Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMASARAN HIJAU TERHADAP CITRA MEREK DAN KEPUTUSAN MEMBELI AIR MINERAL ADES PADA MAHASISWA DI JEMBER Asteni Aji; Sudaryanto Sudaryanto; Sriono Sriono
UNEJ e-Proceeding Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis (SNAPER-EBIS 2017) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jembe
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemasaran hijau terhadap citra merek dan keputusan membeli air mineral ades pada mahasiswa di Jember. Dimana dalam Green Marketing ini nantinya akan difokuskan pada Green Product nya yaitu pada sisi kemasannya. Artikel ini merupakan artikel ilmiah hasil pemikiran. Metode penelitian dalam mengkonstruksikan hasil pemikiran artikel ini berdasarkan pada studi literature dari penelitian-penelitian terdahulu yang kemudian akan ditarik pada sebuah kesimpulan. Kesimpulan dari artikel hasil penelitian ini adalah bahwa pemasaran hijau memiliki beberapa keunggulan, dan oleh karena keunggulan tersebut, pemasaran hijau memiliki prospek yang baik untuk menaikkan citra merek sebagai pilihan strategi pemasaran untuk menaikkan citra merek dan meningkatkan penjualan suatu perusahaan.
EVALUASI PROGRAM PEMBERANTASAN KECACINGAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI PUSKESMAS ROWOSARI KECAMATAN TEMBALANG SEMARANG Shaura Ladayna Isma; Sudaryanto Sudaryanto; Ryan Halleyantoro
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.339 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.20700

Abstract

Latar Belakang Kecacingan merupakan penyakit yang disebabkan oleh cacing golongan STH yaitu  Ascaris lumbricoides(A. lumbricoides), Trichuris trichura (T. trichura), dan cacing tambang, yaitu: Necatoramericanus (N. americanus), dan Ancylostoma duodenale (A. duodenale). Saat ini masyarakat dunia maupun di Indonesia cukup banyak yang terjangkit penyakit kecacingan. Indonesia telah menetapkan program untuk memberantas penyakit kecacingan. Program pembertantasan kecacingan dilaksanakan melalui program puskesmas. Salah satu Puskesmas yang menerapkan program tersebut adalah Puskesmas Rowosari.Tujuan Mengetahui kesesuaian program pemberantasan kecacingan dengan buku pedoman pemberantasan kecacingan oleh Dinas Kesehatan Republik IndonesiaMetode Deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode wawancara dan pemeriksaan laboratorium, serta data pendukung dari puskesmas dan sekolah berupa data kegiatan penyuluhan, Data infeksi kecacingan sebelumnya, pemberian obat. Sampel penelitian ini adalah siswa sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Rowosari.Hasil Program pemberantasan kecacingan  sesuai dengan buku pedoman pemberantasan kecacingan. Dinilai berdasarkan pada keseluruhan sampel di dapatkan hasil negatif, tingkat pengetahuan sedang dan kebiasaan hidup bersih baik. Terdapat data  penyuluhan , data infeksi kecacingan sebelumnya tidak ada yang terinfeksi kecacingan, dan pemberian obat cacing berupa albendazole dengan dosis 400 mg telah dilaksanakan secara rutin.  .Kesimpulan Program pemberantasan kecacingan sesuai dengan buku pedoman oleh Dinas Kesehatan Republik Indonesia.
SILVIKULTUR CENDANA: MENCARILUASAN BUDIDAYA YANG LAYAK EKOLOGIS DAN EKONOMIS Endang Ahmad Husaeni; Sudaryanto Sudaryanto
BERITA BIOLOGI Vol 5, No 5 (2001)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v5i5.1461

Abstract

Kayu cendana memainkan peranan sangat penting dalam perekonomian Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui sumbangannya sebesar 40% per tahun terhadap PAD.Sumbangan sebesar itu berasal dari pengusahaan hutan alam yang potensinya terus menurun dari tahun ke tahun. Untuk mempertahankan dan sekaligus meningkatkan peranan cendana terhadap perekonomian Propinsi NTT, selain tetap mengusahakan hutan alam yang ada, perlu dibangun kelas perusahaan cendana seluas 10.000 ha,dengan menerapkan sistem silvikultur THPB dan silvikultur intensif.Dengan daur (umur tebang) 50 tahun kelas perusahaan tersebut mampu memproduksi kebutuhan dalam negeri dan untuk ekspor.Pembangunan kelas perusahaan cendana ini dilaksanakan bersama masyarakat di Pulau Timor, Sumba dan Flores, pada ketinggian tempat sekitar 700 m dpi.Adanya kebun benih sangat diperlukan untuk memasok kebutuhan benih setiap tahunnya.
PERBANDINGAN LATAR BELAKANG FILOSOFIS KONSEP KEKELUARGAAN DALAM SISTEM SOSIAL JAWA DAN SISTEM KENEGARAAN INDONESIA Sudaryanto Sudaryanto
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 19, No 3 (2009)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jf.3439

Abstract

AbstractJavanese take care of harmony and honour of their homeland as important as they take care of their family. Familiarity does not only occur in their family, but also in the wide society. Their society is considered as a big family and viewed as a harmonywhich requires to be taken care of. The harmonious life does not merely take care of an orderly social relationship, but it also respects and relates to supernatural realm. According to Javanese, the human life on the earth is directly interconnected with the supernatural realm.The modern state of Indonesia applies a social system of familiarity which is based on harmonious values and mutualassistance (mutuality) and reciprocity. The values exist on the social system of Java. However, there is an elementaryphilosophical difference. The philosophy of modern Indonesia state views that the familiarity, which includes harmonious values, mutual assistance and reciprocity, only occurs between state and citizen, not the supernatural realm.Keyword: familiarity, respect, harmony, mutuality, reciprocity.
PENGARUH SUHU TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN OPTIK BROKOLI SELAMA PROSES PENGERINGAN VAKUM DENGAN TEKANAN 15 cmHg Asri Widyasanti; Sudaryanto Sudaryanto; Rizky Arini; Ali Asgar
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 22, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.091 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.22.1.44-51.2018

Abstract

Brokoli merupakan salah satu jenis sayuran yang mengandung berbagai vitamin dan mineral. Akan tetapi, brokoli merupakan komoditas yang perishable, apabila disimpan tanpa penanganan pasca panen yang sesuai dan tepat. Pengeringan vakum merupakan salah satu penanganan pasca panen yang cocok untuk karakteristik dari brokoli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen parsial dan total dari pengeringan vakum brokoli dan pengaruh proses pengeringan vakum terhadap karakteristik fisik dan kimia brokoli kering. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan perlakuan suhu pengeringan 50⁰C dan 60⁰C dengan tekanan vakum sebesar 15 cmHg yang dilakukan sebanyak 3 ulangan. Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa  perlakuan  suhu  pengeringan  60°C  dengan  tekanan    vakum  15 cmHg merupakan perlakuan terbaik dengan rasio pengerutan 16,67 %, rasio rehidrasi 518,27 %, kadar air akhir 5,64 %bk, bulk density 1056 kg/m³, protein 30,97 %, vitamin C 189,24 mg/100 g, Total Color Difference (TCD) 23,8 , rendemen parsial pengeringan 8,99 %, dan rendemen total 4,168 %. Semakin tinggi suhu pengeringan maka nilai rendemen pengeringan, rendemen total, rasio pengerutan, kadar air akhir, nilai total perbedaan warna, bulk density, protein, dan vitamin C semakin rendah sedangkan nilai rasio rehidrasi semakin tinggi.
PENAMBAHAN IBUPROFEN PHONOPHORESIS LEBIH BAIK DARI PADA ULTRASOUND TERHADAP PERBAIKAN FUNGSIONAL KNEE Ririn Andasari; Fahrul Islam; Sudaryanto Sudaryanto
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 2 (2021): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v16i2.2245

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Osteoartritis (OA) juga dikenal sebagai penyakit sendi degeneratif, berhubungan dengan degradasi kartilago artikular, yang mendasari pembentukan osteofit pada bagian sendi. OA knee umumnya menyebabkan nyeri gerak terutama saat menumpu berat badan, keterbatasan gerak, dan kesulitan dalam aktivitas fungsional. Metode : Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan desain randomized control group pre test – post test, bertujuan untuk mengetahui beda pengaruh antara ibuprofen phonophoresi dan mobilisasi with movement tibio femoral joint dengan ulrasound dan mobilisasi with movement tibio femoral joint terhadap perbaikan fungsional knee pada penderita osteoarthritis knee, dilaksanakan di Poli Fisioterapi RSAD Tk. II Pelamonia dengan sampel adalah pasien OA knee yang sesuai dengan kriteria inklusi. Jumlah sampel adalah 12 orang yang dibagi secara acak kedalam 2 kelompok yaitu kelompok kontrol yang diberikan Ultrasound dan MWM sebanyak 6 orang dan kelompok perlakuan yang diberikan Ibuprofen Phonophoresis dan MWM sebanyak 6 orang. Alat ukur yang digunakan adalah KOOS dengan menggunakan quesioner. Hasil : Berdasarkan analisis uji paired sample t pada kelompok kontrol diperoleh nilai p<0,05 yang berarti bahwa intervensi Ultrasound dan MWM dapat memberikan peningkatan KOOS yang signifikan pada penderita Osteoarthritis Knee, pada kelompok perlakuan juga diperoleh nilai p<0,05, yang berarti bahwa intervensi Ibuprofen Phonophoresis dan MWM dapat memberikan peningkatan KOOS yang signifikan. Kemudian, berdasarkan uji independen sample t diperoleh nilai p>0,05 yang berarti bahwa tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan  diantara kedua kelompok sampel terhadap peningkatan KOOS. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa pemberian Ibuprofen Phonophoresis dan MWM tidak lebih efektif secara signifikan dibandingkan dengan Ultrasound dan MWM terhadap peningkatan KOOS  pada penderita Osteoarthritis Knee. Kata Kunci : Fungsional Knee, Ibuprofen Phonophoresis, MWM (Mobilization With Movement), Ultrasound 
Perbandingan Traksi Oscilasi dan Theraband Exercise terhadap Peningkatan Aktivitas Fungsional dan Penurunan Nyeri Pada Penderita Osteoarthritis Knee Joint Sri Saadiyah; sudaryanto Sudaryanto
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 2 (2021): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v16i2.2034

Abstract

Osteoarthritis knee merupakan penyakit degeneratif sendi, ditandai dengan adanya degenerasi kartilago sendi dan pembentukan tulang baru (osteofit) pada bagian pinggir sendi sehingga dapat membatasi aktivitas fungsional knee. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui adanya pengaruh antara pemberian dan Traksi Oscillasi dengan Ultrasound dan Theraband Exercise dengan Ultrasound terhadap peningkatan aktivitas fungsional dan penurunan nyeri pada penderita Osteoarthritis Knee. Penelitian ini adalah jenis penelitian Quasi Eksperimen dengan desain pre test – pos test two group menggunakan alat pengukuran berupa Index WOMAC dan VAS sebanyak 100 orang sebagai sampel yang ditentukan dengan menggunakan tekhnik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling. Kelompok I diberi perlakuan Traksi Oscillasi dengan Ultrasound dan kelompok II diberi perlakuan Theraband Exercise dengan Ultrasound dilakukan 12 kali selama 2 bulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nilai aktivitas fungsional sebelum dan sesudah pemberian Traksi Oscillasi dengan Ultrasound dengan selisih rata-rata 30,8556±7,89312 dengan hasil uji Wilcoxon p=0,000<0,05. Pada pemberian Theraband Exercise dengan Ultrasound selisih rata-rata 43,6888±7,36802 dengan hasil uji Wilcoxon p=0,000<0,05.Sedangkan pada penurunan nyeri menunjukkan adanya perbedaan nilai sebelum dan sesudah pemberian Traksi Oscillasi dengan Ultrasound dengan selisih rata-rata 2,10±0,707 dengan hasil uji Wilcoxon p=0,000<0,05. Pada pemberian Theraband Exercise dengan Ultrasound selisih rata-rata 2,40±0,495 dengan hasil uji Wilcoxon p=0,000<0,05.Pada uji Mann-Whitney untuk peningkatan aktivitas fungsional diperoleh nilai p=0,000<0,05 yang berarti ada perbedaan yang signifikan antar kedua kelompok. Untuk penurunan nyeri diperoleh nilai p=0,033<0,05 yang berarti ada perbedaan yang signifikan antar kedua kelompok. Kesimpulan pemberian Theraband Exercise dengan Ultrasound lebih signifikan dibandingkan Traksi Oscillasi dengan Ultrasound terhadap peningkatan aktivitas fungsional dan penurunan nyeri pada penderita osteoarthritis knee.Kesimpulan adanya pengaruh Traksi Oscillasi dengan Ultrasound terhadap peningatan aktivitas fungsional knee dan penurunan nyeri pada penderita osteoarthritis knee, namun yang memberikan pengaruh lebih adalah Theraband Exercise dengan Ultrasound.Kata kunci : Ultrasound, Traksi Oscillasi, Theraband Exercise, Aktivitas Fungsional Knee, Penurunan Nyeri, Osteoarthritis Knee
Konsep Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dan Aplikasinya dalam Pendidikan Bahasa (dan Sastra) Indonesia Sudaryanto Sudaryanto; Wahyu Widayati; Risza Amalia
Kode : Jurnal Bahasa Vol 9, No 2 (2020): KODE
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.146 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v9i2.18379

Abstract

Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim. Kebijakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills , agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman, menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian. Program-program experiental learning dengan jalur yang fleksibel diharapkan akan dapat memfasilitasi mahasiswa mengembangkan potensinya sesuai dengan passion dan bakatnya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskripsi. Data yang dianalisis ialah berupa Buku Panduan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka terbitan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (terbit tahun 2020) dan kegiatan pembelajaran di dalam Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan, terutama pada TA 2019/2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Merdeka Belajar-Kampus Merdeka terwujud dalam delapan bentuk kegiatan pembelajaran, yaitu pertukaran pelajar, magang/praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen, dan membangun desa/kuliah kerja nyata tematik. Di Program Studi PBSI FKIP UAD, terdapat mata kuliah Penyuntingan yang mendorong mahasiswa untuk magang penyuntingan di penerbit Samudra Biru dan K-Media, mata kuliah KKN yang mendorong mahasiswa aktif membangun desa, dan mata kuliah Penelitian Bahasa, Penelitian Sastra, dan Penelitian Pendidikan yang mendorong mahasiswa melakukan penelitian.  Kata kunci: Merdeka Belajar, Kampus Merdeka, Pendidikan Bahasa Indonesia
Badan Bahasa, Pembinaan Bahasa, dan Perpres Nomor 63 Tahun 2019: Refleksi dan Proyeksi Sudaryanto Sudaryanto; Wening Sahayu
Kode : Jurnal Bahasa Vol 9, No 4 (2020): KODE
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.339 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v9i4.22285

Abstract

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009, terutama Pasal 41 ayat (1) mengamanahkan bahwa pemerintah wajib mengembangkan, membina, dan melindungi bahasa dan sastra Indonesia agar tetap memenuhi kedudukan dan fungsinya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, sesuai dengan perkembangan zaman. Terkait itu, usaha pembinaan bahasa Indonesia seperti disinggung Pasal 41 ayat (1) tadi, dilakukan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa). Tulisan ini merefleksikan usaha-usaha pembinaan bahasa Indonesia yang sudah atau sedang dilakukan oleh Badan Bahasa saat ini, serta memproyeksikan usaha-usaha serupa di masa depan, terutama pasca-terbitnya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data yang dianalisis ialah berupa data pembinaan bahasa Indonesia yang terjabarkan di agenda terbitan Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa tahun 2018, buku-buku mata kuliah Bahasa Indonesia, dan buku-buku ilmiah populer pembinaan bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak Badan Bahasa telah melakukan sejumlah usaha pembinaan bahasa Indonesia, seperti penerbitan bacaan literasi, penyelenggaraan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia, pengendalian bahasa negara, penghargaan Acarya Taruna, penghargaan surat kabar berdedikasi dalam berbahasa Indonesia, dan pemilihan Duta Bahasa. Selain itu, pihak akademisi perguruan tinggi juga ikut melakukan pembinaan bahasa melalui perkuliahan Bahasa Indonesia dan penerbitan buku ilmiah populer. Kata kunci: Badan Bahasa, pembinaan bahasa Indonesia, Perpres Nomor 63 Tahun 2019
Inovasi Literasi Jaringan dalam Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Masa Pandemi Sudaryanto Sudaryanto; Jamilah Jamilah
Kode : Jurnal Bahasa Vol 9, No 3 (2020): KODE
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.367 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v9i3.19977

Abstract

Literasi jaringan digunakan oleh pihak Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan dalam masa Belajar/Bekerja dari Rumah (BDR). Literasi itu dipakai sebagai media perkuliahan antara dosen dan mahasiswa, serta media akademik lainnya. Di masa pandemi Covid-19 ini, para dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia melakukan sejumlah inovasi literasi jaringan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskripsi. Data yang dianalisis adalah informasi dan praktik penggunaan literasi jaringan di lingkup Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UAD, terutama pada semester genap TA 2019/2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi literasi jaringan terwujud ke dalam aktivitas perkuliahan, ujian skripsi, pengajian bagi dosen dan tenaga kependidikan, kegiatan pengabdian terhadap masyarakat, kegiatan kemahasiswaan, dan pemberian dukungan terhadap salah satu finalis Duta Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta 2020. Zoom, WhatsApp, dan Instagram dimanfaatkan dalam literasi jaringan terkait bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Kata kunci: inovasi, literasi jaringan, Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaKata kunci: inovasi, literasi jaringan, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia