p-Index From 2021 - 2026
3.872
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Mikro Tiga Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) Agroland : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian JURNAL MATEMATIKA STATISTIKA DAN KOMPUTASI Finesta JIKSI (Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi) Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan BioWallacea Journal of Biological Research EQUILIBIRIA InfoTekJar : Jurnal Nasional Informatika dan Teknologi Jaringan JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan JWP (Jurnal Wacana Politik) Jurnal Eksplora Informatika Primanomics : Jurnal Ekonomi & Bisnis Prosiding Seminar Nasional Pakar SEIKO : Journal of Management & Business Pelataran Seni : Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni Unes Law Review Seminar Nasional Lahan Suboptimal CCIT (Creative Communication and Innovative Technology) Journal Qiyas : Jurnal Hukum Islam dan Peradilan Jurnal Penelitian Enjiniring Fakultas Teknik Unhas Jurnal Chart Datum Kombud Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Islam Anak Usia Dini TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan JIKEM: Jurnal Ilmu Komputer, Ekonomi dan Manajemen EDUBIOLOCK Akselerasi Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Darris: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Jurnal Manajemen Bisnis Kewirausahaan CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement Jurnal Riset Ekonomi dan Akuntansi Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Journal of Teaching and Education Blaze: Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Islam Anak Usia Dini INTELEKTUAL: JURNAL ILMIAH MULTIDISIPLIN MAHASISWA DAN AKADEMISI JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Manajemen Pelayanan Publik Oleh Pemerintah Desa Maria Kecamatan Wawo Kabupaten Bima Putra Chairil Akbar; Hendra Hendra; Junaidin Junaidin; Arif Budiman; Atun Misnatun
JUMBIWIRA : Jurnal Manajemen Bisnis Kewirausahaan Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Manajemen Bisnis Kewirausahaan
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/jumbiwira.v4i2.2742

Abstract

This study aims to analyse the management of public services at the Maria Village Office, Wawo Sub-district, Bima Regency, with a focus on the application of the principles of public services that are simple, efficient, convenient, and in accordance with statutory provisions. Using a qualitative approach with a case study method, data was collected through interviews, observation, and documentation. The results showed that public services in Maria Village have reflected the principle of simplicity through reasonable fees and sensitivity to community conditions. Adequate office facilities and infrastructure support the effectiveness of services, while the comfort of citizens in dealing with them increases because the process is fast and straightforward. In addition, services have been run in accordance with applicable regulations even though some people do not understand in detail the legal basis. In general, the principle of economy in services has been well implemented, reflected in services that are affordable, efficient, and orientated towards community satisfaction. This research recommends improving the quality of human resources and service systems to strengthen the accountability and transparency of public services at the village level.
Evaluasi Pelaksanaan Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni: Studi Kasus di Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota Kota Bima Hendra Hendra; Muhammad Nur Rijal; Nike Ardiansyah; Firliah Rizkiani; Faujan Faujan
JUMBIWIRA : Jurnal Manajemen Bisnis Kewirausahaan Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Manajemen Bisnis Kewirausahaan
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/jumbiwira.v4i2.2743

Abstract

The problem of uninhabitable houses (RTLH) is still a strategic issue in settlement development in Indonesia, including in Bima City. This study aims to evaluate the mechanism for receiving assistance and the criteria for environmental infrastructure in the implementation of the RTLH social rehabilitation programme in Kolo Village, Asakota Sub-district, Bima City. The method used was descriptive qualitative with data collection techniques through in-depth interviews with key informants, such as kelurahan officials, programme assistants, and beneficiary communities. The results showed that the implementation of the RTLH program fulfilled the six main indicators of the mechanism for receiving assistance, including legal identity ownership, economic inability, dependence on food assistance, ownership of inadequate housing, and legal land ownership. In addition, five indicators of environmental facilities and infrastructure criteria were also considered very suitable, such as location suitability, legality, community needs, and community participation. In conclusion, the RTLH programme in Kelurahan Kolo is effective and well-targeted, in terms of administrative, social, and participatory aspects. The findings are expected to be an input for the development of housing policies that are more responsive to the needs of low-income communities.
Strategi Inovatif Pembelajaran IPS untuk Membangun Keterampilan Sosial Siswa di Sekolah Dasar Hendra Hendra
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i2.196

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada jenjang sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk keterampilan sosial siswa sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat yang demokratis dan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi-strategi inovatif dalam pembelajaran IPS yang efektif dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa melalui pendekatan studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi seperti pembelajaran kooperatif, berbasis proyek, dan kontekstual mampu meningkatkan interaksi sosial, empati, kerja sama, serta tanggung jawab sosial siswa secara signifikan. Peran guru sebagai fasilitator pembelajaran partisipatif menjadi kunci utama dalam membentuk ruang belajar yang demokratis dan kolaboratif. Temuan lainnya menekankan bahwa media pembelajaran berbasis digital dan naratif sosial dapat menjadi pemantik empati yang kuat jika diintegrasikan secara reflektif dalam proses belajar. Selain itu, pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada isu sosial lokal mendorong keterlibatan aktif siswa dalam komunitasnya dan memperkuat kesadaran akan tanggung jawab kolektif. Meskipun demikian, implementasi strategi ini masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan waktu, kurangnya literasi pedagogis guru, dan minimnya dukungan ekosistem sekolah. Oleh karena itu, strategi inovatif dalam pembelajaran IPS harus didukung oleh kurikulum yang fleksibel serta kolaborasi antara guru, siswa, dan lingkungan sosial.
Sifat Kualitatif Ayam Kampung Di Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna Hendra Hendra; Rusli Badaruddin; Rahim Aka
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 6, No 1 (2024):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v6i1.42725

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman sifat kualitatif ayam kampung di Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna. Materi penelitian adalah ayam kampung umur 6 bulan sampai 24 bulan yang terdiri dari 144 ekor jantan dan 156 ekor betina yang diambil secara random sampling. Data sifat kualitatif ditabulasi dan dianalisis persentase dan diuraikan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keragaman sifat kualitatif warna bulu didominasi berwarna baik pada jantan maupun betina yaitu 88,88% pada jantan dan 89,74% pada betina. Pola bulu didominasi oleh tipe columbian yaitu sebesar 56,94% pada jantan dan pada betina sebesar 41,03%. Corak bulu didominasi oleh lurik baik pada jantan maupun pada betina yaitu masing-masing sebesar 71,53% pada jantan dan 54,87% pada betina. Kerlip bulu pada jantan didominasi oleh kerlip bulu keemasan yaitu sebesar 77,78% dan corak bulu keperakan dominan pada ayam kampung betina yaitu sebesar 64,74%. Warna shank didomonasi oleh warna hitam/kuning yaitu 79,17% pada jantan dan 77,56% pada betina. Bentuk jengger didominasi oleh bentuk jengger walnut yaitu sebesar 40,97% pada jantan dan pada betina didominasi bentuk jengger pea 50% pada betina. Dapat disimpulkan bahwa sifat kualitatif meliputi warna bulu, pola bulu, kerlip bulu, corak bulu, Warna shank, bentuk jengger, yang memiliki keragaman yang cukup tinggi. Kata Kunci : Ayam Kampung, Sifat Kualitatif, Kecamatan Kabawo. Abstract: This study aims to determine the diversity of qualitative characteristics of free-range chickens in Kabawo District, Muna Regency. The research material was native chickens aged 6 months to 24 months consisting of 144 males and 156 females taken by random sampling. Qualitative data were tabulated and percentage analyzed and described descriptively. The results of this study indicate that the diversity of qualitative traits of coat color is dominated by color in both males and females, namely 88.88% in males and 89.74% in females. The coat pattern is dominated by the columbian type, namely 56.94% in males and 41.03% in females. The pattern of fur is dominated by striations in both males and females, namely 71.53% in males and 54.87% in females respectively. The flickering of the feathers in males is dominated by the flickering of golden feathers, which is equal to 77.78%, and the dominant silvery feather pattern in female native chickens, which is equal to 64.74%. Shank color is dominated by black/yellow, namely 79.17% in males and 77.56% in females. The shape of the comb is dominated by the shape of the comb walnut which is equal to 40.97% in males and in females it is dominated by the shape of the comb pea 50% in females. It can be concluded that the qualitative characteristics include the color of the coat, the pattern of the feathers, the flickering of the feathers, the pattern of the feathers, the color of the shank, the shape of the comb, which has a fairly high diversity. Keywords: Free-range Chicken, Qualitative Characteristics, District Kabawo.
Edukasi Penanganan Tersedak pada Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) cabang Riau Sianturi, Marni; Soraya Soraya; Engga Demartha; Huda Nuri; Jansen Fernando; Hendra Hendra; Ariel Anugrahani
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v8i1.1181

Abstract

Tersedak merupakan kondisi kegawatdaruratan yang dapat mengancam jiwa apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat, terutama pada kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, dan lanjut usia. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus tersedak masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan warga dalam penanganan tersedak. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 28 Januari 2026 di RSAB Hang Tuah Pekanbaru dengan sasaran anggota Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia Cabang Riau. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan praktik langsung penanganan tersedak menggunakan alat peraga manekin. Materi meliputi pengertian tersedak, tanda dan gejala, prinsip pertolongan pertama, serta teknik back blows, abdominal thrust, dan penanganan tersedak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap materi serta peningkatan keterampilan dan kepercayaan diri dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus tersedak. Kegiatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat sebagai penolong pertama (first responder) di lingkungan sekitar, sehingga berpotensi menurunkan risiko komplikasi dan kematian akibat tersedak.