Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Komunitas Pijar dalam Enkulturasi Tradisi Pandai Besi kepada Generasi Muda Meilda Amdza; Kiki Zakiah
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 1, No. 1, Juli 2021 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.953 KB) | DOI: 10.29313/jrjmd.v1i1.205

Abstract

Abstract. The tradition of blacksmith which is one of the richness of Indonesian culture, is now less noticed by the public, especially the younger generation. Therefore, it takes the process of inheritance through enculturation. The Pijar community is one of the groups that still preserves the tradition of blacksmiths. Activities in the Pijar community can be said to be unique because of the process of enculturation of blacksmiths with traditional patterns that have rarely been done. They often participate and hold an event with forging activities directly in public. The application is what makes researchers interested to discuss more deeply about enculturation in the Pijar community in bequeathing the tradition of blacksmiths. The purpose of this research is to find out the situations, events, and communicative actions in the Pijar community to bequeath the tradition of blacksmithing to the younger generation. This research uses qualitative method with communicative ethnographic approach. Data collection techniques used include interviews, observations, literature studies, and documentation. The subject of the study was the Pijar community with the key informant of a blacksmith as well as the founder of the community, Ibnu Pratomo. The object of the research is the application of enculturation of blacksmith traditions that exist in the community. Researchers apply source triangulation techniques (data) to test research. In addition, it will be equipped with live observations, and documentation in the form of official or personal notes, photos and images. As a result of the discussion of the data researchers get, the process of communication of the Pijar community can be said to be good, because it can achieve its goal to preserve the tradition of blacksmithing to the younger generation. Abstrak. Tradisi pandai besi yang merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia, kini kurang diperhatikan keberadaannya oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda. Oleh karena itu, dibutuhkan proses pewarisan melalui enkulturasi. Komunitas Pijar merupakan salah satu kelompok yang sampai sekarang masih melestarikan tradisi pandai besi. Kegiatan dalam komunitas Pijar bisa dikatakan unik karena proses enkulturasi pandai besi dengan pola tradisional yang sudah jarang dilakukan. Mereka kerap kali mengikuti dan mengadakan sebuah event dengan kegiatan menempa secara langsung di depan masyarakat umum. Penerapan itulah yang membuat peneliti tertarik untuk membahas lebih dalam tentang enkulturasi di komunitas Pijar dalam mewariskan tradisi pandai besi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui situasi, peristiwa, dan tindak komunikatif dalam komunitas Pijar untuk mewariskan tradisi pandai besi kepada generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan, meliputi wawancara, observasi, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Subjek penelitian yang dipilih adalah komunitas Pijar dengan key informan seorang pandai besi sekaligus pendiri komunitas, Ibnu Pratomo. Objek penelitiannya yaitu penerapan enkulturasi tradisi pandai besi yang ada dalam komunitas tersebut. Peneliti menerapkan teknik triangulasi sumber (data) untuk menguji penelitian. Selain itu, akan dilengkapi dengan pengamatan langsung, dan dokumentasi berupa catatan resmi atau pribadi, foto dan gambar. Hasil pembahasan dari data peneliti dapatkan, proses komunikasi komunitas Pijar dapat dikatakan baik, karena bisa mencapai tujuannya untuk melestarikan tradisi pandai besi kepada generasi muda.
Media Online sebagai Wadah Pemberdayaan Perempuan Angelica Pramuditha Anggraini; Kiki Zakiah Darmawan
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 2, No. 1, Juli 2022 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.526 KB) | DOI: 10.29313/jrjmd.v2i1.837

Abstract

Abstract. In an era of increasingly sophisticated technology, media can change from print to online media, where online media has an effect on social life and environment. The discussion of online media can various, Perempuanberkisah.id makes the media a safe space for women survivors of violence, as a place for women's empowerment to eradicate gender injustice where women are more often the material of gender discrimination, both in the social environment and in the personal environment. The research method used in this study is a qualitative research method using virtual ethnographic analysis, with the symbolic interactional theory of George Herbert Mead and Herbert Blumer, the data collection techniques used are observation, documentation and in-depth interviews. The results show that based on (1) the mind at the media room level that Instagram is an online media that can be easily accessed, and media documents that show the meaning of empowerment and violence through user interaction. (2) Based on the concept of self (self) through the level of the media object, followers reflect themselves through the inspirational stories that exist in Women, (3) based on the environment (society) through the level of followers' experiences of empowerment and violence that have occurred in the virtual and real world so that followers provide safe space for survivors. Abstrak. Di era teknologi yang semakin canggih, media dapat berubah berawal melalui cetak menjadi media online, dimana media online tersebut berpengaruh pada kehidupan dan lingkungan bermasyarakat. Pembahasan media online dapat beraneka ragam, Perempuanberkisah.id menjadikan media sebagai ruang aman bagi para perempuan penyintas korban kekerasan, sebagai tempat pemberdayaan perempuan untuk menumpas ketidak-adilan gender dimana perempuan lebih sering menjadi bahan diskriminasi gender, baik di lingkungan sosial dan di lingkungan pribadi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis etnografi vitual, dengan teori interaksional simbolik George Herbert Mead dan Herbert Blumer, teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan (1) pikiran (mind) pada level ruang media bahwa Instagram menjadi media online yang dapat diakses dengan mudah, dan dokumen media yang mempelihatkan bahwa pemaknaan tentang pemberdayaan dan kekerasan melalui interaksi pengguna. (2) Berdasarkan konsep diri (self) melalui level objek media pengikut merefleksikan dirinya melalui kisah inspiratif yang ada pada Perempuanberkisah (3) berdasarkan lingkungan (society) melalui level pengalaman pengikut tentang pemberdayaan dan kekerasan yang pernah terjadi di virtual maupun dunia nyata sehingga pengikut memberikan ruang aman bagi penyintas.
Imparsialitas pada Reportase Investigasi Maudy Rizkiana; Kiki Zakiah
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 1 No. 1 (2021): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.631 KB) | DOI: 10.29313/bcsj.v1i1.22

Abstract

Abstract. This study is conducted through the quantitative content analysis by understanding the application of nine journalistic elements in the elements proportional, and comprehensive, based on objectivity model of McQuail and Westershahl. This research is performed in Tempo Media for a specific case of “Ada Apa dengan Pizza?” and “Siasat di Balik Suap Reklamasi”. Based on this method, the problem in this research is formulated as follow, (1) how application of the nine of element of journalist in impartialityaspect.. This study used a coding sheet with three coder, use IRC and interview to developed the result. The result shows that Tempo Media has implement elemen proportional, and comprehensive on category (1) even handed evalution proven that journalist in writing result of investigate should examined by another three editor (Tempo.co, Tempo Newspaper, and Tempo magazine), (2) equal access proven that they insert two witness to comply proporsional element, (3) Non sensational proven by Tempo media put forward magnitude value, not sensational and novelty, (4) and non evalution proven that Tempo probihited any journalist to write investigate reporting by their opinion. Abstrak. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif dengan menggunakan teori Sembilan elemen jurnalistik, focus pada elemen proporsional dan komprehensif, berdasarkan model McQuail dan Westerstahl. Penelitian ini meneliti media Tempo dengan kasus yang yang spesifik yaitu “Ada Apa dengan Pizza?” dan “Siasat di Balik Suap Reklamasi”, berdasarkan metode, pertanyaan penelitian ini dibuat sebagai berikut: (1) Bagaimana penerapan Sembilan elemen jurnalistik dari aspek impartialitas. penerapan dengan menggunakan lembar koding, menggunakan IRC dan wawancara . Hasil penelitian ini menunjukan bahwa media Tempo telah mengimplementasi elemen proporsional dan komprehensif dalam kategori (1) even handed evalution dibuktikan dengan wartawan dalam menuliskan laporan investigasi harus diuji kembali oleh tiga redaksi (Tempo.co, majalah Tempo, dan majalah Tempo ), (2) equal access dibuktikan wartawan selalu menuliskan dua saksi untuk memenuhi nilai proporsional, (3) non sensational dibuktikan dengan media Tempo dalam melakukan investigasu mengedepankan nilai magnitude bukan sensational atau pun kebaharuan, dan (4) non evaluative dibuktikan Tempo melarang semua jurnalis yang menuliskan investigasi untuk memasukan opini mereka.
Artsteps.com sebagai Media Apresiasi Karya Foto Muhammad Hilmy Ashshiddiq; Kiki Zakiah Darmawan
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.087 KB) | DOI: 10.29313/bcsj.v2i2.4466

Abstract

Abstract. This research is based on the development of the internet which is supported by the Covid-19 pandemic. In this case, KMJ UNISBA held a virtual photo exhibition. The media used is the website from ArtSteps.com. The object of research is the virtual photo exhibition “The Other Side Of Pandemic” KMJ UNISBA. The author uses qualitative research methods as a tool to complete this research case study. The data collection techniques of this research are observation, interviews, documentation, internet searching. After that, the validity of the data was tested by triangulation of sources and data collection. The purpose of this research is to determine the role, management and handling of obstacles in presenting virtual photo works. The results of this study are based on 3 simultaneous ones contained in the Social Construction Theory. Simultaneously, these are interconnected, the process of externalizing ArtSteps.com as a medium of appreciation for holding virtual exhibitions. In the process of objectification ArtSteps.com as a social product has several advantages that can be a means of support. Internalization process is a direct understanding and interpretation of an objective event as the expression of a meaning. Abstrak. Penelitian ini berlatar belakang perekembangan internet yang didukung dengan kondisi pandemic Covid-19. Dalam hal ini KMJ UNISBA mengadakan pameran foto yang diadakan secara virtual. Media yang digunakan adalah website dari ArtSteps.com. Objek penelitian pameran foto virtual “The Other Side Of Pandemic” KMJ UNISBA. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif sebagai alat untuk menyelesaikan studi kasus penelitian ini. Teknik pengambilan data penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, internet searching. Setelah itu dilakukan uji keabsahan data dengan triangulasi sumber dan pengumpulan data. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui peran, pengelolaan dan penangan kendala dalam menyajikan karya foto virtual. Hasil dari penelitian ini didasari oleh 3 simultan yang terdapat pada Teori Konstruksi Sosial. Simultan ini saling berhubungan, proses eksternalisasi ArtSteps.com sebagai media apresiasi untuk mengadakan pameran virtual. Pada proses objektivasi ArtSteps.com sebagai produk sosial memiliki beberapa kelebihan yang dapat menjadi sarana pendukung. Proses Internalisasi merupakan pemahaman dan penafsiran yang langsung dari suatu peristiwa objektif sebagai pengungkapan suatu makna.
Pola Komunikasi Pemuda Hijrah XTC Lingkar melalui Konsep “LIQO” | Tria Satria Handaya; kiki zakiah darmawan
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.362 KB) | DOI: 10.29313/bcsj.v2i2.4549

Abstract

Abstract. The phenomenon of migration among the millennial generation was greeted enthusiastically by millennial youths. Starting from the community at the national level to the local level. The rapid flow of migration has drawn pros and cons among the community. Apart from the pros and cons that have emerged, the phenomenon of the wave of migration of millennials is actually a great potential for the awakening of Islam from the millennial generation in Indonesia for the future of the people. XTC Hijrah is a dakwah-based community under XTC Indonesia. In order to form objects that are able to play a role in the midst of society, the XTC Lingkar Hijrah Youth Community has an activity that aims to meet the needs of tarbiyah and deepen knowledge of Islam in community members, this activity is called liqo. The purpose of this research is to find out how the communication patterns of youth migrating XTC Lingkar through the concept of "Liqo". The method used in this research is qualitative, this type of research includes case study research, data collection is interviews and documentation. The data analysis technique used was data reduction, data presentation and conclusion drawing. The validity of the data used source data. Drawing conclusions: the communication community youth hijrah XTC Lingkar through the concept of liqo of them socio cultural. The convention, the commitment members in doing the duties to be followed. Any member of who follow study have to share experiences moving from every individual. Abstrak. Fenomena hijrah di kalangan generasi milenial disambut antusias para pemuda-pemudi milenial. Mulai dari komunitas yang berlevel nasional hingga yang berlevel lokal. Derasnya arus hijrah ini menuai pro-kontra di kalangan masyarakat. Terlepas dari pro kontra yang muncul, fenomena gelombang hijrah kaum milenial sejatinya menjadi potensi besar kebangkitan Islam dari generasi milenial di Indonesia untuk masa depan umat. XTC Hijrah merupakan salah satu komunitas berbasis dakwah yang berada di naungan XTC Indonesia. Agar terbentuknya objek yang mampu berperan di tengah-tengah masyarakat, Komunitas Pemuda Hijrah XTC Lingkar memiliki sebuah kegiatan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tarbiyah dan memperdalam pengetahuan mengenai Islam pada anggota komunitasnya, kegiatan ini dinamakan liqo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi yang terbentuk dalam komunitas pemuda hijrah XTC Lingkar melalui konsep Liqo, mengetahui kendala atau penghambat dalam komunikasi pemuda hijrah XTC Lingkar melalui konsep Liqo, mengetahui mengapa komunitas pemuda hijrah XTC Lingkar menggunakan konsep Liqo dalam berkomunikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, jenis penelitian ini termasuk penelitian studi kasus, pengumpulan data adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan tiangulasi sumber. Simpulan: Pola komunikasi komunitas pemuda hijrah XTC Lingkar melalui konsep liqo diantaranya socio cultural atau (kebiasaan sosial yang dibangun). Adanya konvensi atau (norma yang di bangun oleh komunitas), adanya komitmen dari setiap anggota (melaksanakan tugas yang harus diikuti). Setiap anggota yang mengikuti kajian harus saling berbagi pengalaman hijrah dari setiap individu anggota.
Relevansi Ulasan Musik di Media Online dengan Apresiasi Musik Pembaca Fadli Firdaus; Kiki Zakiah
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i1.6841

Abstract

Abstract. Technology is currently growing. This has an impact on patterns of human life to be more practical in carrying out daily activities. One of them is in terms of consuming information about music. Various forms of information medium can be used as literature by music lovers. Especially in this digital era, we often encounter music writings milling about in online media. Starting from recommendations for the latest music releases, to scathing criticisms of the ideas of "serious music fans" who appreciate music through opinions, to provide information and education to the public about music and its surrounding area. Highvolta Media is a media-based collective movement that often discusses visual and musical issues in general. This media has a website in which various points of view are expressed on topics that develop through opinions and also features which are grouped into several rubrics of the editor's choice. This research was conducted to find out the relevance of music criticism in the Highvolta Media Review rubric by forming readers' appreciation or musical tastes among 2019 Unisba Fikom Students. This research was conducted to find out whether there is relevance to music reviews by forming readers' music appreciation. This study uses the Uses & Gratifications theory. The method used by researchers is a quantitative research method with a correlational study approach. Respondents in this study were students from the Faculty of Communication Science class of 2019, totaling 179 respondents. The results of the study show that there is significant relevance in the review rubric in Highvolta Media with music appreciation for readers. Abstrak. Teknologi saat ini semakin berkembang. Hal tersebut berdampak terhadap pola-pola kehidupan manusia menjadi lebih praktis dalam menjalankan kegiatan kegiatan sehari-hari. Salah satunya adalah dalam hal mengkonsumsi informasi mengenai musik. Berbagai bentuk medium informasi bisa dijadikan literatur oleh para penikmat musik. Terlebih di era digital ini, sering kita jumpai tulisan-tulisan musik yang berseliweran di media online. Mulai dari rekomendasi musik rilisan teranyar, hingga kritik-kritik pedas hasil pemikiran “penggemar musik serius” yang mengapresiasi musik melalui opini, guna memberikan informasi sekaligus edukasi kepada khalayak mengenai musik dan selingkar wilayahnya. Highvolta Media sebuah gerakan kolektif berbasis media yang kerap membahas persoalan visual dan musik secara umum. Media ini mempunyai website yang di dalamnya menuangkan berbagai sudut pandang mengenai topik yang berkembang melalui opini dan juga fitur yang dikelompokan menjadi beberapa rubrik pilihan redaksi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui relevansi kritik musik pada rubrik Review Highvolta Media dengan membentuk apresiasi atau selera musik pembaca di pada kalangan Mahasiswa Fikom Unisba 2019. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adakah relevansi ulasan musik dengan membentuk apresiasi musik pembaca. Penelitian ini menggunakan teori Uses & Gratifications. Metode yang digunakan peneliti yaitu metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi korelasional. Responden dalam penelitian ini yaitu Mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komunikasi angkatan 2019 yang berjumlah sebanyak 179 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya relevansi yang signifikan pada rubrik review di Highvolta Media dengan Apresiasi musik pada pembaca.
Personal Branding Content Creator di Media Sosial Tiktok Muhammad Dimas Chandra Purnama Dimas; Kiki Zakiah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.7463

Abstract

Abstract. Branding is often known as the activities carried out by companies in introducing their products. As the Times develop, branding is no longer only done by companies but can also be done by individuals or commonly called Personal Branding. Personal branding can be done by anyone, one of which is done by content creators. Content creators use Tiktok social media as a medium to build and shape personal branding. Personal branding is a strong and clear image that exists in the mind of someone about yourself, the three important aspects of personal brand is your own, promises and relationships. Researchers use qualitative research methods with a case study approach. Researchers collect, process, and systematically analyze factual data about Tiktok content creator Personal Branding obtained from Alwi fahry, so that they can draw conclusions that are relevant to Alwi fahry's Personal Branding, by conducting interviews, observations, and literature studies. From the results of research that has been done, the researchers obtained a form of personal branding conducted by Alwi fahry in self-branding conducted. Among them are personal branding, the meaning of personal branding, and the use of Tiktok in building personal branding. Abstrak. Branding sering kali dikenal sebagai kegiatan yang dilakukan perusahaan dalam mengenalkan produknya. Seiring berkembangnya zaman, branding tidak lagi hanya dilakukan oleh perusahaan saja melainkan bisa juga dilakukan oleh perorangan atau biasa disebut dengan Personal Branding. Personal branding dapat dilakukan oleh siapapun, salah satunya dilakukan oleh content creator. Content creator memanfaatkan media sosial Tiktok sebagai media untuk membangun dan membentuk personal branding. Personal branding adalah image yang kuat dan jelas yang ada di benak seseorang mengenai diri sendiri, tiga aspek penting personal brand tersebut adalah anda sendiri, janji dan hubungan. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis secara sistematis data faktual mengenai Personal Branding content creator Tiktok yang diperoleh dari Alwi fahry, sehingga dapat mengambil kesimpulan yang relevan dengan Personal Branding yang dilakukan Alwi fahry, dengan cara melakukan wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti memperoleh bentuk personal branding yang dilakukan oleh Alwi fahry dalam branding diri yang dilakukan. Di antaranya adalah personal branding yang dilakukan, makna personal branding, dan penggunaan Tiktok dalam membangun personal branding.
Strategi Digital Marketing Bagi UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) untuk Bersaing di Era Pandemi_Strategi Digital Marketing Bagi UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) untuk Bersaing di Era Pandemi Demaz Fauzi Hadi; Kiki Zakiah
Competitive Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Competitive
Publisher : PPM Universitas Logistik dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36618/competitive.v16i1.1171

Abstract

Pandemi Covid-19 membawa dampak yang besar bagi perkembangan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Mereka harus memikirkan strategi terbaik agar dapat tetap bertahan. Salah satu strategi yang paling relevan di masa pandemi ini ialah strategi digital marketing yang memungkinkan para pelaku usaha memasarkan produknya tanpa terkendala kebijakan-kebijakan selama pandemi. Penelitian mengenai strategi digital marketing bagi UMKM untuk bersaing di era pandemi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Penelitian deskriptif yaitu mengumpulkan data berdasarkan faktor-faktor yang menjadi pendukung terhadap objek penelitian. Penelitian kualitatif berhubungan dengan ide, persepsi, pendapat, kepercayaan orang yang akan diteliti dan kesemuanya tidak dapat di ukur dengan angka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih sedikit UMKM yang memanfaatkan digital marketing (15,08%) sebagai strategi untuk menaikkan omset dan diperlukan pemahaman digital marketing bagi UMKM untuk membantu di tengah pandemi karena terbukti UMKM yang sudah menggunakan digital marketing mampu bertahan bahkan meningkatkan penjualan tanpa mengandalkan toko konvensional.
Pengaruh Penggunaan Media Sosial TikTok Vina Muliana terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Followers Ajeng Nurhasanah; Kiki Zakiah
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 3, No. 2, Desember 2023 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v3i2.2700

Abstract

Abstract. The rapid development of the internet as it is today has given rise to many social media to fulfill the communication and information needs of its users. Social media TikTok is one of the most popular social media among its users. TikTok is a social media with a short video format that is equipped with various features to make content interesting for its users. Currently, TikTok does not only provide entertainment content, but various kinds of information can also be disseminated via TikTok. That way, lots of content creators and influencers emerge to create content with their own characteristics. Vina Muliana is a content creator and influencer who always creates content about information and tips and tricks about the world of work, making it easier for her Followers to find the information they need about the world of work. This study aims to measure how much social media use Vina Muliana's TikTok is in meeting the information needs of Followers. This study uses a quantitative approach with use and effect theory and data analysis techniques using simple linear regression studies. The results of this study indicate that there is an influence between the x variable on the y variable of 45.3% with a significance of 0.000 in this case indicating that the influence of the two variables is included in the fairly strong category. Abstrak. Perkembangan internet yang semakin pesat seperti sekarang ini, memunculkan banyaknya media sosial sebagai pemenuhan berkomunikasi dan kebutuhan informasi bagi penggunanya. Media sosial TikTok merupakan salah satu media sosial yang tengah populer di kalangan penggunanya. TikTok merupakan media sosial yang berformat video pendek yang dilengkapi berbagai macam fitur untuk membuat konten menarik bagi penggunanya. Saat ini TikTok tak hanya menyediakan konten hiburan saja namun berbagai macam informasi pun dapat disebarluaskan melalui TikTok. Dengan begitu, banyaknya konten kreator dan influencer yang muncul untuk membuat konten dengan ciri khas nya masing-masing. Vina Muliana merupakan salah satu konten kreator dan influencer yang selalu membuat konten mengenai informasi serta tips and trick seputar dunia kerja sehingga memudahkan Followers nya untuk mencari informasi seputar dunia kerja yang mereka butuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar penggunaan media sosial TikTok Vina Muliana dalam memenuhi kebutuhan informasi Followers. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teori uses and effect serta teknik analisis data menggunakan studi regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara variabel x terhadap variabel y sebesar 45,3% dengan signifikansi 0,000 dalam hal ini menunjukkan bahwa pengaruh kedua variabel tersebut masuk kedalam kategori cukup kuat.
Komunikasi Lintas Budaya Generasi Milenial dalam Melestarikan Budaya Berkebaya Risya Hasna Masytah; Kiki Zakiah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13765

Abstract

Abstract. Kebaya culture is an important part of the cultural identity of a country or region, and understanding the values and meaning behind kebaya can help the millennial generation appreciate and preserve this cultural heritage. To preserve and introduce the culture of wearing kebaya to the community, a community called Wanita Berbaya Indonesia was formed. As a fashion influencer and Indonesian Kebaya Women activist, the owner of the Moja Rasya Instagram account always shares various references regarding her kebaya clothing. This is done as a form of communication to the millennial generation so that the kebaya culture can continue to be preserved.The focus of the research is analyzing cross-cultural communication of the millennial generation in preserving kebaya culture, using descriptive qualitative research methods using an ethnographic approach. To reveal how cross-cultural communication of the millennial generation is in preserving kebaya culture.Based on research results, several followers of the Moja Rasya Instagram account stated that the cross-cultural communication carried out by him with the millennial generation so that the kebaya culture could continue to be preserved had run optimally. Abstrak. Budaya berkebaya adalah bagian penting dari identitas budaya suatu negara atau daerah, dan pemahaman terhadap nilai-nilai dan makna di balik berkebaya dapat membantu generasi milenial menghargai dan melestarikan warisan budaya tersebut. Untuk melestarikan dan mengenalkan budaya berkebaya kepada masyarakat, dibentuklah sebuah komunitas bernama Perempuan Berkebaya Indonesia. Sebagai seorang fashion influencer dan juga penggiat Perempuan Berkebaya Indonesia, pemilik akun instagram Moja Rasya selalu membagikan berbagai referensi mengenai pakaian berkebaya miliknya. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk komunikasi kepada generasi milenilai agar budaya berkebaya dapat terus dilestarikan.Fokus penelitian menganalisis komunikasi lintas budaya generasi milenial dalam melestarikan budaya berkebaya, menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Untuk mengungkapkan bagaimana komunikasi lintas budaya generasi milenial dalam melestarikan budaya berkebaya. Berdasarkan hasil penelitian b ahwa beberapa pengikut dari akun instagram Moja Rasya, bahwa komunikasi lintas budaya yang dilakukan olehnya terhadap generasi milenial agar budaya berkebaya dapat terus dilestarikan telah berjalan secara optimal.