Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Literasi pentingnya menjaga ekosistem pohon mangrove dan Kegiatan Donor Darah dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Pantai Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Serdang Bedagai Alistraja Dison Silalahi; Pangeran Pangeran; Jarungjung Hutagaol; Ricca Nophia Amra; Khairuddin Tampubolon; Anto Tulim
Journal Liaison Academia and Society Vol 4 No 2: Juni 2024
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v4i2.862

Abstract

p Hutan mangrove merupakan ekosistem pesisir yang vital dengan peran ekologis dan ekonomi yang krusial. Namun, keberadaan hutan mangrove di Indonesia saat ini terancam oleh berbagai faktor, seperti alih fungsi lahan, pencemaran, dan eksploitasi berlebihan. Menjaga kelestarian hutan mangrove menjadi sebuah keharusan untuk melindungi keseimbangan alam dan menjamin keberlanjutan manfaatnya bagi manusia. Literasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem mangrove perlu ditingkatkan untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pelestarian. Menjaga kelestarian ekosistem mangrove merupakan tanggung jawab bersama. Upaya kolektif dari pemerintah, masyarakat, dan organisasi swadaya diperlukan untuk memastikan kelestarian hutan mangrove dan manfaatnya bagi generasi sekarang dan masa depan. Peningkatan literasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem mangrove menjadi kunci utama untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pelestarian.
Diskusi tentang Integrasi Generative AI dalam Pembelajaran Perguruan Tinggi: Panduan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan di lingkungan LEMKOMINDO Herlina Herlina; Khairuddin Tampubolon; Elazhari Elazhari; Ratna Sari Dewi; Reza Hanafi Lubis; Jarungjung Hutagaol; Dina Hastalona
Journal Liaison Academia and Society Vol 4 No 4: Desember 2024
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v4i4.863

Abstract

p Generative Artificial Intelligence (Generative AI) adalah teknologi yang mampu menghasilkan konten baru berdasarkan data yang telah dipelajari. Dalam konteks pembelajaran di perguruan tinggi, teknologi ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas, kreativitas, dan personalisasi proses belajar. kegiatan ini membahas cara mengintegrasikan Generative AI ke dalam sistem pendidikan perguruan tinggi dengan panduan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan di lingkungan LEMKOMINDO. Artikel ini mencakup analisis manfaat, tantangan, dan strategi implementasi yang sesuai dengan kebijakan nasional dan kebutuhan institusi. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dengan peserta dosen dan mahasiswa. Hasil kegiatan ini adalah Dosen dan mahasiswa dapat memahami etika dan aturan pemanfaatan AI dalam aktivitas institusi. Generative AI memiliki potensi besar untuk merevolusi pembelajaran di perguruan tinggi. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kebijakan yang matang, pelatihan yang memadai, dan infrastruktur yang mendukung. Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan di lingkungan LEMKOMINDO diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam memastikan teknologi ini diadopsi secara efektif dan bertanggung jawab.
Penguatan Tata Kelola Pasar Wisata Berbasis Partisipasi Komunitas untuk Mendorong Kinerja Manajemen Pasar Kamu di Pantai Labu, Sumatera Utara Elazhari Elazhari; Jarungjung Hutagaol; Anto Tulim; M. Ikrar Budijaya; Pangeran Pangeran; Hilda Ayu Marlina
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 4: Desember 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i4.1169

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul Sosialisasi: Penguatan Tata Kelola Pasar Wisata Berbasis Partisipasi Komunitas untuk Mendorong Kinerja Manajemen Pasar Kamu di Pantai Labu, Sumatera Utara bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pasar tradisional melalui keterlibatan aktif pedagang, pengelola pasar, pemerintah desa, dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pedagang dalam penerapan prinsip tata kelola partisipatif, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas manajemen pasar, serta mengembangkan Pasar Kamu sebagai destinasi wisata edukatif yang menarik bagi pengunjung. Metode kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan pasar, sosialisasi dan pelatihan interaktif, pendampingan lapangan, serta evaluasi dan monitoring berkelanjutan. Identifikasi dilakukan melalui survei dan wawancara untuk memetakan kendala operasional dan kebutuhan pengunjung. Sosialisasi dan pelatihan menekankan prinsip tata kelola berbasis komunitas, penataan fasilitas, komunikasi edukatif, serta praktik pelayanan yang ramah dan informatif. Pendampingan lapangan memastikan penerapan praktik secara konsisten, sementara evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuisioner pengunjung untuk menilai efektivitas dan kepuasan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas pedagang, keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan, perbaikan fasilitas pasar, serta pengalaman edukatif pengunjung yang lebih optimal. Peningkatan kinerja manajemen pasar tercermin dari koordinasi yang lebih baik, efisiensi operasional, dan pelayanan yang lebih profesional. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan untuk melanjutkan pelatihan lanjutan, pengembangan fasilitas edukatif, penguatan forum komunitas, serta monitoring berkala agar keberlanjutan implementasi tata kelola partisipatif dapat terjaga. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis partisipasi komunitas efektif untuk mentransformasi pasar tradisional menjadi destinasi wisata edukatif yang berkelanjutan, profesional, dan memberdayakan seluruh pemangku kepentingan.