Articles
ANALISA SINAR MATAHARI DAN ANGIN DALAM KINERJA TERMAL TIGA RUMAH TINGGAL
Hermawan Hermawan
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol 4 No 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) Universitas Sains Al Qur'an
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32500/jebe.v4i2.6316
Kenyamanan termal merupakan persepsi penghuni yang didasarkan pada lingkungannya, sedangkan kinerja termal adalah kinerja panas yang ditimbulkan oleh bangunan. Banyak faktor dalam kinerja termal bangunan diantaranya adalah sinar matahari dan angin. Kedua faktor termasuk faktor penting yang mempengaruhi kinerja termal bangunan untuk mewujudkan kenyamanan termal penghuni bangunan. Tujuan penelitian adalah menganalisa sinar matahari dan angin dalam mempengaruhi kinerja termal rumah tinggal. Metode penelitian menggunakan metode observasi dengan melakukan pengamatan elemen bangunan yang berhubungan dengan sinar matahari dan angin. Hasil pengamatan dideskripsikan untuk menemukan hasil kinerja termal dari tiga bangunan yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen bangunan seperti material dinding mempengaruhi kinerja termal bangunan. Penelitian menunjukkan bahwa rumah tinggal dengan dinding plaster lebih dingin dibandingkan dengan rumah tinggal berdinding batu ekspos dan kayu.
KARAKTERISTIK DAN TIPE RUMAH TINGGAL DESA CONDONGCAMPUR, WONOSOBO
Hermawan Hermawan
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol 5 No 1 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) Universitas Sains Al Qur'an
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32500/jebe.v5i1.6390
Gaya arsitektur suatu bangunan dipengaruhi oleh nilai-nilai tradisi atau kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat pada suatu wilayah. Selain itu, pemilihan bentuk dan material juga menciptakan karakteristik dan tipe suatu rumah tinggal. Wilayah dataran tinggi mempunyai iklim dingin yang akan menentukan karakteristik dan tipe rumah tinggal tertentu. Tujuan penelitian adalah mengungkap karakteristik dan tipe rumah tinggal di daerah Condongcampur yang mempunyai iklim dingin. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif yang menekankan pada observasi dan wawancara. Dokumentasi dilakukan untuk memperlihatkan hasil observasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa karakteristik dan tipe rumah tinggal yang terbentuk disebabkan karena budaya masyarakat setempat serta pengalaman dari penghuni dalam melihat rumah tinggal lainnya. Karakteristisk dan Tipe Rumah Tinggal yang ditemukan terbagi menjadi tiga yaitu rumah tinggal kayu, rumah tinggal kontemporer dan rumah tinggal modern. Ketiga jenis rumah tinggal mempunyai karakteristik yang berbeda.
KONDISI PAWON DAN PERILAKU PENGHANGATAN DI RUMAH KAYU DATARAN TINGGI
Hermawan Hermawan
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol 5 No 2 (2024): April
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) Universitas Sains Al Qur'an
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32500/jebe.v5i2.6864
Pawon bagi rumah tinggal dataran tinggi merupakan ruang yang digunakan untuk penghangatan sehingga hampir rumah di dataran tinggi mempunyai pawon. Fungsi pawon sebagai ruang penghangatan bisa digunakan oleh anggota keluarga ataupun oleh tetangga. Kondisi pawon menentukan berapa orang yang bisa menggunakan pawon untuk penghangatan. Tujuan penelitian adalah mengungkap kondisi pawon dan perilaku penghangatan di rumah kayu dataran tinggi. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif yang mendapatkan data dengan cara observasi dan dokumentasi. Beberapa data didapatkan juga dari wawancara terbuka sebagai bentuk validasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kondisi pawon yang luas dengan perlengkapan jengkok dan dingklik cukup dijadikan ruang penghangatan oleh keluarga dan tetangga. Kondisi pawon yang tidak memungkinkan untuk mengobrol banyak orang, maka digunakan ruang makan atau ruang keluarga sebagai ruang bersama keluarga dan tetangga. Pawon tetap menjadi ruang penghangatan namun hanya terbatas untuk anggota keluarga saja.
PENGELOLAAN LIMBAH KONSTRUKSI PADA PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL HORISON DIENG WONOSOBO
Hermawan Hermawan;
Muhamad Abi Aufa;
Annisa Nabila Arrizqi
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 2 (2023): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jiars.v13i2.5607
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi praktik pengelolaan limbah konstruksi pada proyek pembangunan. Limbah konstruksi merupakan salah satu isu lingkungan yang signifikan dalam industri konstruksi, karena dapat menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia jika tidak dikelola dengan baik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei lapangan dan analisis data. Survei lapangan dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang praktik pengelolaan limbah konstruksi yang diterapkan pada proyek pembangunan yang sedang berlangsung. Data kemudian dianalisis untuk mengevaluasi efektivitas praktik pengelolaan limbah konstruksi yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar proyek pembangunan masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah konstruksi. Beberapa kendala yang diidentifikasi meliputi kurangnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah konstruksi, kurangnya pengetahuan tentang metode yang tepat untuk mengelola limbah konstruksi, serta keterbatasan sumber daya dan infrastruktur yang ada. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi para profesional dan praktisi dalam industri konstruksi dalam upaya meningkatkan pengelolaan limbah konstruksi. Dengan menerapkan praktik-praktik yang lebih baik dalam pengelolaan limbah konstruksi, diharapkan dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan mempromosikan pembangunan yang berkelanjutan.
BUDAYA API DAN BUDAYA BERHUNI DI DESA KARANGTENGAH BATUR, BANJARNEGARA
Hermawan Hermawan
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 2 (2023): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jiars.v13i2.6276
Teori api dan arsitektur masih terimplementasikan pada rumah tinggal di dataran tinggi. Budaya penggunaan api sebagai pusat aktivitas dari masyarakat dataran tinggi menjadikan api sebagai budaya berhuni. Api mempunyai nilai simbolis yang tinggi sehingga perlu mengungkap budaya api dan berhuni rumah tinggal. Penelitian bertujuan untuk mengungkap relasi api dalam mempengaruhi budaya berhuni rumah tinggal vernakular. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data dari informan dan observasi di lapangan. Analisa data menggunakan analisa deksriptif dengan menganalisa budaya yang terjadi di desa Karangtengah Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa api menjadi pusat aktivitas dari masyarakat desa Karangtengah, Batur, Banjarnegara
PERAPIAN DAN SPASIAL ARSITEKTUR PADA HUNIAN
Hermawan Hermawan
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 1 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jiars.v13i1.6277
Arsitektur mempunyai kaitan dengan segala aspek dan banyak bidang ilmu. Salah satu aspek kehidupan yang menjadi dasar dalam arsitektur yaitu api. Teori api dan arsitektur telah lama ditemukan dan banyak unsur dalam arsitektur yang dipengaruhi oleh api. Teori api dan arsitektur tidak lepas dari aspek budaya dan interaksi sosial. Tujuan penelitian adalah menggali aspek perwujudan dari api dalam aspek atau unsur arsitektur. Metode penelitian menggunakan metode deskripsi dengan menggunakan literatur tentang aspek arsitektur khususnya tiga aspek yaitu karakter spasial, vernakularisme dan organisasi ruang. Ketiga aspel arsitektur digali dengan berawal dari teori api dan arsitektur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter spasial, vernakularisme dan organisasi ruang saling terkaitan dengan adanya teori bahwa api sebagai pusat akvitas. Perwujudan api dan arsitektur terwujud dalam pola yang dibentuk oleh vernakularisme. Sebagian besar penggunaan api sebagai wujud dalam memperoleh kenyamanan termal pada daerah dingin.
RUANG DAN PENDUKUNG KEGIATAN GENI RUMAH BER-TUNGKU API DI DESA GELANG, BANJARNEGARA
Hermawan Hermawan
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 1 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jiars.v14i1.6950
Kegiatan Geni merupakan satu tradisi yang telah dilakukan oleh masyarakat di Dataran tinggi. Geni atau api menjadi faktor penting dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai api menjadi nilai yang mempunyai banyak fungsi mulai dari fungsi ekonomi, sosial bahkan spiritual. Tradisi geni yang berkembang di masyarakat dataran tinggi tidak hanya dilakukan pada rumah tinggal vernakular tapi rumah modern juga. Tata ruang dan kelengkapan ruang menjadi faktor penentu keberhasilan tradisi Geni. Tujuan penelitian adalah menginvestigasi ruang dan pendukungnya dalam memenuhi keberhasilan tradisi kegiatan geni. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisa data menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah modern tidak terlalu kuat dalam melakukan tradisi geni akibat dari penggunaan kompor gas yang lebih banyak dibandingkan tungku api.
ARAH AXIAL TUNGKU API DAN PENYEBARAN ASAP DI PAWON RUMAH VERNAKULAR DATARAN TINGGI
Hermawan Hermawan
Device Vol 14 No 1 (2024): Mei
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/device.v14i1.6857
Permasalahan asap dalam penggunaan tungku api bagi rumah vernakular menjadikan permasalahan utama dalam rumah vernakular. Budaya genen di wilayah dataran tinggi menjadi kebiasaan dan budaya yang bertujuan untuk menghangatkan badan serta berkumpul (ngendong) untuk berdiskusi degnan anggota keluarga dan tetangga. Permasalahan asap akan menyebabkan memburuknya kualitas udara dalam ruang dan berimbas pada kesehatan penghuni rumah tinggal. Penelitian bertujuan untuk mengungkap arah penyebaran asap dan axial peletakan tungku api di pawon rumah vernakular yang menggunakan tungku api. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara serta dokumentasi. Observasi digunakan untuk mendapatkan data peletakan tungku dan arah penyebaran asap. Wawancara digunakan untuk melengkapi data penggunaan tungku api dan kondisi kesehatan penghuni. Dokumentasi digunakan untuk melengkapi data penggambaran rumah tinggal. Hasil penelitian memperlihatkan penyebaran asap sebagian besar rumah tinggal tidak bisa maksimal. Terlihat dinding dapur menjadi kehitaman akibat adanya asap yang menyebar di dalam ruang. Ventilasi yang tersedia masih kurang sehingga perlu adanya perbaikan ventilasi pada rumah tinggal. Axial peletakan tungku api juga perlu disesuaikan dengan arah penyebaran asap dan mendekatkan dengan ventilasi.
METODE LATIHAN CIRCUIT TRAINING TERHADAP AKURASI MEMANAH PADA ATLET UKM PANAHAN PUTRA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Agung Hadi Saputro;
Hermawan Hermawan;
Rubianto Hadi;
Arif Setiawan
Unnes Journal of Sport Sciences Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ujoss.v6i2.56252
The importance of physical exercise in archery is because archery is a sport that requires endurance of the arm muscles, shoulder muscles and abdominal muscles. Lack of physical exercise programs in the Student Activity Unit. This study aims to determine the effect of the Circuit Training method towards Accuracy in male Archery Students Activity Unit athletes at UNNES 2021.This research method is quantitative with an experimental approach and is included in the Pre Experimental design type. The instrument used is a test score of 30 meters distance. The research subjects were 10 athletes from the Archery UKM UNNES. Data analysis technique using t test.The results of the t test obtained are t arithmetic (2.003) > t table (1.739) with a significance value (sig) 2-tailed (0.03) < (0.05) then Ha is accepted and Ho is rejected which means that the circuit training has an effect on Archery UKM Athletes UNNES 2021 Archery Accuracy.Based on the results of the processed data, it can be concluded that there is a significant increase in the archery accuracy of the athletes of Male ArcheryStudents Activity Unit UNNES.
IMPLEMENTATION OF ECOLOGICAL ARCHITECTURE IN WONOSOBO ZOO DESIGN
bagas;
Hermawan Hermawan;
Muafani
Clean Energy and Smart Technology Vol. 2 No. 1 (2023): October
Publisher : Nacreva Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58641/cest.v2i1.49
Lack of animal habitats in nature caused by several human activities such as logging, hunting and land conversion causes animals to lack places to live, which in turn results in a decline in wildlife. At this point conservation efforts are made in order to save animals from extinction. Zoos are a type of ex-situ conservation effort that can be a forum for interaction between humans and animals, so that humans can learn about animals and build close relationships with animals. On the other hand, the zoo can also be a tourist attraction so that it can become an asset for the region to develop its tourism. Referring to these matters, planning a zoo in Wonosobo Regency can become a place for animals and become a new tourist attraction while still paying attention to ecological factors so that it continues to provide comfort for humans and animals in it and does not damage the surrounding environment.