Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PARENTING IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA SEBAGAI BUDAYA POSITIF Ridwan, Ridwan; Lestariningrum, Anik; Iswantiningtyas, Veny; Yulianto, Dema; Al-Fahmi, Sari Nadhifa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 1 No 4 (2023): JPMI Desember 2023
Publisher : CV Bayfa Cendekia Indonesia Bekerjasama dengan Jurusan/Program Studi Pendidikan Masyarakat FKIP Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jpmi.v1i4.119

Abstract

The aim of this community service activity is to provide assistance to PAUD Flamboyan Gs Campurejo, Kediri City in terms of implementing the independent curriculum in developing positive attitudes, culture and learning. The Independent Curriculum (IKM) is an educational approach that provides freedom in learning to students to enable children to develop their own interests and creativity through activities that are relevant to their daily lives. The method used in this PKM activity is to design the service implementation in three stages, the first is the preparation stage, implementation by distributing questionnaires and presenting parenting material in front of the parent class and the last stage is the evaluation stage and preparing a follow-up plan. The implementation of Community Service activities is packaged using lecture, discussion and individual consultation methods. Parenting activities as a parent class are a routine agenda to help understand how to care for young children and the synergies that can be carried out with educational units. For this reason, the community service program is to provide material that is presented during implementation activities with the concept of lectures on how to develop positive attitudes, culture and learning and efforts that can be made by parents involved in school programs as a way to overcome problems. There are discussions and consultations on children's growth and development.
Penyusunan Bahan Ajar Pengembangan Kognitif Melalui Pendekatan Iceberg Pada Anak Kelompok TK B Handayani, Aprilia Dwi; Yulianto, Dema; Samijo, Samijo; Devita Yohanie, Dian; Darsono, Darsono
Efektor Vol 7 No 2 (2020): Efektor Vol.7 No.2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v7i2.14994

Abstract

Salah satu perkembangan kognitif yang harus diperhatikan usia TK adalah kemampuan berhitung yang mencakup konsep penjumlahan dan pengurangan. Faktanya, tidak semua anak usia TK dapat memahami dengan baik konsep matematika yang disajikan dalam simbol matematika. Selain itu, sebagian anak usia TK masih mengalami kesulitan dalam menjumlahkan angka-angka secara abstrak. ada pula siswa yang kurang mampu menuliskan banyaknya benda dalam simbol angka. Oleh karena itu, untuk mendukung perkembangan kognitif anak kelompok TK B secara optimal diperlukan stimulan yang tepat dalam proses pembelajaran. Sehingga disusun sebuah bahan ajar yang berdasarkan pada teori Iceberg untuk mengembangkan kemampuan koginitif anak dalam konsep berhitung. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar untuk memperkenalkan konsep penjumlahan dan pengurangan bagi TK kelompok B dengan menggunakan pendekatan Iceberg. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dilaksanakan dalam tahapan 4D yaitu, define, design, develop dan disseminate. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahan ajar yang disusun termasuk dalam kategori layak dan dapat digunakan untuk menjadi bahan ajar penunjang pembelajaran berhitung pada anak usia TK
RUMAH PINTAR DALAM TAMAN BELAJAR MASYARAKAT (TBM) BERBASIS KEARIFAN LOKAL Setyowidodo, Irwan; Yulianto, Dema; Handayani, Aprilia Dwi
Jurnal Terapan Abdimas Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.804 KB) | DOI: 10.25273/jta.v3i2.2810

Abstract

Abstract. This study is based on the existence of community learning park (in Indonesian, it‟s called Taman Belajar Masyarakat/ TBM), which lacks the attention and participation of the community in the management and development. It supports the authors to study how empirical conditions of community park management and how to develop community learning parks by integrating local cultures and local wisdom. The method used is Participatory Rural Appraisal method and data collection techniques was done by interview, observation, and documentation study. The subject of the study was TBM "Daar ElFikr" Jambu . Based on preliminary studies, the empirical condition of TBM in the management is still traditional, the teenagers are still unfamiliar with the culture of reading and writing, inadequate information technology, the absence of documentation of the work, the lack of knowledge of cultural values of the village and the local wisdom of the young generation, against traditional games, as well as quite a number of less productive teenage figures. While the form of community participation in the management of TBM is still private social. Following a community-based approach through activities that integrate the local culture and wisdom of the community, it turns out that this can make a difference in TBM. For the program activities currently carried out include: 1) Implementation of writing classes are carried out periodically to be recorded and published in a book. 2) The creation of an online book catalog that provides information about books owned by TBM and the website contains information onTBM activities. 3) Documented traditional educative game CD containing life skill learning, such as mbubuan, dakon, ular tangga, gedrik, ular naga, paman dolit, wodowo, cublek-cublek suweng, sabrem, dan gobrak sodor. 4) Establishment of self-employment group. Abstrak. Kajian ini dilatarbelakangi adanya taman-taman belajar masyarakat (TBM) yang kurang mendapatkan perhatian maupun partisipasi masyarakat dalam pengelolaan maupun pengembangannya. Hal tersebut mendukung penulis untuk melakukan kajian bagaimana kondisi empiris pengelolaan taman bacaan masyarakat serta bagaimana pengembangan taman belajar masyarakat dengan mengintegrasikan budaya dan kearifan lokal masyarakat. Metode yang dipergunakan yaitu metode Participatory Rural Appraisal dan tehnik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjekpenelit ian adalah TBM “Gelaran Buku Daar El Fikr” Jambu. Berdasarkan kajian awal, kondisi empiris TBM dalam pengelolaan masih bersifat tradisional, minimnya budaya membaca dan menulis remaja desa, belum memadainya teknologi informasi, belum adanya dokumentasi hasil karya, kurangnya pengetahuan nilai-nilai budaya desa dan kearifan lokal generasi muda, tidak mengenalnya anak-anak terhadap permainan tradisional, serta cukup banyak angka kurang produktif remaja. Sedangkan bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan TBM masih bersifat sosial pribadi. Setelah dilakukan pendekatan berbasis masyarakat melalui kegiatan yang mengintegrasikan budaya dan kearifan lokal masyarakat, ternyata hal ini dapat memberikan perubahan di TBM. Untuk program kegiatan yang dilakukan saat ini diantaranya:1) Dilaksanakannya kelas menulis yang dilaksanakan secara periodik hingga dibukukan dan diterbitkan dalam sebuah buku. 2) Terciptanya katalog buku online yang memberikan informasi terkait buku-buku dimiliki TBM dan website memuat informasi kegiatan yang dilakukan TBM. 3) Terdokumentasikannya CD permainan edukatif tradisional yang mengandung pembelajaran ketrampilan hidup, yaitu : mbubuan, dakon, ular tangga, gedrik, ular naga, paman dolit, wodowo, cublek-cublek suweng, sabrem, dan gobak sodor. 4) Terbentuknya kelompok wirausaha mandiri 
PENGEMBANGAN KOMPETENSI PENDIDIK PAUD MELALUI DIKLAT KOMPETENSI SOSIAL Lestariningrum, Anik; Prastihastari W, Intan; Iswantiningtyas, Veny; Yulianto, Dema; Lailiyah, Nur; Kuntjojo, Kuntjojo
Jurnal Terapan Abdimas Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.632 KB) | DOI: 10.25273/jta.v4i2.4804

Abstract

Abstract. The objectives to be achieved through this activity are developing the competence of PAUD educators especially their social competencies. This is done in relation to the amount of input from PAUD educators who have difficulties in dealing with the work environment, communicating with colleagues as well as student guardians regarding the presence of PAUD educators who are considered young and have just graduated. The method that will be used in this activity is in the form of training, where participants will be provided with knowledge and learn to practice indicators that hold on to social competence. The training was held for 2 days, this was intended to enable participants to absorb knowledge and implement indicators of social competence through direct practice and independent assignments. Training results were analyzed by questionnaire showing very effective results of 3003, effective 2310, ineffective 1617, and very ineffective 924. Based on the results of the questionnaire calculation the total value was 3212 so it can be said that the implementation of training was very effective. In addition, there were many participants who wrote their suggestions and hopes so that the educator's competency training activities continued continuously. Abstrak. Tujuan yang akan dicapai melalui kegiatan ini yaitu mengembangkan kompetensi pendidik PAUD khususnya kompetensi sosialnya. Hal ini dilakukan terkait banyaknya masukan dari pendidik PAUD yang mengalami kesulitanm dalam hal berhubungan dengan lingkungan kerja, berkomunikasi dengan sejawat juga dengan wali murid terkait adanya pendidik PAUD yang dianggap masih muda dan baru lulus sarjana. Metode yang akan digunakan dalam kegiatan ini berupa diklat dimana peserta akan dibekali pengetahuan dan belajar mempraktekan indikator yang ada berpegangan dengan kompetensi sosial.  Diklat ini dilaksanakan selama 2 hari, hal ini dimaksudkan agar peserta mampu menyerap pengetahuan dan mengimplementasikan indikator kompetensi sosial melalui praktek langsung serta tugas mandiri. Hasil diklat dianalisis dengan angket menunjukkan hasil sangat efektif 3003, efektif 2310, tidak efektif 1617, dan sangat tidak efektif 924. Berdasarkan hasil penghitungan angket nilai total sebesar 3212 sehingga dapat dikatakan bahwa pelaksanaan diklat sangat efektif. Selain itu banyaknya peserta yang menuliskan saran serta harapannya supaya kegiatan diklat kompetensi pendidik terus dilakukan secara kontinyu.
Pengembangan Media Cocok (Counting Cookies) untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia 4-5 Tahun: Development of Suitable Media (Counting Cookies) to Improve The Numeracy Skills of Children Aged 4-5 Years Ardana, Cristin Dwi Novia; Widi Wulansari; Dema Yulianto
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i1.2524

Abstract

As a solution for preparing children for a higher level of education, numeracy skills must be advanced in early childhood education that requires educational tools that have an important role to support the improvement of children's numeracy skills. The reviewer's goal is to improve a teaching tool called COCOK (Counting Cookies) to develop the numeracy skills of four-five year old children. Of the 10 steps in Research and Development (R&D) that have been developed by Borg and Gall, the method used for this research uses 5 stages. In this study the trial used a quasi-experimental trial design and a small group of 20 subjects. The media that was tried out had gone through a validation test by 3 media experts and 3 material experts whose results were declared valid using the Aiken V formula. The validation instrument sheet from the results of the children's worksheets in pretest and posttest activities using the COCOK device ( Counting Cookies) is an information gathering instrument used in this study. Data analysis to examine the use of COCOK (Counting Cookies) media in improving numeracy skills using the Wilcoxon Test. The conclusion from the Wilcoxon test results is that the Asymp value is obtained. Sig. (2-tailed) of 0.012, so that it can be interpreted that there is actually a significant effect of the results of using COCOK (Counting Cookies) media for pretest and posttest (researcher's hypothesis is accepted). The influence given by COCOK media is a positive and significant impact. This is indicated by an increase in the posttest scores of 12 children.   ABSTRAK Sebagai solusi persiapan anak menuju ditingkat pendidikan yang lebih tinggi kemampuan berhitung harus dimajukan AUD bahwa diperlukan perangkat pendidikan yang mempunyai peran penting untuk mendukung peningkatan keterampilan berhitung anak. Tujuan pengkaji agar meningkatkan perangkat ajar yang bernama COCOK (Counting Cookies) guna mengembangkan kemampuan berhitung anak usia empat-lima tahun. Dari 10 langkah yang ada dii Research and Development (R&D)  yang sudah dikembangkan  Borg and Gall metode yang dimanfaatkan untuk penelitian ini menggunakan 5 tahapan. Dalam penelitian ini uji coba yang digunakan desain uji coba kuasi eksperimental dan kelompok kecil 20 subjek. Media yang diuji cobakan sudah melalui uji validasi oleh 3 ahli media dan 3 ahli materi yang hasilnya dinyatakan valid dengan menggunakan formula Aiken V. Lembar instrumen validasi dari hasil lembar kerja anak dalam kegiatan berhitung mula (pretest) dan setelah (posttest) menggunakan perangkat COCOK (Counting Cookies) merupakan intrumen pengumpulan informasi yang dimanfaatkan penelitian ini. Analisis data untuk memeriksa kegunaan media COCOK (Counting Cookies) dalam meningkatkan kemampuan berhitung memakai Uji Wilcoxon. Kesimpulan dari hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.012, sehingga bisa diartikan sebenarnya ada pengaruh yang signifikan dari hasil penggunaan media COCOK (Counting Cookies) untuk pretest dan posttest (hipotesis peneliti diterima). Pengaruh yang diberikan dari media COCOK adalah dampak yang positif dan signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai posttest dari 12 anak.
Optimalisasi Digital Marketing untuk Pemasaran Kuda Lumping sekaligus Pelestarian Seni Budaya Desa Karangrejo Kabupaten Kediri Yulianto, Dema; Puspitoningrum, Encil; Muarifin, Moch; Fathoni Firmansyah, Achmad; Sandi Pradana, Dimas
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v9i2.10586

Abstract

This article discusses the optimization of digital marketing as a means for marketing and preserving the art of kuda lumping in Karangrejo Village, Kediri District. The art of kuda lumping, which is a combination of dance, music, and spiritual elements, faces challenges in maintaining its existence in the midst of modernization. Limited digital knowledge and low exposure among craftsmen have caused this art to be marginalized. Through a community service program, intensive training and mentoring on digital marketing strategies were conducted. The results of this program showed a significant increase in digital knowledge and skills among artisans and youth organizations. In addition, the program succeeded in strengthening awareness of the importance of cultural preservation through digital media. The program also proved that with the support of technology, traditional arts can remain relevant and competitive in the modern market. This article emphasizes the importance of implementing digital marketing to support a culture-based creative economy. This model is expected to be adapted by other communities in Indonesia in an effort to preserve and promote traditional arts in the digital era.
Literasi Fisik dalam Pendidikan Jasmani Usia Anak-Anak pada Guru PJOK Sekolah Dasar Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk Kholis, Moh. Nur; Permana, Erwin Putera; Widodo, Agus; Setyaputri, Nora Yuniar; Pamungkas, Bima Kukuh Dwi; Azka, Vaza Deefath Az; Prayoga, Dwi Fany; Ramadhan, Aditya Sukma; Yuliana, Dewi; Yulianto, Dema
INSAN CENDEKIA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): INSAN CENDEKIA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/ic.v2i3.659

Abstract

Pendidikan jasmani merupakan suatu wadah pendidikan melalui aktivitas jasmani. Implementasi pendidikan jasmani yang keluar dari konsep kurikulum karena tuntutan anak untuk berprestasi dalam bidang olahraga tertentu dan semakin banyaknya spesialisasi olahraga sejak dini menimbulkan dampak negative terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di masa yang akan datang. Literasi fisik menjadi salah satu solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut, sehingga anak-anak maupun orang tua memiliki pemahaman yang lebih terkait dengan motivasi, kepercayaan diri, kompetensi fisik, serta pengetahuan dan pemahaman bagaimana bergerak sesuai dengan tingkat perkembangannya. Dengan metode workshop, program pengabdian pada masyarakat bertujuan menambah pengetahuan para guru sekolah dasar di Kecamatan Loceret dan bisa mengaplikasikan langsung ke peserta didiknya masing-masing.
Meta-Analysis of the Relationship Between Mathematics Learning and Cooperative Learning Models with the Object of Elementary School Students Dema Yulianto; Nur Ainun; Emy Yunita Rahma Pratiwi; Isfauzi Hadi Nugroho; Naila Fikrina Afrih Lia
Journal of Childhood Development Vol. 3 No. 1 (2023): Journal of Childhood Development
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Ma'arif (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jcd.v3i1.3271

Abstract

The purpose of this research is to determine the impact of the cooperative learning model on elementary school students' mathematics learning. Meta-analysis is the technique employed. The elementary school sample study, which covered experimental work using cooperative learning methods in math instruction, covered a range of 18 students. A coding sheet that compiles data and journal entries serves as the instrument in use. The average value of the effect, 0.39, falls into the large effect group according to an analysis of the overall effect's magnitude. The analysis's conclusions also demonstrate that the cooperative learning approach has an impact on math instruction at the primary school level.
Mengembangkan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Permainan Box and Board Colour pada Anak Desy Misnawati; Widi Wulansari; Dema Yulianto
Jurnal Pelita PAUD Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v5i1.1024

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan alat permainan edukatif box and board colour yang bermanfaat sebagai sarana meningkatkan kemampuan membaca permulaan bagi anak usia 4 – 5 tahun. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan mengadopsi langkah-langkah penelitian dari Borg dan Gall yang disederhanakan menjadi tiga tahap yaitu: pengumpulan data, desain produk, dan validasi desain. Analisis hasil validasi dilakukan dengan menggunakan rumus Aiken. Validasi Hasil penelitian ini sebagai berikut (1) menurut ahli materi, alat permainan edukatif box and board colour sesuai untuk pembelajaran membaca permulaan bagi anak usia 4 – 5 tahun, (2) menurut ahli media, alat permainan edukatif box and board colour tepat digunakan sebagai media pembelajaran bagi anak usia 4 – 5 tahun, (3) sesuai hasil validasi dari ahli materi dan media disimpulkan bahwa alat permainan edukatif box and board colour yang dihasilkan dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran meningkatkan kemampuan membaca permulaan bagi anak usia 4-5 tahun.
Kegiatan Melting Rainbow dalam Mengembangkan Kemampuan Mengenal Konsep Warna Yantik Aprilliasari; Dema Yulianto; Intan Prastihastari Wijaya
Jurnal Pelita PAUD Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v5i1.1160

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan dari pengamalan peneliti, bahwa rendahnya kemampuan kognitif dalam memahami konsep warna pada peserta didik kelompok A TK DW Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung Tahun Ajaran 2019/2020 kebanyakkan anak belum mampu memahami berbagai macam warna dan anak masih kesulitan dalam memilah warna. Guru selama ini menggunakan cara klasikal yaitu metode ceramah dan guru tidak pernah melakukan pengenalan warna melalui kegiatan bermain maupun eksplorasi. Hal tersebut mengakibatkan suasana kelas menjadi monoton, gaduh dan membosankan. Oleh sebab itu diperlu dilakukan pembelajaran yang menarik melalui kegiatan melting rainbow. Rencananya metode yang digunakan adalah PTK, subyeknya peserta didik kelompok A TK DW Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung Tahun Ajaran 2019/2020 berjumlah 13 peserta didik. Penelitian ini masih sampai pada tahap perencanaan yaitu menyusun RPPM, RPPH, dan media kegiatan melting rainbow. Kegiatan melting rainbow ini nantinya bisa mengembangkan kemampuan mengenal konsep warna, sehingga anak lebih mengerti tentang warna.