Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENGARUH STATUS PENGUASAAN LAHAN TERHADAP PRODUKSI PADI SAWAH TADAH HUJAN DI KABUPATEN BANYUMAS Rifki Andi Novia; Ratna Satriani
JURNAL AGRICA Vol 13, No 1 (2020): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.039 KB) | DOI: 10.31289/agrica.v13i1.3318

Abstract

This study aimed to determine the effect of agricultural land tenure status on rainfed lowland rice production in Banyumas Regency. One of the most important factors of production affecting the production of rainfed lowland rice is the land used. This study used  survey method by taking primary data and secondary data. Primary data obtained through a list of questions that have been prepared, while secondary data obtained from the relevant agencies. The sampling method is carried out by stratified random sampling. Each stratum of the sample is drawn with a total sample of 50 farmer respondents. Data were analyzed used one-way analysis of variance (One-way ANOVA). The results of this study indicated that the amount of rainfed lowland rice production in Banyumas District showed significant difference between farmers who were not owners and farmers who own land. Non-owner farmers get an average production yield greater than those of farmers who own rainfed lowland rice in Banyumas Regency.
ANALISIS EFISIENSI TEKNIS USAHATANI PADI SAWAH TADAH HUJAN DI KABUPATEN BANYUMAS Rifki Andi Novia; Ratna Satriani
MEDIAGRO Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.365 KB) | DOI: 10.31942/mediagro.v16i1.3389

Abstract

ABSTRACT Rainfed lowland rice farming is highly contributed to national rice production after irrigated lowland rice farming. Production of rainfed lowland rice farming faces many obstacles such as cultivation technology and weather changes, inefficient use of production factors as well. This study aimed to analyze the factors influenced the production of rainfed lowland rice farming, the level of technical efficiency and the factors influenced the technical efficiency of rainfed lowland rice farming in Banyumas Regency. The study was conducted in 2 sub-districts in Banyumas Regency for 50 respondentsand was conducted in Planting Season II in 2018. The results showed that the factors affecting the production of rainfed lowland rice farming were the number of seeds, the amount of fertilizer, the amount of pesticides used and arable land area. The level of technical efficiency of rice farming from high level to low level ranged from 0.61 to 0.80 (40 percent); 0.81 - 1.00 (26 percent); less than 0.60 (34 percent) respectively. The result showed that rainfed lowland rice farming in Banyumas Regency was not technically yet efficient and can still be optimized in the use of production inputs to get maximum production results. This study also found that the age variable of farmers significantly affected the inefficiency of rainfed lowland rice farming in Banyumas Regency with a negative regression coefficient. Keywords: efficiency, farming, rainfed lowland, stochastic frontier
ANALISIS KINERJA EKSPOR METE GELONDONG INDONESIA KE NEGARA VIETNAM DAN INDIA Baharudin Ahmad Sobari; Anny Hartati; Ratna Satriani
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 5, No 2 (2022): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v5i2.2014

Abstract

Mete gelondong adalah salah satu komoditas ekspor yang dihasilkan dari tanaman jambu mete dan memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Negara Vietnam dan India adalah importir terbesar mete gelondong Indonesia yang rutin melakukan impor setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis apakah mete gelondong Indonesia memiliki keunggulan komparatif di negara Vietnam dan India, 2) menganalisis apakah mete gelondong Indonesia memiliki keunggulan kompetitif di negara Vietnam dan India, 3) menganalisis faktor dominan yang memengaruhi kinerja ekspor mete gelondong Indonesia ke negara Vietnam dan India. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang dilaksanakan pada bulan September - Oktober 2021 dengan komoditas penelitian berkode HS 080131. Jenis data penelitian adalah data sekunder dalam data deret waktu, yaitu tahun 2010 - 2019 dan data antar individu dua negara tujuan ekspor mete gelondong Indonesia yaitu negara Vietnam dan India. Analisis data yang digunakan adalah analisis Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamic (EPD) dan Constant Market Share (CMS). Hasil analisis RCA menunjukkan mete gelondong Indonesia memiliki nilai RCA lebih besar dari satu yang berarti komoditas memiliki keunggulan komparatif di negara Vietnam dan India. Hasil analisis EPD menunjukkan ekspor mete gelondong Indonesia ke negara Vietnam berada pada posisi pasar retreat yang mengindikasikan komoditas tidak memiliki keunggulan kompetitif dan pertumbuhan permintaannya stagnan, sedangkan ekspor mete gelondong Indonesia ke negara India berada pada posisi pasar falling star yang mengindikasikan komoditas memiliki keunggulan kompetitif dan pertumbuhan permintaannya stagnan. Hasil analisis CMS menunjukkan bahwa faktor dominan yang memengaruhi kinerja ekspor mete gelondong Indonesia ke negara Vietnam dan India adalah faktor komposisi komoditas.
PENGUATAN PASAR DAN DIVERSIFIKASI OLAHAN MINUMAN BERBAHAN DASAR PRODUK BIOFARMAKA PADA KELOMPOK TANI SIDO JODHO KABUPATEN BANJANEGARA Ratna Satriani; Anny Hartati; Syahrul Ganda Sukmaya
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 9: February 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i9.4846

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) Sido Jodho mampu membuat produk olahan berbahan dasar biofarmaka antara lain, jahe instant, kunyit asam instant, temu lawak instant, yoghurt jahe, minuman jahe, minuman kunyit asam dan cookies jahe. Kendala yang dihadapi adalah bahan baku yang tersedia tidak selalu bagus, pemasaran hanya sebatas offline dan belum mempunyai pencatatan keuangan yang baik. Kegiatan pengabdiam masyarakat sudah dimulai pada bula Mei 2022. Alih teknologi yang diberikan kepada sasaran adalah pencatatatn keuangan sederhana dan pemasaran secara online. Bantuan yang diserhakan berupa pembuatan demplot tanaman biofarmaka, perbaikan dapur sehat dan pendampingan pemasaran online. Luas lahan demplot tanaman biofarmaka adalah 50x10 meter yang terletak dekat dengan rumah anggota KWT. Pemasaran produk KWT saat ini sudah masuk ke market place dan di beberapa Hotel. Anggota kelompok juga telah melakukan pencatatan keuangan sederhana dan menggunakan aplikasi Si Apik.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Bibit Albasia di Desa Kroyo Lor Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo Wawar Kristvarah; Anny Hartati; Ratna Satriani
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.7

Abstract

Produksi benih albasia (Albizia falcataria) merupakan tanaman kecil yang tumbuh dengan nilai ekonomis pada kayunya. Pembibitan albasia dilakukan untuk memperoleh pendapatan yang maksimal dengan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi benih albasia dan besarnya kontribusi atau kontribusi benih albasia terhadap pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi bibit albasia dan 2) kontribusi bibit albasia di Desa Kroyo Lor Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo. Tujuan ini menggunakan dua alat analisis, yaitu analisis fungsi produksi Cobb-Douglas dan analisis kontribusi (%). Berdasarkan dimensi waktu, penelitian ini menggunakan dimensi cross sectional tahun 2019, menggunakan metode penelitian survey dan menggunakan metode rumus Slovin untuk menentukan besar sampel, dimana sampel responden sebanyak 85 responden. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis regresi menunjukkan bahwa variabel luas lahan dan polibag berpengaruh nyata terhadap produksi bibit albasia, sedangkan variabel umur petani, pendidikan petani, pengalaman pembibitan albasia, tenaga kerja, benih albasia dan pupuk tidak berpengaruh nyata. berpengaruh nyata terhadap produksi bibit albasia di Desa Kroyo Lor Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo. Kontribusi pendapatan benih albasia terhadap total pendapatan petani adalah sebesar 80,1722%, hal ini menunjukkan nilai support atau kontribusi atau kontribusi terhadap pendapatan benih albasia dikatakan tinggi.
Added Value of Crystal Coconut Sugar in Women Farmers Group Tetes Mancung Cilongok District Banyumas Regency Ratna Satriani; Taufik Budhi Pramono
Indonesian Journal of Food Technology Vol 1 No 1 (2022): Indonesian Journal of Food Technology
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.858 KB) | DOI: 10.20884/1.ijft.2022.1.1.6139

Abstract

KWT Tetes Mancung is one of the women's groups that produce crystal coconut sugar. An effort to obtain maximum profit is largely determined by the management and combination of factors of production that are used appropriately. Increasing the added value of a product can provide benefits for business actors. The process of producing coconut sap into crystal coconut sugar is able to increase the selling price of crystal coconut sugar so that the group's income also increases. This study aims to: (1) determine the characteristics of the craftsmen, and (2) determine the added value of crystalline coconut sugar. Data collection was carried out on March 1 to March 31, 2021. The research method used was the case study method. The analytical tools used are descriptive analysis and added value analysis. The results showed that: 1) the characteristics of crystal coconut sugar craftsmen in KWT from the level of education as much as 42 % had basic education (SD), the number of dependents of the family was 2-4 people, the average craftsman experience was 7-10 years and the average coconut tree which tapped 22 trees. 2) the added value of coconut sap which is processed into crystal coconut sugar is Rp 5,159,00 or 35.97 percent.
Strategi Pengembangan Usaha Budidaya Ikan Hias pada Usaha Budidaya Maresh Farm Id di Kecamatan Kejobong, Purbalingga, Jawa Tengah Bangkit Wiranata; Aulia Fatah Noor Fauzi; Ratna satriani; Taufik Budhi Pramono
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.728

Abstract

Budidaya ikan hias air tawar memiliki nilai ekonomis tinggi dan berpotensi besar untuk dikemabangkan. Purbalingga merupakan salah satu kawasan penghasil ikan hias terbesar di jawa tengah. Maresh fish id adalah salah satu pembudidaya ikan hias dengan komoditas utama ikan rasbora galaxy (danio margariatus). Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan usaha budidaya ikan hias di Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga, serta menentukan strategi pengembangan usaha yang prioritas untuk usaha tersebut. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan Metode penelitian survey aktif menggunakan kuisoner serta pengambilan sampel secara purposive. Responden dipilih berdasarkan pengetahuan dan peran penting mereka dalam strategi pengembangan yang berkaitan dengan informasi yang dibutuhkan. Metode analisis data menggunakan IFAS (Internal Strategic Factor Analysis Summary), EFAS (External Strategic Factor Analysis Summary), Internal Eksternal (IE), SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats) dan QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Analisis faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman) yang dapat mempengaruhi udaha budidaya Maresh fish farem adalah Hasil analisis menunjukkan bahwa kekuatan usaha tersebut adalah lahan budidaya yang luas, sedangkan kelemahan adalah belum merambah pasar lokal dan masih mengandalkan pengepul. Selain itu, terdapat peluang dalam permintaan pasar yang tinggi, namun juga ada ancaman dalam bentuk hama dan penyakit. Dari hasil analisis menggunakan matriks QSPM, strategi pengembangan usaha yang paling tepat adalah dengan menambah kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar dan memanfaatkan bahan baku secara efektif dan efisien. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan kesuksesan usaha budidaya Maresh Fish Farm.
Tingkat Kepuasan Petani pada Kinerja Kelembagaan Agribisnis Kedelai di Jawa Tengah Ratna Satriani; Rifda Naufalin; Akhmad Rizqul Karim; Eni Hari Widowati; Alfina Handayani; Rifki Andi Novia
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 28 No. 4 (2023): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.28.4.572

Abstract

The soybean agribusiness institutions have important roles to support the increased soybean production in Central Java. The purpose of this study was to analyze the levels of performance and importance of farmers in the institutional performance of soybean agribusiness in Central Java. This research uses descriptive analytical method, with the technical implementation of research using survey methods. This research was conducted on September - December 2022 with a sampling technique using a purposive sampling on 110 respondent farmers. Data analysis carried out in this research is Importance and Performance Analysis (IPA). IPA is used to compare the level of importance of soybean farmers with their levels of performances. Before being analyzed using IPA, each attribute was tested for validity and reliability, and from the test results it was found that each attribute was declared valid and reliable. The results of the analysis show that one of the attributes that is included in quadrant I and needs to be a priority for improvement is the need to determine the Harga Pokok Produksi (HPP) for soybeans by the government and the need to increase the subsidized fertilizer program. Attributes that fall into quadrant II and whose performances must be maintained include the existence of collector traders, the existence of a soybean seed assistance program, and the availability of quality soybean seeds. Attributes that are included in quadrant III and are the second priority for repairing and improvement are the need for storage granaries, partnerships with companies, and the easy access to financing services. Meanwhile, the attributes that enter quadrant IV and can be ignored are the availabilities of water, labor, and farming infrastructure. Keywords: importance and performance analysis, importance farmers, performance farmers, soybeans
ANALISIS KINERJA EKSPOR METE GELONDONG INDONESIA KE NEGARA VIETNAM DAN INDIA Baharudin Ahmad Sobari; Anny Hartati; Ratna Satriani
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 5, No 2 (2022): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v5i2.2014

Abstract

Mete gelondong adalah salah satu komoditas ekspor yang dihasilkan dari tanaman jambu mete dan memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Negara Vietnam dan India adalah importir terbesar mete gelondong Indonesia yang rutin melakukan impor setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis apakah mete gelondong Indonesia memiliki keunggulan komparatif di negara Vietnam dan India, 2) menganalisis apakah mete gelondong Indonesia memiliki keunggulan kompetitif di negara Vietnam dan India, 3) menganalisis faktor dominan yang memengaruhi kinerja ekspor mete gelondong Indonesia ke negara Vietnam dan India. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang dilaksanakan pada bulan September - Oktober 2021 dengan komoditas penelitian berkode HS 080131. Jenis data penelitian adalah data sekunder dalam data deret waktu, yaitu tahun 2010 - 2019 dan data antar individu dua negara tujuan ekspor mete gelondong Indonesia yaitu negara Vietnam dan India. Analisis data yang digunakan adalah analisis Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamic (EPD) dan Constant Market Share (CMS). Hasil analisis RCA menunjukkan mete gelondong Indonesia memiliki nilai RCA lebih besar dari satu yang berarti komoditas memiliki keunggulan komparatif di negara Vietnam dan India. Hasil analisis EPD menunjukkan ekspor mete gelondong Indonesia ke negara Vietnam berada pada posisi pasar retreat yang mengindikasikan komoditas tidak memiliki keunggulan kompetitif dan pertumbuhan permintaannya stagnan, sedangkan ekspor mete gelondong Indonesia ke negara India berada pada posisi pasar falling star yang mengindikasikan komoditas memiliki keunggulan kompetitif dan pertumbuhan permintaannya stagnan. Hasil analisis CMS menunjukkan bahwa faktor dominan yang memengaruhi kinerja ekspor mete gelondong Indonesia ke negara Vietnam dan India adalah faktor komposisi komoditas.
Riset Pasar Produk Kecap Coconut Aminos : (Studi Kasus Coconut Aminos “Gulapa” PT. Berkat Petani Indonesia ) Dharmawan, Budi; Sakhidin; Karseno; Widyarini, Indah; Satriani, Ratna; Sudarmadji, Arief; Sunendar; Novia, Rifki Andi
JURNAL AGRICA Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Consumer awareness of a healthy lifestyle is driving an increase on demand for food products that are low in sodium, gluten-free, and made from natural ingredients. Coconut aminos with the brand "Gulapa" is one of the new products to meet the demand made by PT. Berkat Petani Indonesia. For this reason, market research is needed regarding the position of the product from the consumer's perspective. This study was aimed to analyze the market potential of coconut aminos "Gulapa", evaluate consumer preferences, and identify effective marketing strategies. The research period was 5 (five) months in 2024 in Banyumas, Purbalingga, Purwokerto, and Cilacap Regencies, Central Java Province. The descriptive analysis method was used with data collection using qualitative approach through observation and interviews, as well as secondary data analysis. Data was analyzed using worksheet as a tool to represent what was to be known and researched. The results of the worksheet analysis can be concluded that most consumers were not familiar with coconut aminos products, but have high interest in trying them. Consumer preferences for choosing healthy coconut aminos include a priority order in the form of brand reputation, taste, price, and ease of purchase access. Consumers tend to choose local products over imports. The main distribution channels preferred by consumers include supermarkets, online stores, and grocery stores. The product has great potential to compete in the market. Recommended marketing strategies include consumer education, brand image strengthening, and distribution expansion. The implications of the results of this study are the product of coconut aminos “Gulapa” has a fairly broad market opportunity, a clear marketing strategy direction, and the need for continuous market education. With the proper approachment, coconut aminos “Gulapa” could be the main choice as a substitute for traditional soy sauce in Indonesia.