Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

IDENTIFIKASI IDE BISNIS DAN PELUANG USAHA: PENGEMBANGAN KEMAMPUAN AWAL WIRAUSAHA PADA SISWA MAN POLEWALI MANDAR Hilwa Anwar; Rahmawati Syam; Amirah Aminanty Agussalim; Lukman Lukman; Abdul Rahmat
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2024): Mei
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i3.61862

Abstract

Ide bisnis dan peluang usaha merupakan langkah awal yang dibutuhkan untuk mengembangkan kemampuan calon pelaku wirausaha sebelum memulai kegiatan usaha.Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyrakat ini adalah memberikan pengetahuan kepada mitra dalam hal ini siswa kelas XII MAN Polewali terkait tahapan mengidentifkasi ide bisnis menjadi peluang usaha. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi aktif dengan menggunakan beberapa teknik yakni ceramah, menonton video, bermain, simulasi, dan diskusi. Jumlah mitra yang mengikuti kegiatan ini adalah 38 orang yang terdiri dari siswa dan siswi. Kegiatan psikoedukasi dibawakan oleh dua orang narasumber yang menyajikan materi terkait ide bisnis dan peluang usaha. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pada 50% peserta psikoedukasi. Hasil observasi selama berjalannya kegiatan, seluruh siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dibuktikan dengan keterlibatan aktif peserta dimulai dari kegiatan ceramah, diksusi, simulasi, games berkelompok maupun sesi tanya-jawab. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah pemberian psikoedukasi dapat bermanfaat bagi para mitra. Implikasi dari pengabdian ini, diharapkan pada pihak sekolah untuk mengajak mitra mempraktikkan hasil dari kegiatan ini, sehingga semakin banyak pelaku wrausaha yang berhasil menjalankan usahanya.
PKM Pelatihan Mengatasi Stres Akademik pada Siswa SMK Lukman Lukman; Abdul Rahmat; Astiti Tenriawaru Ahmad; Amirah Aminanty Agussalim; Nurfajriyanti Rasyid
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2024): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i1.68242

Abstract

Stressors for students at school can arise from situations that cause feelings of frustration, conflict, pressure, change, or self-imposed demands. Data obtained shows symptoms of stress in students, such as anxiety during exams, difficulty understanding material, and short deadlines for assignments. These stressful conditions trigger physical and emotional reactions that interfere with students' performance at school. The inability to implement effective coping strategies is one of the main causes of academic stress. Therefore, it is expected that the training provided can help reduce perceived academic stress. The problem-solving approach is carried out through training activities consisting of five stages: training needs analysis (TNA), material planning and module preparation, implementation, result measurement, and training evaluation. The implementation of these activities showed a decrease in the academic stress scores of students with moderate to high stress levels, both immediately after the training and 12 weeks later. However, this decrease was not statistically significant.
Penerapan Experiential Learning dalam Proses Pembelajaran Anak Lukman Lukman; Astiti Tenriawaru Ahmad; A. Dian Afifah Khair; St Arika Fatri; Syarifah Al Makkiyah
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2026): MEI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i3.84962

Abstract

Experiential learning merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pengalaman langsung sebagai sumber utama dalam memperoleh pengetahuan pada anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan metode experiential learning dalam layanan pendidikan nonformal yang mencakup bimbingan belajar, les privat, serta pendampingan oleh shadow teacher guna meningkatkan keterlibatan, pemahaman, dan motivasi belajar anak. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan anak dalam pembelajaran berbasis aktivitas seperti permainan edukatif, simulasi, dan refleksi pengalaman. Tahapan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, perancangan kegiatan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak menjadi lebih aktif, antusias, dan terlibat dalam proses pembelajaran pada berbagai setting layanan. Selain itu, anak juga menunjukkan peningkatan dalam kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, serta keterampilan pemecahan masalah. Secara keseluruhan, experiential learning terbukti menjadi pendekatan yang efektif dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, adaptif, dan bermakna dalam layanan pendidikan nonformal.
Pelatihan Kompetensi Coaching untuk Meningkatkan Komunikasi Efektif Pada Orang Tua Ismarli Muis; Lukman Lukman
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i2.82211

Abstract

Komunikasi yang kurang efektif antara orang tua dan anak dapat berdampak negatif pada perkembangan emosi dan perilaku anak. Banyak orang tua belum menerapkan keterampilan komunikasi yang baik, yang berpotensi meningkatkan ketegangan dan konflik dalam hubungan keluarga. Berdasarkan permasalahan ini, diusulkan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan melibatkan 30 orang tua di Kota Makassar. Fokus pada pengajaran empat kompetensi coaching utama: cultivates trust and safety, maintains presence, active listening, dan evokes awareness. Kegiatan pelatihan terdiri dari ceramah, diskusi, role play, dan refleksi diri, yang dilaksanakan di Hotel Remcy Panakkukang Makassar, Sulawesi Selatan. Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan komunikasi efektif orang tua. Berdasarkan hasil uji-t, skor rata-rata pre-test adalah 26,33 dan meningkat menjadi 46,54 pada post-test, dengan rata-rata peningkatan sebesar 20,21 poin. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah pelatihan. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan kompetensi coaching berhasil meningkatkan keterampilan komunikasi efektif orang tua secara signifikan. Rekomendasi yang diberikan adalah perlunya waktu tambahan untuk praktik keterampilan coaching agar dapat lebih diterapkan secara optimal dalam kehidupan sehari-hari.
PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV UPT SD NEGERI 4 PINRANG Nur Hikmah; Yonathan S Pasinggi; Lukman Lukman
JPPSD: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 5, No 4 (2026): April
Publisher : Universtas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jppsd.v5i4.83139

Abstract

Masalah dalam penelitian yaitu rendahnya proses dan hasil belajar siswa matematika tentang pecahan dengan menerapkan model pembelajaran Learning Cycle 5E. Pendekatan penelitian adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yaitu penelitian tindakan kelas (PTK). Fokus pada penelitian adalah fokus pada proses dan hasil. Penelitian ini dilaksanakan di UPT SD Negeri 4 Pinrang 2025/2026 dengan subjek penelitian yaitu guru dan siswa kelas IV yang berjumlah 23 siswa terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Desain penelitian dilakukan 3 siklus, tiap tahapan siklus dilaksanakan dengan 1 kali pertemuan yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Dari pelaksanaan penelitian diperoleh data yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, tes hasil belajar dan dokumentasi. Hasil penelitian siklus I menunjukkan bahwa proses pembelajaran mencapai kategori cukup (C), sedangkan hasil belajar siswa terdapat di klasifikasi sangat kurang (SK). Hasil penelitian siklus II mengenai proses pembelajaran dikategorikan baik (B), sedangkan hasil belajar siswa berada pada kategori cukup (C). Siklus III menunjukkan hasil bahwa proses pembelajaran berada di klasifikasi baik (B) dan hasil belajar siswa mencapai kategori baik (B). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Learning Cycle 5E bisa meningkatkan proses dan hasil belajar matematika siswa tentang pecahan di kelas IV UPT SD Negeri 4 Pinrang.
Kompetensi Coaching pada Guru Untuk Meningkatkan Autonomi Siswa Ismarli Muis; Lukman Lukman
DEDIKASI Vol 27, No 2 (2025): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v27i2.78254

Abstract

Abstrak. Program pelatihan kompetensi coaching bagi guru bertujuan untuk mendorong kemandirian siswa melalui peningkatan keterampilan coaching pada guru. Pelatihan ini diikuti oleh beberapa sekolah di Sulawesi Selatan dengan melibatkan 50 guru. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini mencakup ceramah, role play, dan simulasi. Evaluasi hasil pelatihan dilakukan melalui pre-test dan post-test yang terdiri dari skala pengukuran diri dan formulir pengukuran kognitif untuk menunjukkan perubahan pemahaman dan keterampilan coaching pada guru. Pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan kompetensi coaching guru yang dapat digunakan dalam mendukung kemandirian siswa. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini terbukti efektif dalam memfasilitasi guru untuk mendorong kemandirian siswa melalui keterampilan coaching, dan layak untuk dikembangkan lebih lanjut.Kata Kunci: Coaching, kompetensi guru, kemandirian siswa, komunikasi efektif.