Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI ETNOBOTANI PENGGUNAAN TANAMAN BERKHASIAT OBAT PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN MIRIT KABUPATEN KEBUMEN JAWA TENGAH Widodo, Riscky Cahyo; Khuluq, Muh Husnul; Handayani, Eka Wuri
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v4i2.1219

Abstract

Tumbuhan obat merupakan tumbuhan yang salah satu atau seluruh bagian pada tumbuhan tersebut mengandung zat aktif yang berkhasiat bagi kesehatan yang dapat dimanfaatkan sebagai penyembuh penyakit. Kecamatan Mirit memiliki wilayah pertanian yang cukup luas, sehingga banyak penduduk yang bermatapencarian sebagai seorang petani. Selain itu, masyarakat Mirit banyak yang memanfaatkan tanaman dilingkungan tempat tinggalnya sebagai obat. Sehingga perlu dilakukan studi etnobotani untuk mengetahui potensi tanaman obat di wilayah Kecamatan Mirit. Penelitian ini adalah suatu penelitian yang bersifat deskriptif dengan pemaparan data kualitatif. Pemaparan secara kualitatif bertujuan untuk mengetahui tanaman yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradsional. Menggunakan teknik metode survei, observasi, dan wawancara semi terstruktur dengan snowball sampling dengan meminta rekomendasi informan dari informan kunci (key informan) dan informan utama atau inti. Berdasarkan hasil penelitian diketahui terdapat 49 jenis tumbuhan yang terdiri dari 33 famili, tumbuhan paling banyak digunakan daun (56,0%), dengan cara pengolahan direbus (74,0%), dan penggunannya diminum (88,0%), dan habitus herba (34,0%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat potensi besar tanaman obat di wilayah tersebut yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui studi etnobotani.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEWASA RAWAT INAP INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) DENGAN METODE ATC/DDD DAN DU 90% DI RS PKU MUHAMMADIYAH GOMBONG Nurkhasanah, Elli; Handayani, Eka Wuri; Yuniarti, Endang
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v4i2.1217

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan infeksi tersering kedua setelah infeksi saluran napas. ISK jika tidak diterapi dengan tepat dapat menyebabkan hipertensi, proteinuria, ISK berulang, gagal ginjal kronis dan cuci darah serta mengakibatkan kematian. Terapi ISK yaitu menggunakan antibiotik, penggunaanya yang tidak sesuai dapat menyebabkan resistensi antibiotik. Oleh karena itu perlu ada evaluasi penggunaan antibiotik dengan metode ATC/DDD dan DU 90 % di RS PKU Muhammadiyah Gombong, alasan pemilihan di RS ini karena memiliki spesialis urologi yang berkaitan dengan penyakit ISK. Tujuan Penelitian, mengevaluasi penggunaan antibiotik pasien ISK di RS PKU Muhammaadiyah Gombong dengan metode ATC/DDD dan DU 90%. Metode Penelitian, penelitian observasional eskriptif dengan desain cross-sectional melaui pengambilan rekam medis pasien ISK tahun 2020-2022. Hasil Penelitian, terdapat 141 pasien ISK selama tahun 2020-2022. Antibiotik yang digunakan yaitu ceftriaxone, levofloxacin, cefotaxime, ciprofloxacin, cefixim dan ampisilin. Total nilai DDD/100 patient-days seluruh antibiotik yang digunakan dari tahun 2020-2022 yaitu 71.8 DDD/100 patient-days , 73.3 DDD/100 patient-days, 73.1 DDD/100 patient-days, 81.7 DDD/100 patient-days , 77.8 DDD/100 patient-days dan 57.5 DDD/100 patient-days.  Antibiotik yang termasuk segmen DU 90% pada Januari 2020-Juni 2022 adalah ceftiaxone, levofloxacin dan ciprofloxacin. Sedangkan pada Juli-Desember 2022 adalah ceftriaxone, cefotaxime dan ciprofloxacin. Kesimpulannya Profil penggunaan antibiotik pada pasien ISK di RS PKU Muhammadiyah Gombong tahun 2020-2022 terdapat enam jenis antibiotik yang digunakan untuk pasien infeksi saliran kemih yaitu ceftriaxone, ciprofloxacin, levofloxacin, cefotaxime, cefixime dan ampisilin.
PEMBENTUKAN KADER KESEHATAN DI KELUARGA UNTUK MELINDUNGI LINGKUNGAN DENGAN CARA EDUKASI DAGUSIBU OBAT DI KELUARGA Handayani, Eka Wuri; Rahayu, Titi Pudji; Ainni, Ayu Nissa; Khoiriah, Siti; Riantika, Sabrina
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v5i2.1404

Abstract

Masyarakat Desa Gunungsari masih memiliki pengetahuan yang minim mengenai cara pengelolaan obat. Cara pengelolaan obat yang tidak tepat dapat berdapampak buruk terhadap kesehatan konsumen dan lingkungan. Kader kesehatan di keluarga merupakan perpanjangan tangan dari pelayanan kesehatan dalam pengelolaan obat di rumah tangga, dimana kader merupakan bagian dari masyarakat dan keberadaannya sangat memungkinkan untuk menjangkau dan lebih dekat dengan masyarakat. Pembentukan kader kesehatan di keluarga dilakukan melalui edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) menggunakan metode FGD (Focus Group Disscusion). Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu membentuk kader kesehatan di keluarga untuk mencapai terapi yang rasional, aman, berkhasiat, dan berdampak baik terhadap lingkungan. Kegiatan pengabdian dilakukan sebanyak dua kali pertemuan terhadap 25 kader PKK Desa Gunungsari. Kegiatan ini dilakukan dalam empat tahap yaitu observasi, persiapan, edukasi (metode FGD), dan evaluasi. Teknik analisis dilakukan menggunakan uji statistik non parametrik friedman test.  Berdasarkan hasil evaluasi terhadap nilai pretest I, postest I, pretest II, dan postest II diketahui nilai pengetahuan yang diperoleh secara berturut-turut yaitu 83,05±9,8117; 85,88±9,9016; 88,23±7,4035; dan 90,59±7,2059. Hasil uji friedman 0,000 (p < 0,05) menunjukkan terdapat perbedaan secara statistik masing-masing nilai evaluasi yang diperoleh. Peningkatan nilai evaluasi tersebut menunjukkan bahwa kader PKK Desa Gunungsari memiliki pengetahuan yang baik mengenai pengelolaan obat dengan benar. Kader kesehatan yang terbentuk diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan obat dengan benar.Kata Kunci: Kader kesehatan di keluarga; DAGUSIBU obat; dan FGD (Focus Group Disscusion).
Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat melalui Pelatihan dan Implementasi Teknologi Integrated Farming Skala Rumah Tangga sebagai Solusi Ketahanan Pangan dalam Upaya Pencegahan Sunting di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas Rahmadhani, Wulan; Dewi, Adinda Putri Sari; Qomar, Umi Laelatul; Handayani, Eka Wuri; Sujono, Tanti Azizah; Muhtadi, Muhtadi; Putro, Sartono
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.18613

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah kesehatan di masyarakat yang serius dengan prevalensi cukup tinggi, hal ini umumnya disebabkan oleh anak yang kekurangan asupan gizi di 1000 hari pertama kehidupan. Kurangnya pemenuhan asupan gizi merupakan masalah yang kompleks dan multi sectoral. Tujuan dari pengabdian Masyarakat ini agar dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan penyelesaian masalah terkait dengan stunting yang ada di masyarakat terutama pada skala rumah tangga. 21 responden diikutkan dalam pengabdian kepada Masyarakat ini yang semuanya adalah Tim Penggerak PKK. Kegiatan ini dimulai dari bulan September-November 2024. Tahapan kegiatan dibagi menjadi 3, tahap pertama adalah tahap persiapan, tahap kedua pelaksanaan dan tahapan ketiga adalah evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah semua peserta terlihat antusias dan bersemangat mengenai program ini. Implementasi Teknologi Integrated Farming Skala Rumah Tangga sudah terpasang di 6 titik Lokasi yang diperkirakan stuntingnya tinggi. Melalui, Integrated Farming Skala Rumah Tangga keluarga dapat memanfaatkan lahan pekarangan yang    tersedia  untuk menanam sayuran berternak lele. Hal ini membantu memastikan ketersediaan bahan pangan segar yang bernutrisi  tinggi  di tingkat rumah tangga. Kata Kunci: Stunting, Integrated Farming Skala Rumah Tangga, Ketahan Pangan  ABSTRACT Stunting is a serious public health problem with a fairly high prevalence, this is generally caused by children who lack nutritional intake in the first 1000 days of life. Lack of fulfillment of nutritional intake is a complex and multi-sectoral problem. The purpose of this Community Service was to increase knowledge and problem-solving skills related to stunting in the community, especially at the household level. 21 respondents were included in this Community Service, all of whom were PKK Team Leaders. This activity started from September-November 2024. The stages of the activity were divided into 3, the first stage was the preparation stage, the second stage was implementation and the third stage was evaluation. The results of this activity were that all participants looked enthusiastic and excited about this program. The implementation of Household-Scale Integrated Farming Technology has been installed at 6 locations where stunting is estimated to be high. Through Household-Scale Integrated Farming, families can utilize the available yard land to grow vegetables and raise catfish. This helps ensure the availability of fresh, highly nutritious food at the household level. Keyword: Stunting, Integrated Farming Household Scale, Food Security
Program Peningkatan Pengetahuan Kader dan Pemeriksaan Kesehatan dalam Upaya Penanganan Stunting Rahmadhani, Wulan; Dewi, Adinda Putri Sari; Qomar, Umi Laelatul; Handayani, Eka Wuri; Sujono, Tanti Azizah; Muhtadi, Muhtadi; Putro, Sartono
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.18547

Abstract

ABSTRAK Stunting masih menjadi masalah utama pada bayi dan balita di Indonesia. Stunting merupakan salah satu kondisi gagal tumbuh pada anak dimana tinggi badan anak <- 2SD menurut tabelZ-score WHO. Tujuan Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang pencegahan stunting melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan yang tepat. Sebanyak 21 kader mengikuti kegiatan ini. Sebelum di lakukan penyuluhan atau edukasi kader di berikan pretest dahulu kemudian di lanjutkan pemberian materi oleh tim pengabdian Masyarakat. Setelah pemberian materi dilanjutkan posttest dan pemeriksaan Kesehatan bagi balita yang terdiagnosa stunting. Terdapat peningkatan pengetahuan kader dari sebelum di berikan edukasi sampai setelah pemberian edukasi. Terdapat 14 (66.7%) kader perpengetahuan tinggi, dan 7 (33.3%) kader berpengetahuan sedang. Hasil pengabdian pemberdayaan kader posyandu dapat meningkatkan kemampuan pengetahuan serta praktik/ ketrampilan kader dalam penanganan dan pencegahan stunting pada tatanan keluarga dan masyarakat. Kata Kunci: Pengetahuan, Kader, Penanganan, Stunting  ABSTRACT Stunting is still a major problem among babies and toddlers in Indonesia. Stunting ia a condition of failure to thrive in children where the child’s height is <- 2SD according to the WHO Z-score table. The aim of implementing Community Service (PKM) is to increase cadres' knowledge about stunting prevention through education and appropriate health checks. A total of 21 cadres took part in this activity. Before counseling or education is carried out, cadres are given a pretest first and then continue to provide material by the community service team. After providing the material, the posttest and health examination continued for toddlers diagnosed with stunting. There is an increase in cadres' knowledge from before the education is provided to after the education is provided. There are 14 (66.7%) cadres with high knowledge, and 7 (33.3%) cadres with moderate knowledge. The results of the service to empower posyandu cadres can increase the knowledge and practice/skills of cadres in handling and preventing stunting in family and community settings. Keywords: Knowledge, Cadre, Handling, Stunting
HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH (BODY IMAGE) DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI (SELF-CONFIDENCE) PADA REMAJA PUTRI Handayani, Eka Wuri; Fitria, Dian; Setyaningsih, Tri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48809

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja adalah periode krusial dalam pertumbuhan psikososial seseorang yang dicirikan oleh bermacam perubahan, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Pada tahap ini, pembentukan citra tubuh dan kepercayaan diri menjadi aspek penting. Persepsi negatif terhadap tubuh dapat menurunkan rasa percaya diri dan memengaruhi kesehatan mental remaja putri. Penelitian ini dilakukan guna mengkaji korelasi antara citra tubuh (body image) dan tingkat kepercayaan diri (self-confidence) pada remaja putri. Metode: Studi ini menerapkan metode kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Yang menjadi populasi dalam studi ini ialah seluruh siswi kelas VIII yang terdaftar di SMPN 23 Jakarta., dengan sebanyak 87 responden dijadikan sampel penelitian melalui penerapan metode acak sederhana. Unsur yang berperan sebagai variabel independen dalam studi ini ialah citra tubuh, sementara itu variabel dependennya ialah kepercayaan diri. Alat ukur pengumpulan data meliputi kuesioner MBSRQ-AS untuk menilai citra tubuh dan kuesioner self-confidence untuk menilai tingkat kepercayaan diri. Data dianalisis dengan memanfaatkan metode Spearman Rank. Hasil: Temuan studi ini memperlihatkan bahwa mayoritas remaja putri mempunyai citra tubuh yang positif serta tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Uji statistik memperlihatkan adanya keterkaitan signifikan antara persepsi citra tubuh dan kepercayaan diri, dengan koefisien korelasi sebesar 0,687 dan tingkat signifikansi (p-value) 0,000. Simpulan: Ditemukan keterkaitan yang signifikan antara persepsi citra tubuh dan tingkat kepercayaan diri pada remaja putri. Individu yang mempunyai persepsi yang baik terhadap tubuhnya seringkali menunjukkan kepercayaan diri yang lebih tinggi.
Cek Kesehatan dan konseling dalam Upaya Pencegahan Penyakit Hipertensi, DM dan GOUT pada Peserta Sepeda Sehat di Alun-Alun Karanganyar Kebumen Handayani, Eka Wuri; Asti, Arnika Dwi; Endrayani, Eni; Khasanah, Ery Wahidatul; Faijah, Fitri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit non-infeksi merupakan masalah yang sangat substansial,mengingat pola kejadiannya sangat menentukan status kesehatan disuatu daerah dan juga peningkatan keberhasilan status kesehatan disebuah negara.WHO memperkirakan, pada tahun 2020 penyakit noninfeksiakan menyebabkan 73% kematian dan 60% seluruh kesakitandi dunia. Diperkirakan negara yang paling merasakan dampaknyaadalah negara berkembang termasuk Indonesia. Hipertensi, DM danGOUT adalah 3 dari penyakit non-infeksi yang banyak diderita masyarakatIndonesia.tujuan dari program ini antara lain adalah untukmengetahui tekanan darah, gula darah sewaktu dan kadar asam uratmasyarakat Kebumen secara langsung tanpa perlu mendatangi tempatpelayanan kesehatan dan menumbuhan kesadaran masyarakat untukmelakukan pemeriksaan kesehatan secara dini serta menambahkewaspadaan masyarakat agar tidak terkena penyakit hipertensi, DMdan GOUT. Pengecekan kesehatan diawali dengan pengkajian data awalmasyarakat. Selanjutnya dilakukan pengukuran berat badan, tekanandarah, cek gula darah sewaktu (GDS) dan cek kadar asam urat.Dari71 warga yang mengikuti kegiatan ini didapatkan hasil 3 wargamengalami tekanan darah tinggi, 3 warga menunjukkan hasil GDSdiatas normal dan 8 warga menunjukkan hasil pemeriksaan kadarasam urat diatas normal. Setelah dilakukan pengecekan kesehatan,pengabdian masyarakatini dilanjutkan denganmemberikan konselingterkait pencegahan atau penatalaksanaan penyakit Hipertensi, DMdan GOUT.Pencegahan atau Penatalaksanaan meliputi penatalaksanaansecara nonfarmakologi atau perubahan gaya hidup, yaitupenurunan berat badan, penurunan asupan garam, serta menghindarifaktor resiko (merokok, minum alkohol, hiperlipidemia dan stress).Sedangkan penatalaksanaan secara farmakologis atau dengan obatdilakukan dibawah pengawasan dokter atau apoteker.
PEMBERIAN SERBUK INSTAN MANIS DAUN PEPAYA UNTUK KELANCARAN ASI PADA IBU NIFAS Handayani, Eka Wuri; Qomar, Umi Laelatul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen laktasi yang salah merupakan penyebab utama terhambatnya aliran ASI. Hal ini dapat menyebabkan penurunan produksi ASI (sindrom kurang ASI). Sekitar 55% dari ibu melahirkan telah memberi makan bayi mereka pada 6 minggu pertama. Insufisiensi ASI tidak hanya disebabkan oleh gangguan fisik tetapi sebagian besar karena salah urus laktasi. Daun pepaya mengandung enzim papain yang belum banyak diketahui orang. Enzim semacam ini berfungsi untuk mempercepat aliran ASI pada masa nifas. Mengkonsumsi bubuk instan daun pepaya pada ibu postpartum dapat mempercepat ASI. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data kemudian penarikan kesimpulan. Para partisipan adalah ibu postpartum yang mengalami masalah dengan kelancaran ASI. Hasil setelah mengkonsumsi bubuk instan daun pepaya selama 3 hari, terjadi peningkatan kehangatan ASI ibu postpartum. Ini ditunjukkan oleh kondisi payudara, rembesan air susu ibu dari puting, frekuensi mengisap, buang air kecil dan air besar serta frekuensi tidur bayi. Hal ini menunjukkan bahwa serbuk instan daun pepaya dapat meningkatkan kelancaran ASI ibu post partum.
Pembentukan Posyandu Remaja Desa Madureso Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen Sulastri, Eti; Astuti, Dyah Puji; Handayani, Eka Wuri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa storm and stress, karena remajamengalami banyak tantangan baik dari diri mereka sendiri(biopsychosocial factors) ataupun lingkungan (environmentalfactors).Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Berbasis Sekolah diIndonesia tahun 2015 (GSHS) dapat terlihat gambaran faktor risikokesehatan pada pelajar usia 12-18 tahun (SMP dan SMA) secaranasional, sebanyak 41,8% laki-laki dan 4,1% perempuan mengakupernah merokok, 14,4% laki- laki dan 5,6% perempuan pernahmengkonsumsi alkohol, lalu juga didapatkan 2,6% laki-laki pernahmengkonsumsi narkoba dan perilaku seksual di mana didapatkan8,26% pelajar laki-laki dan 4,17% pelajar perempuan usia 12-18tahun pernah melakukan hubungan seksual.Kompleksnyapermasalahan kesehatan pada remaja, tentunya memerlukanpenanganan yang komprehensif dan terintegrasi yang melibatkansemua unsur dari lintas program dan sektor terkait, itu diakibatkankarena tidak ada wadah remaja untuk medapatkan pengetahuan daninformasi terkait kesehatan.Tujuan kegiatan ini adalah membentukposyandu remaja dam kader remaja. Metode pengabdian masyarakatadalah dengan melakukan survey, penyuluhan dan pelatihan selama2kali meliputi teori dan praktik. Hasil pengabdian masyarakat telahterbentuk posyandu remaja dan terbentuk 10 orang kader posyanduremaja,adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalammelakukan kegiatan posyandu remaja. Kesimpulan pelaksanaanpengabdian masyarakat ini adalah terbentuknya posyandu remaja diDesa Madureso Kecamatan Kwarasan Kabupaten Kebumen.
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA KONSUMEN DI APOTEK AF KECAMATAN NUSAWUNGU KABUPATEN CILACAP Handayani, Eka Wuri; Wahidatul, Ery; Tangawunigsih, Asriani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan antibiotik dalam beberapa dekade terakhir mengalami peningkatan sehingga jika digunakan secara tidak tepat pasien dapat mengalami resistensi antibiotik. Minimnya pengetahuan tentang penggunaan antibiotik yang tepat oleh masyarakat menjadi poin utama terjadinya resistensi. Pengetahuan masyarakat mengenai resistensi antibiotik tergolong sangat rendah, menurut penelitian WHO dari 12 negara salah satunya di indonesia di dapatkan hasil, sebanyak 53-62% menghentikan penggunaan antibiotik setelah sembuh dan Sekitar 92% masyarakat di Indonesia tidak mengkonsumsi antibiotik dengan benar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Tentang Antibiotika Pada Konsumen Di Apotek AF Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode cross sectional menggunakan kuesioner dan dianalisa dengan menggunakan persentase. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden yang mengisi kuisioner.Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin paling banyak ialah perempuan sebanyak 51% , Karakteristik berdasarkan usia didapatkan hasil paling banyak ialah usia 17-25 tahun sebanyak 34%. Karakteristik berdasarkan pendidikan terakhir paling banyak ialah SMP dan SMA sebanyak 69% dan pekerjaan mayoritas terbanyak adalah wiraswasta sebesar 39% sedangkan pengetahuan konsumen tentang penggunaan antibiotika pada apotek AF Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap sebanyak 47 responden masuk dalam kategori cukup yaitu 56 %-67%.
Co-Authors Afrianto, Teguh Eka Afriyanti, Tyas Dwi Agung Kurniawan Agustna, Navi Ainni, Ayu Nisa Ainni, Ayu Nissa Alife Wulandari Stefani Wulandari Amalia, Tika Anggi Setiani Dewi Anggie Luthfieasari Anwar Sodik, Anwar Arnika Dwi Asti Arnika Dwi Asti Arnika Dwi Asti Arwan Prabantoro Aryna Mawar Rani Asriani Tangawunigsih Astuti, Dyah Puji Ayu Nissa Ainni Ayu, Ayu Ainni Chondrosuro Miyarso Condro Suro Miyarso Dewi, Adinda Putri Sari Dwi Melinda Sari Dyah Aryani Perwitasari Dyah Puji Astuti Elayana, Vinca Endang Darmawan Endang Yuniarti Endang Yuniarti Endang Yuniarti Endrayani, Eni Eni Endrayani Ery Wahidatul Ery Wahidatul Khasanah Estetika Hemas Eta, Satri Eti Sulastri Faijah, Fitri Fatonah, Sri Fitri Faijah Fitria, Dian Fredrick Dermawan Purba Hermansyah, Agustian Husnul Khuluq Husnul Khuluq Ima Raharti Indra Kurniawan Indriani, Windi Hesti Jesika Yuliana Kartika Sari, Tri Rejeki Khamidah, Septin Ainun Khasanah, Ery Wahidatul Khuluq, Husnul Khuluq, Muh Husnul Khuluq, Muh. Husnul Kinanti, Ayu Pratama Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul Lalu Muhammad Irham Miyarso, Chondrosuro Muchromin Muchromin Muh Husnul Khuluq Muhtadi Muhtadi Nadea Murpratami Navi Agustna Nur Wakhidah Nurkhasanah, Elli Pamungkas, Royan Abdi Pramono, Muji Putra, Syaufiq Naufal Septiansyah Rachmawati, Indah Rafila Intiyani Rafila Intiyani Rahayu, Kukuh Puji Rahayu, Titi Pudji Rahayu, Titi Puji Riantika, Sabrina Sahro, Intan Fatimah Sari, Dwi Melinda Sartono Putro Septin Ainun Khamidah Siti Khoiriah Sri Fatonah Sukanisih, Tentrem Sulastri, Eti Sutia Sutia Syaufiq Naufal Septiansyah Putra Tangawunigsih, Asriani Tanti Azizah Sujono Tentrem Sukanisih Tika Amalia Titi Puji Rahayu Tri Cahyani W Tri Cahyani Widiastuti Tri Setyaningsih Tyas Dwi Afriyanti umi laelatul qomar W, Tri Cahyani Wahidatul, Ery Widiastuti, Tri Cahyani Widodo, Riscky Cahyo Windi Hesti Indriani Wukirsari, Laras Sinta Wulan Rahmadhani, Wulan Yuliana Diah Pratiwi Zahra, Nailahana Huwaida