Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Media Putaran Kata untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia Dini Liya Zulianingsih; Rosa Imani Khan; Dema Yulianto
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 6 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.742 KB) | DOI: 10.29062/seling.v6i2.627

Abstract

Kemampuan membaca adalah salah satu unsur penting dalam perkembangan seseorang karena dengan membaca, seseorang akan memperoleh informasi, ilmu pengetahuan dan pengalaman-pengalaman baru. Semua yang diperoleh melalui membaca, akan memungkinkan orang tersebut untuk mempertinggi daya pikirnya, mempertajam pandangannya dan memperluas wawasannya. Dengan membaca, seorang siswa bisa menggali bakat dan potensi mereka, memacu peningkatan daya nalar, melatih konsentrasi, dan meningkatkan prestasi sekolahnya. Kemampuan membaca sangat penting untuk dikembangkan sejak usia dini karena pada masa ini hampir seluruh potensi anak mengalami masa peka untuk tumbuh dan berkembang secara cepat dan hebat. Pada usia TK (Taman Kanak-kanak), anak harus sudah mampu mengenal huruf, dalam hal ini bisa mengenal kata atau disebut membaca permulaan. Suasana belajar membaca permulaan harus diciptakan melalui kegiatan bermain edukatif yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang memang masih senang bermain. Oleh karena itu, peneliti membuat media pembelajaran berupa Putaran Kata. Media Putaran Kata ini diharapkan dapat digunakan sebagai alat peraga sekaligus alat permainan edukatif dalam kegiatan pembelajaran membaca permulaan untuk anak usia dini yang dapat membuat anak tertarik, senang dan tanpa tekanan mengikuti kegiatan belajar
Pelatihan Penggunaan Learning Management System Berbasis SPADA bagi Dosen Program Studi PG-PAUD Dema Yulianto; Hanggara Budi Utomo; Rosa Imani Khan; Ridwan
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.408 KB) | DOI: 10.53621/jippmas.v1i2.45

Abstract

Efektivitas peningkatan pembelajaran dan pemanfaatan teknologi informasi berbasis elektronik yaitu dengan pembelajaran e-learning yang dapat diterapkan kedalam beberapa mata kuliah. SPADA Indonesia adalah salah satu program e-learning Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk meningkatkan pemerataan akses terhadap pembelajaran yang bermutu di Perguruan Tinggi. Tujuan pelaksanaan SPADA adalah untuk memberikan panduan bagi para Dosen dalam merancang pembelajaran secara blended leaning yang menarik untuk mata kuliah daring. Metode pelaksanaan terdiri atas observasi awal, observasi lanjutan, forum group discussion, pelaksanaan pelatihan dan pendampingan dengan kombinasi ceramah, simulasi, dan evaluasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbentuk pelatihan. Pelatihan ini menghadirkan pembicara yang memiliki keahlian di bidang Psikologi Pendidikan dan PAUD, dan dihadiri Dosen-Dosen program studi Pendidikan Guru PAUD. Selama pelaksanaan kegiatan, tidak didapatkan kendala yang berarti. Interaksi diantara rekan Dosen lainnya dalam praktik dapat terlihat bahwa para Dosen senang mendapatkan metode belajar mengajar yang lebih efisien. Implikasi dari kegiatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan topik yang sama yaitu Learning Management System (LMS) akan tetapi dengan penguasaan materi yang lebih mendalam, waktu yang lebih lama, dan juga dengan menambah peserta kegiatan yaitu mahasiswa.
Pelatihan Manajemen Pertunjukan Virtual Seni Anak Usia Dini Berbasis Budaya Lokal Intan Prastihastari Wijaya; Dema Yulianto; Linda Dwiyanti; Itot Bian Raharjo; Sita Aulia Rahma
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): MAY 2022
Publisher : Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.19 KB) | DOI: 10.35870/ajad.v2i1.38

Abstract

Early childhood art performance management training is given to kindergarten teachers to make it easier for teachers to manage the need to organize virtual art performances for early childhood, and while still paying attention to the psychological aspects of early childhood. The participants of this local culture-based early childhood virtual art performance management training were representatives of the 12 people of Pokja 02 Kediri City Kindergarten teachers, and the implementation took place at Santo Yoseph II Kindergarten, Kediri City. The methods used in this training are lectures, question and answer discussions and demonstrations, and mentoring. The main resource persons for this training were the chairperson and members of the team proposing the application of science and technology for the community, namely 4 people, assisted by 1 student. The results of this local culture-based early childhood virtual art performance management training are very useful for teachers. It is felt that most teachers still lack the knowledge and skills to design virtual art performances for early childhood, and the training organized is very helpful for teachers in designing ideas for virtual art performances for early childhood.
Meta-Analysis of the Relationship Between Mathematics Learning and Cooperative Learning Models with the Object of Elementary School Students Dema Yulianto; Nur Ainun; Emy Yunita Rahma Pratiwi; Isfauzi Hadi Nugroho; Naila Fikrina Afrih Lia
Journal of Childhood Development Vol. 3 No. 1 (2023): Journal of Childhood Development
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Ma'arif (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jcd.v3i1.3271

Abstract

The purpose of this research is to determine the impact of the cooperative learning model on elementary school students' mathematics learning. Meta-analysis is the technique employed. The elementary school sample study, which covered experimental work using cooperative learning methods in math instruction, covered a range of 18 students. A coding sheet that compiles data and journal entries serves as the instrument in use. The average value of the effect, 0.39, falls into the large effect group according to an analysis of the overall effect's magnitude. The analysis's conclusions also demonstrate that the cooperative learning approach has an impact on math instruction at the primary school level.
GAME‘S APPLICATION: Learning Method Using Maze Game Media to Increase the Learning Outcomes of Early Childhood Students Dema Yulianto; Maryana; Sumarni Rumfot; Muhammad Ridhwan; Jasiah
Journal of Childhood Development Vol. 3 No. 2 (2023): Journal of Childhood Development
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Ma'arif (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jcd.v3i2.3365

Abstract

Student learning outcomes can measure the achievement of learning objectives, so increased learning outcomes can also determine the success of a lesson. Efforts to improve student learning outcomes can be made by implementing Classroom Action Research (CAR). Providing action in the form of a game-based learning approach using maze game media in classes where the learning process tends to be monotonous has the potential to be a solution to improving student learning outcomes. This action was carried out on class II students who had problems with low student learning outcomes. At the pre-cycle stage, the average grade II grade was only 51.6, and the classical completeness was only 40%. The action in applying a game-based learning approach using maze game media given to class II succeeded in increasing student learning outcomes in each cycle. In the first cycle, the average score was 68.3 and the classical learning mastery was 65.2%; in the second cycle, the average value was 78.3 and the classical learning mastery was 82.6%.
Basic Psychological Needs Satisfaction Mediates The Role of Work Climate and Early Childhood Education Teachers’ Intrinsic Work Motivation in Rural Areas Hanggara Budi Utomo; Dema Yulianto; Isfauzi Hadi Nugroho; Ridwan Ridwan; Duanty Syaharani
Journal of Educational, Health and Community Psychology Vol 12 No 2 June 2023
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.v1i2.25830

Abstract

One of the problems that has become a serious challenge in the world of education is improving the quality of education in rural areas, which is disadvantaged, outermost, and frontier. Teachers’ intrinsic work motivation is an important indicator of the quality of the teachers’ work to bring out qualified performance. This study aimed to investigate the role of basic psychological needs satisfaction as the mediator between work climate and intrinsic work motivation of early childhood education teachers in rural areas. A total of one hundred and seven early childhood education teachers participated in this research by filling out questionnaires on organizational climate, basic psychological needs satisfaction, and interest or pleasure questionnaires from the intrinsic motivation inventory. Data analysis techniques used IBM SPSS 22 and Smart PLS 3. The results of the study reveal that the work climate is a factor that influences basic psychological needs satisfaction and intrinsic work motivation. Furthermore, the results of the study also show that basic psychological needs satisfaction affects the intrinsic work motivation of teachers and becomes a factor that mediates the role of work climate on the intrinsic work motivation of early childhood education teachers in rural areas. Optimizing the mediating role of basic psychological needs satisfaction can bring a more positive atmosphere for the teacher's work climate, increasing the teacher's teaching assignments and work motivation. The results also show that basic psychological needs satisfaction affects the intrinsic work motivation of teachers and serves as a factor that mediates the role of work climate on the intrinsic work motivation of early childhood teachers in rural areas
Sosialisasi Strategi Learning by Doing Orang Tua untuk Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Hanggara Budi Utomo; Linda Dwiyanti; Epritha Kurnia Wati; Veny Iswantiningtyas; Dema Yulianto; Noviyanti Wahyugiharti
DEDIKASI PKM Vol. 4 No. 2 (2023): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dedikasipkm.v4i2.30152

Abstract

Permasalahan yang dihadapi orang tua sebagian besar kurang memiliki strategi yang baik untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk memberikan pengetahuan kepada orang tua siswa mengenai penerapan strategi peningkatan motivasi belajar anak melalui pendekatan learning by doing di MI Al-Hikmah Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat menggunakan pendekatan Participatory Action Research yang terdiri atas planning, action, dan evaluation yang menjadi alternatif penyelesaian masalah di lingkungan masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh orang tua/ wali murid siswa yang berjumlah 40 orang. Hasil kegiatan pengabdian antara lain: (1) hasil evaluasi kegiatan program pengabdian masyarakat  sudah relevan, sesuai, dan tersistem serta sudah sesuai dengan kebutuhan peserta dalam memahami materi kegiatan dengan prosentase 81,6% atau sangat baik; (2) hasil pemahaman tindak lanjut orang tua menunjukkan tingkat pemahaman orang tua dalam memahami strategi learning by doing dalam memotivasi belajar anak meningkat, sehinngga orang tua mampu menyelesaikan permasalahan motivas belajar anak secara bertahap, sistematis, dan berkesinambungan. Saran dari kegiatan pengabdian ini yaitu sekolah perlu melibatkan orang tua siswa dalam mendukung keefektifan belajar sehingga sekolah dan orang tua memiliki peran penting untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
DEVELOPING COGNITIVE ABILITY TO KNOW CONCEPT OF NUMBER 1–10 THROUGH NUMBERS EGG MEDIA IN CHILDREN AGED 3–4 YEARS: MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DALAM MENGENAL KONSEP BILANGAN 1 – 10 MELALUI MEDIA TELUR ANGKA PADA ANAK USIA 3 – 4 TAHUN MUKHLISH SAFITRI; INTAN PRASTIHASTARI WIJAYA; DEMA YULIANTO
incrementapedia Vol 2 No 1 (2020): Incrementapedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi PG-PAUD Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/incrementapedia.vol2.no01.a2513

Abstract

Cognitive ability to recognize the concept of numbers is very important to be introduced early on, so children are accustomed to easily solving simple problems related to numbers. The problem found by researchers is that children have difficulty when asked to numerate objects, numerically order numbers, and connect images of objects with numbers according to the amount. In an effort to address this problem, the educator introduces new media, namely the number egg media made from used materials and designed as attractive as possible so that students were motivated to learn. This study aims to determine whether there is cognitive development in recognizing the concept of numbers 1-10 in children aged 3-4 years in the Playgroup Al-hikmah Kweden Karangrejo Ngasem District Kediri Regency between before and after the action. The research method used is classroom action research conducted in three cycles. This research involved subjects of 3-4 years old children totaling 18 students. The analysis technique in this research is quantitative descriptive technique by comparing learning completeness between the time before and after the action. The results obtained in the first cycle of 50%, and in the second cycle of 63.8%, while in the third cycle of 81.9%. From the results of the study it can be concluded that through the egg media numbers can develop cognitive abilities in recognizing the concept of numbers 1-10 in children aged 3-4 years.
Mengembangkan Kemampuan Kognitif dengan Menyusun Pola Melalui Kegiatan Meronce Menggunakan Merjan di Kelompok B2 TK Dharma Wanita Ngampel Endang Sri Astutiana; Ridwan Ridwan; Dema Yulianto
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2087

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan anak yang berusia 4-7 tahun. Dengan adanya pendidikan anak usia dini dapat mengembangkan kemampuan dan kepribadian anak. Dalam sebuah pendidikan anak dapat mengetahui kemampuanya terutama kemampuan kognitif. Kemampuan kognitif meupakan salah satu aktivitas mental yang membuat suatu individu mampu menghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan peristiwa sehingga individu dapat mendapatkan pengetahuan dari peristiwa tersebut. Dengan adanya kemampuan kognitif anak usia dini dapat mengetahui kemampuan melalui kegiatan meronce . meronce merupakan suatu benda yang berlubang dan disusun dengan seikat benang dan dapat menghasilkan suatu rangkaian. Dengan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif dengan kegiatan meronce menggunakan media merjan serta dapat memotivasi anak di TK Dharma Wanita Ngampel kelurahan Ngampel kecamatan mojoroto kota Kediri Tahun Pelajaran 2022/2023. Metode pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 18 peserta didik dengan rincian 7 perempuan dan 11 laki-laki, peserta didik tersebut tergabung pada kelompok B2 TK Dharma Wanita Ngampel kelurahan Ngampel kecamatan Mojoroto kota Kediri. Penelitian ini dilakukan secara bertahap dengan dua siklus, menggunakan instrument pengumpulan data berupa lembar observasi guru dan anak, dokumentasi dan hasil belajar anak. setiap siklus dilaksanakan dalam satu pertemuan yang meliputi tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanan, tahap observasi, tahap refleksi. Sehingga hasil penelitian ini dalam proses pembelajaran dengan kegiatan meronce menggunakan merjan terbukti dapat mengembangkan kemampuan kognitif anak di kelompok B2 TK Dharma Wanita Ngampel kelurahan Ngampel kecamatan Mojotoro kota Kediri peresentase ketuntasan belajar setiap siklus mengalami peningkatan, pada siklus I memperoleh 72,2% sedangkan siklus II dan memperoleh 83,3%.
GAME‘S APPLICATION: Learning Method Using Maze Game Media to Increase the Learning Outcomes of Early Childhood Students Dema Yulianto; Maryana; Sumarni Rumfot; Muhammad Ridhwan; Jasiah
Journal of Childhood Development Vol. 3 No. 2 (2023): Journal of Childhood Development
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Ma'arif (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jcd.v3i2.3365

Abstract

Student learning outcomes can measure the achievement of learning objectives, so increased learning outcomes can also determine the success of a lesson. Efforts to improve student learning outcomes can be made by implementing Classroom Action Research (CAR). Providing action in the form of a game-based learning approach using maze game media in classes where the learning process tends to be monotonous has the potential to be a solution to improving student learning outcomes. This action was carried out on class II students who had problems with low student learning outcomes. At the pre-cycle stage, the average grade II grade was only 51.6, and the classical completeness was only 40%. The action in applying a game-based learning approach using maze game media given to class II succeeded in increasing student learning outcomes in each cycle. In the first cycle, the average score was 68.3 and the classical learning mastery was 65.2%; in the second cycle, the average value was 78.3 and the classical learning mastery was 82.6%.