Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN SHORTWAVE DIATHERMY, MANUAL CORRECTION LATERAL SHIFT DAN CORE STABILITY PADA LUMBAR RADICULOPATHY: Application Of Shortwave Diathermy, Manual Correction Lateral Shift And Core Stability In Lumbar Radiculopathy Sudaryanto Sudaryanto; Arpandjaman arpandjaman; Ainun Ainun; Rahmat Nugraha; Virny Dwiya Lestari
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14 No 2 (2022): Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/fis.v14i2.48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Shortwave Diathermy, Manual Correction Lateral Shift dan Core Stability pada Lumbar Radiculopathy di RSAD TK II Pelamonia Makassar. Jenis penelitian ini adalah studi kasus yaitu penelitian yang mendalam pada 1 jenis kasus terhadap 2 sampel. Modalitas yang digunakan adalah shortwave diathermy, manual correction lateral shift dan core stability, sedangkan evaluasi yang digunakan untuk melihat kemajuan terapi adalah nyeri (VAS), Derajat SLR (goniometer), dan kemampuan aktivitas fungsional Oswestry Disability Indeks(ODI). Hasil penelitian berdasarkan pemeriksaan fisioterapi didapatkan diagnosa yaitu nyeri radikuler dan keterbatasan SLR akibat hernia nucleus pulposus lumbal, sedangkan problematik yang ditemukan adalah adanya nyeri radikuler, spasme otot, keterbatasan gerak dan gangguan aktivitas fungsional. Setelah dilakukan terapi berupa shortwave diathermy, manual correction lateral shift dan core stability sebanyak 8 kali intervensi didapatkan perubahan nilai VAS untuk nyeri gerak dari 8 menjadi 4, nyeri tekan dari 7 menjadi 3 dan nyeri diam dari 5 menjadi 2 pada pasien A sedangkan pasien B nyeri gerak dari 6 menjadi 3, nyeri tekan dari 5 menjadi 2 dan nyeri diam dari 3 menjadi 0. Untuk perubahan Derajat SLR setelah 8 kali intervensi didapatkan peningkatan dari 50o menjadi 75o pada pasien A, sedangkan pasien B terjadi peningkatan dari 60o menjadi 80o. Perubahan kemampuan aktivitas fungsional didapatkan juga peningkatan dengan presentase skor awal yaitu 48% termasuk disabilitas berat menjadi 30% yaitu disabilitas sedang pada pasien A dan pada pasien B didapatkan peningkatan dengan presentase skor awal yaitu 26% termasuk disabilitas sedang menjadi 18% yaitu disabilitas minimal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa shortwave diathermy, manual correction lateral shift dan core stability dapat memberikan efek terhadap penurunan nyeri radikuler, spasme otot, keterbatasan gerak dan gangguan aktivitas fungsional pada penderita lumbar radiculopathy. Kata Kunci: lumbar radiculopathy, shortwave diathermy, manual correction lateral shift dan core stability
KALIMAT IMPERATIF PADA IKLAN CAMILAN Dita Franesti; Sudaryanto Sudaryanto
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i2.11816

Abstract

Penelitian ini fokus pada bentuk dan jenis kalimat imperative pada iklan camilan. Peneliti menjelaskan bentuk dan jenis kalimat imperatif yang muncul pada iklan camilan di beberapa media selama tahun 2020-2024. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu iklan camilan. Sementara, objek yang digunakan oleh peneliti adalah kalimat imperatif yang terdapat pada iklan camilan. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode simak. Teknik dasar yang digunakan peneliti yaitu teknik dasar sadap. Peneliti melakukan observasi terhadap kalimat imperatif yang digunakan dalam iklan camilan. Selanjutnya juga digunakan teknik lanjutan yaitu teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah human instrument. Human instrument adalah kedudukan peneliti sebagai instrumen utama karena dalam penelitian kualitatif ada keyakinan makna dari berbagai interaksi. Pada penelitian ini menggunakan teknik trianggilasi teori dan teknik trianggulasi peneliti. Analisis data yang digunakan dalam pembahasan permasalahan penelitian menggunakan metode agih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat dua jenis kalimat imperatif pada iklan camilan seperti: kalimat imperatif perintah dan kalimat imperatif larangan; (2) kalimat imperatif dalam iklan camilan terdiri atas kalimat perintah tegas, biasa, dan halus. Selain itu, kalimat permintaan pada iklan camilan mempunyai penanda berupa tanda seru (!) sebagai ungkapan intonasi tegas.Kata kunci:Kalimat Imperatif, Iklan, Camilan
Proses Produksi Feronikel dari Bijih Nikel Laterit dengan Metode Rotary Kiln – Electric Furnace (RKEF) Sudaryanto Sudaryanto; Untung Sukamto; Ibnu Cahyo Nugroho
Jurnal Penelitian Rumpun Ilmu Teknik Vol. 2 No. 4 (2023): November : Jurnal Penelitian Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/juprit.v2i4.3456

Abstract

Indonesia is one of the leading producers of nickel. The process of producing nickel from laterite ore is mainly used to make ferronickel, nickel matte, or nickel metal. Laterite nickel ore with a Ni content greater than 1.8% can be processed through pyrometallurgical methods. The production of ferronickel using the Rotary Kiln-Electric Furnace method involves a series of steps, including the transportation of raw materials, drying of samples, moisture content testing, sample testing, smelting, pouring, and metal testing. The object of this study is laterite nickel from the Bahodopi and Pomalaa sites of PT Vale Indonesia Tbk. The object has been divided into four samples, namely Bahodopi Low Limit, Bahodopi Upper Limit, Pomalaa Low Limit, and Pomalaa Upper Limit, with varying levels of nickel content. The aim of this research is to produce ferronickel with a high nickel grade. The grade and recovery of nickel from the smelting of Bahodopi Low Limit, Bahodopi Upper Limit, Pomalaa Low Limit, and Pomalaa Upper Limit samples are as follows grade Ni 7.98%; 12.75%; 8.94%; 10.85% and recovery Ni 37.46%; 90.52%; 50.43%; 86.85%. The low grade and recovery in the Bahodopi Low Limit sample can be attributed to the initial nickel melted being much lower than the other samples and the appearance of eustantite, clinoesntantite ((Fe,Ni,Mg)2Si2O6), and forsterite (Mg1.7NiO.3O4Si) phases in the slag which can trap nickel and iron so that they remain in the slag.
Peran KPI Dalam Mendorong Kinerja Karyawan dan Produktivitas Organisasi Sudaryanto Sudaryanto
Jurnal Inovasi Manajemen, Kewirausahaan, Bisnis dan Digital Vol. 1 No. 2 (2024): Mei : Jurnal Inovasi Manajemen, Kewirausahaan, Bisnis dan Digital
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jimakebidi.v1i2.67

Abstract

In the modern era full of competition, organizations are required to always innovate and improve their performance. Key Performance Indicator (KPI) is one of the main performance indicators used to measure and evaluate the achievements of individuals, teams and the organization as a whole. KPIs are used in various fields, including business, education, and government. This research aims to identify the role of KPIs in encouraging employee performance and organizational productivity. The research method used is a qualitative descriptive method through literature study. The research results show that KPI has a crucial role in encouraging employee performance and organizational productivity. KPIs can set clear direction, increase motivation and engagement, provide constructive feedback, encourage communication and collaboration, identify training and development needs, and increase accountability in the organization. Failure to implement or manage KPIs can have significant consequences in driving employee performance and organizational productivity in the modern era. In addition, there are several ideal strategies for using it effectively, including measurable and well-defined measurements.