Claim Missing Document
Check
Articles

POTENSI CEMARAN BAKTERI Escherichia coli PADA LIMBAH CAIR RUMAH POTONG AYAM (RPA) TERHADAP LINGKUNGAN DI KOTA MAGELANG Alfian Syarifuddin; Fitriana Yuliastuti; Missya Putri Kurnia Pradani
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v13i1.11101

Abstract

Kualitas air secara biologis ditentukan oleh banyak parameter, antara lain parameter mikroba pencemar/ patogen. Bakteri Escherichia coli merupakan salah satu bakteri yang menjadi salah satu parameter kualitas suatu air. Jumlah kasus diare di Kota Magelang tahun 2014 mengalami kenaikan dibanding kasus diare tahun 2013, yaitu sebanyak 3.577 kasus dengan persentase sebesar 139,59% yang disebabkan oleh bakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya cemaran bakteri Escherichia coli dan mengetahui nilai Angka Lempeng Total (ALT) cemaran bakteri Escherichia coli pada air bilasan pada Rumah Potong Ayam (RPA) yang dapat berpotensi sebagai pencemar di lingkungan Kota Magelang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah cawar sebar dengan menggunakan media untuk pengujian adalah media TBX agar. Hasil penelitian menunjukkan adanya cemaran bakteri Escherichia coli yang melebihi 1x101CFU/ml pada air bilasan ayam pada beberapa RPA di Kota Magelang, yaitu 61,1% sampel uji atau sekitar 11 tempat sampling dari total sebanyak 18 tempat pemotongan ayam. Hasil tersebut menunjukkan bahwa air hasil bilasan tersebut dapat berpotensi sebagai salah satu sumber cemaran bakteri Escherichia coli pada daging ayam dan air tanah lingkungan sekitar pembuangan limbah air bilasan. Hanya terdapat 38,9% dari 18 RPA masih memenuhi ambang batas cemaran bakteri Escherichia coli. Oleh karena itu, perlu adanya langkah-langkah strategis berikutnya, yaitu pengolahan air limbah RPA dengan proses biofilter, serta dapat disosialisasikan terkait cara mengolah daging yang benar.
Kegiatan Literasi pada Ibu PKK Dusun Bendan Sawangan Magelang dalam Rangka Meningkatkan Penggunaan Obat secara Rasional Widarika Santi Hapsari; Fitriana Yuliastuti; Alfian Syarifuddin; Ni Made Ayu Nila Septianingrum
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 2 (2020): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v5i2.3642

Abstract

Self-medication activities are part of the community's efforts to take care of their health. Gevaarlijk and antibiotics are types of drugs that can only be obtained by prescription from a doctor. Both types of these drugs should not be stored because their use must be under the supervision and has the potential to cause bacterial resistance related to the use of antibiotics. Based on Riskesdas 2013, there are still many people who store gevaarlijk and antibiotics for self-medication. This shows the irrational use of drugs. Community service activities aim to improve knowledge and skills in the use of rational medicine. The method used is the Community-Based Interactive Approach method in which participants play an active role in activities. This participation is important to practice the ability and skill in solving problems. Activities carried out through counseling about the use of rational drugs and antibiotics, then continued with training and assistance for the rational use of drugs and antibiotics. End result of this activity is expected that the community will be able to apply rational drug use and disseminate this information to the wider community.
Empowerment of human resources in the plantation sector in Tegalsari Hamlet, Magelang Regency Fitriana Yuliastuti; Devi Pujiyanti; Laela Safitri; Azizah Nur Rafa K. A.; Fadhil Lutfian; Bagus Sampurno; Zulfikar Bagus Pambuko; Lintang Muliawanti
Community Empowerment Vol 7 No 6 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.464 KB) | DOI: 10.31603/ce.5678

Abstract

It is necessary to develop community empowerment initiatives in the Covid era, one of which entails holding workshops on the use of garden medicinal herbs. Socialization and workshop in this program is aimed at increasing the empowerment of rural communities in optimizing garden yields and independent, creative, and innovative entrepreneurship for the people of Dusun Tegalsari. When evaluation and monitoring were carried out a month following the program, the training activities went smoothly and successfully. As a result, there is an increase in public knowledge of the use of medical plant cultivation to boost income through the development of new products.
Analisis Perencanaan Obat Dengan Metode ABC di Instalasi Farmasi Rsud Muntilan Periode Tahun 2013 Hesti Krisnaningtyas; Fitriana Yuliastuti; Tiara Mega Kusuma
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v1i1.56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran proses perencanaan obat di Instalasi Farmasi RSUD Muntilan dengan menggunakan metode ABC. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif terhadap data sekunder yang berupa data item obat, jumlah pemakaian obat dan estimasi biaya di Instalasi Farmasi RSUD Muntilan periode bulan Oktober-Desember tahun 2013. Dengan menggunakan metode ABC, hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk daftar obat Askes diperoleh 52 item obat termasuk kelas A, 70 item obat termasuk kelas B, 150 item obat termasuk kelas C, dari total 272 item obat. Sedangkan untuk obat Jamkesmas diperoleh 14 item obat termasuk kelas A, 14 item obat termasuk kelas B, 154 item obat termasuk kelas C, dari total 182 item obat. Penetapan kebutuhan obat menggunakan analisa ABC dapat dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek dalam perencanaan obat di rumah sakit yaitu standarisasi obat atau formularium, anggaran, pemakaian periode sebelumnya, stok akhir dan kapasitas gudang, lead time dan stok pengaman, jumlah kunjungan dan pola penyakit dan standar terapi.
Penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Kota Magelang Elmiawati Latifah; Prasojo Pribadi; Fitriana Yuliastuti
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v2i1.182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan standar pelayanan kefarmasian di Apotek Kota Magelang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah apotek di Kota Magelang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bertujuan menggambarkan atau mendeskripsikan pelaksanaan pelayanan kefarmasian di Kota Magelang. Data penelitian diperoleh dari kuesioner kemudian dilakukan observasi pada 15 apotek di Kota Magelang. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa 54% Apotek memiliki lebih dari 1 apoteker, 80% apotek memiliki lebih dari 1 tenaga teknis kefarmasian, 26% memiliki lebih dari 2 tenaga non kefarmasian, 80% apoteker datang setiap hari ke apotek (6 jam/ hari), 60% Apoteker pernah mengikuti pelatihan kefarmasian, 53% apotek melakukan pemeriksaan resep, 80% Apoteker dan 20% Tenaga Teknis Kefarmasian melakukan dispensing,73% apotek melaksanakan Pelayanan Informasi Obat (PIO) dengan lengkap, 60% apotek melakukan pencatatan dengan lengkap, 76% melakukan pengarsipan dengan lengkap dan 100% apotek melakukan pelaporan narkotika dan psikotropika secara reguler setiap bulan. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan penerapan standar pelayanan kefarmasian di Apotek Kota Magelang.
Evaluasi Pelayanan Apotek Berdasarkan Indikator Pelayanan Prima Di Kota Magelang Periode 2016 Fitriana Yuliastuti; Heni Lutfiyati
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v2i1.183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan standar pelayanan kefarmasian di apotek berdasarkan Indikator Pelayanan Prima di Kota Magelang periode 2016. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, pengambilan data menggunakan metode Cross Sectionals Survey . Responden dalam penelitian ini adalah apoteker yang bersedia mengisi koesioner yang merupakan instrument penelitian ini. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan atau mendiskripsikan karakteristik setiap variable penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Standar Pelayanan Kefarmasian di apotek berdasarkan Indikator prima sudah dilaksanakan dengan baik oleh apoteker- apoteker di Kota Magelang dengan jumlah score 84,7.
Pelaksanaan Konseling Oleh Apoteker Di Apotek Kecamatan Temanggung Heni Lutfiyati; Fitriana Yuliastuti; Puspita Septie Dianita
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v2i1.184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan konseling oleh apoteker di apotek Kecamatan Temanggung. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Responden dalam penelitian ini adalah apoteker di Kecamatan Temanggung yang telah melaksanakan konseling pasien dan bersedia mengisi kuesioner yang merupakan instrumen penelitian ini. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bertujuan menggambarkan atau mendiskripsikan pelaksanaan konseling di apotek kecamatan Temanggung. Data penelitian diperoleh dari kuesioner yang disebarkan kepada apoteker pengelola apotek di kecamatan Temanggung. Dari 12 apoteker pengelola apotek di kecamatan Temanggung hanya 9 apoteker yang bersedia dijadikan sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100,00% apoteker melaksanakan konseling kepada pasien, 100,00% pemberian konseling penting, 100,00% beralasan untuk meningkatkan kepatuhan pasien, 55,56% melaksanakan konseling 5-10 menit, 100,00% apoteker tertarik melakukan konseling, 55,56% mengalami hambatan, 20,00% hambatan yang dialami yaitu kurangnya pengetahuan, 88,89%% pasien menanyakan besaran dosis, waktu penggunaan obat dan lama penggunaan obat, 100,00% menggunakan sumber informasi obat, 66,67% searching internet dalam pemberian konseling, 11,11% melakukan pendokumentasian, 11,11% membuat catatan pengobatan untuk pelanggan, 100,00% berharap kepatuhan pasien meningkat sehingga terapi dapat tercapai. Kesimpulan pelaksanaan konseling oleh apoteker di apotek Kecamatan Temanggung 88,89% tergolong baik
Analisis Perencanaan Obat BPJS Dengan Metode Konsumsi di Instalasi Farmasi RSUD Tidar Kota Magelang Periode Juni-Agustus 2014 Lailatul Murtafiah; Fitriana Yuliastuti; Imron Wahyu Hidayat
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v1i2.226

Abstract

Pengelolaan merupakan serangkaian kegiatan yang salah satu prosesnya adalah perencanaan. Perencanan adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk menyusun kebutuhan obat yang tepat dan sesuai kebutuhan untuk mencegah terjadinya kekurangan ataupun kelebihan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran proses perencanaan obat di Instalasi Farmasi RSUD Tidar Kota Magelang dengan menggunakan metode konsumsi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif terhadap laporan jumlahpemakaian dan sisa obat BPJS di InstalasiFarmasi RSUD Tidar Kota MagelangPeriodeJuni- Agustus 2014. Dengan menggunakan metode konsumsi, hasil penelitian menunjukkan bahwa 166 item pengadaan dan 48 item tidak diadakan. Buffer stock yang digunakan adalah 30%, sedangkan lead time 7 hari. Pemakaian rata-rata terbesar adalah RL sebanyak 16.321 plabot. Perbandingan dengan perencanaan RSUD Tidar Kota Magelang 61% sesuai dengan perencanaan dan 39% tidak sesuai dengan perencanaanpenelitian. Penetapan kebutuhan obat menggunakan analisa konsumsi dapat dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek dalam perencanaan obat di rumah sakit yaitu standarisasi obat atau formularium, anggaran, pemakaian periode sebelumnya, stok akhir dan kapasitas gudang, lead time dan stok pengaman, jumlah kunjungan dan pola penyakit dan standar terapi
POLA PENGOBATAN HIPERTENSI PADA PASIEN LANSIA DI PUSKESMAS WINDUSARI KABUPATEN MAGELANG Heni Lutfiyati; Fitriana Yuliastuti; Arrum Khotimah
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 3 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v3i2.1726

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pola peresepan pasien hipertensi pada pasien lanjut usia. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan metode deskriptif dan pengambilan data secara retrospektif .Subyek penelitian adalah resep pasien hipertensi lanjut usia di Puskesmas Sawangan kabupaten Magelang periode desember 2015 sampai maret 2016.. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah resep dan rekam medis pasien hipertensi lansia di Puskesmas Sawangan. Hasil penelitian dengan menggunakan sampel sebanyak 189 sampel, berdasarkan jenis kelamin, perempuan 59.79% dan laki-laki 40.21%. Berdasarkan umur 72.49% usia 60-74 tahun, 23.28% usia 75 -84 tahun dan 4.23% usia > 85 tahun. Total resep pasien hipertensi lansia adalah 189 resep dengan jumlah item obat hipertensi 255 obat dan obat non hipertensi 353 obat. Rata – rata item per lembar resep pada pasien hipertensi lansia 3.22 item per lembar resep. Peresepan tunggal lebih banyak dari pada kombinasi yaitu sebesar 76.72%. Obat anti hipertensi paling banyak diresepkan adalah golongan ACEI 61.81%,. Golongan ACEI diresepkan paling banyak adalah captopril sebanyak 79.31%. Kombinasi obat antihipertensi yang paling banyak diresepkan adalah kombinasi ACEI dan diuretik sebanyak 84.10%.
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN UMUM RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN INFORMASI OBAT DI INSTALASI FARMASI BALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT (BKPM) MAGELANG PERIODE FEBRUARI 2016 Afif Tia Fatmawati; Fitriana Yuliastuti; Widarika Santi Hapsari
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v4i1.2585

Abstract

Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperoleh setelah pasien membandingkannya dengan apa yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien umum rawat jalan terhadap kualitas pelayanan informasi obat di instalasi farmasi Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Magelang periode Februari 2016.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengambilan sampel dengan Purposive Sampling. Data dikumpulkan dari 50 responden melalui pengisian kuesioner pada bulan Februari 2016.Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kehandalan, ketanggapan, keyakinan, empati, dan fasilitas berwujud. Data yang diperoleh diolah dengan program Microsoft Excel dan dianalisis dengan membandingkan persepsi kenyataan dengan harapan yang digambarkan dalam Diagram Kartesius. Berdasarkan dari hasil penelitian mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebesar 54%, berdasarkan usia yang terbanyak 21 – 35 tahun dengan persentase sebesar 46%, berdasarkan pendidikan terakhir mayoritas perguruan tinggi/ akademi sebesar 46%, sedangkan berdasarkan pekerjaannya mayoritas bekerja pegawai negeri sipil dengan persentase sebesar 30%, kemudian mayoritas rata – rata penghasilan lebih dari Rp 3.000.000,00 dengan persentase sebesar 56%, hubungan dengan pasien mayoritas untuk diri sendiri dengan persentase sebesar 66% dan frekuensi kedatangan ke apotek mayoritas lebih dari 5 kali sebesar 64%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh variabel independen yaitu kualitas pelayanan meliputi kehandalan, ketanggapan, keyakinan, empati, dan fasilitas berwujud terhadap variabel dependen yaitu kepuasan pasien.Pasien merasa puas dengan pelayanan informasi obat di Instalasi farmasi Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Magelang.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Purnomo Achmad Purnomo Afif Tia Fatmawati Ageng Budi Wicaksono Agusta, Herma Fanani Alfansuri Mualana Rusli Alfian Syarifuddin Anggara Restu Aji Anggraeni, Dita Putri Arbinendra Fajar Sidiq Arrum Khotimah Ashichach Indraswari Athia Fidian Azizah Nur Rafa K. A. Azizah, Bilqis Rahil Azzahra, Adinda Laila Bagus Sampurno Bunga, Cut Dewi Della Ayu Safitri Devi Pujiyanti Dimas Satria Putra Santoso Esah Meinitasari Fadhil Lutfian Farihah Abghi Rusyda Fatmawati, Afif Tia Hapsari, Widarika Santi Hapsari, Widarika Shanti Heni Lutfiyati Heni Lutfiyati, Heni Herma Fanani Agusta Hesti Krisnaningtyas Hesti Krisnaningtyas, Hesti Hidayat, Imron Wahyu Ika Junia Safitri Imron Wahyu Hidayat Imron Wahyu Hidayat Kartika Wijayanti Kartikawati, Nurfina Dian Khotimah, Arrum Kusumawati, Zulda Sarah Laela Safitri Lailatul Murtafiah Lilik Kurniati Lina Anggraini Lina Anggraini Lintang Muliawanti Mahato, Roshan Kumar Marisa Dwi Fitria Andini Missya Putri Kurnia Pradani Missya Putri Kurnia Pradani Missya Putri Kurnia Pradani Misya Putri Kurnia Pradani Muhammad Kholiq Murtafiah, Lailatul Murti, Nanda Ferlita Mustika Mustika Naruralita, Irda Iriani Ni Made Ayu Nila S Ni Made Ayu Nila Septianingrum Ni Made Ayu Nila Septianingrum Ni Made Ayu Nila Septianingrum Nila S, Ni Made Ayu Nurfina Dian Kartikawati Nurkhayati, Nurkhayati Nurul Umi Salamah Nuryanto Nuryanto Pamungkas Budi Handoyo Paramithasari, Shanti Putri Prabandaru Esthi Pudyawanti Pradani, Missya Putri Kurnia Prasojo Pribadi Purnomo, Achmad Puspita Septie Dianita Puspita Septie Dianita, Puspita Septie Rafliyanto Rafliyanto Ratfika Nurjanah Rianawati, Luluc Risty Wisma Oktaberliani Riswaka Sudjaswadi Riswaka Sudjaswadi Rusyda, Farihah Abghi Sandra Andri Liana Santoso, Dimas Satria Putra Saputri, Chelsy Sumardi Sari, Dela Puspita Septiandani, Zunna Septianingrum, Ni Made Ayu Nila Setiyo Budi Santoso Setiyo Budi Santoso Sodiq Kamal Sodiq Kamal Stephen Yustianto Pribadi Sudjaswadi, Riswaka Syarifuddin, Alfian Tiara Mega Kusuma Tria Mardiana Ummu Kaltsum Wicaksono, Ageng Budi Widarika Santi Hapsari Widyawati, Restu Yulaikah, Ariska Zulfikar Bagus Pambuko