIRECTIONAL OVERCURRENT RELAY) PADA JARINGAN TRANSMISI 150 KV UPT SEMARANG MENGGUNAKAN METODE PSO (PARTICLE SWARM OPTIMIZATION) Kurniawan, Muhammad Rizki; Hermawan, Hermawan; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.321 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.625-631

Abstract

Abstrak Sistem proteksi adalah suatu komponen yang sangat penting dalam sistem penyaluran tenaga listrik. Dengan kehandalan yang baik maka penyaluran tenaga listrik akan semakin baik, salah satunya dengan dapat meminimalisir gangguan pada sistem dengan cepat, tepat dan akurat. Salah satu komponen penting dalam sistem proteksi adalah relai proteksi. Relai arus lebih berarah adalah relai proteksi yang dipakai untuk menunjang kehandalan dalam sistem proteksi jaringan transmisi dan distribusi. Dalam penelitian ini dibahas mengenai optimalisasi kerja relai arus lebih berarah (directional over current relay) dengan metode Particle Swarm Optimization (PSO)  pada sistem transmisi 150 kV  UPT Semarang, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kinerja PSO dalam perancangan setting dan koordinasi relai arus lebih berarah (DOCR). Pada pengujian  yang telah dilakukan nilai error minimum dihasilkan pada parameter ke-15 pada pengujian ke 6 yang memiliki nilai error  sebesar adalah 9.375% atau 6 miss-koordinasi dari 64 pasang relai. Kata Kunci : DOCR, PSO, transmisi, proteksi, error Abstract Protection system is the most important instrument in electrical power distribution. The better reliability in protection systems, the better capability of electrical power distribution. The one of the aspect is the protection systems can isolate the fault fast, appropriately and precisely. Relay protection is the most important apparatus in protection system. Directional overcurrent relay is one of the kinds of relay protections to optimize the reliability of power systems. But in reality, the directional overcurrent relay is not enough applicable.In this paper discussed about the optimization of directional overcurrent relay with Particle Swarm Optimization (PSO) method in Transmission Service Unit PT. PLN (Persero) 150 kV, Semarang, Central Java. The system contains about six multiloop-busses  those are GI Krapyak, GI Srondol, GI Pandeanlamper, GIS Simpanglima, GIS Kalisari and GI Tambaklorok. The aim of this research is to gain result of PSO method on determining setting of DOCR. The minimum error gained in 15th parameter and 6th assessment is about 9.375% or six misses coordination of 64 pairs of relay.  Keywords : DOCR, PSO, transmission system, protection system, error
PENGARUH VARIASI INDUKTOR TERHADAP HASIL OPERASI CCM DAN DCM DC CHOPPER TIPE ZETA BERBASIS IC TL494 Laksono, Tegar Ubo; Andromeda, Trias; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.043 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.1-7

Abstract

Kebutuhan konversi tegangan arus searah semakin banyak digunakan dibidang industri dalam skala besar maupun kecil. Salah satu cara untuk mengkonversi tegangan arus searah konstan ke tegangan arus searah yang dapat divariasikan adalah dengan menggunakan DC Chopper. DC chopper terdiri dari beberapa konfigurasi yang sering digunakan yaitu buck, boost, buck – boost, cuk, sepic dan zeta. DC Chopper mempunyai 2 mode operasi kerja, yaitu mode DCM (Discontinuous Conduction Mode) dan mode CCM (Continuous Conduction Mode). Banyak penelitian yang memanfaatkan kinerja DC Chopper sebagai penyedia catu daya tegangan searah. Namun dalam penelitian, karakteristik dan mode kerja konverter tidak diperhatikan dan dibahas, sehingga tidak jelas mode operasi apa yang digunakan dalam konverter. Pada Penelitian ini dibuat DC Chopper tipe zeta. Zeta converter tersebut menggunakan MOSFET sebagai saklar elektronik yang dipicu oleh rangkaian kontrol IC TL494. Respon keluaran zeta converter yang akan dibahas meliput respon arus dan tegangan keluaran serta efisiensi daya pada mode operasi DCM dan CCM. Berdasarkan hasil percobaan, pengujian mode DCM menghasilkan tegangan keluaran maksimal sebesar 96,3 V, dan nilai efisiensi tertinggi yang dihasilkan sebesar 90,368 %. Pengujian mode CCM menghasilkan tegangan keluaran maksimal sebesar 86,5 V, dan nilai efisiensi tertinggi yang dihasilkan sebesar 91,66287 %.
ANALISA PENEMPATAN KAPASITOR BANK UNTUK PERHITUNGAN DROP VOLTAGE PADA FEEDER BATANG 02 TAHUN 2012-2016 DENGAN SOFTWARE ETAP 7.0.0 Habsoro, Sigit Wisnu; Nugroho, Agung; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.125 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.1.16-23

Abstract

Abstrak Pertumbuhan beban pada sistem distribusi semakin meningkat terus - menerus. Pertumbuhan beban ini diikuti dengan peningkatan permintaan suplai daya reaktif. Jika suatu jaringan tidak memiliki sumber daya reaktif di daerah sekitar beban  maka semua kebutuhan beban reaktifnya dipikul oleh generator sehingga akan mengalir arus reaktif pada jaringan yang mengakibatkan drop tegangan. Namun adalah suatu hal yang sulit untuk mempertahankan tegangan konstan pada sistem distribusi karena drop tegangan akan terjadi pada semua bagian sistem. Salah satu cara untuk memperbaiki drop tegangan adalah dengan menempatkan nilai kapasitor yang optimal di lokasi yang tepat. Permasalahan ini merujuk pada wilayah UPJ Batang yang perlu adanya penambahan kapasitor. Penambahan kapasitor pada feeder-feeder di Gardu Induk (GI) Batang berguna untuk membantu kinerja sistem distribusi apabila GI tidak mampu melayani dan mensuplai beban dikarenakan drop tegangan yang besar. Pada Tugas Akhir ini, menggunakan asumsi peramalan beban. Peramalan dengan mempertimbangkan ketersediaan data yang ada,  digunakan untuk meramalkan kebutuhan beban 5 tahun yang akan datang. Software model asumsi peramalan beban dibuat dengan program ETAP 7.0.0. Dengan di gambarkan single line diagram dari model eksisting  tersebut, maka dapat dianalisa menggunakan software ETAP 7.0.0 dengan mempertimbangkan hasil drop voltage untuk feeder Batang 02 dan penempatan kapasitor yang strategis. Software pedukung untuk optimasi penempatan kapasitor adalah dengan menggunakan kombinasi logika fuzzy dan algoritma genetika. Keywords : Penempatan kapasitor baru, asumsi penambahan beban, ETAP 7.0.0 dan drop tegangan.     Abstract Load growth in distribution system increase steadily. This load growth is followed by increased demand for reactive power supply. If a network does not have a reactive power source in around load area then all the needs of reactive load borne by the generator so that reactive current will flow to the network resulting in decreased voltage drop. One way to improve drop voltage is placing the optimal capacitor value in the right location and strategic. This problem refers to the areas that need to UPJ Batang the addition of new capacitor. The addition of a capacitor on feeder-feeder at the substation (GI) is useful to help the performance of the distribution system if the GI was not able to serve and supply the load due to the large voltage drop. In this final project, using of the load forecasting assumptions. Forecasting arranged simply by considering the availability of data, is used to load forecasting needs 5 years to come. Software load forecasting model of assumptions made ​​by the program ETAP 7.0.0. With the draw single line diagram of the existing models, it can be analyzed using software ETAP 7.0.0 by considering the results for the voltage drop feeder Batang 02 and the strategic placement of capacitors. Software boosters to help the capacitor placement optimization is to use a combination of fuzzy logic and genetic algorithms.   Keywords : the placement of the new capacitor, load forecasting assumptions, ETAP 7.0.0, and drop voltage
Co-Authors Aat Ruchiat Nugraha Abdul Syakur Adevia Arva Puspa, Adevia Arva Adhi Warsito Aditya Teguh Prabowo Agung Nugroho Agung Nugroho Agung Warsito Ajub Ajulian Zahra Macrina Ajub Ajulian ZM Ajub Ajulian ZM Ajub Ajulian ZM Ajub Ajulian ZM Al Manshur, Rif'an Andang Purnomo Putro, Andang Purnomo Anhar Ashari AP Hendra Pradana Arga Mahardika Arifan Nurdani, Imam Aris Triwiyatno Arnes Yuli Vandika Arsanto, Fariz Hasbi Assyidiq, Muhammad Alfin Bayu Primastha, Bayu Bekti, Rizky Catur Cahya, Galuh Indra Cahyo Wicaksono Catur Widiatmoko D, Abraham Bayu Danang Widyanarko, Danang Demas Dwiyan Wahyanto, Demas Dwiyan Denis Denis Denis Denis Dinda Hapsari Kusumastuti, Dinda Hapsari Dito Anurogo, Dito Eko Handoyo Enda Wista Sinuraya Erlin Dolphina Erwin Adriono Faisal Oktavian Suryaadmaja, Faisal Oktavian Faiz Muqorrir Kaaffah Fajar Sihombing, Fajar Fatima Suatrat Gumelar, Yulianto Agung Guspan Hidi Susilo Hafiizh, Naufal Hamirul Hamirul Hermawan Hermawan Heru Winarno Hidayat, Fian I Ketut Suada Ikha Nurjanah, Ikha Imam Arifan Nurdani IMAM SANTOSO Imam Santoso Ismi Dina Solikha Iwan Setiawan Jaka Windarta Jayabadi, Dennis Satria Wahyu johar pradityo, johar Joko Windarto Joni Joni Judijanto, Loso Juli Setiawan, Juli Juningtyastuti Juningtyastuti Karnoto Karnoto . Krisna Zain Murtafi' Kurnanda Rizky Aditama, Kurnanda Rizky Kurniawan Fitrianto Laksono, Tegar Ubo M. Yudi Nugroho Makarim, Alam Afif Mardikawati, Budi Marlia Susanti, Marlia Masaji, Masaji Mashduuqi, Ali Meigy Restanaswari Kartika, Meigy Restanaswari Milzam Andali Lababan, Milzam Andali Mochammad Facta Mohammad Magna Mensani Muhamad, Agung Tryono Muhammad Alvin Ridho, Muhammad Alvin Muhammad Azhar Irwansyah Muhammad Fadly Yudhistira Taufik Muhammad Fayyadl Muhammad Hasnan Albab, Muhammad Hasnan Muhammad Rizal Arfianto Muhammad Rizki Kurniawan, Muhammad Rizki Muhammad Yahya Mustafa, Fandy Nizam, Zain Nugroho, Agung Oding Oding P, Nanang Bagus Pradipika, Charisma Lingga Prasetyo Kristiono Nugroho Prawira, Andre Barry Prayogo, Wisnu Purwanto, Aji Putra, Adhitya Indrajaya Ragil Adi Nugroho Reifeldi, Haikal Alfaro Ricky Salpanio Rita Rahmawati Rizal Fahmi Saefuddin Rizky Pranata Budiono, Rizky Pranata Rocha, Thiago Santoso, Imam Saputro, Jonatan Martino Windi Sigit Wisnu Habsoro Sinaga, Frans May Daniel Singgih Mustiko Aji Siwi, Yordan Raka Soelistianto, Farida Arinie Sophia Rahmi Sudjadi Sudjadi Sudjadi Suroso, Segal Mancini Susatyo Handoko Syamsiar, Syamsiar Tedjo Sukmadi Tedjo Sukmadi Tejo Sukmadi Thariq Fathony Aziz, Thariq Fathony Tri Ujianto, Tri Trias Andromeda Weraman, Pius Wicaksena, Abimanyu Guntur Wijaya, Rifqi Wijaya, Yogi Anastra Danu Windarta, Jaka Wisna Dwi Ariani Wisnu Aji Nugrahadi, Wisnu Aji Yosua Alvin Adi Soetrisno Yulianto, Agam Zwingli Hilkia Batubara