Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Keberhasilan Desa Open Defecation Free (ODF) di Desa Ayula Selatan Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango: Factors Related to the Success Rate of Open Defecation Free (ODF) Villages in South Ayula Village, South Bulango District, Bone Bolango Regency Nusi, Ajay; Tarigan, Sylva Flora Ninta; Maksum, Tri Septian
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.7135

Abstract

Open Defecaion Free merupakan kondisi setiap individu dalam suatu komunitas tidak melakukan perilaku buang air besar sembarangan yang berpotensi menyebarkan penyakit. Faktor tingkat keberhasilan ODF meliputi peran aparat desa, ketersediaan air bersih, perilaku penggunaan jamban, dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor-fakor yang berhubungan dengan tingkat keberhasilan Desa Open Defecation Free (ODF) Di Desa Ayula Selatan Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian Cross Sectional Study. Populasi yaitu seluruh KK Desa Ayula Selatan Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango dengan jumlah 227 KK dengan Jumlah sampel 145 KK, dimana setiap KK diwakili oleh 1 orang yang diperoleh menggunakan teknik accidental sampling. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner dan observasi. Data dianalisis menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan tingkat keberhasilan Open Defecation Free (ODF) yaitu peran aparat desa (p-value = 0,000; r = 0,509), ketersediaan air bersih (p-value = 0,001; r = 0,277), perilaku penggunaan jamban (p-value = 0,000; r = 0,649), dan dukungan keluarga (p-value = 0,000; r = 0,456). Disimpulkan ada hubungan peran aparat desa, ketersediaan air bersih, perilaku penggunaan jamban, dan dukungan keluarga dengan tingkat keberhasilan Open Defecation Free (ODF) Di Desa Ayula Selatan Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango. Disarankan kepada Pemerintah Desa untuk memberi bimbingan teknis terkait pelaksanaan program, untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di Desa Ayula Selatan, serta peran dari tokoh masyarakat sangat diharapkan untuk mendukung keberhasilan ODF.
Perbedaan Efektivitas Tanaman Kayu Apu dan Kangkung Air Sebagai Fitoremediator dalam Menurunkan Kadar Kromium Total (Cr) pada Limbah Cair Industri Sablon Nokturnal di Kabupaten Bone Bolango: Differences in the Effectiveness between Water lettuce and water Spinach as Phytoremediators in Reducing Total Chromium (Cr) Levels in wastewater from the Nokturnal Screen Printing Industry in Bone Bolango Regency Huntoyungo, Dian Rahmatia; Jusuf, Herlina; Maksum, Tri Septian
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 6: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7417

Abstract

Limbah cair sablon dihasilkan dari pencucian screen sablon dan peralatan cetak yang digunakan setelah proses penyablonan. Limbah cair sablon mengandung kromium (Cr) yang mencemari lingkungan dan membahayakan makhluk hidup. Fitoremediator, yakni penggunaan tanaman untuk menyerap pencemar, menjadi solusi untuk mengurangi dampak ini. Kayu apu memiliki akar lebat yang efektif menyerap logam berat, sedangkan kangkung air tumbuh cepat dan umum digunakan dalam fitoremediasi.Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan efektivitas tanaman kayu apu dan kangkung air sebagai fitoremediator dalam menurunkan kadar logam berat Cr pada limbah cair Indsutri Sablon Nokturnal di Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian eksperimen semu dengan pendekatan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan variasi waktu (11, 13, dan 15 hari). Sampel limbah diambil menggunakan teknik grab sampling. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji Mann Whitney dengan tingkat kesalahan (?) sebesar 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman kayu apu efektif menurunkan kadar Cr pada limbah cair industri sablon dengan efektivitas tertinggi hari ke 15 sebesar 2,23%. Tanaman kangkung air juga efektif menurunkan kadar Cr pada limbah cair industri sablon sebesar 9,68% hari ke 15. Dengan demikian, kangkung air lebih efektif dibandingkan kayu apu. Kesimpulannya tidak ada perbedaan variasi waktu terhadap efektivitas tanaman kayu apu (p-value = 0,368) dan tanaman kangkung air (p-value = 0,368). Ada perbedaan efektivitas tanaman kayu apu dan kangkung air sebagai fitoremediator dalam menurunkan kadar Cr pada limbah cair indsutri sablon nokturnal (p-value = 0,043). Disarankan untuk menambah jumlah tanaman dan waktu kontak yang lebih lama untuk mengoptimalkan proses fitoremediasi pada tanaman kayu apu dan kangkung air.
Faktor yang Berhubungan Dengan Kinerja Pegawai Puskesmas Mopuya Kabupaten Bolaang Mongondow: Factors Associated with Employee Performance at Mopuya Community Health Center, Bolaang Mongondow Regency Nurviatun, Siti; Tarigan, Sylva Flora Ninta; Maksum, Tri Septian
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 6: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7418

Abstract

Kinerja pegawai adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Capaian kinerja dilihat dari kemampuan instansi untuk mengenali kebutuhan masyarakat, menyusun agenda, prioritas pelayanan dan mengembangkan program pelayanan publik sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Beberapa faktor penyebab diantaranya pengalaman kerja yang berasal dari individu tersebut dan pelatihan kerja yang dapat menunjang pegawai bekerja secara optimal. Tujuan dalam penelitian adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kinerja pegawai Puskesmas Mopuya Kabupaten Bolaang Mongondow. Jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional study. Populasi yaitu seluruh pegawai Puskesmas Mopuya Kabupaten Bolaang Mongondow berjumlah 68 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan selanjutnya dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden terbanyak dengan kinerja baik (54,4%), dengan pelatihan kurang (38,2%) dan pengalaman kerja tingkat mid level (51,5%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara variabel pelatihan kerja dengan kinerja pegawai p=value (0,064<0,05; r=0,226) dan ada hubungan antara variabel pengalaman kerja dengan kinerja pegawai p=value (0,009<0,05; r=0,314). Disarankan bagi pihak Puskesmas Mopuya Kabupaten Bolaang Mongondow agar lebih rutin mengadakan pelatihan kerja agar pegawai lebih mudah mencapai target capaian yang telah ditetapkan.
Uji Efektivitas Bioadsorben Serbuk Kulit Jagung Terhadap Penurunan Kadar TSS Air Limbah Laundry: Effectiveness Test of Corn Husk Powder Bioadsorbent on Reducing TSS Levels in Laundry Wastewater Indra Saputra S. Mayulu; Laksmyn Kadir; Tri Septian Maksum
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 5: Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i5.7468

Abstract

Limbah laundry adalah sisa air cucian, detergen, dan zat pemutih yang dihasilkan dari kegiatan pencucian pakaian di usaha laundry, dimana bahan pencuci pakaian yang paling banyak digunakan adalah detergen. Air limbah laundry mengandung beberapa parameter air limbah laundry seperti TSS. Tujuan penelitian untuk menguji efektivitas pemanfaatan serbuk kulit jagung sebagai bioadsorben untuk menurunkan kadar TSS air limbah laundry. Jenis penelitian eksperimen murni (true eksperimen) dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan variasi dosis 9 gram, 11 gram dan 13 gram dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Sampel yaitu air limbah laundry sebanyak 5L yang diperoleh menggunakan teknik grab sample. Data analisis menggunakan uji One-Way Anova dan uji Kruskal Wallis dengan tingkat kesalahan (?) sebesar 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan kadar TSS awal air limbah laundry berturut-turut adalah 497,6 mg/L. Dosis yang paling efektif dalam menurunkan kadar TSS air limbah laundry berturut-turut adalah dosis 9 gram dengan efektivitas berturut-turut adalah 80,34%. Ada perbedaan penurunan kadar TSS (p-value=0,027) pada dosis 9 gram, 11 gram dan 13 gram yang diberikan serbuk kulit jagung. Disarankan menambahkan variasi dosis dan waktu kontak yang berbeda untuk mengoptimalkan proses adsorpsi
Uji Efektivitas Penambahan Eco enzyme Terhadap Kadar Fosfat (PO?) Pada Air Sungai Bone Gorontalo: Effectiveness Test of Eco Enzyme Addition on Phosphate Levels (PO?) in Bone River Water, Gorontalo Aurora Pratiwi Dwirachmawaty; Herlina Jusuf; Tri Septian Maksum
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 5: Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i5.7523

Abstract

Pencemaran sungai merupakan dampak dari kegiatan keseharian manusia. Salah satu polutan yang kontribusi pada pencemaran air adalah senyawa Fosfat (PO?). Eco enzyme merupakan metode pengolahan air yang efisien, cepat, dan ekonomis. Tujuan penelitian untuk menguji efektivitas penambahan eco enzyme terhadap kadar PO? pada air sungai Bone Gorontalo. Jenis penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan pendekatan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variasi waktu tinggal eco enzyme selama 8 hari, 10 hari, dan 12 hari. Teknik analisis data menggunakan uji One Way-Anova (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar PO? awal air Sungai Bone sebesar 0,73 mg/L, artinya telah melebihi standar baku mutu air kelas II (0,2 mg/L). Setelah diberikan perlakuan dengan waktu tinggal 8 hari, 10 hari, dan 12 hari, terjadi fluktuatif kadar PO? pada air Sungai Bone Gorontalo. Tidak ada perbedaan waktu tinggal (8 hari, 10 hari, dan 12 hari) eco enzyme terhadap kadar PO? pada air sungai Bone Gorontalo (p-value = 0,123). Saran kepada peneliti selanjutnya dapat mengeksplorasi variasi konsentrasi eco enzyme dan kondisi lingkungan lainnya untuk meningkatkan efektivitasnya.
Perbedaan Efektivitas Umpan Jagung Kuning Dan Ikan Teri Sebagai Rodentisida Dalam Pengendalian Tikus Di Pasar Rakyat Liluwo Kota Gorontalo: Difference in Effectiveness of Yellow Corn Bait and Anchovies as Rodenticides in Controlling Rats at Liluwo Traditional Market, Gorontalo City Siti Magfira Cahya Mantune; Laksmyn Kadir; Tri Septian Maksum
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 6: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7778

Abstract

Tikus merupakan vektor berbagai penyakit yang membahayakan kesehatan masyarakat dan banyak ditemukan di lingkungan pasar tradisional. Rodentisida yaitu metode yang digunakan untuk mengendalikan populasi tikus. Salah satu metode pengendalian tikus yang ramah lingkungan adalah pengendalian fisik dengan menggunakan perangkap hidup (live trap) yang diberi umpan. Jagung kuning digunakan sebagai umpan nabati dengan mengandalkan warna, tekstur dan nutrisi yang dimiliki. Ikan teri digunakan sebagai umpan hewani dengan mengandalkan bau, tekstur dan nutrisi yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas umpan jagung kuning dan ikan teri sebagai rodentisida dalam pengendalian tikus di Pasar Rakyat Liluwo Kota Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan rancangan one shot case study. Sebanyak 20 perangkap hidup dipasang setiap hari selama 5 hari berturut-turut, masing-masing 10 perangkap diberi umpan jagung kuning dan 10 perangkap diberi umpan ikan teri. Data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney dengan ? = 5% (0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpan jagung kuning memiliki tingkat kesuksesan perangkap (trap success) yang lebih tinggi yaitu 17 ekor (34%) dibandingkan ikan teri yaitu 7 ekor (14%). Jagung kuning dinilai lebih efektif karena memiliki warna mencolok, tekstur dan kandungan karbohidrat tinggi yang disukai oleh tikus. Hasil uji statistik menunjukkan ada perbedaan efektivitas umpan jagung kuning dan ikan teri sebagai rodentisida dalam pengendalian tikus di Pasar Rakyat Liluwo Kota Gorontalo (p-value 0,013 < 0,05). Disarankan untuk meningkatkan jumlah dan ukuran perangkap agar hasil penangkapan lebih maksimal.
Analysis of Ergonomic Risk Levels in Manual Handling Activities Using the National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) Lifting Equation Method with Upper Back Pain Complaints Mahdang, Putri Ayuningtias; Maksum, Tri Septian
Buletin Penelitian Kesehatan Vol. 53 No. 1 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bpk.v53i1.3959

Abstract

Background: Upper back pain (UBP) is stiffness in the back that starts from the area behind the neck to the waist, which can cause pain. One type of work that is at risk is loading and unloading work. Loading and unloading workers at the port manually carry out their work with loads that exceed the limits recommended by the National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). Manual handling activities carried out continuously can risk causing complaints of pain in the upper back. This research aims to determine the recommended weight limit (RWL) and Lifting index (LI) values ​​on loading and unloading workers, as well as to analyze the Ergonomic Risk Level in manual handling Activities using the NIOSH Lifting Equation method with UBP complaints. Methods: This research employs an analytic observational study with a cross-sectional design. The research sample employed an exhaustive sampling technique, involving as many as 50 participants. Measurement of ergonomic risk used questionnaires and the NIOSH Lifting Equation. Data analyzed using Spearman correlation test. Results: Based on the calculation of Lifting Index (LI) value, most respondents work with a moderate risk level (1-<3), namely 33 respondents (66%) and assesment result of UBP complaints used a questionnaire showed that 19 respondents (38%) stated that they often experienced UBP complaints due to their work activities, 14 respondents (28%) stated that they always felt UBP complaints, and 3 respondents (6%) never experienced complaints. Spearman correlation test obtained ρ-value = 0.000 (<0.05) and r = 0.727. Conclusion: There is a relationship between the risks of manual handling work and complaints of upper back pain in loading and unloading workers (TKBM). This relationship is strong and positive (unidirectional), meaning that the higher the risk of manual handling work, the higher the complaints of upper back pain experienced. If the manual handling risk value can be reduced, workers can avoid the risk of complaints of upper back pain.
Analisis Kandungan Protein Dan Zat Besi Serta Uji Organoleptik Cookies Daun Kelor Dengan Substitusi Tepung Kacang Hijau: Analysis of protein and iron content and organoleptic test of moringa leaf cookies with mung bean flour substitution Aprilita Putri Salsabila; Sunarto Kadir; Tri Septian Maksum
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 7: Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8234

Abstract

Cookies adalah cemilan yang umumnya dibuat dengan bahan baku tepung terigu, mentega, telur dan susu bubuk, oleh karena itu agar masyarakat dapat memanfaatkan bahan makanan lokal, maka dapat digunakan daun kelor dan tepung kaacang hijau yang tinggi protein dan zat besi. Rumusan masalah adalah bagaimana kandungan protein, zat besi dan penerimaan organoleptik cookies daun kelor dengan substitusi tepung kacang hijau. Tujuan adalah untuk menganalisis kandungan protein dan zat besi serta uji organoleptik cookies daun kelor dengan substituti tepung kacang hijau. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan uji kjedahl, spektofotometer UV-Visible dan uji organoleptik untuk mengetahui kandungan protein, zat besi dan penerimaan organoleptik cookies. Panelis yang digunakan adalah mahasiswa Peminatan Gizi Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo sebanyak 20 panelis. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian cookies daun kelor dengan susbtitusi tepung kacang hijau pada formulasi 10g, 15g, dan 20g mengandung protein berturut-turut sebanyak 11,11%, 11,78%, dan 12,24%. Kandungan zat besi ketiga formulasi berturut-turut sebanyak 73,11 mg/kg, 68,34 mg/kg, dan 90,36 mg/kg. Berdasarkan hasil uji organoleptik didapatkan hasil bahwa dari segi warna, aroma, tekstur,dan rasa yang paling disukai oleh panelis adalah cookies dengan formulasi 10g daun kelor. Cookies disukai karena warna hijau cerah dengan 18 panelis (90%), aromanya harum dengan 3 panelis (15%), tekstur renyah dengan 5 paneliS (25%), dan rasanya yang gurih dan manis dengan 11 panelis (55%). Disarankan melakukan penelitian lebih lanjut terhadap kandungan gizi lainnya, dan uji ketahanan cookies agar bisa diketahui berapa lama ketahanan dan layak konsumsi produk .
Test the Effectiveness of Reed Diffuser Fragrant Pandan Leaf Extract as a Vector Repellent of House Flies (Musca domestica) Delavita Yunus; Herlina Jusuf; Tri Septian Maksum
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 7 No. 3: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i3.8312

Abstract

Flies play a big role in public health problems because they serve as vectors for disease transmission. Diseases transmitted by flies include typhus abdominalis, salmonellosis, cholera, and dysentery. The use of natural insecticides is a safe control alternative, one of which is by utilizing plants that are easy to grow, obtain, process, and beneficial for health such as fragrant pandan leaves. The purpose of the study was to test the effectiveness of the fragrant pandan leaf extract reed diffuser as a vector repellent of the house fly (Musca domestica). This type of research is experimental with a Quasi Experimental design using a Group Random Design (RAK). The study sample was 120 adult house flies randomly taken from the environment and used for 3 repetitions. Data were analyzed using the One Way Anova test with an error rate (?) = 0.05 The results showed that the average mortality of house flies killed at concentrations of 15%, 20%, and 25% with a fragrant pandan leaf extract diffuser was 5 (50%), 7 (70%), and 9 (90%) respectively. There is a significant difference with (p-value = 0.003). It is recommended for future researchers to use time variations to look at the mortality of house flies (Musca domestica).
Pelatihan Pembuatan Cookies Daun Kelor dengan Substitusi Tepung Kacang Hijau: Solusi Kreatif Pencegahan Stunting Maksum, Tri Septian; Arsad, Nikmatisni; Puluhulawa, Lisa Efriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i3.34131

Abstract

Stunting adalah kondisi balita dengan tinggi badan tidak sesuai umur. Pada 2024, prevalensi stunting di Provinsi Gorontalo sebesar 18,7%, di Kabupaten Boalemo 6,3%, dan di Desa Polohungo tercatat 6 kasus pada 2023. Pemerintah terus berupaya menurunkannya, antara lain melalui fortifikasi makanan lokal seperti daun kelor dan tepung kacang hijau. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Polohungo dalam mengolah bahan pangan lokal bergizi tinggi menjadi produk makanan fungsional berupa cookies sebagai upaya pencegahan stunting dan pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis kearifan lokal. Sasaran dalam kegiatan ini adalah masyarakat Desa Polohungo. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan demonstrasi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Polohungo Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo dari 1 Juli – 19 Agustus 2025, dengan jumlah peserta sebanyak 21 mahasiswa. Evaluasi kegiatan didasarkan hasil pre-test dan post-test menggunakan pendekatan one group pre-test post-test. Hasil pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan, dimana nilai rata-rata saat pre-test adalah 65,75 dan meningkat menjadi 90,50 saat post-test. Nilai maksimal juga meningkat dari 70 menjadi 100. Masyarakat sudah mampu dalam membuat produk cookies daun kelor dalam skala rumah tangga.