Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Banjir melalui Video Animasi dan Crossword Puzzle di SMP Negeri 7 Gorontalo K, Sarinah Basri; Jusuf, Herlina; Lalu, Nur Ayini S.; Nakoe, Moh. Rivai; Maksum, Tri Septian; Hadju, Vidya Avianti; Aulia, Ulfa
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v5i1.100

Abstract

Indonesia merupakan negara yang sangat rentan terhadap bencana alam. Indonesia memiliki musim hujan dan musim kemarau serta cuaca yang selalu berubah-ubah. Banjir merupakan jenis bencana alam yang umum terjadi, khususnya di wilayah Gorontalo yang disebabkan oleh deforestasi, rusaknya DAS bagian hulu, intensitas hujan yang tinggi serta sistem drainase kurang memadai maka edukasi kesiapsiagaan banjir perlu dilakukan terutama pada anak-anak. Edukasi yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir dan juga untuk menghindari korban jiwa dari bencana tersebut. Tujuan edukasi ini untuk meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan bencana banjir terhadap siswa SMP Negeri 7 Gorontalo. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah edukasi dengan menggunakan media video animasi dan permainan Crossword puzzle yang ditampilkan melalui laptop, edukasi ini melibatkan 22 siswa terdiri dari 12 siswa laki-laki dan siswa perempuan sebanyak 10 orang. Hasil dari evaluasi menunjukkan terjadi  peningkatan pengetahuan yakni sebesar 18 siswa (81,82%) siswa yang memiliki pengetahuan baik, sedangkan pengetahuan kurang hanya sebesar 4 siswa (18,18%). Diharapkan agar sekolah selalu memberikan edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana banjir dan bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Gorontalo. Melalui edukasi kesiapsiagaan bencana di sekolah agar dapat mengurangi resiko apabila terjadi bencana, siswa akan tahu, sehingga dapat  peduli terhadap lingkungan sekitarnya
Analisis Kelengkapan Imunisasi Dasar dan Pemberian Asi Eksklusif Terhadap Kejadian Gizi Kurang Pada Balita : Analysis of the Completeness of Basic Immunization and Exclusive Breastfeeding on Incidents of Undernutrition in Toddler Siti Ananda Trisnawati; Tri Septian Maksum
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 6: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i6.5226

Abstract

Gizi kurang pada balita merupakan kondisi berat badan menurut umur (BB/U) yang tidak sesuai dengan usia seharusnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kelengkapan imunisasi dasar dan pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tilango. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi yaitu balita yang terdaftar di wilayah kerja Puskesmas Tilango sebanyak 1.339 balita, dan dengan menggunakan teknik simple random sampling, maka diperoleh sampel 188 balita. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data selanjutnya dianalisis menggunakan uji Chi Square, dengan tingkat kesalahan (?)=5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kelengkapan imunisasi dasar dan ASI eksklusif terhadap kejadian gizi kurang masing-masing diperoleh p-value=0,000 dan p-value=0,004. Disimpulkan ada hubungan kelengkapan imunisasi dasar dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tilango. Disarankan kader kesehatan lebih meningkatkan motivasi pada ibu balita untuk selalu hadir di posyandu agar pertumbuhan dan perkembangan balita terpantau oleh petugas kesehatan.
Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Menjadi Cemilan Sehat Tinggi Serat Sebagai Solusi Zero Waste: Utilizing Banana Peel Waste to Make Healthy High Fiber Snacks as a Zero Waste Solution Maksum, Tri Septian; Mursyidah, Andi; Blongkod, Fitriani Rahmatismi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 7: July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i7.5818

Abstract

Limbah kulit pisang sering kali diabaikan atau dibuang dengan cara yang tidak ramah lingkungan. Melalui pendekatan zero waste, kulit pisang dijadikan cemilan sehat dan nikmat (puding dan kerupuk). Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi dan pelatihan pada masyarakat tentang pemanfaatan limbah kulit pisang melalui pemanfaatan limbah kulit pisang menjadi produk cemilan sehat (puding dan kerupuk) tinggi serat sebagai solusi zero waste. Sasaran dalam kegiatan ini adalah masyarakat Desa Popodu Kecamatan Bulango Timur Kabupaten Bone Bolango. Metode yang digunakan adalah pendekatan kontekstual dan partisipatif, dengan model penyuluhan, pelatihan, dan demonstrasi. Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu tahap perencanaan, pelatihan, dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan lancar dan sesuai target yang hendak dicapai. Evaluasi kegiatan penyuluhan menunjukkan bahwa nilai rata-rata saat pre-test adalah 55,75 dan meningkat menjadi 86,50 pada saat post-test. Nilai maksimal yang dihasilkan oleh peserta juga meningkat dari 65 menjadi 100. Sementara itu, pada kegiatan pelatihan, masyarakat sudah mampu dalam membuat/mengolah limbah kulit pisang menjadi cemilan sehat tinggi serat dan bernilai ekonomi tinggi (puding dan kerupuk).
Upaya Mewujudkan Desa Wisata Zero Waste melalui Pelatihan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kawasan Pesisir Bajo Maksum, Tri Septian; Nurfadillah, Ayu Rofia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 3, No 2 (2024): Volume 3, Nomor 2, Tahun (2024)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v3i2.26636

Abstract

Wilayah pesisir rentan terhadap pencemaran sampah, terutama sampah plastik, yang menyumbang sekitar 60-80% dari total sampah laut global. Kawasan pesisir Desa Bajo merupakan kawasan pemukiman yang berdampingan dengan laut. Desa Bajo baik daratan maupun lautannya menjadi sumber mata pencaharian warga lokal. Mayoritas penduduk bekerja sebagai nelayan, namun ada juga yang budidaya tambak, hingga membuka warung-warung makanan dan jajanan, ketersediaan tempat sampah masih sangat kurang. Penanganan masalah sampah tidak seharusnya hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan sosialisasi terkait sampah untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat. Masalah sampah dapat dikurangi mulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga. Salah satu cara untuk meminimalkan dampak negatif dari sampah rumah tangga baik organik maupun non organic adalah dengan mengolahnya menggunakan metode pengomposan dan handy craft melalui upaya pengelolaan sampah berbasis Masyarakat. Sasaran kegiatan ini adalah Masyarakat umum desa Bajo. Pengabdian Masyarakat dilakukan dengan cara memberikan pelatihan agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola sampah yang tidak terpakai menjadi produk yang bernilai ekonomis dan bermanfaat, yaitu pupuk kompos dan handy craft. Hasil observasi menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat mengenai pengolahan sampah rumah tangga menjadi handy craft dan kompos. Pelatihan yang disampaikan mudah dipahami dan dipraktikkan sendiri, bahan dan alat untuk membuat produk yang bernilai ekonomis mudah didapatkan, dan waktu pelaksanaan kegiatan tidak mengganggu aktivitas rumah tangga mereka. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan ini dapat membawa perubahan positif dalam pengelolaan sampah, mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, dan mendukung terciptanya desa zero waste.
Analisis Kualitas Bakteriologi dan Jamur di Ruang Rawat Inap RSUD Otanaha : Analysis of Bacteriology and Fungal Quality in the Inpatient Room of Otanaha Regional Hospital Maksum, Tri Septian; Rofia Nurfadillah, Ayu; Elvira, Vivi Filia
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 10: Oktober 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i10.6183

Abstract

Kualitas udara dalam ruangan sangat mempengaruhi kesehatan manusia, terutama di ruang rawat inap rumah sakit, yang merupakan area dengan interaksi tinggi antara pasien, petugas kesehatan, dan pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi suhu, kelembaban, pencahayaan, serta kualitas mikrobiologi udara di ruang rawat inap RSUD Otanaha. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengukuran langsung dan pengujian laboratorium pada ruang perawatan 1, 2, 3, dan 4 di rumah sakit tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% dari total 12 ruangan rawat inap tidak memenuhi standar kelembaban, sementara 91,6% ruangan tidak memenuhi standar suhu yang ditetapkan. Sebanyak 58,33% ruangan juga tidak memenuhi standar intensitas pencahayaan. Pengujian laboratorium udara mengungkapkan bahwa kualitas mikrobiologi udara tidak memenuhi standar, dengan angka kuman tertinggi pada ruang R4 (1288 CFU/m³) dan terendah pada ruang R5 (201 CFU/m³). Bakteri udara yang dominan meliputi Diplobacillus sp., Diplococcus sp., Micrococcus sp., Monobasil sp., Staphylococcus sp., Streptobasil sp., dan Streptococcus sp. Sedangkan, jamur yang mendominasi adalah Aspergillus sp., Fusarium sp., Penicillium sp., dan Scopulariopsis sp. Kesimpulannya, kualitas lingkungan fisik dan mikrobiologi di ruang rawat inap RSUD Otanaha sebagian besar tidak memenuhi standar yang ditetapkan, yang dapat meningkatkan risiko kesehatan bagi pasien dan pengunjung. Hasil ini menggarisbawahi perlunya perbaikan dalam pengelolaan kondisi lingkungan ruangan untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan di rumah sakit.
Penguatan Pilar STBM dan Pengembangan Produk Minuman Serbuk Daun Kelor sebagai Upaya Preventif Kejadian Stunting: Strengthening the STBM Pillars and Developing Moringa Leaf Powder Beverage Products as a Preventive Effort Against Stunting Occurrence Maksum, Tri Septian; Nakoe, Moh. Rivai; Hutuba, Ariani H.
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 10: Oktober 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i10.6224

Abstract

Indonesia memiliki permasalahan gizi yang cukup berat, salah satunya adalah stunting. Berdasarkan SSGI 2022, prevalensi balita stunting di Indonesia sebesar 21.6%, Provinsi Gorontalo dengan prevalensi 23.8%, dan Kabupaten Pohuwato 6.4%. Menurut data dari Puskesmas Motolohu Kabupaten Pohuwato tahun 2022 bahwa untuk status gizi balita usia 24-59 bulan dengan kategori pendek dan sangat pendek berjumlah 33 balita dimana Desa Ayula dengan 2 balita. Pengabdian KKN ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat guna mempercepat penurunan stunting yang dilakukan melalui intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif. Program intervensi gizi spesifik berupa program pengembangan produk inovatif minuman serbuk kemasan berbahan dasar daun kelor sedangkan untuk program intervensi gizi sensitif berupa program penguatan 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Metode yang digunakan berupa sosialisasi dan demonstrasi. Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama 50 hari (1 Juli – 19 Agustus 2024) dengan melibatkan 21 mahasiswa. Hasil pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan penguatan 5 pilar STBM pada masyarakat serta terjadi peningkatan partisipasi masyarakat dalam hal pemanfaatan daun kelor sebagai produk inovatif minuman serbuk kemasan guna mencegah kejadian stunting di Desa Ayula.
Effectiveness Of Using Rice Husk As A Bioadsorbent On Amonia (NH3) And Nitrite (NO2-) Levels In Liquid Waste Of The Tofu Industry Saputri, Dea Dwi; Jusuf, Herlina; Maksum, Tri Septian
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 7 No. 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i1.6980

Abstract

Tofu industry liquid waste contains ammonia (NH3) and nitrite (NO2-) compounds which can cause pollution if released into the environment without prior processing. Rice husks can be used to make active carbon which acts as a bioadsorbent against various contaminants which is cheap and easy to obtain. The research aims to test the effectiveness of using rice husks in doses of 5 grams, 10 grams and 15 grams as a bioadsorbent on NH3 and NO2- levels in liquid waste at the Rina Tofu Factory. This type of quasi-experimental research with a Completely Randomized Design (CRD) approach. Determination of NH3 and NO2- levels using the spectrophotometric method with three replications. Data were analyzed using the One-Way ANOVA test (? = 5%). The research results showed that the initial concentration of NH3 was 0.16 mg/L and fluctuated after contact with rice husks (5 gram dose: RI = 0.13 mg/L, RII = 0.15 mg/L, RIII = 0.25 mg/L; 10 gram dose: RI = 0.21 mg/L, RII = 0.27 mg/L, RIII = 0.12 mg/L dose 15 grams: RI = 0.32 mg/L, RII = 0.26 mg/L, RIII = 0.30 mg/L). Meanwhile, the initial concentration of NO2- was 0.043 mg/L and increased after contact with rice husks (5 gram dose: RI = 0.091mg/L, RII = 0.138 mg/L, RIII = 0.125 mg/L; 10 gram dose: RI = 0.117 mg/L, RII = 0.151 mg/L, RIII = 0.122 mg/L; 15 gram dose: RI = 0.112 mg/L, RII = 0.137 mg/L, RIII = 0.126 mg/L). There is no difference in the effectiveness of using rice husks on NH3 (?-value = 0.114) and NO2- (?-value = 0.750) levels in liquid waste from the tofu industry. Further research needs to be carried out regarding variations in contact time between rice husks and liquid waste from the tofu industry.
Evaluation of the Health Center Management Information System (SIMPUS) Implementation trough PIECES and HOT-Fit Methods at the Puskesmas (Community Health Center) Limboto Koem, Arshinta Zuhriany; Sylva Flora Ninta Tarigan; Tri Septian Maksum
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 7 No. 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i1.7041

Abstract

The Health Center Management Information System (SIMPUS) is a service for managing patient data starting from the registration stage, examination to patient treatment. The application of SIMPUS needs to be evaluated in order to improve the quality of health services which can be done using the PIECES and HOT-Fit approaches/methods. The PIECES method consists of six assessment indicators including performance, information, economy, control, efficiency and service. The HOT-Fit method consists of four assessment indicators including human, organization, technology and benefits. The aim of the research is to evaluate the implementation of SIMPUS using the PIECES method and the HOT-Fit method at the Limboto Community Health Center. This type of research is descriptive with quantitative methods. The population is all health workers who use the SIMPUS application at the Limboto Community Health Center, totaling 62 health workers. The number of samples is the same as the population, namely 62 people, which was obtained using exhaustive sampling techniques. The data was analyzed descriptively and then presented in the form of a frequency distribution table. The results of the research show that the evaluation of the application of SIMPUS using the PIECES method was obtained by the majority of respondents (53.2%) stating that it was not good, while the majority of respondents (64.5%) also stated that it was not good for the HOT-Fit method. It is recommended that the Limboto Community Health Center improve the quality of SIMPUS by focusing more on routine evaluations, improving HR skills, strengthening integration between applications, as well as improving infrastructure and system security.
Analysis of Work Shifts and Mental Workload with Work Fatigue in Water Treatment Plant Operators at Perumdam Muara Tirta Gorontalo City Using NASA-TLX and SOFI Methods Utiarahman, Ramadhan; Jusuf, Herlina; Maksum, Tri Septian
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 7 No. 2: April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i2.7293

Abstract

Work fatigue is a condition of workers who are weakened to do a job and have an impact on decreasing work productivity. Factors that trigger work fatigue include internal factors (age, gender, work position) and external factors (workload, length of work, work period, work shift and work environment). The purpose of this research was to analyze work shifts and mental workload with work fatigue in Water Treatment Plant operators at Perumdam Muara Tirta Gorontalo City using the NASA-TLX and SOFI methods. The type of research used was analytic observational with a cross-sectional research design. The research instrument used the NASA-TLX and SOFI questionnaires. Data were analyzed using the Spearman’s Rank correlation test. The results of the study of work shifts of Water Treatment Plant operators using the fast rotation shift system. Mental workload was mostly in the moderate category with 20 operators (51.3%) and work fatigue was mostly in the moderate category with 26 operators (66.7%). There is a strong relationship between work shifts and work fatigue (?-value = 0.000; r = 0.653) and there is a quite strong relationship between mental workload and work fatigue (?-value = 0.008; r = 0.417). It is recommended that operators be able to adjust their working hours properly to the demands of duties and responsibilities outside of work.
Edukasi Interaktif tentang Bahaya Rokok pada Siswa SMP Negeri 4 Limboto Mahdang, Putri Ayuningtias; Maksum, Tri Septian; Arsad, Nikmatisni; Sunardi, Sunardi
Damhil: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1: June 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/damhil.v4i1.32824

Abstract

Smoking behavior is a common phenomenon in Indonesian society. For the majority of Indonesians, smoking is a behavioral pattern that occurs in daily life. Smoking habits among adolescents in Indonesia are quite frequent, as this age represents a transitional period from adolescence to adulthood. The development of smoking behavior in adolescents is influenced by the knowledge they possess. Knowledge serves as the most fundamental basis for shaping a person's actions; it is the result of sensory perception or awareness of an object through their senses. The community service activity was conducted at SMP Negeri 4 Limboto with a total of 39 participants, consisting of 7th and 8th grade students. The activity was carried out in May 2025. The method used involved providing interactive education to the students. The activity was implemented in three stages: planning, preparation, implementation, and evaluation. Most of the students already possessed a very good level of knowledge and were aware of the health risks associated with smoking. However, smoking practices among students still occur, mainly due to peer pressure, lack of supervision, and easy access to cigarettes. Through collaboration among all parties, it is hoped that smoking behavior among students can be minimized and a culture of healthy living can be fostered within the educational environment.Keywords:Adolescents, Education, Knowledge, Smoking behavior