Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Optimasi Dosis Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) pada Tanah Lahan Bekas Tambang Batubara terhadap Tanaman Jagung (Zea mays) Yunita, Dewi; Dewi, Ratna Stia; Ahmad, Riza Zainuddin
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 2 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.2.5455

Abstract

Pertambangan batubara di Indonesia umumnya dilakukan dengan sistem tambang terbuka sehingga menyebabkan pertumbuhan tanaman kurang optimal. Salah satu strategi untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan penggunaan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian inokulum FMA terhadap pertumbuhan tanaman jagung dan mengetahui dosis optimum FMA terhadap pertumbuhan tanaman jagung dengan media tanam tanah bekas lahan tambang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu 4 dosis FMA (0, 100, 150, 200 g) pada medium tanah bekas tambang batubara dengan 3 kali ulangan. Variabel bebas yang digunakan yaitu dosis FMA dan variabel terikat yaitu kemampuan FMA dalam menginfeksi akar. Parameter utama yang diamati yaitu derajat infeksi akar, parameter pendukung yaitu bobot kering tanaman, jumlah daun dan tinggi tanaman jagung. Data dianalisa menggunakan uji Analisis Ragam (ANOVA) dengan standar kesalahan 5% dan dilanjutkan Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis FMA pada tanah lahan bekas tambang batubara memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman jagung umur 42 hari setelah tanam (HST). FMA memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan tanaman jagung. Dosis 100 g/polybag merupakan dosis efektif meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung pada tanah bekas tambang batubara. Dosis 200 g/polybag memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot kering tanaman jagung.
Strategi Komunikasi Pemasaran Langgam Batik & Souvenir Pada Masa Pandemi Covid 19 Di Desa Bandar Setia Dewi Yunita
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 1 No. 4 (2024): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jiksp.v1i4.1167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Komunikasi Pemasaran yang dilakukan oleh Pemilik usaha Langgam Batik & Souvenir dalam memperkenalkan produknya ke masyarakat pada masa Pandemi Covid-19. Jenis Penelitian ini menggunakan Pendekatan Kualitatif dan berbentuk deskriptif. Teknik Pengumpulan Data yang diakukan yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Langgam Batik & Souvenir menggunakan Strategi Komunikasi Pemasaran melalui Media Sosial seperti Facebook, Instagram, Workshop serta acara Event-event untuk mempublikasikan batik tersebut.
FENOMENA ANEMIA ZAT BESI PADA REMAJA DI KECAMATAN ANDOOLO UTAMA, KABUPATEN KONAWE SELATAN Yunita, Dewi; Putri , Eka Novia Syah
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 7 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iron deficiency anemia is a major public health issue in South Konawe Regency. This condition is characterized by low hemoglobin levels in the blood, primarily caused by insufficient iron intake. Based on examinations, 144 adolescents were diagnosed with mild anemia, while two cases involved severe anemia. Common symptoms reported include fatigue, dizziness, and difficulty concentrating, all linked to low hemoglobin levels. The data for this study were collected through interviews and document analysis. The findings indicate that the primary causes of anemia among adolescents in Andoolo Utama include poor dietary habits, a lack of awareness about the importance of balanced nutrition, and practices such as frequently skipping breakfast. To prevent anemia, routine educational sessions on healthy eating habits are conducted in schools, along with providing information to parents to ensure their children consume iron-rich foods such as red meat, liver, and green vegetables. Additionally, the distribution of iron supplementation tablets (TTD) to adolescent girls is considered essential to improve hemoglobin levels, which often decrease due to menstruation.
Activity of The Triterpenoid Content of Jamun as An Anti-Inflammatory Compound Faomasi Gulo, Anasthasya; Hidayah, Himyatul; Aulia Zulfa, Amanda; Yunita, Dewi
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i6.243

Abstract

Jamblang merupakan tanaman yang mengandung senyawa flavonoid, senyawa flavonoid yang terkandung dalam daun jamblang sebagai senyawa yang mempunyai aktivitas sebagai anti inflamasi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antiinflamasi yang terkandung dalam daun jamblang, Penelitiian ini dilakukan pada bulan Juli 2016 dengan jenis penelitian eksperimental laboratorik. Sampel yang digunakan adalah daun jamblang (Syzygium cumini), yang di ambil dari kotapinrang Sulawesi Selatan. Daun jamblang dibuat dengan metode rebusan, yaitu penyarian yang digunakan untuk menyari zat-zat aktiv yang larut dalam air. Mencit yang telah dipuasakan terlebih dahulu diinjeksikan dengan larutan karagenan sebagai pemicu inflamasi kemudian diberikan rebusan daun jaamblang dengan konsentrasi 40%, 60% dan 80%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terjadi penurunan bengkak dengan konsentrasi ekstrak 40%, 60% dan 80%. Pada penelitian ini digunakan kontrol positif natrium diklofenak dankontrol negatif digunakan Air hangat. Pada konsentrasi rebusan daun jamblang 80% memiliki efek anti inflamasi yang mendekati efek anti inflamasi natrium diklofenak.
Edukasi Kesehatan tentang Pengetahuan Dasar Bencana pada Remaja Teresa; Riska Gusmi, Astiani; Yunita, Dewi
Mega Buana Journal of Innovation and Community Service Vol. 3 No. 2 (2024): Desember Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/3h2a5a19

Abstract

Penanggulangan bencana membutuhkan peran serta seluruh lapisan masyarakat agar terhindar dari dampak dan risiko bencana yang memakan korban jiwa, harta, menimbulkan kesakitan bahkan trauma fisik maupun psikis. Remaja atau pemuda termasuk dalam lapisan masyarakat yang mempunyai karakteristik sifat heroik dan fisik yang kuat tentunya sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh karena itu sebagai pengajar pentingnya membagikan ilmu dan ketrampilan kepada para pemuda untuk dapat membantu mensejahterakan masyarakat dengan memelihara kesehatan fisik dan mental, bebas dari rasa ketakutan dan khawatiran yang diakibatkan oleh bencana. melalui penyuluhan kesehatan. Melalui penyuluhan kesehatan yang dilakukan kepada salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) khususnya kelompok PMR (Palang Merah Remaja), kegiatan ini mendapatkan antusias yang mendalam pada peserta penyuluhan sehingga diharapkan dapat menerapkan ilmunya kapan pun dan dimanapun. Kegiatan yang diawali dengan mengevaluasi kemampuan awal peserta didik, kemudian memberikan materi dengan mengadakan dialog interaktif dengan siswa didik membuat suasana penyuluhan terasa nyaman dan diakhiri dengan evaluasi dengan memberikan pertanyaan yang diberi support berupa souvenir sederhana bagi yang dapat menjawab dengan tepat. Semoga kegiatan ini akan terus berlanjut untuk kelompok remaja lain nya agar dapat mencapai  tingkat pengetahuan yang menyeluruh pada seluruh remaja di Indonesia.
PERAN PENYULUHAN PERNIKAHAN DINI DALAM MENINGKATKAN KESADARAN DAN PERUBAHAN PERILAKU MASYARAKAT PEDESAAN Juliastuti, Juliastuti; Jamil, Muhammad Machfuddin; Yunita, Dewi; A’ini, Syifa Kurotul; Saputra, Elyadin; Putra, Ricky Ananda
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.1954

Abstract

Early marriage remains a concerning social phenomenon in various regions, especially in rural areas, where cultural norms and social pressure still strongly influence people's mindsets. Many teenage girls marry at a young age without being mentally, physically, economically, or socially prepared, putting them at risk of facing various problems in their married lives. The purpose of this study is to determine the impact of early marriage counseling on the village community's awareness. This research uses the Participatory Action Research (PAR) method with the following steps:1) Conducting initial mapping, 2) Building communication between KKN students and adolescents in the village, 3) Determining the service topic and mapping problems, 4) Preparing the technical activities, 5) Conducting the service activities, 6) Holding group discussions, 7) Reflecting. The participants in the counselling session consisted of 35 adolescents, aged 13-17 years. Data was collected through direct observation, open interviews, and the completion of pre-test and post-test questionnaires to measure changes in adolescents' understanding and attitudes before and after the counselling was conducted. The research results show that counselling activities have a significant impact on raising awareness among adolescents in the village, but there are still obstacles in the awareness process, such as lack of open communication between parents and children, limited access to information, and the strong influence of culture and the surrounding environment, which considers early marriage to be commonplace. Counseling should be conducted continuously and involve all parties, such as family, teachers, religious leaders, and village officials. The novelty of this service activity lies in the application of a community-based counselling model with a participatory approach that not only measures knowledge improvement but also behavioral changes in adolescents through pre-test and post-test evaluations. Additionally, this activity serves as a practical intervention model that can be replicated in other villages, taking into account local social and cultural norms. This effort can also be a strategic step in building collective awareness so that young generations have a better future and are protected from the social risks caused by early marriage.ABSTRAKPernikahan dini masih menjadi fenomena sosial yang memprihatinkan di berbagai daerah, terutama di lingkungan pedesaan, di mana norma budaya dan tekanan sosial masih sangat kuat memengaruhi pola pikir masyarakat. Banyak remaja perempuan yang menikah di usia muda tanpa kesiapan secara mental, fisik, ekonomi, maupun sosial, sehingga berisiko menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan rumah tangga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak penyuluhan pernikahan dini terhadap kesadaran masyarakat desa. Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dengan Langkah-langkah sebagai berikut: 1) Melakukan pemetaan awal, 2) Membangun komunikasi mahasiswa KKN dengan remaja di desa, 3) Menentukan topik pengabdian dan memetakan masalah, 4) Penyusunan teknis kegiatan, 5) Melakukan kegiatan pengabdian, 6) Melakukan diskusi kelompok, 7) Refleksi. Peserta penyuluhan terdiri dari 35 remaja, pada usia 13–17 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara terbuka, serta pengisian kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman dan sikap remaja sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan memberikan dampak yang cukup besar dalam meningkatkan kesadaran remaja di desa namun masih terdapat hambatan dalam proses penyadaran, seperti komunikasi yang tidak terbuka antara orang tua dan anak, keterbatasan akses informasi, serta kuatnya pengaruh budaya dan lingkungan sekitar yang menganggap pernikahan dini sebagai hal yang lumrah. Penyuluhan sebaiknya dilakukan berkesinambungan dan melibatkan semua pihak, seperti keluarga, guru, tokoh agama, dan perangkat desa. Nilai kebaruan dari kegiatan pengabdian ini terletak pada penerapan model penyuluhan berbasis komunitas dengan pendekatan partisipatif yang tidak hanya mengukur peningkatan pengetahuan, tetapi juga perubahan perilaku remaja melalui evaluasi pre-test dan post-test. Selain itu, kegiatan ini menjadi model intervensi praktis yang dapat direplikasi di desa lain dengan mempertimbangkan norma sosial dan budaya lokal. Dan upaya ini juga dapat menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif agar generasi muda memiliki masa depan yang lebih baik dan terlindungi dari risiko-risiko sosial yang ditimbulkan oleh pernikahan usia dini.
SURVEI ETNOFARMAKOGNOSI DAN PROFIL KIMIA DARI 33 TUMBUHAN OBAT DI PURWAKARTA, INDONESIA Fikayuniar, Lia; Abriyani, Ermi; Yunita, Dewi
Jurnal Buana Farma Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v5i2.1384

Abstract

Traditional medicine practices in Indonesia have long utilised medicinal plants as the main foundation for public health resilience. This research aims to document local knowledge of medicinal plant usage and analyse its chemical profile to strengthen the scientific validity of traditional utilisation by the Purwakarta community. The methods used include ethnopharmacognosy surveys through semi-structured interviews with snowball sampling technique, specimen collection and identification, phytochemical screening of six groups of bioactive compounds, and qualitative-quantitative data analysis (UV, FUV, RFC, FL). The results show that there are 33 species of medicinal plants used by the communities of Taringgul Tonggoh and Wanasari villages, with leaves being the most utilised part (91% of oral usage). The Zingiberaceae family dominates the utilisation, while flavonoids and tannins were detected in the highest amounts in the phytochemical screening, supporting empirical claims as antioxidants, anti-inflammatory, and antimicrobial agents. These findings demonstrate the consistency between traditional practices and pharmacological potential, while also filling the gap in ethnopharmacognosy documentation in Purwakarta. The implications of this study strengthen the scientific basis for integrating local knowledge into modern pharmacy and open up opportunities for the development of phytopharmaceuticals based on local biodiversity.
Application of anthocyanin extract from butterfly pea flower (Clitoria ternatea) as a freshness indicator : Aplikasi ekstrak antosianin bunga telang (Clitoria ternatea) sebagai indikator kesegaran Assyifa, Cut Fatima; Franella, Intan Ade; Halqiah, Fanny; Sulaiman, Ismail; Yunita, Dewi
JITIPARI Vol 10 No 2 (2025): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jitipari.v10i2.11078

Abstract

Chicken and processed products like dimsum are susceptible to rapid spoilage due to their high water and nutrient content. This makes it difficult for consumers to directly assess a packaged product's freshness. To address this, a novel smart packaging solution using a biodegradable film infused with anthocyanin extract from butterfly pea flowers (Clitoria ternatea) as a visual freshness indicator was developed. The primary objective of this research was to evaluate the effect of three different anthocyanin concentrations (3%, 5%, and 7%) on the film's physical properties and its ability to change color in response to spoilage over a three-day storage period. The research results showed that the film with a 7% anthocyanin concentration had the best physical properties, with a thickness of 0.092 mm, a tensile strength of 8.66 MPa, 14.99% elongation, 62.59% water resistance, and 100% biodegradation. The anthocyanins successfully changed color in response to the freshness level of both chicken meat and dimsum throughout the storage period.
Pendampingan usaha rumah tangga produk lokal khas Aceh asam belimbing (Averrhoa bilimbi Linn) Sunti untuk meningkatkan mutu dan harga jualnya Yunita, Dewi; Nurlaila, Nurlaila; Lubis, Yanti Meldasari; Irfan, Irfan
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v5i1.11514

Abstract

Asam sunti merupakan bumbu masakan khas Aceh terbuat dari belimbing wuluh yang diasinkan, difermentasi dan dikeringkan sehingga dapat disimpan dalam jangka waktu 1-1,5 tahun. Namun, proses yang digunakan untuk mengolah belimbing wuluh segar menjadi asam sunti berbeda-beda, tergantung pada kebiasaan masyarakat setempat atau permintaan konsumen. Hal ini menyebabkan kualitas produk sangat bervariasi dan tidak memenuhi standar mutu. Pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), pendampingan langsung terhadap satu usaha rumah tangga di Desa Alue Jeureujak, Kecamatan, Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh. Tujuan dilakukannya PkM ini adalah untuk memperbaiki proses pembuatan dan kemasan sehingga mutu produk yang dihasilkan tetap terjaga dan harga jual dapat ditingkatkan. Kegiatan PkM yang berlangsung selama 3 bulan dengan pendampingan secara langsung di lokasi selama 1 bulan terdiri dari beberapa kegiatan yaitu: peninjauan rumah produksi, perbaikan proses pembuatan asam sunti, perbaikan kemasan produk asam sunti, dan perhitungan harga jual produk asam sunti. Kemasan yang sebelumnya hanya menggunakan kantong plastik tanpa label, saat ini produk asam sunti telah dijual dengan kemasan standing pouch berlabel. Setelah satu bulan pendampingan, pendapatan usaha meningkat dari Rp 334.000, menjadi Rp 436.000, dengan skala penjualan yang sebelumnya tidak terukur menjadi 80 pak ukuran 250 gr dalam satu bulan.
Design and Examination of Yogurt Maker Machine with Sensor Temperature DS18B20 Yunita, Dewi; Nurazis, Alfi Syahri; Juanda, Juanda; Nasution, Indera Sakti; Satriana, Satriana
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i1.250-259

Abstract

Many commercial yogurt brands do not have a minimum total lactic acid bacteria count (107 CFU/g) due to long distribution with inappropriate storage condition. This leads local producers to produce yogurt. However, commercial yogurt maker machines commonly have a low capacity of 0.5 to 2 L. This study aims to design a yogurt maker machine with a capacity of 15 L with a temperature setting of 37 – 45 ℃. The design and flow system were conducted by arranging the electronic components consisting of 5V 4 channel relay, ESP32 module, DS18B20 temperature sensor, RTC, 12V fan (along with 12 VDC connecting components), 220V heater, 20×4 LCD and plugs (adapter) 220 VAC cable. The yogurt maker machine was evaluated for accuracy of temperature readings (DS18B20 sensor and thermometer), response to incubation time and plain yogurt making. The T-Test was used to compare the differences between the two types of sensors measuring instruments. The results showed that the accuracy of temperature readings using the DS18B20 sensor was better than a thermometer, with a distance scale of 0.35-0.75 ℃ (P-value ≤ 0.05). Temperature testing using milk can be carried out with a temperature range of 37-45 ℃ for 12 h. Keywords:  DS18B20, Temperature, Yogurt maker machine, Sensors