Claim Missing Document
Check
Articles

KALIMAT IMPERATIF PADA IKLAN CAMILAN Dita Franesti; Sudaryanto Sudaryanto
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i2.11816

Abstract

Penelitian ini fokus pada bentuk dan jenis kalimat imperative pada iklan camilan. Peneliti menjelaskan bentuk dan jenis kalimat imperatif yang muncul pada iklan camilan di beberapa media selama tahun 2020-2024. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu iklan camilan. Sementara, objek yang digunakan oleh peneliti adalah kalimat imperatif yang terdapat pada iklan camilan. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode simak. Teknik dasar yang digunakan peneliti yaitu teknik dasar sadap. Peneliti melakukan observasi terhadap kalimat imperatif yang digunakan dalam iklan camilan. Selanjutnya juga digunakan teknik lanjutan yaitu teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah human instrument. Human instrument adalah kedudukan peneliti sebagai instrumen utama karena dalam penelitian kualitatif ada keyakinan makna dari berbagai interaksi. Pada penelitian ini menggunakan teknik trianggilasi teori dan teknik trianggulasi peneliti. Analisis data yang digunakan dalam pembahasan permasalahan penelitian menggunakan metode agih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat dua jenis kalimat imperatif pada iklan camilan seperti: kalimat imperatif perintah dan kalimat imperatif larangan; (2) kalimat imperatif dalam iklan camilan terdiri atas kalimat perintah tegas, biasa, dan halus. Selain itu, kalimat permintaan pada iklan camilan mempunyai penanda berupa tanda seru (!) sebagai ungkapan intonasi tegas.Kata kunci:Kalimat Imperatif, Iklan, Camilan
Proses Produksi Feronikel dari Bijih Nikel Laterit dengan Metode Rotary Kiln – Electric Furnace (RKEF) Sudaryanto Sudaryanto; Untung Sukamto; Ibnu Cahyo Nugroho
Jurnal Penelitian Rumpun Ilmu Teknik Vol. 2 No. 4 (2023): November : Jurnal Penelitian Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/juprit.v2i4.3456

Abstract

Indonesia is one of the leading producers of nickel. The process of producing nickel from laterite ore is mainly used to make ferronickel, nickel matte, or nickel metal. Laterite nickel ore with a Ni content greater than 1.8% can be processed through pyrometallurgical methods. The production of ferronickel using the Rotary Kiln-Electric Furnace method involves a series of steps, including the transportation of raw materials, drying of samples, moisture content testing, sample testing, smelting, pouring, and metal testing. The object of this study is laterite nickel from the Bahodopi and Pomalaa sites of PT Vale Indonesia Tbk. The object has been divided into four samples, namely Bahodopi Low Limit, Bahodopi Upper Limit, Pomalaa Low Limit, and Pomalaa Upper Limit, with varying levels of nickel content. The aim of this research is to produce ferronickel with a high nickel grade. The grade and recovery of nickel from the smelting of Bahodopi Low Limit, Bahodopi Upper Limit, Pomalaa Low Limit, and Pomalaa Upper Limit samples are as follows grade Ni 7.98%; 12.75%; 8.94%; 10.85% and recovery Ni 37.46%; 90.52%; 50.43%; 86.85%. The low grade and recovery in the Bahodopi Low Limit sample can be attributed to the initial nickel melted being much lower than the other samples and the appearance of eustantite, clinoesntantite ((Fe,Ni,Mg)2Si2O6), and forsterite (Mg1.7NiO.3O4Si) phases in the slag which can trap nickel and iron so that they remain in the slag.
Peran KPI Dalam Mendorong Kinerja Karyawan dan Produktivitas Organisasi Sudaryanto Sudaryanto
Jurnal Inovasi Manajemen, Kewirausahaan, Bisnis dan Digital Vol. 1 No. 2 (2024): Mei : Jurnal Inovasi Manajemen, Kewirausahaan, Bisnis dan Digital
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jimakebidi.v1i2.67

Abstract

In the modern era full of competition, organizations are required to always innovate and improve their performance. Key Performance Indicator (KPI) is one of the main performance indicators used to measure and evaluate the achievements of individuals, teams and the organization as a whole. KPIs are used in various fields, including business, education, and government. This research aims to identify the role of KPIs in encouraging employee performance and organizational productivity. The research method used is a qualitative descriptive method through literature study. The research results show that KPI has a crucial role in encouraging employee performance and organizational productivity. KPIs can set clear direction, increase motivation and engagement, provide constructive feedback, encourage communication and collaboration, identify training and development needs, and increase accountability in the organization. Failure to implement or manage KPIs can have significant consequences in driving employee performance and organizational productivity in the modern era. In addition, there are several ideal strategies for using it effectively, including measurable and well-defined measurements.
ONOMASTIKA PADA NAMA JASA MAKANAN Santi Sartika; Sudaryanto Sudaryanto
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i1.11036

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan asal-usul, bentuk dan makan nama jasa makanan di DIY. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek yang dipakai berupa iklan pada jasa makanan yang berada di DIY. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik dasar sadap, teknik lanjutan Simak Libas Bebas Cakap (SLBC) dan teknik lanjutan catat. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan metode padan referensial dan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP) dan teknik lanjutan teknik hubung banding menyamakan hal pokok (HBSP). Hasil penelitian terhadap onomastika yang terdapat pada nama jasa makanan di Daerah Istimewa yogyakarta ditemukan 10 data. Jenis asal-usul, bentuk, dan makna nama jasa makanan ditemukan 6 jenis terdiri dari 10 data. Jenis asal-usul nama jasa makanan antara lain berasal bahasa Jawa 1 data, bahasa Indonesia 1 data, kombinasi bahasa Indonesia dan bahasa Jawa 4 data, bahasa Indonesia dan bahasa Sunda 1 data, bahasa Jawa dan bahasa Melayu 1 data, bahasa Indonesia dan bahasa Hokkien 1 data, dan bahasa Indonesia dan bahasa Sansekerta 1 data.Kata kunci: onomastika, nama jasa makanan, bahasa
KALIMAT IMPERATIF PADA IKLAN CAMILAN Dita Franesti; Sudaryanto Sudaryanto
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i2.11816

Abstract

Penelitian ini fokus pada bentuk dan jenis kalimat imperative pada iklan camilan. Peneliti menjelaskan bentuk dan jenis kalimat imperatif yang muncul pada iklan camilan di beberapa media selama tahun 2020-2024. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu iklan camilan. Sementara, objek yang digunakan oleh peneliti adalah kalimat imperatif yang terdapat pada iklan camilan. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode simak. Teknik dasar yang digunakan peneliti yaitu teknik dasar sadap. Peneliti melakukan observasi terhadap kalimat imperatif yang digunakan dalam iklan camilan. Selanjutnya juga digunakan teknik lanjutan yaitu teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah human instrument. Human instrument adalah kedudukan peneliti sebagai instrumen utama karena dalam penelitian kualitatif ada keyakinan makna dari berbagai interaksi. Pada penelitian ini menggunakan teknik trianggilasi teori dan teknik trianggulasi peneliti. Analisis data yang digunakan dalam pembahasan permasalahan penelitian menggunakan metode agih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat dua jenis kalimat imperatif pada iklan camilan seperti: kalimat imperatif perintah dan kalimat imperatif larangan; (2) kalimat imperatif dalam iklan camilan terdiri atas kalimat perintah tegas, biasa, dan halus. Selain itu, kalimat permintaan pada iklan camilan mempunyai penanda berupa tanda seru (!) sebagai ungkapan intonasi tegas.Kata kunci:Kalimat Imperatif, Iklan, Camilan
CAMPUR KODE PIDATO HAEDAR NASHIR DALAM MILAD MUHAMMADIYAH KE–108 DAN 109: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Nenden Wulan Septianning Tiyas; Sudaryanto Sudaryanto
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.13627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk dan jenis campur kode yang terdapat dalam pidato Milad ke-108 dan 109 Muhammadiyah yang disampaikan oleh Haedar Nashir. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan simak bebas libat cakap. Setelah data diperoleh kemudian diklasifikasikan berdasarkan kategori bentuk dan jenis campur kodenya melalui analisis secara deskriptif menggunakan teori Suandi. Pada proses analisis data digunakan teknik padan intralingual. Triangulasi waktu digunakan untuk keabsahan data dengan cara pengecekan secara berulang data yang telah diperoleh melalui sumber asli data berupa video dan teks tertulis pidato Milad ke-108 dan 109 Muhammadiyah dengan waktu yang berbeda hingga mendapatkan data yang valid dan lebih kredibel. Dalam proses keabsahan data juga dilakukan pemeriksaan sejawat melalui diskusi untuk pemeriksaan data yang telah diperoleh. Hasil penelitian ini menunjukan adanya unsur campur kode dalam pidato Milad ke-108 dan 109 Muhammadiyah yang disampaikan oleh Haedar Nashir yang berupa bentuk campur kode yang terdiri atas campur kode pada tataran klausa, campur kode pada tataran frasa, dan campur kode pada tataran kata. Selain bentuk, adapun jenis campur kode yang terdapat pada pidato milad Muhammadiyah yang terdiri atas campur kode ke dalam (inner code mixing), campur kode keluar (outer code mixing), dan campur kode campuran (hybrid code mixing). Kata kunci: Campur Kode, Pidato, sosiolinguistik