Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pendampingan usaha rumah tangga produk lokal khas Aceh asam belimbing (Averrhoa bilimbi Linn) Sunti untuk meningkatkan mutu dan harga jualnya Yunita, Dewi; Nurlaila, Nurlaila; Lubis, Yanti Meldasari; Irfan, Irfan
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v5i1.11514

Abstract

Asam sunti merupakan bumbu masakan khas Aceh terbuat dari belimbing wuluh yang diasinkan, difermentasi dan dikeringkan sehingga dapat disimpan dalam jangka waktu 1-1,5 tahun. Namun, proses yang digunakan untuk mengolah belimbing wuluh segar menjadi asam sunti berbeda-beda, tergantung pada kebiasaan masyarakat setempat atau permintaan konsumen. Hal ini menyebabkan kualitas produk sangat bervariasi dan tidak memenuhi standar mutu. Pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), pendampingan langsung terhadap satu usaha rumah tangga di Desa Alue Jeureujak, Kecamatan, Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh. Tujuan dilakukannya PkM ini adalah untuk memperbaiki proses pembuatan dan kemasan sehingga mutu produk yang dihasilkan tetap terjaga dan harga jual dapat ditingkatkan. Kegiatan PkM yang berlangsung selama 3 bulan dengan pendampingan secara langsung di lokasi selama 1 bulan terdiri dari beberapa kegiatan yaitu: peninjauan rumah produksi, perbaikan proses pembuatan asam sunti, perbaikan kemasan produk asam sunti, dan perhitungan harga jual produk asam sunti. Kemasan yang sebelumnya hanya menggunakan kantong plastik tanpa label, saat ini produk asam sunti telah dijual dengan kemasan standing pouch berlabel. Setelah satu bulan pendampingan, pendapatan usaha meningkat dari Rp 334.000, menjadi Rp 436.000, dengan skala penjualan yang sebelumnya tidak terukur menjadi 80 pak ukuran 250 gr dalam satu bulan.
Design and Examination of Yogurt Maker Machine with Sensor Temperature DS18B20 Yunita, Dewi; Nurazis, Alfi Syahri; Juanda, Juanda; Nasution, Indera Sakti; Satriana, Satriana
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i1.250-259

Abstract

Many commercial yogurt brands do not have a minimum total lactic acid bacteria count (107 CFU/g) due to long distribution with inappropriate storage condition. This leads local producers to produce yogurt. However, commercial yogurt maker machines commonly have a low capacity of 0.5 to 2 L. This study aims to design a yogurt maker machine with a capacity of 15 L with a temperature setting of 37 – 45 ℃. The design and flow system were conducted by arranging the electronic components consisting of 5V 4 channel relay, ESP32 module, DS18B20 temperature sensor, RTC, 12V fan (along with 12 VDC connecting components), 220V heater, 20×4 LCD and plugs (adapter) 220 VAC cable. The yogurt maker machine was evaluated for accuracy of temperature readings (DS18B20 sensor and thermometer), response to incubation time and plain yogurt making. The T-Test was used to compare the differences between the two types of sensors measuring instruments. The results showed that the accuracy of temperature readings using the DS18B20 sensor was better than a thermometer, with a distance scale of 0.35-0.75 ℃ (P-value ≤ 0.05). Temperature testing using milk can be carried out with a temperature range of 37-45 ℃ for 12 h. Keywords:  DS18B20, Temperature, Yogurt maker machine, Sensors   
Pendidikan Gizi tentang Anemia dan Konseling Kesehatan Mental pada Remaja melalui Program Kenal Sebaya Puspikawati, Septa Indra; Sebayang, Susy Katikana; Dewi, Desak Made Sintha Kurnia; Fadzilah, Rochmanita Ilvanadewi; Alfayad, Afan; Wardoyo, Dhea Aulia Hera; Pertiwi, Rina; Adnin, Arini Banowati Azalia; Devi, Sarda Ika; Manggali, Tyas Ratna; Septiani, Mela; Yunita, Dewi
Media Gizi Kesmas Vol 10 No 2 (2021): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2021)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v10i2.2021.278-283

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Anemia merupakan suatu kondisi dimana kadar hemoglobin (Hb) di dalam darah lebih rendah dari angka normal. Indonesia merupakan sebuah negara dengan kejadian anemia yang cukup tinggi. Prevalensi kejadian anemia yang terjadi pada Remaja Indonesia yaitu 32%, hal ini memiliki arti 3-4 dari 10 remaja di Indonesia menderita anemia. Program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) adalah salah satu cara yang dapat digunakan sebagai upaya di dalam penanganan anemia. Cakupan pemberian Tablet Tambah Darah pada remajaputri sebesar 76,2%, dengan 80,9% diantaranya mendapat TTD di sekolah. Remaja putri yang mendapat TTD di sekolah dan mengonsumi ≥52 butir hanya sebanyak 1,4%, sedangkan, 98,6% lainnya mengonsumsi <52 butir. Dengan demikian kesadaran remaja putri tentang pentingnya konsumsi TTD sebagai langkah untuk mencegah terjadinya anemia masih cukup rendah.Tujuan: Mengetahui perbedaan antara pengetahuan sebelum dan setelah pendidikan gizi tentang anemia pada remajaMetode: Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Banyuwangi. Dilaksanakan pada bulan Agustus 2021. Sasaran kegiatan adalah pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Banyuwangi.Hasil: Rata – rata skor pengetahuan meningkat sebesar 11,23. Sebanyak 75,3% siswa menjawab sangat setuju bahwa sosialisasi ini memberikan informasi baru.Kesimpulan: Edukasi tentang anemia dan TTD pada remaja dengan media video dan leaflet secara online dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang anemia dan TTD.Kata kunci: remaja, anemia, tablet tambah darah