Claim Missing Document
Check
Articles

COMPARISON BETWEEN PHYSICAL AND NON-PHYSICAL WORK ENVIRONMENT IN PBF X YOGYAKARTA Ni Made Ayu Nila Septianingrum; Fitriana Yuliastuti
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v6i2.2732

Abstract

The convenience of working for employees is one of the keys to success for the company. If employees feel comfortable, their work productivity will increase and have a positive impact on the company. One factor that can provide comfort to employees is the work environment. The work environment is dividing into a physical work environment and a non-physical work environment. This study aims to determine the comparison of physical and non-physical work environments in PBF X in Yogyakarta. The method used is descriptive-analytic, with a cross-sectional approach and using saturated samples. Primary data were obtained by distributing questionnaires to all 25 PBF X employees. Data were processed using Microsoft Excel and presented in tables, diagrams, and descriptive (narrative) forms. The results obtained show a comparison of the mean value of the non-physical work environment is 3.0, and the mean value of the physical work environment is 2.8. The highest mean value in the non-physical work environment is about overtime salaries, while in the physical work environment, selecting paint colors at workplaces appropriate. The conclusion obtained that the non-physical work environment is more influential on respondents doing work in PBF X than the physical work environment. The company or PBF X needs to evaluate to create a comfortable physical work environment for employees so that the working atmosphere can increase company productivity
Baking Soda and Peroxide Formulation as Dental Whitening Gel Herma Fanani Agusta; Alfian Syarifuddin; Fitriana Yuliastuti; Misya Putri Kurnia Pradani
Urecol Journal. Part D: Applied Sciences Vol. 1 No. 1 (2021): January - June
Publisher : Konsorsium LPPM Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.019 KB) | DOI: 10.53017/ujas.56

Abstract

Indonesian society began to make appearance as a primary need. Appearance becomes important for middle and upper social classes which reaches 60-70% in Indonesia. Researchers are trying to find a combination formula of two teeth whitening ingredients (Baking Soda and Peroxide). The study uses an experimental method, which is to make a dental gel with variety of gradient constituent formulas, including F1, F2, F3, F4, and F5. F5 is the most optimal formula with best stability test results among other. F5 with Peroxide concentration of 30% had teeth whitening activity of 38% by two months in vitro test on adult teeth samples.
An Overview Of Community Behavior Regarding The Prevention Of Corona Virus Disease In Temanggung District Farihah Abghi Rusyda; Fitriana Yuliastuti; Elmiawati Latifah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.423 KB)

Abstract

Pengetahuan masyarakat tentang pencegahan Covid 19 masih kurang, begitu pula dengan sikap dan tindakan masyarakat terhadap pencegahan Covid 19 yang belum optimal sehingga kasus positif Covid 19 terus bertambah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku masyarakat terhadap pencegahan Covid 19 yang meliputi pengetahuan, sikap, dan tindakan di Kabupaten Temanggung. Penelitian ini dilakukan pada masyarakat Kabupaten Temanggung. Data diambil dengan cara survei online dengan teknik random sampling. Kriteria responden adalah masyarakat yang berusia >18 tahun, masyarakat yang tinggal di Kabupaten Temanggung, masyarakat yang bukan merupakan tenaga kesehatan atau mahasiswa kesehatan, dan masyarakat Kabupaten Temanggung yang memiliki akses internet. Penelitian ini memperoleh sejumlah 404 responden dengan menggunakan kuesioner online. Analisis data yang dilakukan menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat dinilai baik (59%) dengan sikap yang positif (82%), dan tindakan masyarakat yang dinilai sudah baik (54%).
TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU SWAMEDIKASI MASYARAKAT PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KOTA MAGELANG Ageng Budi Wicaksono; Fitriana Yuliastuti; Ni Made Ayu Nila S
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.042 KB) | DOI: 10.26753/jfks.v2i1.750

Abstract

World Health Organization (WHO) mendefinisikan swamedikasi atau pengobatan sendiri sebagai pemilihan dan penggunaan obat oleh seseorang (atau anggota keluarganya) untuk mengobati kondisi atau gejala yang dikenali atau didiagnosis sendiri. Penelitian menyebutkan bahwa tingkat pengetahuan dan perilaku antara mahasiswa kesehatan dan non kesehatan memiliki perbedaan yang signifikan. Kurangnya pengetahuan, penyakit yang awalnya ringan menjadi berat dan dapat mengancam keselamatan jiwa. Penelitian menyatakan bahwa masyarakat memiliki upaya untuk mengatasi masalah kesehatan dengan melakukan swamedikasi. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross-sectional, dimana variabel pada objek penelitian diukur atau dikumpulkan secara serentak dalam satu waktu bersamaan, dan tidak ada pengukuran lanjutan terhadap responden. Data dalam penelitian ini berasal dari pengetahuan dan perilaku swamedikasi masyarakat pada masa pandemi COVID-19 di Kota Magelang. Data yang diperoleh dari sampel penelitian selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif dan kemudian diinterpretasikan. Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Magelang yang pernah melakukan swamedikasi pada masa pandemi COVID-19 dengan jumlah 100 orang responden. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa jenis penyakit yang pernah diobati oleh masyarakat di Kota Magelang pada saat pandemi COVID-19 dengan menggunakan swamedikasi adalah sakit kepala (64%), nyeri (48%), batuk (41%), dan demam (41%). Hal ini disebabkan karena swamedikasi dalam masyarakat sering dilakukan untuk mengatasi penyakit-penyakit ringan Tingkat pengetahuan swamedikasi masyarakat Kota Magelang pada masa pandemi COVID-19 tergolong sedang. Perilaku swamedikasi masyarakat Kota Magelang pada masa pandemi COVID-19 dikategorikan cukup baik.
Potensi antibiotik fraksi etil asetat ekstrak etanol bunga pepaya jantan (Carica papaya L) Dimas Satria Putra Santoso; Ni Made Ayu Nila Septianingrum; Fitriana Yuliastuti
Borobudur Pharmacy Review Vol 1 No 2 (2021): August-Dec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bphr.v1i2.4809

Abstract

Penyakit infeksi terjadi karena adanya interaksi dengan mikroba yang menyebabkan kerusakan pada tubuh dan menimbulkan berbagai gejala penyakit dan pemberian terapi yang tidak tepat dapat menimbulkan resistensi antibiotik. Potensi antibiotik dari alam sangat banyak contohnya berasal dari Bunga papaya jantan (Carica Papaya L). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi aktivitas antibiotik yang berasal dari bunga pepaya jantan yang di uji kepada bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dalam bentuk fraksi etil asetat ekstrak etanol dan n-heksan, serta dianalisi menggunakan GC-MS untuk mengetahui senyawa yang dimilikinya. Metode Ekstraksi yang digunakan ialah maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Hasill fraksinasi diuji menggunakan GC-MS dan Kadar Hambat Minimum (KHM). Hasil dari pengujian GC-MS diperoleh senyawa E-Citral yang memiliki persentase kemiripan sebesar 49%, Linalool 87%, 2-Methoxy-4-vinylphenol 87%. Hasil uji KHM (konsentrasi 2,5%, 5%, 10%, 20%, dan 40%) menunjukkan tidak terdapat daya hambat pada bakteri Escherichia coli, namun pada konsentrasi 5% terdapat daya hambat minimum pada bakteri Staphylococcus aureus. Hasil statistik KHM ialah sig 0,011 (<0,05) artinya terdapat perbedaan signifikan diameter zona hambat di masing-masing seri konsentrasi dengan kontrol perlakuan.
Evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien fraktur terbuka di instalasi rawat inap bedah tahun 2019 Lilik Kurniati; Widarika Santi Hapsari; Fitriana Yuliastuti; Heni Lutfiyati
Borobudur Pharmacy Review Vol 1 No 1 (2021): January-June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bphr.v1i1.4862

Abstract

Antibiotik profilaksis merupakan antibiotik yang digunakan untuk mengatasi pasien yang mempunyai peluang besar terkena infeksi yang dapat menimbulkan dampak buruk bagi pasien dan dapat digunakan juga untuk pasien yang belum terkena infeksi. Pembedahan fraktur terbuka dengan jenis operasi merupakan pilihan untuk penggunaan antibiotik profilaksis. Tujuaan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien tulang fraktur terbuka di instalasi rawat inap bedah orthopaedi di RS X Magelang tahun 2019. Metode dalam melakukan penelitian ini adalah penelitian non-eksperimental dengan pengambilan data secara retrosprektif pada populasi pasien yang menjalani bedah orthopedi patah tulang fraktur terbuka dan menggunakan antibiotik profilaksis. Data dianalisis secara deskriptif dengan parameter tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat waktu pemberian dan efek samping. Hasil analisis evaluasi rasionalitas ketepatan penggunaan antibiotik profilaksis pada fraktur terbuka berdasarkan Role of Prophylactic Antibiotics in Orthopaedics : Current Concpet (2017), Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik (Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2406/Menkes/Per/Xii/2011), Pharmacotherapy Handbook Ninth Edition, IONI(2017), Clinical Practice Guidelines for Antimicrobial Prophylaxis in Surgery dan WHO (2016) bahwa tepat indikasi 3,57 %, tepat obat 3,57%, tepat pasien 3,57 %, tepat dosis 85,72%, tepat waktu pemberian 96,42%, wapada efek samping 100%.
Hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku penggunaan antibiotik masyarakat Esah Meinitasari; Fitriana Yuliastuti; Setiyo Budi Santoso
Borobudur Pharmacy Review Vol 1 No 1 (2021): January-June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bphr.v1i1.4869

Abstract

Tingginya kejadian infeksi menyebabkan antibiotik menjadi pilihan pertama dalam mengatasi infeksi yang akan berdampak pada meningkatnya angka penggunaan antibiotik di masyarakat luas. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menurunkan efektivitas antibiotik yang akan menyebabkan resiko buruk seperti resistensi antibiotik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan tingkat perilaku penggunaan antibiotik, mengetahui hubungan karakteristik sosio-demografi responden terhadap tingkat pengetahuan antibiotik, serta mengetahui ada tidaknya hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku penggunaan antibiotik. Sampel dalam penelitian ini adalah 124 masyarakat dusun batur. Metode Penelitian menggunakan pendekatan cross sectional Study. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan kuesioner tertutup. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas masyarakat di Dusun Batur memiliki tingkat pengetahuan antibiotik dalam kategori kurang (50,0%). Tingkat perilaku penggunaan antibiotik termasuk kategori cukup (55,65%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan yang searah antara pendidikan terakhir terhadap tingkat pengetahuan dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 dan arah korelasi positif sebesar 0,294. Sedangkan hasil uji Korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan signifikan yang searah antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku penggunaan antibiotik Masyarakat Dusun Batur dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan arah korelasi positif sebesar 0,528.
Formulasi dan evaluasi gel ekstrak bunga pepaya jantan (Carica papaya l) dengan variasi konsentrasi hpmc dan karbopol Prabandaru Esthi Pudyawanti; Tiara Mega Kusuma; Fitriana Yuliastuti
Borobudur Pharmacy Review Vol 1 No 2 (2021): August-Dec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bphr.v1i2.4875

Abstract

Tingginya kejadian infeksi Bunga papaya jantan banyak digunakan untuk berbagai pengobatan tradisional. Bunga pepaya jantan mengandung senyawa antibakteri seperti tanin, alkaloid, flavonoid, terpenoid, dan saponin. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui formulasi gel ekstrak bunga pepaya jantan (Carica Papaya L) dengan variasi konsentrasi HPMC dan Karbopol. Formula gel estrak bunga papaya jantan dibuat menjadi 4 formula dengan 2 variasi konsentrasi. Masing-masing formula dibuat dan dilakukan uji sifat fisik yang meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar dan daya lekat. Analisis data menggunakan metode desain faktorial pada perangkat lunak Design Expert . Hasil penelitian ini menunjukan formula gel yang optimum pada HPMC 1% dan Karbopol 1% yaitu formula 1 dengan karakteristik berwarna kuning kecoklatan, homogen, bau khas ekstrak bunga papaya jantan, dan tekstur kental. Nilai pH 5.46, viskositas 257 dPa.S, daya sebar 9.6 cm, daya lekat 4.62 detik.
Tingkat kepuasan pasien umum rawat jalan Instalasi Farmasi Rumah Sakit Lestari Raharja Kota Magelang Marisa Dwi Fitria Andini; Herma Fanani Agusta; Fitriana Yuliastuti
Borobudur Pharmacy Review Vol 1 No 2 (2021): August-Dec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bphr.v1i2.4878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien umum rawat jalan terhadap kualitas pelayanan Instalasi Farmasi Rumah Sakit Lestari Raharja dengan populasi pasien umum non BPJS usia 20-65 tahun menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan metode servqual (service quality) yang terdiri dari lima dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy. Data diolah dan dianalisis dengan membandingkan harapan konsumen dengan realita pelayanan informasi obat yang digambarkan dalam bentuk diagram kartesius. AHasil penelitian menunjukkan mayoritas atribut pemetaan pada Kuadran II diagram kartesius dimana responden merasa puas dan menganggap penting beberapa aspek layanan. Secara keseluruhan kualitas pelayanan obat di Instalasi Farmasi rawat jalan RS Lestari Raharja Kota Magelang Periode Maret 2018 termasuk dalam kategori puas.
Gambaran ketersediaan obat dengan e-purchasing untuk pasien program rujuk balik di apotek Wonosari periode desember 2020 Della Ayu Safitri; Fitriana Yuliastuti; Setiyo Budi Santoso
Borobudur Pharmacy Review Vol 2 No 1 (2022): January-June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bphr.v2i1.5687

Abstract

Apotek merupakan fasilitas kesehatan pertama dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit kronik di era berjalannya program jaminan kesehatan. Upaya untuk memperkecil nilai penderita penyakit kronik dengan memantau ketersediaan obat untuk pasien program rujuk balik untuk meningkatkan efek terapi. Tujuan dari penelitian ini mengetahui gambaran ketersediaan obat secara E-purchasing di Apotek untuk pasien program rujuk balik. Jenis penelitian yang dilakukan pada penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan melihat dokumentasi data sekunder tentang ketersediaan obat denga e-purchasing, wawancara dengan apoteker guna untuk memperkuat hasil penelitian. Hasil penelitian yang diperoleh dari Apotek Wonosari menunjuka bahwa tingkat ketersediaan obat di Apotek Wonosari masih rendah (17,3%). Ketersediaan obat PRB di apotek belum mencukupi kebutuhan peserta PRB. Kekosongan obat sebagian besar disebabkan karena kekosongan dari distributor. Untuk menghindari pasien tidak mendapatkan obat, apotek meminjam obat dari Apotek Kimia Farma lain atau mengurangi jumlah obat yang diberikan kepada pasien. Peserta PRB yang paling sering mengalami kekurangan obat adalah pasien hipertensi.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Purnomo Achmad Purnomo Afif Tia Fatmawati Ageng Budi Wicaksono Agusta, Herma Fanani Alfansuri Mualana Rusli Alfian Syarifuddin Anggara Restu Aji Anggraeni, Dita Putri Arbinendra Fajar Sidiq Arrum Khotimah Ashichach Indraswari Athia Fidian Azizah Nur Rafa K. A. Azizah, Bilqis Rahil Azzahra, Adinda Laila Bagus Sampurno Bunga, Cut Dewi Della Ayu Safitri Devi Pujiyanti Dimas Satria Putra Santoso Esah Meinitasari Fadhil Lutfian Farihah Abghi Rusyda Fatmawati, Afif Tia Hapsari, Widarika Santi Hapsari, Widarika Shanti Heni Lutfiyati Heni Lutfiyati, Heni Herma Fanani Agusta Hesti Krisnaningtyas Hesti Krisnaningtyas, Hesti Hidayat, Imron Wahyu Ika Junia Safitri Imron Wahyu Hidayat Imron Wahyu Hidayat Kartika Wijayanti Kartikawati, Nurfina Dian Khotimah, Arrum Kusumawati, Zulda Sarah Laela Safitri Lailatul Murtafiah Lilik Kurniati Lina Anggraini Lina Anggraini Lintang Muliawanti Mahato, Roshan Kumar Marisa Dwi Fitria Andini Missya Putri Kurnia Pradani Missya Putri Kurnia Pradani Missya Putri Kurnia Pradani Misya Putri Kurnia Pradani Muhammad Kholiq Murtafiah, Lailatul Murti, Nanda Ferlita Mustika Mustika Naruralita, Irda Iriani Ni Made Ayu Nila S Ni Made Ayu Nila Septianingrum Ni Made Ayu Nila Septianingrum Ni Made Ayu Nila Septianingrum Nila S, Ni Made Ayu Nurfina Dian Kartikawati Nurkhayati, Nurkhayati Nurul Umi Salamah Nuryanto Nuryanto Pamungkas Budi Handoyo Paramithasari, Shanti Putri Prabandaru Esthi Pudyawanti Pradani, Missya Putri Kurnia Prasojo Pribadi Purnomo, Achmad Puspita Septie Dianita Puspita Septie Dianita, Puspita Septie Rafliyanto Rafliyanto Ratfika Nurjanah Rianawati, Luluc Risty Wisma Oktaberliani Riswaka Sudjaswadi Riswaka Sudjaswadi Rusyda, Farihah Abghi Sandra Andri Liana Santoso, Dimas Satria Putra Saputri, Chelsy Sumardi Sari, Dela Puspita Septiandani, Zunna Septianingrum, Ni Made Ayu Nila Setiyo Budi Santoso Setiyo Budi Santoso Sodiq Kamal Sodiq Kamal Stephen Yustianto Pribadi Sudjaswadi, Riswaka Syarifuddin, Alfian Tiara Mega Kusuma Tria Mardiana Ummu Kaltsum Wicaksono, Ageng Budi Widarika Santi Hapsari Widyawati, Restu Yulaikah, Ariska Zulfikar Bagus Pambuko