Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Kesehatan Pemanfaatan Tanaman Berkhasiat Obat Di Desa Kedungsari Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen Eka Wuri Handayani; Endang Yuniarti; Sri Fatonah; Navi Agustna
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.716 KB)

Abstract

Indonesia is a country rich in biodiversity and has great opportunities for the development of herbal medicine research. It has been empirically proven and from generation to generation the use of efficacious plants as herbal medicine and traditional medicine. Traditional medicine has also received support from BPOM which is committed to supporting the use of Indonesian herbs and traditional medicines to be developed into herbal medicinal products, traditional medicines as health supplements for the prevention of the Covid-19 virus. The purpose of this community service is to help increase public awareness in the use of medicinal plants to improve the body's immune system based on the plant parts used, processing methods, sources, and uses and to help find TOGA land to be used by the people of Kedungsari Village as a step to prevent the Covid-19 virus. 19. The results of the extension activities of medicinal plants based on the results of the questionnaire obtained that the level of knowledge of PKK mothers in Kedungsari village, Klirong district was good, seen from the pre-test results with an average of 81.5 and post-test results of 92.5. From these data it can be concluded that sosialization can increase public understanding of TOGA in Kedungsari Village, Klirong District, Kebumen Regency.
Evaluasi Penggunaan Obat Antibiotika Demam Tipoid Pada Pasien Dewasa Rawat Inap di RSUD Dr. Soedirman Kebumen dengan Metode ATC/ DDD Periode Tahun 2020 Eka Wuri Handayani; Anggie Luthfieasari; Muh Husnul Khuluq
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.2 KB) | DOI: 10.26753/jfks.v1i1.632

Abstract

Latar Belakang, Penyakit demam tifoid masih menempati 10 besar dari tahun ke tahunnya di wilayah kebumen. Beberapa dari penelitian sebelumnya menunjukkan penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid memiliki nilai DDD (Defined Daily Dose) yang tinggi serta dapat berpotensi digunakan secara tidak rasional. Kasus demam tifoid di RSUD Dr.Soedirman Kebumen masih dinilai tinggi dan angka kejadiannya masih mengalami naik dan turun. Tahun 2020 angka kejadian mencapai 220 kasus. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi penggunaan antibiotik pada kasus diagnosa demam tifoid di RSUD Dr. Soedirman Kebumen menggunakan metode ATC/DDD. Tujuan Penelitian, Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotika demam tifoid pasien dewasa rawat inap di RSUD Dr. Soedirman Kebumen dengan menggunakan metode ATC/DDD pada periode 2020. Metode Penelitian, Jenis penelitian ini berupa penelitian observasional serta menggunakan desain penelitian cross sectional melalui mengambilan data rekam medis pasien. Hasil Penelitian, Hasil penelitian menunjukan sebanyak 109 pasien yang mendapatkan terapi antibiotik. Terapinya menggunakan 5 macam. Golongan antibiotik yang digunakan yakni sefalosforin generasi ketiga, quinolone dan kloramfenikol. Pada penelitian ini didapat hasil penggunaaan antibiotik pada pasien dewasa rawat inap periode tahun 2020 yaitu DDD/ 100 patient-days ceftriaxone sebesar 62.78. DDD/ 100 patient-days sefotaksim sebanyak 0.34. DDD/ 100 patient-days cefixime sebesar 1.85. DDD/ 100 patient-days ciprofloxacin sebesar 3.05 serta DDD/ 100 patient-days thiamphenicol sebesar 0.90. Total antibiotika keselurahan yang digunakan sebesar 68.92 DDD/100 patient-days. Kesimpulan, Berdasarkan hasil penelitian DDD/ 100 patient-days ceftriaxone sebesar 62.78. DDD/ 100 patient-days sefotaksim sebanyak 0.34. DDD/ 100 patient-days cefixime sebesar 1.85. DDD/ 100 patient-days ciprofloxacin sebesar 3.05 serta DDD/ 100 patient-days thiamphenicol sebesar 0.90. Total antibiotika keselurahan yang digunakan sebesar 68.92 DDD/100 patient-day. Antibiotik yang sering digunakan yakni ceftriaxone.
Evaluasi Penggunaan Antibiotika Pada Infeksi Saluran Kemih Dengan Metode ATC/DDD DI RSUD Dr. Soedirman Kebumen Endang Yuniarti; Aryna Mawar Rani; Eka Wuri Handayani
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.877 KB) | DOI: 10.26753/jfks.v1i1.635

Abstract

Latar Belakang, Angka kejadian infeksi saluran kemih (ISK) di RSUD Dr. Soedirman Kebumen cukup  bervariasi dari tahun  ke tahun. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan penggunaan antibiotik pada ISK memiliki nilai DDD yang tinggi dan berpotensi digunakan secara tidak rasional. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi penggunaan antibiotik pada kasus ISK di RSUD Dr. Soedirman Kebumen menggunakan metode ATC/DDD. Tujuan Penelitian, Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik ISK pada pasien dewasa rawat inap di RSUD Dr. Soedirman Kebumen dengan metode ATC/DDD selama tahun 2016-2020. Metode Penelitian, Penelitian ini berupa penelitian observasional dengan desain penelitian Cross Sectional melalui pengambilan data rekam medis pasien. Seluruh pasien rawat inap dewasa dengan ISK yang menerima antibiotic diikutkan dalam penelitian dan antibiotic yang digunakan dihitung kuantitasnya menggunakan metode ATC/DDD. Hasil Penelitian. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 64 pasien dengan ISK mendapatkan terapi antibiotik selama tahun 2106-2020. Ada tiga macam antibiotik yang digunakan yaitu ceftriaxon sebanyak 33,85 DDD/100 Patient-days, ciprofloxacin 15,59 DDD/100 Patient-days, cefixim 6,21 DDD/100 Patient-days. Total antibiotic yang digunakan pada pasien ISK selama tahun 2016-2020 sebanyak 55,56 DDD/100 Patient-days. Kesimpulan, Dengan menggunakan metode ATC/DDD, antibiotik terbanyak yang digunakan pasien rawat inap dewasa dengan ISK di RSUD Dr. Soedirman Kebumen tahun 2016-2020 berturut-turut adalah ceftriaxon, ciprofloxacin, dan cefixim.Key words: Antibiotik, Metode ATC/DDD, Infeksi Saluran Kemih
PEMANFAATAN TANAMAN OBAT UNTUK MENGATASI PENYAKIT DIABETES MELITUS DI KOTA KEBUMEN Tri Cahyani Widiastuti; Husnul Khuluq; Eka Wuri Handayani; Alife Wulandari Stefani Wulandari; Estetika Hemas; Indra Kurniawan; Jesika Yuliana
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.985 KB) | DOI: 10.26753/jfks.v2i1.776

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit yang prevalensinya semakin meningkat dari tahun ke tahun. World Health Organization (WHO) memprediksi kenaikan jumlah pasien diabetes di Indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030, bahkan Indonesia menempati urutan keempat di dunia sebagai jumlah penderita diabetes mellitus terbanyak setelah India, China, dan Amerika. Kabupaten Kebumen tahun 2018, tiga teratas penyakit tidak menular adalah Hipertensi (23.735 kasus), Diabetes Melitus (7.274 kasus) dan Asma Bronkial (3214 kasus). Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional dalam berbagai penyakit telah banyak digunakan, obat tradisional dari bahan alam menjadi salah satu alternatif pengobatan, salah satunya diabetes mellitus. keberadaan tumbuhan obat dan pemanfaatan lahan oleh masyarakat untuk menanam dan menggunakan Toga (tanaman obat keluarga) masih banyak, dan menjadi salah satu program penggerak PKK yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan serta gaya hidup sehat. Penggunaan tanaman obat untuk mengobati penyakit diabetes oleh masyarakat setempat cukup besar, selain berobat dengan medis masyarakat juga mengkonsumsi tanaman obat untuk pengobatan penyakit diabetesnya, karena dianggap obat paling alami, mudah didapatkan, terjangkau, dan tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi tubuh. Namun, untuk hasil pengobatannya cukup lama karena pengobatan dengan tanaman obat harus dikonsumsi secara rutin dalam kurun waktu jangka Panjang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat di kabupaten Kebumen sebagai obat diabetes Melitus. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik survei, wawancara semi terstruktur. Penggunaan metode kualitatif dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan pengetahuan masyarakat dengan pendekatan etnik (perspektif masyarakat). Instrument menggunakan kuisioner dengan jumlah responden 250 orang dengan teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemanfaatan tanaman obat untuk mengatasi    penyakit    diabetes    mellitus di kota Kebumen adalah kayu manis, mangkokan, pare, insulin, kersen, kelor, kunyit putih, bratawali, Tapak dara, Mahkota Dewa, Petai Cina, Sirih merah, Ketumbar, Tempuyung, Mengkudu, Katuk, Pegagan, Temulawak, Buah Tomat, Jambu biji, Tapak liman, Alpukat, Manggis, Buah Naga, Jeruk nipis. Dan bagian organ tanaman yang digunakan adalah bagian daun, biji, buah, kulit batang, rimpang dan batang. Cara pengolahannya direbus, diperas dan di buat jus. Cara pemakaiannya sebagian besar diminum. Key words: diabetes melitus1; tanaman obat2; Kebumen3
Evaluasi Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Pada Pasien Hipertensi Di Instalasi Rawat Jalan RSU Purbowangi Anggi Setiani Dewi; Endang Yuniarti; Eka Wuri Handayani
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.735 KB) | DOI: 10.26753/jfks.v1i1.649

Abstract

Latar Belakang, hipertensi merupakan penyakit yang menjadi persoalan dunia, hal ini dikarenakan prevalensi yang terus menerus mengalami peningkatan. Hampir 8 juta orang meninggal pertahun di seluruh dunia akibat penyakit hipertensi, sedangkan pada Kawasan Asia Tenggara sendiri hampir 1,5 juta orang tiap tahunnya. Penyakit hipertensi di Indonesia merupakan salah satu pencetus penting terjadinya mortalitas dan morbiditas. Data Kabupaten Kebumen penyakit hipertensi sebesar 23.735 kasus dan merupakan tiga teratas penyakit tidak menular. Penyakit hipertensi di RSU Purbowangi merupakan penyakit terbanyak nomor 2 setelah Diabetes Melitus. Tujuan penelitian, untuk mengetahui tingkat kepatuhan dan hubungan karakteristik pasien dengan kepatuhan minum obat. Metode penelitian, menggunakan metode crossectional dengan rancangan penelitian secara deskriptif menggunakan kuesioner MMAS-8. Hasil penelitian, tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi di Instalasi Rawat Jalan RSU Purbowangi pada kategori tinggi sebanyak 30 responden (46,2%), kategori sedang sebanyak 29 responden (44,6%), kategori rendah sebanyak 6 responden (9,2%) dan adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan, pekerjaan dan penyakit penyerta responden dengan tingkat kepatuhan responden di Instalasi Rawat Jalan RSU Purbowangi (p-value< 0,05). Kesimpulan, kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi di Instalasi Rawat Jalan RSU Purbowangi berada pada kategori tinggi sebanyak 30 responden (46,2%) dan adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan, pekerjaan dan penyakit penyerta responden dengan tingkat kepatuhan. Rekomendasi, perlu adanya penambahan jumlah responden yang lebih banyak dan mengendalikan terhadap variabel perancu.
Peningkatan Pengetahuan Gizi Seimbang Pada Ibu Balita melalui Pengolahan PuDiYam (Puding Daun Bayam) sebagai Altenatif Pencegahan Stunting di Desa Giyanti, Kabupaten Kebumen Ayu Nissa Ainni; Titi Puji Rahayu; Eka Wuri Handayani; Tika Amalia
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah kondisi pertumbuhan anak yang gagal karena kekurangan gizi kronis. Kondisi ini menyebabkan anak tumbuh terlalu pendek untuk usianya. Desa Giyanti merupakan salah satu desa di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah yang memiliki tujuan untuk menekan angka stunting. Salah satu program yang dirancang untuk mengatasi stunting di Desa Giyanti adalah meningkatkan pengetahuan gizi seimbang dan memperkenalkan pembuatan makanan sehat berupa bayam hijau diolah menjadi puding. Metode pelaksanaan kegaiatan ini meliputi tahapan persiapan, tahapan sosialisasi, dan tahapan demo pembuatan puding bayam. Kegiatan ini diikuti oleh 22 peserta yang terdiri dari perangkat desa, kader posyandu, serta ibu balita. Peningkatan pengetahuan gizi seimbang diisi dengan sosialisasi terkait gizi seimbang dan stunting serta mengenalkan makanan sehat berupa bayam hijau diolah menjadi puding. Peserta sosialisasi memberikan respon positif terkait sosialisasi stunting dan olahan puding bayam. Hal tersebut diharapakan dapat membantu meningkatkan pengetahuan peserta akan pentingnya makanan sehat dan memberikan inovasi serta kerampilan dalam pengolahan sayuran sehingga mampu meningkatkan kebutuhan gizi keluarga.
Penyuluhan Penyakit Hipertensi Dan DAGUSIBU Obat Hipertensi Di Desa Pekuncen, Kec. Sempor, Kab Kebumen Eka Wuri Handayani; Tri Cahyani W; Windi Hesti Indriani; Tyas Dwi Afriyanti; Septin Ainun Khamidah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang dikenal sebagai penyakit kardiovaskuler. Hipertensi adalah salah satu faktor risiko utama gangguan jantung. Hipertensi merupakan penyakit dengan kondisi medis yang beragam. Kebanyakan pasien hipertensi etiologi dan patofisiologinya tidak diketahui (jenis hipertensi primer atau hipertensi sekunder). Desa Pekuncen adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen. Desa Pekuncen terdiri dari 4 RW dimana pada masyarakat RW 03 memiliki angka penderita hipertensi pada lansia cukup tinggi dengan tingkat kepatuhan dalam penggunaan obat hipertensi yang masih rendah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membantu masyarakat mengerti tentang hipertensi sehingga meningkatkan kepatuhan pengobatan hipertensi, serta gerakan DAGUSIBU (dapatkan, gunakan, simpan, buang) obat hipertensi . Kegiatan pengabdian masyarakat untuk ibu-ibu PKK RW 03 Desa Pekuncen dilaksanakan pada bulan Agustus 2022. Kegiatan di ikuti oleh 13 ibu ibu PKK perwakilan dari RT. Dari hasil diskusi diperoleh data bahwa ibu PKK dengan usai 35-50 tahun dengan pendidikan SMA dan bermatapencaharian petani banyak yang menderita hipertensi. Kegiatan dilakukan dengan pemberian pretest, diksusi (metode FGD) , dan post test serta pembagian tanaman toga seledri. Dari analisis hasil pretest dan post test diketahui rata rata pre test 7,8 dan rata rata post test 91 . Adanya peningkatan nilai hasil post test tentang pengetahuan responden mengenai materi yang disampaikan maka penyuluhan penyakit hipertensi dan DAGUSIBU di desa pekuncen dapat diterima dengan baik. Dengan adanya penyuluhan tentang hipertensi dan dagusibu obat hipertensi diharapkan dapat memberi manfaat kepada responden untuk lebih bijak dalam menggunakan obat.
Analisis ABC pada Perencanaan Obat Antibiotik di Instalasi Farmasi Eka Wuri Handayani; Condro Suro Miyarso; Muchromin Muchromin; Arwan Prabantoro
Jurnal Farmasetis Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Farmasetis: Februari 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.301 KB)

Abstract

Layanan kefarmasian di rumah sakit yang bersifat manajerial salah satunya adalah pengelolaan sediaan farmasi. Kegiatan yang diatur mulai dari perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, distribusi, pengendalian, serta pelaporan. Pengelolaan obat di rumah sakit menjadi salah satu hal yang penting harapannya obat yang diperlukan dapat tersedia setiap saat, dalam jumlah yang cukup. Layanan kefarmasian yang terjamin akan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis perencanaan obat dengan menggunakan analisis ABC di Instalasi Farmasi RSUD Prembun khususnya obat antibiotic. Penelitian ini adalah penelitian observasi, deskriptif dengan teknik pengumpulan data restrospektif.  Pengumpulan data didasarkan pada dokumen pengadaan obat antibiotik di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Prembun periode Agustus - Desember 2019. Hasil di analisis menggunakan metode ABC yaitu activity based coasting. Data akan dikategorikan menjadi 3 kategori yaitu kelompok A obat yang menyerap dana sekitar 70-80%, kelompok B obat yang menyerap dana sekitar 15-20% dan kelompok C adalah obat yang menyerap dana sekitar 5-15%. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah terdapat 6 jenis obat yang masuk kelompok A (33%) dengan biaya sebesar Rp 142.897.270,00  (80%). Pada kelompok B terdapat 5 jenis obat (28%) dengan biaya sebesar Rp 26.454.762,00  (15%) dan sebanyak 7 jenis obat (39%)  masuk dalam kelompok C dengan  biaya sebesar Rp 10.181.800,00 (6%). Hasil analisa yang kedua adalah terkait jumlah obat antibiotik yang pemakaiannya paling banyak selama periode tahun 2019 didapatkan data yaitu dari 18 obat antibiotik, terdapat 3 obat antibiotik yang di golongkan sebagai antibiotik fast moving antara lain cefatdroxil,cefixime, dan ceftriaxone. Ketiga jenis obat tersebut yang masuk kedalam golongan fast moving  merupakan obat golongan kelompok A.  
Evaluasi Kepuasan Konsumen terhadap Pelayanan Swamedikasi Sutia Sutia; Eka Wuri Handayani; Tri Cahyani Widiastuti
Jurnal Farmasetis Vol 12 No 4 (2023): Jurnal Farmasetis: November 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/far.v12i4.1633

Abstract

Swamedikasi merupakan suatu upaya seseorang dalam mencari pengobatan terhadap penyakit yang dideritanya yang harapannya akan mengatasi keluhan, tanpa melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Efek samping penggunaan obat tanpa resep dokter perlu mendapatkan perhatian khusus yang mana dapat menyebabkan medication error. Pembelian obat dapat dilakukan di apotek, melihat hal ini maka apoteker dan tenaga teknis kefarmasian memiliki tugas untuk memberikan informasi tentang pengonsumsian obat. Informasi yang berkualitas dapat meningkatkan kepuasan. Melihat hal ini maka pengukuran kepuasan terhadap pelayanan swamedikasi perlu dilakukan di apotek. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kepuasan terhadap pelayanan swamedikasi di Apotek Rowokele dan Apotek Galenica dengan melihat lima dimensi kepuasan yaitu kehandalan, ketanggapan,  jaminan, bukti langsung, dan empati. Metode: Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan didapatkan 100 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah di uji dengan hasil valid dan reliabel. Hasil: Penelitian ini menunjukan hasil kepuasan secara keseluruhan pada 5 dimensi yaitu diperoleh Apotek Rowokele 77,90% dan Apotek Galenica 79,72% dengan kategori puas. Diskusi: Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut menggunakan analisis yang berbeda seperti Customer Satisfiaction Indeks (CSI), Importance Performance Analysis (IPA).
The Level of Society Knowledge about Preventive Stunting Supplement and DAGUSIBU at Jatisela Village Nadea Murpratami; Eka Wuri Handayani; Arnika Dwi Asti
Urecol Journal. Part F: Community Development Vol. 2 No. 2 (2022): August-Dec
Publisher : Konsorsium LPPM Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53017/ujcd.182

Abstract

Stunting in Indonesia still becomes a critical health matter in the society. Knowledge regarding folic acid, iron, vitamin A, and anthelmintic is so essential to decrease the amount of stunting. The utilization of the supplement must be correct and appropriate by applying DaGuSiBu (Get, Use, Save, Throw) principle in order to not result any negative impacts for its user, thus a counselling related to this issue is very required to increase the public’s knowledge. This research intends to compare the knowledge level of the society before and after preventive stunting supplement and DaGuSiBu counselling. This research utilizes a door-to-door method with One group pretest-posttest design. The sample of this research is people of Jatisela village as many as 70 people. Data collection utilizes pretest and posttest sheet. The data obtained is analyzed using the Wilcoxon test. The result of the Wilcoxon test at pretest and postest demonstrates that there is a knowledge improvement on the respondents after a counselling has been given with score p-value=0,000 (<0,05). There are 37 from 70 respondents whose score is increased after the counselling has been done. The level of knowledge is divided based on good, sufficient, and deficient category. The percentage of knowledge level at good category increases from 1,0% to 52,8%, sufficient category from 6,14% to 41,4%, and deficient category from 37,3% to 5,8%. From thesse data, it can be concluded that a counselling could increase the knowledge of Jatisela village’s society significantly.
Co-Authors Afrianto, Teguh Eka Afriyanti, Tyas Dwi Agung Kurniawan Agustna, Navi Ainni, Ayu Nisa Ainni, Ayu Nissa Alife Wulandari Stefani Wulandari Amalia, Tika Anggi Setiani Dewi Anggie Luthfieasari Anwar Sodik, Anwar Arnika Dwi Asti Arnika Dwi Asti Arnika Dwi Asti Arwan Prabantoro Aryna Mawar Rani Asriani Tangawunigsih Astuti, Dyah Puji Ayu Nissa Ainni Ayu, Ayu Ainni Chondrosuro Miyarso Condro Suro Miyarso Dewi, Adinda Putri Sari Dwi Melinda Sari Dyah Aryani Perwitasari Dyah Puji Astuti Elayana, Vinca Endang Darmawan Endang Yuniarti Endang Yuniarti Endang Yuniarti Endrayani, Eni Eni Endrayani Ery Wahidatul Ery Wahidatul Khasanah Estetika Hemas Eta, Satri Eti Sulastri Faijah, Fitri Fatonah, Sri Fitri Faijah Fitria, Dian Fredrick Dermawan Purba Hermansyah, Agustian Husnul Khuluq Husnul Khuluq Ima Raharti Indra Kurniawan Indriani, Windi Hesti Jesika Yuliana Kartika Sari, Tri Rejeki Khamidah, Septin Ainun Khasanah, Ery Wahidatul Khuluq, Husnul Khuluq, Muh Husnul Khuluq, Muh. Husnul Kinanti, Ayu Pratama Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul Lalu Muhammad Irham Miyarso, Chondrosuro Muchromin Muchromin Muh Husnul Khuluq Muhtadi Muhtadi Nadea Murpratami Navi Agustna Nur Wakhidah Nurkhasanah, Elli Pamungkas, Royan Abdi Pramono, Muji Putra, Syaufiq Naufal Septiansyah Rachmawati, Indah Rafila Intiyani Rafila Intiyani Rahayu, Kukuh Puji Rahayu, Titi Pudji Rahayu, Titi Puji Riantika, Sabrina Sahro, Intan Fatimah Sari, Dwi Melinda Sartono Putro Septin Ainun Khamidah Siti Khoiriah Sri Fatonah Sukanisih, Tentrem Sulastri, Eti Sutia Sutia Syaufiq Naufal Septiansyah Putra Tangawunigsih, Asriani Tanti Azizah Sujono Tentrem Sukanisih Tika Amalia Titi Puji Rahayu Tri Cahyani W Tri Cahyani Widiastuti Tri Setyaningsih Tyas Dwi Afriyanti umi laelatul qomar W, Tri Cahyani Wahidatul, Ery Widiastuti, Tri Cahyani Widodo, Riscky Cahyo Windi Hesti Indriani Wukirsari, Laras Sinta Wulan Rahmadhani, Wulan Yuliana Diah Pratiwi Zahra, Nailahana Huwaida