Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Gombong I Menggunakan Kuesioner Permenkes No.74 Tahun 2016 Syaufiq Naufal Septiansyah Putra; Eka Wuri Handayani; Endang Yuniarti
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains (INPRESS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v3i1.921

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien dijadikan tolak ukur bagi setiap pelayanan kesehatan serta selalu berkaitan dengan kualitas dan mutu pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan yang dapat diukur mutu pelayanannya adalah pelayanan kefarmasian. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas gombong I. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif yang berarti menggambarkan kasus dalam studi penelitian berdasarkan melihat secara fakta dan sistematik tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi di Puskesmas Gombong I Kabupaten Kebumen dengan teknik sampel Simple Random Sampling, yaitu pengambilan samper secara random dan berdasarkan kriteria inklusi maupun ekslusi. Hasil Penelitian: Secara keselurahan gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Gombong I hasilnya “Sangat Puas” dengan persentase 85 %. Berdasarkan poin poin yang ada di Permenkes no.74 tahun 2016 hasilnya sangat puas pada poin kecepatan pelayanan obat sebesar 83 %, kejelasan apoteker dalam memberikan informasi obat, dan keramahan apoteker sebesar 81 %, poin kelengkapan obat dan alat kesehatan dan kenyamanan ruang tunggu hasilnya puas sebesar 75 %, untuk poin selanjutnya ketanggapan apoteker dan kebersihan ruang tunggu hasilnya puas sebesar 71 % dan 69 %, dan poin ketersedian brosur, leaflet, poster sebagai informasi obat hasilnya tidak puas sebesar 53 %. Kesimpulan: Secara keselurahan gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Gombong I hasilnya “Sangat Puas” dengan persentase 85 %. Saran: Bagi pihak puskesmas disarankan perlu adanya perbaikan dalam ketersediaan brosur, leaflet atau poster sebagai informasi obat/kesehatan
PROFIL KROMATOGRAFI EKSTRAK ETANOL KELOPAK BUNGA MAMBROS HIJAU Eka Wuri Handayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 13, No 3 (2017): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v13i3.232

Abstract

Green patchouli or rosella (Hibiscus sabdariffa L.) has many properties and traditionally the flower petals can be used to treat diseases. Based on this, this study aims to identify the chemical content of ethanol extract chromatography from green mrambos flower petals (Hibiscus sabdariffa L.). This research was carried out with the extraction of green mrambos flower petals using maceration method with ethenol 96% solvent. Identification of chemical components was done by tube test and paper chromatography and thin layer chromatography.The results showed that the results of tube test and ethanol extract chromatography from green mrambos flower petals (Hibiscus sabdariffa L.) obtained the presence of flavonoid compounds, polyphenols and saponins which these three compounds could be efficacious as antifungi.  Key word : Ethanol extract of green mambambos flower, tube test, chromatography
PENGETAHUAN MASYARAKAT DESA SIDOHARUM KECAMATAN SEMPOR TENTANG ORAL ELEKTROLIT DALAM PENANGANAN DIARE Husnul Khuluq; Eka Wuri Handayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v14i1.273

Abstract

Diarrhea is still a public health problem in developing countries such as Indonesia, because of the high morbidity and mortality. In Indonesia, 60 million cases of diarrhea sufferers are found each year, 70-80% are experienced by children under 5 years (± 40 million incidents). The cause of infectious diarrhea is rotavirus infection which is common in children 6-24 months, with the highest incidence at the age of 9 to 12 months. OTC drugs are drugs that are not under the supervision of a doctor, drugs in this class can be traded freely, without a doctor's prescription and can be purchased at pharmacies, drug stores or stalls, for example cold medicines, diarrhea drugs, ulcer drugs and skin drugs. The use of over-the-counter drugs often occurs in the community and can cause problems such as inaccurate doses and errors in drug selection. This research is an observational research with descriptive method. This study was conducted involving 89 respondents. The results showed that there were still many people who did not understand about oral electrolytes in the treatment of diarrhea.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SWAMEDIKASI ANALGESIK DI APOTEK NGIJO KECAMATAN ROWOKELE KABUPATEN KEBUMEN Yuliana Diah Pratiwi; Endang Yuniarti; Eka Wuri Handayani
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v4i1.1212

Abstract

Nyeri merupakan keluhan yang sering dilakukan masyarakat sehingga melakukan  swamedikasi.Dalam praktik swamedikasi masyarakat menggunakan obat golongan analgesik untuk  meredakan rasa nyeri. Tingkat pengetahuan merupakan faktor penting dalam mewujudkan  penggunaan obat pereda nyeri yang tepat dalam praktik swamedikasi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik responden meliputi jenis kelamin,  usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, ekonomi dengan tingkat pengetahuan swamedikasi analgesik. Metode Penelitian, Penelitian deskriptif menggunakan rancangan cross sectional. Teknik  pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel yang digunakan adalah 100 responden. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji  Chi square dan uji regresi logistik ordinal. Tingkat pengetahuan swamedikasi analgesik pada responden kategori kurang baik 37  responden (37%), cukup baik 23 responden (23%), dan kategori baik 40 responden (40%). Hasil chi  square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara usia (p=0,000), pendidikan (p=0,000),  pekerjaan (p=0,000), penghasilan (p=0,002), dengan tingkat pengetahuan (p>0,05) dan tidak ada  hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat pengetahuan (p=0,995). Ada hubungan antara umur, pendidikan, pekerjaan dan ekonomi dengan tingkat  pengetahuan analgesik dan tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat pengetahuan  analgesik. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut menggunakan uji mann-whitney untuk melihat hubungan antar variabel untuk hasil yang lebih bervariasi, agar  mendapatkan hasil yang lebih baik.
PEMANFAATAN TANAMAN OBAT UNTUK MENGATASI PENYAKIT DIABETES MELITUS DI KOTA KEBUMEN Tri Cahyani Widiastuti; Husnul Khuluq; Eka Wuri Handayani; Alife Wulandari Stefani Wulandari; Estetika Hemas; Indra Kurniawan; Jesika Yuliana
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v2i1.776

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit yang prevalensinya semakin meningkat dari tahun ke tahun. World Health Organization (WHO) memprediksi kenaikan jumlah pasien diabetes di Indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030, bahkan Indonesia menempati urutan keempat di dunia sebagai jumlah penderita diabetes mellitus terbanyak setelah India, China, dan Amerika. Kabupaten Kebumen tahun 2018, tiga teratas penyakit tidak menular adalah Hipertensi (23.735 kasus), Diabetes Melitus (7.274 kasus) dan Asma Bronkial (3214 kasus). Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional dalam berbagai penyakit telah banyak digunakan, obat tradisional dari bahan alam menjadi salah satu alternatif pengobatan, salah satunya diabetes mellitus. keberadaan tumbuhan obat dan pemanfaatan lahan oleh masyarakat untuk menanam dan menggunakan Toga (tanaman obat keluarga) masih banyak, dan menjadi salah satu program penggerak PKK yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan serta gaya hidup sehat. Penggunaan tanaman obat untuk mengobati penyakit diabetes oleh masyarakat setempat cukup besar, selain berobat dengan medis masyarakat juga mengkonsumsi tanaman obat untuk pengobatan penyakit diabetesnya, karena dianggap obat paling alami, mudah didapatkan, terjangkau, dan tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi tubuh. Namun, untuk hasil pengobatannya cukup lama karena pengobatan dengan tanaman obat harus dikonsumsi secara rutin dalam kurun waktu jangka Panjang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat di kabupaten Kebumen sebagai obat diabetes Melitus. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik survei, wawancara semi terstruktur. Penggunaan metode kualitatif dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan pengetahuan masyarakat dengan pendekatan etnik (perspektif masyarakat). Instrument menggunakan kuisioner dengan jumlah responden 250 orang dengan teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemanfaatan tanaman obat untuk mengatasi    penyakit    diabetes    mellitus di kota Kebumen adalah kayu manis, mangkokan, pare, insulin, kersen, kelor, kunyit putih, bratawali, Tapak dara, Mahkota Dewa, Petai Cina, Sirih merah, Ketumbar, Tempuyung, Mengkudu, Katuk, Pegagan, Temulawak, Buah Tomat, Jambu biji, Tapak liman, Alpukat, Manggis, Buah Naga, Jeruk nipis. Dan bagian organ tanaman yang digunakan adalah bagian daun, biji, buah, kulit batang, rimpang dan batang. Cara pengolahannya direbus, diperas dan di buat jus. Cara pemakaiannya sebagian besar diminum. Key words: diabetes melitus1; tanaman obat2; Kebumen3
ADAPTATION AND VALIDATION OF THE INDONESIAN VERSION OF THE HEALTH BELIEF MODEL INSTRUMENT FOR PARENTS Eka Wuri Handayani; Fredrick Dermawan Purba; Dyah Aryani Perwitasari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i2.1101

Abstract

Children are a crucial population requiring COVID-19 vaccination. With the global rollout of COVID-19 vaccines, the increasing number of unvaccinated children and adolescents has raised concerns. To was translated, adapted, and validate the Health Belief Model instrument for parents of children aged 6–11 years regarding COVID-19 vaccination in the Indonesian language. Cross-cultural translation and adaptation were conducted according to international standards. The instrument testing process, according to Beaton et al., (2020), involves five stages: forward translation, synthesis of the translation results, back translation, review of the back translation, and readability testing. Respondents were purposively selected from the parents of children aged 6–11 years. Face and content validity were achieved for the Indonesian version of Health Belief Model for parents of children aged 6–11 years. The validity of each statement item was assessed using Pearson Correlation with a significance level of 0.05 and 193 respondents, resulting in an r table value of 0.1406. The constructs within the Health Belief Model were deemed valid based on the Pearson Correlation values, as the coefficient values were greater than the r-table value (r > 0.1406; p < 0.05). The constructs in the Health Belief Model were also reliable, with a Cronbach’s alpha value of 0.657. The culturally adapted Indonesian version of the Health Belief Model instrument for parents of children aged 6–11 years regarding COVID-19 vaccination is considered valid and reliable for use in research among the parent population of children aged 6–11 years in the context of COVID-19 vaccination.
MANGKUNEGARA II PADA PERANG NAPOLEON DI JAWA TAHUN 1811 Handayani, Eka Wuri
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 11, No 2 (2023): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Mangkunegara II Pada Perang Napoleon di Jawa Tahun 1811. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan latar belakang keterlibatan Mangkunegara II pada perang Napoleon di Jawa pada tahun 1811. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode historis dengan teknik pengumpulan data berupa kepustakaan dan dokumentasi, serta teknik analisis data historis yaitu teknik yang mengutamakan pada ketajaman dalam melakukan interpretasi data sejarah. Hasil yang didapat dalam penelitian ini menunjukkan bahwa peran Mangkunegara II dalam perang Napoleon melawan Inggris didasari oleh rasa kepemilikan wilayah yang kuat berdasarkan pada falsafah dan doktrin Tiji Tibeh yang masyarakat Mangkunegaran anut, berfokus pada bidang militer membuat Mangkunegara II diangkat menjadi kolonel pasukan Legiun Mangkunegaran dalam mempertahankan serangan Inggris yang datang ke Jawa pada tahun 1811 meskipun pada akhirnya mengalami kekalahan sehingga Mangkunegara II harus kembali ke Mangkunegaran dan menyerahkan senjata perangnya kepada Inggris Kata kunci: Mangkunegara II, Napoleon, 1811
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP MAHASISWI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG TENTANG PEMILIHAN KOSMETIK DEKORATIF YANG AMAN DARI BAHAN KIMIA BERBAHAYA Kartika Sari, Tri Rejeki; Handayani, Eka Wuri; Yuniarti, Endang
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v3i2.1211

Abstract

Kosmetik Dekoratif merupakan salah satu hal yang dapat meningkatkan rasa percaya diri pada wanita. Hal ini menyebabkan banyaknya produk kosmetik dekoratif ilegal beredar di pasaran. Mahasiswa merupakan salah satu target pasar tertinggi bagi produsen kosmetik ilegal. Fenomena ini dapat terjadi pula pada mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gombong karena mengingat banyaknya mahasiswi yang menggunakan kosmetik dekoratif tanpa melihat kandungan yang terdapat dalam kosmetik yang digunakan. Dalam hal ini, tingkat pengetahuan menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi sikap dalam pemilihan kosmetik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap mahasiswi fakultas ilmu kesehatan Universitas Muhammadiyah Gombong terhadap kosmetik dekoratif yang aman dari bahan kimia berbahaya. Metode penelitian ini berupa survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu google form yang berisi tingkat pengetahuan dan sikap sebagai alat pengambilan data. Tingkat pengetahuan responden tentang kosmetik dekoratif dengan kategori baik sebanyak 51% dari 100 responden, cukup sebanyak 34% dari 100 responden dan kurang sebanyak 15% dari 100 responden. Sikap responden dalam memilih kosmetik dekoratif dengan kategori baik sebanyak 48%, cukup sebanyak 46%, dan kurang sebanyak 6%. Hasil uji wilcoxon untuk tingkat pengetahuan dengan sikap adalah 0,841(p > 0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang kosmetik dengan sikap dalam pemilihan kosmetik (p > 0,05)
Gambaran Peresepan Antibiotik, Biaya, Efektifitas Terapi Pasien Demam Tifoid Rawat Inap RS Palang Biru Kutoarjo : The Image of Prescribing Antibiotics, Cost, Effectiveness of Therapy Thypod Fever Inpatient at Palang Biru Hospital Kutoarjo Ima Raharti; Endang Yuniarti; Eka Wuri Handayani
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i2.979

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut dan bersifat sistemik yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhy. Pada pengobatan demam tifoid diperlukan terapi antibiotik. Pengeluaran biaya antibiotik dapat mencapai 50% dari total anggaran obat namun belum bisa menjamin efektifitas dalam perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola peresepan antibiotik dan biaya perawatan pada pasien demam tifoid rawat inap di RS Palang Biru Kutoarjo. Penelitian ini dirancang dengan metode desain cross sectional. Pengambilan subyek penelitian menggunakan teknik purpose sampling dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi periode Januari – Desember 2019. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode statistik kemudia dibuat tabel dan disajikan secara deskriptif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak174 pasien. Jenis antibiotik yang digunakan pada pasien demam tifoid rawat inap di RS Palang Biru Kutoarjo yaitu cefotaxim, ceftriaxon, ciprofloxacin, metronidazol, chloramfenicol, cefixim, amoxicillin, ampicillin dan cefadroxil. Pemakaian antibiotik paling banyak yaitu cefotaxim(51,9%) dan ceftriaxon (35,4%) dengan total biaya perawatan 2.737.851 dan 2.478.835   Kata kunci: Antibiotik, Demam Thypoid, Biaya, Efektivitas  
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN DI DESA MANGLI KECAMATAN KUWARASAN KABUPATEN KEBUMEN Pamungkas, Royan Abdi; Handayani, Eka Wuri; Widiastuti, Tri Cahyani
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v4i2.1444

Abstract

Menurut World Health Organization, hampir setengah (49,53%) dari penduduk Indonesia yang berusia di atas 15 tahun menggunakan obat tradisional. Dari mereka, sekitar 4,36% mengonsumsinya setiap hari, sementara 45,17% lainnya hanya sesekali. Jenis obat tradisional yang banyak dipilih adalah yang berbentuk cair (55,16%), bubuk (43,99%), dan yang diseduh (20,43%). Penggunaan obat tradisional dapat memberikan manfaat kesehatan, dan telah mendorong semakin banyaknya kajian atau penelitian terkait obat tradisional. Penggunaan obat tradisional umumnya dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap. Meskipun penggunaan obat tradisional meningkat, pemahaman masyarakat tentang penggunaannya masih terbatas, terutama terkait efek samping dan dosis yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan mengevaluasi hubungan antara pengetahuan dan sikap masyarakat. Metode Penelitian ini berbentuk deskriptif observasional dengan menggunakan kuesioner sebagai alat bantu dan melibatkan 100 responden sebagai sampel yang dilakukan di Desa Mangli. Analisis data  menggunakan Spearman's Rho Test melalui SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tergolong kategori pengetahuan sedang, dan kategori sikap kurang baik. Hasil Spearman Rho Test dilakukan untuk menguji hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap responden dengan karakterisitk responden, serta hubungan antara pengetahuan dan sikap responden. Hasilnya menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan responden mengenai penggunaan obat tradisional dengan karakteristik responden, seperti jenis kelamin (p=0,003), usia (p=0,004), tingkat pendidikan (p=0,000), dan pekerjaan (p=0,000). Terdapat hubungan antara sikap responden mengenai penggunaan obat tradisional  dengan karakteristik responden, seperti jenis kelamin (p=0,002), usia (p=0,000), tingkat pendidikan (p=0,001), dan pekerjaan (p=0,001). Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap (p=0,002). perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai penggunan obat tradisional.
Co-Authors Afrianto, Teguh Eka Afriyanti, Tyas Dwi Agung Kurniawan Agustna, Navi Ainni, Ayu Nisa Ainni, Ayu Nissa Alife Wulandari Stefani Wulandari Amalia, Tika Anggi Setiani Dewi Anggie Luthfieasari Anwar Sodik, Anwar Arnika Dwi Asti Arnika Dwi Asti Arnika Dwi Asti Arwan Prabantoro Aryna Mawar Rani Asriani Tangawunigsih Astuti, Dyah Puji Ayu Nissa Ainni Ayu, Ayu Ainni Chondrosuro Miyarso Condro Suro Miyarso Dewi, Adinda Putri Sari Dwi Melinda Sari Dyah Aryani Perwitasari Dyah Puji Astuti Elayana, Vinca Endang Darmawan Endang Yuniarti Endang Yuniarti Endang Yuniarti Endrayani, Eni Eni Endrayani Ery Wahidatul Ery Wahidatul Khasanah Estetika Hemas Eta, Satri Eti Sulastri Faijah, Fitri Fatonah, Sri Fitri Faijah Fitria, Dian Fredrick Dermawan Purba Hermansyah, Agustian Husnul Khuluq Husnul Khuluq Ima Raharti Indra Kurniawan Indriani, Windi Hesti Jesika Yuliana Kartika Sari, Tri Rejeki Khamidah, Septin Ainun Khasanah, Ery Wahidatul Khuluq, Husnul Khuluq, Muh Husnul Khuluq, Muh. Husnul Kinanti, Ayu Pratama Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul Lalu Muhammad Irham Miyarso, Chondrosuro Muchromin Muchromin Muh Husnul Khuluq Muhtadi Muhtadi Nadea Murpratami Navi Agustna Nur Wakhidah Nurkhasanah, Elli Pamungkas, Royan Abdi Pramono, Muji Putra, Syaufiq Naufal Septiansyah Rachmawati, Indah Rafila Intiyani Rafila Intiyani Rahayu, Kukuh Puji Rahayu, Titi Pudji Rahayu, Titi Puji Riantika, Sabrina Sahro, Intan Fatimah Sari, Dwi Melinda Sartono Putro Septin Ainun Khamidah Siti Khoiriah Sri Fatonah Sukanisih, Tentrem Sulastri, Eti Sutia Sutia Syaufiq Naufal Septiansyah Putra Tangawunigsih, Asriani Tanti Azizah Sujono Tentrem Sukanisih Tika Amalia Titi Puji Rahayu Tri Cahyani W Tri Cahyani Widiastuti Tri Setyaningsih Tyas Dwi Afriyanti umi laelatul qomar W, Tri Cahyani Wahidatul, Ery Widiastuti, Tri Cahyani Widodo, Riscky Cahyo Windi Hesti Indriani Wukirsari, Laras Sinta Wulan Rahmadhani, Wulan Yuliana Diah Pratiwi Zahra, Nailahana Huwaida