Claim Missing Document
Check
Articles

Waiters’ Needs Analysis in English: Viewed From Learning Situation Analysis (LSA) Siti Nurhasanah; Hevriani Sevrika; Yelliza Yelliza
Horizon Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.083 KB) | DOI: 10.22202/horizon.v1i3.5155

Abstract

ABSTRAKDi era global ini, bahasa Inggris merupakan bahasa yang perlu dikuasai oleh banyak kalangan, salah satunya kalangan penyedia jasa seperti pelayan restoran (dihotel). Berdasarkan observasi non-formal, ditemukan bahwa masih banyaknya pelayan restoran yang kesulitan berbahasa Inggris. Untuk itu dilakukan penelitian ini dengan tujuan menganalisa keinginan pelayan restoran dalam belajar bahasa Inggris dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan maximum variation sampling dalam menentukan respondennya . Respondent penelitian ini ialah 20 pelayan restoran yang berasal dari 4 hotel dengan tingkatan bintang yang berbeda. Peneliti mengumpulkan data dengan cara mendistribusikan angket dengan menggunakan Google Form. Adapun teknik yang peneliti gunakan untuk menganalisis data yaitu Reading, Describing, dan Classifying. Peneliti menggunakan enam indikator dari Learning Situation Analysis dengan hasil sebagai berikut;1) tujuan pelayan restoran belajar bahasa inggris adalah untuk berkomunikasi dengan tamu, dan kemampuan yang ingin dikuasai adalah speaking skill, 2) metode pembelajaran yang diinginkan pelayan restoran adalah Role-play, 3) ketersediaan material yang diinginkan pelayan restoran yaitu materi yang diberikan lengkap teori dangan contoh, dan media pendukung pembelajaran dalam bentuk vidio, 4) mayoritas pelayan restoran memiliki gaya belajar visual dan menginginkan lebih banyak melakukan praktek dalam proses pembelajaran, 5) pelayan restoran menginginkan agar proses pembelajaran berlangsung di dalam kelas, 6) pelayan restoran memilih untuk belajar dipagi hari, dan dilakukan tiga kali seminggu. Dari hasil tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa Learning Situation Analysis dapat membantu pengajar mengetahui keinginan pelayan restoran dalam belajar bahasa inggris Jadi sebaiknya, pengajar melakukan analisa kebutuhan sebelum mengajar.  Kata kunci: Pelayan restoran, Analisa Kebutuhan, Learning Situation Analysis.
PEMBEKALAN TEKNIK PENILAIAN DALAM BENTUK TASK BERORIENTASI HOTS (HIGH ORDER THINKING SKILL) DI SMP N 21 PADANG dian mega putri; Dian Noviani Syafar; Yelliza Yelliza
RANGKIANG: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.565 KB) | DOI: 10.22202/rangkiang.2021.v3i2.5504

Abstract

Peran guru profesional dalam pembelajaran sangat penting sebagai kunci keberhasilan belajar peserta didik dan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Guru profesional adalah guru yang kompeten dalam membangun dan mengembangkan proses pembelajaran yang baik dan efektif sehingga dapat menghasilkan peserta didik yang pintar dan pendidikan yang berkualitas. Kualitas pembelajaran juga perlu diukur dengan penilaian yang berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS). Berdasarkan hasil riset dan observasi yang telah dilakukan oleh beberapa ahli, ditemukan bahwa guru-guru masih kesulitan dalam menciptakan dan membuat soal-soal yang dapat meningkatkan daya nalar siswa dan kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa atau yang berbasis HOTS (High Order Thinking Skill). Oleh karena itu pembekalan mengenai konsep task berorientasi HOTS masih perlu dilaksanakan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan di SMP N 21 Padang kepada guru-guru Bahasa Inggris. Kegiatan dilaksanakan dalam 2 tahap yaitu pemberian materi mengenai teknik penilaian berbentuk task yang berorientasi HOTS serta perancangan teknik penilaian berbentuk task yang berorientasi HOTS. Kegiatan ini bermanfaat bagi guru terutama guru Bahasa Inggris untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai bentuk dan teknik penilaian berorientasi HOTS. 
PROBLEMS FACED BY THE INTERMEDIATE LEVEL STUDENTS DURING ENGLISH SPEECH Suparmi Suparmi; Yelliza Yelliza; Yuneva Yuneva
Jurnal Maneksi (Management Ekonomi Dan Akuntansi) Vol. 11 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.385 KB) | DOI: 10.31959/jm.v11i1.1071

Abstract

Latarbelakang dari penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berbicara dalam berbahasa Inggris sebagian besar mahasiswa semester VI di jurusan Bahasa Inggris UPI YPTK Padang tahun ajaran 2021/2022. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor penyebab dan faktor dominan yang dihadapi oleh mahasiswa saat berpidato dalam bahasa Inggris. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Bahasa Inggris UPI YPTK Padang tahun ajaran 2021/2022 yang berjumlah 69 mahasiswa dengan menggunakan total sampling. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif (mix-method) dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen untuk mengumpulkan data. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (64,6%) mahasiswa memberikan tanggapan negatif terhadap angket yang diberikan. Ini berarti bahwa rata-rata mahasiswa bahasa Inggris menghadapi masalah dalam pidato bahasa Inggris seperti yang disebutkan dalam kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang dihadapi mahasiswa semester VI adalah kecemasan (69,2%), harga diri (64,8%), dan motivasi (59,8%). Faktor dominan yang dihadapi mahasiswa dalam pidato bahasa Inggris adalah kecemasan (69,2%). Dapat disimpulkan bahwa masalah yang paling banyak dihadapi oleh mahasiswa selama pidato bahasa Inggris adalah kecemasan.
The Implementation of Blended Learning in Teaching English During Covid-19 at Senior High School Sari, Serli Permata; Asty, Hervyna; Yelliza, Yelliza
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.1878

Abstract

Tujuan dari penelitian untuk mengetahui bagaimana guru bahasa Inggris menerapkan Blended Learning di SMAN 12 Bungo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah purposive sampling. Partisipan dalam penelitian ini dua orang guru yang mengajar di kelas X dan XI. Instrumen penelitian adalah dengan melakukan, catatan lapangan (field note), pengamatan (observasi ceklis) dan rekaman video dan screenshot dari Google Classroom dan Whats Up Group. Peneliti menggunakan indikator dari Ministry of Education and Culture (2013) yaitu seeking of information, acquisition of Information dan synthesizing of knowledge. Dari data penelitian ditemukan bahwa dalam pembelajaran tatap muka guru belum menggunakan beberapa tahap dari indikator yaitu seeking of information, acquisition of information dan synthesizing of knowledge, dalam pembelajaran online guru hanya menggunakan dua tahap dari indikator yaitu seeking of information dan synthesizing of knowledge. Berdasarkan analisis data, peneliti menyimpulkan bahwa guru bahasa Inggris belum menerapkan beberapa dari sepuluh indikator Blended Learning dalam pembelajaran tatap muka dan belum maksimal dalam pembelajaran online.
Moral Values on the Songs in Student’s Textbook When English Rings a Bell for 7th Grade Junior High School Rahmadona, Mutia; Yelliza; Siska
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jenis-jenis nilai moral yang terkandung dalam lagu-lagu yang terdapat dalam buku teks siswa When English a Bell untuk kelas VII SMP. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi untuk menganalisis jenis-jenis nilai moral yang terkandung dalam lagu. Ada empat lagu yang tercetak di buku teks yaitu Good Morning, How are You, What a Wonderful World, dan Count on Me. Peneliti melakukan analisis dengan menggunakan analisis dokumen sebagai instrumen untuk melihat jenis-jenis nilai moral yang ditemukan berdasarkan teori yang dipilih. Hasil analisis data, peneliti menemukan bahwa ada tiga jenis nilai moral yang terkandung dalam lagu, yaitu kesantunan, religi, dan solidaritas. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Lagu dapat dijadikan sebagai media yang menarik untuk menyampaikan nilai-nilai moral kepada siswa sesuai dengan capaian kurikulum 2013.
REDUCING STUDENTS’ COMMUNICATION APPREHENSION THROUGH GROUP WORK AS THE INTERACTIVE LEARNING ACTIVITY AT UNIVERSITAS PGRI SUMATERA BARAT Siska, Siska; Ikhsan, M Khairi; Yelliza, Yelliza
TELL - US JOURNAL Vol 9, No 4 (2023): English Education Art
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/tus.2023.v9i4.7621

Abstract

The high level of communication apprehension is one of the most frequent problems for the students as the English foreign language learners, somehow giving the appropriate interactive learning activities could be good solution for these problems. Therefore, this research was aimed at finding out the students’ responses on the using of group work as the learning activities to reduce their communication apprehension.  The research was conducted on the second year students of English Department at Universitas PGRI Sumatera Barat. The total number of respondents in this research was 21 students from 2022 B class selected purposively based on the subject matter; speech that use group work as the learning activities. This research was qualitative in nature since it used observation and an interview to collect the data. Students’ positive  responses on using  group work as the interactive learning activities to reduce their communication apprehension while speaking reached 90 % based on the interview, while data from the observation showed  most of the students had positive engagement, good motivation and eager to practice their speech in their own group bravely with high self-confidence. This, the conclusion can be stated that group work as interactive learning activities can help the students to reduce their communication apprehension
THE IMPACT OF TMIP-BASED WEB IN TEACHING TOEFL ON STUDENTS' TOEFL SCORES Nusi, Ahmad; Zaim, M; Yelliza, Yelliza
TELL - US JOURNAL Vol 10, No 2 (2024): Dynamics of Language Teaching and Literary Studies: Innovation, Technology, and
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/tus.2024.v10i2.8102

Abstract

The study conducted at the Practical Language Learning Center (PLLC) aimed to compare the effectiveness of two teaching methods for TOEFL preparation: the TMIP-Based Web in Teaching TOEFL method and a conventional approach or no specific intervention. A total of 58 students participated, with 25 assigned to the control class and 33 to the experimental class. TOEFL scores served as the measure of learning outcomes. Prior to analysis, Levene's test was used to assess variance equality between groups, followed by an independent samples t-test to compare mean scores. Results revealed a significant difference in mean TOEFL scores between the control (M = 66.96) and experimental (M = 81.58) groups, indicating superior performance in the experimental group. Statistical analyses, supported by SPSS output, affirmed the positive impact of the TMIP-Based Web in Teaching TOEFL method on students' TOEFL scores. The analysis of the SPSS output reveals a significant finding, where the obtained significance value (2-tailed) of 0.000 is considerably less than the conventional threshold of 0.01. This result prompts the rejection of the null hypothesis (Ho) and the acceptance of the alternative hypothesis (H1), indicating a substantial relationship between the TMIP-Based Web in Teaching TOEFL method and students' TOEFL scores. Furthermore, this conclusion is reinforced by both manual t-test analysis and SPSS assistance, both of which corroborate a statistically significant impact of the teaching method on students' TOEFL scores.
IMPLEMENTASI GROUP DISCUSSION TECHNIQUE DALAM MENINGKATKAN KEBERANIAN SISWA UNTUK BERBICARA BAHASA INGGRIS DI SMA NEGERI 10 PADANG Siska Siska; Yelliza Yelliza
Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023): Vol. 3 No. 1 (2023): JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN -
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/pemimpin.v3i1.827

Abstract

AbstrakKemampuan berbicara dalam bahasa Inggris merupakan salah satu tujuan utama dalam pembelajaran Bahasa Inggris di SMA sebagaimana dicantumkan dalam Kemendikbud ( 2014. Di SMA Negeri 10 Padang masih terdapat siswa yang kurang percaya diri atau kurang berani untuk berbicara bahasa Inggris di depan umum. Sehingga solusi yang diberikan ileh tim pengabdian mengimplemtasikan Group discussion technique dengan metode Collaborative learning dengan menggunakan Video pembelajaran sebagai bentuk pembelajaran berbasis IT untuk meningkatakan keberanian siswa berbicara bahasa Inggris. AbstractThe ability to speak English is one of the main goals in learning English in high school as stated in the Ministry of Education and Culture (2014 ) At SMA Negeri 10 Padang , some of students still have lack confidence or lack encouragement to speak English in public. So the solution given by the service team is the implementation of Group discussion technique with the Collaborative learning method by using video learning as a form of IT-based learning to increase students' courage or self confidence to speak English
Students’ Writing Ability By Using AI Generative Tools; Diffit, Brisk, Mendeley Yelliza; Siska; M. Khairi Ikhsan; Willy Satria
Jurnal Ilmiah Langue and Parole Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Langue and Parole
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36057/jilp.v8i1.692

Abstract

This study examines the impact of three AI generative tools—Diffit, Brisk, and Mendeley—on university students’ writing perceptions and motivation. A mixed-methods approach combined quantitative pretest and posttest assessments with qualitative insights from interviews and classroom observations. The participants, 27 students from Universitas Ekasakti Padang, were purposively sampled and randomly assigned to groups based on the AI tool used. Quantitative results revealed that the Diffit group achieved self-efficacy improvements from 80% (initial) to 90% (post-intervention), with a task value of 60%. The Brisk group showed consistently high self-efficacy (90%) and task value (90%), achieving an 80% writing proficiency score. In contrast, the Mendeley group recorded self-efficacy scores of 100% initially, dropping to 60%, but maintained a writing proficiency score of 80% due to a task value of 80%. Findings highlight self-efficacy as the most critical factor influencing writing improvement, supported by task value, intrinsic motivation, and perceived usefulness. Recommendations include integrating AI tools to build students’ confidence, aligning tasks with personal goals, and fostering intrinsic motivation. This study demonstrates the effectiveness of AI tools in enhancing writing proficiency by addressing students' cognitive, emotional, and motivational needs.
THE IMPACT OF DIGITAL TOOLS ON LANGUAGE ACQUISITION AND INTEGRATING TECHNOLOGY INTO ENGLISH LEARNING IN HIGHER EDUCATION Anggraini, Dian; Yelliza, Yelliza
TELL - US JOURNAL Vol 10, No 4 (2024): Applied Linguistics in the Digital Age and Cultural Context
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/tus.2024.v10i4.8858

Abstract

This study aims to explore the influence of digital devices on language acquisition and technology integration in English language learning. Digital devices, such as language learning apps, interactive platforms, and social media, can enhance students’ engagement and motivation, facilitate independent and collaborative learning, and enrich language skills in academic and professional contexts. The study findings suggest that effective implementation of digital technologies can accelerate language acquisition and provide students with opportunities to practice and develop language skills continuously. Overall, the integration of digital devices in language education presents significant opportunities to enrich learning experiences, improve language proficiency, and reshape traditional teaching methods.