Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Mewujudkan Desa Wisata Zero Waste melalui Pelatihan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kawasan Pesisir Bajo Maksum, Tri Septian; Nurfadillah, Ayu Rofia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 3, No 2 (2024): Volume 3, Nomor 2, Tahun (2024)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v3i2.26636

Abstract

Wilayah pesisir rentan terhadap pencemaran sampah, terutama sampah plastik, yang menyumbang sekitar 60-80% dari total sampah laut global. Kawasan pesisir Desa Bajo merupakan kawasan pemukiman yang berdampingan dengan laut. Desa Bajo baik daratan maupun lautannya menjadi sumber mata pencaharian warga lokal. Mayoritas penduduk bekerja sebagai nelayan, namun ada juga yang budidaya tambak, hingga membuka warung-warung makanan dan jajanan, ketersediaan tempat sampah masih sangat kurang. Penanganan masalah sampah tidak seharusnya hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan sosialisasi terkait sampah untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat. Masalah sampah dapat dikurangi mulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga. Salah satu cara untuk meminimalkan dampak negatif dari sampah rumah tangga baik organik maupun non organic adalah dengan mengolahnya menggunakan metode pengomposan dan handy craft melalui upaya pengelolaan sampah berbasis Masyarakat. Sasaran kegiatan ini adalah Masyarakat umum desa Bajo. Pengabdian Masyarakat dilakukan dengan cara memberikan pelatihan agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola sampah yang tidak terpakai menjadi produk yang bernilai ekonomis dan bermanfaat, yaitu pupuk kompos dan handy craft. Hasil observasi menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat mengenai pengolahan sampah rumah tangga menjadi handy craft dan kompos. Pelatihan yang disampaikan mudah dipahami dan dipraktikkan sendiri, bahan dan alat untuk membuat produk yang bernilai ekonomis mudah didapatkan, dan waktu pelaksanaan kegiatan tidak mengganggu aktivitas rumah tangga mereka. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan ini dapat membawa perubahan positif dalam pengelolaan sampah, mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, dan mendukung terciptanya desa zero waste.
Edukasi Interaktif tentang Bahaya Rokok pada Siswa SMP Negeri 4 Limboto Mahdang, Putri Ayuningtias; Maksum, Tri Septian; Arsad, Nikmatisni; Sunardi, Sunardi
Damhil: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1: June 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/damhil.v4i1.32824

Abstract

Smoking behavior is a common phenomenon in Indonesian society. For the majority of Indonesians, smoking is a behavioral pattern that occurs in daily life. Smoking habits among adolescents in Indonesia are quite frequent, as this age represents a transitional period from adolescence to adulthood. The development of smoking behavior in adolescents is influenced by the knowledge they possess. Knowledge serves as the most fundamental basis for shaping a person's actions; it is the result of sensory perception or awareness of an object through their senses. The community service activity was conducted at SMP Negeri 4 Limboto with a total of 39 participants, consisting of 7th and 8th grade students. The activity was carried out in May 2025. The method used involved providing interactive education to the students. The activity was implemented in three stages: planning, preparation, implementation, and evaluation. Most of the students already possessed a very good level of knowledge and were aware of the health risks associated with smoking. However, smoking practices among students still occur, mainly due to peer pressure, lack of supervision, and easy access to cigarettes. Through collaboration among all parties, it is hoped that smoking behavior among students can be minimized and a culture of healthy living can be fostered within the educational environment.Keywords:Adolescents, Education, Knowledge, Smoking behavior
Analysis of Ergonomic Risk Levels in Manual Handling Activities Using the National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) Lifting Equation Method with Upper Back Pain Complaints Mahdang, Putri Ayuningtias; Maksum, Tri Septian
Buletin Penelitian Kesehatan Vol. 53 No. 1 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bpk.v53i1.3959

Abstract

Background: Upper back pain (UBP) is stiffness in the back that starts from the area behind the neck to the waist, which can cause pain. One type of work that is at risk is loading and unloading work. Loading and unloading workers at the port manually carry out their work with loads that exceed the limits recommended by the National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). Manual handling activities carried out continuously can risk causing complaints of pain in the upper back. This research aims to determine the recommended weight limit (RWL) and Lifting index (LI) values ​​on loading and unloading workers, as well as to analyze the Ergonomic Risk Level in manual handling Activities using the NIOSH Lifting Equation method with UBP complaints. Methods: This research employs an analytic observational study with a cross-sectional design. The research sample employed an exhaustive sampling technique, involving as many as 50 participants. Measurement of ergonomic risk used questionnaires and the NIOSH Lifting Equation. Data analyzed using Spearman correlation test. Results: Based on the calculation of Lifting Index (LI) value, most respondents work with a moderate risk level (1-<3), namely 33 respondents (66%) and assesment result of UBP complaints used a questionnaire showed that 19 respondents (38%) stated that they often experienced UBP complaints due to their work activities, 14 respondents (28%) stated that they always felt UBP complaints, and 3 respondents (6%) never experienced complaints. Spearman correlation test obtained ρ-value = 0.000 (<0.05) and r = 0.727. Conclusion: There is a relationship between the risks of manual handling work and complaints of upper back pain in loading and unloading workers (TKBM). This relationship is strong and positive (unidirectional), meaning that the higher the risk of manual handling work, the higher the complaints of upper back pain experienced. If the manual handling risk value can be reduced, workers can avoid the risk of complaints of upper back pain.
Pelatihan Pembuatan Cookies Daun Kelor dengan Substitusi Tepung Kacang Hijau: Solusi Kreatif Pencegahan Stunting Maksum, Tri Septian; Arsad, Nikmatisni; Puluhulawa, Lisa Efriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i3.34131

Abstract

Stunting adalah kondisi balita dengan tinggi badan tidak sesuai umur. Pada 2024, prevalensi stunting di Provinsi Gorontalo sebesar 18,7%, di Kabupaten Boalemo 6,3%, dan di Desa Polohungo tercatat 6 kasus pada 2023. Pemerintah terus berupaya menurunkannya, antara lain melalui fortifikasi makanan lokal seperti daun kelor dan tepung kacang hijau. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Polohungo dalam mengolah bahan pangan lokal bergizi tinggi menjadi produk makanan fungsional berupa cookies sebagai upaya pencegahan stunting dan pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis kearifan lokal. Sasaran dalam kegiatan ini adalah masyarakat Desa Polohungo. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan demonstrasi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Polohungo Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo dari 1 Juli – 19 Agustus 2025, dengan jumlah peserta sebanyak 21 mahasiswa. Evaluasi kegiatan didasarkan hasil pre-test dan post-test menggunakan pendekatan one group pre-test post-test. Hasil pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan, dimana nilai rata-rata saat pre-test adalah 65,75 dan meningkat menjadi 90,50 saat post-test. Nilai maksimal juga meningkat dari 70 menjadi 100. Masyarakat sudah mampu dalam membuat produk cookies daun kelor dalam skala rumah tangga.
Analisis potensi hazard pada pekerja bagian pemeliharaan gardu distribusi PLN menggunakan metode failure mode and effect analysis (FMEA) Usman, Tasya Nuranda; Jusuf, Herlina; Maksum, Tri Septian
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1166

Abstract

Background: Occupational safety and health (OHS) is a crucial aspect in creating a safe work environment, particularly in high-risk jobs such as distribution substation maintenance. Purpose: To analyze potential hazards for PLN distribution substation maintenance workers using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method. Method: This quantitative research used a descriptive approach. The sample size for this study was 35 workers selected using exhaustive sampling. Data collection instruments included risk identification observation sheets, interviews, and documentation. Data analysis techniques used univariate analysis and the FMEA method. Results: Thirty-one potential risks were identified, 10 of which had RPN values ​​above the average (RPN>26), categorized as the highest risk. The highest risk was found in the coordination of outage requests, with an RPN of 100. Risk control is recommended based on the hierarchy of controls: elimination, substitution, engineering, administrative control, and personal protective equipment (PPE). Conclusion: The potential hazards in the PLN distribution substation maintenance work area using the FMEA method found that each stage has the potential for significant hazards and work safety risks.   Keywords: Hazard Potential, FMEA, Distribution Substation.   Pendahuluan: Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, khususnya pada pekerjaan berisiko tinggi seperti pemeliharaan gardu distribusi. Tujuan: Untuk menganalisis potensi bahaya (hazard) pada pekerja bagian pemeliharaan gardu distribusi PLN menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 35 orang pekerja yang dipilih menggunakan teknik exhaustive sampling. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi lembar observasi identifikasi risiko, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat dan metode FMEA. Hasil: Ada 31 potensi risiko yang ditemukan dan 10 di antaranya memiliki nilai RPN di atas nilai rata-rata (RPN> 26) yang dikategorikan sebagai risiko paling berisiko terjadi. Risiko tertinggi ditemukan pada kegiatan koordinasi minta padam dengan nilai RPN sebesar 100. Pengendalian risiko direkomendasikan berdasarkan hirarki pengendalian yaitu eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, pengendalian administratif, dan APD. Simpulan: Potensi bahaya yang ada di area  pekerjaan pemeliharaan gardu distribusi PLN menggunakan metode FMEA ditemukan bahwa setiap tahap memiliki potensi bahaya dan risiko keselamatan kerja yang signifikan.   Kata Kunci: FMEA, Gardu Distribusi, Potensi Hazard.
PEMANFAATAN LIMBAH TEMPURUNG KELAPA MENJADI BIOBRIKET : SOLUSI ENERGI TERBARUKAN BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KAWASAN PESISIR TELUK TOMINI Maksum, Tri Septian; Basri K, Sarinah
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.490

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi global dan keterbatasan cadangan bahan bakar fosil mendorong upaya pengembangan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Limbah tempurung kelapa, yang banyak dihasilkan di wilayah pesisir, termasuk Teluk Tomini, berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku biobriket bernilai ekonomis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Pesisir Bintalahe, Kabila Bone, Bone Bolango dalam mengenal, memahami, dan memanfaatkan limbah tempurung kelapa menjadi biobriket sebagai alternatif energi terbarukan. Metode pelaksanaan meliputi persiapan alat dan bahan, pembuatan biobriket oleh tim pelaksana, sosialisasi melalui pemutaran video proses pembuatan disertai pemaparan materi, serta demonstrasi penyalaan biobriket di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai tahapan pembuatan biobriket, karakteristik dan keunggulannya, seperti nyala api yang lebih lama, emisi asap rendah, ramah lingkungan, dan potensinya sebagai pengganti bahan bakar fosil. Produk biobriket yang dihasilkan mampu menyala stabil dan efisien sehingga layak digunakan untuk keperluan rumah tangga maupun usaha kecil. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pemanfaatan limbah tempurung kelapa menjadi biobriket dapat menjadi solusi pengelolaan limbah sekaligus alternatif energi bersih yang mendukung ketahanan energi lokal juga membuka peluang ekonomi baru melalui pengolahan limbah menjadi produk bernilai jual.
The relationship between environmental sanitation and nutritional status with soil-transmitted helminths infection in elementary school children Maksum, Tri Septian; Mokodompis, Yasir; Ali, Indra Haryanto; Nurfadillah, Ayu Rofia
Gema Wiralodra Vol. 14 No. 2 (2023): gema wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v14i2.360

Abstract

Soil-Transmitted Helminths (STH) infection is still a significant public health problem worldwide, including in Indonesia. This infection is caused by worms whose life cycle requires a soil medium in the maturation of eggs or larvae into an infective form and mainly occurs in children of primary school age. Poor environmental sanitation and malnutrition are the leading causes of STH infection. This study aims to determine the relationship between ecological sanitation, nutritional status, and STH infection incidence in elementary school children. This type of research is descriptive research. The research location is SDN 22 Telaga Biru, Telaga Biru District, Gorontalo Regency. The sample was 32 SDN 22 Telaga Biru students, obtained using the total sampling technique. Data was collected using questionnaire instruments, Body Mass Index (BMI) examinations, and fecal examinations at the UPTD Regional Health Laboratory Center of Gorontalo Province. The data were further analyzed univariately. The results showed that most environmental sanitation conditions did not qualify, such as latrine conditions (68.8%), SPAL conditions (75.0%), trash can conditions (87.5%), and clean water facilities (68.8%). Nutritional status (BMI/U) was most in the normal category (65.6%), and no helminth eggs were found in respondents (negative STH), so a relationship analysis could not be carried out. It is suggested that the school and parents support government programs related to providing mass worm-prevention drugs.
Central Obesity Incidence in Students of Public Health Department, Universitas Negeri Gorontalo Based on Fiber Intake Sunarto Kadir; Maksum, Tri Septian
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 3 No. 1 (2023): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v3i1.472

Abstract

Central obesity is excess fat accumulation in abdominal area. Prevalence of central obesity in Gorontalo Province has exceeded the national prevalence (36.6%) based on results of Basic Health Research in 2018. Adolescents of reproductive age are one of the risk groups for central obesity due to an imbalance in food consumption intake and energy use. This study aims to analyze central obesity incidence in students of Public Health Department, Universitas Negeri Gorontalo based on fiber intake. This type of research is an analytic survey with a cross-sectional study design. Instruments used include 3x24 hour food recall and nutrisurvey to measure fiber intake and a measuring tape to measure waist circumference. Research sample was 120 people obtained using simple random sampling technique. Data analysis technique uses a simple logical regression test. The results showed that all respondents had less fiber intake (100.0%), and at most did not have central obesity (85.0%). There is an effect of fiber intake on the incidence of central obesity (p=0.003; OR=0.854). It is recommended for students to manage their diet by choosing the right ingredients, increasing consumption of vegetables and fruits by 1 to 3 servings per day and always doing sports and physical activity regularly.
Efektivitas Penerapan Sistem Informasi Kesehatan Berdasarkan Model Delone dan Mclean Umar, Mohamad Fadly; K, Sarinah Basri; Maksum, Tri Septian
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2023): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v8i3.302

Abstract

Memasuki era modern, kemajuan teknologi semakin meningkat dan mendorong setiap organisasi untuk mengolah data secara tepat waktu, tepat, dan terkini. Sistem informasi kesehatan adalah alat yang dapat membantu semua jenis kegiatan dan tujuan organisasi. Model yang dibuat oleh DeLone dan McLean merupakan model yang banyak peneliti fokuskan untuk keberhasilan implementasi penggunaan sistem informasi. Pencarian sumber literatur dari database jurnal online yakni Google Scholar dan Science Direct. Pencarian literatur merupakan artikel terbitan tahun 2015-2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sistem, informasi dan pelayanan yang terdapat dalam sistem informasi kesehatan sudah bisa dikatakan efektif baik dari aspek keandalan, kemudahan, fleksibilitas, fungsionalitas, portabilitas, integrasi, kualitas data dan kepentingan. Petugas yang menjalankan sistem informasi kesehatan merasa puas melalui sistem ini, baik dari segi konten (isi), format aplikasi, akurasi data, aktual dan kemudahan penggunaan. Penerapan sistem informasi kesehatan sangat memberikan manfaat karena dengan adanya sistem informasi kesehatan dapat memangkas biaya pengeluaran pada fasilitas kesehatan. Perlu dilakukannya perbaikan terhadap kualitas pelayanan dalam mendukung penerapan sistem informasi kesehatan yang lebih efektif.
Spatial Patterns of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) Cases in Boalemo Regency, 2021-2024 Stela Puspita Latowa; Herlina Jusuf; Tri Septian Maksum
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) January 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i1.9537

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health problem in tropical regions, with high morbidity and mortality rates. In Boalemo Regency, Gorontalo Province, DHF cases increased from 2021 to 2024, with a total of 536 cases and 10 deaths. This condition is suspected to be influenced by environmental factors, including population density, air temperature, and rainfall. This study aimed to analyze the spatial distribution patterns of DHF cases and their relationship with environmental factors. This study employed a quantitative approach with spatial analysis based on Geographic Information Systems (GIS). Data were obtained from relevant institutions, with a sample of 230 DHF cases. The analysis included mapping case distribution, Spearman's Rank correlation test, and Moran's Index calculation to identify spatial endemicity patterns. The findings indicated that population density had no significant association with DHF cases (p = 0.538>0.05). Conversely, air temperature showed a significant positive association with DHF cases (p = 0.024 <0.05). Rainfall also demonstrated a significant positive association with DHF cases (p < 0.05). In conclusion, this study highlights the role of climatic factors, particularly rainfall, in the increase of DHF cases in Boalemo Regency. These findings may serve as a basis for local governments to develop more effective DHF prevention and control strategies by considering environmental and climatic factors. Keywords: rainfall, dengue hemorrhagic fever, population density, spatial pattern, air temperature