Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

ANALISA PENDIDIKAN ISLAM INKLUSIF UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Syarniah; Husnul Yaqin; Syaifuddin Sabda; Ridhahani Fidzi
EDUCATIONAL JOURNAL : General and Specific Research Vol. 5 No. 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Children with special needs are children who are classified as disabled or who have disabilities, as well as potential and talented children. In accordance with the mandate of the 1945 Constitution Chapter XA on human rights, every person has the right to obtain and choose education, the right to be free from discriminatory treatment and every child has the right to protection from violence and discrimination. The implication of this 1945 Constitution mandate is the existence of inclusive education. Inclusive education for children with special needs is an innovative educational method strategy that seeks to eliminate discrimination and provide equitable educational opportunities for these children. The purpose of this research is to analyze Islamic education in inclusive education for children with special needs. This research method is a literature review or library research with a qualitative descriptive approach. The results of the analysis concluded that inclusive Islamic education is very supportive for the implementation of equitable education without discrimination for children with special needs.
Religious Moderation as the Pillar of Islamic Education: A Cross-Disciplinary Approach for the Global Era Priyatna, Surya Eka; Fidzi, Ridhahani; Sabda, Syaifuddin; Yaqin, Husnul
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 8, No 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jail.v8i2.30323

Abstract

Abstrak:  Moderasi beragama menjadi fondasi penting dalam pendidikan Islam, khususnya dalam menghadapi tantangan era global yang ditandai oleh meningkatnya intoleransi dan konflik antarbudaya. Artikel ini mengeksplorasi konsep moderasi beragama sebagai pilar pendidikan Islam melalui pendekatan lintas disiplin, mencakup perspektif multi-, inter-, dan transdisipliner. Metode kajian literatur digunakan untuk menganalisis nilai-nilai moderasi beragama seperti tawazun, tasamuh, dan i’tidal, serta penerapannya dalam kurikulum pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan lintas disiplin tidak hanya memperkaya pembelajaran, tetapi juga memperkuat integrasi nilai-nilai keislaman dengan kebutuhan global. Strategi penguatan moderasi beragama melalui pendidikan melibatkan pengembangan kurikulum berbasis nilai, metode pembelajaran dialogis, serta kolaborasi antar pihak terkait. Dengan pendekatan ini, pendidikan Islam diharapkan mampu mencetak generasi yang toleran, inklusif, dan berkontribusi dalam membangun harmoni global.  Abstract:   Religious moderation serves as a vital foundation in Islamic education, especially in addressing the challenges of the global era marked by increasing intolerance and intercultural conflicts. This article explores the concept of religious moderation as a pillar of Islamic education through a multidisciplinary, interdisciplinary, and transdisciplinary approach. A literature review method is employed to analyze the values of religious moderation, such as balance (tawazun), tolerance (tasamuh), and justice (i’tidal), as well as their application in Islamic educational curricula. The findings reveal that a cross-disciplinary approach not only enriches learning experiences but also strengthens the integration of Islamic values with global demands. Strategies to enhance religious moderation in education include value-based curriculum development, dialogical teaching methods, and collaboration among relevant stakeholders. With this approach, Islamic education is expected to produce generations that are tolerant, inclusive, and capable of contributing to global harmony.
Islamic Education from a Gender Perspective (A Sociological, Economic, and Da'wah Analysis) Hasanah, Risqiatul; Fidzi, Ridhahani; Sabda, Syaifuddin; Yaqin, Husnul
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 8, No 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jail.v8i2.30321

Abstract

Abstrak: Penafsiran terhadap pendidikan Islam dari perspektif gender menjadi semakin relevan di tengah upaya menciptakan masyarakat yang adil dan setara. Melalui pendekatan tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, artikel ini mengkaji ulang konstruksi peran gender dalam pendidikan Islam dengan menekankan nilai-nilai kesetaraan, keadilan, dan pemberdayaan perempuan. Tafsir Al-Misbah tidak hanya menyajikan pemahaman keislaman yang kontekstual, tetapi juga menawarkan pembacaan ulang terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang selama ini ditafsirkan secara patriarkal. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menyoroti tiga dimensi utama: sosiologis, ekonomi, dan dakwah. Dalam dimensi sosiologis, pendidikan Islam dipandang sebagai alat untuk mengubah norma sosial yang bias gender. Secara ekonomi, pendidikan diberi makna sebagai jalan bagi perempuan untuk meraih kemandirian dan peran aktif dalam pembangunan. Sementara itu, dari sisi dakwah, pendidikan menjadi medium penyampaian nilai kesetaraan yang rahmatan lil ‘alamin. Studi ini menegaskan bahwa pendidikan Islam yang inklusif dan berbasis keadilan gender merupakan jalan strategis menuju masyarakat yang beradab dan seimbang secara spiritual maupun sosial.  Abstract:  Reinterpreting Islamic education through a gender perspective has become increasingly vital in shaping a just and equitable society. This article draws upon M. Quraish Shihab’s Tafsir Al-Misbah to revisit gender roles in Islamic education, emphasizing the principles of equality, justice, and women’s empowerment. Shihab’s work presents a contextual reading of the Qur’an, challenging patriarchal interpretations and advocating a more balanced theological framework. Employing a qualitative, literature-based approach, the study explores three central dimensions: sociological, economic, and da’wah. Sociologically, Islamic education is framed as a transformative tool to dismantle gender-biased social norms. Economically, it is positioned as a path to empower women towards independence and societal contribution. Through the lens of da’wah, education serves as a platform to convey Islam’s universal message of equality and compassion. The findings reaffirm that a gender-responsive Islamic education  grounded in inclusive values and prophetic justice offers a strategic pathway for fostering a spiritually enriched and socially just community.
THE IMPLIMENTATION OF TEACHING METHOD TYPE, TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) ON ENGLISH SUBJECT AS A MEANS OF IMPROVING STUDENT LEARNING RESULT AT THE ELEVENTH GRADE OF SMKN 1 KAYUAGUNG 2015/2016 ACADEMIC YEAR Husnul Yaqin
Dialektologi Vol. 4 No. 1 (2019): Jurnal Dialektologi
Publisher : Universitas Islam Ogan Komering Ilir Kayuagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian tindakan kelas ini ialah untuk meningkatan daya serap siswa belajar Bahasa Inggris dalam memahami makna teks fungsional pendek dan esei berbentuk narrative, spoof dan hortatory exposition dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan. Pencapaian tersebut melalui model pembelajaran ko-operatif type Team Tournament Game terhadap peningkatan hasil membaca teks Bahasa Inggris.Penelitian ini dilakukan selama dua siklus (setiap siklus diadakan 2 kali pertemuan). Setiap kali pertemuan proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Ko-operatif type Team Tournament Game dan Sebagai alat pengumpul data adalah lembar observasi yang diisi oleh observer, dengan langkah-langkah perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi dan refleksi untuk semua siklus.Setiap siklus mengalami peningkatan sigfikan yaitu siklus I dan siklus II mengalami peningkatan sebesar 20,83%. Dengan demikian dapat dikatakan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif metode TGT dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik
The Role of Women Ulama in the Development of Islamic Education Norlaila; Nuryadin; Yaqin, Husnul
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : LETIGES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v9i2.99

Abstract

This study aims to analyze the role of women ulama in South Kalimantan in advancing Islamic education through pesantren leadership, inclusive educational approaches, and adaptation of digital technology in da'wah. This research employed a qualitative descriptive approach with a case study type to explore the real-life context of women's leadership in Islamic education. The primary data was obtained from 25 female ulama. Data collection techniques included semi-structured interviews, participatory observation, and document analysis of da'wah content disseminated through social media. To ensure the validity of the data, triangulation was applied by comparing the findings from different data sources and techniques. The data were analyzed using thematic analysis, involving data reduction, categorization, and theme identification to reveal patterns related to the roles and contributions of women ulama. The results showed that female ulama in this region can manage pesantren with an inclusive and collaborative leadership style, thus creating an empathetic and friendly educational environment for both female and male Santri. In addition, the inclusive approach to education allows female ulama to accommodate the specific needs of female congregants through discussions on relevant issues, such as family education, health, and women's rights in Islam. Other findings show that female ulama has successfully utilized digital technologies, such as YouTube, Instagram, Facebook, and TikTok Live, to spread da'wah to a broader and cross-generational audience, especially those familiar with the technology. This adaptation allows them to deliver religious messages that are relevant and accessible, thus strengthening women's participation in religious discussions in the digital era. Overall, this study shows that women ulama in South Kalimantan play an important role in Islamic education responsive to the congregation's needs, whether through leadership in pesantren, gender-sensitive education, or digital adaptation in da'wah. The results of this study provide a new perspective on the importance of the role of women ulama in strengthening Islamic education that is inclusive and adaptive to the times.
Jember Fashion Carnival (JFC) as a National Culture Viewed from Islamic Law Perspective Yaqin, Husnul; Ira Eka Pratiwi; Taufiqur Rohman; Balkis Nur Azizah
Hikmatuna : Journal for Integrative Islamic Studies Vol 7 No 2 (2021): Hikmatuna: Journal for Integrative Islamic Studies, December 2021
Publisher : UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/hikmatuna.v7i2.4288

Abstract

The purposes of this research were to (1) describe the practice of the Jember Fashion Carnival (JFC), which is held in Jember, Indonesia, and (2) explain how the practice of the Jember Fashion Carnival (JFC) is regarded from the perspective of Islamic law. This research is included in the qualitative-descriptive and literature research category. In conclusion, (1) the Jember Fashion Carnival (JFC) is a cultural event as well as a carnival that is held every year with a specific theme; this spectacular activity attracts foreign tourists and helps to boost the economy, among other things; and (2) the entire event contained in the Jember Fashion Carnival (JFC) is a good culture that does not conflict with Islamic law. As a result, it is feasible and may be implemented as a normal culture within the local community. No action taken at the Jember Fashion Carnival (JFC) activity violates Islam, nor does it ban something permissible, nor does it cancelsomething compulsory, invalidate the meaning of benefit, nor does it foster the growth of evil.
Implementasi Manajemen Pembiayaan dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar Islam Al Firdaus Banjarmasin Fahlupi, Muhammad Rizka; Yaqin, Husnul; Salabi, Ahmad
ALACRITY : Journal of Education Volume 4 Issue 2 Juni 2024
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v4i2.269

Abstract

Implementasi manajemen keuangan memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Firdaus Banjarmasin. Manajemen keuangan yang efektif dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan dengan cara mengoptimalkan pengelolaan sumber daya keuangan, sehingga dapat meningkatkan akses, kualitas, dan relevansi pendidikan yang diberikan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen keuangan yang diterapkan di sekolah tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui pendekatan studi kasus di SDIT Al Firdaus Banjarmasin, penelitian ini menggali lebih dalam tentang perencanaan dan pelaksanaan manajemen keuangan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk memahami pentingnya strategi manajemen keuangan dalam konteks pendidikan, khususnya dalam lingkungan SDIT Al Firdaus Banjarmasin. Proses penganggaran dipandu oleh skala prioritas yang terdiri dari empat tingkatan, yaitu mendesak dan penting, penting tapi tidak mendesak, tidak penting tapi mendesak, dan tidak penting dan tidak mendesak. Skala ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara efektif dan efisien. Prinsip keadilan, transparansi, dan kehati-hatian dalam manajemen keuangan ditekankan sebagai nilai-nilai fundamental dalam Islam dan menjadi dasar untuk praktik penganggaran yang baik.
Pembelajaran Islam Pendekatan Multi, Inter, dan Transdisipliner (Hakikat dan Implementasinya) Rahmah, Rahmah; Yaqin, Husnul; Amiruddin, Andi
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 9 No. 01 (2024): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jtw.v9i01.14788

Abstract

Pendidikan adalah pilar fundamental dalam pembangunan masyarakat dan peradaban. Dalam konteks Pendidikan Islam, upaya untuk menyelaraskan nilai-nilai agama dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern menjadi suatu tantangan yang tak terhindarkan. Pendekatan transdisipliner, yang mengintegrasikan pemahaman dari berbagai disiplin ilmu, muncul sebagai alternatif yang menjanjikan dalam merespons kompleksitas tuntutan pendidikan masa kini. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep Pendidikan Islam melalui pendekatan Multi, Inter, dan Transdisipliner Artikel  ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian mengunakan studi literatur. Sumber data dan bahan analisis yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari berbagai referensi artikel ilmiah yang relevan dari berbagai jurnal dan buku. Berdasarkan penggalian terhadap data dari beberapa sumber yang digunakan didapatkan hasil bahwa pembelajaran Islam multidisipliner menekankan pada tinjauan multiperspektif ilmu yang terkait dengan masalah yang dipecahkan, tanpa menggabungkan ilmu-ilmu tersebut menjadi sebuah kesatuan ilmu. Sementara Pembelajaran Islam interdisipliner menekankan pada interaksi dan kolaborasi antar disiplin ilmu untuk menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif. Sedangkan Pembelajaran Islam transdisipliner menekankan pada interaksi dan kolaborasi antar disiplin ilmu untuk menghasilkan pemahaman baru yang tidak dapat dipahami oleh disiplin ilmu mana pun secara terpisah.
MEMPERDALAM KHUSYU' DI SETIAP RAKAAT: PELATIHAN GERAKAN DAN BACAAN SHOLAT BAGI SANTRI TPQ NURUL IMAN SUMBAWA Hermansyah, David; Yaqin, Husnul; Annisa; Kamula, Ega Ade; Harimansyah, Reza; Syaharuddin
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i1.1361

Abstract

Sholat memiliki peran penting dalam menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Namun masih banyak ditemui para siswa secara umum dan santri secara khusus belum bisa melakukan peragaan sholat secara benar dan tepat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menyelenggarakan pelatihan peragaan gerakan dan bacaan sholat bagi santri di TPQ Nurul Iman Sumbawa. Dalam upaya mencapai tujuan ini, kegiatan pelatihan dan pendampingan dilakukan secara holistik, mencakup penyampaian materi, sesi praktik, serta proses evaluasi. Partisipan dalam kegiatan ini melibatkan 27 orang santri dari TPQ tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat pencapaian yang positif dalam pelaksanaan takbir dan Al-Fatihah dengan nilai rata-rata mencapai 100%. Namun, terdapat tingkat pencapaian yang relatif rendah dalam pelaksanaan bacaan Tasyahud dengan nilai rata-rata sebesar 51%. Hasil dari pengabdian ini memberikan gambaran tentang aspek-aspek yang berhasil dan tantangan yang dihadapi dalam praktik sholat di lingkungan TPQ Nurul Iman Sumbawa. Informasi ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan strategi lebih lanjut guna meningkatkan pemahaman dan pelaksanaan sholat yang konsisten dan tepat sesuai dengan ajaran agama Islam, guna manfaat bersama bagi masyarakat setempat.
UPAYA GURU DALAM MENGATASI KEJENUHAN PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP AL-IHSAN YAPIS KOTARAJA Irianto, Ilham; Firdaus, Muh. Anang; Yaqin, Husnul
Borneo : Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 1 (2023): BORNEO: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/borneo.v4i1.2281

Abstract

Some of the problems underlying the learning saturation experienced by students at SMP Al-Ihsan Yapis Kotaraja Such as the discomfort in the room, the teacher's lack of interest in teaching, and the material being given, which is not enjoyable. This problem cannot be overcome if it is only limited to the way of teaching that is evaluated but must also pay attention to the atmosphere remaining conducive and attracting student learning interest. This research is a qualitative descriptive study with a phenomenological approach. The data collection method uses observation, interviews, and documentation from PAI teachers, school principals, and two students. The results of this study indicate that in order to overcome the saturation of the PAI learning process, the school works together between PAI subject teachers and homeroom teachers at Al-Ihsan Middle School to provide examples of religious values and create an interesting learning atmosphere such as games or competition so they don't get bored with learning PAI.