Claim Missing Document
Check
Articles

RUANG DAN PENDUKUNG KEGIATAN GENI RUMAH BER-TUNGKU API DI DESA GELANG, BANJARNEGARA Hermawan Hermawan
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol. 14 No. 1 (2024): June
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i1.6950

Abstract

Kegiatan Geni merupakan satu tradisi yang telah dilakukan oleh masyarakat di Dataran tinggi. Geni atau api menjadi faktor penting dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai api menjadi nilai yang mempunyai banyak fungsi mulai dari fungsi ekonomi, sosial bahkan spiritual. Tradisi geni yang berkembang di masyarakat dataran tinggi tidak hanya dilakukan pada rumah tinggal vernakular tapi rumah modern juga. Tata ruang dan kelengkapan ruang menjadi faktor penentu keberhasilan tradisi Geni. Tujuan penelitian adalah menginvestigasi ruang dan pendukungnya dalam memenuhi keberhasilan tradisi kegiatan geni. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisa data menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah modern tidak terlalu kuat dalam melakukan tradisi geni akibat dari penggunaan kompor gas yang lebih banyak dibandingkan tungku api.
KAWASAN BOARDING SCHOOL DENGAN KONSEP ARSITEKTUR EKOLOGI DAN METODE DESAIN PARAMETRIK Dama Primanda; Hermawan Hermawan; Adinda Septi Hendriani
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol. 4 No. 1 (2022): October
Publisher : Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jebe.v4i1.3413

Abstract

Boarding school merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menerapkan nilai-nilai agama di kegiatan belajar mengajarnya, selain di bekali dengan ilmu-ilmu umum para peserta didik juga di bekali ilmu agama. Salah satunya adalah SMK Nusantara Wonosobo yang telah berkolaborasi dengan Pondok Pesantren Nurun ‘Alannur. adanya kerja sama tersebut, saat ini melakukan pembangunan baru di lokasi Jl. Ajibarang Secang, Kapencar, Kec. Kertek, Kabupaten Wonosobo. pada luas tanah 3.7 hektar. Oleh karena itu, diperlukan suatu gambar rencana pembangunan untuk dapat memenuhi kebutuhan yang dapat diwujudkan secara fisik dengan mutu yang baik. Tujuan : Menghasilkan desain perencanaan kawasan boarding school melalui konsep arsitektur ekologi yang sesuai dengan kebutuhan lembaga pengembang yang bisa mengintegrasikan lingkungan dengan tepat dan berkelanjutan. Metode : Perancangan ini dilakukan dengan analisa lapangan, pengumpulan data dan analisis kebutuhan pembangunan dengan pihak pengembang lembaga. Metode dasain parametrik juga digunakan untuk mempermudah perencanaan dan perancangan desain dengan konsep arsitektur ekologi. Hasil : output dari perencanaan ini adalah Master Plan Kawasan beserta gambar dari setiap gedung bangunan, gambar landscape, gambar 3D dan detail gambar kerja. Kesimpulan : Hal ini dapat disimpulkan, Metode pengumpulan data bersama dengan pengembang lembaga dapat lebih tepat menjawab kebutuhan perencanaan. Selain itu, konsep ekologi dan meode desain parametrik dapat menghasilkan tiпgkat efektivitas peraпcaпgaп kawasan boarding school yaпg yaпg meпdekatkaп aпtara liпgkuпgaп, baпguпaп, maпusia. daп Tuhaп YME.
OBSERVASI KONDISI BANGUNAN DI KABUPATEN KUDUS DAN WONOSOBO Hermawan Hermawan; Rifqi Afian Naufa Aditama; Khozinatul Asror; Ahmad Faizun; Annisa Nabila Arrizqi
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol. 4 No. 1 (2022): October
Publisher : Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jebe.v4i1.3442

Abstract

Kondisi bangunan pada suatu wilayah sangat tergantung pada tradisi masyarakat. Perancangan arsitektur seharusnya dipengaruhi oleh karakteristik masyarakat dan wilayah tapak bangunan. Kondisi karakteristik iklim menjadi salah satu elemen penting dalam perancangan arsitektur. Tujuan penelitian adalah mengamati kondisi bangunan dalam segi elemen arsitektur dan kelengkapannya di dua kabupaten yang berbeda karakteristik iklimnya. Metode penelitian dilakukan dengan metode pengambilan data menggunakan observasi dan pengamatan. Analisa data menggunakan analisa deskriptif yang didasarkan pada teori tentang perancangan arsitektur. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perbedaan kondisi bangunan antara Kabupaten Wonosobo dan Kudus tidak terlalu berbeda jauh. Beberapa bangunan telah terlihat menyesuaikan dengan iklim tropis. Penerapan karakteristik iklim pada kedua wilayah terlihat tidak terlalu diperhatikan secara spesifik.
KARAKTERISTIK DAN TIPE RUMAH TINGGAL DESA CONDONGCAMPUR, WONOSOBO Hermawan Hermawan
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol. 5 No. 1 (2023): October
Publisher : Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jebe.v5i1.6390

Abstract

Gaya arsitektur suatu bangunan dipengaruhi oleh nilai-nilai tradisi atau kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat pada suatu wilayah. Selain itu, pemilihan bentuk dan material juga menciptakan karakteristik dan tipe suatu rumah tinggal. Wilayah dataran tinggi mempunyai iklim dingin yang akan menentukan karakteristik dan tipe rumah tinggal tertentu. Tujuan penelitian adalah mengungkap karakteristik dan tipe rumah tinggal di daerah Condongcampur yang mempunyai iklim dingin. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif yang menekankan pada observasi dan wawancara. Dokumentasi dilakukan untuk memperlihatkan hasil observasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa karakteristik dan tipe rumah tinggal yang terbentuk disebabkan karena budaya masyarakat setempat serta pengalaman dari penghuni dalam melihat rumah tinggal lainnya. Karakteristisk dan Tipe Rumah Tinggal yang ditemukan terbagi menjadi tiga yaitu rumah tinggal kayu, rumah tinggal kontemporer dan rumah tinggal modern. Ketiga jenis rumah tinggal mempunyai karakteristik yang berbeda.
KONSEP PAWON DAN HUBUNGAN RUANG RUMAH TINGGAL DI LERENG GUNUNG, TEMANGGUNG Hermawan Hermawan
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol. 11 No. 01 (2024): January
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v11i01.6294

Abstract

Pawon sebagai perwujudan wadah atau tempat api mempunyai pengaruh terhadap arsitektur baik dalam ranah ruang maupun budaya penghuni rumah tinggal. Penelitian konsep pawon dan hubungan ruang perlu untuk dilakukan agar tercipta rumah tinggal yang sarat makna. Tujuan penelitian adalah menggali konsep pawon dan kaitannya dengan hubungan ruang pada rumah tinggal di lereng gunung, Temanggung. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan observasi dan wawancara. Rumah tinggal yang diambil berjumlah tiga buah dengan perbedaan material dinding yang merepresentasikan rumah tinggal modern dan vernakular. Hasil penelitian memperlihatkan semakin rumah lebih modern semakin tidak mengandalkan dalam penggunaan perapian sebagai wadah api. Teknologi menjadi faktor pengaruh dalam konsep pawon yang digunakan.
Aspek Arsitektur, Kenyamanan Termal dan Ekonomi Rumah Tinggal di Desa Kledung, Temanggung Hermawan Hermawan
Journal of Economic, Management, Accounting and Technology (JEMATech) Vol 6 No 2 (2023): August
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jematech.v6i2.6314

Abstract

Permasalahan pemanasan global bisa mempengaruhi semau disiplin ilmu. Arsitektur merupakan satu disiplin ilmu yang memadukan keruangan, fisika bangunan dan ekonomi. Permasalahan dalam arsitektur akibat pemanasan global adalah penggunaan peralatan kenyamanan yang menyebabkan pemborosan energi (faktor ekonomi). Tujuan penelitian melihat aspek arsitektur, kenyamanan termal dan ekonomi pada rumah tinggal di Desa Kledung, Temanggung. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif yang dilakukan dengan cara melakukan pengamatan dan mendapatkan informasi dari informan. Metode kuantitatif dengan cara pengukuran alat termal menjadi pelengkap dalam penelitian ini. Pengambilan data didokumentasikan dengan foto dan gambar arsitektur. Analisa data dilakukan dengan analisa deskriptif dan mengkaitkan dengan artikel lain. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa aspek arsitektur, kenyamanan termal dan ekonomi saling terkait. Ruang arsitektur yang semakin modern akan membutuhkan biaya yang semakin besar dan kepuasan termal yang semakin tinggi.
Pawon : Perpaduan Ruang Ekonomi dan Sosial Hermawan Hermawan; Niyah Niyah; Budi Santosa; Annisa Nabila Arrizqi
Journal of Economic, Management, Accounting and Technology (JEMATech) Vol 6 No 2 (2023): August
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jematech.v6i2.6334

Abstract

Pawon merupakan ruang pada arsitektur tradisional yang mempunyai banyak fungsi. Pawon mempunyai nilai-nilai ekonomi dan sosial dalam mendukung kehidupan masyarakat. Pawon bisa menjadi tulang punggung dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian bertujuan menggali peran pawon sebagai ruang ekonomi dan sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengamatan secara langsung di lapangan. Beberapa tempat yang mempunyai rumah tinggal dengan pawon menjadi obyek penelitian. Kriteria rumah tinggal adalah mempunyai pawon yang digunakan untuk interaksi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan banyak fungsi pawon yang mengarah pada aktivitas perekonomian dan interaksi sosial. Pawon menjadi ruang yang penting bagi kehidupan manusia.
Aspek Ekonomi pada Pemborosan Energi oleh Minimarket di Dataran Tinggi Hermawan Hermawan
Journal of Economic, Management, Accounting and Technology (JEMATech) Vol 7 No 1 (2024): February
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jematech.v7i1.6431

Abstract

Pemanasan global membuat bangunan memerlukan AC untuk membuat nyaman pengguna bangunan. Wilayah tropis mempunyai wilayah yang berbeda iklimnya yaitu Dataran Rendah dan Tinggi. Kondisi iklim di dataran rendah termasuk dalam kategori wilayah panas sehingga memerlukan AC, sedangkan Dataran tinggi termasuk dalam kategori wilayah dingin sehingga penggunaan AC akan membuat pemborosan energi. Penggunaan AC pada minimarket modern diduga akan membuat pemborosan energi sehingga perlu penelitian tentang pemborosan energi yang terjadi. Tujuan penelitian adalah menemukan faktor pemborosan energi pada penggunaan AC oleh minimarket di Dataran Tinggi. Penelitian menggunakan metode penelitian lapangan yang dipadukan dengan simulasi untuk menemukan potensi perubahan elemen bangunan yang memungkinkan agar tercapai penghematan energi. Variabel yang diteliti adalah suhu udara dan kelembaban. Faktor ekonomi menjadi aspek yang diteliti dalam keterkaitan dengan pemborosan energi yang dihasilkan. Penelitian mendapatkan hasil bahwa AC masih diperlukan untuk membuat nyaman penghuni saat siang hari dengan suhu yang cukup tinggi. Beberapa waktu perlu adanya jadwal untuk mematikan AC. Sebagian besar wilayah dataran tinggi mempunyai suhu lingkungan yang sesuai dengan suhu nyaman pengguna bangunan. AC
Peran Pawon di Rumah Dieng : Kajian Arsitektural Ekonomi Hermawan Hermawan; Riandi Riandi; Salimatul Salimatul
Journal of Economic, Management, Accounting and Technology (JEMATech) Vol 7 No 2 (2024): August
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jematech.v7i2.7860

Abstract

Kearifan lokal menjadi salah satu isu yang terus dikembangkan untuk dijadikan model dalam mengatasi berbagai permasalahan. Rumah di Dieng mempunyai keunikan dalam penggunaan tungku api untuk melakukan penghangatan dengan budaya api nya. Kearifan lokal bisa disebut sebagai salah satu faktor dalam menciptakan ramah lingkungan atau keberlanjutan. Salah satu faktor ramah lingkungan atau keberlanjutan dalam bidang arsitektur adalah penghematan energi dalam aktivitas masyarakat. Penelitian ini akan membahas kajian arsitektural ekonomi yang mengungkap kajian ruang dan penghematan dalam bidang ekonomi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi pada 6 rumah tinggal utama dan 4 rumah tinggal sebagai sampel pendukung. Analisa menggunakan narasi deskriptif. Hasil penelitian mengungkap adanya hubungan yang erat antara keruangan dengan penghematan energi. Pawon yang merupakan suatu ruang aktivitas masyarakat mempunyai beberapa nilai ekonomi yang berbeda-beda sesuai dengan elemen arsitektur yang ditampilkan. Kajian arsitektural ekonomi menjadi salah satu kajian yang bisa menciptakan ruang hemat energi sebagai solusi dari permasalahan keberlanjutan.
Co-Authors Abdul Syakur Achmad Affandi admin admin Adnen Bait Sabila Adriana Sari Aryani Agung Hadi Saputro AGUNG SETIAWAN Agustina Salama Ahmad Afandi Ahmad Faizun Alif Faozi Andhika Danu Dwi Prasetya Andy Fefta Wijaya Anita Fitriani Annisa Nabila Arrizqi Annisa Nabila Arrizqi Annisa Nabila Arrizqi Annisa Nabila Arrizqi Annisa Nabila Arrizqi ardani Ari Fajar Isbakhi Arie Kumala Nisa' Arif Setiawan Aryanti Amalia Azhar Irfandi bagas Bambang Setiyono Bambang Wahyudiono Budi Santosa Dama Primanda Dama Primanda Dewi Sri Rejeki Dicky Pratama Edi Djatmika Eko Wahyu Kurniawan El Syam, Robingun Suyud Emmi Rahmiwita Nst Erniyati Erniyati Ervi Cofriyanti Ery Wahidatul Khasanah Fahruddin Wakano Faidlon, Ahmad Fitri Nur Azizah Fuji Elviani Elviani Ganjar Turesna Gunarhadi Gunarhadi Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Hadiyan Hadiyan Hendriani, Adinda Septi Herry Widiyastono Irwan Iryanto Irwansyah Irwansyah Iwan Setiawan Joko Wibowo Joko Yuwono Karina karina Khoiril Anam Khozinatul Asror Komang Ayu Kartika Sari Kotim Subandi Kriswantoro Kriswantoro Kunto Aribowo Kurnia Ramadani Legis Tsaniyah Linda Herlina Lutfia Uli Na’mah M. Munandar Sulaeman M. Yusuf Amin Nugroho Mahardika Supratiwi Marina Sulistyati Mihrani Mihrani Misra Nofrita Moh. Nasution Muafani Muhamad Abi Aufa Muhamad Imaduddin Muhamad Nafiul Fahmi Sihab Muhammad Hanip Nasyiin Faqih Nif’an Nazudi Niyah Niyah Nuri Zakiyyah Nurma Khusna Khanifa Nurun Nisfah Okta Liansyah Peni Rinda Listyawati Puspa Citra R. Arya Rahmadiyatmaka Raka Imam Rachmawan Reni Sulastri Riandi Riandi Ricky Firmansyah Ridha Sabda Utami Rifqi Afian Naufa Aditama Rilawadi Rilawadi Rismaya Rismaya Rizky I'malia Sari Rois Aryani Rubianto Hadi Ruri Ruri Salimatul Salimatul Sarwono Sarwono Sawarni Hasibuan Sjamsiah, Sjamsiah Soesilo Zauhar Sunaryo Suryadi Suryadi Syariful Azmi Tohir Tohir Unang Yunasaf Usman Radiana Widayati Widayati Widia Ramadhani Wisnu Wisnu Yodi Hermansyah Yuli Widiyono Zaenal, Reza Muhamad Zulfahri, Zulfahri Zulkarnain Zulkarnain