Claim Missing Document
Check
Articles

PEMODELAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK HIBRIDA DIESEL DAN ENERGI TERBARUKAN DI PULAU ENGGANO, BENGKULU UTARA MENGUNAKAN PERANGKAT LUNAK HOMER Susilo, Guspan Hidi; Hermawan, Hermawan; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.679 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.2.237-244

Abstract

Abstrak Sistem Pembangkit Listrik Hibrida (PLH) adalah integrasi sistem pembangkit listrik berbasis energi fosil (tak terbarukan) dan pembangkit listrik terbarukan. Tujuan utamanya untuk menghemat pemakaian bahan bakar dan mengurangi emisi terutama CO2. Secara menyeluruh, integrasi pada sistem PLH ini merupakan sistem yang multi variabel sehingga digunakan bantuan perangkat lunak, dalam hal ini HOMER versi 2.81. Perangkat lunak ini mengoptimasi berdasarkan nilai NPC terendah. Tulisan ini menyajikan  desain dari sistem pembangkit listrik hibrida, dengan memanfaatkan energi terbarukan yang dikombinasikan dengan generator diesel sebagai tenaga cadangan untuk layanan listrik perdesaan (rural area) di Pulau Enggano, dimana daerah tersebut kaya akan sinar matahari dengan rata-rata pertahun 4,91 kWh/m2/hari, dan juga terdapat sungai dengan debit yang cukup tinggi, yaitu pada Sungai Kuala Besar dengan debit rata-rata pertahun sebesar 12,13 m³/dt. Hasil dari simulasi dan optimasi HOMER menunjukkan bahwa secara keseluruhan sistem yang optimum untuk diterapkan di area studi di atas dalam jangka waktu proyek 25 tahun adalah integrasi PLTMH, PLTS dan generator diesel. Pada kondisi yang optimum ini, kontribusi PLTMH 78%, PLTS 12%, dan generator diesel 10%  dengan nilai bersih sekarang (net present cost, NPC) sebesar $ 904.835, biaya pembangkitan listrik (cost of energy, COE) sebesar $ 0,164 per kWh, pemakaian BBM sebesar 19.885 L/thn, emisi CO2 sebesar 52.364 kg/thn dan kelebihan energinya pertahun sebesar 12.332 kWh. Kata kunci: pembangkit listrik hibrda, simulasi, optimasi, NPC  Abstract Hybrid power system is the integration of power system based on fossil fuel energy and renewable energy. The main purpose of the system is to save the fossil fuel and reduce the environmental effect, especially CO2 emission. The hybrid system is a multi-variable system. A HOMER version 2.81, a micropower optimization modeling software is used to analyze data for both stream flow and solar radiation, simulating hybrid system configurations at once and ranks them according to its lowest net present cost. This paper gives the design of hybrid power system based on renewable energy and diesel generator as a backup power supply for rural electrcity services in Enggano Island, whereas in that area has global solar radiation 4.19 kWh/m2/day, and the average flow rate of  the Kuala Besar river is 12,13 m³/dt. The optimum hybrid system from the simulation and optimization result is consist of mycro-hydro, solar cell, and diesel generator for 25 years project lifetime. Contribution of mycro-hydro turbine is 78%, solar cell is 12%, and the contribution of diesel generator is 10 %. The optimum hybrid system has $ 904.835 of the total Net Present Cost (NPC), Cost of Electricity is $ 0,164/kWh,  fuel consumption in a yearly is 19.885 litre, CO2 emission is 52.364 kg/year, and excess electricity is 12.332 kWh/year. Keywords: hybrid power system, simulation, optimation, NPC
OPTIMASI PENGUNAAN SUMBER ENERGI LISTTRIK DI DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS DIPONEGORO DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK HOMER Prawira, Andre Barry; Winardi, Bambang; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.342 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.4.904-910

Abstract

Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro terletak di Semarang,Jawa Tengah. Lokasi ini memiliki iradiasi yang cukup besar,hal ini dapat dimanfaatkan untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). PLTS adalah sistem pembangkit yang memanfaatkan sinar matahari yang nantinya akan dikonversikan menjadi energi listrik menggunakan PV. HOMER adalah suatu model sistem pembangkit skala kecil untuk mempermudah dalam mengevaluasi desain dari jaringan tunggal (off-grid) maupun jaringan yang terkoneksi dengan sistem ( grid-connected ). HOMER memungkinkan pemodelan untuk membandingkan banyak opsi desain yang berbeda bedasarkan manfaat teknis dan ekonomi mereka. Dengan menggunakan HOMER diharapakan dapat mengetahui konfigurasi sistem pembangkit yang optimal juga dapat mengetahui besar potensi energi terbaharukan di Teknik Elektro. Hasilnya dengan menggunakan HOMER di dapat konfigurasi yang optimal yaitu photovoltaic (PV)-Grid,dengan 255.530 kWh/tahun untuk daya yang dihasilkan oleh PV dan 158.788 kWh/tahun daya yang disuplai oleh grid untuk memenuhi permintaan beban sebesar 414.319 kWh/tahun.
OPTIMASI ECONOMIC DISPATCH PADA UNIT PEMBANGKIT PLTU TANJUNG JATI B MENGGUNAKAN METODE SINE COSINE ALGORITHM Yulianto, Agam; Winardi, Bambang; Karnoto, Karnoto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.71 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.4.534-341

Abstract

Biaya pembangkitan energi listrik terbesar ada pada biaya bahan bakar. Diperlukan adanya penjadwalan operasi pembangkit untuk mendapatkan pengoperasian pembangkit yang optimal. Sine Cosine Algorthm (SCA) diusulkan sebagai metode penjadwalan ekonomis pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Tanjung Jati B. Untuk melihat perfoma dari simulasi metode SCA maka metode ini dibandingkan dengan metode Lagrange Mulptiplier. Hasil simulasi optimasi metode SCA menunjukkan performa yang baik. Hasil simulasi identik dengan metode Lagrange Mulptiplier, sedangkan dalam perbandingan biaya operasi,optimasi metode SCA lebih hemat dibandingkan  dengan biaya operasi pembebanan PLTU Tanjung Jati B. Pada perbandingan 2 generator aktif  rata – rata penghematan sebesar 226,6527 $/Jam, selisih biaya terbesar pada daya 914 MW dengan selisih biaya 294,7016 $/Jam dan selisih biaya terkecil pada pembebanan 1289,1 MW dengan selisih biaya 48,0029 $/Jam. Pada perbandingan 3 generator penghematan rata-rata sebesar 244,4534 $/Jam, selisih biaya terbesar pada daya1756,8 MW dengan selisih biaya 404,1260 $/Jam dan selisih biaya terkecil pada pembebanan 1968,4 MW dengan selisih biaya 36,2246 $/Jam. Pada perbandingan 4 generator aktif  rata – rata penghematan sebesar 373.8583 $/Jam, selisih biaya terbesar pada pembebanan 2223 MW dengan selisih biaya 511,0109 $/Jam dan selisih biaya terkecil pada pembebanan 1735,1 MW dengan selisih biaya 213,0795 $/Jam.
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK MENGGUNAKAN MACROMICROSOFT EXCEL UNTUK PROSES PERHITUNGAN DAN PENYAJIANDATA AUDIT ENERGI Nugroho, Prasetyo Kristiono; Karnoto, Karnoto; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.019 KB) | DOI: 10.14710/transient.1.4.164-171

Abstract

Abstrak Perkembangan bangunan sering tidak sesuai dengan perencanaan awal. Oleh karena itu, audit energi harus dilakukan untuk meneliti beberapa metode yang dapat mengefisienkan penggunaan energi dalam suatu perusahaan atau institusi. Tugas akhir ini bertujuan membuat perangkat lunak menggunakan Macro Microsoft Excel untuk mempermudah dalam input, pengolahan, dan penyajian data audit energi. Parameter yang digunakan adalah Intensitas Konsumsi Energi target dan faktor daya hasil perhitungan. Data dimasukkan secara manual, kemudian diolah menggunakan Macro dan hasilnya ditampilkan. Kesimpulan yang dihasilkan adalah perhitungan dan analisa peluang penghematan energi yang dapat dilakukan pada objek audit energi serta analisisnya secara ekonomi. Kesimpulan dari hasil pengujian menggunakan data audit energi gedung Teknik Elektro Universitas Diponegoro Semarang yaitu peluang penghematan energi yang dapat dilakukan antara lain menurunkan daya langganan, mengganti lampu pijar dengan lampu hemat energi, mengganti lampu TL dengan lampu hemat energi, dan mengganti refrigeran AC dengan refrigeran hidrokarbon. Nilai IKE target yang digunakan adalah 6 kWh/m2/bulan. Analisis secara ekonomi untuk periode 2 tahun dan tingkat suku bunga 20% menghasilkan kesimpulan peluang-peluang penghematan energi tersebut layak dilaksanakan. Kata kunci: audit energi, Macro Microsoft Excel, Intensitas Konsumsi Energi, faktor daya, peluang penghematan energi Abstract The development of buildings often does not correspond to the initial planning. Therefore, energy audits should be conducted to investigate some of the methods that can make the use of energy in a company or institution more efficient. This final project aims to create a software using Microsoft Excel macros to simplify the input, processing, and presentation of energy audit. The parameters used are the target of energy consumption intensity and power factor calculation results. Data is entered manually, and then processed using the Macro and the results are displayed. The resulting conclusion is the calculation and analysis of energy savings opportunities that can be performed on objects in an energy audit and economic analysis. The conclusion of the test results using the data of energy audit of Electrical Engineering Diponegoro University building in Semarang is energy savings opportunities that can be done such as lowering power subscriptions, replacing incandescent bulbs with energy-saving lamps, replacing the fluorescent lamp with energy saving lamps and replacing AC refrigerant with hydrocarbon refrigerants. Intensity of energy consumption target value used is 6 kWh/m2/bulan. Economic analysis for the period of 2 years and an interest rate of 20% conclude that energy savings opportunities are feasible. Keywords: energy audits, Microsoft Excel macros, intensity of energy consumption, power factor, energy saving opportunities.
PERANCANGAN BOOST CONVERTER MENGGUNAKAN VOLTAGE FEEDBACK PADA PANEL SURYA Assyidiq, Muhammad Alfin; Winardi, Bambang; Andromeda, Trias
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.767 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.3.404-410

Abstract

Energi fosil adalah energi yang paling banyak digunakan, namun ketersediaan bahan bakar fosil semakin menipis. Energi terbarukan dapat digunakan sebagai salah satu pemenuhan energi. Panel surya adalah salah satu energi terbarukan yang bekerja dengan mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Pemanfaatan panel surya biasanya dihubungkan langsung dengan beban tanpa konverter pada tegangan rendah. Digunakan boost converter untuk menaikkan tegangan DC. Tegangan keluaran panel surya tergantung pada iradiasi dan beban yang disuplai panel surya. Untuk menjamin tegangan keluaran panel surya konstan, diperlukan umpan balik tegangan pada konverter DC-DC. Pada Penelitian ini dirancang boost converter mengunakan umpan balik tegangan pada panel surya. Tahapan perancangan diawali menghitung komponen boost converter, verifikasi menggunakan software PSIM dan implementasi perangkat keras. Boost converter telah berhasil dibuat dan mampu menghasilkan tegangan keluaran lebih besar sebesar 21,9 – 41,8 volt. Penguatan boost converter dari duty cycle 0%-80% adalah 0,96 – 5,56. Dari pengujian menggunakan umpan balik tegangan variasi iradiasi, beban, iradiasi dari matahari, dan partial shading, tegangan keluaran konverter mampu dijaga konstan 24 volt dengan error rata-rata 0,36%, 0,35%, 0,95%, dan 0,11%. Efisiensi rata-rata boost converter tanpa umpan balik tegangan 85,37% dan dengan umpan balik tegangan 90,26%.
PEMBUATAN DC CHOPPER TIPE BOOST BERBASIS TRANSISTOR SC2555 Wahyanto, Demas Dwiyan; Facta, Mochammad; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.216 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.500-507

Abstract

Abstrak Di dalam kehidupan saat ini semua kegiatan yang kita lakukan pasti dibantu dengan peralatan elektronik. Untuk menjalankan peralatan elektronik ini dibutuhkan sumber daya searah atau DC (Direct Current) yang disearahkan dari sumber daya AC. Konverter DC – DC (DC Chopper) merupakan suatu sirkuit elektronikq daya yang dapat mengkonversi tegangan DC menjadi nilai tegangan DC yang berbeda.  Pada tugas akhir kali ini bertujuan merancang konverter DC – DC tipe boost yang menggunakan transistor sebagai pensaklarannya. Untuk memicu pensaklaran pada transistor akan digunakan metode Pulse Width Modulation (PWM) dengan IC TL494. Konverter tipe boost ini akan megubah nilai tegangan keluarannya lebih besar atau sama dengan tegangan pada sumber, yang dapat diatur oleh lebar pulsa (duty cycle) pada PWM. Sumber tegangan yang digunakan adalah tegangan AC 220 V yang diturunkan menggunakan trafo CT (center tap) menjadi 15 V dan disearahkan menggunakan dioda bridge untuk mensuplai konverter. Frekuensi yang digunakan untuk pensaklaran sebesar 15 KHz. Pada pengujian didapatkan hasil pengujian DC Chopper Boost bekerja pada mode DCM dengan nilai duty cycle 10% - 50% dan mode CCM dengan nilai duty cycle 60% - 80% pada beban resistif. Sedangkan pada beban induktif DC Chopper bekerja pada mode DCM dengan nilai duty cycle 10% dan mode CCM pada nilai duty cycle 20% - 80%. Kata Kunci : DC chopper boost, transistor, IC TL494, CCM, DCM  Abstract In this present life, all of the things we did definitely helped by electronics tools. For running this electronics tools need DC (Direct Current) source witch rectified from AC (Alternative Current) source. DC – DC converter (DC Chopper) are power electronic circuit that convert a DC voltage to a different DC voltage level. This final project is purposes to design a DC – DC converter boost type witch used transistor for the switching. For trigging a transistor switching will use Pulse Width Modulation (PWM) method with IC TL494. This boost converter type will change output voltage level higher or same as input voltage level, witch regulated by duty cycle from PWM. Voltage source used 220 AC voltage downgraded used center tap transformator (CT) become 15 V for converter supplies and rectified used diode bridge for converter supply. Frequency level witch used for trigging is 15 KHz. In examination obtained result DC Chopper Boost work in DCM mode with duty cycle range 10% - 50% and CCM mode with duty cycle range 60% - 80% for resistive load. While in inductive load DC Chopper Boost work in DCM mode with duty cycle range 10% and CCM mode with duty cycle range 20% - 80%. Keywords : DC Chopper boost, Transistor, IC TL494, CCM, DCM
ANALISIS EKONOMI PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) DI DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS DIPONEGORO Hidayat, Fian; Winardi, Bambang; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.491 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.4.875-882

Abstract

Meningkatnya kebutuhan energi listrik mengakibatkan bertambahnya penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar fosil yang ketersediaanya semakin lama semakin menipis. Hal tersebut menjadi alasan berkembangnya energi baru terbarukan. Sel surya merupakan salah satu energi baru terbarukan yang berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia, karena intensitas Matahari yang tinggi. Dan diharapkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dapat meringankan beban PLN dalam menyediakan kebutuhan energi listik. Penelitian ini membahas analisa ekonomi perencanaan sistem PLTS terhubung dengan jaringan listrik PLN hasil simulasi HOMER dan PVsyst. Dari sisi ekonomi menganalisis biaya investasi dan alur kas selama investasi PLTS, menggunakan beberapa metode, yaitu Net Present Value (NPV), Benefit–Cost Ratio (B-CR), dan Discounted Payback Period (DPP). Serta menghitung harga jual energi listrik untuk memperoleh kelayakan investasi. Hasil perhitungan analisis ekonomi teknik berdasarkan simulasi HOMER dan PVsyst dengan harga jual energi sebesar RP 840,2 tidak layak, karena tidak mampu mengimbangi biaya investasi awal yang tinggi. Setelah dilakukan analisis sensitivitas dengan menaikan harga jual energi, hasil perhitungan analisis ekonomi teknik berdasarkan simulasi HOMER dapat dikatakan layak apabila harga jual energi sebesar Rp 1932,8/kWh, sedangkan untuk PVsyst sebesar Rp 1440,2/kWh, karena mampu menutup biaya investasi.
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN TEMPERATUR DAN IRRADIASI PADA TEGANGAN, ARUS DAN DAYA KELUARAN PLTS TERHUBUNG GRID 380 V Wicaksena, Abimanyu Guntur; Karnoto, Karnoto; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.046 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.2.202-208

Abstract

Penggunaan sumber energi tidak terbarukan berbahan bakar fosil yang berlebihan akan meningkatkan emisi gas karbon sehingga menyebabkan terjadinya global warming. Sehingga untuk mengurangi resiko global warming, dapat menggunakan energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan seperti PLTS. Pada penelitian ini, menggunakan data temperatur dan radiasi  tahun 2016 bersumber dari software RETScreen yang terintegrasi dengan NASA. Pada perancangan sistem PV untuk menghasilkan keluaran daya maksimum dibutuhkan boost converter yang terhubung dengan grid-connected inverter. Inverter dikendalikan dari pengaruh iradiasi dan temperatur pada pengiriman daya photovoltaic yang terhubung grid menggunakan kerangka referensi natural. Hasil penelitian pengaruh kenaikan temperatur dari sistem PV terhubung grid pada irradiasi 1.000 W/m2saat temperatur sel terendah di tahun 2016 yaitu 48,859 oC menghasilkan daya 13.638,473 W, sedangkan pada saat temperatur sel tertinggi di tahun 2016 yaitu 56,321 oC menghasilkan daya 13.226,898 W. Pengaruh iradiasi dari sistem  PV terhubung grid pada temperatur 25 oC saat irradiasi 157,755 W/m2 daya yang dihasilkan  2.423,147 W, sedangkan pada saat irradiasi 242,473 W/m2 menghasilkan daya 3.786,165 W dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi nilai temperatur maka daya keluaran PV mengalami penurunandan semakin tinggi nilai iradiasi maka semakin besar nilai daya yang dihasilkan PV.
EVALUASI PENERANGAN JALAN UMUM KOMPLEK KANTOR KABUPATEN BOYOLALI Puspa, Adevia Arva; Karnoto, Karnoto; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.954 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.433-442

Abstract

Abstrak Penerangan Jalan Umum pada Komplek Kantor Kabupaten Boyolali menggunakan PV sebagai sumber listriknya. Pada komplek tersebut terdapat empat jalan utama yaitu Jalan Ahmad Yani, Jalan Merdeka Utara, Jalan Merdeka Timur dan Jalan Merdeka Barat. Pada empat jalan tersebut tiap tiang menggunakan lampu jenis LED 30 Watt. Komplek Kantor Kabupaten Boyolali tersebut akan dilakukan evaluasi kelayakan dengan dua aspek: ekonomi dan lingkungan. Proses evaluasi dilakukan untuk mengetahui penerangan pada komplek kantor Kab. Boyolali sesuai dengan SNI 7391 2008 serta aturan pemerintah dalam UU No. 30 tahun 2007 tentang energi terbarukan. Hasil proses evaluasi lampu yang digunakan memiliki daya rendah sehingga nilai iluminasinya tidak memenuhi standar. Lampu yang digunakan LED 30 Watt, tinggi tiang 7 meter, intensitas cahaya 238,85 cd dan iluminasi 0,91 lux sehingga digunakan lampu LED 118 Watt, tinggi  tiang 6 meter, intensitas cahaya 939,49 cd,  iluminasi 3,55 lux. Analisa ekonomi teknik pembangunan PJU PV ini layak dilakukan karena nilai NPV Rp 817.897.114,37, IRR 24 %, masa pengembalian 61 tahun. Penurunan emisi PJU komplek tersebut adalah 2192,4 kgCO2/tahun. Nilai penurunan emisi sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca dan Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional. Kata kunci : Penerangan Jalan Umum, PV, Aspek Lingkungan  Abstract Public Streets Lighting in Office Complex of Boyolali district which using PV as a source electricity. The complex has 4 streets there are Ahmad Yani, Merdeka Utara, Merdeka Timur, and Merdeka Barat. All of the streets were enlighted by using LED lamp type 30 Watt. This area will be evaluated by using two aspect: technical economy and environment. Those evaluation are done to know about the suitability with ISO 7391 2008 and government rules in Law Number 30, 2007 about renewable energy. The results are that lamp has low power, so the illumination are not perform with the standard. By using LED type 30 Watt and the pile’s lamp is 7 meter, so the light intensity is 238,85 cd and illumination 0,91 lux. When used LED type 118 Watt, the pile’s lamp is 6 meter so the light intensity is 939,49 cd and illumination 3,55 lux. Technical economic analysis those PJU PV are acceptable and has NPV Rp 817.897.114,37, IRR 24%, with payback period 61 years. Emission reduction of those public streets lighting are 2192,4 kgCO2/year which suitable with Government Regulation number 61, 2011 about National Action Plan to Reduce Emissions of Greenhouse Gas and Government Regulation number 71, 2011 about Implementation of National Greenhouse Gas Inventory. Keywords : Street Lighting, PV, Environment aspect
REKONFIGURASI JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN 20 KV PADA FEEDER PANDEAN LAMPER 5 RAYON SEMARANG TIMUR Nugrahadi, Wisnu Aji; Juningtyastuti, Juningtyastuti; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.577 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.632-636

Abstract

Abstrak Suatu metode rekonfigurasi jaringan distribusi dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan peningkatan atas kebutuhan beban. Kondisi ini menyebabkan jaringan distribusi tidak dapat bekerja sesuai dengan kriteria yang ditetapkan, sehingga perlu dilakukan pengembangan dan perencanaan ulang. Beberapa metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut, diantaranya : penambahan feeder baru, menyeimbangkan pembebanan fasa trafo, memperbesar ukuran penghantar kawat, mengubah konfigurasi jaringan serta menaikkan tegangan sumber. Tugas akhir ini membahas mengenai permasalahan yang terjadi pada feeder gardu induk pandean lamper 5. Metode yang digunakan pada tugas akhir ini adalah dengan menambahkan feeder baru dan menyeimbangkan beban trafo pada masing-masing fasa sehingga dengan metode ini akan menghasilkan perbaikan tegangan terbaik pada jaringan distribusi tegangan menengah. Hasil simulasi kondisi eksisting beban 82% menunjukkan bahwa nilai jatuh tegangan terbesar pada feeder pandean lamper 5 bernilai 5,61%. Sedangkan hasil simulasi jaringan dengan menambahkan feeder menghasilkan nilai jatuh tegangan yang bernilai 3,54% pada PDL.5 dan 2,43% pada PDL.14. Nilai jatuh tegangan pada setiap fasa akan lebih seimbang dengan menggunakan metode pembebanan fasa trafo. Hasil rekonfigurasi pembebanan trafo menunjukkan bahwa nilai jatuh tegangan pada fasa A bernilai sebesar 582,626 V, fasa B sebesar 591,966 V, dan fasa C sebesar 593,898 V. Sedangkan sebelum dilakukan rekonfigurasi, nilai jatuh tegangan fasa A sebesar 470,836 V, fasa B sebesar 578,862 V, serta fasa C sebesar 718,474 V. Kata kunci : Jaringan distribusi, Jatuh tegangan, Penambahan feeder, Pembebanan fasa trafo. Abstract A reconfiguration method of distribution network is needed to overcome increasing load requirement problem. This condition causes distribution network can not work accordance with the defined criteria. Several methods are used to overcome this problem, such as the addition of new feeder, balance trafo load on each phase, enlarge the size of conductor wire, change the network configuration and also increase source voltage. This Final Project will discuss about the problem which happen in the feeder of Pandean Lamper 5 Substation. The methods that used in this final project are adding new feeder and balancing every phase of trafo load, so by these methods will obtain the best voltage improvement result in distribution network intermediate voltage. The result of load exsisting condition simulation is 82 % show that the biggest drop voltage value in the feeder of Pandean Lamper 5 is 5,61 %. While the result of network simulation by adding feeder produce drop voltage value which totaled 3,54 % in PDL.5 and 2,43 in PDL.14. Drop voltage value at each phase will be more balance by using loading phase trafo. The result of reconfogiration of loading phase trafo in phase A is 582,626 V, phase B is 591,966 V, and phase C is 593,898 V. While before doing reconfiguration, the result of drop voltage in phase A is 470,836 V, phase B is 578,862 V, and phase C is 718,474 V. Keyword : Distribution Network, Drop Voltage, Feeder Addition, Loading Phase Trafo
Co-Authors Aat Ruchiat Nugraha Abdul Syakur Adevia Arva Puspa, Adevia Arva Adhi Warsito Aditya Teguh Prabowo Agung Nugroho Agung Nugroho Agung Warsito Ajub Ajulian Zahra Macrina Ajub Ajulian ZM Ajub Ajulian ZM Ajub Ajulian ZM Ajub Ajulian ZM Al Manshur, Rif'an Andang Purnomo Putro, Andang Purnomo Anhar Ashari AP Hendra Pradana Arga Mahardika Arifan Nurdani, Imam Aris Triwiyatno Arnes Yuli Vandika Arsanto, Fariz Hasbi Assyidiq, Muhammad Alfin Bayu Primastha, Bayu Bekti, Rizky Catur Cahya, Galuh Indra Cahyo Wicaksono Catur Widiatmoko D, Abraham Bayu Danang Widyanarko, Danang Demas Dwiyan Wahyanto, Demas Dwiyan Denis Denis Denis Denis Dinda Hapsari Kusumastuti, Dinda Hapsari Dito Anurogo, Dito Eko Handoyo Enda Wista Sinuraya Erlin Dolphina Erwin Adriono Faisal Oktavian Suryaadmaja, Faisal Oktavian Faiz Muqorrir Kaaffah Fajar Sihombing, Fajar Fatima Suatrat Gumelar, Yulianto Agung Guspan Hidi Susilo Hafiizh, Naufal Hamirul Hamirul Hermawan Hermawan Heru Winarno Hidayat, Fian I Ketut Suada Ikha Nurjanah, Ikha Imam Arifan Nurdani IMAM SANTOSO Imam Santoso Ismi Dina Solikha Iwan Setiawan Jaka Windarta Jayabadi, Dennis Satria Wahyu johar pradityo, johar Joko Windarto Joni Joni Judijanto, Loso Juli Setiawan, Juli Juningtyastuti Juningtyastuti Karnoto Karnoto . Krisna Zain Murtafi' Kurnanda Rizky Aditama, Kurnanda Rizky Kurniawan Fitrianto Laksono, Tegar Ubo M. Yudi Nugroho Makarim, Alam Afif Mardikawati, Budi Marlia Susanti, Marlia Masaji, Masaji Mashduuqi, Ali Meigy Restanaswari Kartika, Meigy Restanaswari Milzam Andali Lababan, Milzam Andali Mochammad Facta Mohammad Magna Mensani Muhamad, Agung Tryono Muhammad Alvin Ridho, Muhammad Alvin Muhammad Azhar Irwansyah Muhammad Fadly Yudhistira Taufik Muhammad Fayyadl Muhammad Hasnan Albab, Muhammad Hasnan Muhammad Rizal Arfianto Muhammad Rizki Kurniawan, Muhammad Rizki Muhammad Yahya Mustafa, Fandy Nizam, Zain Nugroho, Agung Oding Oding P, Nanang Bagus Pradipika, Charisma Lingga Prasetyo Kristiono Nugroho Prawira, Andre Barry Prayogo, Wisnu Purwanto, Aji Putra, Adhitya Indrajaya Ragil Adi Nugroho Reifeldi, Haikal Alfaro Ricky Salpanio Rita Rahmawati Rizal Fahmi Saefuddin Rizky Pranata Budiono, Rizky Pranata Rocha, Thiago Santoso, Imam Saputro, Jonatan Martino Windi Sigit Wisnu Habsoro Sinaga, Frans May Daniel Singgih Mustiko Aji Siwi, Yordan Raka Soelistianto, Farida Arinie Sophia Rahmi Sudjadi Sudjadi Sudjadi Suroso, Segal Mancini Susatyo Handoko Syamsiar, Syamsiar Tedjo Sukmadi Tedjo Sukmadi Tejo Sukmadi Thariq Fathony Aziz, Thariq Fathony Tri Ujianto, Tri Trias Andromeda Weraman, Pius Wicaksena, Abimanyu Guntur Wijaya, Rifqi Wijaya, Yogi Anastra Danu Windarta, Jaka Wisna Dwi Ariani Wisnu Aji Nugrahadi, Wisnu Aji Yosua Alvin Adi Soetrisno Yulianto, Agam Zwingli Hilkia Batubara