Claim Missing Document
Check
Articles

Gerakan Sosial Islam Jamaah An-Nadzir dalam Merawat Aktivitas Ekonomi Politik Indri Indri; Muhammad Saleh Tajuddin; Fajar Fajar
Vox Populi Vol 3 No 2 (2020): GERAKAN SOSIAL, IDENTITAS DAN KEKUASAAN
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/vp.v3i2.18372

Abstract

Artikel ini membahas tentang gerakan sosial Islam Jamaah An-Nadzir dalam merawat aktivitas ekonomi politik di Kabupaten Gowa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini secara umum berkesimpulan bahwa gerakan sosial yang dilakukan Jamaah An-Nadzir adalah gerakan kolektif untuk menerapkan syariat Islam, sebagai sebuah hukum untuk ditegakkan, karena kesempurnaan Islam harus diraih dengan totalitas dalam menegakkan syariatnya. Jamaah An-Nadzir membentuk komunitas dan perkampungan sebagai wadah untuk menerapkan hukum Islam dan menarik diri untuk tidak terlibat politik praktis karena dalam pandangan An-Nadzir mencederai aqidah Islam. An-Nadzir tidak termasuk komunitas anti Pancasila tetapi komunitas yang siap bela NKRI dan diberi perlindungan oleh LEMHANAS sebagai komunitas yang siap bela negara. Dalam ekonomi, Jamaah An-Nadzir menerapkan ekonomi berbasis syariah yaitu ekonomi Islam dan tidak terkontaminasi dengan riba. Sebagai penunjang perkembangan ekonomi dan kesejahteraan komunitas, jamaah membangun tujuh departemen yang saling bersinergi dan dinobatkan oleh pemerintah dengan ekonomi desa mandiri.
Religion, Education and Power Related During The Government of Andi Sultan Daeng Radja in The Kingdom of Gantarang Bulukumba Muhammad Saleh Tajuddin; Ihwana As’ad; Andi Tenri Yeyeng
Vox Populi Vol 4 No 2 (2021): POLITIK DAN HUKUM
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/vp.v4i2.27141

Abstract

This paper discusses the relationship between religion, education and power during the reign of Andi Sultan Daeng Radja in the Gantarang Bulukumba Kingdom. The type of research used is qualitative with a political, historical and theological approach. Primary and secondary data were obtained through observation, interviews, documentation and reference searches in the form of textbooks and scientific journals. The analysis used is the analysis of Miles and Haberman through the following steps: data presentation, data verification and drawing conclusions. The results obtained from the research include: 1) The relationship between religion and power in the Gantarang Bulukumba Kingdom experienced a golden age during the reign of Andi Sultan Daeng Radja, because he was a figure who really cared about religious issues that were integrated with power. 2) Some of Andi Sultan's successes during his reign, including: building a grand mosque, maximizing religious activities, Education and politics at the at-Taqwa Ponre mosque, and establishing a Muhammadiyah organization and a Muhammadiyah Islamic school in Gantarang which other kingdoms participated in.
Klan Politik Keluarga Patjiddai dalam Pilkades di Desa Katumbangan Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar Nurul Istiqomah; Muhammad Saleh Tajuddin; Fajar
Jurnal Fase Kemajuan Sosial dan Politik: FAKSI Vol. 9 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jf.v9i1.2310

Abstract

Studi ini membahas tentang Klan Politik Keluarga Patjiddai dalam Pilkades di Desa Katumbangan Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar, pokok permasalahan yang di bahas dalam studi ini ialah bagaimana pembentukan klan politik keluarga patjiddai di Desa Katumbangan dan faktor-faktor apa saja yang mendasari sehingga keluarga patjiddai masih terlibat/eksis di ranah politik sampai saat ini di Desa Katumbangan.Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis penyebab sehingga klan kepala desa bertahan pada satu keluarga meskipun pemilihan diadakan secara langsung dan terbuka. Dalam studi ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kemudian menyimpulkan data dan informasi melalui data di lapangan dengan tehknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, menggunakan reduksi data, display data dan verifikasi data serta penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah awal mulanya terbentuk klan keluarga Patjiddai ada karena Patjiddai telah menghadirkan Klan itu sendiri di keluarganya oleh sebab itu kekuasaan yang telah dibangun oleh Patjiddai langsung diteruskan ke anak serta cucu-cucunya, agar kekuasaannya tetap terus berjalan hingga terus-menerus. Keluarga Patjiddai bisa bertahan sampai saat ini di ranah politik disebabkan karena dalam proses pilkades keluarga Patjiddai juga menggerakkan sumber daya yang benar-benar mendukung dengan sepenuh hati dan faktor ekonomi serta sumber daya alam yang dikuasai oleh klan patjiddai di Desa Katumbangan. Keberhasilan dalam mempertahankan klan di tunjang oleh masyarakat Desa Katumbangan yang berhasil di gerakkan untuk tetap mendukung calon dari keluarga Patjiddai.
TASAWUF DAN PENDIDIKAN MORAL PROF. DR. H. HAMKA:: Upaya Menanggulangi Krisis Moral di Era Kontemporer Aliman Aliman; Muhammad Saleh Tajuddin; Andi Tenri Yeyeng
Sulesana Vol 16 No 1 (2022)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sulesana.v16i1.37981

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pemikiran dan gagasan Hamka dalam dunia mistisisme Islam yang dikenal dengan tasawuf modern sebagai jawaban dan kritikan terhadap perakterk para sufi yang selama ini popular dipahami dan diartikulasikan oleh sebahagian kelompok tasawuf dalam realitas kehidupan manusia modern. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menggunakan metode analisis naskah dan karya-karya Hamka untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif terhadap gagasan tasawuf modern dalam kontek kekinian. Hamka merupakan tokoh pembaharu dan reformis pemikiran modern Islam Indonesia yang telah memberikan pengaruh kuat terhadap perkembangan khazanah peradaban dan ilmu pengetahuan Islam terutama pada disiplin tasawuf Islam. Ketajaman analisis intelektual Hamka, dengan kritikan yang tajam terhadap pengamalan tasawuf ia berupaya mengembalikan tasawuf kepada kemurniannya seperti pada awal mula muncul, yaitu tauhid yang bersumber dari al-Quran dan hadis. Tujuan utama dari tasawuf modern dan Pendidikan moral Prof. Hamka adalah berlepas diri dari budi yang tercela dan berupaya memiliki budi atau akhlak mulia melalui zuhud, qana’ah dan tawakal yang menjembatani manusia modern untuk mencapai kebahagiaan, jauh dari keterpurukan, keterbelakangan, kemiskinan dan kebodohan.
Pemikiran Keagamaan di Indonesia (Analisis terhadap Pemikiran Tradisionalisme dan Modernisme Islam) Muhammad Taufan Djafri; Andi Muh. Taqiyuddin BN; Muhammad Saleh Tajuddin; Hamzah Harun Al Rasyid
AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Vol 2 No 2 (2023): AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/qiblah.v2i2.971

Abstract

This study aims to determine religious thought in Indonesia based on an analysis of Islamic traditionalism and modernism. This research is a library research using a comparative descriptive approach. The research method used is a qualitative research method. The results of the research show that in the thinking of Islamic traditionalism and modernism there are differences that have created conflict. Nonetheless, the conflicts and differences that occur are only on methodological issues in approaching Islamic teachings such as furū`iyyah issues and do not extend to issues that are fundamental in nature.
LEGISLATIVE ELECTIONS: AN OVERVIEW OF CLOSED PROPORTIONAL SYSTEM Muhammad Mutawalli; Maskun; Zainal Amin Ayub; Muhammad Saleh Tajuddin; Harlida Abdul Wahab
PETITA: JURNAL KAJIAN ILMU HUKUM DAN SYARIAH Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : LKKI Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/petita.v8i2.200

Abstract

This study aims to analyze the constitutionality of legislative general elections with a review of the closed proportional system in the 1945 Constitution. The legislative election system is an important tool for maintaining democratic principles and fair representation in a country. The constitutionality of the closed proportional system has been the subject of ongoing debate. This study uses a qualitative approach with normative juridical methods to analyze the constitutionality of general legislative elections that use a closed proportional system. This approach involved collecting data from legal documents, literature studies, and court decisions that were relevant to this topic. The results of the study showed that the application of a closed proportional system in legislative general elections has several constitutional implications, such as the limitation of political access for individuals outside of political parties, which can be considered as a violation of the individual's constitutional right to participate in the political process. This research also showed that a closed proportional system can provide greater political stability and strengthen the role of political parties in the political system. This study also analyzed the implications of implementing an open proportional system in legislative general elections. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstitusionalitas pemilihan umum legislatif dengan tinjauan terhadap sistem proporsional tertutup dalam UUD 1945. Sistem pemilihan umum legislatif adalah aspek penting dalam menjaga prinsip demokrasi dan keterwakilan yang adil dalam sebuah negara. Sistem proporsional tertutup telah menjadi subjek perdebatan yang berkelanjutan mengenai konstitusionalitasnya dalam konteks UUD 1945. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yuridis normatif untuk menganalisis konstitusionalitas pemilihan umum legislatif dengan menggunakan sistem proporsional tertutup. Pendekatan ini melibatkan pengumpulan data dari dokumen hukum, studi literatur, dan putusan pengadilan yang relevan dengan topik ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem proporsional tertutup dalam pemilihan umum legislatif memiliki beberapa implikasi konstitusional. Pertama, sistem ini dapat membatasi akses politik bagi individu di luar partai politik, yang dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap hak konstitusional individu untuk berpartisipasi dalam proses politik. Penelitian ini juga menganalisis implikasi penerapan sistem proporsional terbuka dalam pemilihan umum legislatif. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa sistem proporsional tertutup dapat memberikan stabilitas politik yang lebih besar dan memperkuat peran partai politik dalam sistem politik. Kata Kunci: Konstitusionalitas, Pemilihan Umum Legislatif, Sistem Proporsional Tertutup, UUD 1945, Kebebasan Politik
RECONSTRUCTING A MODEL OF LEGAL PROTECTION FOR CORONAVIRUS DISEASE 19 PANDEMIC IN INDONESIA Mukhtar Lutfi; Muhammad Mutawalli; Muhammad Saleh Tajuddin; Andi Tenri Yeyeng
Kanun Jurnal Ilmu Hukum Vol. 25, No. 3, December 2023: Law and Justice in Various Context in Indonesia
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/kanun.v25i3.33691

Abstract

This article examines the legal protection model due to the corona virus disease (Covid-19) in Indonesia. With the global impact of the Covid19 virus pandemic, the country's activities and survival have come to a halt. This article determines the form of Reconstruction of the Legal Protection Model for the Impact of the Global Corona Virus Disease 19 Pandemic in Indonesia. This study uses normative methods that are doctrinal, analytical, exploratory and explanatory with qualitative analysis. The results shows that the Indonesian state relies on largescale social funding policies (PSBB) with a disaster scheme that is recommended as a health emergency. It is an ideal model of legal protection against the impact of COVID-19 based on human rights (HAM) and the supremacy of law which are integrated and connected to resolve multisectoral impact problems. The multidimensional protection needs, including social, health, education, culture, religion, economics and finance, business trade and industry, labor, employment, transportation, environment, tourism, sports, security, politics and law is requited
Aktivisme dan Politik Diaspora La Maddukelleng dalam Merebut Kembali Kekuasaan di Wajo Tajuddin, Muhammad Saleh; Awal Muqsith; Andi Tenri Yeyeng; Ireena Nasiha Ibnu
Vox Populi Vol 6 No 2 (2023): VOX POPULI
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/vp.v6i2.44204

Abstract

Artikel ini membahas tentang aktivisme dan diaspora La Maddukelleng yang berhasil merebut kembali Kerajaan Wajo dari cengkraman Belanda. Keberhasilan usaha La Maddukelleng dianalisis dengan menggunakan falsafah tellu cappae masyarakat Bugis, yang sekaligus menjadi kerangka kerja untuk menelaah aktivisme dalam diaspora La Maddukelleng di Nusantara. Artikel ini dijelaskan dengan menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Sumber data diperoleh dari wawancara, arsip dan dokumen. Hasilnya menemukan bahwa keberhasilan La Maddukelleng dalam merebut kembali kerajaan Wajo, merupakan pengejawantahan dari falsafah tellu cappa, yaitu pernikahan; perang; dan diplomasi. Pernikahan putrinya dengan Raja Kutai, kemenangannya dalam menaklukkan kerajaan Paser dan kelihaian diplomasinya dalam membaca situasi, menjadi kapital politik La Maddukelleng.
THE ROLE OF ABDURRAHMAN WAHID IN CREATING ISLAMIC POST-TRADITIONALIST PARADIGM IN INDONESIA Tajuddin, Muhammad Saleh
Jurnal Adabiyah Vol 19 No 2 (2019): December (Islamic Studies)
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jad.v17i119i2a4

Abstract

This writing describes Abdurrahman Wahid’s thought and his influence in creating a new paradigm of thought among the new generation of Nahdlatul Ulama (NU) organization in Indonesia. This writing applies qualitative techniques through library and field research. Primary data are collected through observation, interviews, and documentation, while secondary data are collected through textbooks, journals, and the internet. The data are analyzed by descriptive analysis. NU organization is known as a traditionalist Islamic organization vis a vis an Islamic modernist organization Muhammadiyah. Wahid wants Muslim integrity to become a good community, such as tolerate and respect other people. Every Muslim has to respect other people and struggle for justice, egalitarianism and protect weak people. The methodology of this writing is qualitative research. In fact, Wahid’s thought of egalitarianism, tolerance, and liberalism influences the young generation of NU organization that creates a thought of school, namely post-radisionalist (Postra). Postra is a kind of leap thought among NU generation that carries out themes, such as, egalitarianism, tolerance, liberalism, civil society, and democracy. In South Sulawesi, the NU young generation establishes a non-government organization (NGO), which is called Lembaga Advokasi Pendidikan Anak Rakyat that carries out the same theme that of Wahid’s.Keywords: Abdurahman Wahid; Nahdlatul Ulama; Islamic Post-Traditionalist: LAPAR organization: الملخصتوضح هذه المقالة أفكار عبد الرحمن وحيد وتأثيرها في خلق وجهة النظر الجديد للتفكير جيل الشباب في  النهضة العلماء (NU) بإندونيسيا. تطبق هذه المقالة تقنيات نوعية من خلال الدراسة المكتبية  والمجال البحثي النوعي والمصادر الرئيسية لها عبارة عن مجموعة من طرق إجراء الاستطلاعات  بحيث تم العثور على بياناتها الأساسية من خلال المراقبة والمقابلات والتوثيق ، وأما مصادرها أو مراجعها الثانوية  فهي تستمد من الكتب المدرسية والمجلات العلمية والإنترنت، فقد تم تحليل البيانات المذكورة باستخدام المنهج التحليلي. ومن العروف أن  "NU"  إسلامية تقليدية، وبينما يعرف أن  المحمدية هي  إسلامية حديثة. ويريد عبد الرحمن وحيد أن يكون المجتمع المسلم مجتمعا صالحا يتحلى بكل من صفات الخير كالتسامح والاحترام للآخرين. وينبغي لكل مسلم أن يحترم الآخرين وأن يسعى إلى إقامة العدالة والمساواة وحماية الموطنين الضعفاء.  وفي الواقع، أن أفكار وحيد المائلة إلى التساوى التسامح والليبرالية والتي تؤثر على الجيل الناشئ منNU تمثل خطوات فكرية لدى هذا الجيل الذي يحمل مواضيع مختلفة كالمساواة والتسامح، والحرية، والديمقراطية. وفي سولاويسي الجنوبية ،أنشأ هذا الجيل  غير حكومية أطلقت عليها اسم المؤسسة الخيرية ويقال لها مؤسسة المحاماة لدعم تعليم أبناء الشعب (LAPAR) وهي المؤسسة التي تحمل نفس الموضوع مثل ما دعى به وحيد)الكلمة الرئسية: عبد الرحمن وحيد؛ نهضة العلماء؛ آخر- التقليدية؛ LAPAR؛ Abstrak Tulisan ini menggambarkan pemikiran Abdurrahman Wahid dan pengaruhnya dalam menciptakan paradigma baru pemikiran generasi muda organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia. Tulisan ini mengaplikasikan teknik kualitatif melalui penelitian pustaka dan lapangan. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sementara sumber sekunder diperoleh melalui buku teks, jurnal ilmiah dan internet. Data-data tersebut dianalisis melalui analisis deskriptif. Organisasi NU adalah diketahui sebagai organisasi Islam tradisionalis sementara organisasi Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi Islam modernis. Wahid ingin integritas Muslim menjadi masyarakat yang baik, seperti toleran dan hormat kepada orang lain. Setiap Muslim harus menghargai orang lain dan berjuang untuk menegakkan keadilan, egalitarian, dan melindungi penduduk yang lemah. Dalam kenyataannya, Pemikiran Wahid yang berkarasteristik egaliter, tolerans, dan cenderung liberal memengaruhi generasi muda NU adalah sebuah loncatan berpikir sepanjang generasi muda NU yang mengusung tema seperti egaliterian, toleran, liberal, civil society, dan demokrasi. Di Sulawesi Selatan, generasi muda NU mendirikan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang disebut dengan nama Lembaga Advokasi Pendidikan Anak Rakyat (LAPAR) yang mengusung tema yang sama dengan Wahid.Kata Kunci: Abdurahman Wahid; Nahdlatul Ulama; Islam Post-Traditionalis: organisasi LAPAR:
Unfamous Beautiful Bonetambu Island In Makassar: Political, Economic, and Educational Perspectives Yeyeng, Andi Tenri; Tajuddin, Muhammad Saleh; Latif, Muhlis
Journal of Research and Multidisciplinary Vol 7 No 1 (2024): Journal of Research and Multidisciplinary
Publisher : Lembaga Sembilan Tiga Community

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jrm.v7i1.84

Abstract

This research discusses the beauty of Bonetambu Island, which is less popular among local, national, and international communities from a political, economic, and educational perspective. This article is an initial introduction to this island, which has natural resource potential that can be managed well to improve community human resources. This paper uses qualitative research with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Secondary data was obtained through scientific journals, books, and the internet. The collected data was processed using Miles and Haberman's analytical techniques, starting with data verification, data display, and drawing conclusions. Results obtained from this article: 1) The people of Bonetambu Island do not yet have reliable political figures who can be launched as legislative candidates, they are only at the stage of supporting figures from outside the island. 2) Bonetambu Island has unique natural resource potential, especially the beauty of seabed coral reefs and the sunset to the west. The people of Bonetambu Island have a good work ethic but need to improve their skills in the field of fisheries with their main livelihood. 3) The educational facilities available on Bonetambu Island are only at the elementary and junior high levels, so very few people continue their education at the junior high school level or at Makassar College.